Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 47: Ciri-ciri Kecintaan Allooh kepada hambanya, Anjuran Berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya) #3

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 47: Ciri-ciri kecintaan Allooh kepada hambanya, anjuran berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 3

وَعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

Dari 'Aisyah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus seorang laki-laki dalam sebuah eskpedisi militer, lantas laki-laki tersebut membaca untuk sahabatnya dalam shalatnya dengan QULHUWALLAHU AHAD (Surat al Ikhlash) dan menutupnya juga dengan surat itu. Dikala mereka pulang, mereka menceritakan hal ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian? ' Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, 'Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Arrahman, dan aku sedemikian menyukai membacanya.' Spontan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya." (Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (7375), Shahih Muslim (813)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

APAKAH MAYIT DISIKSA JIKA KELUARGA MENGADAKAN ACARA KUMPUL MALAM KE 7 , 40 , DAN SETERUSNYA?

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

APAKAH MAYIT DISIKSA JIKA KELUARGA MENGADAKAN ACARA KUMPUL MALAM KE 7 , 40 , DAN SETERUSNYA ?
-----------------------

Bismillah assalamu'alaikum,ada pertanyaan tlng diteruskan kpd syeikh abu fairuz

Bismillah,
Afw ada pertanyaan,apakh mayit disiksa dikubur jikah keluargax mengadakan acara malam ke 7 40.dan dst bagi simayit tersebut?
Jazaakumullohu khoiron


--------------------



(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله)

Kitab "Solusi Tepat Bagi Perbedaan Madzhab Dan Pendapat, Demi Kejayaan Umat"

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين

Dengan pertolongan Allah semata telah tercetak buku “Solusi Tepat Bagi Perbedaan Madzhab Dan Pendapat, Demi Kejayaan Umat", yang berisi:

Bab Satu:
__Langkah Yang Tepat Menyikapi Perselisihan.__

Pasal Satu:
__Perpecahan itu terlarang dan menyebabkan kelemahan.__

Pasal Dua:
__Mengobati Perbedaan Madzhab Dan Pertentangan Pendapat.__
Poin satu:
__Wajibnya merujuk pada Allah dan Rasul-Nya ﷺ.__
Poin dua:
__Pentingnya pemahaman Salaful Ummah.__
Poin tiga:
__Tidak boleh menakwilkan dalil yang sudah jelas maknanya demi kepentingan madzhab atau partai.__
Poin empat:
__Ijtihad yang boleh dan yang tidak diperbolehkan.__
Poin lima:
__Sikap terhadap ijtihad para ulama.__
Poin enam:
__Jangan bermudah-mudah menghukumi seseorang itu kafir atau mubtadi’.__

Bab Dua:
__Kunci Kemenangan dan Kejayaan Umat.__
__Berisi penjabaran dari tujuh belas kunci yang sangat penting.__

والحمد لله رب العالمين.

Spec:
Hardcover 130  halaman
Jilid Jahit

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar

BANTAHAN UNTUK DOKTOR ABDUL AZIZ DAN MUHAMMAD SYAHRUR DALAM MENAKWILKAN DAN MENGHALALKAN ZINA

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

MURTAD NYA DOKTOR ABDUL AZIZ DAN MUHAMMAD SYAHRUR  DALAM MENAKWILKAN DAN MENGHALALKAN ZINA



Ini jawaban singkat atas pertanyaan ikhwah tentang Doktor Abdul Aziz yang murtad itu. Murtad karena keyakinan dan dakwahnya, bukan karena kami adalah orang yang bermudah2 mengkafirkan orang lain.

BUKTI TAKWIL DAN PENGHALALAN ZINA OLEH ABDUL AZIZ ( edt ):

Abdul Aziz menjelaskan tentang Hubungan Intim di luar nikah tidak melanggar hukum Islam sesuai tafsir Muhammad Syahrur. Dalam Al-Quran tak ada definisi zina dan hanya disebut larangan berzina. Definisi zina berasal dari para ulama yang kemudian dikodifikasikan dalam fiqh atau tradisi hukum Islam.

Bagi Muhammad Syahrur, kata Abdul Aziz, hubungan intim disebut zina bila dipertontonkan ke publik. Bila hubungan itu dilakukan di ruang privat, berlandaskan suka sama suka, keduanya sudah dewasa, tidak ada penipuan, dan niatnya tulus maka tidak bisa disebut zina. Maka hubungan tersebut halal.




Di jawab oleh:
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حَفِظَهُ اللّٰه
Sumber Audio dari Al Akh Abu Shabir Wan Perwira Wan Adam Al Malayziy حَفِظَهُ اللّٰه
----------

RENUNGAN KEDUA TENTANG KASUS ABDUL AZIZ DOSEN IAIN SURAKARTA

Syaikh Abu Fairuz حَفِظَهُ اللّٰه berkata di dalam risalahnya:

Setelah ceramah singkat yang berisi bantahan terhadap Abdul Aziz Dosen IAIN Surakarta, beserta dalil-dalil dan kaidah-kaidah umum yang dia langgar, beserta fatwa sebagian ulama tentang si Abdul Aziz tadi, yang mana hal itu layak menjadi bahan renungan yang pertama, pada kesempatan ini saya mengajak saudara-saudara saya kaum Muslimin untuk melakukan perenungan yang kedua terhadap kasus dia itu. Ini sekedar sumbangan sederhana dari saya untuk saudara-saudara saya yang lebih dulu berjasa melawan kebatilan yang menghantam hukum pasti yang telah final di dalam Islam, yang mana kebatilan tadi digelorakan oleh dai sesat tersebut.


Saya –Abu Fairuz Al Indonesiy Al Jawiy وفقه الله menyimpulkan sebagai berikut:

Pertama: Abdul Aziz ini adalah dosen tetap bagian Hukum Keluarga Islam di Fakultas Syariah IAIN Surakarta, dengan jabatan fungsional Lektor Kepala. Lulus dalam pendidikan S1 dan S2, dan sedang mengejar gelar Doktor. Ini menunjukkan bahwasanya dia adalah orang yang telah banyak mempelajari sekian banyak dalil-dalil dan ucapan para imam dan ulama Islam, sampai bahkan diangkat sebagai dosen di fakultas syariat. Dia bukan orang jahil.

Kedua: Abdul Aziz dalam mengejar gelar Doktor, dia membuat disertasi berjudul "Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrul sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital". Dia setelah mengetahui sekian banyak dalil wahyu dari Al Qur'an dan As Sunnah, dan mengetahui sekian banyak tafsir para Salaf dan imam kaum Muslimin, dia lebih memilih pemikiran seorang tokoh pemikir Suriah yang lama menetap di Rusia itu.

Ketiga: alasan Abdul Aziz memilih pemikiran Muhammad Syahrul adalah: si Abdul Aziz prihatin akan pandangan negatif masyarakat terhadap perbuatan pelaku seks di luar nikah. Mereka yang melakukannya acap kali mendapat kriminalisasi yang berupa hukum rajam. Ini menunjukkan bahwasanya Abdul Aziz justru memihak pada para pezina, dan justru menentang hukum Allah dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم terhadap para pezina.

Keempat: Abdul Aziz menetapkan bahwasanya hukum rajam yang ditetapkan oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم adalah kriminalitas (suatu kejahatan).

Kelima: Abdul Aziz menetapkan bahwasanya hubungan seksual di luar ikatan pernikahan adalah hak asasi manusia. Ini menguatkan bahwasanya Abdul Aziz menghalalkan perzinaan, hanya saja dia nanti berlindung di balik qiyas perbudakan.

Keenam: Abdul Aziz merasa prihatin atas kekasaran yang dialami oleh para pelaku perzinaan yang mana mereka dalam terkena hukum rajam yang dia katakan sebagai kriminalitas (kejahatan).

Ketujuh: Abdul Aziz merasa gelisah akan penegakan hukum rajam bagi pelaku zina dan menganggap hukum Allah dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم itu sedemikian kejam. Ini menunjukkan bahwasanya Abdul Aziz tidak ridha pada hukum yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan, bahkan dia memvonis bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya tadi sedemikian kejam. Inilah yang membuat dia gelisah dan menamakan kegelisahannya tadi sebagai “Kegelisahan intelektual”.

Kedelapan: Aziz menyindir umat Islam dan lebih membesar-besarkan Negara lain. Dia mengatakan: “Seks di luar nikah di negara lain sangat terbuka. Berbeda dengan Indonesia, atau negara lain yang mayoritas penduduknya Islam. Hukum Islam yang konservatif, tabu, mengangkat seks di luar nikah apalagi mendobraknya”. Ini adalah sindiran dan penghinaan yang nyata terhadap umat Islam, dan dia lebih mengutamakan Negara-negara yang menganut ajaran najis seks bebas, yang pada hakikatnya menyamakan antara manusia dengan binatang dan para setan.

Kesembilan: Abdul Aziz telah menampakkan kecondongannya pada Negara Iran yang berakidah Syi’ah Rafidhah.

Baca secara lengkap pada file pdf disini

Semoga bermanfa'at
------------------

RENUNGAN KETIGA TENTANG KASUS ABDUL AZIZ DOSEN IAIN SURAKARTA

Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حَفِظَهُ اللّٰه berkata di dalam risalah nya di atas pada hal 6 dan hal 7:

Al Imam Abu Syamah Asy Syafi’iy رحمه الله berkata: “... karena orang yang menyebarkan kebatilan di tengah-tengah manusia, dan dia menisbatkan itu kepada agama ini; tobatnya dari kebatilan tadi tidak sah kecuali dengan pengumuman dan penampakan tobatnya, sehingga orang orang mengetahui rujuknya dia dari kedustaannya, dan sehingga orang-orang mengetahui pendustaannya terhadap dirinya sendiri, berdasarkan firman Allah عز وجل (lalu Beliau menyebutkan ayat di atas).

Maka Allah سبحانه وتعالى menerangkan di dalam ayat ini bahwasanya barangsiapa menyembunyikan kebenaran sedikit saja; tobatnya itu tidak sah dari kesalahannya tadi kecuali setelah perbaikan dan penerangan”.
(Selesai dari “Al Ba’its ‘Ala Inkaril Bida’ Wal Hawadits”/hal. 116).

Kemudian, saya –Abu Fairuz وفقه الله menyimpulkan dari hasil wawancara Kompas dengan Abdul Aziz pada tanggal 4 September 2019 di gedung Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta:

Pertama: Abdul Aziz menyatakan bahwa disertasinya yang menyebabkan dia dianggap melegalkan hubungan seksual di luar nikah, dirinya hanya menuliskan pemikiran Muhammad Syahrur, seorang profesor Teknik Sipil Emeritus di Universitas Damaskus, Suriah, tentang konsep  Milk Al-Yamin.

Ini menunjukkan ruginya Abdul Aziz karena berpaling dari dalil-dalil yang amat banyak dan amat jelas di dalam Al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم serta pemahaman para Salaf tentang haramnya zina; dia berpaling dari itu semua demi mengekor seorang profesor teknik sipil yang membuka pintu zina.

Kedua: Abdul Aziz mendukung dan menyebarkan pemikiran si Muhammad Syahrur dengan alasan: "Memikirkan kriminalisasi (dalam hubungan seksual di luar nikah). Sampai dirajam, sering penggerebekan-penggerebekan”. Ini jelas sekali bahwasanya dia bukan hanya menukil kan ucapan si Muhammad Syahrur, namun bahkan mendukungnya demi memerangi hukum rajam yang telah ditetapkan oleh Allah ta’ala dan Rasul صلى الله عليه وسلم.

Ketiga: Abdul Aziz berkata tentang para pezina: “Bukan salah mereka. Siapa yang dirugikan coba. Tidak ada," ungkapnya. Itu jelas sekali menunjukkan bahwasanya Abdul Aziz pada tanggal 4 September 2019 masih saja meyakini halalnya perzinaan, dan menentang hukum rajam. Maka di manakah kejujuran pengakuan rujuk dan minta maaf pada umat Islam?! Itu semua kedustaan dari dia.

Syarat pertama: Apakah nampak penyesalan? Belum.

Syarat kedua: apakah dia berhenti dari pemikiran sesatnya itu? Belum.

Syarat ketiga: apakah dia bertekad tidak mengulang lagi? Baru sehari (tanggal 3/9/2019) dia minta maaf, ternyata tanggal 4/9/2019 dia mendengungkan lagi akidah jahatnya itu.

Syarat keempat: apakah dia telah memperbaiki apa yang dirusaknya? Belum nampak, bahkan dia membela akidah rusaknya yang menghalalkan perzinaan itu.

Syarat kelima: apakah dia telah menerangkan bahwasanya pemikirannya itu salah, dan dirinya telah berdusta atas nama Allah, dan sekarang dia menerangkan hukum yang benar yang menjadi hukum Allah? Belum.

Kesimpulannya: dia belum sah tobatnya, maka hukum yang layak untuk dirinya masih berlaku pada dirinya.


Baca secara lengkap pada file pdf disini

Semoga bermanfa'at
بارك الله فيكم
-------------------

RENUNGAN KE EMPAT TENTANG KASUS SI PENGHALAL ZINA ABDUL AZIZ YANG JAHAT

Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حَفِظَهُ اللّٰه berkata di dalam risalah nya di atas hal 6:

Namun setelah itu tetap saja si Abdul Aziz menampilkan pemikirannya yang menentang perkara yang telah pasti hukumnya di dalam Islam.
Haramnya zina adalah perkara yang telah sangat pasti sebagaimana wajibnya shalat lima waktu. Barangsiapa menentang itu maka dia itu kafir.
Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdasiy Al Hanbaliy  رحمه الله berkata: “Sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat itu tidak kosong dari kemungkinan: boleh jadi dia menentang wajibnya sholat, atau tidak menentang.

Jika dia menentang wajibnya sholat; perlu diperhatikan: jika dia itu tidak tahu hukumnya, dan dia memang termasuk dari orang yang tidak tahu akan wajibnya sholat seperti orang yang baru saja masuk Islam, dan orang yang tumbuh di pedalaman- dia harus diperkenalkan dan diajari akan wajibnya sholat. Dan dia tidak dihukumi kafir, karena dia mendapatkan udzur.

Namun jika dia tidak termasuk dari orang yang tidak tahu akan wajibnya sholat, seperti orang yang tumbuh dari keluarga Muslimin di kota-kota dan desa-desa; maka dia itu tidak mendapatkan udzur, dan tidaklah diterima pernyataannya bahwasanya dirinya itu tidak tahu. Dan dia dihukumi sebagai orang kafir, karena dalil-dalil tentang wajibnya sholat itu sangat jelas di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dan kaum Muslimin melaksanakannya secara terus-menerus.

Maka wajibnya sholat tidaklah tersamarkan bagi orang yang seperti itu keadaannya. Dan tidaklah orang itu menentang wajibnya sholat kecuali karena memang dia mendustakan Allah ta’ala, mendustakan Rasul-Nya, dan mendustakan kesepakatan kaum Muslimin. Dan orang itu menjadi murtad dari Islam, dan hukumnya adalah hukum orang-orang murtad yang lainnya dalam masalah tuntutan untuk bertobat dan dibunuh (jika membangkang –pen). Dan aku tidak mengetahui adanya perselisihan dalam masalah ini”. (“Al Mughni”/2/hal. 297).

Maka semua orang yang mengingkari perkara yang telah sangat pasti hukumnya di dalam Islam; dia itu adalah murtad.

Al Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafiy  رحمه الله berkata: “Dan hanyalah yang kafir itu: orang yang menentang perkara yang telah diketahui (hukumnya) dengan sangat pasti di dalam agama ini”. (“At Tanbih ‘Ala Musykilatil Hidayah”/Ibnu Abil ‘Izz/2/hal. 641).

Manakala perzinaan itu telah diketahui keharamannya secara pasti di dalam agama Islam ini; maka orang yang mengingkari keharamannya adalah murtad.

Al Imam Ibnul Mulaqqin Asy Syafi’iy  رحمه الله berkata tentang kriteria orang yang murtad: “...
atau menghalalkan perkara yang telah diharamkan secara ijma’ dan dia telah telah tahu keharamannya secara sangat pasti dalam agama Islam, dan tidak mungkin hal itu tersamarkan bagi dirinya, seperti: perzinaan, homoseksual, minum khamr, ... dan seterusnya”. (“Tuhfatul Minhaj”/Ibnul Mulaqqin 38/hal. 239).

Maka Abdul Aziz telah membahayakan agamanya sendiri dengan sengaja memperjuangkan dihalalkannya perzinaan.

Maka jangan salahkan orang yang mengkafirkan dirinya, dan jangan pula menuduh orang lain sebagai jamaah Takfir, tapi hendaknya dialah yang segera bertobat.

Kesepuluh: Aziz yang juga Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta juga meminta maaf. Meski begitu, dia menganggap biasa semua kritikan terhadap disertasinya. “Saya meminta maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini,” katanya.
Apakah syarat-syarat tobat telah terpenuhi? Belum.

Al Imam Ibnul Qayyim  رحمه الله berkata: Maka tobatnya orang-orang yang fasik dari sisi keyakinan-keyakinan yang rusak itu adalah:
dengan murni mengikuti As Sunnah. Dan hal itu juga tidak cukup dari mereka sampai mereka menjelaskan rusaknya pemikiran bid’ah yang dulu mereka ada di atasnya, karena yang namanya tobat dari suatu dosa adalah dengan mengerjakan kebalikannya.

Baca secara lengkap pada file pdf disini,
Semoga bermanfa'at,
بارك الله فيكم

RENUNGAN KE LIMA TENTANG KASUS ABDUL AZIZ SI PENGHALAL ZINA

Asy-Syaikh Abu Fairuz حَفِظَهُ اللّٰه berkata pada risalah nya renungan kelima tentang kasus Abdul Aziz si penghalal zina hal 9 dan 10

Yang kelima belas: saat Abdul Aziz ditanya:
“Sebenarnya setuju dengan pendapat Muhammad Syahrur?”
Dia menjawab: "Terlepas setuju atau tidak, saya memandang teori Syahrur dapat membantu persoalan ini”.

Masih saja dia tidak mengakui batilnya pendapat Muhammad Syahrur. Bahkan dia masih memandang benar dan bermanfaatnya teori Muhammad Syahrur tersebut.

Kenapa berkelit dari menjawab setuju atau tidak setuju? Bukankah sejak tanggal 3 atau bahkan sebelumnya dia sudah menyatakan diri minta maaf dan akan merevisi sehingga sebagian orang menyangka si Abdul Aziz sudah bertobat. Kenapa sampai tanggal 16 itu dia masih saja tidak memenuhi syarat sah tobat?

Ucapan dia baru saja tadi menunjukkan bersikerasnya dia akan benarnya keyakinannya yang dulu.

Apakah nampak adanya penyesalan atas kesalahan itu? Tidak.

Apakah dia berhenti dari pemikiran sesatnya itu? Belum.

Apakah dia bertekad tidak mengulang lagi?
Bahkan dia mendengung dengungkan lagi akidah jahatnya itu.

Apakah dia telah memperbaiki apa yang dirusaknya? Belum nampak, bahkan dia membela akidah rusaknya yang menghalalkan perzinaan itu.

Apakah dia telah menerangkan bahwasanya pemikirannya itu salah, dan dirinya telah berdusta atas nama Allah, dan sekarang dia menerangkan hukum yang benar yang menjadi hukum Allah? Belum.

Apakah si Abdul Aziz telah menerangkan bahwasanya hubungan seksual di luar ikatan pernikahan adalah haram sebagaimana yang diterangkan di dalam hukum Allah dan Rasul-Nya?
Belum.

Apakah si Abdul Aziz telah mengumumkan bahwasanya pemikiran dia yang tertuang dalam disertasi dia adalah pemikiran yang rusak dan menyimpang?
Belum.

Apakah Abdul Aziz mengakui batil dan kejinya ucapan dia bahwasanya hukum rajam bagi pezina muhshan adalah kriminalitas dan kekejaman? Belum.

Apakah Abdul Aziz sudah mengakui bahwasanya hukum rajam bagi pezina muhshan adalah kebenaran? Belum.

Maka syarat tobat belum terpenuhi, setelah dia mengingkari perkara yang telah pasti keharamannya dalam agama ini, dan sudah banyak orang yang mengingatkannya sepanjang tiga tahun dan setelah itu sampai tanggal 6.

Yang keenam belas: saat ditanya: “Apa tujuan jangka panjang disertasi itu Pak?” si Abdul Aziz justru menjawab: “Ya semoga bisa bermanfaat untuk kesejahteraan dan peradaban umat manusia”.

Ini adalah penipuan besar: menghalalkan zina sedikit-demi sedikit, sambil mencerca hukum rajam dan mengejek umat Islam sambil membesar-besarkan peradaban masyarakat barat yang biasa berzina bagaikan binatang; tahu-tahu si Abdul Aziz mengharapkan dakwah jahat dia itu bisa bermanfaat untuk kesejahteraan dan peradaban umat manusia.

Ulasan dari Bab Satu:
Sengaja saya –Abu Fairuz  وفقه الله mengumpulkan data semampunya dari berbagai sumber yang tersebar dan tidak diingkari oleh pelakunya sendiri untuk lebih memperjelas gambar masalah yang ditanyakan oleh banyak ikhwah.

Kalaupun berita dari satu orang itu dianggap kurang kuat, maka dia ditopang oleh berbagai sumber yang lainnya yang kenyataannya tidak diingkari oleh pelakunya.

Dan dengan itu diharapkan hukumpun menjadi lebih jelas dan tepat, sambil berusaha semampunya untuk tidak menzhalimi siapapun.

Al Imam Ibnun Najjar Al Futuhiy Al Hanbaliy رحمه الله berkata: “... karena sesungguhnya jika dia tidak punya penggambaran terhadap hukum-hukum, dia tidak mampu untuk menetapkannya ataupun meniadakannya, karena hukum terhadap suatu perkara adalah cabang dari penggambarannya”. (“Al Kaukabul Munir”/Al Futuhiy/1/hal. 17).

Baca secara lengkap pada file pdf disini,
semoga bermanfa'at
بارك الله فيكم

HUKUM QASIDAH

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

HUKUM QASIDAH

 بسم الله ، السلام عليكم و رحمة الله و بركاته يا شيخ

Hafizakumullah ya syeikhuna , Ana ingin bertanyakan satu soalan , apa yg ingin dilakukan oleh mereka yg menghalalkan Qasidah dgn Dalil bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم disambut kali pertama oleh Penduduk Madinah semasa Hijrah dgn Qasidah ??


Mohon penjelasan ya syeikhuna , Jazakumullahu Khayran
--------------------


(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله)

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 47: Ciri-ciri Kecintaan Allooh kepada hambanya, Anjuran Berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya) #2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 47: Ciri-ciri kecintaan Allooh kepada hambanya, anjuran berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya

Audio 1:

Audio 2:

Audio 3:


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 2

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي أَهْلِ الْأَرْضِ


Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka wa Ta'ala jika mencintai seseorang, Ia memanggil Jibril 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia, sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru, 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia, maka penghuni langit pun mencintainya, sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi."(Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (7485), Shahih Muslim (2637)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 47: Ciri-ciri Kecintaan Allooh kepada hambanya, Anjuran Berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Mukaddimah Bab 47: Ciri-ciri kecintaan Allooh kepada hambanya, anjuran berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya

Audio 1:

Audio 2:


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 1

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

Dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. (HR. Al-Bukhari)

Shahih Al-Bukhari (6502)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 47: Ciri-ciri Kecintaan Allooh kepada hambanya, Anjuran Berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya) #Mukaddimah

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Mukaddimah Bab 47: Ciri-ciri kecintaan Allooh kepada hambanya, anjuran berakhlak dengannya serta usaha untuk mencapainya

Audio 1:

Audio 2:


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Allooh Ta'ala berfirman,

Ali 'Imran (آل عمران) / 3:31

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Ma'idah (المائدة) / 5:54

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 46: Keutamaan cinta karena Allooh dan anjuran untuk melakukannya) #11

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 46: Keutamaan cinta karena Allooh dan anjuran untuk melakukannya


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 11

Dari Anas Radhiyallohu Anhu, ia berkata, "Ada seorang laki-laki yang berada dekat Nabi Shallallohu Alaihi wa Sallam, kemudian seorang melewatinya, lalu ia berkata, "Wahai Rasululloh, sesungguhnya aku mencintai orang itu," Nabi Shallallohu Alaihi wa Sallam bertanya, "Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?" Dia menjawab, "Belum." Beliau bersabda, "Beritahukanlah kepadanya." Kemudian ia menemui orang itu dan berkata, "Sesungguhnya aku mencintaimu kerana Allooh." Orang itu menjawab, "Semoga Allooh mencintaimu kerana kamu telah mencintaiku kerana-Nya." (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shahih)

Shahih Abu Dawud Al-Albani Rahimahulloh (4274)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Kitab “Bimbingan Dalam Perjalanan Dan Penerbangan”

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين

Dengan pertolongan Allah semata telah tercetak kitab “Bimbingan Dalam Perjalanan Dan Penerbangan”, terjemah Kitab “Nashihatun ‘Abiratun ‘Ala Matnith Thairah”, sebagai nasihat singkat yang ditulis oleh Fadhilatusy Syaikh Abu Amr Abdul Karim Bin Ahmad Al Hajuriy Al Umariy حفظه الله di atas kapal terbang.


Inti dari risalah beliau ini adalah bimbingan dan nasihat untuk para penumpang pesawat udara, agar perjalanan mereka lebih terbimbing dan diberkahi. Namun di dalamnya juga banyak butiran-butiran mutiara yang bagus untuk menjadi pedoman bagi keumuman para musafir yang berjalan kaki ataupun mengendarai kendaraan apapun.

Bahkan di dalamnya banyak intan berlian yang sangat bernilai tinggi bagi keumuman kaum Muslimin yang tengah mengadakan perjalanan melintasi dunia yang menjadi jembatan antara alam ruh dengan alam Akhirat.

Secara global isinya adalah sebagai berikut:
Pertama: Ayat dan hadits yang mengisyaratkan akan adanya kendaraan-kendaraan modern, dan tafsir ulama tentang itu.

Kedua: tanda kekuasaan Allah ta’ala pada burung di angkasa.

Ketiga: keringanan bagi para musafir dalam masalah bersuci, shalat dan puasa.

Keempat: keutamaan syukur dan bahayanya mengingkari nikmat Allah.

Kelima: kewajiban mentauhidkan Allah dan bertakwa kepada-Nya di seluruh situasi.

Keenam: pentingnya menulis wasiat.

Ketujuh: pentingnya memeriksa keadaan pesawat terbang sebelum berangkat.

Kedelapan: pentingnya tawakkal pada Allah.

Kesembilan: doa saat keluar rumah.

Kesepuluh: doa saat berangkat safar, dan doa saat pulang.

Kesebelas: selalu berbaik sangka pada Allah.

Kedua belas: syarat-syarat bersafar ke Negara kafir.

Ketiga belas: hukum tinggal di Negara Kafir, dan wajibnya hijrah ke Negara Islam.

Keempat belas: wajibnya memilih pemimpin rombongan, dan hikmah dalam masalah itu.

Kelima belas: wajibnya mengagungkan shalat.

Keenam belas: kemaksiatan adalah sebab kekalahan dan kehinaan kaum Muslimin.

Ketujuh belas: pentingnya melestarikan bahasa Arab.

Kedelapan belas: bahayanya menyerupai orang kafir.

Kesembilan belas: pentingnya berpakaian dengan pakaian umat Islam.

Kedua puluh: terlaknatnya sepuluh jenis orang karena minuman keras.

Kedua puluh satu: terlaknatnya penyanyi dan pemain music.

Kedua puluh dua: wajibnya memelihara pandangan mata.

Kedua puluh tiga: haramnya ikhtilath antara lelaki dan perempuan.

Kedua puluh empat: haramnya wanita bersafar tanpa mahram.

Kedua puluh lima: mewaspadai fitnah wanita.

Kedua puluh enam: mewaspadai fitnah dunia dan hinanya dunia.

Kedua puluh tujuh: pentingnya qana’ah.

Kedua puluh delapan: mencari rezeki yang halal-halal saja.

Kedua puluh sembilan: bersikap lembut pada anggota rombongan.

Ketiga puluh: saling menolong di antara anggota rombongan.

Ketiga puluh satu: bersabar di atas kebaikan.

Ketiga puluh dua: mendengarkan dzikir dan nasihat.

Ketiga puluh tiga: pentingnya rihlah (mengembara) dalam menuntut ilmu dan pengalaman, serta meraih keutamaan.

Ketiga puluh empat: jagalah agamamu.

Ketiga puluh lima: kesengsaraan jiwa orang kafir.

Ketiga puluh enam: pentingnya menebarkan dakwah Islam.

Ketiga puluh tujuh: setia di atas Sunnah, dan menjauh dari bid’ah.

Ketiga puluh delapan: bahayanya bercita-cita menjadi pilot kapal terbang.

والحمد لله رب العالمين.
Spec :
Hardcover 104  halaman
Jilid Jahit

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 46: Keutamaan cinta karena Allooh dan anjuran untuk melakukannya) #10

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 46: Keutamaan cinta karena Allooh dan anjuran untuk melakukannya

Sesi 1:

Sesi 2:


📣 Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 10

Dari Mu'adz Radhiyallahu Anhu, bahawa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah memegang tangannya seraya bersabda, "Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berpesan kepadamu, wahai Mu'adz, jangan sekali-kali kamu lupakan setiap selesai shalat untuk membaca, "Ya Allah, berilah aku pertolongan untuk selalu ingat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan menyempurnakan ibadah kepada-Mu." (HR. Abu Dawud & An-Nasa'i dengan sanad yang shahih)

Shahih Abu Dawud (1362)
Shahih An-Nasa'i Albani Rahimahullah (1236)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين  

Penuntut Ilmu 5 dan 6

PENUNTUT ILMU 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Edisi Penuntut Ilmu 5️⃣

Bagaimana keadaan orang yang belajar dari kitab-kitab semata atau belajar dari orang yang mengambil ilmu secara otodidak bukan dari ulama secara langsung... 

Sesungguhnya terdapat adanya bahaya yang sangat besar terhadap suatu penjelasan yang tidak diketahui dari kitab-kitab yang ditulis oleh ulama ahlus sunnah tanpa dia belajar langsung dari ulama tersebut atau dari para muridnya atau juga dari orang alim yang lainnya...


Lantaran bisa jadi dia akan membaca kalam dalam kitab yang tidak ditulis oleh sang ulamanya...

Disebabkan kesalahan dalam penulisan, jeleknya tulisan, jeleknya penukilan, tidak fahamnya akan madzhab sang ulama, adanya ketidak fahaman lafazh-lafazh atau istilah-istilah yang ditulis oleh ulama, dan sebab-sebab yang lainnya...

Sehingga akibatnya akan banyak terjadi kerusakan seperti kesalah fahaman, pemalingan makna dan kekeliruan-kekeliruan lainnya serta akan mengeluarkan kemuliaan sebuah ilmu dengan terhinanya nilai-nilai keilmuan tersebut...




Edisi Penuntut Ilmu 6️⃣

Bagaimana keadaan orang yang memiliki anggapan bahwa kitab-kitab para ulama bisa mengangkat kebodohan yang ada pada diri orang-orang yang bodoh... 

Lantaran sungguh (benar-benar) terjadi di jaman sekarang ini, orang-orang itu mencukupkan diri hanya dengan belajar melalui bacaan-bacaan dari kitab-kitab para ulama semata tanpa belajar langsung kepada para ulama...

Sementara tidaklah ilmu itu diambil dari kitab-kitab melainkan kitab-kitab itu hanyalah sarana bagi penuntut ilmu untuk membantu memahami ilmu dan dia itu sarana muroja'ah bagi orang-orang yang alim...

Sehingga seorang penuntut ilmu itu sangat membutuhkan akan bimbingan dari para ulama terhadap kitab-kitab para ulama yang mereka miliki...

Disampaikan oleh :

Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله

🌐 Bgm dgn anggapan bahwa kitab² bisa mengangkat kebodohan orang² yg bodoh tanpa bimbingan ulama...




Disampaikan oleh:
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsy حَفِظَهُ اللّٰه 

Sikap Yang Benar Terhadap Ijtihad dan Khilaf

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

Bagaimana sikap yang benar terhadap ijtihad dan khilaf ulama serta menjawab syubhat² para hizbiyyun

Seri ke-1


Seri ke-2


Seri ke-3


Seri ke-4


Bagaimana jadinya bila perkara ijtihad dalam urusan agama ini tidak diserahkan kepada ahlinya...

larangan berbuat bid'ah, Sunnah yang Shohihah saja masih banyak yang belum kita kerjakan bagaimana kita mau tambah tambah dengan mengerjakan amalan buatan sendiri



Di sampaikan oleh :
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy Al Qudsiy حَفِظَهُ اللّٰه 

Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah

"Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah"

📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-1 Sesi-1]
🕰 (Jam 10.00 wib; Senin, 11 Syawal 1439 | 25-06-2018 M)


📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-1 Sesi-2]
🕰 (Jam 15.30 wib; Senin, 11 Syawal 1439 | 25-06-2018 M)


📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-1 Sesi-3]
🕰 (Jam 18.00 wib; Senin Malam, 12 Syawal 1439 | 25-06-2018 M)


📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-2 Sesi-1]
🕰 (Jam 09.30 wib; Selasa, 12 Syawal 1439 | 26-06-2018 M)


📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-2 Sesi-2]
🕰 (Jam 15.30 wib; Selasa, 12 Syawal 1439 | 26-06-2018 M)


📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-2 Sesi-3]
🕰 (Jam 18.00 wib; Selasa Malam, 13 Syawal 1439 | 26-06-2018 M)


📼 Rekaman Dauroh Kitab [Hari-3 Selesai]
🕰 (waktu Dhuha jam 09.30 wib, Rabu, 13 Syawal 1439 | 27-06-2018 M)


📚 Kitab:
التعاليق الثمينة على نصيحةالإمام الوادعي لإصلاح أهل السنة

✒ Ta'liq/Catatan Kaki oleh:
Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al-Indunisiy Al-Jawiy Al-Qudsiy waffaqohullohu wa ghofaro lahu

🎙 Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al-Indunisiy Al-Jawiy Al-Qudsiy hafizhohullohu ta'ala

di Masjid Al-Abror, Ngembal BotoLor Kudus Jawa Tengah

Sumber Audio dari Al Akh Abu Abdillaah Ahmad Ghozali Al Qudsiy حَفِظَهُ اللّٰه

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz
https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link https://drive.google.com/file/d//view?usp=drive_link

AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT

AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT

Download file pdf klik disini

Majlis 1:


Majlis 2:


Majlis 3:


Majlis 4:


Majlis 5:


Tanya Jawab:


🎙 Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Di Masjid Al Hijroh Warujayeng nganjuk

Sumber Audio dari Al Akh Abu Bilqis حَفِظَهُ اللّٰه

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

Sebab-sebab Sempurnanya Hidayah

Sebab-sebab Sempurnanya Hidayah


Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه


Di Masjid Al Hijroh Warujayeng nganjuk

Sumber Audio dari Al Akh Abu Bilqis حَفِظَهُ اللّٰه

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

Berbekallah Dengan Taqwa

Khutbah Jum'at

Berbekallah Dengan Taqwa


Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه



Di Masjid Al Hijroh Warujayeng nganjuk

Sumber Audio dari Al Akh Abu Bilqis حَفِظَهُ اللّٰه

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

SEBAB-SEBAB KERIDHAAN ALLAHﷻ

SEBAB-SEBAB KERIDHAAN ALLAHﷻ


Bersama:
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله



 Faidah :

Sebab² Keridhaan Allah ﷻ :
1. Tauhid
2. Berpegang teguh dengan Tali Allahﷻ
3. Nasihat kepada Penguasa
4. Keimanan secara umum
5. Beramal Shalih

6. Infaq karena Allahﷻ
7. Ittiba'us Shohabah
8. Membenci orang kafir
9. Kokoh diatas kebenaran
10. At Taqwa

(Faidah muhadhoroh bersama Asy Syaikh Abu Fairuz Al Jawiy حفظه الله, 27 Romadhon 1439 / 12 -6-2018 )

-----------------------------

Tanbih :
10 poin diatas adalah bukan bentuk pembatasan dari Sebab- sebab mendapatkan Ridho Allah ﷻ , dikarenakan masih banyak lagi sebab sebab ridho Allah berdasarkan Alqur'an dan Assunnah yang belum tersampaikan dikarenakan terbatas nya waktu muhadhoroh
Baarakallahu fiykum..

Selasa 27 Romadhon 1439 | 12-6-2018 M

Tempat : Masjid Darul Amal Ngekluk Kauman Banyubiru Kab Semarang

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAdDailamiy

Dan asal dari ibadah adalah pengharoman

Sumber Channel Telegram: @Maktabahfairuzaddailamiy's

🎙oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه 



Kaedah
الأصل في الأشياء الدنياوية الإباحة
📍 Asal dari urusan urusan duniawi adalah pembolehan.

والأصل في العبادة المحرمة التحريم
📍 Dan asal dari ibadah adalah pengharoman.

Memang ini, disebutkan di dalam kitab kitab fiqh dan kitab usul usul fiqh dari berbagai madzhab.


1. الأصل في الأشياء الدنياوية الإباحة 
Asal dari perkara perkara duniawi adalah di perbolehkan kerana
Allah taa'la sendiri telah berfirman,

 هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
- البقرة ٢٩

Dialah yg menciptakan untuk kalian semuanya, segala yg ada di bumi ini.

Jadi memang asal segala benda dan segala perkara dibumi ini adalah halal. Perkara perkara keduniaan, itu adalah halal.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,

أنتم أعلم مني بأمور الدنياكم

Kalian lebih tahu daripada aku ttg urusan dunia kalian

Ketika semula Rasulullah sallallahu alai wasallam berpandangan bahawasanya mengahwinkan tanaman ini tidak bermenafaat, sehingga para sahabat pun berhenti, ternyata hasilnya tidak bagus setelah itu. Kemudian ketika Rasulullah tanya kenapa hasilnya tidak bagus. Ada yg mengatakan begini, maka kemudian Rasulullah menyebutkan itu. Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian.

Ini menunjukkan asal dari urusan urusan duniawi adalah halal.

2. والأصل في العبادة التحريم
Dan asal dari ibadah adalah pengharoman.

kerana memang Allah subhanahu wataala sendiri telah berfirman,

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 
- الحجرات ١

Wahai orang orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan rosulNya, dan bertakwalah kalian kpd Allah kerana  sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

📍Ini menunjukkan bahawasanya tidak boleh kita mendahului Allah dan rosulNya didalam perkara agama.

Demikian pula Allah taa'la mengancam orang orang yg membuat bid'ah bid'ah di dalam urusan agama ini tanpa meminta izin dari Allah dulu. Sebagaimana firman Allah taa'la,

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 
- الشورى ٢١

Apakah mereka memiliki sekutu sekutu yg  mengizinkan utk mereka, yg mensyariatkan utk mereka, sebahagian dari urusan agama tanpa izin dari Allah. Kalau bukan kerana kalimat keputusan, niscaya mereka telah diberikan keputusan sekarang juga.
Kalimat keputusan yg Allah tetapkan itu akan Allah sebutkan, akan dijalankan di hari kiamat.
Dan sesungguhnya orang orang yang zalim itu, mereka akan mendapatkan siksaan yg pedih.

Ini menunjukkan bahawasanya barangsiapa yg membuat buat didalam urusan agama, dia di hukumi zalim. Siapa yg menghukumi? Allah yg menghukumi, bukan Nabi, bukan orang orang Wahhabi. Tapi ini, Allah yg menghukumi orang itu zalim dan Allah menetapkan mereka akan mendapatkan siksaan yg pedih. Oleh kerana itulah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga telah bersabda,

من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد  
أخرجه مسلم (1718)

Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yg tidak ada diatasnya syariat kami, maka dia itu tertolak.
hadis Aisyah, yg diriwayatkan oleh Imam Muslim.

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد 

أخرجه البخاري (2697) ومسلم (1718)

Barangsiapa membuat   perkara baru didalam urusan syariat kami ini, padahal ini bukan bagian dari syariat kami,  maka amalannya itu tertolak.
hadis riwayat Bukhari Muslim dari Aisyah

Ini menunjukkan asal dari perkara ibadah adalah *pengharoman*. Yaitu kita diharamkan untuk menjalankan suatu amalan ritual, amalan yg bersifat ibadah sampai ada izin dari Allah, sampai ada syariat yg disampaikan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Juga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam  telah menyebutkan, 

وإياكم ومحدثات الأمور ؛ فإن كل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار


Hindarkan oleh kalian perkara yg baru kerana sesungguhnya seburuk buruk perkara adalah perkara yg baru, dan setiap perkara yg baru adalah sesat.

Sesungguhnya semua perkara yg baru adalah bid'ah, dan semua kebid'ahan adalah sesat. Dan setiap kesesatan didalam neraka. Yaitu apa. Dalam hadih Irbadh bin Sariyah

Dan juga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah bersabda
اما بعد فان خيرا الحديث كتاب الله، و خيرا هدي هدي محمد صلى الله عليه وسلام وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة  

Amma ba'du, Sesungguhnya sebaik baik ucapan adalah firman Allah dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan seburuk buruk perkara adalah perkara yg dibuat buat (perkara baru didalam agama) dan setiap perkara baru adalah sesat dan seterusnya...hadis yg diriwayat Imam Muslim dari Jabir radiyAllahu anhu.

📍Ini menunjukkan bahawasanya asal dari peribadatan adalah haram sampai Allah dan rosulNya yg mendatangkan syariat tersebut.

Kalau syariat itu boleh dibuat buat sendiri, tidak perlu Allah taa'la menurunkan kitab suci dan tidak perlu Allah taala mengirimkan rosul. Cukup kita membuat sendiri dgn perasaan kita atau akal kita atau hasil dari pemikiran kita dan seterusnya.

طيب
Oleh kerana itulah, maka para ulama, para imam besar (bukan orang orang zaman sekarang atau orang orang yg belakangan tapi para imam besar zaman dahulu dari berbagqi madzhab, mereka telah menetapkan kaedah tadi.

الأصل في العبادة التحريم
Asal dari ibadah adalah diharomkan
حتى يأتي الدليل عليها
sampai datangnya dalil yg menunjukkan diperbolehkannya perbuatan tadi.

والأصل في الأشيأ الدنياوية الإباحة حتى يأتي الدليل على تحريمها
Dan asal dari perkara duniawi (keduniaan) adalah boleh, sampai datang dalil yg mengharomkannya.

والله تعالى اعلم
والحمدلله رب العالمين

Cara Beragama Yang Benar

Cara Beragama Yang Benar


Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه

Perselisihan
Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah.


الشورى. ١٠

Jalan keluar - kembali kpd Allah dan RasulNya diatas *manhaj salaf*

🌈*Ikut agama yg di bawa oleh para sahabat - asbab mendapat petunjuk.*

🔥Berpaling dari pemahaman para sahabat akan membawa perpecahan.

📍Sirotul Mustaqim - Muhammad dan para sahabat.

Setia kpd alquran dan assunnah dgn pemahaman sahabat.

Salaf - nama yg datang didalam assunnah.

Sebaik baik generasi - sahabat, tabi'in dan atba ut tabiin.

Hadith Irbadh bin Sariyah,
Aku wasiatkan kalian bertakwa kpd Allah, mendengar dan taat.

Ubatnya - kembali kpd sunnah rasul dan khulafa arrasyidin yg mendapat petunjuk.

Gigit sunnah dgn gigi geraham, ujiannya banyak

Hindari perkara perkara baru *(BID'AH)*
Setiap bid'ah adalah sesat.

Hindari fitnah - memegang urusan agama kalian yg pertama.

Masaalah Sa'id Ramadhan al Buti.

Sudah dibantah oleh Sheikh Ibn Bazz dan Sheikh Abdul Muhsin al Abbad.

Permasaalahan madzhab - semua imam madzhab berakidah salaf.
Ikuti mereka dalam akidah mereka.
Shafi'iyah menyelisihi madzhab syafi'e.
Begitu juga hanbaliyah, malikiyah.

Kebenaran tidak mungkin hanya ada pada satu madzhab shj.
Kita harus memilih dan menjadikan alquran dan assunnah sebagai neracanya.

Taqlid diingkari
Ulama tidak maksum, mereka memiliki kekeliruan.

Perkataan Imam Syafie
Kalau hadith itu sahih, ia adalah madzhab ku.

Dasarnya harus disepakati.

Kalau dasarnya bengkok, cabangnya juga bengkok. Samakan dulu dasarnya


Dengarkan penjelasan nya berikut ini dengan baik, amalkan dan dakwahkan kepada yang lain nya

Sumber Audio dari Al Akh Abu Shabir Wan Perwira Wan Adam Almalayzy حَفِظَهُ اللّٰه

Tazkirah Pendek, Selepas Sholat Taraweh

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

Tazkirah pendek, selepas solat taraweh - oleh Asy Sheikh Abu Fairuz bin Soekojo al Jawi al Indonesiy

Juga dgn rahmat dan kebaikannya semata, kita masuk kpd bulan ramadhan, yg mana sekian banyak dari saudara kita kaum muslimin boleh jadi tidak mencapai  ramadhan pd tahun ini. Berapa banyak dari mereka yang meninggal kerana sakit, atau meninggal kerana tua, ada juga yg meninggal kerana berbagai macam kecelakaan di jalan ataupun di lautan atau dihutan dan seterusnya.


Maka, manakala Allah subhanahu wataala memberikan kesempatan bagi kita utk masuk ke bulan ramadhan ini, ini menunjukkan Allah subhanahu wataala, masih memberikan rahmat yg besar kpd kita, yg mana Allah subhanahu wataala telah berfirman,

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

Yaitu bulan ramadhan, yang didalamnya diturunkan alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan sekaligus sebagai keterangan2 terhadap petunjuk tadi dan sekaligus sebagai pembeza antara kebenaran dan kebatilan, antara sesuatu yg tepat dan sesuatu yg keliru. 

Dan didalam bulan ini Allah subhanahu wataala memberikan berbagai macam fasiliti yang sangat bagus kpd kita utk memperbaiki kesalahan2 yang ada dimasa silam, sebagaimana yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abi hurairah radiyallahuanhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa mengerjakan puasa dibulan ramadhan dlm keadaan iman, dia melakukan itu bukan kerana tradisi, bukan pula paksaan, tapi benar benar dikatakan iman akan benarnya syariat tersebut, bahawasanya itu dari Allah, dan dia mengharapkan pahala dari Allah, bukan kerana utk perkara2 duniawi, bukan pula kerana semata mata niat utk menjaga kesihatan tapi kerana mmg mencari pahala dari Allah. Maka barangsiapa mengerjakan ini, maka akan diampuni utk dia dosa dia yg telah berlalu. Kita tahu bahawasanya  ما disini adalah isim mausu lyang dia itu di dalam usul fiqh memberikan faedah umum, jadi dosa apa pun dia, dosa terkait dgn muamalah atau pun yg terkait dgn ibadah, ataupun dosa yg terkait dgn perkara2 yg lain, akan diampuni dgn sebab dia mengerjakan puasa didalam bentuk yg disyariatkan oleh Rasulullah sallalahu alaihi wasallam.

Demikian pula diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, Rasulullah sallalahu alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa mengerjakan qiyamullail dimalam2 ramadhan dalam keadaan dia beriman akan benarnya syariat ini, dan juga mengharapkan pahala dari amalan qiyamullail tersebut, maka akan diampuni utk dia dosa yg telah lalu. Walaupun sebenarnya ini adalah janji yg namanya janji itu utk masa yg akan datang tapi kenapa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menggunakan fi'il madhi mabni lil majhul istilahnya atau mabni ala dilam yusama failuh yufiro bukan yughfar kerqna ini adlah mim ba bit tahqiq yaitu kepastian , pasti barang siapa yg mengerjakan qiyamullail dimalam2 ramadhan itu dlm keadaan dia beriman kpd syariat tadi dan mengharapkan pahala, pasti dosa dia yg lalu telah diampuni. Ini adalah kesempatan yg sangat besar kerana tidak ada seorang pun dari kita yg  mampu menjamin selama setahun ini, yaitu selama 354 hari dari hari2 qomariyah. Kita tidak yakin dan tidak mampu menjamin bahawasa nya kertas putih kita itu terus putih dan tidak ada coretan2 yang hitam atau kelam ataupun kelabu dari dosa2 kita. Maka manakala Allah subhanahu wataala membukakan utk kita kesempatan beribadah disiang hari dgn puasa dan dimalam hari dgn qiyamullail dan diwaktu2 yg lain dgn membaca alquran, maka ini adalah kesempatan yang emas utk menghapus kesalahan kesalahan yg ada dilembaran putih kita itu. 

Adapun orang yang dia menyia nyiakan  kesempatan itu dan dia keluar dari bulan ramadhan dlm keadaan  tidak diampuni, maka dia adalah orang yg dijauhkan dari rahmat sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lain lain dari Abi Hurairah radiyallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika naik diatas mimbar, beliau mengucapkan Amin, amin, amin kemudian ditanya oleh para sahabat, wahai Rasulullah, kenapa anda mengucapkan seperti itu?

Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, Jibril datang mengatakan ya Muhammad, Wahai Muhammad, *doakan kecelakaan* atau *laknat* *kutukan* bagi orang yg telah masuk kpdnya ramadhan , lalu dia keluar dari ramadhan tersebut dlm keadaan dia itu tidak diampuni, yaitu menunjukkan dia ini yang menyia nyiakan kesempatan. Katakan Amin, maka Aku katakan Amin. Kemudian yg kedua, disebutkan ya Muhammad, celaka bagi orang2 yg dia masih memiliki kedua orang tua atau salah satunya lalu ternyata orang tua tadi tidak memasukkan dia kedalam syurga, yaitu dia tidak berjaya utk berbuat baik kpd kedua orang tuanya, ucapkan Amin, maka nabi Muhammad pun mengatakan Amin. Kemudian Jibril mengatakan ya Muhammad, kecelakaan bagi orang yang namamu disebutkan disisi dia, tetapi dia tidak mahu mengucapkan selawat kpdmu, katakan Amin, maka saya pun mengucapkan Amin. 

Ini menunjukkan intinya adalah kesempatan yg luas sekarang dibuka oleh Allah taala utk kita disiang hari ramadhan dan di malam harinya untuk melakukan pelbagai macam ibadah, maka kita memohon pertolongan kpd Allah, memanafaatkan kesempatan tersebut, walhamdulillahi rabbil alamin, jazakumullahu khairan.

*Dengarkan dengan baik penjelasan dari Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه berikut ini:*



Sumber Audio dari Al Akh Abu Shabir Wan Perwira Wan Adam Almalayzy حَفِظَهُ اللّٰه 

Allah Ada Tanpa Bertempat?

Sumber Channel Telegram: @dars_syaikh_abu_fairuz

Pembahasan aqidah

🚫 Allah maujud bila makan (Allah ada tanpa bertempat)
Jahmiyah, Muktazilah dan Asy'ariyah

❌Allah maujud bila makan (Allah ada tanpa bertempat) - Tidak ada hadis, hadis di palsukan.
Aqidah ahli falsafat. Meyakini Allah tidak ada di suatu tempat.


💥Allah istiwa diatas arsy, didokong oleh sekian banyak dalil dalil alquran dan hadith.

Tempat - makan makhlukhat

Allah diatas arsy, tidak ditutup @ diliputi.

7 ayat mengatakan ayat istiwa diatas arsy.

Ahli filsafat mengambil ilmu dari orang Yunan.

Allah istiwa diatas arsy bukan kerana hajat tapi kerana hikmah. Sifat kesempurnaan.

Jahmiyah- Allah diatas arsy, maka Allah itu mahdud (terbatas).

Allah diatas dgn kehendak Dia dan dgn kekuasaan Dia yg tidak terbatas. Semua makhluk di genggaman Allah.

Asy'ariyah, Muktazilah dan Jahmiyah - mereka mentasybihkan Allah dulu kemudian sibuk mensucikan pula Allah dari sifat makhluk. Penggambaran yg salah.

Mereka menentang penggambaran yg salah, mereka yg lebih dahulu membuat pengambaran yg salah. Mereka menentang tasybih, mereka yg lebih dahulu mentasybih.
Mereka kata tidak boleh menyerupakan Allah dengan makhluk tetapi mereka sudah lebih dulu memyerupakan Allah dgn makhluk.

Ketika dikatakan Allah mempunyai tangan, langsung mereka membayangkan tangan teramsebut seperti tangan makhluk.

Yg betul Allah punya tangan sesuai dgn keagungan Dia dan tidak boleh kita gambarkan tetapi kita tiadakan keserupaan tangan tadi dgn tangan makhluk.

Asy'ariyah menentang adanya tangan Allah, Allah istiwa diatas arsy dan seterusnya. Mereka mengatakan *Allah ada dimana mana.*

AlJuwaini - sebelum taubat, menganut aqidah rosak ini.

Peristiwa Nabi Isra' Mi'raj, nabi diangkat menghadap Allah.
Membantah fahaman rosak ini.

Ibnu Abdil Barr
Kepada Allahlah amal soleh itu *naik*

Para malaikat turun dan naik menghadap Allah setiap hari.

Aqidah mereka bersumber dari ilmu filsafat yg rosak.


*Dengarkan dengan baik penjelasan dari Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Aljawiy حَفِظَهُ اللّٰه melalui audio berikut ini :*



Sumber Audio dari Al Akh Abu Shabir Wan Perwira Wan Adam Almalayzy حَفِظَهُ اللّٰه