Categories

Labels

Video

3/Video/post-per-tag

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Video

3/Video/recent-videos

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
tauhid
Breaking news

Hot Widget

Feature

Must Read

manhaj

Aqidah

[aqidah][bsummary]

vehicles

[vehicles][bigposts]

business

[business][twocolumns]

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Alam terbagi kepada dua)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 22 Jumada Awwal 1443 Ahad bersamaan 28/12/2021 Masehi

Alam terbagi kepada dua.

Kita hmm sampai mana? Akhir buka surat enam puluh lima dari eh akidah masih kalam Imam Ibnu Katsir Imam Ibnu Qayyim rahi. Kita sampai ke sini ya kemarin ya. Lafadz yaitu Allah adalah pencipta. segala sesuatu, lafadz ini saja sudah memisahkan antara pencipta dan yang diciptakan. Titik bagusnya. Sifat Allah subhanahu itu sudah masuk. masuk ke nama dia itu sendiri zat yang dinamai dengan nama Allah itu sendiri. Maka nama dan sifat Allah memang bukan makhluk.. Karena Allah Yang Maha Suci Allah ini adalah nama untuk sesembahan tersebut yaitu Allah. Nama untuk zat yang kita sembah, yang di sifat. dengan setiap sifat kesempurnaan. Dia ini adalah zat yang disucikan dari segala sifat kekurangan dan permisalan atau. yaitu yang setara dengan Dia. Berarti kalau dia disucikan dari segala sifat kekurangan, memang dia memiliki sifat kesempurnaan. Karena kalau tak punya sifat kesempurnaan, itu adalah kekurangan hakikatnya. Jadi. Ayat tadi, ini keumumannya adalah betul-betul keumuman yang tidak di, yang tidak dibatasi oleh apapun. Tak perlu dibatasi dengan Allah atau apa, karena zat Allah sudah masuk di. tidak masuk di dalam syair untuk kali ini. 

Baik, ini pendekatan yang benar dari sisi dan juga dari sisi mmm adapun kalau dari sisi ushul fi. ini yang dikatakan usul fikih yang benar, ini yang dikatakan apa? Ini dalilnya umum, tapi sejak awal memang diinginkan khusus yaitu ini khusus untuk para makhluk, Allah menciptakan para makhluk, sementara zat Allah. sebagainya. Ini sejak awal memang tidak dimasukkan ke dalam kalimat sejak awal. Untuk muktazilah ini yang dikatakan ini dalilnya umum tetapi di khususkan. dengan dalil yang lain. Yaitu apa? Dalil aqli bahwasanya zat Allah tidak masuk di situ. Dan ini pendekatan yang salah dari muktazilah. Yang paling selamat adalah penjelasan Ibnu Qayim tadi. Sejak awal zat Allah. dan sifat Allah dan nama Allah itu tidak masuk dalam syaik karena semuanya sudah masuk dalam yaitu Allahu alam. alam, alam semesta ini terbagi menjadi dua. Zatnya dan perbuatannya. Sementara Allah pencipta alam semesta, berarti pencipta zat dan pencipta, perbuatan dari. makan Allah adalah pencipta untuk alam semesta ini dan Allah menciptakan apa pun yang muncul. Berupa perbuatan-perbuatan. Ya, semuanya adalah ciptaan Allah. Tak ada yang di luar ciptaan Allah tahu-tahu muncul sendiri bagaimana itu boleh terjadi. Tak mungkin. Semuanya adalah ciptaan Allah. Sebagaimana Allah lah yang mengetahui perincian itu semua. Maka tidak ada sedikit pun. alam semesta ini yang keluar dari ilmu Allah yaitu yang tidak masuk di dalam ilmunya Allah. Allah tahu semua tak ada satu pun dari itu semua yang keluar dari kekuasaan Allah. Berarti. semuanya sudah masuk dalam kekuasaan Allah. Allah yang kuasa terhadap itu dan Dia-lah yang memang mengetahui, menginginkan dan menciptakannya. Tidak ada sesuatu pun dari makhluk tadi yang keluar. ciptaan Allah dan kehendak Allah. Semuanya sudah masuk di area ciptaan dan kehendak Allah. Selesai yang diinginkan dari beliau menyatakan ahlusunah. berkata dinisbahkannya perbuatan-perbuatan kepada para makhluk sebagai apa? Fiilnya mereka dan usaha mereka. tidak meniadakan, tidak bertentangan dengan dinisbatkannya perbuatan tadi kepada Allah Yang Maha Suci dari sisi penciptaan dan kehendak, perbuatan tadi. diciptakan oleh Allah dan dikehendaki oleh Allah. Tapi siapa yang melakukan? Ya, eh pelakunya mungkin manusia atau jin, atau hewan, atau malaikat, para makhluk.. maka Allah yang Maha Suci itulah yang menginginkan perbuatan tadi terjadi dan menciptakan perbuatan itu. 

Dan merekalah yang melakukannya. dan melakukannya eh mengerjakannya secara hakiki. Tidak seperti ucapan jamiah. Semua ini manusia dikatakan pelaku tapi majas saja. Hakikatnya Allah yang melakukan. Takboleh. Kita yang melakukan Allah yang menghendaki. kehendak Allah, ada sebabnya, Allah tahu hati seseorang memang menginginkan ini, condong kepada ini, lalu Allah memberikan izin untuk itu terjadi dan sebagainya. Dengan tetap dibatasi oleh Allah, kalau masalah keinginan, keinginan manusia tak terbatas. apalagi orang kufar, ingin terbanglah, ingin tembus bumi, ingin kekuatannya, bagaikan apa? Ah, keinginan ada, usaha ada, tapi dibatasi oleh Allah, monggo punya kemampuan, tapi kemampuanmu dibatasi sekian, dan seterusnya.. Semuanya terkait dengan izin Allah taala. Kata beliau seandainya perbuatan-perbuatan tadi. tidak disandarkan kepada kehendak Allah berarti apa Allah tidak menghendaki itu terjadi dan kudrohnya Allah, Allah tidak menakdirkan itu terjadi dan hamba-Nya tidak diberi kemampuan untuk melakukannya dan Allah tidak. itu pastilah mustahil itu terjadi dari mereka. Berapa banyak mereka menginginkan sesuatu? Ternyata tidak jadi dilakukan. Menunjukkan ada ada suatu. pemilik kekuatan yang Mahaperkasa di sana yang membatasi itu semua. Kalau itu terjadi berarti zat tadi mengizinkan itu terjadi. Baik. Karena para hamba terlampau lemah untuk melakukan sesuatu yang tidak Allah kehendaki. Kita ada rencana nanti jam sekian mmm nak salat duha lah, jelas seorang mukmin punya keinginan, tapi. kali apa? Tidak terjadi menunjukkan ada zat yang membatasi itu dan ada sebabnya dilemahkan keinginannya karena maksiat atau dengan karena dia sakit atau terhalang kesibukan menerima tamu atau apa.. tidak semua keinginan itu terjadi. 

Dan ini menunjukkan bahwasanya ada zat yang membatasi terlaksananya keinginan-keinginan kita. Kalau zat itu tidak menginginkan terjadi tak mungkin terjadi.. dan dia tidak menakdirkan itu pada orang tadi atau tidak menakdirkan itu terjadi Allah tidak menciptakan itu baru. Termasuk yang menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Suci terhadap perbuatan-perbuatan para makhluk bantah terhadap muktazilah firman Allah taala. Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu, sesuatu ini umum, mencakup dan mencakup apa? Dan itu apa?. perbuatan-perbuatan. Sementara bantahan orang Kadariah terhadap pendalilan dengan ayat ini karena mereka membantah dan. lemah dan jawaban terhadap bantahan tadi itu sama dengan bantahan mereka tanpa. hamzah Wash Koto ya, hamzahnya wasel. Terhadap firman Allah taala, Allah adalah pencipta segala sesuatu. Ya, sebuah mereka sama, cara kita membantahnya juga sama.. cara menjawabnya. Kita akan menambahkan penetapan tentang ini bahwasanya perbuatan-perbuatan para hamba itu adalah perkara. yang bersifat mungkin. Jelas ya? Bukan yang tapi mungkinah kalau kewajiban wajib apa? Allah taala itu sesuatu yang memang wajib ada. Tapi kalau. adalah mungkin, mungkinat. Zat kita saja kata mereka, mungkin, dan itu betul, yaitu mungkin terjadi, mungkin tidak terjadi, terkadang ada, terkadang mati dan lenyap. Nah, kalau zat kita saja sifatnya adalah mungkinah. dia lebih layak dikatakan mungkin terjadi, mungkin tidak terjadi. Namanya perbuatan. Sementara Allah itu Mahakuasa terhadap segala yang. bersifat mungkin. Toyyib, kalau kita saja mungkin melakukan sesuatu, kenapa Allah Yang Mahakuasa tidak mungkin? Nah, ini bantahan secara akal terhadap dengan kaidah mereka sendiri, dengan prinsip-prinsip mereka sendiri. Karena mereka mengata. Allah tidak kuasa terhadap nah kita katakan mungkin atau tidak mungkin? Mungkinlah buktinya kita mungkin melakukan, mungkin tidak melakukan. Ah kalau kita yang selemah ini saja, ya kalau tidak dicas baterainya pun tak mabuk. tak ada makanan, tak mampu gerak. Tapi masih mengatakan mungkin untuk melakukan sesuatu. Bagaimana Allah Yang Mahakuasa, Maha segalanya. Ternyata dia tidak mungkin melakukan, tidak mungkin menakdirkan perbuatan para hamba. jelas Allah lebih mungkin lagi maka Allah lah yang menjadikan para hamba itu melakukan perbuatan-perbuatan tadi dengan kekuasaannya dan dengan. kehendak-Nya. Untuk perkara yang tidak mungkin menurut akal manusia saja, jadi mungkin kalau Allah menghendaki. Seperti apa itu? Tongkatnya Nabi Musa, siapa yang berani? Bahkan tukang sihir zaman sekarang, menjadikan tongkat menjadi ular. Tak mampu dia, walaupun. sawah, tak mampu. 

Baik, tapi Nabi Musa dengan kekuasaan Allah mampu merubah jadi ular yang sangat besar. Mampu menelan semuanya itu. Yang dalam Israel yang katanya para tukang sihirnya ada berapa itu? Enam ra. atau bahkan sekian ribu katanya masing-masing membentuk ular. Ular yang itu eh khayalan. Yang ularnya Nabi Musa betul-betul apa? Betul-betul ular yang besar yang jelas. tukang sirkun lihat, oh ini bukan sihir, ini bermotor ular. Itu ternyata mungkin, sesuatu yang mustahil untuk makhluk ternyata mungkin untuk Allah, apalagi perbuatan-perbuatan biasa ini, bagaimana di luar takdir Allah? Ini rusaknya. Mu'tazilah. Akal dibantah dengan akal yang sehat. Akal mereka dibantah dengan akal yang sehat. Baik, kata beliau di sini seandainya Allah menghendaki, pastilah. menghalangi Allah. Allah menghalangi antara mereka dengan perbuatan tadi itu. Sebagaimana Allah menghalangi Firaun dengan kekuasaannya, menghalangi untuk membunuh Nabi Musa yang masih bayi tak mampu apa-apa. Ternyata apa. mampu dia. Cari-cari sana sini ternyata Musa malah dirawat di atas, di atas katel dia. Tak mampu dia untuk membunuh anak itu. Padahal alat-alat perbuatan. dari mereka itu masih selamat. Ini tanda kekuasaan yang besar. Sebagaimana firman Allah taala seandainya Allah menghendaki nisca. ya. Tidaklah orang-orang itu ya orang-orang yang sepeninggal mereka itu saling berbunuh, saling berperang. Setelah datangnya keterangan-keterangan kepada mereka. ini adalah dalil syar'i terkait dengan itu dalil berarti apa kehendak Allah-lah yang berlaku, seandainya Allah menghendaki tidak terjadi peperangan, tak terjadi peperangan, tapi kenapa setelah wafatnya para nabi. kemudian apa? Setelah terpencar-pencar lalu para orang-orang yang mengklaim mengikuti Islam, mereka saling bunuh satu sama lain, menunjukkan Allah menghendaki itu terjadi. Setelah datangnya keterangan,. mayoritasnya tetapi mereka yang berselisih tidak mau ikut tadi sebagian mereka memang ada yang beriman setia pada bayina sebagian dari mereka. ada yang kafir. Ah namanya berselisih, akhirnya timbul peperangan. Allah ulang lagi. Seandainya Allah menghendaki, mereka tidak akan saling berperang itu. Baik, muktazilah tidak mau menerima ayat ini, hakikatnya. Walaupun Allah sudah. ulang-ulang, itu terkait dengan kehendak Allah. Tetapi Allah melakukan apa yang dia inginkan. Ini bagian dari perbuatan Allah. 

Tayib. Untuk contoh visinya, seperti yang makruf, kita. masing-masing mampu mengetahui itu untuk diri kita seperti juga sebagian dai dulu cerita ketika saya mau ceramah tahu-tahu padahal saya sudah siapkan segalanya dan dia biasa ceramah ketika mau ceramah tahu-tahu takmampu bicara akhirnya dia sadar bahwa ini ada. lalu saya membaca dan langsung lancar lagi, menunjukkan ini di bawah kekuasaan Allah, Allah kuasa terhadap perbuatan para hamba, sebagaimana Allah kuasa untuk mengalahkan sihir tadi.. jadi Allah kuasa terhadap perbuatan para hamba, tidak seperti ucapan muktazilah wallahu alam. Syekh kita membagi. selain Allah tuh ya Allah dengan ya betul antara Khalik dengan makhluk pembagiannya. Iya betul. Iya kalau Allah dikatakan apa? Ataupun kalau makhluk. dikatakan apa? Yaitu sesuatu yang baru. Boleh nggak masalah. Dari sisi pendekatan saja. Karena tidak ada sisi, sisi, kesalahan dari sekedar kalimat itu enggak ada. kesalahan. Walaupun itu istilah yang dipakai oleh tapi itu bukan istilah yang sampai tingkat menyimpang. Budidaya ini mmm insya Allah ini dengan. ada ketika ditanya Facebook. Iya betul. Yaitu Allah menghendaki tapi ada sebabnya. Makanya yang namanya takdir Allah itu ada keterkaitan dengan sunatullah. Sunatullah yang terbesar apa? Masalah yaitu. akibat. Kenapa Allah menghendaki mereka perang? Padahal di dalam kitab suci mereka, mereka dilarang untuk berperang, dilarang untuk saling menawan, kalau, kalau mereka, dan mereka diwajibkan untuk membebaskan tawanan dari mmm apa itu. kafilah mereka itu ternyata mereka memilih untuk berselisih, memilih ada yang ikut yang benar ada yang ikut yang salah namanya lain pendapat akhirnya berselisih, setelah berselisih sandang mereka telah dikatakan oleh Allah taala ba. Kezaliman di antara mereka akhirnya perang saling mendominasi, saling mengalahkan. Yang ini niatnya fi sabilillah, itu tentara setan. Yang itu mengatakan, tak hukum ini tak lagi berlaku. Akhirnya memang pernahlah. Berarti ada sebabnya kenapa Allah menakdirkan. berperang, berselisih. Sebabnya adalah karena sebagiannya memang durhaka pada para nabi itu. Jadi kehendak Allah ada sebabnya, sebagaimana Allah menghendaki iblis itu masuk neraka, ada. Allah menghendaki iblis tidak istikamah ada sebabnya. Allah tahu isi hati dia adalah memang condong kepada kebatilan dan sebagainya. Sehingga ditakdirkan ketika yang lain semua sujud ditakdirkan ada satu yang berdiri tegak nampak ketahuan. tak mau taat pada Allah. Baik, ada sukanya memang. Wallahualam. Kenapa? Ya itu hikmahnya dia masuk apa? Kenapa? Ke mall. Seluruh perbuatan. itu ada hikmahnya. Istilahnya hikmah itu dimasukkan ke seluruh perbuatan Allah. Karena apa? Setiap kali dalam Quran, setiap kali, sering kali dalam Alquran, setelah Allah menyebutkan perbuatan dia, ada kalimat hikmat. atau menunjukkan setiap pikirannya Allah baik itu ada hikmahnya di setiap dan ya di setiap fiil dari fiil Allah pasti ada hikmah. tujuan. Wallahualam.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين