Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 45 : Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik) #4

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 45: Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 4

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

Dari Abu Musa radhiyallohu anhu, dari Nabi shallallohu alaihi wa sallam beliau bersabda: "Perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi, bisa jadi penjual minyak wangi itu akan menghadiahkan kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wanginya sedangkan pandai besi hanya akan membakar bajumu atau kamu akan mendapatkan bau tidak sedapnya." (Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (5534)
Shahih Muslim (2628)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 45 : Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik) #3

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 45: Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 3

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu ia berkata, "Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya kerana Alloh, lalu ada seseorang yang menyeru, "Semoga kamu bahagia, semoga perjalananmu menyenangkan, dan kamu telah menyiapkan sebuah rumah di syurga." (HR At-Tirmidzi)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Hukum Gambar dan Sikap Yang Benar terhadap Perselisihan Para Pakar

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

Syubhat Pertama
Saya terpaksa menggambar

Sebagian orang bermudah-mudah memotret atau menggambar dengan alasan terpaksa.

Kita jawab:
sesuatu dikatakan darurat (amat terpaksa) apabila menyebabkan kesulitan yang amat sangat atau bahaya besar jika tidak dikerjakan. Jika memang itu terjadi, maka diperbolehkanlah sesuatu yang sebelumnya dilarang.


Al ‘Allamah Abdurrahman bin Muhammad Zadah رحمه الله berkata: “Karena sesungguhnya kondisi darurat itu menyebabkan bolehnya perkara yang terlarang.” (“Majma’ul Anhur Fi Syarhi Multaqal Abhur”/1/hal. 248).

Al ‘Allamah Az Zarkasyiy رحمه الله berkata: “Maka darurat adalah sampainya seseorang pada suatu batasan yang jika dia tidak melakukan perkara yang terlarang dia akan binasa atau mendekati kebinasaan, seperti orang yang terpaksa makan atau memakai pakaian yang haram yang andaikata dia membiarkan dirinya kelaparan atau telanjang justru bisa mati, atau ada satu anggota tubuh yang binasa. Dan kondisi semacam tadi menyebabkan bolehnya melakukan perkara yang diharamkan.” (“Al Mantsur Fil Qawa’idil Fiqhiyyah”/2/hal. 319).

Al Imam Ibnu Baz رحمه الله ditanya:
“Apa hukum memotret, apabila seseorang itu terpaksa untuk melakukannya? Berilah kami fatwa, semoga Allah memberikan pahala pada Anda”.

Maka beliau رحمه الله menjawab: “Memotret itu jika situasi darurat memang mengharuskannya, seperti untuk mencari buronan, surat izin mengemudi, dan yang semacam itu kami mengharapkan tidak ada dosa padanya, berdasarkan firman Allah سبحانه di dalam surat Al An’am:

﴿وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ﴾.

“Dan sungguh Allah telah memperinci untuk kalian apa yang Dia Haramkan terhadap kalian, kecuali jika kalian sangat terpaksa untuk melakukannya”.

Adapun tanpa ada keadaan darurat (sangat terpaksa), maka hal itu tidak boleh, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

«أَشَدُّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اْلمُصَوِّرُوْنَ ».

“Sesungguhnya orang yang paling keras disiksa di sisi Allah pada hari Kiamat adalah para tukang gambar”. [HR. Al Bukhariy (5950) dan Muslim (2109)].

Dan juga karena Nabi ﷺ melaknat pemakan riba, orang yang memberikan makanan riba. Dan beliau melaknat para tukang gambar”.

Hadits-hadits dalam bab ini banyak. Dan yang dimaksudkan dengan gambar tadi adalah gambar makhluk bernyawa dari kalangan manusia dan yang lainnya.

Adapun menggambar makhluk yang tidak punya nyawa semacam: pepohonan, gunung, mobil dan yang semacam itu, maka tidak ada dosa di dalamnya. Dan Allah adalah Yang Mengurusi taufik”.
(Selesai dari “Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Ibni Baz”/9/hal. 308).

Memang jika pemerintah mengharuskan untuk membuat Kartu Identitas Penduduk atau Surat Idzin Mengemudi dan sebagainya, maka itu adalah darurat dan keterpaksaan yang jika tidak dilaksanakan akan timbul bahaya di kemudian hari atau timbul kesulitan yang meletihkan.

Fadhilatusy Syaikh Yahya Bin Ali Al Hajuriy حفظه الله setelah menyebutkan dalil-dalil yang banyak tentang haramnya gambar makhluk bernyawa, beliau berkata: “Maka menggambar makhluk bernyawa itu termasuk ke dalam dosa-dosa besar. Dan jika seseorang diharuskan untuk membuat kartu identitas, atau paspor, atau Surat Idzin Mengemudi mobil atau yang semacam itu, maka hendaknya dia mengerjakannya dan dia tidak terkena dosa. Dosanya dipikul oleh orang yang memaksanya untuk mengerjakan itu”. (“Al Kanzuts Tsamin”/Asilatun Fi Masjid Ali Jumaidah).

Adapun kenyataan yang sering terjadi adalah : mereka bermudah-mudah untuk mengatakan terpaksa padahal itu tidak terpaksa. Banyak dari ahli batil yang menipu umat melalui pola ushul fiqih, lalu melakukan pemotretan dengan alasan darurat padahal sebenarnya bukan darurat. Mereka lupa atau pura-pura lupa bahwasanya situasi darurat itu harus ditimbang kadarnya, sehingga hanya diperbolehnya sesuai dengan kadar daruratnya.

Al ‘Allamah Abdul ‘Aziz bin Abdis Salam رحمه الله berkata: “… Karena sesungguhnya perkara yang telah pasti karena adanya suasana darurat itu harus dinilai seduai dengan kadarnya.” (“Qawa’idil Ahkam Fi Mashalihil Anam”/1/hal. 107).

Al Imam Ibnul Humam Al Mishriy Al Hanafiy رحمه الله berkata: “Dan perkara yang telah pasti adanya dengan sebab darurat, dia itu harus diukur sesuai dengan kadar perkara darurat tadi.” (“Fathul Qadir”/karya Al Kamal Ibnul Humam/8/hal. 35).
-------------------

Syubhat kedua: merekam dengan video itu sama dengan menampilkan gambar pada cermin, maka hukumnya adalah halal


Syubhat kedua dari ahli batil adalah: “Merekam dengan video itu sekedar menghasilkan bayang-bayang dari objeknya, maka dia itu sama dengan menampilkan gambar pada cermin, maka hukumnya adalah halal”.

Jawabannya –dengan memohon taufik pada Allah ta’ala-: “Gambar yang terbntuk pada cermin itu tidak menetap, begitu sumbernya hilang, hilang pulalah gambar tadi dari cermin tersebut. Sedangkan kamera video tidaklah demikian, karena dia dibuat oleh manusia hingga memilikikemampuan menyimpan bayang-bayang yang terbentuk pada dirinya lalu ditampilkan kembali sama persis dengan sumbernya. Maka pada kamera video tadi ada kekuatan penyimpanan terhadap gambar tersebut, tidak seperti cermin yang mana bayang-bayang yang terbentuk itu bersifat amat sementara, tidak menetap.

Bahkan acara-acara yang dikatakan sebagai siaran langsung; dan dinyatakan tidak menyimpan gambar, kenyataannya sudah ada proses penyimpanan sekalipun hanya sekian mikrodetik, ketika diubah dari asalnya menjadi gelombang electromagnet, lalu dikirimkan ke satelit atau pemancar untuk disampaikan ke tempat yang lain yang jauh, lalu gelombang tadi diubah kembali hingga memungkinkan untuk ditampilkan di layar kaca dan sebagainya. Ini sangat jelas bahwasanya penyimpanan telah terjadi di selang waktu tadi, tidak seperti bayangan di cermin.

Dan penyimpanannya semakin nampak jelas manakala jarak antara acara tadi dan tempat penyiarannya itu sangat jauh, atau ada gangguan cuaca yang menampilkan kejelasan tenggang waktu antara pengiriman dan penerimaan.

Dan itu semua tidak keluar dari istilah gambar: “Itu gambar Fulan”, maka dia masuk ke dalam keumuman hukum gambar makhluk bernyawa yang mana Allah sangat murka terhadap pelakunya. Dan tidak halal mengkhususkan dalil yang bersifat umum tanpa adanya dalil dari Allah atau Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم.
Al Qurthubiy هللا رحمه dalam membantah orang yang mengkhususkan keumuman suatu dalil tanpa hujjah yang memenuhi syarat, beliau berkata: “… Karena pengkhususan itu tidak terjadi kecuali dengan berita dari pihak yang wajib untuk disikapi dengan taslim (kepasrahan –pen). Dan termasuk dari prinsip yang telah diketahui adalah: kewajiban untuk berpegang teguh dengan keumuman dalil”. (“Tafsir Al Qurthubiy”/12/hal. 299).

Dan yang lebih membuktikan penipuan sebagian juru dakwah yang mengatakan bahwasanya penyiaran tadi adalah siaran langsung dan tidak tersimpan adalah: seringkali juru rekam mereka mendokumentasikannya di dalam folder dan file, dan bahkan menampilkannya di Youtube dan lain-lain, sehingga setiap saat penggemarnya mampu untuk membukanya. Dan tidak mustahil mereka tahu dengan perbuatan para juru rekam mereka itu tapi mereka membiarkannya.

(“Sabiylun Najaah Inda ikhtilaafil Ulamaa' Fiy Hukmi Tashwiyri Dzawaatil Arwaah" | Terjemah bebas : "Hukum Gambar dan Sikap Yang Benar terhadap Perselisihan Para Pakar" | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله)

Baca selengkapnya disini

Edisi Penuntut Ilmu Seri [2]

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Edisi Penuntut Ilmu Seri [2]


Bagaimana cara kita bisa meniti jalan di atas manhaj salaf yakni manhaj ahlus sunnah wal jama'ah...

1. Bersungguh-sungguh dengan tekat, keinginan dan kemauan serta niat yang jujur dan ikhlas mengharap keridho'an Alloh maka Alloh akan tunjukkan jalan-jalan itu...


2. Menjaga agama kita dari menghadiri majlis-majlisnya hizbiyun dan para ahlul bid'ah wal ahwa...

3. Hendaknya mendatangi majlis-majlis para ulama ahlus sunnah atau murid-murid dari ulama ahlus sunnah...

4. Bila tidak mendapati majlis-majlis para ulama ahlus sunnah maka sibukkan dengan mendengarkan dari rekaman-rekanan kajian sunnah para ulama ahlus sunnah... 

5. Bila tetap tidak kita dapati semua itu maka sibukkan dengan membaca dan menghafalkan Al Qur'an...

6. Atau bila perlu melakukan rihlah yakni perjalanan jauh untuk menuntut ilmu kepada para ulama ahlus sunnah...

Disampaikan oleh :

Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsy حَفِظَهُ اللّٰه 

Edisi Penuntut Ilmu seri [1]

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Edisi Penuntut Ilmu seri [1]

Sejauh mana kita bisa mengetahui bahwa seseorang berada di atas manhaj yang benar yakni manhaj ahlus sunnah wal jama'ah...

Maka langkah yang musti ditempuh adalah dengan mempelajari kitab-kitab para ulama tentang ushul aqidah ahlus sunnah wal jama'ah dan syarhnya, sehingga kita mengetahui apa saja dari prinsip-prinsip (karakter-karakter) sunnah tersebut...


Sebab seseorang itu termasuk dari golongan ahlus sunnah bermanhaj salaf bila telah terkumpul seluruh karakter-karakter ahlus sunnah dalam setiap amal perbuatannya tidak melulu faham tentang masalah aqidah saja... 

Sebab meski aqidahnya baik bila tidak terkumpul pada dirinya karakter-karakter dari sunnah itu maka dia tidak teranggap sebagai ahlus sunnah...

Disampaikan oleh :

Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsy حَفِظَهُ اللّٰه 

Nasehat penting di dalam mengambil ilmu agama

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nasehat penting di dalam mengambil ilmu agama, sebab tidak semua orang layak diambil ilmunya...


Ada di antara mereka yang mengajak ke Neraka...

Maka hendaknya kita memperhatikan dengan siapa atau memilih siapa yang layak kita ambil ilmunya...

Termasuk memperhatikan pengaruh lingkungan dan berteman dengan siapa...


Disampaikan oleh :
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله

Kitab "Catatan Salafiy Buat Kumpulan khutbah Al Imam Abdurrahman As Sa'diy"

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات.

Telah tercetak dengan taufik Allah ta'ala semata kitab: "Catatan Salafiy Buat Kumpulan khutbah Al Imam Abdurrahman As Sa'diy"
Yang mana kitab ini adalah terjemah dari Kumpulan khutbah Al Imam Al Mufassir Al Ushuliy Al Faqih As Salafiy: Abdurrahman bin Nashir As Sa'diy رحمه الله.
Judul aslinya adalah:
"Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah".

Isinya terbagi dua, yang pertama adalah "Al Fawakihusy Syahiyyah" itu sendiri yang berisi 71 (tujuh puluh satu) khutbah.
Yang kedua adalah "Al Khuthabul Minbariyyah 'Alal Munasabat" yang berisi 30 (tiga puluh) khutbah.

Khutbah-khutbah beliau tadi mencakup aspek banyak sekali: tauhid yang tiga, takwa, tawakkal, isti'anah, keikhlasan, tobat, prinsip-prinsip Manhaj Salaf, kewajiban taat pada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, ihsan, keadilan, menyayangi binatang, menuntut ilmu, menolong orang-orang yang tertimpa musibah, syukur nikmat, menyikapi serangan hama terhadap tanaman, memahami hikmah di balik musibah, hakikat kehidupan yang bagus, iman pada takdir, menyambut Ramadhan, menyambut Lailatul Qadar, anjuran memperbanyak doa, bersemangat pada perkara yang bermanfaat, gambaran Surga, gambaran Neraka, peringatan bahaya meninggalkan shalat, keutamaan dzikir, larangan berlebihan dalam membelanjakan harta, tanggung jawab di hari Kiamat akan amalan dan kenikmatan, memenuhi hak-hak Nabi, bahaya kezhaliman, haramnya mencukur jenggot, haramnya menyerupai orang-orang kafir, pentingnya menjaga akal, petuah dan perbaikan hati, nikmat dan siksa kubur, memelihara fitrah, adab salam dan penghormatan, akhlak yang baik, hukum-hukum fikih, kejujuran, balasan sesuai dengan amalan, istiqomah, menyelamatkan orang lain dari gangguan, jalan ke Surga dan jalan ke Neraka, perbaikan sistem pendidikan, mewaspadai sekolah-sekolah yang merusak generasi, pentingnya pendidikan anak, masalah haji dan umrah, pemakmuran masjid, larangan meramal nasib sial, menyikapi hujan, berlindung dari gangguan setan, adab berpakaian, adab makan, menjaga lidah, wajibnya jihad, sebab datangnya rahmat, sikap pertengahan terhadap obat-obatan. Berlomba-lomba dalam kebaikan, universalnya risalah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, indahnya syariat Islam, masalah pengeras suara di masjid, dan sebagainya.

Terjemahan kitab ini dilengkapi dengan takhrij hadits dan catatan-catatan kaki yang insya Allah sangat penting sebagai penyempurna dan penerang.

وما توفيقي إلا بالله، عليه توكلت وإليه أنيب.
والحمد لله رب العالمين.

Spec :
Hardcover 367 halaman
uk. B5 ( 17.5 x 25.5 cm )
Nett 743 gr

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk Pemesanan Kitab Klik Gambar 

Hadits Jibril Yang viral tatkala masuk bulan Ramadhan, Shahihkah?

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

Hadits Jibril Yang viral tatkala masuk bulan Ramadhan, Shahihkah?

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

ana ingin bertanya mengenai perkara yg viral spt dibawah....adakah ianya benar dari sumber yg sahih....👇👇👇....jazakallah khairan.

Doa Jibrail menjelang ramadhan:-
"Ya Allah, abaikan puasa umat Muhammad  jika sebelum masuk ramadhan dia tidak melakukan 3 hal ini:
1.Tidak minta maaf kepada kedua orang tua.
2.Tidak bermaafan dengan sahabat sahabatnya.
3.Tidak bermaafan dengan orang sekitarnya." maka, Rasullullah pun mengaminkannya sebanyak 3kali. 
🤝🤝🤝🤝🤝 


*Dengan ini, saya ingin memohon maaf jika ada salah dan silap yang telah dilakukan sebelum ini. Minta maaf kalau ada terkasar bahasa, menyinggung atau mengguris hati, terlebih gurauan watsapp, termkn terminum & terumpat.... Mohon ampun dan maaf sekali lagi dari saya..*
---------------_

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

Hadits tadi tidak punya sandaran yang benar.
Lafazh yang benar adalah sebagaimana dalam hadits Jabir رضي الله عنه yang berkata:

أن النبي صلى الله عليه و سلم رقى المنبر فلما رقى الدرجة الأولى قال: «آمين». ثم رقى الثانية فقال: «آمين». ثم رقى الثالثة فقال: «آمين». فقالوا: يا رسول الله سمعناك تقول آمين ثلاث مرات. قال: «لما رقيت الدرجة الأولى جاءني جبريل صلى الله عليه و سلم فقال: شقي عبد أدرك رمضان فانسلخ منه ولم يغفر له. فقلت: آمين. ثم قال: شقي عبد أدرك والديه أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة. فقلت: آمين. ثم قال: شقي عبد ذكرتَ عنده ولم يصل عليك. فقلت: آمين».

Bahwasanya Nabi ﷺ naik ke atas mimbar, manakala beliau naik ke tingkat yang pertama, beliau berdoa: “Amin”. Lalu beliau naik ke tingkat yang kedua, beliau berdoa: “Amin”. Lalu beliau naik ke tingkat yang ketiga, beliau berdoa: “Amin”. Maka orang-orang berkata: “Wahai Rasulullah, kami mendengar Anda berdoa: “Amin” tiga kali. Beliau bersabda: “Ketika aku naik ke tingkatan yang pertama, datanglah Jibril ﷺ seraya berkata: “Sungguh celakalah seorang hamba yang mendapati Ramadhan lalu Ramadhan itu lepas darinya dalam keadaan orang itu belum diampuni. Sungguh celakalah seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya, lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam Jannah”. Maka aku berdoa: “Amin”. Dan sungguh celakalah seorang hamba yang dirimu disebutkan di sisinya lalu dia tidak bershalawat untukmu”. Maka aku berdoa: “Amin”. (HR. Al Bukhariy dalam “Al Adabul Mufrad” (644), Al Baihaqiy dalam “Syu’abul Imam” (3350) dan yang lainnya. Hadits ini shahih. Juga datang dari hadits sejumlah Sahabat yang isinya juga sama).

Inilah lafazh yang benar.
Barangsiapa menyatakan lafazh yang disebutkan di dalam pertanyaan tadi ada sandarannya yang shahih dari lafazh Jibril عليه وسلم maka dia dituntut mendatangkan bukti.

والله تعالى أعلم بالصواب.
والحمد لله رب العالمين.
-----------------

Dijawab Oleh: Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله

Kajian Kitab Tathir Itiqod (31-34=selesai)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars 31:


🔸️ Dars 32-33:


🔸️ Dars 34 (selesai):


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Tathir Itiqod (26-30)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars 26:


🔸️ Dars 27:


🔸️ Dars 28:


🔸️ Dars 29:


🔸️ Dars 30:


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Tathir Itiqod (21-25)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars 21-22:


🔸️ Dars 23-24:


🔸️ Dars 25:


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Tathir Itiqod (15-20)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars 15-16:


🔸️ Dars 17 (Qadarullah file hilang)

🔸️ Dars 18-19:


🔸️ Dars 20 (Qadarullah file hilang)

🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Tathir Itiqod (11-14)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars 11-12:


🔸️ Dars 13-14:


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Tathir Itiqod (6-10)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars 6-7:


🔸️ Dars 8:


🔸️ Dars 9-10:


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Tathir Itiqod (1-5)

Sumber Channel Telegram: Dars Syaikh Abu Fairuz

Kajian Kitab تطهير الاعتقاد 

🔸️ Dars Pertama:


🔸️ Dars Kedua:


🔸️ Dars Ketiga:


🔸️ Dars Keempat dan Kelima:


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Darul Hadits Dammaj Yaman

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 45 : Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik) #2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 45: Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik



📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 2

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Pada suatu ketika ada seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya di desa lain. Kemudian Allah pun mengutus seorang malaikat untuk menemui orang tersebut. Ketika orang itu ditengah perjalanannya ke desa yang dituju, maka malaikat tersebut bertanya; 'Hendak pergi ke mana kamu? ' Orang itu menjawab; 'Saya akan menjenguk saudara saya yang berada di desa lain.' Malaikat itu terus bertanya kepadanya; 'Apakah kamu mempunyai satu perkara yang menguntungkan dengannya? ' Laki-laki itu menjawab; 'Tidak, saya hanya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla.' Akhirnya malaikat itu berkata; 'Sesungguhnya aku ini adalah malaikat utusan yang diutus untuk memberitahukan kepadamu bahwasanya Allah akan senantiasa mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah.' HR Muslim (2567)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 45 : Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 45: Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik


📣 Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 1

عَنْ أَنَسٍ قَالَ :قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعُمَرَ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى أُمِّ أَيْمَنَ نَزُورُهَا كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزُورُهَا فَلَمَّا انْتَهَيْنَا إِلَيْهَا بَكَتْ فَقَالَا لَهَا مَا يُبْكِيكِ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ مَا أَبْكِي أَنْ لَا أَكُونَ أَعْلَمُ أَنَّ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ أَبْكِي أَنَّ الْوَحْيَ قَدْ انْقَطَعَ مِنْ السَّمَاءِ فَهَيَّجَتْهُمَا عَلَى الْبُكَاءِ فَجَعَلَا يَبْكِيَانِ مَعَهَا

Dari Anas dia berkata; Tidak lama setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat, Abu Bakar berkata kepada Umar; 'Ikutlah dengan kami menuju ke rumah Ummu Aiman untuk mengunjunginya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu mengunjunginya. Dan ketika kami telah sampai di tempatnya, Ummu Aiman pun menangis. Lalu mereka berdua berkata kepadanya; Kenapa kau menangisi beliau, bukankah apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam? Ia menjawab: Bukanlah aku menangis karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi RasulNya, akan tetapi aku menangis karena dengan wafatnya beliau berarti wahyu dari langit telah terputus. Ummu Aiman pun membuat mereka berdua bersedih dan akhirnya mereka berduapun menangis bersamanya. HR Muslim (2454)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 45 : Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik) #Mukaddimah

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Mukaddimah Bab 45: Mengunjungi orang sholeh, berkumpul, bergaul, mencintai, meminta dikunjungi dan mohon doa dari mereka serta mengunjungi tempat-tempat yang baik


Audio 1:

Audio 2:

Audio 3:

Audio 4:

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Alloh Ta'ala berfirman,

Al-Kahf (الكهف) / 18:60

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".

Al-Kahf (الكهف) / 18:66

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

"Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Al-Kahf (الكهف) / 18:28

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ

"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya."

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين