Dauroh Pare-Pare (Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-jawiy حفظه الله)

Muhadharah Pare-pare: 
"Al Qur'an sebagai hujjah dan cahaya penerang"



🔸️🔸️🔸️

Pembacaan kitab: "At Tahdzirul Badi' Min Du'ati Wa Manhajit Tamyi'" 
karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam hafizhahullah.

Sesi 1


Sesi 2


Sesi 3


Sesi Tanya Jawab


Sesi 4


Sesi Tanya Jawab

-----------------------
(Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله )

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Maros (Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-jawiy حفظه الله)

MUHADHOROH PEMBUKA MAROS
"Berwala Pada Allah, dan Setia Pada Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , dengan Giat Belajar"

Muqoddimah

🔸️🔸️🔸️

Pembacaan kitab "Syarah Syair Ibnu Abu Dawud tentang Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah" karya Fadhilatusy Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkhaliy rahimahullah

Sesi 1


Sesi 2


Sesi 3


Sesi Tanya Jawab


Sesi 4


Sesi 5


Sesi 6


Sesi 7


Sesi 8


Sesi Tanya Jawab

-----------------------
(Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله )

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Kendari #4 (Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-jawiy حفظه الله)

Pembacaan risalah "Al Qana'ah" 
karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam hafizhahullah, 
lalu soal jawab


Sesi 1


🔸️🔸️🔸️

TANYA JAWAB DAUROH KENDARI

1. Hukum memasukkan anak ke sekolah / Madrosah Hizbiyyun

2. Hukum menjual barang yang masih status BON di Toko

3. Hukum Seorang anak yang mendoakan orangtuanya yang sudah meninggal, dalam keadaan tidak pernah mendoakan orang tuanya tersebut ketika masih hidupnya.

4. Bagaimana keadaan seorang penuntut ilmu yang ada seseorang minta nasihat tetapi dia blm punya banyak ilmu, dan dia takut salah, sehingga dia meninggalkan seseorang tersebut untuk sibuk menuntut ilmu

5. Bagaimana keadaan seorang ikhwah yang tidak punya tempat taklim kecuali para hizbiyyun, dia mendapatkan taklim ahlussunnah dari handphone

6. Nasihat saling ta'awun dalam dakwah sesama salafiy

7. Hukum menerima hadiah dari wali murid saat kenaikan kelas

8. Bolehkah menikahi perempuan yang dia membagi postingan "MERDEKA ITU KETIKA KITA TIDAK BERGANTUNG KEPADA ALLAH" atau di nasihati dulu?

9. Hukum sholat diatas sajadah yang bergambar Ka'bah

10. Tata cara Ruqyah yang benar, bolehkah mengajak bicara Jin yg ada didalam tubuh pasien ?

11. Bagaimana cara meninggalkan televisi / youtube ?

12. Hukum membeli produk MLM

13. Hukum BPJS

14. Dalil² ttg menyemangati para wanita untuk berbakti kepada suami / menjalankan tugas² dirumah

15. Hukum seorang yg diberi kemampuan menghapal Alqur'an namun tidak diamalkan

16. Hukum laki² menutup wajah ketika sholat

17. Hukum Istri bernasab dg nama suami

18. Hukum harta riba dipakai untuk Haji & Umroh

19. Orang tua yang sholat tapi masih mendatangi dukun karena bodoh, apakah keluar dari Islam

20. Hukum makanan yang berlebihan bisa memabukkan semisal TAPE

Tanya Jawab 1


Tanya Jawab 2

-----------------------
(Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله )

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Kendari #3 (Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-jawiy حفظه الله)

"Nasihat Untuk Para Pedagang" 
karya Fadhilatusy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhahullah sesi pertama.



Sesi 1


Sesi 2

-----------------------
(Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله )

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy


Dauroh Kendari #2 (Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-jawiy حفظه الله)

"Shifatul Munafiqin" 
karya Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.


Sesi 1


Sesi 2


Sesi 3


Sesi 4


Sesi 5

-----------------------
(Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله )

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Kendari #1 (Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-jawiy حفظه الله)

Adab bertetangga, dari Syarh Riyadhish Shalihin karya Al Imam Ibnu Utsaimin
--DAUROH KENDARI--




Khutbah Jum'at tentang "Mengikuti Rasul Sebagai Kunci Keselamatan"
Beserta sholat Jum'at.


-----------------------
(Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله )

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Bercadar, Wajibkah?

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAdDailamiy

Bercadar, Wajibkah?

Dauroh jogja


(Dijawab Oleh: Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله )

Boleh berdakwah dengan tivi, karena Syaikh Sholeh Fauzan حفظه الله muncul di tivi??

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAdDailamiy

Boleh berdakwah dengan tivi, karena Syaikh Sholeh Fauzan حفظه الله muncul di tivi??



Dauroh jogja


( Dijawab Oleh: Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله )

APAKAH PEMBAGIAN TAUHID MENJADI 3, RUBUBIYYAH, ULUHIYYAH, ASMA' WAS SHIFAT ITU BID'AH ? ADA JELASKAN SIFAT ALLAH YANG 20

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

APAKAH PEMBAGIAN TAUHID MENJADI 3, RUBUBIYYAH, ULUHIYYAH, ASMA' WAS SHIFAT ITU BID'AH ? ADA JELASKAN SIFAT ALLAH YANG 20

Dauroh Jogja


( Dijawab Oleh: Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله )


APAKAH BOLEH KITA MEMGAMBIL FATWA SYAIKH ROBI' -HADAAHULLOH- , DAN APA SAJA KEMUNGKARAN YAYASAN DAKWAH

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

APAKAH BOLEH KITA MEMGAMBIL FATWA SYAIKH ROBI' -HADAAHULLOH- , DAN APA SAJA KEMUNGKARAN YAYASAN DAKWAH

Dauroh Jogja



( Dijawab Oleh: Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله )

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 49 : Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh) #4

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 49: Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 4

وَعَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْحُرَقَةِ مِنْ جُهَيْنَةَ قَالَ فَصَبَّحْنَا الْقَوْمَ فَهَزَمْنَاهُمْ قَالَ وَلَحِقْتُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ رَجُلًا مِنْهُمْ قَالَ فَلَمَّا غَشِينَاهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ فَكَفَّ عَنْهُ الْأَنْصَارِيُّ فَطَعَنْتُهُ بِرُمْحِي حَتَّى قَتَلْتُهُ قَالَ فَلَمَّا قَدِمْنَا بَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَالَ لِي يَا أُسَامَةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا كَانَ مُتَعَوِّذًا قَالَ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذَلِكَ الْيَوْمِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Usamah bin Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus kami ke perkampungan Hurqah di bani Juhainah. Kami menyerang mereka di pagi buta dan menjadikan mereka kocar kacir. Saya dan seorang laki-laki anshar berhasil menemukan seseorang dari mereka. Tatkala kami bisa mengepung, ia tiba-tiba mengatakan; 'laa-ilaaha-illallah.' Si laki-laki anshar menahan penyerbuannya, sedang aku meneruskannya hingga kubunuh orang itu. Ketika kami pulang, peristiwa ini disampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sehingga beliau berujar kepadaku: "Apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan laa-ilaaha-illallah?" Ku jawab; 'betul, Ya Rasulullah, ia mengucapkannya hanya sekedar mencari keselamatan.' Nabi melanjutkan: "Apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan laa-ilaaha-illallah?" Nabi berulangkali menegurku dengan ucapan ini hingga aku mengandai-andai kalaulah aku belum masuk Islam sebelum itu. (Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (6872), Shahih Muslim (96)


Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 49 : Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh) #3

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 49: Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Hadits 3

وَعَنْ أَبِي مَعْبَدٍ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ رَضِيَ اللّٰه عَنْهُ، قَالَ : قُلْتُ لِرَسُولَِ اللَّهِ صَلَّى اللّٰه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَرَأَيْتَ إِنْ لَقِيتُ رَجُلًا مِنَ الْكُفَّارِ ، فَاقْتَتَلْنَا، فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ فَقَطَعَهَا ثُمَّ لَاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ فَقَالَ أَسْلَمْتُ لِلَّهِ أَفَأَقْتُلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَعْدَ أَنْ قَالَهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقْتُلْهُ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ قَدْ قَطَعَ يَدِي ثُمَّ قَالَ ذَلِكَ بَعْدَ أَنْ قَطَعَهَا أَفَأَقْتُلُهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقْتُلْهُ فَإِنْ قَتَلْتَهُ فَإِنَّهُ بِمَنْزِلَتِكَ قَبْلَ أَنْ تَقْتُلَهُ وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ الَّتِي قَالَ

Dari Abu Ma'bad al-Miqdad bin al-Aswad radhiyallohu anhu, ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam, apa pendapatmu seandainya aku berjumpa dengan seorang lelaki dari golongan orang-orang kafir, lalu mereka menyerangku dan memotong salah satu dari tanganku dengan pedangnya. Kemudian dia lari dariku dan berlindung di balik sepohon kayu', lalu orang yang melakukan itu berkata, 'Aku menyerahkan diri karena Allah. Wahai Rasulullah, apakah aku boleh membunuhnya setelah dia mengucapkan ungkapan itu (tauhid)? ' Rasulullah bersabda: "Janganlah kamu membunuhnya." Miqdad membantah, "Wahai Rasulullah! Lelaki itu telah memotong tanganku, dan setelah memotongnya ia (sengaja) mengucapkannya! Apakah aku boleh membunuhnya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Janganlah kamu membunuhnya, seandainya kamu membunuh lelaki itu, maka sungguh dia seperti kamu sebelum kamu membunuhnya, sedangkan kamu berkedudukan sepertinya sebelum dia mengucapkan perkataan tersebut (maksudnya kafir)." (Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (4019,6865), Shahih Muslim (95)


Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Dauroh Solo (FAIDAH DARI PEMBUKAAN SURAT YASIN)

MUHADHOROH SOLO
-------------------------------

FAIDAH DARI PEMBUKAAN SURAT YASIN




Sesi Tanya Jawab:


BERSAMA :
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله
--------------
Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Jogja (Bagian 3: "Keutamaan Membantu Hajat Sesama Muslimin")

Dauroh Jogja lanjutan:


"Keutamaan Membantu Hajat Sesama Muslimin"

Pengarang:
Fadhilatusy Shaikh/
Abu Amr Al Hajuriy حفظه الله

Download pdf kitab disini
---------------------------------------------------


🎙Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman Bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy, semoga Allah menjaganya )

Sesi 1:


Sesi Tanya Jawab:
SESI TANYA JAWAB

1. Bismillaah assalamu alaikum ,pertanyaan titipan apa hukum bekerja di kapal laut(berlayar selama setahun)ke negeri eropa dst?

2. Apa yang menyebabkan syaithan takut kepada umar bin khotob radiallahu anhu?

3. Apakah pembagian tauhid menjadi 3 rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat itu bid'ah, karena tidak ada dalilnya ?
Dan apa maksudnya Allooh punya sifat 20 ?

4. Apakah benar bahwa penulisan "Hadits Riwayat" dengan disingkat "HR" dalam suatu buku atau karya tulis ahlussunnah itu keliru... Mohon penjelasanya..



Sesi 2:


Sesi 3:


Sesi 4:


Sesi 5:


Sesi 6:


Sesi 7:


Sesi 8:


Sesi 9:


Sesi Tanya Jawab:


Sesi 10:


Sesi Tanya Jawab:


Sesi 11:


Sesi Tanya Jawab:


Sesi 12:


Sesi 13:


Tanya Jawab
Sesi 1:


Sesi 2:


Sesi 3:


In syaa Allah yang akan dibacakan pada Dauroh Jogja
18-20 Shofar 1441 / 17-19 Okt 2019 M

TEMPAT :
Masjid Attaqwa Ahlusunnah Wal jama'ah
Tegalsari, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
https://goo.gl/maps/orUFcnriKB5JtkVA9

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Jogja (Bagian 2: YANG HARUS DIMILIKI PENUNTUT ILMU SERTA PENJELASAN SIFAT² ALLAH)

MUHADHOROH BA'DA SUBUH
YANG HARUS DIMILIKI PENUNTUT ILMU
SERTA PENJELASAN SIFAT² ALLAH

Dauroh Jogja lanjutan.
---------------------------------------------------




🎙 Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman Bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy, semoga Allah menjaganya )

In syaa Allah yang akan dibacakan pada Dauroh Jogja
18-20 Shofar 1441 / 17-19 Okt 2019 M

TEMPAT :
Masjid Attaqwa Ahlusunnah Wal jama'ah
Tegalsari, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
https://goo.gl/maps/orUFcnriKB5JtkVA9

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Tuntungan

Dauroh Tuntungan

Bersama :
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله

Sesi 1:


Sesi 2:


Sesi 3:


Sesi 4:


Sesi 5:


Sesi 6:


Sesi 7:


Sesi 8:


Sesi 9:


Sesi 10:


Sesi 11:


Sesi 12:


Sesi 13:


Sesi Tanya Jawab:
Bismillah. Berikut ini Faidah dari Asy Syaikh Abu Fairuz Hafizhahullah berupa Rekaman Suara, Jawaban pertanyaan dari Hamba Allah tentang Seringnya Perselisihan/pertengkaran Suami dan Istri, Mau/Tidaknya Ucapan Thalaq atau Khulu', dan Hukum pengembalian Mahar:

Nb: Himbauan admin kepada diri ana sendiri, pembaca dan penanya, hendaknya mengutamakan bertanya di Majlis ilmu Syar'i, bukan mengutamakan mengambil ilmu dari Media Sosial. Na'am. BarakAllahu fiikum.

Sesi 1:


Sesi 2:


TEMPAT :
Masjid As-Sunnah Tuntungan Medan

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Dauroh Jogja (Bagian 1: "Mengenal Ilmu Hadits" karya Al Imam Ibnun Nahawiy (Ibnul Mulaqqin) رحمه الله ")

KITAB Tabsyiyrul Mustami'
"Mengenal Ilmu Hadits" karya Al Imam Ibnun Nahawiy (Ibnul Mulaqqin) رحمه الله "

Penulis :
Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله


Taqdim :
Fadhilatusy Syaikh Salim Bin Ahmad Ash Shobahiy
حفظه الله
(Sedikit biografi beliau baca disini )

Muqoddimah:


Sesi 1:


Sesi 2:


Sesi 3:


Sesi 4:


Sesi 5:


Sesi 6:


Sesi 7:


Sesi 8:


Sesi 9:


In syaa Allah yang akan dibacakan pada Dauroh Jogja
18-20 Shofar 1441 / 17-19 Okt 2019 M

TEMPAT :
Masjid Attaqwa Ahlusunnah Wal jama'ah
Tegalsari, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
https://goo.gl/maps/orUFcnriKB5JtkVA9

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Ambillah Faidah Dari Dua Syaikh Ahlussunnah Mentari Aden Dan Purnama Shobah –حفظهما الله-

Sumber Channel Telegram: @MaktabahFairuzAddailamiy

Ambillah Faidah
Dari Dua Syaikh Ahlussunnah
Mentari Aden Dan Purnama Shobah
–حفظهما الله-

الحمد لله، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليماً كثيراً. أما بعد:

Klik Gambar download file PDF
Maka sesungguhnya saya di beberapa waktu yang dulu telah bertekad untuk mengunjungi masjid “At Taqwa” di kota Jogjakarta, yang diurus oleh dua saudara yang utama, Al Ustadz As Salafiy Abu Zakariya Al Harits Al Jabaliy, dan Al Ustadz As Salafiy Abu Amr Bilal Al Jawiy حفظهما الله. Kemudian terjadilah kesepakatan di
antara kami bahwasanya kunjungan akan dilaksanakan -insya Allah ta’ala- pada tanggal 17-21 Oktober 2019 M (jadwal tiket pesawat terbang dari Malaysia), yang bertepatan dengan tanggal 17-21 Shofar 1441 Hijriyah, disesuaikan dengan kelonggaran waktu dari ikhwah Malaysia yang menyertai.
Dan kesepakatan tersebut berlangsung pada waktu yang tidak pendek sebelum kami –yang mengunjungi dan yang dikunjungi- mengetahui sama sekali bahwasanya dua Syaikh yang utama: Ahmad Bin Utsman Al Adeniy dan Salim Bin Ahmad Ash Shobahiy حفظهما الله akan mengunjungi sebagian tempat di Indonesia pada tanggal 16-21 Shofar 1441 Hijriyah.

Ustadz Abu Zakariya dan Ustadz Abu Amr حفظهما الله meminta saya untuk mengadakan daurah ilmiyah bagi para ikhwah di tempat beliau berdua –berdasarkan baiknya persangkaan beliau berdua kepada si penulis keterangan ini-. Maka saya memikirkan materinya selama beberapa hari –karena banyaknya kesibukan pada waktu itu-, kemudian saya bertekad untuk membacakan ringkasan dari kitab Al Imam Ibnul Mulaqqin –beliau adalah Al Imam Al Hafizh Umar Ibnun Nahawiy Al Anshariy  رحمه الله- dalam Ilmu Hadits –sejak dari awal bab: definisi hadits shahih, sampai akhir kitab: masalah adab-adab pengajar dan adab-adab pelajar-, insya Allah ta’ala.

Manakala pengumuman para ikhwah أكرمهم الله tentang daurah sederhana saya di Jogja sudah mulai tersebar; menjadi jelaslah bagi kami tentang tanggal kedatangan kedua Syaikh yang utama itu adalah 16 – 21 Shofar 1441 H.

Dan kami telah mencoba untuk merubah tanggal kedatangan kami agar jadwal sebagian ikhwah حفظهم الله tidak berhimpitan, akan tetapi kami tidak mampu melakukannya karena perubahan tiket pesawat yang akan kami tumpangi akan menyebabkan pembatalan dengan kerugian yang sangat besar, sehingga terjadi kesusahan yang sangat besar terhadap rombongan kami. Maka tidak mampu dihindari; kami akan melanjutkan acara sesuai dengan apa yang Allah ta’ala takdirkan –dan Dialah Yang Maha Penuh Hikmah lagi Maha Mengetahui-. Dan acara kami ini hanyalah daurah kecil yang sederhana untuk menyampaikan faidah kepada ikhwah yang dikunjungi dan ikhwah yang dimudahkan untuk menghadirinya. Semoga Allah ta’ala mensyukuriy kedua Ustadz yang utama dan para ikhwah di sana atas kesabaran mereka terhadap kunjungan kami, sekalipun di dalam kunjungan kami ini kami melakukan kekurangan-kekurangan dan tidak  cukup di dalam beradab.

Dan dengan ini:
Saya menganjurkan semua ikhwah –yang secara syar’iy dan kauniy mendapatkan kemudahan- untuk meraih faidah dari kedua Syaikh Salafiyyin yang utama, dan beliau berdua itu telah dikenal di sisi kita:

Yang Pertama: Asy Syaikh Al Fadhil Ahmad Bin Utsman Al Yamaniy Al Adeniy حفظه الله
Beliau حفظه الله dilahirkan pada tahun 1965 M (sebagaimana faidah dari Asy Syaikh Abul Mundzir), di kota Aden. Kuniyah beliau adalah Abu Abdillah dan Abu Abdirrahman.
Dan beliau ini adalah seorang Syaikh Salafiy yang terkenal sejak zaman Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله, beliau memiliki sejumlah karya tulis yang bagus, memiliki pengajaran-pengajaran yang berfaidah dan khutbah serta ceramah yang bermanfaat dan penting.

Beliau memiliki kekokohan di atas Sunnah dan Salafiyyah. Dan beliau banyak menolong Fadhilatusy Syaikh Al Allamah Al Walid Yahya Bin Ali Al Hajuriy حفظه الله di dalam menghadapi hizb Mar’iyyah dan yang selain mereka.

Yang Kedua: Asy Syaikh Al Fadhil Salim Bin Ahmad Bin Muhammad Al Yamaniy Ash Shobahiy Ar Roda’iy حفظه الله 
Beliau حفظه الله lahir di Shon’a pada tahun 1985 M (sebagaimana yang beliau ceritakan pada saya). Desa beliau namanya adalah Shobah –bukan Shobbah-, di daerah Roda’, propinsi Baidho.
Allah telah memberikan karunia pada beliau untuk menekuni Sunnah pada usia 21 tahun. Kuniyah beliau adalah Abul Mundzir.

Dan beliau ini adalah seorang Syaikh Salafiy yang banyak memberikan faidah, beliau memiliki karya tulis yang banyak dan bagus, memiliki pengajaran-pengajaran yang berfaidah dan khutbah serta ceramah yang bermanfaat dan penting.

Beliau memiliki kekokohan di atas Sunnah dan Salafiyyah. Dan beliau banyak menolong Fadhilatusy Syaikh Al Allamah Al Walid Yahya Bin Ali Al Hajuriy حفظه الله di dalam menghadapi hizb Mar’iyyah dan yang selain mereka.
Dan bukanlah yang penting itu muda atau tuanya usia, karena yang terpandang adalah kemantapan ilmu, bukan sekedar tuanya umur.
Ibnul Madiniy رحمه الله berkata: "Sesungguhnya ilmu itu bukan berdasarkan umur." ("Al Adabusy Syar'iyyah"/Imam Ibnu Muflih رحمه الله/2/ hal. 192/cet. Ar Risalah).

Dan tiada keraguan bahwasanya kedua Syaikh yang utama tadi حفظهما الله berhak untuk memiliki biografi yang jauh lebih luas dari pada lembaran ini, hanya saja kesempatannya tidak cukup luas bagi saya karena banyaknya kesibukan menulis banyak buku dengan dua bahasa, berdasarkan bimbingan para ulama. Dan Asy Syaikh Abul Mundzir حفظه الله merasa malu untuk biografi beliau yang panjang ditampilkan di masa-masa ini. Dan ini tadi hanyalah sumbangan sederhana dari saya yang berisi pengenalan dan sanjungan saya akan keutamaan dan kedudukan beliau berdua di hadapan umat Indonesia saat ini.

Dan saya menganjurkan para ikhwah untuk mengambil faidah dari kedua Syaikh yang utama tadi حفظهما الله tadi. Dan dalil-dalil tentang keutamaan ilmu dan ulama itu banyak dan terkenal. Allah ta’ala berfirman:

﴿وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا﴾ [طه/114].

“Dan katakanlah: wahai Rabbku, tambahilah saya ilmu”.

Al Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata tentang keutamaan ilmu: “Segi yang kedelapan belas: bahwasanya Allah سبحانه memerintahkan Nabi-Nya untuk memohon pada Allah tambahan ilmu –lalu beliau menyebutkan ayat tadi, kemudian beliau berkata:- dan cukuplah dengan ini sebagai kemuliaan ilmu bahwasanya Allah memerintahkan Nabi-Nya  untuk memohon pada Allah tambahan ilmu”. (“Miftah Daris Sa’adah”/1/hal. 50).

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه yang berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
« ... ومن سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة».
“... Dan barangsiapa menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu; Allah akan memudahkan untuknya dengan itu jalan menuju ke Surga”. (HR. Muslim (2699)).

Dan Ahlussunnah Wal Jama’ah itu satu sama lain saling menganjurkan untuk mengambil faidah dari dari saudaranya.

Dari Syuraih Bin Hani yang berkata: Aku mendatangi Aisyah dan bertanya kepadanya tentang mengusap kedua khuf. Maka beliau menjawab:

عليك بابن أبي طالب فسله فإنه كان يسافر مع رسول الله ﷺ.

“Hendaknya engkau bertanya kepada Ibnu Abi Thalib, karena dia itu dulu sering bersafar bersama Rasulullah ﷺ“. (HR. Muslim (276)).

Al Imam An Nawawiy رحمه الله berkata: “Dan di dalam hadits ini ada sebagian adab seperti yang dikatakan oleh para ulama: bahwasanya disunnahkan untuk seorang muhaddits, pengajar, dan mufti jika dimintai suatu ilmu yang dimiliki oleh orang yang lebih agung daripada dirinya hendaknya dia membimbing si peminta untuk menuju ke orang tadi”. (“Syarhun Nawawiy ‘Ala Muslim”/3/hal. 176).

Al Imam Ahmad Bin Hanbal رحمه الله berkata: Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami: aku mendengar Ubaidullah Bin Umar berkata: Manakala aku tumbuh, lalu aku ingin menuntut ilmu, mulailah aku mendatangi para masyayikh dari keturunan Umar رضي الله عنه satu persatu, dan aku bertanya: “Apakah yang Anda dengar dari Salim (Anak Ibnu Umar –pen)?” Maka setiap kali aku mendatangi satu orang dari mereka, dia menjawab: “Hendaknya engkau bertanya kepada Ibnu Syihab, karena Ibnu Syihab selalu menyertai Salim”. (“Al Jarh Wat Ta’dil”/Ibnu Abi Hatim/8/hal. 73).

Al Imam Ibnush Sholah رحمه الله berkata: “Dan hendaknya si muhaddits -jika dimintai ilmu darinya yang mana ilmu tadi dimiliki oleh orang lain di negerinya atau di negeri yang lain dengan sanad yang lebih tinggi daripada sanad dirinya, atau lebih kuat dari sisi yang lain- dia memberitahu si pelajar tentang orang yang lain tadi, dan membimbingnya untuk belajar kepada orang tadi, karena agama ini adalah nasihat”. (“Ma’rifat Anwa’i Ulumil Hadits”/Ibnush Sholah/hal. 239).

سبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك، والحمد لله رب العالمين.

 Kedah Malaysia, 11 Shofar 1441 H

Si Pelajar yang tergantung pada Allah ta’ala,


Abu Fairuz Abdurrahman Bin Soekojo Al Indonesiy
Al Jawiy –semoga Allah memberinya taufik-
---------------

Kitab "Jawaban Bagi Kaum Pergerakan (Musuh Di Dalam Barisan Lebih Membahayakan)"

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين

Dengan pertolongan Alloh semata telah tercetak buku 

“Jawaban Bagi Kaum Pergerakan (Musuh Di Dalam Barisan Lebih Membahayakan)", 

sebagai jawaban terhadap ucapan hizbiyyin dari kalangan kelompok pergerakan, dan juga sebagian tokoh hizbiyyin dari kalangan Mar’iyyin berkata kepada para Salafiyyin:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani serta kaum Sekuler selamat dari lidah kalian, sementara kaum Muslimin tidak selamat dari lidah kalian!”. Maka saya akan menukilkan ucapan para ulama bahwasanya musuh dari dalam barisan Muslimin itu lebih berbahaya daripada musuh dari luar.

Maka isi buku ini sebagai berikut:

Bab Satu: Kejujuran Ahlussunnah Di Dalam Memerangi Orang-orang Kafir, dan Jelasnya Keberkahan Jihad Mereka.

Bab Dua: Ahli Bid’ah Itu pada Hakikatnya Adalah Pengkhianat Terhadap Agama.

Pasal Satu: Definisi Bid’ah.
Pasal Dua: Bahayanya Kebid’ahan.
Pasal Tiga: Pengkhianatan Ahli Bid’ah Terhadap Islam dan Muslimin.
Pasal Empat: Peringatan Terhadap Para Penyeru Liberalisme (Kehidupan Bebas Syariat).

Bab Tiga: Ahli Bid’ah Adalah Sebab Turunnya Hukuman.

Bab Empat: Keharusan Besar Untuk Kembali Kepada As Sunnah Dan Memperingatkan Umat Dari Kebid’ahan.

Bab Lima: Para Salafiyyin Tidak Lalai Dari Melawan Orang-orang Kafir.

والحمد لله رب العالمين.

Spec :
Hardcover 92  halaman
Jilid Jahit

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 49 : Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh) #2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 49: Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 2

وَعَنْ أَبِي عَبْدِ اللّٰه طَارِقِ بْنِ أُشَيْمٍ رَضِيَ اللّٰه عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْمتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّه،ِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ

Dari Abdulloh Thoriq bin Usyaim radhiyallohu anhu, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan mengkufuri sesuatu yang disembah selain Allah, maka telah haram harta dan darahnya, dan pahalanya di sisi Allah."

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 49 : Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Mukaddimah Bab 49: Memvonis hukum kepada seseorang berdasarkan zhahirnya (fakta dan bukti) adapun hal-hal yang tersembunyi diserahkan kepada Allooh




📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Allooh Ta'ala berfirman,

At-Taubah (التوبة) / 9:5

فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّوا۟ سَبِيلَهُمْ 

 Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. 

Hadits 1

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰه عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

Dari Ibnu Umar radhiyallohu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah"

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 48 : Larangan menyakiti orang-orang shalih, lemah dan miskin) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 48: Larangan menyakiti orang-orang shalih, lemah dan miskin


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Dari Anas bin Sirin katanya; aku mendengar Jundab bin Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu dari kalian sebagai imbalan jaminan-Nya, sehingga Allah menangkapnya dan menyungkurkannya ke dalam neraka jahannam."
(HR Muslim no.657)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 48 : Larangan menyakiti orang-orang shalih, lemah dan miskin) #Muqoddimah

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Mukaddimah Bab 48: Larangan menyakiti orang-orang shalih, lemah dan miskin

Audio 1:

Audio 2:

Audio 3:

Audio 4:

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Allooh Ta'ala berfirman,

Al-Ahzab (الأحزاب) / 33:58

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

Ad-Duha (الضحى) / 93:9

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Ad-Duha (الضحى) / 93:10

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Waspada Doa Makhluk Teraniaya

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

Waspada Doa Makhluk Teraniaya

Penulis dan Penerjemah Al-Faqir Ilallah:
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy Al-Jawiy 

Selanjutnya: sebagian ikhwah yang utama telah meminta saya untuk menyampaikan nasihat pada beberapa orang yang melakukan perusakan di tanah air yang mana mereka membakar hutan-hutan dan kebun-kebun demi kepentingan pertanian dan perkebunan mereka, atau tujuan-tujuan yang lain, hanya saja kebakarannya jadi meluas, dan asapnya menyebar hingga mencapai area yang amat banyak di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, dan Philipina, bahkan mencapai China dan lainnya, sesuai dengan keadaan tiupan angin. Hal itu menyebabkan terjadinya kasus kematian pada sebagian orang, banyaknya sakit saluran pernapasan dan lainnya, juga terbakarnya hewan-hewan yang banyak, dan kerugian-kerugian yang lainnya.


Saudara yang lain yang utama telah menceritakan pada saya bahwasanya di Tanah Air kami telah terjadi musibah-musibah yang banyak, di antaranya adalah:
kebakaran yang luas di suatu wilayah, gempa bumi di wilayah yang lain, dan unjuk rasa (demonstrasi) di wilayah yang lain yang menyebabkan kerusakan, luka-luka dan bahkan kematian.

Saya -dengan memohon pertolongan kepada Allah ta’ala- berkata: Sesungguhnya kezhaliman-kezhaliman (aniaya –pen) telah banyak dan tersebar di berbagai penjuru bumi, sehingga hal itu menyebabkan tercabutnya kebanyakan dari berkah- berkah rezeki, usaha dan umur.

Maka kita semua wajib untuk bertobat kepada Allah ta’ala, karena musibah-musibah tadi terjadinya adalah dengan sebab dosa-dosa kita di dalam melakukan sebagian kemaksiatan, atau meninggalkan sebagian kewajiban. Saya telah menjelaskan masalah itu di dalam risalah khusus. Orang yang menyebabkan terjadinya kebakaran - kebakaran tadi – sengaja ataupun tidak sengaja - wajib untuk
menanggulangi masalah-masalah tadi, dan membayar kezhaliman-kezhaliman tadi pada orang-orang yang berhak mendapatkannya.

Dan hendaknya kita semua berusaha membantu para korban dan menyelamatkan orang-orang yang tertimpa musibah, sesuai dengan kemampuan.
Demo-demo terhadap pemerintah yang berdaulat adalah haram, dan menyebabkan kerusakan yang lebih banyak daripada manfaatnya. Saya telah menjelaskan masalah itu di dalam risalah khusus. Dan kita semua – pemerintah dan rakyat- wajib untuk menanggulangi prablematika ini dengan cara-cara yang disyariatkan, karena tidak ada penyelesaian masalah yang lebih baik, lebih sesuai, lebih utama dan lebih bermanfaat daripada metode-metode yang diajarkan kepada kita oleh Penguasa alam semesta.

Barangsiapa berpaling dari syariat Allah, maka dia  termasuk dari orang-orang yang zhalim. Dan hukuman bagi orang yang zhalim itu sangatlah menakutkan.

Al Imam Muhammad Bin Idris Asy Syafi’iy هللا رحمه berkata: Abdul Aziz Bin Muhammad mengabarkan kepada kami: dari Zaid Bin Aslam: dari ayahnya yang berkata: bahwasanya Umar Ibnul Khaththab –عنه هللا رضي - pernah mempekerjakan seorang pembantu beliau yang bernama Hunaiy, untuk mengurusi tanah larangan, lalu beliau berkata padanya:


“Wahai Hunaiy, katupkanlah sayap kebesaranmu (yaitu: rendahkanlah dirimu –pen) untuk orang-orang, dan hindarilah doa orang yang terzhalimi, karena doa orang yang terzhalimi itu dikabulkan”. Sampai akhir atsar.
(Diriwayatkan oleh Asy Syafi’iy sebagaimana dalam “Musnad” (434), Al Bukhariy dalam “Shahih” (3059), Malik dalam “Muwaththa” (3673), Ibnu Abi Syaibah dalam “Mushannaf” (32924), Al Baihaqiy dalam “Al Kubra” (11589), dan Ad Daruquthniy dalam “Sunan” (119)). Sanad Al Imam Asy Syafi’iy هللا رحمه itu hasan karena ada Abdul Aziz Bin Muhammad, dan dia itu adalah Au Muhammad Al Madaniy Ad Darawardiy, dan dia itu shaduq. (Rujuk “Tahdzibut Tahdzib”/6/hal. 315).

Namun dia telah didukung oleh Malik dan Hisyam Bin Sa’d – sebagaimana dalam sebagian dari literatur tadi -, dan mereka berdua itu tsiqah. Maka atsar Umar عنه هللا رضي tadi adalah shahih.

Beranjak dari atsar yang diriwayatkan oleh Al Imam Asy Syafi’iy هللا رحمه tadi; saya akan berbicara تعالى هللا شاء إن tentang definisi kezhaliman dan akibat-akibat kezhaliman. Kemudian saya akan berbicara tentang hukum pembakaran yang menyebabkan timbulnya kerugian bagi pihak lain.

Selanjutnya saya akan berbicara tentang diharamkannya menyakit para binatang. Saya memohon kepada Allah ta’ala agar menambahkan taufik-Nya pada kita, dan menjadikan kita pandai mensyukuri nikmat-Nya dan bersabar atas ujian-Nya serta waspada akan peringatan-Nya.

Dan saya bersyukur pada Asy Syaikh Al Fadhil Abu Hamzah Isa Bin Abdissalam Al Mushannif Al Yamaniy Al Utmiy atas ijazah beliau untuk saya meriwayatkan “Musnad Al Imam Asy Syafi’iy هللا رحمه , “dan saya memohon kepada Allah وجل عز agar menambahi beliau karunia-Nya, memberkahi beliau pada ilmu, harta, keluarga dan usaha beliau, serta meninggikan derajat beliau di dunia dan Akhirat.

Maka Allah semata Yang memberikan taufik kepada jalan yang paling lurus.

Selengkapnya baca disini