Categories

Labels

Video

3/Video/post-per-tag

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Video

3/Video/recent-videos

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
tauhid
Breaking news

Hot Widget

Feature

Must Read

manhaj

Aqidah

[aqidah][bsummary]

vehicles

[vehicles][bigposts]

business

[business][twocolumns]

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Sufiyah memang Jabriyah)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 17 Jumada Awwal 1443 Selasa bersamaan 23/12/2021 Masehi

Sufiyah memang Jabriyah.

Aqidah Ibnu Arabi.
Manusia bersatu dgn Allah.

Wajib untuk bertaubat, jihadun nafs.

Qodariyah - Allah tidak berkuasa, mampu memberi hidayah.

Kita eh masih dibuka surat enam puluh tiga. Masih kalam Ibnu Qayyim terkait bahwasanya amal. itu adalah dinisbatkan kepada Allah dari sisi penciptaan dan takdir, tetapi dinisbahkan kepada hamba dari sisi usaha dan pelaksanaannya. Kata Imam Ibnu Qayim rahimahullah. ini ya. Apabila engkau memberikan kepada surat Al-Fatihah bukan hanya untuk dibaca dengan bidah tapi bahkan untuk apa? Dipelajari baik-baik dan diamalkan kandungannya. Anda akan mendapati al-Fatihah itu dari awal sampai akhirnya menyerukan kepada yang. itu, yaitu semuanya adalah takdir dari Allah, kebaikan itu taufik dari Allah, buktinya apa? Tetapi amalan adalah amalan kita sendiri. Buktinya apa?. Masalah nikmat itu dinisbahkan pada Allah. Tetapi, untuk masalah kesesatan, itu salah, orangnya sendiri. Berarti fikihnya dinisbahkan kepada kita, fiil-fiil kita, dinisbat. pada kita dari sisi pelakunya. Tapi takdir itu adalah dari Allah taala. Al-Fatihah menunjukkan kepada itu, kepada sifat, sikap wasatiyyah, pertengahan. masalah ini. Antara takdir dengan syariat. Antara takdir dengan, dengan perbuatan. Al-Fatihah tenang-tenangan menjelaskan tentang itu.. Walaupun memang pujian untuk Allah, kita sudah mengatakan alhamdulillahirabbilalamin, tidak menuntut selain itu. Yaitu apa? Apabila kita yakin Allah memang. terpuji karena segala pujian milik Allah, berarti memang apa? Di antara pujian untuk dia adalah rububiyah adalah milik dia, kerajaan semua milik dia, berarti tak mungkin ada satu gerakan pun dan. sikap dia, dia sudah di bawah kendali dia. Karena kalau ada sesuatu yang di luar kendali dia, ini menunjukkan kekurangan seorang raja mungkin ditanya, eh kenapa engkau tidak mengatur itu, itu sudah melampau situasi. ini dikeluarkan dari saya, ini menunjukkan kelemahan. Sementara Allah maha terpuji, berarti semuanya sekecil-kecilnya di bawah kendali Allah taala. Baik, itu dari sisi takdir. Namun, Allah terpuji bukan hanya dari sisi takdir. Dia juga terpuji. sisi syariat. Berarti apa? Berarti semua yang dilakukan para hamba ini ada keinginan mereka sendiri dan ada kekuatan mereka. Bukanlah Allah yang memaksa mereka, bukan pula Allah yang. menolak-nolak mereka masuk kepada tempat perzinaan atau menolak-nolak mereka masuk kepada tempat perjudian. Tapi itu pilihan mereka sendiri. Maka Allah terpuji syariatnya itu betul-betul ditegakkan sesuai dengan hikmah. orang yang berbuat salah itu salah dia sendiri, bukan karena Allah yang memaksa. Itu mereka diberi pilihan. Milih yang kei, berupa keimanan ataukah memilih kekufuran. Dan Allah terpuji dan. sisi keperkasaan yang sempurna, bagaimana dia mampu menggabungkan antara takdir yang lengkap, menyeluruh, dan syariat yang lengkap menyeluruh, tak ada makhluk yang mampu melakukan ini. Bagaimana semua di bawah kendali dia sekaligus. tidak mungkin tercela. Karena para hamba punya keinginan. Ini orang yang dari kalangan takmampu untuk memahami ini. 

Demikian pula orang Jabriah takmampu memahami itu. Merek memaksa mereka untuk memilih salah satu. Dan ini. hasil dari kejahilan. Tapi ahlusunah yakin, Allah terpuji, dia mampu menggabungkan antara takdir dengan bahwasanya hamba punya pilihan tanpa Allah memaksa sedikit pun. Allah Mahakuasa. Baik. Ini masuk di dalam alhamdu. Maka kalau kita sudah bilang alhamdulillah kita wajib baik sangka pada Allah tanpa ada buruk sangka sebiji zarah pun. Baik. demikian pula sempurnanya rububiyah Allah terhadap alam semesta tidak menuntut selain itu yaitu apa? Gabungan dari itu itu tadi semua. Adapun kalau sekedar dari sisi memaksa, yaitu memaksa semuanya, kejahatan, dia yang memaksa, kebaikan, dia juga yang memaksa manusia, sekadar bagaikan robot saja, ini justru tidak terpuji.. bagaimana Allah taala mampu menggabungkan antara takdir yang lengkap dan syariat yang lengkap tanpa para makhluk itu dipaksa menjalankan syariat tadi. Ini betul-betul pujian ya, akal kita tak mampu untuk mmm mencernas. semua itu secara detail, tapi kita yakin memang Allah taala Mahaterpuji. Nah di sini iman kita dicabar. Liman. Maka bagaimana seluruh pujian itu menjadi milik zat yang dia tidak kuasa terhadap apa saja yang harusnya yang. mmm mestinya dikuasai oleh penduduk langit ataupun penduduk bumi. Maksudnya bagaimana? Ini sekarang beliau memperinci, membantah orang-orang yang mengingkari rububi. mmm apa, mengingkari takdirnya Allah. Yang mana? Penduduk langit mampu melakukan ini dan itu penduduk bumi mampu melakukan ini dan itu sementara konseriah mengatakan Allah tidak menguasai, Allah tidak punya kodar dan kudrah terhadap. amalan-amalan para hamba tadi. Kalau demikian, untuk apa kalian bilang, alhamdulillahirabbil alamin. Apa gunanya? Ternyata Allah tidak berlaku pada amalan-amalan para hamba. Berarti Allah tidak rabbul alamin. tidak terpuji. Kalian dusta di dalam mengatakan alhamdulillahirabbil alamin tadi. Apa saja yang dimampui oleh para malaikat, oleh. jin, manusia, burung, yaitu hewan-hewan liar. Baik, gimana mereka mampu menguasai perbuatan mereka, tapi Allah tidak mampu menguasai perbuatan-perbuatan mereka, ini bukan berarti. Bahkan para makhluk tadi melakukan sesuatu yang tidak dikuasai oleh Allah dan tidak diinginkan oleh Allah. Ini konsekuensi yang sangat buruk. akidah bahwasanya Allah tidak menakdirkan apa-apa. Dan sebaliknya Allah menginginkan sesuatu yang justru tidak diperbuat oleh kebanyakan. mereka. Ini akidah yang buruk sekali dari orang-orang Kadariah. Berarti kesimpulannya apa? Hasil dari akidah, Allah menginginkan apa yang tidak terjadi. Buktinya apa? Allah ingin. jadi baik. Ternyata kebanyakan manusia jadi fasik. Berarti Allah menginginkan sesuatu yang tidak terjadi. Maka ini buruk, ini bukan rububiyah yang sempurna berarti. Allah ingin sesuatu malah sesuatu itu tidak terjadi.. justru yang terjadi adalah apa yang tidak Allah inginkan. Sebagaimana kata mmm Amr bin Ubair, Allah tidak ingin keburukan, tapi prakteknya di dunia ini justru keburukan banyak sekali. Berarti kalian menuduh Allah itu. sangat terbatasi dan sangat cacat. Yang terjadi justru apa yang Allah tidak ingin itu terjadi. Apakah sempurnanya pujian untuk Allah menutup yang. T itu jelas tidak demikian. Apakah sempurnanya rububiyah Allah menuntut yang seperti itu? Jelas tidak demikian? Kesempurnaan rububiyah menutup seluruh. di alam semesta ini, di bawah kendali Allah taala. Dan sempurnanya pujian ini menuntut bahwasanya semua yang terjadi itu ada keinginan hamba, ada pilihan hamba, dan Allah tidak memaksa di situ.. Lalu Allah berfirman lalu firman Allah taala menunjukkan apa? Ada amalan para hamba tanpa paksaan dari Allah taala di sini.. Kalimat ini hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan, membatalkan perkataan dua. yang tersesat dari jalan yang lurus. Kenapa demikian? Karena ayat ini tadi mengandungi ditetapkannya perbuatan hamba, ada dua perbuatan. yaitu beribadah dan memohon pertolongan. 

Baik, kemudian apa? Ayat ini tadi mengandungi tegaknya ibadah pada. itu secara hakiki. Tidak seperti ucapan orang-orang mmm Sufiah yang dibantah oleh Syaiful Islam dalam kitab beliau. Yang mengatakan hakikatnya mmm yaitu bukan saya yang salat, tapi Allah yang salat, bukan saya yang. tapi Allah yang mencuri nauzubillah. Karena Sufiah memang Jafriyah. Justru ayat ini terang-terangan menunjukkan secara hakiki, ibadah itu ada pada hamba. Allah un, haknya adalah untuk diibadahi, tapi hambalah yang. ibadah. Maka ham, maka dia ini adalah si penghamba secara hakikat. Dia itulah yang beribadah secara hakikat. Toyyib. tidak seperti akidahnya orang-orang itu tadi mmm Ibnu Arabi yang mengatakan maka saya tidak tahu siapa yang menyembah dan siapa yang disembah iya karena apa kata dia. hamba itu adalah Tuhan, Tuhan adalah hamba karena manusia memang bersatu dengan Allah. Sehingga saya taktahu siapa yang menyembah, siapa yang disembah sebenarnya. Nah kalau taktahu, tak boleh jadi guru, engkau taktahu bagaimana malah. berdakwah, taktahu belajarlah. Tapi ini ajaran mereka selalu. Disuruh ikut, padahal mereka sendiri mengklaim, mereka tak tahu. Ya sudah, jangan berdakwah. 

Baik,. Ah sekarang yang ini bantahan untuk kelompok kedua bahwasanya ibadah tadi tidak terlaksana untuk hamba itu kecuali dengan pertolongan. Berarti apa?. pada takdir. Kalau Allah tidak menakdirkan kita salat, tak mampu kita salat. Berarti ini ada takdir di situ. Dengan pertolongan rabbul alamin. Berarti ini bantahan kepada kelompok yang tadi itu Mu'tazilah.. azza wajalla. Lah hukum untuk dia. Apabila Allah tidak menolong dia, dan tidak memberikan kudrah pada dia, tidak menakdirkan untuk dia.. ibadah, Allah tidak menginginkan untuk dia ibadah, dia tidak akan mampu melakukan itu maka kalau kita tidak mampu bangkit untuk salat duha, untuk salat mmm salat qiyamul lail, demikian. bahkan salat wajib, maka hendaknya kita sedih. Kenapa Allah tidak menakdirkan itu? Berarti Allah tidak suka kita mendekat. Kenapa sampai Allah taksuka kita mendekat? Mungkin kita hati kita terlalu banyak kotoran, walaupun kita tidak menyadari. Berarti apa? Perlu banyak bertobat.. banyak bertaubat. Agar Allah suka kedekatan kita dan itu terasa setiap kali kita maksiat semangat untuk ibadah semakin melemah. Nauzubillah. 

Sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hasan Al-Basri ketika beliau ditanya kenapa saya tak mampu qiyamul lail jurus. mampu. Beliau mengatakan sebabnya adalah karena dosa. Yang Allah tak suka orang-orang yang terus menerus dosa, tidak bertaubat. Lalu apa? Mendekat kepada Dia. Berarti apa? Memang perlu banyak bertaubat. Eh wajib banyak bertaubat. Bukan malah semen. menjauh, ikut setan. Ada usaha wajib untuk dan tidak akan didapatkan peribadatan tadi dari orang itu sama sekali. Apabila Allah tidak. ah inilah hakikat dari maka perbuatan, takdir-takdir dan. itu dari ini bagian dari rububiyah Allah sekaligus bagian dari rahmat Allah untuk hamba-Nya. Lalu firman Allah taala yang berikutnya ya untuk para hamba mengucapkan. berilah kami petunjuk kepada jalan yang lurus, sengaja Allah taala menghapus harafnya, karena kita tahu yang namanya ini. hanya satu. Apa? Kami di sini bimbinglah kami. Adapun yang setelahnya walaupun dia itu tapi dia yaitu karena dihapusnya peng-hove-nya.. apa? Terkadang itu Allah, terkadang adalah ila. Nah, kenapa dihapus? Untuk memberikan beberapa penafsiran yang semuanya masuk di situ. Ayat ini. permohonan hidayah. Kepada zat yang mampu memberikan hidayah. Maka ayat ini bantahan kepada yang mengatakan Allah tidak kuasa memberikan hidayah. Sebagaimana dia tidak kuasa memberikan penyesatan, semuanya adalah hasil usaha hamba mustaqilan secara berdiri sendiri. Allah tidak ada karena mengenal di sini, nauzubillah. Kalau tidak, apa gunanya minta hidayah pada Allah sementara. kita tidak yakin Allah taala mampu memberikan hidayah, kuasa memberikan hidayah mmm biadihi maka dan hidayah itu di tangan Allah jika dia menghendaki. memberikannya kepada hambanya itu. 

Apabila Allah menghendaki, Allah menghalangi hamba itu mendapatkan hidayah.. apakah benar sesuka dengan saya, saya betul? Kalau seseorang tidak melakukan syariat, seseorang maksiat, lalu dia mengatakan. dinasehati, tobatlah, dia bilang saya belum dapat hidayah lagi, betul. Memang itu betul, berarti engkau memang belum dapat hidayah, tetapi engkau berdosa karena engkau menempuh jalan setan. Ya, mendukung kemaksiatan dengan menyalahkan Allah.. Allah. Wahai rohku, disebabkan karena engkau menyesatkan saya, maka saya pasti akan menghiaskan kebatilan pada mereka. Berdalilkan dengan takdir, untuk apa?. tidak dicela. Padahal sebabnya dia sendiri diberi pilihan, dia diberi akal, untuk ibadah, diberi akal, untuk sujud, tapi memilih untuk tidak mau. Sebagaimana teman kita, ya teman kita. Maksudnya orang-orang di yaitu sesama manusia. disuruh untuk berhenti berjudi, dia bilang, saya belum dapat hidayah lagi. Memang belum, tapi usahanya mana? Lalu untuk apa engkau berjudi? Mmm anak saya belum makan lagi ya. Ternyata mampu usaha pula. Tapi kenapa memilih usaha yang buruk? Hmm.. Sebagaimana rezeki itu diusahakan, demikian pula hidayah juga diusahakan. Dan sebagainya. Kenapa tidak diam saja? Ketika anak istri kelaparan, kenapa tak bilang? Apa belum kasih rezeki, kita tunggu saja. Ah kenapa untuk re. tak menunggu. Malah usaha sampai mmm separah-parahnya usaha. Tapi untuk hidayah karena usaha menyalahkan Allah ini kita cari senangnya saja berarti. Nah nanti kalau masuk neraka jangan salahkan Allah bilang. mmm Allah belum lagi buka pintu surga, ambillah di situ. Tapi tak nak juga. Orang yang tak mau menuntut ilmu. Iya sama masalah itu yang tak mau menuntut ilmu mmm apa belum kasih saya taufik untuk bergerak ke, ke pondok pesantren atau ke. tapi untuk bergerak ke, ke mana itu misalkan, kumpul duit untuk kegenting mabuk, macam mana itu? Ada usaha, nah usahalah sebagaimana ini diusahakan itu juga diusahakan. Mmm kalau. cara ini dipakai nanti pemerintah dengar oh rakyat pakai cara itu, kita pakai cara itu. Pemerintah janganlah kalian korupsi mmm apa belum lagi kasih tahu hidayah untuk berhenti. Mereka takterima ya tak, takkan terima pemerintah pakai cara japria. celaka kalau seperti itu nanti. Sebagaimana yang sedang kena bencana. Ini macam mana nih but belum sampai-sampai lalu apa marah-marah pada gombal. Tak boleh gombalan kata. eh Allah belum kasih hidayah lagi untuk kami membantu kalian. Rakyat enggak akan terima dengan alasan bombar macam itu. Tapi rakyat biasa pakai alasan itu untuk menjawab dari Allah ini. Alhamdulillah Allah masih merahmati, paling tidak pemerintahan tak, tak. pakai cara itu. Cara, cara

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين