Kajian Kitab Shohih Bukhari (Tsulatsiyat: Hadits 11)

Sumber Channel Telegram: Tsulatsiyat Shohih Bukhari

Nasihat dari Fadhilatus Sheikh Muhammad Aman al Jami رحمه الله تعالى untuk para pemuda.


Nasihat untuk para pemuda memang harus diulang-ulang, kerana para pemuda itulah yang lebih banyak membaca, mendengar dan lebih banyak mencari informasi. Sementara banyak dari para penceramah dan para penulis buku, mereka itu menulis atau berceramah didasari oleh hamasiyah, oleh fanatisme dan emosional keislaman, sehingga fikihnya kurang, pemahamannya kurang dan seterusnya, sehingga para pemuda itu disesatkan oleh orang-orang seperti itu, sengaja atau pun tidak. Sehingga memang perlu untuk menyampaikan nasihat, untuk meluruskan para pemuda dan seterusnya.

Ceramah yang bagus dari Fadhilatus Sheikh Abu Bilal alHadhromi, ketika beliau datang ke Ma'rib, tempat Sheikh Yahya beberapa hari yang lalu. Beliau mengatakan bahawasanya, "Para musuh Islam mereka tahu, dari sisi mana kaum muslimin akan dilemahkan terutama para pemudanya. Yaitu dari sisi wanita kerana memang fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah wanita dan mereka mengambil pelajaran dari situ untuk merusak umat ini. 

Makanya jangan sampai (kata Sheikh Abu Bilal), kalian laki-laki belajar, isteri kalian, kalian biarkan jahilah, lalu disesatkan oleh, mungkin media massa, oleh apa yang mereka dengar, apa yang mereka lihat dan apa yang mereka baca dan seterusnya. Para isteri kalian juga harus belajar. Anak-anak perempuan kalian juga harus belajar. Para musuh Islam ingin merusak dari sisi itu. Sementara para wanita, kesannya, pengaruhnya besar kepada kaum lelaki sehingga kalau yang ini lemah, yang itu akan senang dlemahkan. Para ulama'memberikan nasihat-nasihat.

Hadith ke 11 dari tsulatsiyat Imam Bukhori.

*الحادي عشر : إنذار الناس من هجوم العدو*
  قال الإمام البخاري رحمه الله في صحيحه برقم (٣٠٤١): حدثنا المكي بن إبراهيم: أخبرنا يزيد بن أبي عبيد: عن سلمة رضي الله عنه  أنه أخبره قال: خرجت من المدينة ذاهبا نحو الغابة، حتى إذا كنت بثنية الغابة لقيني غلام لعبد الرحمن بن عوف، قلت: ويحك ما بك؟ قال: أخذت لقاح النبي صلى الله عليه وسلم.  قلت: من أخذها؟ قال: غطفان وفزارة. فصرخت ثلاث صرخات أسمعت ما بين لا بتيها: يا صباحاه! يا صباحاه! ثم اندفعت حتى ألقاهم، وقد أخذوها فجعلت أرميهم وأقول: أنا ابن الأكوع، واليم يوم الرضع. فاستنقذتها منهم قبل أن يشربوا. فأقبلت بها أسوقها، فلقيني النبي صلى الله عليه وسلم فقلت: يا رسول الله،  إن القوم عطاش، وإني أعجلتهم أن يشربوا سقيهم، فابعث في إثرهم. فقال: ((يا ابن الأكوع ملكن، فأسجح. إن القوم يقرون في قومهم)).
🎙Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo AlJawiy حفظه الله

Tawakkal Dan Isti’anah Pada Allah

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Kedua Puluh: Tawakkal Dan Isti’anah Pada Allah

الحمد لله الذي وعد المتوكلين عليه بالكفاية التامة والمعونة ، وهون عليهم الأثقال وحمل عنهم المشقة والمؤنة . وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه . أما بعد :
 
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah ta’ala Yang telah menciptakan kalian, memberikan kalian rezeki dan mendidik kalian. Dialah Yang memberi kalian makanan, mencukupi hajat-hajat kalian dan menaungi kalian. Dialah Yang menyelamatkan kalian dari kerendahan dan memberikan petunjuk pada kalian.
 
Dan bertawakkallah kalian kepada-Nya dengan sebenar-benar ketawakkalan di dalam memperbaiki agama dan dunia kalian. Dan ketahuilah bahwasanya tawakkal kepada Allah itu termasuk dari konsekuensi keimanan, dan dengan itu pastilah si hamba akan mendapatkan semua kebaikan, kebajikan dan karunia. Kalian sendiri tahu bahwasanya kalian itu sangat tergantung dan memerlukan kepada Rabb kalian di dalam seluruh keadaan dan urusan, sementara Rabb itulah yang melakukan apapun yang Dia kehendaki, dan jika Dia menetapkan sesuatu cukupkan Dia mengatakan kepadanya: “Jadilah” maka terjadilah ia. 

Dan Dialah Yang mengetahui dari maslahat-maslahat kalian apa yang kalian tidak mengetahuinya. Dan Dia menginginkan dari maslahat-maslahat tadi apa yang tidak kalian inginkan, serta mampu terhadap sesuatu yang mana kalian tidak mampu melakukannya.
 
Maka kerjakanlah sebab-sebab sambil kalian bertawakkal kepada-Nya; bukan kepada yang selain-Nya. Tunaikanlah perintah-Nya, jauhilah larangan-Nya sambil memohon kepada-Nya untuk menolong kalian mencapai kecintaan-Nya dan keridhaan-Nya.
 
Kerjakanlah sebab-sebab duniawi seperti perdagangan, produksi, pertanian ataupun sebab-sebab yang lainnya. Kalian menjalankan sebab-sebab sambil bertawakkal dan bersandar kepada Penyebab adanya sarana-sarana, karena jika kalian punya sifat-sifat semacam itu; kalian akan terus-menerus di dalam ibadah dan Tuan kalian akan menolong kalian, memudahkan jalan-jalan dan pintu-pintu untuk kalian.
 
Ada tiga perkataan yang mana ketiga-tiganya itu adalah ruh dari tawakkal dan isti’anah, barangsiapa mengucapkannya dengan lidahnya sambil menghadirkan maknanya di dalam hatinya; maka sungguh dia telah merealisasikan ketawakkalan dan menjadi tegaklah bangunannya:

﴿إِيَّاكَ نَعْبُد وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾

“Hanya kepada-Mu sajalah kami beribadah, dan hanya kepada-Mu sajalah kami mohon pertolongan.”

﴿حَسْبِيَ الله لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ﴾ ]التوبة: 129[.

“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung".

Dan kalimat: (لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله العلي العظيم) “Tidak ada upaya maupun daya melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung", yang mana dia itu adalah salah satu dari perbendaharaan-perbendaharaan Jannah.
 
Ketiga kalimat tadi akan menyampaikan hamba kepada semua kebaikan total. Maka kapanpun si hamba tahu bahwa tiada satu upaya dan kekuatanpun pada diri seseorang selain dengan pertolongan Allah, lalu dia memang bersandar kepada Rabbnya di dalam mendatangkan segala kemaslahatan agama dan dunianya, dan dalam usaha untuk menolak bahaya dan perkara yang dibenci, sambil dia percaya kepada Tuannya, dan dia tahu bahwasanya Allah itulah Yang Mampu memberikan manfaat dan mampu menimpa bahaya, dan bahwasanya Dialah Yang melindungi dari keburukan-keburukan, 

Dialah Yang mendatangkan perkara yang dicintai dan menggembirakan, dan bahwasanya semua makhluk ada di puncak ketergantungan dan ujung kefakiran pada Rabb mereka, kemudian dia memutuskan harapannya dan ketergantungannya kepada para makhluk, dan dia meletakkan hajat-hajatnya dan semua urusannya kepada Allah Rabb alam semesta; maka hendaknya dia bergembira dengan kecukupan yang sempurna dan pemudahan seluruh urusan.
 
Alangkah tentramnya hati orang tadi dengan kehidupan yang bagus di dalam seluruh takdir yang berlangsung pada dirinya.

Barangsiapa ketergantungannya dengan Allah itu terputus, dan dia bergantung pada yang selain-Nya; Allah akan menelantarkannya, menyerahkannya kepada yang lain dan menjadikan pengurus dirinya adalah pihak yang dia telah puas dan setia dengannya.

Maka bertakwalah kalian pada Allah, wahai para hamba Allah, dan perbaguslah usaha dan pencarian. Dan bertawakkallah kalian kepada Pencipta sebab, bukan kepada sebab.

﴿وَمَنْ يَتَّقِ الله يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ * وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى الله فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ الله بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ الله لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ﴾ [الطلاق: 2، 3].

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah Yang akan mencukupi dirinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukku dan untuk kalian di dalam Al Qur’an yang agung.
------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

Dzikir Kepada Allah

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Kesembilan Belas: Dzikir Kepada Allah

الحمد لله الذي أعطى الذاكرين ما لم يعط أحدا من العالمين، ورفع لهم المنازل العالية، وجعلهم صفوة المؤمنين، وأشهد أن لا إله إلا هو ولا ضد ولا معين، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أفضل الذاكرين، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه وأتباعهم إلى يوم الدين. أما بعد:
 

Allah Memudahkan Mata Pencaharian Untuk Para Hamba-Nya

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Kedelapan Belas: Allah Memudahkan Mata Pencaharian Untuk Para Hamba-Nya

الحمد لله ذي الفواضل الجليلة والعوائد ، الذي خفف عن عباده المعضلات الشدائد، بما قيضه من أرزاق متنوعة ، وبركات متتابعة وفوائد ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك العظيم الواجد الماجد ، الذي تفرد بالكمال المطلق فهو الإله السيد الصمد الأحد الواحد ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أفضل محمود وأكمل مثن على الله وحامد . اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه المحسنين في الأعمال والمقاصد . أما بعد :
 
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah ta’ala, dan pikirkanlah kenikmatan-kenikmatan Rabb kalian dan bersyukurlah kepada-Nya. Ingatlah karunia-karunia Allah, sebut-sebutlah karunia-Nya dan janganlah kalian mengingkarinya. Juga ingatlah bahwasanya kalian dulu berputus asa sebelum turunnya hujan lebat itu kepada kalian, lalu Allah menganugrahkan kepada kalian dengan hujan-Nya yang lebat, sehingga jadilah kalian bersuka cita dengan rezeki-Nya.

Meskipun kalian masih mengeluhkan naiknya harga barang-barang, susahnya beban hidup dan tidak tercapainya tujuan; maka perhatikanlah apa saja yang terkandung di dalam ujian-ujian tadi berupa karunia-karunia, kesuburan tanah yang Allah letakkan (rasa nikmat itu) sampai ke hati-hati kalian. Bukankah itu juga termasuk dari karunia-karunia Yang Maha Pencipta untuk meringankan dari kalian bencana dan kesulitan-kesulitan? Bukankah termasuk dari kebaikan-Nya kepada kalian: Dia memudahkan kalian mencapai setiap perkara yang dituju?

Maka alangkah banyaknya kebaikan-kebaikan dan berkah-berkah Rabbaniyah yang datang dari Allah. Alangkah banyaknya rahasia-rahasia dan karunia-karunia yang nampak dan yang tidak nampak. Bukankah Allah telah menetapkan sebab-sebab dan amalan-amalan yang beraneka ragam agar kehidupan para makhluk menjadi tegak dan terbantu?

Bukankah Allah telah menundukkan orang kaya untuk membantu orang miskin dan juga menundukkan orang miskin untuk membantu orang kaya sehingga semua pihak mendapatkan manfaat dan rezeki? 

Bukankah Allah telah mengkhususkan untuk kalian dengan mata air-mata air yang Dia pancarkan dan sungai-sungai yang mengalir?

Bukankah Dia telah memberikan faidah untuk kalian berkah-berkah bumi-Nya dan nikmat-nikmat-Nya yang susul-menyusul dan sambung-menyambung? Bukankah yang demikian itu adalah kenikmatan untuk orang-orang kaya dan tambahan keutamaan serta jasa untuk mereka? Dan bukankah itu juga kenikmatan untuk orang-orang miskin agar menjadi banyaklah lapangan-lapangan pekerjaan dan mata pencaharian, serta menjadi banyaklah kebajikan-kebajikan?

Maka ingatlah pemberian-pemberian Allah agar kalian beruntung. Dan perbanyaklah dzikir dan syukur kepada-Nya agar kenikmatan tadi lestari kepada kalian dan kalian disayangi.

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk dari orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, dan termasuk dari orang-orang yang bersabar terhadap takdir-takdir dan ujian-Nya. Dan semoga Allah menjadikan apa yang Dia berikan kepada kita itu pertolongan untuk menjalankan kebaikan. Dan semoga Allah menolak dari kami dan kaum Muslimin segala keburukan dan mara bahaya.

﴿الله لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ ﴾ ]الشورى: 19[.

“Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukku dan untuk kalian di dalam Al Qur’an yang agung.
------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

Penyebutan Gambaran Surga Dan Penghuninya

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Ketujuh Belas: Penyebutan Gambaran Surga Dan Penghuninya

الحمد لله البر الكريم ، الرؤوف الرحيم ، ذي الفضل العظيم ، والإحسان الشامل الكامل العميم ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك العظيم ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المصطفى الكريم ، اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى آله وأصحابه السالكين للصراط المستقيم . أما بعد :

Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah teleh menyiapkan Jannah (Surga) bagi orang-orang yang bertakwa.

﴿الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَالله يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ * وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا الله فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا الله وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ * أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ﴾ ]آل عمران: 134-136[.

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? 

Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”.
 
Di dalam Jannah tadi ada kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terdetik di dalam hati manusia dan jin.

﴿ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ﴾ [محمد: 15].

“Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan”.
 
Dan buah-buahan yang beraneka ragam dengan cita rasa yang ledzat, mudah diraih oleh setiap orang.

﴿ وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ * وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ ﴾ [الواقعة: 20، 21].

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”.
 
Naungannya membentang, kebaikannya amat banyak tanpa batas, sungai-sungainya mengalir tanpa ada parit-paritnya, maka Maha Penuh berkah Rabb Yang disembah. Itu adalah negri yang mana Maha Agunglah Dzat Yang membangunnya dan menyempurnakannya. Itu adalah negri yang bagus untuk orang-orang yang berbakti, tempat-tempat tinggalnya dihiasi. Itu adalah negri yang di dalamnya itu jiwa-jiwa mencapai apa yang diangan-angankan dan diharapkannya.
 
Taman-tamannya berseri-seri sebagai tempat berkumpulnya orang-orang pilihan yang saling cinta. Kebun-kebunnya mekar sebagai tempat wisata orang-orang yang rindu. Kemah-kemah dari berbagai mutiara ada di tepi-tepi sungainya; menggembirakan orang-orang yang melihat. Di dalamnya ada para wanita yang bagus akhlak mereka dan rupawan wajah mereka. Allah telah mengumpulkan untuk mereka keindahan lahiriyah dan batiniyah dari segala sisinya. Mereka itu dalam keadaan:

﴿أَبْكَارًا * عُرُبًا أَتْرَابًا﴾ [الواقعة: 36، 37].

“Masih gadis-gadis yang muda belia lagi penuh cinta”,
 
Seakan-akan mereka itu:

﴿ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ﴾ [الواقعة: 23].

 “Mutiara yang disimpan”,

﴿ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ ﴾ [الرحمن: 56].
 
“Para wanita yang menundukkan pandangan”,

Dikarenakan kecantikan mereka yang mana orang-orang tidak mampu untuk menggambarkannya. Mereka cukup tinggal di dalam kemah-kemah dari mutiara dan permata dan tertutup dari pandangan mata banyak orang. Para penghuninya bersenang-senang di dalam kedermawanan Rabb Yang Maha Penyayang. 

Mereka melihat dengan mata kepala kepada wajah Allah Yang Maha Mulia. Kemudian jika mereka melihat kepada Rabb mereka; mereka lupa pada kenikmatan-kenikmatan yang tengah mereka rasakan. Ada penyeru yang menyerukan di segenap penjuru Jannah memberikan kabar gembira kepada para penduduknya dengan lestarinya kenikmatan selama-lamanya:

«إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيُوْا فَلَا تَمُوْتُوْا أَبَداً، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَمْرَضُوْا أَبَداً، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوْا فَلَا تَهْرَمُوْا أَبَداً، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوْا فَلَا تَبْأَسُوْا أَبَداً».

“Sesungguhnya kalian akan mendapatkan kehidupan sehingga kalian tidak mati selama-lamanya. Dan sungguh kalian akan mendapatkan kesehatan sehingga kalian tidak sakit selama-lamanya, dan sungguh kalian akan mendapatkan kepemudaan maka kalian tidak menjadi tua renta selama-lamanya. Dan sungguh kalian akan bernikmat-nikmat sehingga kalian tidak susah selama-lamanya”.
 
Dan kalian juga akan mendapatkan turunnya keridhaan dari Yang Maha Mulia, sehingga Dia tidak murka kepada kalian selamanya.
 
Di dalam Jannah itu para sahabat, para kerabat dan para pecinta saling mengunjungi, dan mereka semua berkumpul di bawah naungan Jannah yang sangat rindang, dan di dalam Jannah juga mereka saling memberikan gelas-gelas yang berisi khamr murni, tasnim (mata air khusus untuk orang-orang yang didekatkan –pen), dan Salsabil (nama sebuah mata air di Jannah –pen). Mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang paling bagus, memperbincangkan kenikmatan-kenikmatan dari Tuan Yang Maha Agung. Telah dicabut dari hati-hati mereka kedengkian, kegundahan dan kesedihan-kesedihan, dan mereka diliputi kegembiraan, kebaikan, kemuliaan dan kebajikan.
 
Untuk negri semacam inilah hendaknya orang-orang beramal, dan di dalam amalan-amalan mereka yang menyampaikan kepada negri itulah hendaknya orang-orang itu berlomba-lomba.
 
Maka sungguh mengherankan bagaimana pencarinya itu sampai tertidur? Dan bagaimana pelamarnya tidak merelakan maharnya? Dan bagaimana dia bergembira untuk menetap di negri ini (dunia –pen) setelah dia mendengar tentang berita-berita negri itu (Jannah –pen)? Dan bagaimana orang-orang yang rindu itu telah puas untuk menetap (di dunia –pen) tanpa berpelukan dengan para gadis Surga? Jalannya mudah bagi orang yang Allah mudahkan; yaitu: melaksanakan perintah-perintah,  menjauhi larangan-larangan, bertobat dan inabah kepada Allah.
 
Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu Jannah dan apa saja yang mendekatkan kepadanya; berupa ucapan, amalan dan keyakinan, dan kami memohon perlindungan kepada-Mu dari Neraka dan apa saja yang mendekatkan kepadanya; berupa ucapan, amalan dan keyakinan, karena sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Dermawan.

------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

Neraka, Gambarannya dan Gambaran Penghuninya

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Keenam Belas: Neraka, Gambarannya dan Gambaran Penghuninya

الحمد لله الذي جعل النار مثوى للكافرين ، وعاقبة المجرمين والمتكبرين والمتجبرين، فهو الحكم العدل شديد العقاب ، وأحكم الحاكمين ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي حذر وأنذر ، وأخبر أن جهنم مثوى الظالمين ، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه أئمة المتقين ، وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين . أما بعد:

Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan takutlah kalian kepada Neraka yang telah disediakan untuk orang-orang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya jika kalian adalah orang-orang yang beriman. Karena sesungguhnya Allah telah mengabarkan bahwasanya tidak akan dibakar oleh Neraka kecuali orang yang paling celaka, yang mana dia mendustakan (kebenaran) dan berpaling, mengumpulkan (harta) lalu menyimpannya, dia lupa pada awal penciptaan dan penghabisannya.
 
Maka Neraka adalah negri bagi orang yang melampaui batas, berbuat zhalim, menyombongkan diri pada para makhluk dan lebih mengutamakan kehidupan dunia. 

Neraka adalah negri kecelakaan yang abadi dan siksaan keras yang kekal, negri yang mana Allah mengumpulkan di dalamnya berbagai jenis siksaan untuk orang-orang yang melampaui batas, Allah menurunkan kepada penghuninya kemurkaan, api yang menyala-nyala dan penghalang (dari melihat wajah Allah –pen).
 
Neraka adalah negri yang kemarahannya geramannya mengeras, kengeriaannya bertumpuk-tumpuk, gejolaknya dipanaskan, jurangnya sangat jauh mendalam, siksaannya keras, pakaian penghuninya adalah tembaga dan besi yang cair, makanan mereka adalah nanah (atau perahan badan –pen), minuman mereka adalah nanah, orang yang jahat meneguknya,

﴿وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ﴾ [إبراهيم: 17].

“Dan hampir dia tidak bisa menelannya, dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati”
Yaitu mati untuk beristirahat dari dari berbagai kesulitan. Penghuninya berbolak-balik di antara Zamharir yang luar biasa dingin dan api yang menyala-nyala, di dalamnya mereka bertemu dengan kesulitan dan kecelakaan.
 
Maka alangkah buruknya tempat tinggal tadi, dan alangkah buruknya tempat kembali itu. Dilemparkan kepada mereka kelaparan yang amat sangat dan mengerikan, serta kehausan yang besar dan menyakitkan, lalu mereka memohon makanan dan minuman, maka mereka diberi minuman dari siksaan tadi, dengan siksaan yang paling mengerikan. Mereka diberi minuman dengan air bagaikan logam yang mendidih, yaitu timah yang dicairkan. Makanan yang buruk dan busuk baunya, panasnya telah mencapai puncaknya, jika didekatkan kepada wajah-wajah mereka; dia itu menjatuhkan dan memanggang kulit dan dagingnya. Jika dia masuk ke dalam perut-perut mereka; dia itu menghancurluluhkan perut-perut tadi dan memotong-motong usus-ususnya.
 
Makanan Zaqqum bergolak mendidih di dalam perut-perut mereka bagaikan gejolak air yang di puncak panasnya.

﴿﴿ فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ * فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ﴾ [الواقعة: 54، 55].

"Sesudah itu mereka akan meminum air yang sangat panas. Maka mereka minum seperti unta yang sangat haus minum”.

Macam onta yang sangat kehausan. Inilah hidangan awal untuk mereka, maka alangkah buruknya hidangan pembuka tadi, bukan hidangan yang mulia. Mereka berteriak pada Malik, Penjaga Neraka:

﴿لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ﴾ ]الزخرف: 77[.

“Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja".

Dia menjawab:

﴿ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ﴾ ]الزخرف: 77[.

"Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal (di neraka ini)".

﴿ لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ﴾ ]الزخرف: 78[.

“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawakan kebenaran kepada kalian tetapi kebanyakan dari kalian benci pada kebenaran itu”.
 
Dan mereka berseru memohon penyelamatan kepada Rabb mereka:

﴿رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ * رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ * قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ﴾ [المؤمنون: 106 - 108].

"Wahai Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim". Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan Aku”.
 
Maka ketika itu berputus asalah mereka dari segala kebaikan, dan mereka menarik napas rintihan dan juga menghembuskan napas keluhan. Setiap kali gejolak api menaikkan mereka dan mereka ingin keluar dari Neraka, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka:

﴿ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ ﴾ [الحج: 22].

“Rasakanlah oleh kalian siksaan yang membakar”.
 
Siksaannya tidak dihentikan dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya. Mereka menangis mengeluarkan darah setelah air mata mereka habis, tapi tidak juga mereka dikasihani, sebagai balasan atas perbuatan mereka dulunya.
 
Perkara yang mereka inginkan dan mereka cari-cari telah luput dari mereka. Mereka mengakui dosa-dosa mereka, dan dosa-dosa tadi mengepung mereka. Mereka memohon kecelakaan dan kebinasaan: “Wahai kebinasaan, datanglah! Aduh, alangkah besarnya penyesalan kami atas penyia-nyiaan kami terhadap hak-hak Allah! ”.

“Alangkah besarnya kesedihan kami atas siksaan yang mengerikan ini! Alangkah besarnya kesusahan kami di dalam negri hukuman dan terbaharuinya keletihan! Sungguh menyakitkan kami kekekalan di Neraka Jahim! Aduh, alangkah besarnya malapetaka ini! Kami tidak punya pemberi syafaat ataupun penolong dan sahabat dekat yang melindungi! Yang Maha Pengasih telah meninggalkan kami di dalam siksaan sebagaimana dulu kami meninggalkan-Nya, dan sebagaimana kami menentang ayat-ayat-Nya, pembalasan-Nya dan pertemuan dengan-Nya! Maka demi Allah, hati-hati kami telah tercerai-berai disebabkan karena kerasnya hukuman, dan telah terpotong-potong karena besarnya kesulitan dan musibah-musibah. Sama saja bagi kami: apakah kami mengeluh ataukah kami bersabar;  maka siksaan itu berlangsung terus-menerus. Dan sama saja bagi kami: apakah kami berdoa ataukah kami diam saja;  maka kami tidak punya pemberi belas kasihan ataupun penolong ataupun penyayang”.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukku dan untuk kalian di dalam Al Qur’an yang agung.

------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

HardikanTerhadap Sikap Menyia-nyiakan Shalat

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Kelima Belas: HardikanTerhadap Sikap Menyia-nyiakan Shalat

الحمد لله الرب العظيم ، الواسع الحليم الرؤوف الرحيم ، وأشهد أن لا إله إلا الله الجواد الكريم ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ومن هو بالمؤمنين رؤوف رحيم ، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه ، ومن تبعهم في الصراط المستقيم. أما بعد:
 
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan jangan sampai kalian menjadi termasuk dalam golongan yang mana Allah berfirman tentang mereka:

﴿فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا﴾ [مريم/59].

“Maka datanglah sepeninggal mereka para pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti syahwat-syahwat, maka mereka akan berjumpa dengan Ghayy (siksaan keras yang berlipat ganda)”.
 
Mereka menyia-nyiakan shalat dengan meluputkannya dari waktu-waktunya, dan mereka meremehkan shalat-shalat jama’ah dan Jum’at. Dan mereka tidak takut pada Rabb mereka, tidak pula gentar terhadap hukuman-hukuman. Kalaupun mereka shalat; mereka mematuk bagaikan patukan burung gagak, tidak punya ketenangan, ketentraman ataupun mencari pahala. 

Engkau menyangka mereka adalah orang-orang yang terusir jika mereka masuk ke dalam shalat. Engkau menyaksikan mereka meremehkan rukun-rukun dan syarat-syarat shalat. Engkau melihat mereka melalaikan semua kesempurnaan- kesempurnaan shalat. Allah berfirman tentang mereka:

﴿نَسُوا الله فَنَسِيَهُمْ﴾ [التوبة: 67].

“Mereka meninggalkan Allah, maka Allahpun meninggalkan mereka”.
 
Dan mereka menyia-nyiakan kemaslahatan dunia dan agama, menyia-nyiakan shalat dan mengikuti syahwat-syahwat dikarenakan kesesatan mereka. Dan mereka lebih mengutamakan keinginan-keinginan jiwa daripada menjalankan kewajiban-kewajiban. Jika nampak bagi mereka perkara yang mereka hasratkan; mereka terbang ke situ secara berkelompok-kelompok ataupun sendirian, dan jika datang perintah Allah maka mereka bermalas-malasan untuk menaatinya. Maka cukuplah hal itu sebagai kerendahan dan kerugian bagi mereka. Maka sungguh kasihan orang yang mendahulukan syahwat-syahwat kesesatan daripada ketaatan pada Tuannya. Dan alangkah ruginya orang yang merasa tidak memerlukan kebaikan dan memilih mengikuti hawa nafsunya sehingga hal itu membinasakannya dan meruntuhkannya.

Di manakah Islam dan Iman wahai orang yang menyatakan diri memeluknya?! Di manakah rasa takut pada hari di mana setiap orang yang beramal akan menjumpai amalannya pada hari itu? Hari di mana orang yang bangkrut tadi tidak mendapatkan dari amalan-amalannya sesuatu yang mampu menyelamatkannya dan melindunginya dari siksaan Rabbnya.

Maka kecelakaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang menyia-nyiakan shalatnya.

﴿ يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ * وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ * وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ * لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ﴾ ]عبس: 34-37[.

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya”.
 
Maka di manakah orang-orang yang hina tadi dari suatu kaum yang memandang bahwasanya shalat adalah nikmat terbesar dari Allah, dan ghanimah yang paling agung?! Kaum tadi menyambut shalat dengan dada-dada yang lapang dan cita-cita yang jujur serta amalan yang tegak lurus.  Kaum tadi tidak kehilangan satu Jum’at ataupun satu jama’ah sama sekali; kecuali jika mereka punya suatu udzur. Allah berfirman:

﴿رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ الله وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ * لِيَجْزِيَهُمُ الله أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَالله يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ﴾ [النور/37-38].

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas”.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukku dan untuk kalian di dalam Al Qur’an yang agung.
------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

Menunggu Kelonggaran Ketika Diterpa Kesulitan

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Keempat Belas: Menunggu Kelonggaran Ketika Diterpa Kesulitan

الحمد لله الحميد في وصفه وفعله، الحكيم في خلقه وأمره، الرحيم في عطائه ومنعه، المحمود في خفضه ورفعه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في كماله وعظمته ومجده، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، أفضل مرسل من عنده ، اللهم صلى وسلم على محمد وعلى آله وصحبه وجنده . أما بعد:
 
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah ta’ala, dan berpikirlah tentang hikmah-hikmah Tuan kalian di dalam pengaturan urusan-urusan, dan bahwasanya Dia itulah Yang layak dipuji, disanjung dan disyukuri  atas seluruh pengaturan-Nya. 

Ketahuilah bahwasanya:

﴿وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْ عَنْ كَثِيْرٍ﴾ ]الشورى: 30[.

"Apapun musibah yang menimpa kalian maka itu adalah disebabkan oleh ulah tangan kalian, dan Allah memaafkan kesalahan yang banyak dari kalian".

Dan ketahuilah bahwasanya kesulitan dan malapetaka ini pastilah akan dilonggarkan oleh Dzat Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. Dan pastilah Dia akan mengganti kesulitan tadi dengan kebalikannya, menukar kesukaran dengan kemudahan. Dengan Dia menjanjikan, dan Dia Maha Benar, Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Maka kembalilah kalian kepada diri-diri kalian sendiri dengan mengakui maksiat-maksiat dan aib-aib kalian, dan bertobatlah kalian kepada-Nya dengan tobat yang jujur dari seluruh dosa-dosa kalian.

Dan penuhilah apa yang Allah perintahkan kepada kalian, yaitu: bersabar ketika ada musibah-musibah, dan harapkanlah pahala dan ganjaran ketika kalian tertimpa bencana-bencana dan perkara-perkara yang tidak disukai.
 
Dan jadilah kalian di seluruh waktu kalian sebagai orang-orang yang tunduk dan merundukkan diri kepada Rabb kalian. Dan di segala keadaan kalian; kalian menjadi orang yang memohon kepada-Nya dihilangkannya kesulitan-kesulitan yang menimpa kalian dan memohon kedermawanan-Nya. Dan hadapkanlah hati-hati kalian kepada Dzat Yang mana di tangan-Nya itulah perbendaharaan- perbendaharaan rahmat dan rezeki-rezeki.
 
Juga nantikanlah kelonggaran dan hilangnya kesukaran dari Ar Rauf (Yang Maha Berbelas kasihan) Ar Rahim (Yang Maha Penyayang) Al Khallaq (Yang Maha mencipta), karena sesungguhnya ibadah yang paling utama adalah menunggu kelonggaran dari Yang Maha Penyayang lagi Maha Memberi rezeki). Jangan sampai hati-hati kalian dikuasai oleh keputusasaan, atau kalian mengungkapkan perkataan yang menunjukkan kejengkelan dan kemarahan serta keputusasaan; karena sesungguhnya seorang Mukmin itu selalu memohon pada Rabbnya, meminta karunia-Nya, mengharapkan-Nya, dan senantiasa merasa tergantung kepada-Nya di dalam mendatangkan manfaat-manfaat dan menolak bahaya-bahaya dari segala sisi.
 
Jika seorang Mukmin itu tertimpa kelapangan; dia ada di depan para ahli syukur. Jika dia terkena kesempitan; maka dia termasuk dari para penyabar. Dia mengetahui bahwasanya dia tidak punya Rabb selain Allah Yang dia inginkan dan dia seru, dan tiada sesembahan untuknya selain Dia Yang dia angankan dan dia harapkan. 

Dia tidak punya perpindahan dan keberpalingan dari pintu Tuan dia. Hatinya tidak menoleh, tidak tergantung dan tidak berpaling kepada yang selain-Nya.
 
Kelapangan dan kenikmatan itu tidak membuat seorang Mukmin menjadi melampaui batas dan menyombongkan diri. Dan dia itu tidak banyak berkeluh kesah dan marah-marah terhadap ketetapan dan takdir ketika tengah tertimpa kesulitan. Dia berjalan bersama takdir-takdir yang menyedihkan yang terus berlangsung; dengan ketenangan dan ketentraman. Allah membimbing hatinya untuk bertindak yang seperti itu dikarenakan dia tahu bahwasanya perkara tadi adalah takdir dari Dzat Yang berfirman pada sesuatu: “Jadilah” maka terjadilah dia itu.
 
Maka orang tadi adalah hamba yang mendapatkan taufik yang mendapatkan keuntungan dari Rabb dan menegakkan peribadatan pada-Nya di segenap perubahan, dan dia telah meraih dua kebahagiaan: ketentraman pikiran dan bagusnya keadaan dan kesudahan, serta mendapatkan berbagai kebaikan. Allah ta’ala berfirman:

﴿مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ الله وَمَنْ يُؤْمِنْ بِالله يَهْدِ قَلْبَهُ وَالله بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ﴾ [ التغابن : 11] .

“Tidaklah suatu musibah itu menimpa kecuali dengan seidzin Allah. Dan barangsiapa beriman pada Allah; Allah akan memberikan petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukku dan untuk kalian di dalam Al Qur’an yang agung.
------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 68 : WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT) #5

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 68: WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 5

وَعَنْ أَبِي سِرْوَعَةَ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّهُ تَزَوَّجَ ابْنَةً لِأَبِي إِهَابِ بْنِ عَزِيزٍ فَأَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنِّي قَدْ أَرْضَعْتُ عُقْبَةَ وَالَّتِي تَزَوَّجَ فَقَالَ لَهَا عُقْبَةُ مَا أَعْلَمُ أَنَّكِ أَرْضَعْتِنِي وَلَا أَخْبَرْتِنِي فَرَكِبَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ وَقَدْ قِيلَ فَفَارَقَهَا عُقْبَةُ وَنَكَحَتْ زَوْجًا غَيْرَهُ. رَوَاهُ البُخَارِيُّ. 

Dari Abu Sirwa'ah Uqbah bin Al Harits; bahwasanya dia menikahi seorang perempuan putri Ibnu Ihab bin 'Aziz. Lalu datanglah seorang perempuan dan berkata, "Aku pernah menyusui 'Uqbah dan wanita yang dinikahinya itu". Maka 'Uqbah berkata kepada perempuan itu, "Aku tidak tahu kalau kamu pernah menyusuiku dan kamu tidak memberitahu aku." Maka 'Uqbah mengendarai kendaraannya menemui Rasulullah ﷺ di Madinah dan menyampaikan masalahnya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Harus bagaimana lagi, sedangkan dia sudah mengatakannya". Maka 'Uqbah menceraikannya dan ia (mantan istrinya) menikah dengan lelaki lain. (HR Al-Bukhari) 

Shahih Al-Bukhari (88)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 68 : WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT) #4

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 68: WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 4

وعن وابصة بن معبد رضي الله عنه قال: أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: جئت تسأل عن ألبر؟ قلت: نعم، فقال: استفت قلبك، ألبر: ما اطمأنت إليه النفس، واطمأن إليه القلب، والإثم ما حالك في النفس وتردد في الصدر، وإن أفتاك الناس وأفتوك. حدیث حسن، رواه الحمد والدارمي في (مسنديهما).

Dari Wabishah bin Ma'bad Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Aku pernah datang kepada Nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam, maka beliau bersabda, "Kamu datang untuk bertanya tentang al-birr (kebaikan)?" Aku menjawab, "Benar," beliau bersabda, "Tanyakan pada hatimu, kebaikan adalah semua yang membuat hatimu tenang terhadapnya, sedangkan dosa adalah semua yang membuat hatimu bimbang terhadapnya dan hatimu ragu walaupun orang-orang telah memberimu fatwa (bahawa hal itu tidak dosa)." Hadits hasan. (HR. Ahmad dan Ad-Darimi dalam Musnad mereka)

Shahih Al-Jami' karya Al-Albani Rahimahullah (948)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 68 : WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT) #3

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 68: WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 3

وَعَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سِمْعَانَ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ فَقَالَ الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ. 

Dari An Nawwas bin Sam'an Al Anshari dia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang arti kebajikan dan dosa. Sabda beliau, "Kebajikan itu ialah budi pekerti yang baik. Sedangkan dosa ialah perbuatan atau tindakan yang menyesakkan dada, dan engkau sendiri benci jika perbuatanmu itu diketahui orang lain." (HR Muslim) 

Muslim (2553)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 68 : WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT) #2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 68: WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 2

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرَةٍ فِي الطَّرِيقِ قَالَ لَوْلَا أَنِّي أَخَافُ أَنْ تَكُونَ مِنْ الصَّدَقَةِ لَأَكَلْتُهَا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. 

Dari Anas Radhiyallahu Anhu berkata, Nabi ﷺ  melewati buah-buah kurma yang jatuh di jalan, lalu beliau berkata, "Seandainya aku tidak takut bahwa pada kurma-kurma ini ada kewajiban shadaqah (zakat) tentu aku sudah memakannya." (Muttafaq Alaih) 

Shahih Al-Bukhari (2055), Shahih Muslim (1071)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 68 : WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 68: WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT

Audio 1:

Audio 2:

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 1

وَعَنِ النُّعْمَانِ بْنَ بَشِيرٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لَا يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. 

Dari An Nu'man bin Basyir Radhiyallahu Anhuma, dia berkata; aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir tempat terlarang untuk menggembala yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati". (Muttafaq Alaih) 

Shahih Al-Bukhari (52), Shahih Muslim (1599)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 68 : WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT) #Muqoddimah

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 68: WARA' DAN MENJAUHI SEGALA YANG SYUBHAT

Audio 1:

Audio 2:

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Allah Ta'ala berfirman, 

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ [النور : 15]

"Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (An-Nur : 15) 

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ [الفجر : 14]

"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi." (Al-Fajr : 14)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 67 : MAKRUHNYA MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA DITIMPA BALA DAN DIPERBOLEHKAN KARENA TAKUT TERGANGGU AGAMANYA) #2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 67: MAKRUHNYA MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA DITIMPA BALA DAN DIPERBOLEHKAN KARENA TAKUT TERGANGGU AGAMANYA


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 2

وعن قيس بن أبي حازم قال: دخلنا على خباب بن الأرت رضي الله عنه نعوده وقد اكتوى سبع كيات فقال: إن أصحابنا الذين سلفوا مضوا، ولم تنقصهم الدنيا، وإنا أصبنا ما لا نجد له موضعا إلا التراب ولولا أن النبي صلى الله عليه وسلم نهانا أن ندعو بالموت لدعوت به ثم أتيناه مرة أخرى وهو يبني حائطا له، فقال: إن المسلم ليؤجر في كل شيء ينفقه إلا في شيء يجعله في هذا التراب. متفق عليه، وهذا لفظ رواية البخاري.

Dari Qais bin Abi Hazim Radhiyallahu Anhu dia berkata, "Kami pernah menjenguk Khabbab bin Al-Arats Radhiyallahu Anhu, yang waktu itu telah melakukan pengobatan dengan (kay) besi panas sebanyak tujuh kali," kemudian dia berkata, "Sesungguhnya sahabat-sahabat kita telah pergi dan mereka tidak tergoda oleh dunia, sedang kita kini telah tertimpa musibah yang tidak kita dapati baginya tempat kecuali tanah. Seandainya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak melarang kita untuk meminta mati, pasti aku telah berdoa untuk memintanya," Kemudian pada lain waktu kami kembali menjenguknya dan dia sedang membangun pagar, lalu dia berkata, "Seorang muslim mendapat pahala dari apa saja yang dibelanjakannya, kecuali untuk memnbangun sesuatu di atas tanah ini." (Muttafaq Alaih, ini adalah lafazh dari riwayat Al-Bukhari)

Shahih Al-Bukhari (5672),Shahih Muslim (2681)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 67 : MAKRUHNYA MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA DITIMPA BALA DAN DIPERBOLEHKAN KARENA TAKUT TERGANGGU AGAMANYA) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 67: MAKRUHNYA MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA DITIMPA BALA DAN DIPERBOLEHKAN KARENA TAKUT TERGANGGU AGAMANYA


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 1

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا يتمن أحدكم الموت إما محسنا، فلعله يزداد، وإما مسيئا فلعله يستعتب. متفق عليه وهذا لفظ ألبخاري. وفي رواية مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا يتمن أحدكم الموت، ولا يدع به من قبل أن يأتيه، إنه إذا مات انقطع عمله، وإنه لا يزيد المؤمن عمره إلا خيرا. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “ Tidak ada seorang pun dari kalian yang boleh meminta untuk mati.Seandainya dia orang baik bisa jadi kebaikannya akan bertambah dan seandainya dia jahat bisa jadi dia bertaubat.” (Muttafaq Alaih) dan ini adalah lafazh Al-Bukhari.

Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam beliau bersabda, "Tidak ada seorang pun dari kalian yang boleh meminta untuk mati dan jangan berdoa agar mati sebelum kematian itu datang. Karena seseorang jika sudah mati, terputuslah semua amalnya. Dan bagi seorang mukmin, umur tidaklah akan memberi tambahan untuknya melainkan kebaikan." 

Shahih Al-Bukhari (5673),Shahih Muslim (2682)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 66 : SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH) #4

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 66: SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 4

وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: مر رسول الله صلى الله عليه وسلم بقبور بالمدينة فأقبل عليهم بوجهه فقال: السلام عليكم يا أهل القبور، يغفر الله لنا ولكم، أنتم سلفنا ونحن بالأثر. رواه الترمذي وقال: حديث حسن.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melewati pemakaman di Madinah, lalu beliau menghadap ke pemakaman itu sambil mengucapkan, “Assalamu'alaikum ya ahlal qubuuri yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafuna wa nahnu bil atsar. " (Keselamatan atas kalian wahai ahli kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian, kalian pendahulu kami dan kami akan menyusul).” (HR. At-Tirmidzi dan dia berkata, Hadits ini hasan)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 66 : SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH) #3

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 66: SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 3

 وعن بريدة رضي الله عنه، قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم يعلمهم إذا خرجوا إلى المقابر أن يقول قائلهم: السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، أسأل الله لنا ولكم العافية. رواه مسلم. 

Dari Buraidah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan sahabat beliau apabila pergi ke kubur agar membaca, “Assalamu 'alaikum ahlad Diyaar minal mu'miniina wal muslimiina, wa innaa insyaa Allahu bikum laahiiquuna as `alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyata,” (Keselamatan atas diri kalian wahai kaum mu'minin dan muslimin penghuni negeri ini, kami insya Allah akan menyusul kalian, saya mohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian." (HR. Muslim) 

Shahih Muslim (975)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 66 : SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH) #2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 66: SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 2

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ فَيَقُولُ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ. 

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata; Pada malam gilirannya bersama Rasulullah ﷺ, di akhir malam beliau keluar ke Baqi' dan mengucapkan, "Assaalamu 'alaikum daara qaumin mu' miniim, wa aataakum ma tuu'aduuna ghadan mu 'ajjaluuna, wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna. Allahummaghfir li ahli al-Baqi'il gharqadi. (Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni (kuburan) dari kaum mukminin. Apa yang dijanjikan Allah kepada kalian niscaya akan kalian dapati esok (pada hari kiamat), dan kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penghuni pemakaman Baqi' Al-Gharqad." (HR. Muslim) 

Shahih Muslim (974)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (BAB 66 : SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH) #1

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

BAB 66: SUNNAHNYA ZIARAH KUBUR BAGI KAUM LELAKI DAN APA YANG HARUS DIBACA PEZIARAH

Audio 1:

Audio 2:

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

HADITS 1

عن بريدة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلی الله عليه وسلم: كنت نهايتكم عن زيارة القبور فزوروها. رواه مسلم. وفي رواية : فمن أراد أن يزور القبور فلیزر فإنها تذكرنا بالآخرة. 

Dari Buraidah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“ Dahulu aku melarang kalian dari ziarah kubur, namun kini berziarahlah kalian. ” (HR. Muslim)
Dan dalam riwayat lain,“ Maka barangsiapa yang ingin ber ziarah ke kubur, silahkan dia berziarah, karena ziarah kubur itu mengingatkan kita kepada akhirat." 

Shahih Muslim (977)

Audio didapatkan dari Al Akh Wan Perwira Wan Adam Al Malizy حفظه الله

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Sabda Nabi ﷺ: “Bersemangatlah Engkau Pada Perkara Yang Bermanfaat Untukmu”

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Ketiga Belas: 
Sabda Nabi ﷺ: “Bersemangatlah Engkau Pada Perkara Yang Bermanfaat Untukmu”

الحمد لله الذي جعل الشريعة محتوية على الهدى والشفا والنور، وأوصل من استرشد بكلامه وكلام رسوله إلى كل خير وسرور، أحمده على أوصافه الكاملة وأسمائه الحسنى، وأشكره على آلائه الباطنة والظاهرة وما له من عميم النعمى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في ألوهيته وربوبيته، ولا نديد له في عظمته وكبريائه ومجده وأحديته، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله خير بريته، اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى آله وأصحابه القائمين بحقوقه ونصرته. أما بعد : 
 
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar ketakwaan kepada-Nya, dan berpegangteguhlah kalian pada bimbingan, jalan dan petunjuk Nabi-Nya. Nabi ﷺ yang bersabda:

«اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاْسَتَعنْ بِاللهِ».

"Bersemangatlah engkau pada apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan pada Allah". 
 
Maka alangkah bernilainya kedua kalimat yang agung tadi, telah terkumpul di dalamnya kebaikan dunia dan Akhirat bagi para hamba yang memahaminya dan mengamalkannya. Adapun semangat dan kesungguhan di dalam menghasilkan perkara-perkara yang bermanfaat di dunia dan Akhirat; maka yang demikian itu adalah dengan bersungguh-sungguh di dalam menjalankan peribadatan pada Allah yang mana dalam rangka itulah Allah menciptakan para mukallaf. Dan juga bersungguh-sungguh mencari perkara-perkara yang membantu ibadah tadi, berupa penghasilan yang halal yang mendukung urusan ibadah. Dan yang demikian itu tidak sempurna kecuali dengan menempuh jalan-jalannya dan pintu-pintunya yang bermanfaat. Dan hal itu tidak dihasilkan kecuali dengan kekuatan dan memohon pertolongan pada Allah, serta bertawakkal kepada-Nya, bukan bersandar kepada sebab-sebabnya, namun bersandar kepada Pencipta sebabnya.

Maka kebaikan tidak akan luput dari seorangpun yang kecuali dengan sebab dia meninggalkan salah satu dari perkara-perkara tadi, boleh jadi karena dia tidak bersemangat, bahkan dia didominasi oleh kemalasan dan kelesuan. Atau boleh jadi karena dia bersemangat kepada perkara-perkara yang tidak bermanfaat, atau dia tidak memohon pertolongan kepada Dzat Yang memudahkan urusan-urusan.
 
Perkara bermanfaat yang paling agung adalah: engkau mempelajari ilmu yang menegakkan agamamu, ibadah-ibadahmu dan muamalah-muamalahmu. Dan juga engkau menunaikan syariat-syariat yang nampak dan tidak nampak secara bersungguh-sungguh di dalam menyempurnakan ibadah-ibadahmu sambil memenuhi hak-hak Sang Pencipta dan hak-hak para makhluk, dalam keadaan engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu di dalam mencari rezeki yang halal.
 
Maka alangkah beruntungnya orang yang tawakkalnya itu kuat kepada Rabbnya di dalam memudahkan urusan agama dan dunianya. Dan alangkah berbahagianya apabila dia menyaksikan kesuksesan dan kejayaan di akhir usaha dia.
 
Apabila engkau ingin memilih suatu amalan yang bermanfaat yang mana dengan itu duniamu menjadi baik; maka tempuhlah jalan yang menyampaikanmu kepadanya dengan lembut, dan mohonlah pertolongan kepada Tuanmu, karena jika engkau merealisasikan tawakkal kepada-Nya; Dia akan memudahkan dan menggampangkan urusanmu itu, serta mencukupimu.

Namun apabila engkau merasa kagum dengan dirimu sendiri dan pendapatmu sendiri; Dia akan menelantarkanmu dan menyerahkan dirimu kepada kelemahanmu dan dia akan melemahkan kekuatan-kekuatanmu. 

Nabi ﷺ bersabda:

«لَوْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً».

“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar ketawakkalan kepada-Nya, pastilah Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung-burung; berangkat pagi dalam keadaan lapar dan pulang di waktu petang dalam keadaan kenyang”.

Akan tetapi kebanyakan dari kalian merasa kagum pada diri sendiri sehingga hal itu membuat diri kalian letih karena ditimpa kelemahan, kerendahan dan penelantaran. Allah ta’ala berfirman:

﴿وَاعْتَصِمُوا بِالله هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ﴾ [الحج: 78].

“Dan berpegangteguhlah kalian pada tali Allah. Dia adalah Pelindung kalian, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”.

------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)

Tawassul Kepada Allah Dengan Sarana-sarana Yang Bermanfaat

Sumber Channel Telegram: MaktabahFairuzAddailamiy

CONTOH MATERI KHUTBAH
---------------------------------------------------
Untuk pemesanan Kitab klik gambar


Khutbah Kedua Belas: 
Tawassul Kepada Allah Dengan Sarana-sarana Yang Bermanfaat

الحمد لله الرب العظيم ، الرؤوف الرحيم ، ذي الفضل العظيم ، والإحسان العميم ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الكريم ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي قال الله فيه : ﴿ وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴾ ، اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى آله وأصحابه ، ومن تبعهم في هديهم القويم . أما بعد :
 
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah ta’ala.

﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kalian mendapat keberuntungan”. (QS. Al Maidah: 35).

Adapun ketakwaan di sini adalah: menjauhi kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Sedangkan jihad di jalan Allah adalah mencurahkan kerja keras untuk menghadapi para pelaku penyimpangan, penyelewengan dan kekufuran.

Adapun mencari wasilah kepada Allah adalah mencari kedekatan kepada-Nya dengan prinsip-prinsip keimanan dan syariat-syariat Islam dan hakikat-hakikat ihsan. Barangsiapa menyembah Allah atau berdoa dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya; maka yang demikian itu adalah sarana yang paling utama. 

Barangsiapa mencari wasilah kepada Allah dengan (menyebutkan) kebajikan-Nya, kenikmatan-Nya, kedermawanan-Nya, dan kemuliaan-Nya; maka sungguh dia telah menempuh jalan orang-orang pilihan yang paling utama.

Barangsiapa mencari kedekatan kepada Allah dengan meninggalkan maksiat-maksiat kepada-Nya dan mengamalkan apa yang Allah ridhai; maka dia adalah orang yang akan sampai kepada semua kebaikan tanpa diragukan.

Barangsiapa bertawassul kepada Allah dengan mengakui hajatnya, kefakirannya dan ketergantungannya; maka sungguh dia telah bertawassul kepada Allah dengan wasilah yang terbaik. 

Barangsiapa bertawassul kepada Allah dengan menyebutkan dzat-dzat para makhluk dan kemuliaan mereka; maka dia adalah mubtadi’ lagi zhalim.

Barangsiapa berdoa kepada makhluk atau memohon keselamatan dari marabahaya kepadanya, dan dia menyatakan bahwa diri bertawassul dengan makhluk tadi kepada Allah; maka dia adalah musyrik lagi pendosa.

Maka bertawassullah kalian kepada Rabb kalian dengan banyaknya sujud dan ruku’. Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan membaca firman-Nya secara tadabbur an khusyu’. 

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan berbuat kebajikan kepada para makhluk, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan. 

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan berbakti kepada kedua orang tua dan berhubungan dengan sanak kerabat, karena sungguh Allah menyambung orang yang menyambung kekerabatan, dan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan.

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan rasa takut, harapan, dan tawakkal kepada-Nya, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal. 

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan banyak berdzikir kepada-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya. Maka alangkah beruntungnya orang-orang yang banyak berdzikir.

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan mencintai Nabi kalian dan memperbanyak bershalawat dan salam kepada beliau, karena barangsiapa memperbanyak shalawat pada beliau; Allah akan mencukupi kepentingannya, dan memenuhi hajatnya. Dan barangsiapa bershalawat kepada beliau; Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali lipatnya, dan dia akan mencapai kecintaan Nabi dan syafaat beliau.

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan menyayangi anak-anak yatim dan kaum yang lemah, dan carilah kedekatan kepadanya dengan merahmati para binatang, karena:

«إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ».

“Allah hanya merahmati orang-orang yang memiliki kasih sayang di antara para hamba-Nya" .

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan bersihnya hati dari kefasikan, dendam, dan kedengkian kepada kaum Muslimin, dan dengan mencurahkan nasihat, belas kasihan pada para makhluk semuanya.

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan meninggalkan apa saja yang diserukan oleh jiwa yang banyak memerintahkan pada keburukan, berupa hawa nafsu dan kelanjutannya, dan dengan menundukkan pandangan mata, menjaga lidah, dan menjauh dari semua keharaman.

Bertawassullah kalian kepada-Nya dengan sempurnanya keikhlasan pada Yang disembah, dan dengan mengikuti Rasul; agar kalian mendapatkan semua yang dicari, yang diminati dan diangankan.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukku dan untuk kalian di dalam Al Qur’an yang agung.
------------------------------------

( Dikutip dari Kitab : "Al Fawakihusy Syahiyyah Fil Khuthabil Minbariyyah”  lil Imam Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy رحمه الله | terjemah bebas : Catatan Salafi buat kumpulan Khutbah Al Imam As Sa'diy | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy)