Aqidah
[aqidah][bsummary]
vehicles
[vehicles][bigposts]
business
[business][twocolumns]
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Hidayah perlu ada usaha mencari)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 15 Jumada Awwal 1443 Ahad bersamaan 21/12/2021 Masehi
Amalan para hamba adalah ciptaan dan taqdir dari Allah.
Hidayah perlu ada usaha mencari.
Taqdir itu rahsia Allah.
Kita di akhir muka surah enam puluh tiga itu ya. Masih dicatatkan kaki dari. Ibnu Qayim. Masih terkait dengan apa? Bahwasanya amalan para hamba itu adalah ciptaan dan takdir dari Allah. Walaupun itu adalah usaha dari hamba itu sendiri. Para ha. itu sendiri. Kata Ibnu Qayim rahimahullah itulah yang memperjalankan para hamba-Nya di daratan dan di laut. yaitu adalah pertolongan Allah. Allah yang membantu kita. Kalau Allah tidak membantu kita mungkin apa? Eh kapal tak akan gerak. Eh kendaraan pun perlu kita tolak-tolak. Dan seterusnya. Tapi Allah memudahkan kita untuk semuanya berjalan lancar. dan sebagainya. Allah-lah yang memperjalankan sementara siapa yang berjalan hamba itu sendiri. Jadi yang berbuat hamba, perbuatan itu perbuatan siapa? Perbuatan. hamba, tetapi siapa yang mengizinkan itu terjadi, Allah taala. Si hamba itu mmm apa, Allah-lah yang menggerakkan, sementara si hamba. dia yang bergerak. Ah di sini menunjukkan pentingnya kita belajar nahwu dan shorof. Tahu apa biasanya dan kalau itu memerlukan Allah menggerakkan yang lain ini. adalah lazim. Dia bergerak. Hamba yang bergerak, tetapi yang menggerakkan adalah Allah. Nah, di sini ada bantahan terhadap orang sufi yang berlebihan di dalam masalah akidah jabriah dia, yaitu Allah yang salat. yang berjudi nauzubillah takboleh. Tapi apa? Kita yang salat kalau kita salat, kita yang berjudi, kalau kita yang kalau memang kita melakukan perjudian itu, tapi Allah yang mengizinkan itu terjadi, Allah yang memberikan kesempatan kita melakukan. ini memberikan kekuatan dan seterusnya. Yang, yang melakukan kita. Allah-lah yang menegakkan, sementara siapa yang tegak ber. hamba itu sendiri. Maka tak boleh ketika disuruh sujud dia tegak berdiri seperti iblis, disuruh sujud dia malah tegak berdiri mmm Allah yang menggerakkan saya, tak boleh. Engkau yang memilih untuk melakukan itu. Allah yang mengizinkan tatkala. tahu. Memang isi hatimu condong untuk melakukan itu. Allah yang memberikan petunjuk. Sementara si hamba itulah yang mau mengikuti petunjuk. kalau memang dia mau tentunya ada seorang Majusi disuruh masuk Islam dia bilang saya tunggu sampai Allah memberi saya hidayah. Ah ini salah dari mana engkau tahu Allah tidak memberimu hidayah? Sudah banyak wahyu didatangkan tinggal engkau mau atau tidak. hatimu tidak mau, ah sekalian Allah mungkin menutup hatimu. Allah tidak zalim pada siapa-siapa. Buktinya apa? Kalau lapar, dapat juga hidayah untuk berjalan dan mau. Kenapa engkau mau berjalan. apa tidak mengatakan tunggulah, Allah saya, Allah kasih hidayah saya untuk makan pisangkah, apa, tak, engkau sendiri mau berusaha, menunjukkan orang yang mau berusaha melakukan ini ataupun itu, Allah memberikan kelapangan. Tapi siapa. berikan tenaga dan kekuatan dan keinginan Allah, Allah yang memberi. Semuanya diberi fasility, diberi jantung, diberi otak, dan sebagainya. Allah yang memberikan makan se. hamba itu yang memakan. Allah memberikan makanan, ada yang halal, ada yang haram, facility ada. Tapi kita yang disuruh memilih, makan yang baik-baik, jangan yang buruk-buruk.. yahya wayabud. Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan, sementara hamba itu yang hidup, hamba itu yang mati. Pelakunya kita, tetapi yang memberikan izin dan takdir itu Allah taala.. Bersamaan dengan keyakinan ini bahwasanya Allah yang memberikan takdir dan sebagainya, ahlusunah waljamaah juga menetapkan adanya. kekuatan hamba, jelas kita punya kekuatan, kita minum atau minum atau mungkin ibu-ibu minum, minum apa ya? Mmm apa itu namanya yang membuat biar selamat dari osteoporosis kata. itu. Bagus. Enlin misalkan, ya dan sebagainya. Baik, jadi kita punya kekuatan kita sendiri yakin mmm saya punya kekuatan, oh saya sedang, punya kekuasaan, saya mmm sudah minum hand. misalkan. Kita punya kekuatan dan juga menetapkan manusia itu punya keinginan. Jujur kita jalan ke sana mmm tanah lah berarti manusia itu punya keinginan, keinginan untuk tetap di sini. keinginan untuk melangkah. Dan manusia punya pilihan.
Dan juga manusia punya perbuatan, ini perbuatan dia. Betul-betul hakiki, bukan maja. ucapan orang-orang sufiyah mengatakan seluruh perbuatan hamba ini karena Allah lah yang menggerakkan itu semua. Tujuannya apa? Agar selamat dari celaan. Lalu Allah yang dicela, tak boleh seperti itu.. Ahlusunah waljamaah bersepakat bahwasanya fiil itu bukan maful. Tidak seperti yang diyakini oleh orang-orang. eh orang-orang yang mengatakan adalah ah orang-orang Sufiah masuk di dalam masalah ini, mengikuti orang-orang Jamiah. Fiil adalah makanan adalah sesuatu yang dimakan. itu sendiri. Inilah betul. Sebagaimana Imam Al Baghawi menukilkan itu dari ahlusunah waljamaah, ahlusunah yang memang ahlusunah yang tadi bukan ahlusunah. bersepakat fail bukan terkadang, terkadang itu kembali kepada tapi itu terkadang saja tidak terus menerus, jelas lain antara makanan dengan eh apa. berarti apa? Proses makan dengan apa? Makanan itu sendiri. Zat yang dimakan. Maka gerakan-gerakan para hamba dan. keyakinan mereka, ini amalan hati. Kalau keyakinan. Itu adalah perbuatan milik mereka secara hakiki. Tak boleh mengatakan mmm Allah yang melakukan itu.. Tetapi ini adalah hasil dari fiilnya Allah, ciptaan Allah secara hakiki. Karena Allah yang menakdirkan. Baik, tetapi siapa yang berbuat, kita yang berbuat. Tapi apakah kita. ini kata mer, seperti yang dikatakan oleh orang-orang jabriah yaitu apa? Apa itu? Yaitu seperti sehelai bulu di tempat terbangnya angin, takbetul, kenapa? Kita bukan bulu. diberi kemampuan untuk bergerak, untuk bertindak, untuk melakukan ini dan itu. Dulu tak mampu itu. Baik, makanya Allah menakdirkan tetapi takdir Allah itu ada sebabnya. Karena memang kita yang menginginkan itu, sering kali.. yang ada pada Allah azza wajalla adalah ilmunya, kekuasaannya, kehendaknya, dan penciptaannya. dia yang mencipta segalanya. Yang ada pada hamba apanya? Perbuatan mereka, usaha mereka, gerakan dan sikap diam mere. makanya perbuatan ini dinisbahkan kepada pelakunya. Buktinya kalau hasilnya baik, orang terkena apa? Menepuk dada oh memang ini usaha saya, saya sudah belajar semalam-semalam, semalam suntuk lalu saya dapat eh banyak sekali. tahu bahwa ini perbuatan dia, buktinya dia juga gembira ketika dipuji oleh tahu ini perbuatan dia. Mereka para hamba itulah yang dikatakan muslimin, orang yang salat, orang yang mmm mungkin apa mmm berdiri atau ya berdiri ya tadi ada yang salat sudah berdiri, duduk secara hakiki ini perbuatan mereka maka. mereka yang mendapatkan sementara Allah sebagai apa di sini? Allah-lah yang menakdirkan mereka melakukan itu. Takdir dari Allah. mereka yang memilih dan berbuat. Yang diizinkan melakukan itu. Yang mana dia yang kuasa terhadap itu semua.. dia yang menginginkan itu terjadi dari mereka.
Dan keinginan Allah ada sebabnya. Dia yang menciptakan perbuatan tadi untuk mereka.. kehendak hamba dan perbuatan hamba terjadinya adalah setelah kehendak Allah. Iya, sebelum kita ada, Allah sudah menulis dan menginginkan itu semua. Dan Allah tahu kenapa menginginkan kita mmm jadi orang baik atau. kita jadi orang buruk, Allah tahu. Allah tidak zalim pada siapa-siapa. Semua telah diletakkan pada tempatnya. Maka kalau kesalahan itu salah kita sendiri. Kalau kebaikan, pujilah Allah karena Allah yang membantu kita memudah. kita untuk menyelisihi setan dan menyelisihi hawa nafsu kita. Dan Allah memberikan pahala pada kita walaupun itu takdir Allah tetapi tetap Allah memberikan pahala atas kebaikan-kebaikan yang kita usahakan itu.. Tidaklah mereka menginginkan sesuatu kecuali dengan keinginan dari Allah yaitu Allah yang mengizinkan itu terjadi. Kalau itu terjadi berarti Allah memang mengizinkan. kalau tidak tak mungkin itu terjadi. Berarti ini bagian dari kehendak Allah untuk itu terjadi terlaksana. Tidaklah mereka melakukan sesuatu kecuali sesuai. kehendak Allah. Ini adalah kesempurnaan dari Allah, semuanya sesuai dengan apa yang dia inginkan. Tak ada satu pun gerakan kecuali sudah dikehendaki oleh Allah. Tetapi saking sempurnanya takdir dia, dan tak ada. yang mampu melakukan itu, tetap dia menjadikan itu makhluk punya keinginan di situ dan dibebaskan, Allah tidak memaksa. Bahkan apa? Orang yang melakukan kejahatan justru banyak yang berjaya, dapat duit banyak, dapat keuntungan banyak, mampu mengendalikan polis atau menge. jaksa mungkin, atau mengendalikan masyarakat dia merasa untung banyak. Tak layak kemudian dia mengatakan, oh saya, Allah memaksa saya untuk, untuk Rasulullah, apa maksa saya untuk minum khamar? Tak ada. Itu adalah. usahamu sendiri. Baik, memang sebagian tak masuk akal, makanya imam di dalam Asy-Syariah menyatakan apa takdir itu rahas. Allah. Baik. Tapi apa? Allah tak zalim, semuanya diletakkan pada tempatnya. Memang ini bagian dari kekuasaan yang tak ada batasnya. Bagaimana dia menakdirkan tapi sekaligus si hamba diberi kebebasan menginginkan apa pun.. dan juga diberi kekuatan untuk melakukan itu. Baik, kita titik yang sesuai amanat di sini. Kata beliau di. ini apabila Anda menimbang di antara mazhab ini, mazhab ahlusunah waljamaah dan mazhab. yang selain itu engkau akan dapati itulah mazhab yang pertengahan, menetapkan takdir Allah, tetapi sekaligus menetapkan hamba itu punya keinginan, punya kemampuan. kemauan, dan fiilnya. Tanpa Allah memaksa, Allah tak memaksa, masalah makan, minum pun Allah tak memaksa. Buktinya apa? Kita puasa, mampu puasa. Kita makan minum, kita juga mampu makan minum.. tak memaksa. Kita tahu mana hasil dari paksaan dan mana yang bukan paksaan. Kalau paksaan contohnya apa? Kita sudah berusaha cocok seribu kali, sakit juga, misalkan ah itu menunjukkan ini. luar kemampuan kita, dipaksa untuk sakit, dipaksa untuk sehat, dipaksa untuk mati misalkan, nah ini memang di luar dari kemampuan kita sudah, kalau seperti itu. Tapi kita sendiri tahu, mampu memisahkan ketika kita sakit, kita diam. ya sakit terus, tapi kita pergi berobat ternyata jadi sehat. Kita tahu itu hasil usaha kita itu ada di situ. Keinginan ada dan usaha ada dan hasilnya tidak mengkhianati mmm apa yang kita usahakan.. Kata beliau di sini, mazhab ahlusunah inilah jalan yang lurus. Fi, fisikalnya menjalankan usaha, hatinya itu beriman pada takdir..
Dan Anda mendapati mazhab-mazhab yang lain adalah garis-garis di kanan atau di kiri, garis siratalmustakim. Mungkin ke eh. pihak yang ekstrem, ekstrim dalam menetapkan takdir, mengingkari usaha atau ekstrem yang satunya lagi menetapkan usaha secara berlebihan dan mengingkari takdir.. lalu di antara jalan itu ada yang dekat kepada sirotolmustakim, ada yang jauh, yang dekat tapi bukan sirotolmustakim adalah jalannya yang jauh adalah jalannya jahmiyah, walaupun kedua-duanya sama-sama mmm jabriah dalam masalah. Demikian pula dalam masalah Asma Wasifat mmm apa itu dekat, sementara jamiah jauh. Baik, ada yang di antara itu tidak terlampau dekat, tidak terlampau jauh, tapi tetap saja bukan siratulmustakim. Iya jalan banyak. Sekali.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Labels:
2 Purnama
Related Posts
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Hidayah perlu ada usaha mencari)
Reviewed by Malik alFaruq
on
Oktober 10, 2022
Rating: 5
Reviewed by Malik alFaruq
on
Oktober 10, 2022
Rating: 5
Katalog
[socialcounter]
[facebook][#][230,000]
[twitter][#][230,000]
[youtube][#][230,000]
[rss][#][230,000]
[linkedin][#][230,000]
[instagram][#][230,000]
Subscribe Us
Popular Posts
blog tags
- 2 Purnama
- Ahkam Adhiyah
- Ahkamish Shiyam
- Ajaibnya Alam Semesta
- AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Al Fawakihul Janiyyah
- Al Hamawiyah
- Al Qowaaidul Hisan
- Al Ushul Min Ilmil Ushul
- Al Usul Tsalatsah
- Al Uyunul Jawariy
- Al Wasitiyah
- Aqidah
- Aqidah Qairawaniyyah
- Arbain Nawawiy
- Bab 1 RS
- Bab 1 SB Haid
- Bab 1 SB ILMU
- Bab 1 SB IMAN
- Bab 1 SB Mandi
- Bab 1 SB Shalat
- Bab 1 SB Tayamum
- Bab 1 SB WAHYU
- Bab 1 SB WUDHU
- Bab 10 RS
- Bab 10 Sb Aurat
- Bab 10 SB Haid
- Bab 10 SB ILMU
- Bab 10 SB IMAN
- Bab 10 SB Mandi
- Bab 10 SB WUDHU
- Bab 100 RS
- Bab 101 RS
- Bab 102 RS
- Bab 103 RS
- Bab 104 RS
- Bab 105 RS
- Bab 106 RS
- Bab 107 RS
- Bab 108 RS
- Bab 109 RS
- Bab 11 RS
- Bab 11 SB Haid
- Bab 11 SB ILMU
- Bab 11 SB IMAN
- Bab 11 SB Mandi
- Bab 11 SB Rida
- Bab 11 SB WUDHU
- Bab 110 RS
- Bab 111 RS
- Bab 112 RS
- Bab 113 RS
- Bab 114 RS
- Bab 115 RS
- Bab 116 RS
- Bab 117 RS
- Bab 118 RS
- Bab 119 RS
- Bab 12 RS
- Bab 12 SB Haid
- Bab 12 SB ILMU
- Bab 12 SB IMAN
- Bab 12 SB Mandi
- Bab 12 SB Paha
- Bab 12 SB WUDHU
- Bab 120 RS
- Bab 121 RS
- Bab 122 RS
- Bab 123 RS
- Bab 124 RS
- Bab 125 RS
- Bab 126 RS
- Bab 127 RS
- Bab 128 RS
- Bab 129 RS
- Bab 13 RS
- Bab 13 SB
- Bab 13 SB Haid
- Bab 13 SB ILMU
- Bab 13 SB IMAN
- Bab 13 SB Mandi
- Bab 13 SB WUDHU
- Bab 130 RS
- Bab 131 RS
- Bab 132 RS
- Bab 133 RS
- Bab 134 RS
- Bab 135 RS
- Bab 136 RS
- Bab 137 RS
- Bab 138 RS
- Bab 139 RS
- Bab 14 RS
- Bab 14 SB
- Bab 14 SB Haid
- Bab 14 SB ILMU
- Bab 14 SB IMAN
- Bab 14 SB WUDHU
- Bab 140 RS
- Bab 142 RS
- Bab 143 RS
- Bab 144 RS
- Bab 145 RS
- Bab 146 RS
- Bab 147 RS
- Bab 148 RS
- Bab 149 RS
- Bab 15 RS
- Bab 15 SB
- Bab 15 SB Haid
- Bab 15 SB ILMU
- Bab 15 SB IMAN
- Bab 15 SB WUDHU
- Bab 150 RS
- Bab 151 RS
- Bab 152 RS
- Bab 153 RS
- Bab 154 RS
- Bab 155 RS
- Bab 156 RS
- Bab 157 RS
- Bab 158 RS
- Bab 159 RS
- Bab 16 RS
- Bab 16 SB Haid
- Bab 16 SB ILMU
- Bab 16 SB IMAN
- Bab 16 SB Mandi
- Bab 16 SB Sutra
- Bab 16 SB WUDHU
- Bab 160 RS
- Bab 161 RS
- Bab 162 RS
- Bab 163 RS
- Bab 164 RS
- Bab 165 RS
- Bab 166 RS
- Bab 167 RS
- Bab 168 RS
- Bab 169 RS
- Bab 17 RS
- Bab 17 SB Haid
- Bab 17 SB ILMU
- Bab 17 SB IMAN
- Bab 17 SB Mandi
- Bab 17 SB Pakaian warna merah
- Bab 17 SB WUDHU
- Bab 170 RS
- Bab 171 RS
- Bab 172 RS
- Bab 173 RS
- Bab 174 RS
- Bab 175 RS
- Bab 176 RS
- Bab 177 RS
- Bab 178 RS
- Bab 179 RS
- Bab 18 RS
- Bab 18 SB Haid
- Bab 18 SB ILMU
- Bab 18 SB IMAN
- Bab 18 SB Mandi
- Bab 18 SB Shalat diatap
- Bab 18 SB WUDHU
- Bab 180 RS
- Bab 181 RS
- Bab 182 RS
- Bab 19 RS
- Bab 19 SB
- Bab 19 SB Haid
- Bab 19 SB ILMU
- Bab 19 SB IMAN
- Bab 19 SB Mandi
- Bab 19 SB WUDHU
- Bab 2 RS
- Bab 2 SB Haid
- Bab 2 SB ILMU
- Bab 2 SB IMAN
- Bab 2 SB Mandi
- Bab 2 SB Shalat
- Bab 2 SB Tayamum
- Bab 2 SB WAHYU
- Bab 2 SB WUDHU
- Bab 20 RS
- Bab 20 SB Haid
- Bab 20 SB ILMU
- Bab 20 SB IMAN
- Bab 20 SB Mandi
- Bab 20 SB Shalat diatas tikar
- Bab 20 SB WUDHU
- Bab 21 RS
- Bab 21 SB
- Bab 21 SB Haid
- Bab 21 SB ILMU
- Bab 21 SB IMAN
- Bab 21 SB Mandi
- Bab 21 SB WUDHU
- Bab 22 RS
- Bab 22 SB
- Bab 22 SB Haid
- Bab 22 SB ILMU
- Bab 22 SB IMAN
- Bab 22 SB Mandi
- Bab 22 SB WUDHU
- Bab 23 RS
- Bab 23 SB
- Bab 23 SB Haid
- Bab 23 SB ILMU
- Bab 23 SB IMAN
- Bab 23 SB WUDHU
- Bab 24 RS
- Bab 24 SB
- Bab 24 SB haid
- Bab 24 SB ILMU
- Bab 24 SB IMAN
- Bab 24 SB Mandi
- Bab 24 SB WUDHU
- Bab 25 RS
- Bab 25 SB
- Bab 25 SB Haid
- Bab 25 SB ILMU
- Bab 25 SB IMAN
- Bab 25 SB Mandi
- Bab 25 SB WUDHU
- Bab 26 RS
- Bab 26 SB
- Bab 26 SB Haid
- Bab 26 SB ILMU
- Bab 26 SB IMAN
- Bab 26 SB Mandi
- Bab 26 SB WUDHU
- Bab 27 RS
- Bab 27 SB
- Bab 27 SB Haid
- Bab 27 SB IMAN
- Bab 27 SB Mandi
- Bab 27 SB WUDHU
- Bab 28 RS
- Bab 28 SB
- Bab 28 SB haid
- Bab 28 SB ILMU
- Bab 28 SB IMAN
- Bab 28 SB Mandi
- Bab 28 SB WUDHU
- Bab 29 RS
- Bab 29 SB Haid
- Bab 29 SB ILMU
- Bab 29 SB IMAN
- Bab 29 SB Kiblat
- Bab 29 SB Mandi
- Bab 29 SB WUDHU
- Bab 3 RS
- Bab 3 SB Haid
- Bab 3 SB ILMU
- Bab 3 SB IMAN
- Bab 3 SB Mandi
- Bab 3 SB Shalat
- Bab 3 SB Tayamum
- Bab 3 SB WAHYU
- Bab 3 SB WUDHU
- Bab 30 RS
- Bab 30 SB Haid
- Bab 30 SB ILMU
- Bab 30 SB IMAN
- Bab 30 SB Maqam Ibrahim
- Bab 30 SB WUDHU
- Bab 31 RS
- Bab 31 SB ILMU
- Bab 31 SB IMAN
- Bab 31 SB Menghadap Kiblat
- Bab 31 SB WUDHU
- Bab 32 RS
- Bab 32 SB ILMU
- Bab 32 SB IMAN
- Bab 32 SB Perihal Kiblat
- Bab 32 SB WUDHU
- Bab 33 RS
- Bab 33 SB ILMU
- Bab 33 SB IMAN
- Bab 33 SB Mengerik Kahak
- Bab 33 SB WUDHU
- Bab 34 RS
- Bab 34 SB ILMU
- Bab 34 SB IMAN
- Bab 34 SB Mengerik Ingus
- Bab 34 SB WUDHU
- Bab 35 RS
- Bab 35 SB ILMU
- Bab 35 SB IMAN
- Bab 35 SB Meludah
- Bab 35 SB WUDHU
- Bab 36 RS
- Bab 36 SB ILMU
- Bab 36 SB IMAN
- Bab 36 SB Meludah ke sebelah kiri
- Bab 36 SB WUDHU
- Bab 37 RS
- Bab 37 SB ILMU
- Bab 37 SB IMAN
- Bab 37 SB Kafarat
- Bab 37 SB WUDHU
- Bab 38 RS
- Bab 38 SB ILMU
- Bab 38 SB IMAN
- Bab 38 SB Menanam kahak
- Bab 38 SB WUDHU
- Bab 39 RS
- Bab 39 SB Dorongan meludah
- Bab 39 SB ILMU
- Bab 39 SB IMAN
- Bab 39 SB WUDHU
- Bab 4 RS
- Bab 4 SB Haid
- Bab 4 SB ILMU
- Bab 4 SB IMAN
- Bab 4 SB Mandi
- Bab 4 SB Shalat
- Bab 4 SB Tayamum
- Bab 4 SB WAHYU
- Bab 4 SB WUDHU
- Bab 40 RS
- Bab 40 SB ILMU
- Bab 40 SB IMAN
- Bab 40 SB Nasihat Imam
- Bab 40 SB WUDHU
- Bab 41 RS
- Bab 41 SB
- Bab 41 SB ILMU
- Bab 41 SB IMAN
- Bab 41 SB WUDHU
- Bab 42 RS
- Bab 42 SB
- Bab 42 SB ILMU
- Bab 42 SB IMAN
- Bab 42 SB WUDHU
- Bab 43 RS
- Bab 43 SB ILMU
- Bab 43 SB Mengundang dan yang di undang
- Bab 43 SB WUDHU
- Bab 44 RS
- Bab 44 SB ILMU
- Bab 44 SB Memutuskan Perkara
- Bab 44 SB WUDHU
- Bab 45 RS
- Bab 45 SB
- Bab 45 SB ILMU
- Bab 45 SB WUDHU
- Bab 46 RS
- Bab 46 SB ILMU
- Bab 46 SB Membuat Masjid
- Bab 46 SB WUDHU
- Bab 47 RS
- Bab 47 SB ILMU
- Bab 47 SB Kaki Kanan
- Bab 47 SB WUDHU
- Bab 48 RS
- Bab 48 SB ILMU
- Bab 48 SB Membongkar Kuburan
- Bab 48 SB WUDHU
- Bab 49 RS
- Bab 49 SB
- Bab 49 SB ILMU
- Bab 49 SB WUDHU
- Bab 5 RS
- Bab 5 SB Haid
- Bab 5 SB ILMU
- Bab 5 SB IMAN
- Bab 5 SB Mandi
- Bab 5 Sb Shalat
- Bab 5 SB Tayamum
- Bab 5 SB WAHYU
- Bab 5 SB WUDHU
- Bab 50 RS
- Bab 50 SB
- Bab 50 SB ILMU
- Bab 50 SB WUDHU
- Bab 51 RS
- Bab 51 SB ILMU
- Bab 51 SB WUDHU
- Bab 51SB
- Bab 52 RS
- Bab 52 SB ILMU
- Bab 52 SB WUDHU
- Bab 53 RS
- Bab 53 SB
- Bab 53 SB ILMU
- Bab 53 SB WUDHU
- Bab 54 RS
- Bab 54 SB Shalat dalam gereja
- Bab 54 SB WUDHU
- Bab 55 SB
- Bab 55 SB WUDHU
- Bab 56 SB
- Bab 56 SB WUDHU
- Bab 57 RS
- Bab 57 SB
- Bab 57 SB WUDHU
- Bab 58 RS
- Bab 58 SB Tidur di Masjid
- Bab 58 SB WUDHU
- Bab 59 RS
- Bab 59 SB
- Bab 59 SB WUDHU
- Bab 6 RS
- Bab 6 SB Haid
- Bab 6 SB ILMU
- Bab 6 SB IMAN
- Bab 6 SB Mandi
- Bab 6 SB Shalat
- Bab 6 SB Tayamum
- Bab 6 SB WAHYU
- Bab 6 SB WUDHU
- Bab 60 RS
- Bab 60 SB
- Bab 60 SB WUDHU
- Bab 61 RS
- Bab 61 SB
- Bab 61 SB WUDHU
- Bab 62 RS
- Bab 62 SB Bangunan Masjid Nabawi
- Bab 62 SB WUDHU
- Bab 63 RS
- Bab 63 SB
- Bab 63 SB WUDHU
- Bab 64 RS
- Bab 64 SB Mimbar Masjid
- Bab 64 SB WUDHU
- Bab 65 RS
- Bab 65 SB Pahala Membangun Masjid
- Bab 65 SB WUDHU
- Bab 66 RS
- Bab 66 SB Anak Panah
- Bab 66 SB WUDHU
- Bab 67 RS
- Bab 67 SB Lewat Masjid
- Bab 67 SB WUDHU
- Bab 68 RS
- Bab 68 SB
- Bab 68 SB WUDHU
- Bab 69 RS
- Bab 69 SB Pemilik Tombak
- Bab 69 SB WUDHU
- Bab 7 RS
- Bab 7 SB Haid
- Bab 7 SB ILMU
- Bab 7 SB IMAN
- Bab 7 SB Mandi
- Bab 7 SB Tayamum
- Bab 7 SB WUDHU
- Bab 70 RS
- Bab 70 SB WUDHU
- Bab 71 RS
- Bab 71 SB Hutang Piutang
- Bab 71SB WUDHU
- Bab 72 RS
- Bab 72 SB
- Bab 72 SB WUDHU
- Bab 73 RS
- Bab 73 SB
- Bab 73 SB WUDHU
- Bab 74 RS
- Bab 74 SB
- Bab 74 SB WUDHU
- Bab 75 RS
- Bab 75 SB Tawanan
- Bab 75 SB WUDHU
- Bab 76 RS
- Bab 76 SB
- Bab 77 RS
- Bab 77 SB
- Bab 78 RS
- Bab 78 SB
- Bab 79 RS
- Bab 79 SB
- Bab 8 RS
- Bab 8 SB Haid
- Bab 8 SB ILMU
- Bab 8 SB IMAN
- Bab 8 SB Mandi
- Bab 8 SB Shalat
- Bab 8 SB Tayamum
- Bab 8 SB WUDHU
- Bab 80 RS
- Bab 80 SB Khaukhah
- Bab 81 RS
- Bab 81 SB
- Bab 82 RS
- Bab 82 SB
- Bab 83 RS
- Bab 83 SB
- Bab 84 RS
- Bab 84 SB Halaqah
- Bab 85 RS
- Bab 85 SB Terlentang
- Bab 86 RS
- Bab 86 SB
- Bab 87 RS
- Bab 87 SB
- Bab 88 RS
- Bab 88 SB
- Bab 89 RS
- Bab 89 SB
- Bab 9 RS
- Bab 9 SB Haid
- Bab 9 SB ILMU
- Bab 9 SB IMAN
- Bab 9 SB Mandi
- Bab 9 SB Shalat
- Bab 9 SB Tayamum
- Bab 9 SB WUDHU
- Bab 90 RS
- Bab 91 RS
- Bab 92 RS
- Bab 93 RS
- Bab 94 RS
- Bab 95 RS
- Bab 96 RS
- Bab 97 RS
- Bab 98 RS
- Bab 99 RS
- Bab15 SB Mandi
- Bab70 SB Jual Beli
- Bahasa Arab
- Bid'ah dan macam²nya
- blora
- brebes
- buku
- depok
- Faedah Dalam Kesulitan
- Faraid
- Fatwa
- Feature
- Fiqih
- Habibatul Mustofa
- Hadits
- Hilangnya Debu
- Hukum Satu Perkara
- Ilmu Sorof
- Ilmu Sorof Fathul Wadud
- Iqtisom
- jakarta
- Jami'ush Shahih
- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- jogja
- Karakteristik Dakwah
- Karomatul Khulafair Rasyidin
- Kasyfisy Syubuhat
- Katalog
- Keagungan Aqidah Ulama Syafi'iyah
- kedah
- kendari
- Kesesatan Sururiy
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Khutbah
- Khutbah 'ied
- Khutbah Jumat
- Kitab Adab
- Kitab Adab Berpakaian
- Kitab Adab tidur_berbaring_duduk_tempat duduk_teman duduk dan mimpi
- Kitab Etika Makan
- Kitab Etika Safar
- Kitab Fadhail
- Kitab Haid
- Kitab Ilmu
- Kitab Iman
- Kitab Keikhlasan
- Kitab Mandi
- Kitab Menjenguk Orang Sakit
- Kitab Permulaan wahyu
- Kitab Salam
- Kitab Shalat
- Kitab Tauhid
- Kitab Tayamum
- Kitab Waktu Shalat
- Kitab Wudhu'
- kuala lumpur
- kudus
- kuningan
- Lamiyyah
- Madatul Fiqih 2
- Madatul Fiqih 3
- Madatul Fiqih 4
- Madatul Fiqih 5
- Madatul Tafsir
- Maddatul Adab
- Maddatul Adab 2
- Maddatul Adab 3
- Maddatul Adab 4
- Maddatul Adab 5
- madiun
- makasar
- Manhaj
- Membantah Gerakan Pemberontakan
- muhadhoroh
- Mustolah Hadits
- Nahwu
- Nahwu 5
- Nahwu 6
- Nahwu 7
- Nailul Maram
- Nawaqidul Islam
- nganjuk
- Nikmat Islam
- padang
- pangkep
- pare-pare
- pekalongan
- pekanbaru
- Pengumuman
- Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah
- perlis
- Petikan Aqidah Al Imam Ibnu Abi Zamanin
- Petuah Ramadhan
- Raddul Mubthilil Mardzul Laisa Minal Fudhul
- Ramadhan
- Ringkasan Hamawiyah
- Risalah Tabukiyyah
- Riyadhus Shalihin
- selangor
- semarang
- Shahih Al Bukhari
- Shohih Bukhari Syaikh Abu Fairuz
- Sirah Nabawiyyah
- Sirah Nabawiyyah 10
- Sirah Nabawiyyah 2
- Sirah Nabawiyyah 3
- Sirah Nabawiyyah 4
- Sirah Nabawiyyah 5
- Sirah Nabawiyyah 6
- Sirah Nabawiyyah 7
- Sirah Nabawiyyah 8
- Sirah Nabawiyyah 9
- solo
- subang
- Syarah Ajurrumiyyah 1
- Syarah Ajurrumiyyah 2
- Syarah Aqidah Al Karmaniy
- Syarah Asma Al Husna
- Syarah Qawa'idil Arba'
- Syarhul Ushulis Sittah
- Ta'liq
- tafsir
- Tafsir Al Furqan
- Tafsir Ash Shaff
- Tafsir ibnu Katsir
- Taisirul Alam
- Takalar
- Tanda² Hari Kiamat
- tanya jawab
- Tathir Itiqod
- Taudhihul Ahkam
- Tauhid
- Tsulatsiyat Shahih Bukhari
- Ubat untuk penyakit
- Ushul Fiqih Imrithiy
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Ushul Tsalatsah
- Ushulud Da'watis Salafiyyah
- Usul Fiqih
- Usul Tafsir
- Video
- watang
- yaman
- الصرف للمبتدئين
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- خلاصة مصطلح الحديث



