Categories

Labels

Video

3/Video/post-per-tag

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Video

3/Video/recent-videos

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
tauhid
Breaking news

Hot Widget

Feature

Must Read

manhaj

Aqidah

[aqidah][bsummary]

vehicles

[vehicles][bigposts]

business

[business][twocolumns]

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Perbuatan hamba adalah ciptaan Allah)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 29 Jumada Awwal 1443 Ahad bersamaan 02/01/2022 Masehi

Perbuatan hamba adalah ciptaan Allah.

Kita lanjutkan pembahasan tentang akidah Imam Ar-Raziahin. Masih di muka surah enam puluh-tujuh. Masih terkait dengan apa itu? Perbuatan hamba itu adalah ciptaan dari. juga. Masih. Dan yang seperti ini dalil yang menunjukkan bahwasanya perbuatan hamba itu juga makhluknya Allah. Allah taala ini namanya dan Allah menciptakan untuk kalian dari rumah-rumah kalian itu di sini ada. yaitu sebagai tempat tinggal. Dijelaskan oleh para ulama kalau dia memiliki dua makhluk lebih artinya ini ada dua mak lebih atau satu zahirnya. Cuma satu ya. Berarti memang fisik. Di sini maknanya memang ini ciptaan Allah. Allah menciptakan tempat tinggal untuk kalian dari rumah-rumah kalian itu. Biasakana. dari ini dengan ini dari Sakana, berarti memang tidak ada dua waffle B. Berarti artinya maka ini dalil yang. bahwasanya mmm bahwasanya tempat tinggal walaupun itu kita yang membangun, tetap dia adalah makhluknya Allah. Berarti fiil ini adalah ciptaan Allah, fiil kita itu. Dan hasil dari kita semua. adalah ciptaan Allah. Dan Allah menciptakan rumah-rumah untuk kalian dari kulit-kulit. ternak. Oh iya ini masa lalu terutama untuk orang-orang yang nomet di masa lalu. Ada beberapa makna. sebagian mengatakan artinya bersembunyi yaitu apa? Ya bernaung, terutama orang-orang yang mmm ya jelas paham namanya rumah. Seperti yang diceritakan oleh teman ana, Abu Jafar Hudaidi itu, ketika beliau mmm. dakwah di orang-orang Nomed di daerah jauh. Memang mereka walaupun keretanya khilaf, tapi mereka lumer. Hmm. Mereka kaya, tapi memang sudah kehidupannya suka berkeliling. Jadi, taksuka untuk punya tanah menetap itu. Kaya mereka. bagus dan apa itu? Hewan-hewan ternaknya itu boleh sampai ribuan. Ah di atas, di atas ada antena parabola juga. Jadi tak ketinggalan informasi mmm. namanya orang jahil. Tapi intinya adalah mereka juga memiliki sampai sekarang, mereka memiliki kemah-kemah yang terbuat dari kulit. Karena sering, sering ada badai namanya di gurun pasir itu, di dataran yang luas itu. nah kalau dari kemah-kemah yang biasa yang apa ini, yang kita biasa punya itu, itu takkuat, tapi kalau kulit yang dia kuat sekali, sebagaimana kebiasaan orang-orang Mongol, orang-orang mmm dataran, orang-orang Padang rumput, memang mereka. kemahnya itu dari kulit-kulit yang sangat kuat. Nah ini nikmat Allah. Yaitu kalian bersembunyi di dalam, di dalam kemah-kemah tadi. Pada hari keberangkatan kalian. kala kalian terus berjalan, terus eh bepergian. Artinya safar. Dan pada hari menetapnya kalian. Karena mereka selalu mengikuti, mengikuti curah hujan. Di mana kira-kira hujan itu. turun, nah kita akan menetap di sana sekian minggu. Karena di sana banyak padang rumput di masa itu. Mereka sudah biasa, mereka tahu mmm jadwal-jadwal macam itu.. atau maka Allah yang Mahasuci mengabarkan bahwasanya rumah-rumah yang dibuat itu yang menetap demikian pula rumah yang berpindah-pindah itu adalah mak. Allah. Sementara benda-benda tadi itu hanyalah menjadi rumah-rumah dengan perbuatan manusia. tapi tetap Allah menjanjikan itu sebagai eh makhluknya Dia, bukan makhluknya manusia. Memang manusia yang membuat, tetapi penciptanya adalah Allah. Dan yang seperti itu pula. yang lain, Allahu taala ayat yang sering dibaca oleh kaum muslimin, jelas? Eh semua juga dibaca ya, tapi ini yang termasuk populer kan surat. ternyata ada dalil di situ untuk membatal orang-orang dan sebagainya. Dan suatu ayat untuk mereka, tanda kekuasaan Allah dari kami untuk mereka, apa itu?. ini anak dan setelahnya kita sebagai asalnya dan setelahnya bahwasanya kami membawa, mengangkut keturunan mereka di kapal yang. perlu. Baik itu untuk tafsir pertama bahwasanya ini kapalnya Nabi Nuh ataupun kapal-kapal yang setelah itu. Jelas polanya itu semua adalah nikmat Allah.. 

Dan kami telah menciptakan untuk mereka dari yang semisal suluk tadi, semisal kapan, sesuatu yang mereka naiki. Berarti apa? Semuanya memang ciptaan Allah walaupun kapal itu kita. mungkin memahat atau memasang atau mobileing atau apa saja itu. Tapi tetap itu adalah ciptaan Allah. Dan kata para ulama, ini ada isyarat, kendaraan apa pun yang datang setelah itu sampai hari kiamat, bahkan kendaraan modern. udara dan darah itu sudah masuk di dalam ayat ini. Karena Allah telah mengatakan semisal dengan itu dari sisi apa? Memang sesuatu yang mungkin untuk dinaiki dan memindahkan mere. dari satu tempat ke tempat lain. Baik tidak? Wajib bentuknya seperti kapal atau apa. Tapi dari sisi boleh dinaiki dan boleh memindahkan mereka dan barang-barang mereka ke tempat yang mereka inginkan.. Subhanahu Wa Taala maka Allah Yang Maha Suci dan Mahatinggi mengabarkan bahwasanya dia adalah pencipta kapal yang dibuat untuk para hamba. Jelas yang membuat. manusia. Tapi Allah mengabarkan Dia-lah Pencipta itu. Di sini tadi ya.. dan ada orang yang menjauh dari pemahaman yang benar yaitu orang yang mengatakan bahwasanya yang dimaksudkan dengan ayat Yasin tadi itu adalah unta baik ini tidak sesuai. beliau. Kenapa? Karena kalau menafsirkan itu dengan unta ini mengeluarkan sesuatu yang semisal secara. hakiki. Dan nanti tidak akan, eh, tidak akan sesuai dengan pendalilan yang diinginkan. Sementara, Allah mengatakan semisal, berarti apa? Termasuk semisal itu adalah bahwasanya ini juga buatan manusia. sementara unta jelas itu ciptaan Allah. Sementara yang diinginkan di sini bahwasanya ayat ini juga menjadi bantahan kepada orang-orang muktazilah bahwasanya kendaraan yang dibuat oleh manusia itu. adalah makhluknya Allah juga. Nah kalau unta ini tak sesuai nanti. Karena unta bukan buatan manusia. Baik, ini. ini makruh kepada ikhraj. Iktibarun. Yaitu menilai sesuatu yang dia itu jauh dari keserupaan. Karena unta mmm tidak sesuai untuk ayat untuk pola ayat ini dengan, dengan, dengan apa tadi ka. walaupun sama-sama mampu mengangkut, tetapi tidak sampai semisal. Karena bukan buatan manusia. Dan yang seperti itu pula adalah firman. taala dalilnya banyak, belum, belum tentu kita mampu untuk mengetahui ayat ini juga sampai kepada pembahasan itu, membatal muktazilah. Ini berkahnya kalau kita belajar ke para ulama, kita akan dapat ilmu. sekali memang, tadabur ayat-ayat. Firman Allah taala yang menceritakan tentang kekasihnya, walaupun terjadi khilaf di kalangan ulama, bolehkah kita mensifati Allah dengan hidayah. Tapi insyaallah tak masalah seperti itu. Yaitu Allah menceritakan tentang kekasihnya yaitu Ibrahim. Beliau bertanya kepada kaumnya, pertanyaan yang sifatnya pengingkaran. Apakah kalian menyembah sesuatu yang kalian paham? Kalian yang buat dia. Kenapa kalian malah menyembah dia? Baunya padahal. dalam keadaan Allah yang menciptakan kalian dan menciptakan apa yang kalian lakukan. Agar khilaf, maknya ini atau kata beliau tapi beliau memberikan apa?. kemungkinan. Ini khilaf makruf dibahas oleh Ibnu Hajar dalam dan juga Ibnu Katsir. Kita lihat Ibnu, Ibnu Qayim merojikan apa nanti, apabila manya itu mamasteriah, berarti apa yang. Ini jadinya apa? Kembali ke masker. Nah ini dalil yang sangat jelas menunjukkan bahwasanya. yang menunjukkan terbantahkannya orang-orang muktazilah yang mengatakan bahwasanya amalan kita ini ciptaan kita, bukan ciptaan Allah. Sementara ayat ini jelas dari Allah yang menciptakan kalian dan Allah yang mencipta. amalan kalian. Sebagaimana ini yang ditakdirkan, yang ditetapkan oleh sebagian ulama namanya. jelas yaitu Allah yang menciptakan kalian dan menciptakan amalan kalian. Pendalilan jelas. 

Maka terbantahkanlah orang muktazilah. Namun ini tidak kuat. Tidak kuat dari sisi apa? Muktazilah. Apakah di zaman nabi. ada Muktazilah jauh sekali. Berapa ribu tahun yang lalu. Berarti apa? Dhohirnya ini tidak sampai ke situ cara berfikirnya orang-orang di masa itu. Bahwasanya mmm yaitu akidah Muktazilah bahwa. kita hanya mmm Allah hanya menciptakan dan tidak menciptakan kata muktazilah sementara zahirnya orang-orang di zaman Nabi Ibrahim tak ada yang bergaya-gaya seperti ahli filsafat semacam itu. karena gara-gara itu munculnya dari filsafat mutakhirin yaitu di zamannya Aristo dan teman-temannya. Adapun kata Imam Ibnu Qayim yaitu di zaman Imam mmm apa mmm di zaman Imam kita ya. Imam. yaitu Nabi Ibrahim mereka rata-rata adalah ahli tauhid. Filosof di generasi pertama itu mereka masih ahli tauhid dan tidak sampai menggunakan kata-kata yang aneh-aneh macam itu. Baik, berarti takper. Nabi Ibrahim sampai membantah orang musyrik di zaman itu dengan mengatakan Allah yang menciptakan kalian dan amalan kalian. Apa karena mengenal dengan amalan kita? Padahal yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim adalah patuh. Allah yang. kalian dan menciptakan patung. Itu yang diinginkan bukan masalah amalan. Berarti apa? Berarti tafsir kedua lebih tepat menurut Ibnu Ibnul Qayim. Dan memang itu yang lebih tepat. Walaupun dua-duanya insyaallah eh. masalah. Tapi yang kedua lebih tepat. Maknya bukan mamas jariah. Kata beliau karena tidak ada kesesuaian. antara pengingkaran Ibrahim terhadap mereka terhadap kaum musyrikin, terhadap perbuatan mereka yang menyembah benda yang mereka pahat dengan tangan-tangan mereka sendiri.. dengan pengabaran beliau kepada mereka bahwasanya Allah adalah pencipta amalan mereka. Iya, apa karena mengenal? Lalu apa kalau Allah sudah menciptakan amalan kami, lalu apa? Jelas? Pemikir. mereka tidak sampai dikotori oleh filsafat generasi yang belum lahir di masa itu. Amalan mereka yang berupa, menyembah, sesembahan-sesembahan tadi.. dan masalah apa? Pemahatan. Amalan kalian ini berupa apa? Kata Imam Ibnu Qayim yaitu mereka menyembah berhala dan mereka memahat berhala itu. Memahat kayu atau batu untuk menjadi berhala.. amalan-amalan yang lain. 

Berarti kalau tidak sesuai walaupun kita tidak mengatakan salam, tetapi ini kurang sesuai, ada yang lebih sesuai, maka yang lebih sesuai, yang lebih tepat, manya. di mana Pak? Berarti kalau kita gimana menafsirkan ayat ini? Begitu kan berartinya Allah menciptakan. kalian dan menciptakan sesuatu yang kalian amalkan. Bukan, bukan menciptakan amalan kalian, tapi menciptakan sesuatu yang kalian amalkan, yang kalian perbuat, berarti apa? Berarti kembalinya. kepada objeknya. Menciptakan sesuatu yang kalian sembah, yaitu berhala. Menciptakan sesuatu yang kalian paham, yaitu berhala. Ah ini lebih sesuai. Karena tujuan Ibrahim intinya yaitu menitikberatkan pada. bukan masalah amalan. Tapi masalah patung. Nah makanya ma yang sesuai di sini adalah cuma akan ada pertanyaan tambahan apabila ma ini adalah sebagai sila mmm ma adalah isi. silatulnya mana? Jelas enggak pak? Sementara dalam syarat antara Mausul, isim Mausul dengan silatul Maula itu ada apa? Dalam Nahwu, ada Rabbit, ada pengikat,. antara kepala dengan ekornya itu karena kalau kepala saja tanpa ekor jadi nampak itu kan nampak aneh seperti apa itu klori-lori yang ta, tak sedang tidak membawa bagian belakang tuh nampak aneh. baik. Nah kalau cuma, cuma belakangnya tanpa kepala, eh tak jalan. Maka wajib ada penghubung, penghubungnya itu yang dikatakan Robin. Robin-nya di sini apa? Mana? Terhapus. Takdirnya apa?. ada di situ. Kembali ke kembali ke berarti ada, ada yang terhapus di situ. Kata beliau. Makanya kembalinya kepada apa? Objek dari amalan, objek dari perbuatan, yaitu patung-patu. itu. Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan menciptakan sesembahan-sesembahan kalian yang kalian buat dengan tangan kalian sendiri. Kalian kerjakan dengan tangan kalian.. maka patung-patung tadi berhala-berhala tadi itu adalah ciptaan milik Allah, sementara berhala-berhala tadi bukan seku. bukan sekutu-sekutu bersama Allah sebagai pencipta, pencipta apa? Dia sendiri dicipta dan semua boleh dikatakan di masa itu sudah tercipta sebelum patung-patung itu ada, semua yang makhluk-makhluk yang ada waktu itu. Ah inilah. Sisi pendalilan yang lebih kuat. Ketika Ibrahim membantah mereka, yaitu eh Allah yang menciptakan kalian dan menciptakan seluruh hasil dari kerja kalian, yaitu patung-patung itu.. maka Ibrahim mengabarkan bahwasanya Allah menciptakan hasil amalan mereka. Hah? Masih ada lagu. Oh ini ini level berikutnya memang, memang eh. banyak keluh. Memang. Dulu waktu, waktu kita di sekolah rendah pun belajar takpeluk kan kecuali ketika sudah melihat telurnya di lapangan, anak-anak ketika belajar tak, tak, tak perlu. insya Allah. Tapi ketika kita sudah kelas agak tinggi-tinggi mungkin sekolah menengah atau university ya memang ruhnya lebih banyak walaupun malah sudah jarang olahraga kalau sudah tinggi-tinggi itu. Olahraganya di kepala, hanya di jantung dan kepala.. 

Baik, tapi sedangkan penat-penat sedang pembahasan oh kita dapat bekal banyak sekali itu.. Semoga kita dilindungi soalnya terkadang kita akan jumpa dengan orang-orang yang, orang-orang dari Sufia, atau orang dari Assyairoh yang mereka suka-suka Nahu, kalau kita jumpa mereka. kita tak punya ilmu, malu kita nanti. Eh katanya ikut nabi, katanya merasa paling benar. Tak lepas, ya diejek kita nanti. Sering kita jumpa itu dan kalah. Mmm walaupun niatnya baik, niatnya jarang watak diotot ni nanggung enggak lepas ya dieje. memang eh kacau. Alhamdulillah ketika mereka jumpa dengan orang yang Allah takdirkan, sudah belajar ah mereka yang kita gantian ejek. Ah, kamu pun tak lepas. Alhamdulillah kami sudah lewat level beberapa mazhab tentang masalah tentang masalah nahwung. lebih banyak belajar tuh. Kita senang kalau kita mampu menjawab. Kalau tak, kita nanti saja kebenaran kita jadi ditolak. Gara-gara masalah nahu. Memang semuanya perlu di, dilihat mmm diberi porsi untuk dipelajari.. Oh ini tadi belum di

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين