Kitab "Benturan Meteor Menakutkan Di Tengah Ramadhan? (Membongkar Kepalsuan Hadits Dentuman)"

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله رب العالمين

Telah tercetak di Indonesia buku: 💥"Benturan Meteor Menakutkan Di Tengah Ramadhan? (Membongkar Kepalsuan Hadits Dentuman)"💥

Yang berisi:
Bab Satu: Status Hadits Bahwasanya Peristiwa Di Hari Jum’at Merupakan Salah Satu Alamat Datangnya Hari Kiamat .

Pasal Satu: Benarnya Berita Bahwasanya Hari Kiamat Itu Akan Terjadi Pada Hari Jum’at.

Pasal Dua: Tidak Ada Yang Tahu Penentuan Saat Datangnya Hari Kiamat Kecuali Allah ta'ala. 

Pasal Tiga: Tidak Sahnya Penentuan Alamat Datangnya Hari Kiamat Dengan Hari Jum’at di Pertengahan Bulan Ramadhan. 

Hadits pertama: Hadits Mas'ud رضي الله عنه. 

Hadits kedua: Hadits Abu Hurairah رضي الله عنه. 

Hadits ketiga: Hadits Fairuz Ad Dailamiy رضي الله عنه. 

Hadits keempat: Hadits Hudzaifah Ibnul Yaman رضي الله عنهما. 

Hadits kelima: Hadits Abdullah Bin Amr Ibnil Ash رضي الله عنهما. 

Hadits keenam: Mursal Abdullah Bin Fairuz Ad Dailamiy.

Hadits ketujuh: Mursal Makhul Asy Syamiy.

Hadits kedelapan: Mursal Syahr Bin Hausyab.
Atsar Ka’b Al Ahbar.

Kesimpulan:
Pasal Empat: Tidak Semua Yang Lemah Itu Layak Untuk Dikuatkan.

Bab Dua: Apakah Hadits Yang Palsu Jika Sesuai Dengan Kenyataan Itu Menjadi Hadits Yang Shahih?

Bab Ketiga: Pentingnya Merujuk Kepada Keterangan Para Ulama Hadits Salafiyyin.

Juga dilengkapi banyak catatan kaki yang berisi definisi-definisi istilah dalam ilmu Musthalahul Hadits agar masyarakat semakin paham tentang ilmu ini dan tidak mudah dikelabuhi oleh orang-orang yang bergaya memakai hadits untuk melariskan ajarannya.

Semoga Allah ta'ala memberikan pahala terbaik kepada Fadhilatusy Syaikhain Abdurraqib Bin Ali Al Kaukabaniy dan Husain Bin Mahmud Al Hathibiy حفظهما الله atas dukungan beliau berdua.

والحمد لله رب العالمين.

*Spec :*
Hardcover uk. a5,  88 halaman 
Jilid Jahit

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar 

Kitab "Pengkafiran, Antara Meremehkan Dan Berlebihan"

بسم الله الرحمن الرحيم.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
الحمد لله رب العالمين

Telah tercetak di Indonesia dengan pertolongan Allah ta'ala semata buku: 

"Pengkafiran, Antara Meremehkan Dan Berlebihan"

Untuk memenuhi permintaan sebagian ustadz.

Isinya sebagai berikut :

Pasal Satu: Manusia Terbagi Menjadi Mukmin Dan Kafir. 

Pasal Dua: Wajib Meyakini Kafirnya Orang Yang Memang Pasti Kekafirannya. 

Pasal Tiga: Hukum Asal Orang Yang Bersyahadat Adalah Muslim dan Mukmin . 

Pasal Empat: Mungkin Saja Orang Yang Telah Bersyahadat Itu Menjadi Kafir Kembali . 

Pasal Lima: Wajib Berhati-hati Dalam Memvonis kafir bagi orang yang telah bersyahadat . 

Pasal Enam: Wajib Meneliti Sebelum Mengkafirkan Orang Yang Telah Bersyahadat. 

Pasal Tujuh: Di Antara Sebab pengkafiran adalah: penentangan terhadap perkara yang telah diketahui dengan sangat pasti di dalam Islam. 

Pasal Delapan: Wajib Memperhatikan Syarat-syarat Pengkafiran . 

Pasal Sembilan: Wajib Memperhatikan Penghalang  Dikafirkannya Orang Yang Memenuhi Pasal Keenam. 

Pasal Sepuluh: Pelajar Wajib Bertanya Pada Ulama Di Dalam Menerapkan Kaidah-kaidah Ini Pada Orang-perorang.

Berisi fatwa para imam dan belasan ulama yang lain.

الحمد لله رب العالمين.

*Spec :*
Softcover uk. a5,  70 halaman 

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar 

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 51 : Mengharap karunia Allooh) #6

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 51: Mengharap karunia Allooh


Audio 1:

Audio 2:

Audio 3:

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


Hadits 6

وَعَنْ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّٰهُ عَنْهُ، وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ أَنْكَرْتُ بَصَرِي وَأَنَا أُصَلِّي لِقَوْمِي فَإِذَا كَانَتْ الْأَمْطَارُ سَالَ الْوَادِي الَّذِي بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ آتِيَ مَسْجِدَهُمْ فَأُصَلِّيَ بِهِمْ وَوَدِدْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَّكَ تَأْتِينِي فَتُصَلِّيَ فِي بَيْتِي فَأَتَّخِذَهُ مُصَلًّى قَالَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَفْعَلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ قَالَ عِتْبَانُ فَغَدَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ حِينَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى دَخَلَ الْبَيْتَ ثُمَّ قَالَ أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ قَالَ فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنْ الْبَيْتِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ فَقُمْنَا فَصَفَّنَا فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ قَالَ وَحَبَسْنَاهُ عَلَى خَزِيرَةٍ صَنَعْنَاهَا لَهُ قَالَ فَآبَ فِي الْبَيْتِ رِجَالٌ مِنْ أَهْلِ الدَّارِ ذَوُو عَدَدٍ فَاجْتَمَعُوا فَقَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ أَيْنَ مَالِكُ بْنُ الدُّخَيْشِنِ أَوِ ابْنُ الدُّخْشُنِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ ذَلِكَ مُنَافِقٌ لَا يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُلْ ذَلِكَ أَلَا تَرَاهُ قَدْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يُرِيدُ بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّا نَرَى وَجْهَهُ وَنَصِيحَتَهُ إِلَى الْمُنَافِقِينَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ.

Dari 'Itban bin Malik Radhiyallahu Anhu, seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang pernah ikut perang Badar dari kalangan Anshar, dia pernah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasulullah, pandanganku sudah buruk sedang aku sering memimpin shalat kaumku. Apabila turun hujun, maka air menggenangi lembah yang ada antara aku dan mereka sehingga aku tidak bisa pergi ke masjid untuk memimpin shalat. Aku menginginkan Tuan dapat mengunjungi aku lalu shalat di rumahku yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat." Mahmud berkata, "Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Aku akan lakukan insyaallah." 'Itban berkata, "Maka berangkatlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar ketika siang hari, beliau lalu meminta izin lalu aku mengizinkannya, dan beliau tidak duduk hingga beliau masuk ke dalam rumah. Kemudian beliau bersabda: "Mana tempat di rumahmu yang kau sukai untuk aku pimpin shalat." Maka aku tunjukkan tempat di sisi rumah. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdiri dan takbir. Sementara kami berdiri membuat shaf di belakang beliau, beliau shalat dua rakaat kemudian salam." 'Itban melanjutkan, "Lalu kami suguhkan makanan dari daging yang kami masak untuk beliau. Maka berkumpullah warga desa di rumahku dalam jumlah yang banyak. Salah seorang dari mereka lalu berkata, "Mana Malik bin Ad-Dukhaisyin atau Ibnu Ad Dukhsyun?" Ada seorang yang menjawab, "Dia munafik, dia tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Janganlah kamu ucapkan seperti itu. Bukankan kamu tahu dia telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan mengharap ridha Allah?" Orang itu menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." 'Itban berkata, "Kami lihat pandangan dan nasehat beliau itu untuk kaum Munafikin. Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan mengharap ridha Allah?"

Shahih Al-Bukhari (425), Shahih Muslim (33)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

بارك الله فيكم
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kitab “Puasa, Tata Cara Dan Permasalahannya”

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله رب العالمين.

Telah tercetak di Indonesia Buku:

“Puasa, Tata Cara Dan Permasalahannya”
(Jilid Satu) 303 halaman.
Sebagai terjemahan dari kitab:

إتحاف الأنام بأحكام ومسائل الصيام


Karya Fadhilatusy Syaikh Al Faqih:
Abu Abdillah Muhammad Bin Ali Bin Hizam Al Yamaniy Al Ba’daniy Al Fadhliy
 -semoga Allah memelihara beliau-

Dengan Kata Pengantar Dari Fadhilatusy Syaikh Al Allamah:
Abu Abdirrahman Yahya Bin Ali Al Yamaniy Al Hajuriy -semoga Allah memeliharanya-

Kitab ini berisi pembahasan puasa, Tata caranya dan berbagai permasalahan yang terkait dengannya.

Sebagaimana pujian Syaikhuna Yahya Al Hajuriy حفظه الله bahwasanya kitab ini pembahasannya cukup lengkap.

Dan nanti akan disusul dengan jilid dua dari terjemahannya

إن شاء الله تبارك وتعالى. وبه الثقة.

والحمد لله رب العالمين

Spec :
Hardcover uk. a5,  303 halaman 
Jilid jahit

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar 

Kitab "15 Masalah Yang Terkait Dengan Wabah"

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله رب العالمين.

Telah tercetak buku berbahasa Indonesia :
"15 Masalah Yang Terkait Dengan Wabah"
Sebagai terjemahan dan Catatan kaki untuk karya Fadhilatusy Syaikh Abu Ammar Yasir Bin Abdah Al Adeniy Ad Duba'iy حفظه الله,


Yang berisi sebagai berikut :

Beberapa Kejadian Tha’un Dalam Sejarah.

Pasal Pertama: 
Definisi Tha’un.

Pasal Kedua: 
Apakah Virus Corona Termasuk Tha’un?

Pasal Ketiga: 
Apakah Sebab Penyakit Ini?

Pasal Keempat: 
Tempat Tumbuhnya Tha’un.

Pasal Kelima: 
Hikmah Dari Adanya Tha’un.

Pasal Keenam: 
Udzur-udzur Yang Membolehkan Untuk Tidak Shalat Jum’at dan Jama’ah.

Pasal Ketujuh: 
Hukum Meninggalkan Shalat Jum’at dan Jama’ah Karena Wabah.

Pasal Kedelapan: 
Hukum Mengucapkan "Shallu Fi Buyutikum".

Pasal Kesembilan: 
Hukum menjadikan salah satu sisi rumah untuk shalat Jum’at dan jama’ah.

Pasal Kesepuluh: 
Hukum Memakai Masker Dan Sarung Tangan.

Pasal Kesebelas: 
Hukum Qunut Karena Wabah.

Pasal Kedua Belas: 
Adakah Ibadah Khusus Terkait Dengan Wabah?

Pasal Ketiga Belas: 
Hukum “Karantina Kesehatan”.

Pasal Keempat belas: 
Hukum Menyedekahkan harta Karena Terkena Wabah.

Pasal Kelima Belas: 
Hukum Memakamkan Jenazah Yang Terkena Corona Tanpa Memandikannya Atau 
Mengkafaninya.

Setelah itu di akhir-akhir catatan kaki saya tambahkan dua permasalahan:

Permasalahan pertama: 
hukum shalat berjama’ah di masjid namun dalam satu shaf masing-masing orang membuat 
jarak karena dikhawatirkan berjangkitnya penyakit menular yang mematikan.

Permasalahan kedua: 
cara bersuci bagi para tenaga medis yang harus memakai seragam ppe (Personal Protection Equipment/Peralatan Perlindungan Diri) selama masa yang panjang.

والحمد لله رب العالمين. 

Spec :
Hardcover uk. a5,  125 halaman 
Jilid jahit

Pesan Sekarang
⇓⇓⇓
Untuk pemesanan klik gambar