Categories

Labels

Video

3/Video/post-per-tag

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Video

3/Video/recent-videos

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
tauhid
Breaking news

Hot Widget

Feature

Must Read

manhaj

Aqidah

[aqidah][bsummary]

vehicles

[vehicles][bigposts]

business

[business][twocolumns]

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Hidayah perlu ada usaha mencari)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 15 Jumada Awwal 1443 Ahad bersamaan 21/12/2021 Masehi

Amalan para hamba adalah ciptaan dan taqdir dari Allah.

Hidayah perlu ada usaha mencari.

Taqdir itu rahsia Allah.

Kita di akhir muka surah enam puluh tiga itu ya. Masih dicatatkan kaki dari. Ibnu Qayim. Masih terkait dengan apa? Bahwasanya amalan para hamba itu adalah ciptaan dan takdir dari Allah. Walaupun itu adalah usaha dari hamba itu sendiri. Para ha. itu sendiri. Kata Ibnu Qayim rahimahullah itulah yang memperjalankan para hamba-Nya di daratan dan di laut. yaitu adalah pertolongan Allah. Allah yang membantu kita. Kalau Allah tidak membantu kita mungkin apa? Eh kapal tak akan gerak. Eh kendaraan pun perlu kita tolak-tolak. Dan seterusnya. Tapi Allah memudahkan kita untuk semuanya berjalan lancar. dan sebagainya. Allah-lah yang memperjalankan sementara siapa yang berjalan hamba itu sendiri. Jadi yang berbuat hamba, perbuatan itu perbuatan siapa? Perbuatan. hamba, tetapi siapa yang mengizinkan itu terjadi, Allah taala. Si hamba itu mmm apa, Allah-lah yang menggerakkan, sementara si hamba. dia yang bergerak. Ah di sini menunjukkan pentingnya kita belajar nahwu dan shorof. Tahu apa biasanya dan kalau itu memerlukan Allah menggerakkan yang lain ini. adalah lazim. Dia bergerak. Hamba yang bergerak, tetapi yang menggerakkan adalah Allah. Nah, di sini ada bantahan terhadap orang sufi yang berlebihan di dalam masalah akidah jabriah dia, yaitu Allah yang salat. yang berjudi nauzubillah takboleh. Tapi apa? Kita yang salat kalau kita salat, kita yang berjudi, kalau kita yang kalau memang kita melakukan perjudian itu, tapi Allah yang mengizinkan itu terjadi, Allah yang memberikan kesempatan kita melakukan. ini memberikan kekuatan dan seterusnya. Yang, yang melakukan kita. Allah-lah yang menegakkan, sementara siapa yang tegak ber. hamba itu sendiri. Maka tak boleh ketika disuruh sujud dia tegak berdiri seperti iblis, disuruh sujud dia malah tegak berdiri mmm Allah yang menggerakkan saya, tak boleh. Engkau yang memilih untuk melakukan itu. Allah yang mengizinkan tatkala. tahu. Memang isi hatimu condong untuk melakukan itu. Allah yang memberikan petunjuk. Sementara si hamba itulah yang mau mengikuti petunjuk. kalau memang dia mau tentunya ada seorang Majusi disuruh masuk Islam dia bilang saya tunggu sampai Allah memberi saya hidayah. Ah ini salah dari mana engkau tahu Allah tidak memberimu hidayah? Sudah banyak wahyu didatangkan tinggal engkau mau atau tidak. hatimu tidak mau, ah sekalian Allah mungkin menutup hatimu. Allah tidak zalim pada siapa-siapa. Buktinya apa? Kalau lapar, dapat juga hidayah untuk berjalan dan mau. Kenapa engkau mau berjalan. apa tidak mengatakan tunggulah, Allah saya, Allah kasih hidayah saya untuk makan pisangkah, apa, tak, engkau sendiri mau berusaha, menunjukkan orang yang mau berusaha melakukan ini ataupun itu, Allah memberikan kelapangan. Tapi siapa. berikan tenaga dan kekuatan dan keinginan Allah, Allah yang memberi. Semuanya diberi fasility, diberi jantung, diberi otak, dan sebagainya. Allah yang memberikan makan se. hamba itu yang memakan. Allah memberikan makanan, ada yang halal, ada yang haram, facility ada. Tapi kita yang disuruh memilih, makan yang baik-baik, jangan yang buruk-buruk.. yahya wayabud. Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan, sementara hamba itu yang hidup, hamba itu yang mati. Pelakunya kita, tetapi yang memberikan izin dan takdir itu Allah taala.. Bersamaan dengan keyakinan ini bahwasanya Allah yang memberikan takdir dan sebagainya, ahlusunah waljamaah juga menetapkan adanya. kekuatan hamba, jelas kita punya kekuatan, kita minum atau minum atau mungkin ibu-ibu minum, minum apa ya? Mmm apa itu namanya yang membuat biar selamat dari osteoporosis kata. itu. Bagus. Enlin misalkan, ya dan sebagainya. Baik, jadi kita punya kekuatan kita sendiri yakin mmm saya punya kekuatan, oh saya sedang, punya kekuasaan, saya mmm sudah minum hand. misalkan. Kita punya kekuatan dan juga menetapkan manusia itu punya keinginan. Jujur kita jalan ke sana mmm tanah lah berarti manusia itu punya keinginan, keinginan untuk tetap di sini. keinginan untuk melangkah. Dan manusia punya pilihan. 

Dan juga manusia punya perbuatan, ini perbuatan dia. Betul-betul hakiki, bukan maja. ucapan orang-orang sufiyah mengatakan seluruh perbuatan hamba ini karena Allah lah yang menggerakkan itu semua. Tujuannya apa? Agar selamat dari celaan. Lalu Allah yang dicela, tak boleh seperti itu.. Ahlusunah waljamaah bersepakat bahwasanya fiil itu bukan maful. Tidak seperti yang diyakini oleh orang-orang. eh orang-orang yang mengatakan adalah ah orang-orang Sufiah masuk di dalam masalah ini, mengikuti orang-orang Jamiah. Fiil adalah makanan adalah sesuatu yang dimakan. itu sendiri. Inilah betul. Sebagaimana Imam Al Baghawi menukilkan itu dari ahlusunah waljamaah, ahlusunah yang memang ahlusunah yang tadi bukan ahlusunah. bersepakat fail bukan terkadang, terkadang itu kembali kepada tapi itu terkadang saja tidak terus menerus, jelas lain antara makanan dengan eh apa. berarti apa? Proses makan dengan apa? Makanan itu sendiri. Zat yang dimakan. Maka gerakan-gerakan para hamba dan. keyakinan mereka, ini amalan hati. Kalau keyakinan. Itu adalah perbuatan milik mereka secara hakiki. Tak boleh mengatakan mmm Allah yang melakukan itu.. Tetapi ini adalah hasil dari fiilnya Allah, ciptaan Allah secara hakiki. Karena Allah yang menakdirkan. Baik, tetapi siapa yang berbuat, kita yang berbuat. Tapi apakah kita. ini kata mer, seperti yang dikatakan oleh orang-orang jabriah yaitu apa? Apa itu? Yaitu seperti sehelai bulu di tempat terbangnya angin, takbetul, kenapa? Kita bukan bulu. diberi kemampuan untuk bergerak, untuk bertindak, untuk melakukan ini dan itu. Dulu tak mampu itu. Baik, makanya Allah menakdirkan tetapi takdir Allah itu ada sebabnya. Karena memang kita yang menginginkan itu, sering kali.. yang ada pada Allah azza wajalla adalah ilmunya, kekuasaannya, kehendaknya, dan penciptaannya. dia yang mencipta segalanya. Yang ada pada hamba apanya? Perbuatan mereka, usaha mereka, gerakan dan sikap diam mere. makanya perbuatan ini dinisbahkan kepada pelakunya. Buktinya kalau hasilnya baik, orang terkena apa? Menepuk dada oh memang ini usaha saya, saya sudah belajar semalam-semalam, semalam suntuk lalu saya dapat eh banyak sekali. tahu bahwa ini perbuatan dia, buktinya dia juga gembira ketika dipuji oleh tahu ini perbuatan dia. Mereka para hamba itulah yang dikatakan muslimin, orang yang salat, orang yang mmm mungkin apa mmm berdiri atau ya berdiri ya tadi ada yang salat sudah berdiri, duduk secara hakiki ini perbuatan mereka maka. mereka yang mendapatkan sementara Allah sebagai apa di sini? Allah-lah yang menakdirkan mereka melakukan itu. Takdir dari Allah. mereka yang memilih dan berbuat. Yang diizinkan melakukan itu. Yang mana dia yang kuasa terhadap itu semua.. dia yang menginginkan itu terjadi dari mereka. 

Dan keinginan Allah ada sebabnya. Dia yang menciptakan perbuatan tadi untuk mereka.. kehendak hamba dan perbuatan hamba terjadinya adalah setelah kehendak Allah. Iya, sebelum kita ada, Allah sudah menulis dan menginginkan itu semua. Dan Allah tahu kenapa menginginkan kita mmm jadi orang baik atau. kita jadi orang buruk, Allah tahu. Allah tidak zalim pada siapa-siapa. Semua telah diletakkan pada tempatnya. Maka kalau kesalahan itu salah kita sendiri. Kalau kebaikan, pujilah Allah karena Allah yang membantu kita memudah. kita untuk menyelisihi setan dan menyelisihi hawa nafsu kita. Dan Allah memberikan pahala pada kita walaupun itu takdir Allah tetapi tetap Allah memberikan pahala atas kebaikan-kebaikan yang kita usahakan itu.. Tidaklah mereka menginginkan sesuatu kecuali dengan keinginan dari Allah yaitu Allah yang mengizinkan itu terjadi. Kalau itu terjadi berarti Allah memang mengizinkan. kalau tidak tak mungkin itu terjadi. Berarti ini bagian dari kehendak Allah untuk itu terjadi terlaksana. Tidaklah mereka melakukan sesuatu kecuali sesuai. kehendak Allah. Ini adalah kesempurnaan dari Allah, semuanya sesuai dengan apa yang dia inginkan. Tak ada satu pun gerakan kecuali sudah dikehendaki oleh Allah. Tetapi saking sempurnanya takdir dia, dan tak ada. yang mampu melakukan itu, tetap dia menjadikan itu makhluk punya keinginan di situ dan dibebaskan, Allah tidak memaksa. Bahkan apa? Orang yang melakukan kejahatan justru banyak yang berjaya, dapat duit banyak, dapat keuntungan banyak, mampu mengendalikan polis atau menge. jaksa mungkin, atau mengendalikan masyarakat dia merasa untung banyak. Tak layak kemudian dia mengatakan, oh saya, Allah memaksa saya untuk, untuk Rasulullah, apa maksa saya untuk minum khamar? Tak ada. Itu adalah. usahamu sendiri. Baik, memang sebagian tak masuk akal, makanya imam di dalam Asy-Syariah menyatakan apa takdir itu rahas. Allah. Baik. Tapi apa? Allah tak zalim, semuanya diletakkan pada tempatnya. Memang ini bagian dari kekuasaan yang tak ada batasnya. Bagaimana dia menakdirkan tapi sekaligus si hamba diberi kebebasan menginginkan apa pun.. dan juga diberi kekuatan untuk melakukan itu. Baik, kita titik yang sesuai amanat di sini. Kata beliau di. ini apabila Anda menimbang di antara mazhab ini, mazhab ahlusunah waljamaah dan mazhab. yang selain itu engkau akan dapati itulah mazhab yang pertengahan, menetapkan takdir Allah, tetapi sekaligus menetapkan hamba itu punya keinginan, punya kemampuan. kemauan, dan fiilnya. Tanpa Allah memaksa, Allah tak memaksa, masalah makan, minum pun Allah tak memaksa. Buktinya apa? Kita puasa, mampu puasa. Kita makan minum, kita juga mampu makan minum.. tak memaksa. Kita tahu mana hasil dari paksaan dan mana yang bukan paksaan. Kalau paksaan contohnya apa? Kita sudah berusaha cocok seribu kali, sakit juga, misalkan ah itu menunjukkan ini. luar kemampuan kita, dipaksa untuk sakit, dipaksa untuk sehat, dipaksa untuk mati misalkan, nah ini memang di luar dari kemampuan kita sudah, kalau seperti itu. Tapi kita sendiri tahu, mampu memisahkan ketika kita sakit, kita diam. ya sakit terus, tapi kita pergi berobat ternyata jadi sehat. Kita tahu itu hasil usaha kita itu ada di situ. Keinginan ada dan usaha ada dan hasilnya tidak mengkhianati mmm apa yang kita usahakan.. Kata beliau di sini, mazhab ahlusunah inilah jalan yang lurus. Fi, fisikalnya menjalankan usaha, hatinya itu beriman pada takdir.. 

Dan Anda mendapati mazhab-mazhab yang lain adalah garis-garis di kanan atau di kiri, garis siratalmustakim. Mungkin ke eh. pihak yang ekstrem, ekstrim dalam menetapkan takdir, mengingkari usaha atau ekstrem yang satunya lagi menetapkan usaha secara berlebihan dan mengingkari takdir.. lalu di antara jalan itu ada yang dekat kepada sirotolmustakim, ada yang jauh, yang dekat tapi bukan sirotolmustakim adalah jalannya yang jauh adalah jalannya jahmiyah, walaupun kedua-duanya sama-sama mmm jabriah dalam masalah. Demikian pula dalam masalah Asma Wasifat mmm apa itu dekat, sementara jamiah jauh. Baik, ada yang di antara itu tidak terlampau dekat, tidak terlampau jauh, tapi tetap saja bukan siratulmustakim. Iya jalan banyak. Sekali.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين