Categories

Labels

Video

3/Video/post-per-tag

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Video

3/Video/recent-videos

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
tauhid
Breaking news

Hot Widget

Feature

Must Read

manhaj

Aqidah

[aqidah][bsummary]

vehicles

[fiqih][bigposts]

business

[business][twocolumns]

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 63)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 12 Jumada Awwal 1443 Khamis bersamaan 16/12/2021 Masehi

Ms 63 Seluruh amalan hamba adalah taqdir dari Allah.

Ahlussunnah paling gembira dgn kebenaran, 

Ahlussunnah menetapkan taqdir Allah.

Taqdir Allah.

Qodariyah adalah Majusi umat ini.

Kita masih di muka surah enam puluh tiga dari dari akidah Imam Raziah ini catatan kakinya di sini. seluruh amalan para hamba itu diciptakan, ditakdirkan oleh Allah, diciptakan di dalam ditakdirkan. Walaupun kita yang menginginkan, walaupun kita yang merencanakan, merancang, dan melaksanakan. Tapi. tidak lepas dari takdir dan izin dari Allah taala. Amalan-amalan tadi bagian dari usaha para hamba. Makanya kalau kebaikan, kita diwajibkan memuji Allah. kita juga boleh memuji orang-orang yang berbuat baik, memuji para nabi, memuji para rasul, memuji para ulama, memuji para mujahidin, memang orang baik layak dipuji, karena apa? Mereka yang mengusahakan, merencanakan dan sebagainya. Tetap. pujian tertinggi adalah pada Allah, karena dia yang mengizinkan itu terjadi. Nah, sebaliknya, kalau musibah, ah pelakunya yang dicela. Sementara Allah tetap dipuji karena Allah mengizinkan siapa yang layak untuk diizinkan melakukan maksiat tadi. Untuk. orang yang baik, Allah tahu hatinya baik, terkadang kita ingin berbuat buruk, ternyata Allah menghalangi, tayib. Maka ini adalah rahmat Allah taala, tidak semua orang diizinkan berbuat buruk. Ah, berarti yang diizinkan berbuat buruk memang dianya. hatinya buruk, maka Allah izinkan sekalian. Memang hatinya buruk. Tapi yang hatinya baik cuma dia masih manusia, masih tidak maksum, terkadang digoda setan untuk berbuat buruk, sering kali Allah menghalangi. Menunjukkan bahwasanya. keburukan yang terjadi tetap Allah itu dipuji. Pelakunya ya yang dicela karena memang dia yang buruk sampai-sampai Allah mengizinkan dia berbuat buruk tadi. 

Dalam segala hal, takdir Allah itu baik. Mahabaik dan Allah terpuji dalam segala urusan. Makanya Al-Hasan Al-Basri mengatakan penduduk neraka masuk ke dalam neraka dalam keadaan memuji Allah taala. Tahu bahwasanya Allah telah memberikan keadilan dalam masalah ini. Kita diizinkan. berbuat buruk. Ini adil karena Allah tahu hati kita memang buruk dan seterusnya. Nah kita yang dicela karena memang kita yang menginginkan itu semua dan terlaksana. Ahli. Ada waunya ya. Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata tentang kelurusan ahlusunah dan keadilan mereka tidak berlebihan dan tidak kurang.. Dan saya mendapati golongan Allah dan rasul-Nya dan para penolong sunah rasul-Nya. Tergantung niat kita huruf sebagai apa di sini. Mereka adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan wasatiyyah disifati sebagai golongan yang pertengahan. dan keluarga adalah mereka ahlusunah itu di dalam masalah ini dan masalah-masalah yang lain. orang yang paling berbahagia dengan kebenaran, yang paling berhak mendapatkan kebenaran dan berbahagia dengan itu adalah ahlusunah. Daripada kelompok-kelompok yang lain yang mengklaim benar tapi dilihat dari dalil, oh salah dalam. ini misalkan karena ahlusunah menetapkan takdir Allah mmm kudrah yaitu kekuasaan terhadap seluruh apa yang ada. minal aiani wal afl berupa zat-zat dan perbuatan-perbuatan semuanya masuk dalam sebagaimana zat itu Allah yang menciptakan maka perbuatan zat-zat yang ada itu juga bagi. dari takdir Allah. Karena Allah rabbil alamin. Mmm ini maktuf ke mana tadinya? Gitu kan? Yaitu ahlusunah menetapkan kehendak Allah. bersifat menyeluruh, semuanya masuk dalam kehendak Allah. 

Dan ahlusunah menyucikan Allah, untuk adanya keyakinan bahwasanya. di dalam kekuasaan Allah ada perkara yang tidak Allah kuasai. Katanya rabbul alamin. Kenapa? Untuk zat Allah yang mencipta sementara Allah bukan penciptanya, ini tentunya mencela Allah sebenarnya. Orang-orang muktazilah. itu. Berarti ini juga Allah yang mencipta. Cuma ada sebabnya. Allah yang mengizinkan, ada sebabnya. Dan seterusnya.. menyucikan Allah. Jangan sampai ada sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, tapi tidak dibawa kehendak Allah, jelas semuanya di bawah kehendak Allah. Berbeda dengan akidah muktazilah.. Dan tidaklah para hamba melakukan sesuatu kecuali setelah kehendak Allah. Setelah Allah menghendaki itu terjadi. Tapi kenapa dikehendaki terjadi? Ada sebabnya. Kenapa sampai Allah menakdirkan si fulan? Men. atau si fulan berjudi atau si fulan merompa atau apa mungkin menerima Rasulullah ada sebabnya bukan Allah yang salah tapi pelakunya itu sendiri yang salah. Allah tahu niat dan isi hati dia. Tayib akhirnya diizin. atau terkadang tidak diizinkan. Ahlusunah menetapkan bahwasanya apa pun yang Allah inginkan itu akan terjadi. Dan apa pun yang tidak Allah inginkan. akan terjadi bagi ahlusunah, tidak ada pengkhususan di dalam dua perkara ini dari sisi mana pun. dari mas masalah apa ini? Dan ada apa yang Allah inginkan pasti terjadi, apa pun tak ada, terkecualian. 

Demikian pula apa pun yang tidak Allah inginkan, tak mungkin terjadi, tanpa ada. Jadi tidak seperti yang dibayangkan oleh konsekuensi dari akidah muktazilah. Sebenarnya Allah ingin si Fulan itu masuk Islam, tapi si Fulan mampu memberontak dari keinginan Allah, akhirnya terjadi yang Allah ingin. itu, ini tak mungkin. Tayib. Kalau sampai dia mati kafir berarti memang Allah tidak menginginkan dia itu sebagai seorang muslim. Ini keinginan yang sifatnya masiah yaitu apa? Yang sifatnya takdir itu. Demikian pula. misalkan Allah mengi, Allah tidak ingin si Fulan itu lahir, tahu-tahu entah bagaimana dia mampu lahir di dunia, enggak mungkin itu. Gimana itu terjadi? Tayib. Ini tidak ada tahsis sama sekali, sebagaimana itu. disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab beliau dalam usul fikih. Boleh dikatakan hampir semua dalil-dalil syar'i yang umum itu sudah ada pengkhususnya kecuali kata beliau kurang lebih empat dalil. 

Di antaranya adalah. tak ada pengkhususan. Betul-betul semua untuk masya Allah yang memang Allah kehendaki terjadi pasti terjadi. Yang Allah kehendaki tidak terjadi, tak mungkin akan terjadi walaupun manusia mengusahakan. Ini dalil umum takada. khususan sama sekali. Kemudian kata beliau takdir menurut ahlusunah adalah kekuasaan Allah taala. Sebagaimana itu jawaban Imam. Ahmad, dipuji oleh Imam Ibnu Qayim. Jawaban yang paling singkat menunjukkan kedalaman ilmu. Ketika Imam Ahmad ditanya, apa sih takdir Allah? Maka Imam Ahmad mengatakan mmm apa itu? Ah ini saja. pemahaman yang sangat mendalam. Akal yang hebat untuk memahami itu. Yaitu hakikat takdir Allah adalah kekuasaan Allah. Makanya barang siapa mengatakan Allah tidak punya takdir, berarti hakikatnya dia mengingkari Allah punya kekuasaan, punya kekua. atau membatasi Allah hanya punya takdir pada tapi untuk tidak. Berarti hakikatnya dia membatasi padahal Allah Allah Mahakuasa terhadap segalanya. Berarti kuasanya Allah berla. pada zat juga berlaku pada para hamba. Ini jawaban yang sangat ringkas dan tepat sekali. Barang siapa mengatakan takdir Allah terbatasi oleh sesuatu berarti seakan-akan dia mengatakan. Allah itu terbatasi. Nah, ini bukan orang muslim, seluruh alam semesta di bawah kekuasaan Allah. Bagaimana Anda membatasi? Baik, makanya Rasulullah mengatakan adalah majelisnya umat ini, membatasi. membatasi kekuasaan Allah. Sebagaimana Majusi ada Tuhan cahaya membe, kekuasaannya hanya pada yang baik-baik. Ada Tuhan kegelapan, kekuasaannya berlaku pada yang gelap-gelap, mmm yang apa? Yang jahat-jahat, yang buruk-buruk. kekuasaan Allah berlaku mutlak pada segalanya. Inilah hakikat dari takdir Allah, mencakupi. kekuasaan Allah yang tak ada batas. Juga ilmu Allah yang tidak ada tepinya. 

Dan kehendak Allah yang sama ya. Tidak ada sempadannya dan penciptaan yang Allah berikan yang tidak ada yang mampu untuk. dan membatasinya. Terserah Allah menciptakan apa pun. Itu terserah dia. Tak ada yang mampu membatasi. Maka tidak ada satu zarah pun makhluk di alam se. ini yang bergerak atau yang lebih besar dari kecuali itu dengan kehendak Allah sampai bahkan gerakan kalau orang zaman sekarang mungkin partikel-partikel apa itu atom atau netron atau protor kadang-kadang orang-orang di yang sudah. itu, mereka meremehkan dakwah salafiah, ah mereka ketinggalan zaman, justru kalian yang jauh tertinggal Yaman, tertinggal pada zaman, bukan Yaman ya, zaman memang tertinggal, terang terus dan mmm mabuk terus gimana tidak tertinggal. Mmm. Tapi yang, yang ahlusunahnya justru mereka tidak tertinggal. Karena mereka mengikuti wahyu. 

Tayib, kecuali adalah dengan kehendak Allah, dengan ilmunya Allah, dan kekuasaan Allah.. gerakan itu adalah hasil dari ciptaan Allah, kehendak-Nya, ilmu-Nya, dan kekuasaannya. Kalau tidak, kita tak punya kuasa, walaupun kita sudah minum Milo tujuh cawan, takakan punya kuasa kita. Tapi Allah yang memberikan kekuasaan tadi. Kalau. nak, kenapa anak muda banyak takmampu salat duha, salat witir, bapak-bapak tua yang tujuh puluh tahun mampu. Dari mana kekuasaan itu? Bapak tua tak lagi minum Milo, kita tahu. Dan seterusnya. Baik. Berarti ini kekuasaan bukan dari mmm. Susu atau apa tapi dari Allah taala. Ayolah. Kemudian apa ini ya? Fahima kali ya? Fahimal mukminuna. Kaum mukminin, ataukah ya tadinya fahum berarti? Maka merekalah ahlusunah itulah kaum mukminin. ahlusunah itulah orang-orang yang benar-benar beriman kepada kalimat ini, kalimat tiada upaya dan tiada kekuatan kecuali. dengan pertolongan Allah secara hakiki. Betul-betul ini adalah bantuan dari Allah. Kita sudah berusaha mungkin bawa kemah, bawa apa, tikar, untuk berhilah, tahu-tahu hujan. Ah, tak jadi. Tapi Allah. yang membantu Allah ya yang menakdirkan itu. Apabila yang selain ahlusunah waljamaah mengatakan dan seterusnya ini majas, ucapan siapa. ucapan muktazilah. Karena muktazilah mengatakan segala sesuatu itu dengan usaha manusia. Tidak ada kekuatan dari Allah, tidak ada takdir dari Allah. Kalimat dan sebagainya ini majas saja katanya nauzubillah.. Karena alam ini semua, alam atas dan alam bawah setiap makhluk yang hidup yang melakukan suatu perbuatan. Karena perbuatan dia itu dengan sebab kekuatan yang ada pada dirinya. Iya jelas tanpa power tak mampu apa-apa kita. Ah sekarang power ini siapa yang mencipta. ini siapa? Nah terkadang orang lupa itu. Kekuatan untuk melakukan sesuatu. Orang ini ketika hendak melakukan dia berada dalam. haul yaitu usaha. Dari semula menjadi Ijatul Fiil. Semula tidak berbuat menjadi berbuat. Ini usaha. Demikian pula sebaliknya. Semula bekerja, berusaha,. lalu kemudian berhenti. Ini yang namanya yaitu perubahan, perpindahan. 

Terkadang manusia atau makhluk hidup secara umum, berpindah dari suatu perbuatan ke perbuatan yang lain. itu semua adalah dengan pertolongan Allah taala bukan dengan kekuatan hamba itu sendiri karena kita sudah merencanakan habis ini setelah masak saya mau. bangun rumah misalkan, tahu-tahu ada telepon untuk kerja yang lain, tak jadi. Menunjukkan ini semua adalah dengan pertolongan Allah baru terjadi. Banyak kemungkinan yang mmm tidak kita perkirakan. Ada orang yang keluar untuk. ke pasar, tahu-tahu accident ah tak jadi, menunjukkan ini di luar kekuasaan kita, di luar kekuatan kita. Ahlusunah waljamaah beriman bapak. barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang mampu menyesatkan dia. Barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang mampu memberikan hidayah pada dia. Dengan pengetahuan dan. itulah kita, jiwa kita selalu bergantung pada Allah, jiwa ahlusunah waljamaah, sehingga ya barang siapa tawakal pada Allah, Allah yang akan mencukupi segalanya. Tidak perlu takut. Wallahu alam.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين