Categories

Labels

Video

3/Video/post-per-tag

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Video

3/Video/recent-videos

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
tauhid
Breaking news

Hot Widget

Feature

Must Read

manhaj

health

[health][bsummary]

vehicles

[vehicles][bigposts]

business

[business][twocolumns]

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (mengenal kebenaran lalu mengamalkannya)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 19 Jumada Awwal 1443 Khamis bersamaan 25/12/2021 Masehi

Hidayah - mengenal kebenaran lalu mengamalkannya.
Orang Yahudi banyak berilmu tapi tidak mendapatkan hidayah.

Orang2 yang mahu mengikuti hidayah.

Hidayah irsyad pemberian ilmu.
Hidayah taufiq.

Mohon hidayah at tsabat - kekokohan.

Kita masih di muka surah enam puluh-lima dari ucapan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah tentang mmm mentadaburi al-Fatihah terkait dengan masalah apakah masalah. dan sebagainya itu. Kata beliau di sini kita ambil dari sini yang namanya hidayah. hidayah adalah mengenal kebenaran dan mengamalkannya. Ini jelas hidayah yang sampai tingkat taufik bukan sekedar ilmu yang zahir itu yang apa? Yang teori-teori itu saja. ini yang sampai tingkat tauhid, tahu kebenaran lalu mengamalkannya. Maka barang siapa tidak Allah men, Allah taala tawar, Allah taala tidak menjadikan dia mmm. yang mengetahui kebenaran dalam keadaan dia mengamalkannya dia tidak memiliki jalan menuju kepada yaitu kemampuan untuk menjalankan. yang tadi, ih, tidak. Mungkin dia banyak ilmu seperti orang Yahudi, tapi kenapa dimurkai? Karena dia tidak mengamalkannya. Walaupun sudah punya ilmu, ternyata tidak mendapatkan bukan. tadi tidak maka Allah yang Mahasuci itulah yang bersendirian di dalam masalah pemberian hidayah. mewajibkan terbentuknya yaitu sampai menyebabkan orangnya itu menjalankan isi hidayah tadi. Ini menunjukkan bahwasanya Allah punya takdir, buktinya apa? Orang Yahudi banyak belajar, tapi karena. tak mendapatkan hidayah? Berarti memang ada takdir di situ, Allah yang menakdirkan mereka tidak memiliki hidayah walaupun ilmunya banyak, tidak mengamalkannya, justru malah berbuat syirik kepada Allah, berbuat kufur, dan seterusnya.. kata beliau yang mana itu tidak tertinggal dari hidayah. Makanya ini yang kita mohon hidayah karena akan membentuk yang namanya ihtida setelah tahun. lalu mengikuti hidayah tadi. Makanya Allah taala mengatakan orang-orang yang mau mengikuti hidayah, bukan ya. Sekedar apa? Diberi, diberi, ilmu. tapi yaitu mengikuti hidayah. Yang namanya ihtida adalah dijadikannya hamba itu memang. hidayah dia mencintai hidayah tadi mengutamakan hidayah tadi mengamalkannya. Maka hidayah ini tidak diserahkan yaitu pengurusannya tidak diserahkan kepada malaikat yang didekatkan ataupun nabi yang diutuskan. nabi Muhammad takmampu memberikan hidayah, yaitu taufik kepada orang-orang yang beliau cintai yaitu mmm siapa? Rabu, Abu Thalib, ataupun Abu Lahab, ataupun Abu Jahal, dan sebagainya.. Dan hidayah jenis inilah yang mana Allah subhanahu berfirman tentangnya sesungguhnya engkau wahai Rasulullah tidak mampu. berikan hidayah kepada orang yang engkau cintai. Tetapi Allah-lah yang memberikan hidayah kepada orang yang dia mmm dia inginkan. Berdas mmm bersamaan dengan firman Allah taala. 

Dan sesungguhnya engkau benar-benar memberikan hidayah kepada jalan yang lurus. Ini hidayah irsyad yaitu pemberian ilmu. Toyyib.. maka hidayah yang nabi itu memiliki, yang beliau berikan ke orang lain, ini adalah hidayah yang berupa dakwah, yaitu seruan, taklim, pengajaran, irsyad, bimbingan. Ini. nabi bahkan kita pun memiliki itu, yaitu kita membimbing adik kitakah, anak kitakah, teman kita dan sebagainya itu.. dan inilah hidayah yang kaum Tsamud telah diberi. Namun mereka lebih menyukai, lebih mencintai kebutaan daripada hidayah tadi. Dapat hidayah Irsyad tapi tidak mendapatkan hidayah taufik. Karena Allah. isi hati mereka memang lebih mencintai kebutaan. Dan hidayah inilah yang mana Allah taala berfirman tentangnya. sama sekali Allah tidak menyesatkan suatu kaum setelah dia memberikan hidayah pada mereka. Yaitu apa? Hidayah irsyad. Setelah diberi ilmu, Allah tidak akan menyesatkan mereka.. sehingga Allah menerangkan kepada mereka apa yang wajib mereka takuti. Ternyata setelah itu mereka lebih memilih jalan yang sesat. Maka Allah sesatkan sekalian mereka. Diberi Irsyad tetapi di. diberi taufik karena mereka yang sudah ditakut-takuti memilih jalan yang sesat. Ternyata tetap memilih jalan yang sesat tadi. Allah memberikan hidayah pada mereka tapi hidayah baik. diberi ilmu, diberi keterangan. Yang dengan itu, tegaklah hujah Allah terhadap mereka. Allah sudah memberikan argumentasi untuk nanti membantah mereka, tatkala mereka membangkang. Tidak. Allah menghalangi mereka dari mendapatkan hidayah yang mewajibkan yaitu taufik.. mana orang yang telah Allah beri hidayah jenis taufik ini dia tidak akan tersesat maka itu adalah keadilan Allah. mereka. Karena mereka yang memilih jalan itu. Maka tatkala mereka tidak mendapatkan taufik, ini keadilan dari Allah. Maka yang ini adalah dan ini adalah hik. Allah memberikan kepada mereka sejenis hidayah yaitu ilmu yang dengan itu tegaklah argumentasi Allah terhadap mereka. Dan Allah menghalangi mereka dari suatu jenis hidayah yang mereka memang tidak layak mendapatkannya. Maka takboleh menyalahkan Allah kalau engkau tidak mendapatkan hidayah yang. karena Allah tahu engkau tidak, tidak layak mendapatkannya, maka kita hendaknya takut, jangan sampai termasuk yang seperti itu. Kalau ternyata kita diberi hidayah pada Islam, diberi hidayah menuju pada iman, mmm diberi hidayah untuk mengikuti sunah nabi dan. Sejak para sahabat, maka kita wajib banyak bersyukur. Berarti Allah tahu kita layak mendapatkan itu. Paling tidak sampai sekarang. Karena manusia, hati manusia terkadang berbolak-balik. Nauzubillah. Nah, kita mohon hidayah yang. yaitu kekukuhan. Dan hidayah jenis taufik, Allah tau memang tidak layak untuk mereka tadi.. kata Ibnu Qayim, kami akan menyebutkan setelah bab yang ini, insya Allahu taala, penyebutan tentang hidayah dan kesesatan. 

Dan tingkatan-tingkatan dua perkara tadi dan pembagian-pembagiannya atau bagian-bagiannya bagian-bagiannya. Karena pada perkara inilah mmm titik peredaran pun apa istilahnya ya. Pusat peredaran masalah-masalah takdir. Baik, masih banyak. belum kita baca tapi paling tidak apa sebagiannya sudah kita untuk menjadi eh apa itu menambah semangat oh perlui berarti perlu kita baca yang ini yang ini ah dulu para masyaikh memang. nanti untuk itu di seperti apa Syekh Ahmad Syami, demikian pula syekh-syekh yang lain ya beliau mengajarkan itu mengingatkan ini adalah buku ini. Nah setelah itu memang yo ana balik ana buka buku-buku itu alhamdulillah mmm. tambah banyak dulu waktu di, dipilih. Baik, sehingga apa? Ketika Syekh menyebutkan isyarat walaupun tidak disebutkan dalam darah tapi diisyaratkan ini di bab sekian. Memang kita cari. Nah ini yang di sekolah dikatakan. Indonesia Piranto. Apa itu? GPS eh cara belajar siswa aktif. Memang kita disemangati untuk itu. Hmm. Baik. Agar ilmu berkembang. Karena tak mungkin guru membacakan semua buku tak mungkin. Nah, kita yang. Tujuan saya dari penulisan yang bagian ini adalah menyebutkan sebagian perkara yang. yang menunjukkan ditetapkannya tingkatan yang keempat ini. Dari tingkatan yaitu apa? Al-Falaq, semuanya adalah ciptaan Allah, baik zatnya ataupun eh. perbuatan dan keadaan para makhluk tadi. Yaitu Allah taala menciptakan perbuatan-perbuatan para makhluk yang terbebani syariat.. Dan masuknya perbuatan para makhluk tadi di bawah kekuasaan dan kehendak Allah, semuanya sudah dikehendaki oleh Allah.. sebagaimana itu semua masuk di dalam masuk di bawah ilmu dan penulisan Allah taala. 

Tayib, semuanya sudah Allah tulis, Allah sudah tahu, polan akan berbuat apa, sebagaimana Allah tahu itu dan. menulis itu berarti fiil tadi juga ciptaan Allah taala. Baik secara langsung ataupun tidak langsung mmm even Ibnu Utsaimin menjelaskan dalam kitab beliau dan sebagainya juga beliau pulang di dalam. kata beliau agar kita memahami masalah ini bagaimana kita yang berbuat kita yang disalahkan tapi Allah yang mencipta perbuatan kita. Kata beliau yang namanya perbuatan ini hasil dari perpaduan dua. yaitu dan keinginan dan kemampuan dan keinginan. Ada keinginan kalau tak ada kemampuan ya tak jadi, ada kemauan, tetapi takada kemampuan ya tak jadi, atau sebalik. sama saja. Ada kemampuan tapi takada keinginan ya tidak terjadi fiil. Nah kalau dua-duanya ada terbentuklah fiil, tayib. Sementara kemauan ini makhluk, makhluk ciptaan siapa ciptaan Allah. Demikian pula kekuatan. Siapa. menciptakan kekuatan, Allah. Tatkala dua-duanya adalah makhluknya Allah, berarti apa saja yang dilahirkan dari dua perkara tadi, dia juga makhluknya Allah. Makanya Allah mencipta segalanya, boleh jadi. langsung boleh jadi secara tidak langsung. Oh iya. Kemudian kata beliau di sini. Allah adalah pencipta segala sesuatu, ini umum. Dan umum. Maka semuanya dan juga apa? Semuanya masuk di sini. Dan Dia Maha Mengurusi. Segala sesuatu. Tak ada yang di, di luar pengurusan, kepengurusan Allah taala. Ini adalah dalil yang umum dan terpelihara.. alam. Tidak ada sedikit pun yang keluar darinya, dari alam semesta ini. Ini yang disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab ushul fikih beliau. 

Semua dalil-dalil umum itu sudah dikhususkan kecuali empat dalil di antaranya ini. ini umum keumumannya terpelihara, tidak ada pengkhususan. Yang masuk dalam istilah tentunya. Untuk Allah, untuk zat Allah, nama, dan sifatnya takmasuk di sini. Karena. di sini dia masuk di dalam apa? Pembahasan sebagai dari sementara Allah dengan nama dan sifatnya dia ada pada mubtadanya maka tak masuk di dalam kul mmm tidak masuk dalam syaik di sini. Maka tak perlu kita katakan, oh adalah pengecualian yaitu zat Allah, zat Allah kan syekh, betul zat Allah dalam ayat yang lain. Tapi untuk, untuk ayat ini dan Allah tidak masuk di dalam makmur dari khalik. Tapi zat Allah masuk di dalam. maka ini makruf di dalam mmm bagi orang yang memahami masuk dalam. semua. Zatnya, zat-zat semua alam semesta ini, perbuatan-perbuatan mereka, gerakan-gerakan mereka, dan diamnya mereka. Ini masuk dalam syaid.. ayat ini tidak dikhususkan dengan zat Allah dan sifat-Nya. Ya sejak awal memang sudah tidak masuk, tidak perlu kita bingung. Ada ini dikhususkan, tak perlu. Sejak awal dia tidak masuk. 

Dan Allah tidak masuk dan sifat Allah tak masuk dalam pembahasan. Kata beliau karena Allah dengan zat dan sifat-Nya Dia-lah si pencipta itu.. Allah adalah makhluknya Allah. Eh yang setelahnya lafaz dari ayat tadi sudah memisah. antara pencipta dan yang diciptakan. Harusnya apa? Ada titik duanya. Sementara sifat-sifat Allah yang Mahasuci sudah masuk di dalam. apa ini? Yang dinamakan dengan nama Allah tadi Allah. Nah maka takperlu kita bingung ini dikhususkan kok dengan zatnya. Tak perlu. Karena Allah dan sifatnya sudah masuk di dalam mubtadanya. Yang lain-lain. masuk di dalam, di dalam murtad dari itu dan makmur dari nya. Memang kalau kita tak. pandai bahasa, kita boleh kena bully, ditipu oleh orang-orang asya'irah ataupun orang dan lain-lain. Memang wajib belajar bahasa.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين