Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 6 Majlis)

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Judul: 
التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Pengarang: 
Syeikh Abu Fairuz Abdul Rahman Al-Jawi
Ms 32 

Kita lanjutkan masih di buka surat tiga puluh dua dari catatan kaki. dari apa? Penjelasan Imam Ibnu Katsir rahimahullahu taala terhadap permisalan kaum mukminin. Beliau mengatakan di sini. dan juga dari apa yang mereka bakar di dalam api. Kata beliau. ini adalah permisalan kedua untuk seorang mukmin sesuatu yang dibakar di dalam api, dibakar bukan untuk dimusnahkan. tapi untuk dijernihkan, untuk disaring, untuk dimurnikan. Berupa emas atau perak untuk mencari perhiasan. untuk dijadikan sebagai perhiasan atau mungkin dia bukan emas dan perak tetapi logam-logam yang lain. kalau di Indonesia dipanggil Kuningan tapi boleh jadi tembaga juga karena memang warnanya sama ya. Atau besi bukan untuk perhiasan tetapi untuk berbagai keperluan.. lalu bahan logam tadi dibuat menjadi berbagai perkakas, berbagai perlengkapan. dia akan diliputi oleh yaitu buih jari besi tadi ketika dibakar buihnya akan muncul itu dari bagian dalam muncul ke permukaan. sebagaimana zahirnya kembali ke yang pertama, kembali ke apa itu banjir itu air bah yang didominasi oleh. buih juga yaitu di atasnya ada buih ditutupi oleh buih dari eh wadi atau lembah tersebut seperti itu. Allah membuat permisalan antara kebenaran dan kebatilan. Maksudnya bagaimana? Untuk jiwa seorang mukmin yang dipermisalkan bagaikan lembah, bagaikan mmm sebidang tanah. ketika tertimpa air hujan, maka air hujan itu akan membersihkan tanah itu, akan menghilangkan kotoran-kotoran, menghilangkan juga buih-buihnya. Seperti itu pula jiwa seorang mukmin. Ketika disirami oleh wahyu. maka dia akan menjadi jernih dan bersih. Syubhat-syubhat, kerancuan-kerancuan dan kotoran-kotoran akan hilang. Keraguan-keraguan jika akan sirna ketika mendapatkan pengajaran dari penguasa alam. semesta. Demikian pula yang ini, yaitu apa? Jiwa seorang mukmin itu digambarkan bagaikan, bagaikan logam, mungkin besi atau perak atau emas atau tembaga dan sebagainya itu. ketika dibakar apa maknanya dibakar di sini didatangkan kepada, kepada dia ayat-ayat yang berisi peringatan, yang berisi ancaman, yang berisi yaitu untuk menakut-nakuti dia, ma. akan keluar juga dari dia kotoran-kotoran sehingga yang tersisa adalah jiwa yang sangat bersih sebagaimana emas yang setelah dibakar dia akan menjadi murni dan bagus. Maka seperti itulah Allah membuat permisalan antara kebenaran dan kebatilan. Katakanlah telah datang kebenaran dan telah sirna. Kebatilan, sesungguhnya kebatilan itu pasti sirna. Ketika datang wahyu di hati seorang mukmin, maka dia tahu ini kebenaran dan kebenaran itu menetap di dalam jiwa dia. Kebatilan akan hilang, akan sirna.. hati dia. Apabila keduanya berkumpul di dalam hati seorang mukmin, maka. kebatilan tidak akan memiliki kekokohan dan tidak akan memiliki kelestarian, tidak akan kekal. Karena apa? Dia dihantam oleh air yang sangat bagus tadi itu. Dicuci.. sebagaimana buih itu tidak akan menetap ketika ada air demikian pula bersama dengan emas semula. menempel dengan emas, menempel di emas ketika ditemukan di, di apa itu dasar sungai atau di perut bumi dan sebagainya. Setelah dibakar maka buihnya akan hilang, kotorannya akan lepas.. dari logam-logam yang dimurnikan di dalam api. Bahkan dia akan hilang dan sirna. Maka dari itu. Allah berfirman adapun buih maka dia akan pergi dan lenyap yaitu apa? Pergi menjauh. Iya jufa artinya menjauh.. tidak diambil manfaatnya, ya manfaatnya apa? Bunyi yang di bawah banjir, bukan buih dari, dari sabun cuci yang bagus untuk mainan, bukan.. bahkan dia akan tercerai berai dan akan terpecah belah buih-buih tadi itu dia akan pergi di kedua tepi lembah. dia akan menempel di pepohonan dia akan dikeringkan oleh angin. Dia akan hilang tak ada gunanya dan tidak ada nilai. sama sekali demikian pula kotoran emas, perak, besi, dan tembaga dia akan hilang. tidak akan kembali sedikit pun dari kotoran itu, tidak akan kembali ke emas tadi. Kalaupun suatu saat akan emas itu akan kotor lagi, itu bukan karena kotoran yang pertama, tapi. yang lain, di tempat yang lain setelah sekian tahun dan sebagainya. Tidak ada yang tersisa kecuali air yang di lembah itu. Itulah yang diambil manfaatnya untuk pengairan. untuk minum, untuk menanam ini dan itu dan seterusnya keperluan yang banyak bahkan sekedar jadi pemandangan pun indah sekali lembah yang di dekatnya itu ada air sungai yang jernih, air sungai yang di puncak gunung. Dulu saya waktu kecil ketika naik ke Gunung Muria lihat pemandangan yang seperti itu di tepi lembah di tepi lereng dan juga di tepi jalan. Ada mmm air sungai yang sangat jernih. Sekedar pemandangan saja bagus ketika dipegang. sejuk dan sedap dan seterusnya. Inilah yang bermanfaat bagi manusia dan dia yang kekal di situ. Emas tadi setelah dimurni. dan barang-barang yang lain dia akan diambil manfaatnya. Nah di sini ada, ada hikmah berarti apa? Seorang mukmin setelah dicuci dia jadi bersih, dia jadi lebih tinggi nilainya dan. Padang ketika masih berkumpul dengan kotoran-kotoran dan kerak-kerak dengan karat-karat dan seterusnya itu. Setelah dibersihkan jadi sangat bermanfaat dan bernilai tinggi.. maka dari itu Allah berfirman adapun sesuatu yang bermanfaat bagi manusia maka dia akan kekal di bumi seperti itulah. Allah membuat permisalan-permisalan sebagaimana firman Allah taala dan permisalan-permisalan itu kami buat untuk umat manusia. namun tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang alim. Sebagian salaf mengatakan saya dulu apabila membaca. satu permisalan dari Alquran, lalu saya tidak memahaminya saya menangisi diri saya sendiri. karena Allah taala berfirman tidak ada yang memahaminya kecuali orang alim. Berarti apa? Dia menangis karena dia belum menjadi orang alim. Tidak seperti orang awam zaman sekarang. Diajak mengaji malah ketakutan. nanti kalau semua orang jadi alim, jadi ulama, siapa yang mengurus ketentaraan, siapa yang mengurus kedokteran, siapa yang mengurus pertanian, siapa yang mengurus kejuru teraan, seakan-akan dia takut sekali, dunia akan sengsara kalau semua orang jadi ulama.. belum tentu ketika seratus orang didakwahi kemudian sepersepuluhnya mau ngaji itu belum tentu. Yang mengaji pun belum tentu sepersebeluhnya jadi ulama tapi orang awam sudah takut sekali dunia akan sengsara kalau semua orang jadi ulama.. padahal satu saja belum tentu dalam satu negara itu ulama yang betul-betul ulama tapi mereka sudah ketakutan padahal orang dulu mereka kalau tidak jadi orang alim mereka menangis dan sedih kita. kepada pembahasan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah masuk buka surat tiga puluh tiga. Allah mempermisalkan wahyu yang Dia turunkan demi kehidupan hati, kehidupan, pendengaran, dan penglihatan bagaikan air atau dengan. air yang Allah turunkan untuk kehidupan bumi, kehidupan tanah dengan apa? Berbagai tanaman itu. Allah mempermisalkan. hati-hati umat manusia itu dengan lembah-lembah yaitu dengan tanah. Hati yang besar dia akan. menampung ilmu yang besar. Seperti lembah yang besar mampu menampung air yang banyak.. sementara hati yang kecil dia hanyalah mampu menampung sesuai dengan kadarnya kalau seperti lembah yang kecil ya ada cawan besar, cawan kecil. ada pinggan besar, pinggan kecil, semakin besar, semakin banyak yang mungkin dia tambuh. Lalu lembah-lembah mengalirkan banjir sesuai dengan kadarnya. dengan kadar air yang hati. hati itu hati umat manusia mampu memikul hidayah dan ilmu sesuai dengan kadarnya. Sebagaimana air bah itu. Apabila bercampur dengan tanah dan dia melewati sebidang tanah dia akan membawa buih dan gelembung-gelembung. Yaitu apa? Ya gelembung. tersia-sia itu, kue yang tak berguna. Maka seperti itulah hidayah dan ilmu apabila telah bercampur dengan hati. dia akan menggerakkan, dia akan menggetarkan asal dari itu dari apa? Isarotul. yaitu yang di yang digerak-gerakkan sehingga berhamburan dan beterbangan. Dia akan membuat berhamburannya syahwat-syahwat dan syubhat-syubhat. untuk mencabutnya dan menghilangkannya sebagaimana obat-obatan ketika dia diminum. dia akan mengobarkan apa yang ada di dalam badan campuran-campurannya toyyib membuat apa mmm membuat mmm kotoran-kotoran penyakit-penyakit itu dibunuh lalu. kembali oleh darah untuk dibuang, dibawa ke, mungkin ke apa itu? Ke peluk atau dibawa lewat muntahan atau dibawa lewat air kencing dan seterusnya. Tidak dibiarkan ada di dalam badan. Ini di antara fungsi obat-obatan. dan itulah hidayah dan itulah wahyu. Lalu orang yang meminumnya, jiwanya akan terasa keruh, namanya sedang bergolak, penyakit sedang dilawan. Makanya biar. orang akan sedikit demam akan sedikit pening, akan sedikit mual-mual eh nak tidur dulu karena badan memang sedang bergolak. Ini termasuk dari kesempurnaan. manfaat dari obat. Demikian pula manfaat dari air hujan itu tidak masuk ke tanah lalu diam saja namun dia akan keluar ke bawah sampah-sampah dia akan membawa pergi sampah-sampah dan seterusnya sambil. menetap di bumi sebagai apa? Sumber air yang bagus. Kemudian kata beliau karena obat-obatan obat itu akan obat itu. menggerakkan atau akan mengobarkan campuran-campuran tadi membuat apa? Yaitu bergolak dan pergi. Untuk menghilangkannya.. karena obat tidak akan mau berkumpul dengan penyakit, pasti dia akan berusaha membuang penyakit itu. Dan tidak akan mau berserikat dengan penyakit di dalam suatu badan. dia akan berusaha mengusir penyakit toyib dan demikianlah Allah membuat permisalan antara kebenaran dan kebatilan. Sebenarnya ada pembahasan yang lebih panjang tentang kandungan ini tetapi itu dibahas dalam tentunya.
Powered by Todorant

Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 5 Majlis)

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Judul: 
التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Pengarang: 
Syeikh Abu Fairuz Abdul Rahman Al-Jawi
Ms 31

kita masih di muka surah tiga puluh-satu dari Al-Amsalafil Quran dengan tak. setelah menyebutkan bahwasanya kami kata Ibnul Qayyim dan orang-orang yang lain telah menyaksikan keturunan dari. Jahmiyah dan murtadiah yang apabila mereka mendengar ayat-ayat sifat dan hadis-hadis sifat yang menafikan kebidahan mereka engkau akan melihat mereka berpaling dari dalil-dalil. tadi. 

Kemudian beliau membacakan ayat seakan-akan mereka itu adalah keledai-keleda. yang membuat lari. Lari-lari harimau. Ini juga permisalan yang ajaib. Mungkin apa? Eh bukan riba di sini tapi nanti dibahas di. surat yang lain. Intinya adalah mereka ketika dibacakan wahyu Allah taala bagaikan keledai-keledai. Ini pun permisalan yang buruk bagi ahlul bidah dan orang-orang kafir. Bagaikan. yang kalau dalam terjemah sebagian Alquran maksudnya adalah yaitu dibuat lari tapi sebenarnya dia membuat lari maksudnya bagaimana. yaitu saking takutnya dia, dia sendiri memang dibuat lari tetapi di samping dia dibuat lari dia juga membuat hewan yang lain ikut lari saking takutnya lari sampai yang lain pun ketakutan begitu melihat. 

Dia lari, yang lain juga ikut lari. Ini menunjukkan betapa tidak terimanya mereka kepada wahyu. Lari dari pemburu. Ada dua makna dan dua-duanya betul.. artinya pemburu dan artinya adalah harimau. Eh ini adalah ya. berarti. Orang-orang gondang di kalangan mereka berarti apa? Orang-orang muktazilah mengatakan tutuplah dari kami pintu ini, pintu masalah penetapan sifat. Allah taala bacakan wahyu yang selain ini, bacakan masalah fikih saja atau sirah saja dan sebagainya. Masalah akidah tentang Allah mereka tak terima. Padahal ini wahyu.. engkau melihat hati-hati mereka itu oh ini sebagai. kemudian yang kedua. Engkau melihat hati-hati mereka itu berpaling. Ini boleh mmm kita. akan artikan melihat berarti berpaling mewaliatkan sebagai hal atau kita katakan yaitu apa engkau menyangka engkau menilai hati-hati mereka itu keduanya. Berpaling dan mereka bergegas, bergegas untuk berpaling, tidak tunduk pada wahyu Allah taala, seperti para munafikin,. karena beratnya mengenal Rabb subhanahu wa taala tapi mereka mengklaim kami adalah mencapai tingkat marifat padahal apa? Mengenal Allah seperti yang Allah wahyukan tak mau mereka.. Fatih nama-nama Allah dan sifat-sifatnya bagi hati mmm bagi akal-akal mereka dan hati-hati mereka terasa berat karena tidak sesuai dengan. hawa nafsu. Ini tatkala akal dan hati mereka sudah diracuni oleh ilmu filsafat. Ilmu kalam dan ilmu mantip. 

Adapun orang yang hatinya masih fitrah, masih lurus, tidak dicemari oleh kotoran-kotor. tadi seperti nabi tak belajar ilmu filsafat seperti para sahabat dan tabiin tidak belajar ilmu filsafat begitu mendapatkan wahyu begitu dibacakan kepada mereka wahyu mereka terima dengan gembira menjadi kenal Allah. tidak berat, tidak pening dan tidak kebingungan. 

Demikian pula kaum musyrikin walaupun beraneka ragam kesyirikan mereka. apabila tauhid itu dimurnikan untuk mereka hanya untuk Allah, takboleh menyembah yang lain hanya seluruh persembahan itu hanya untuk Allah, seluruh. hanya untuk Allah, tak boleh ada pergi ke bomo, tak boleh lagi minta bantuan jin atau dan sebagainya. 

Dan dibacakan kepada mereka. an-Nas yang membatalkan kesyirikan mereka hati-hati mereka menjadi gelisah dan larihi dan. tadi terasa berat bagi mereka sebagaimana terasa berat bagi setannya mereka, setan sampai lari. 

Seandainya hati mereka itu hati yang penuh dengan keimanan dan kebersihan, niscaya ketika dibacakan Quran, mereka gembira, bukan malah. panas, apalagi sampai lari dan seterusnya. Seandainya mereka mendapatkan jalan untuk menutup telinga-teling. mereka pastilah mereka melakukannya. Sekarang contoh yang lain demikian pula mmm maka dari itu engkau. mendapati para musuh sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaitu orang-orang Syiah Rafidhah yang di mana-mana selalu suka membunuh orang itu apabila. apabila mereka mendengar nas-nas yang menyanjung para khulafaur rasyidin Abu Bakar, Umar, Usman, Ali sallallahu alaihi wasallam. 

Dan yang menyanjung para. sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hal itu terasa berat sekali bagi mereka hati-hati mereka mengingkari. itu, padahal ini wahyu dari Allah taala, mereka tak terima Allah menguji para sahabat ini semua adalah keserupaan yang jelas. dan permisalan yang telah dipastikan dari saudara-saudara mereka dari kalangan para munafikin. 

Dalam Quran Allah telah menyebutkan. bahwasanya orang munafik pun memang bersaudara dengan orang kafir dari ahli kitab dan musyrikin. Dan ternyata para ulama juga sudah mengatakan bahwasanya mubtadiah mereka adalah munafiqun. Maka mereka bersaudara memang.. di dalam permisalan yang Allah buat untuk mereka dengan air ketika turun air hujan mereka ketakutan tidak melihat manfaat air hujan tetap. karena mereka melihat petir yang mengerikan. 

Adapun orang mukmin, mereka justru gembira dengan turunnya air hujan tahu manfaat di balik itu. Kata beliau. Ini kaidah yang selalu berlaku di alam semesta. Karena mereka ini tatkala hati-hati mereka saling serupa, amalan-amalan mereka juga saling serupa. 

Kalau hat. sama maka amalannya akan sama. Makanya kita dilarang untuk menyerupai gaya hidup orang kafir. Karena nanti akan berpengaruh kepada keserupaan hati, lama-lama akan berusaha meniru itu. Jiwanya akhirnya jadi sama.. permisalan untuk orang mukmin Allah. menyebutkan dua permisalan, permisalan air dan permisalan yang sifatnya api. Untuk munafik pun permisalannya polanya dua. Untuk mukminum juga demikian. 

Dalam surah ar-Ra'd.. tetapi untuk kaum mukminin Allah taala berfirman. ini kita seakan-akan apa diajak untuk membayangkan bagaimana situasi ketika hujan turun dan seterusnya kita lihat di sini Allah berfirman Allah menurunkan jari awan air hujan. 

Kemudian lembah-lembah itu mengalirkan banjirnya, mengalirkan airnya sesuai dengan kadarnya. Kita disuruh untuk membayangkan itu. Kemudian. banjir tersebut, bah tersebut membawa buih-buih yang naik ke atas yang mengapung tinggi di atas. Air hujan kalau terlalu banyak memang bukan terserah ke dalam tanah saja tapi. air bah. 

Ternyata air bah ini fungsinya untuk membuat buih-buih, membuang sampah-sampah dan seterusnya. Ah ini terutama yang yang biasa lihat di Yaman itu nampak sekali yang seperti itu.. di, di belakang pondok dulu sampahnya banyak sekali kereta mmm lari sampah pun kesusahan untuk mmm untuk apa membuang sampah sebanyak itu karena muridnya enam ribu, delapan ribu dan seterusnya banyak sekali belum lagi yang. lain-lain sampahnya dikumpulkan dan diletakkan di belakang sana semua. Ah nanti ketika turun air hujan akan datang banjir kilat, jalan yang semula memang jalan untuk kereta, jalan untuk motor, si. jalan untuk eh tahu-tahu akan berubah menjadi jalannya banjir. Jadi apa? Sungai. Lalu apa? Sungainya meluap dan membuang seluruh sampah. Akhirnya setelah selesai hujan eh setelah selesai banjir bahnya. pergi tahu-tahu apa tempat itu bersih, sangat bersih kecuali yang masih di IG yang masih menempel di pepohonan mmm apa itu tanaman-tanaman berduri yaitu lain. 

Tapi biasanya jadi sangat bersih pasirnya itu dibawa oleh banjir bah. ternyata bermanfaat sekarang contoh kedua masalah permisalan dengan api dan dari apa yang mereka nyalakan. pada barang tersebut di dalam api yaitu apa? Barang itu besi itu dibakar ke dalam api. Untuk mencari perhiasan besi atau mungkin emas dan lain-lain dibakar agar apa? Kerak-keraknya hilang agar buih-buihnya itu hilang. Atau perkakas-perkakas mungkin dari tembaga atau mungkin dari. apalagi dari eh perak dan seterusnya itu. Akan keluar buih seperti itu juga. Datuk saya dulu memang apa? Eh itu memang pekerjaannya adalah. mmm di bidang besi biasa membakar besi kemudian membuat jadi cangkul, membuat jadi parang, membuat jadi pisau dan seterusnya, memang nampak ketika dibakar itu muncul buihnya, besinya itu.. seperti itulah Allah membuat permisalan antara kebenaran dan kebatilan adapun buih. maka dia akan hilang lenyap, dia akan musnah tersia-sia. 

Adapun yang bermanfaat bagi manusia, maka dia akan menetap di bumi. seperti itulah Allah membuat permisalan. Ini permisalan yang sangat agung dengan bahasa yang sangat mendalam. Kita perlu bantuan para ulama untuk. melihat perkataan dan kandungan di balik itu. 

Kita baca catatan kaki Imam Ibnu Katsir mengatakan. ayat yang mulia ini mencakupi dua permisalan yang dibuat untuk kebenaran. tentang kokohnya kebenaran dan kekalnya kebenaran dan permisalan untuk kebatilan dari sisi sirnanya dia dan rusaknya dia. 

Allah taala berfirman Allah menurunkan jari awan air hujan iya air hujan lalu. Lembah-lembah itu mengalirkan banjir sesuai dengan kadarnya. Sebenarnya ini ada lafaz yang tersembunyi yaitu apa? Jelas lembahnya bukan mengalir tapi air. yang mengalir, banjirnya yang mengalir. 

Tapi karena memang yang dominan adalah lembah itu yang mengatur istilahnya yang mengendalikan atau mempengaruhi adalah lembah yang kecil, maka dia cepat. ibabkan air meluap ada lembah yang luas sekali dia mampu menampung air banyak setelah air berlebihan baru dia membuang air itu.. kata Ibnu Katsir setiap lembah akan mengambil air tadi sesuai dengan kadarnya lembah yang ini dia, lembah yang luas, mampu meliputi. banyak air yaitu mampu menampung banyak air. Sementara lembah yang satunya lagi dia lembah yang sempit dia mencakup eh dia mampu menampung air sesuai dengan kadarnya. Ini gambaran apa? 

Ini adalah isyarat tentang hati-hati manusia dan perbedaannya, bertingkat-tingkatnya hati. Ada hati yang sempit, diberi. Ilmu sikit sudah langsung otak kuat, ada hati yang luas seperti hatinya para nabi dan rasul, para sahabat, hatinya Imam Bukhari dikasih ilmu yang banyak mampu menampung hafalan yang sa, seakan-akan apa? Tak ada batasannya.. kita menghafal saja perlu kerja keras apalagi dengan sanadnya Imam Ahmad menghafal satu juta hadis dengan sanadnya hati yang sangat lapang haji walaupun secara fisikal ya namanya hati atau. Kamu segitu aja ukurannya. 

Tapi keberkahan memang lain-lain. Di antara hati ada yang mampu menampung ilmu yang banyak.. ada juga dari hati yang tidak cukup untuk menampung banyak ilmu, ada yang belajar nahwu saja yang lain-lain mmm saya takmampu pikiran saya sudah penuh. 

Ada yang belajar mustola saja yang lain-lain tak mampu, oh pikiran saya sudah penuh tapi. ada yang dia mujjitah haid mutlak mampu menampung segala jenis ilmu sesuai dengan berkah dari Allah tentunya tayib bahkan hati itu sempit dari. ilmu-ilmu yang banyak. Lalu banjir yang ada itu dia memikul atau membawa buih yang mengapung, mengapung di atas.. maknanya adalah kemudian datanglah di atas permukaan air yang mengalir di lembah-lembah itu apa buih yang al. yang tinggi di atasnya yang menutupi banjir itu. Ini adalah satu permisalan, permisalan air tadi. 

Yang berikutnya masalah permisalan api kita akhirkan pada masa yang akan datang isya. Allah
Powered by Todorant

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muqaddimah Lanjutan)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Tarikh : 23 Safar, 1443 Hijriyah, Khamis bersamaan 30/09/2021 Masehi
Untuk download file PDF klik gambar 


Ini masih di kata pengantar karena sangat penting masuk ke buka surat sepuluh.. mmm betul nih ya. Iya betul. Dan di dalam kitab ini dan yang semacam itu dan yang seperti itu. 

Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 4 Majlis)

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Judul: 
التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Pengarang: 
Syeikh Abu Fairuz Abdul Rahman Al-Jawi
Kita lanjutkan pembahasan yang disebutkan oleh Al Imam Ibnul Qayim rahimahullah. taala masih membahas tentang permisalan kaum munafikin yaitu sekarang masuk pada kalam Ibnul Qayyim telah menyebutkan ayat. Buka surah tiga puluh.. masa lain paling akhir itu masalah ini. Maka Allah membuat dua permisalan untuk. kaum munafikin sesuai dengan keadaan mereka. 

Masalah narian ma'iyah permisalan yang bersifat api dan per. yang bersifat air. Lima karena di dalam air dan api ada. cahayaan ada juga pembakaran dan ada kehidupan ya ini penyebutan secara kumulatif semuanya baru kemudian dibagi-bagi sekarang masalah api. karena api itu adalah bahan terbentuknya cahaya sedangkan air itu. terbentuknya kehidupan. 

Dan Allah yang Mahasuci telah menjadikan wahyu. dia turunkan jari langit mengandungi hidupnya hati dan bersinarnya hati, inilah wahyu, wahyu mendatang. kehidupan hati. Maka apa? Permisalannya adalah seperti air hujan, seperti yang disebutkan dalam hadis dari Abi Musa Al-Asy'ari. Dan juga permisalannya adalah yaitu. istima rotiha mmm yaitu apa? Membuat hati itu bersinar. Wahyu menyebabkan hati menjadi terang. 

Sebagaimana yang Allah taala sebutkan di dalam Alquran tentang apa?. mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Sebagaimana juga dalam eh hadis Abi Abdillah dari sahabat Rasulullah yang terkenal dengan julukan sebagai Abu Abdillah bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda. tatkala Allah menciptakan manusia menciptakan keturunan-keturunan Adam lalu Allah melemparkan sinar kepada mereka yang terkena sinaran itu maka dia akan mendapatkan. yang tidak terkena sinaran itu dia tersesat. Ini menunjukkan wahyu itu memang memiliki pola air dan pola api, pola kehidupan dan pola pencahayaan. ya kemudian kata beliau maka dari itu Allah taala menamakan Alquran sebagai ruh dan kehidupan. sebagaimana di akhir-akhir surat Asyura, demikianlah kami telah wahyukan kepadamu. roh dari sebagian urusan kami dulu engkau tidak tahu apa itu iman mmm apa itu kitab suci dan apa itu iman tetapi kami jadikan Alquran itu sebagai cahaya. Jadi apa? Quran. memiliki sifat ruh dan sifat cahaya untuk kehidupan dan untuk bimbingan dan penyinaran. 

Dan Allah menjadikan. Orang-orang yang menerima wahyu tadi adalah orang-orang yang hidup berada di dalam cahaya. Sebagaimana dalam firman Allah taala. apakah orang yang semula dia mati kemudian kami hidupkan dia lalu kami berikan kepadanya cahaya yang dengan itu dia berjalan di tengah-tengah umat manusia dan seterusnya sampai akhir ayat orang yang kafir. itu hakikatnya mereka mati. Lalu ketika mereka masuk Islam mendapatkan hidayah wahyu dari Allah, wahyu yaitu apa? Membaca Alquran dan seterusnya maka hatinya menjadi hidup. Kemudian, ya itu apa? Masuk Islam, hati. jadi hidup kemudian terus menerus mempelajari Quran sehingga semakin bercahaya mendapatkan bimbingan untuk berjalan di kegelapan malam istilahnya sedangkan. orang yang tidak mengangkat kepalanya kepada wahyu tadi yaitu tidak peduli, tidak ambil berat kepada wahyu tadi, Allah jadikan mereka itu orang-orang yang mati di dalam kegelapan, nauzubillah. tidak mendapatkan cahaya dan tidak mendapatkan juga apa air kehidupan istilahnya setelah kita tahu gambaran wahyu dan bahwasanya. yang beriman kepada wahyu itu dia mendapatkan dua jenis keuntungan yaitu air kehidupan dan api yang menyinari. Sekarang bagaimana yang tidak mau menerima wahyu dan Allah mengabarkan. tentang keadaan para munafikin dari sudut pandang bagian yang mereka dapatkan dari wahyu, apa yang mereka perbuat ketika wahyu itu datang dan a. yang akan mereka dapatkan? Mereka itu bagaikan orang yang menyalakan api. Agar api. itu menyinari dia dan agar dia mengambil manfaat dari api tadi. Tujuannya apa? Untuk mendapatkan penyinaran di tempat yang gelap.. kenapa mereka itu menyalakan api? Kenapa? Karena mereka sudah masuk ke dalam Islam. 

Maka mereka mendapatkan cahaya dari api tersebut. Dengan apa? Dengan Islam. mereka mendapatkan penyinaran tidak lagi disesatkan oleh patung-patung yang tidak ada gunanya itu. Tidak lagi disesatkan oleh syaitan yang membuat mereka rugi dan celaka itu. Mereka paham, mereka tahu kebenaran. Ini keti. mau masuk Islam dan menjalankan isi Islam hakikatnya dia sudah menyalakan bahan penyinaran, menyalakan api. Mereka mengambil manfaat dengan Islam itu. mereka beriman ini istilahnya awal-awalnya namanya bersyahadat dihukumi sebagai muslim dan dihukumi telah punya iman muslimin dan mereka bercampur dengan kaum muslimin. akan tetapi tatkala mereka itu tidak di. Temani mmm hati mereka tidak ditemani oleh cahaya Islam yaitu apa? Islam cuma di mulut saja tidak betul-betul memperdalam Islam dan mengikuti bimbingannya maka. Islam itu di Padangkan jari mereka Allah menghilangkan cahaya mereka Allah tidak berfirman. Allah menghilangkan api mereka. Ah ini adalah apa? 

Kata-kata yang sangat mendetail. Bukankah ayatnya mengatakan menyalakan api. Tapi setelah itu Allah. mengatakan apa itu setelah membicarakan masalah api, tahu-tahu Allah bilang Allah menghilangkan cahaya mereka,. api mereka tapi cahaya mereka. Berarti di sini ada isyarat apa itu? Masih ada yang tersisa di dalam apa yang mereka nyalakan tadi karena yang dihilangkan bukan apinya. dihilangkan cahayanya. Apa yang tersisa? 

Yaitu pembakarannya. Makanya tadi Imam Ibnul Qayim mengatakan api itu memiliki penyinaran dan pembakaran. ketika cahayanya yang dihilangkan bukan apinya berarti masih ada jejak api di situ, bagian apanya? Pembakarannya mereka terbakar. Tayib. Kata beliau di sini. karena api di dalamnya itu ada dua bahan, ada dua pola yaitu pola penyiaran dan pola pembakaran kita tidak perlu masuk ke dalam api. kita di dekat tapi kita mendapatkan penyinaran ada cahaya sementara yang di tengah-tengah api ah itu membakar itu akan menghanguskan. Allah menghilangkan apa yang ada di dalam api itu yang berupa penginaran. 

Dan Allah menyisakan kepada mereka apa yang. di dalamnya nah ini gimana itu? Lalu titik. Ini boleh jadi dulu muridnya Ibnul Qayyim agak tergesa-gesa dalam menulis mungkin apa? Karena situasi yang susah atau. dari murid mereka yang menyalir-menyalir setelah itu sehingga ada kata-kata yang hilang. Namun tatkala kita mengetahui bahwasanya asal dari kitab ini adalah diambil dari kitab yang lain maka apa? Kita. inilah pentingnya kita membaca buku bukan hanya satu tapi kita ambil buku-buku Ibnul Qayyim yang lain. Ah sekarang alhamdulillah kita mendapatkan kelengkapannya. Kita baca catatan kaki yang ketiga belas.. ungkapan yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam ijtimak bagaimana? 

Muka. yang kedua puluh dua api itu memiliki penyinaran dan pembakaran ah ini memang agak lain sikit cara kalimatnya di dalam kitab ini. intinya sama. Ini tadi beliau mengatakan apa? Eh dalam ijtimak Allah menghilangkan apa yang ada di dalam api itu. berupa penyinaran yaitu cahaya dan Allah mengekalkan kepada mereka apa yang ada di dalam api tersebut berupa. pembakaran nah inilah lafaz yang hilang dari asalnya. Yaitu apa? Dan inilah sifat api, yaitu apa? Pembakaran. Kembali ke. atas. 

Adapun kalau kita ambil langsung dari kitab yang sama yaitu apa? Kita juga mendapatkan kekurangan di situ. Mungkin apa? Ada. yang terhapus, alhamdulillah Ibnul Qayyim menulis bukan hanya sekali, terkadang ada kata-kata yang terulang di kitab yang lain, ini wajar dan itu menguntungkan kita. Tayib. 

Allah membiarkan mereka berada di dalam kegelapan-kegelapan tanpa mampu melihat gelap karena tak ada cahaya tapi masih terus terbakar. Apa efek pembakaran nanti akan disebut. oleh maka ini adalah keadaan orang yang melihat lalu dia buta nauzubillah sempat melihat buktinya apa dia. masuk Islam sempat mendapatkan cahaya. Lalu cahaya itu padam. Bagaikan apa? Orang yang sempat melihat lalu buta. Dia adalah orang yang sudah tahu lalu dia mengingkari. Ia tahu Islam itu benar. 

Tapi setelah itu ternyata dia berkhianat. Memilih menjadi orang munafik. Bersekutu dengan orang-orang kafir. Dia masuk ke dalam Islam, lalu dia. misahkan diri dari Islam dengan hatinya maka dia tidak kembali maka dari itu Allah berfirman maka mereka tidak kembali Allah tutup mati. hati mereka karena sudah tahu kebenaran lalu sengaja menentangnya lalu Allah menyebutkan keadaan mereka. dari sudut pandang permisalan yang bersifat air. Yang pembakarannya belum dibahas secara sempurna insya Allah nanti akan sampai di situ. 

Apa efek pembakaran dan bentuknya seperti apa? Kita. yang disebutkan di dalam matengnya ini, tentang permisalan kedua adalah air. Maka Allah mempermisalkan para munafiqun tadi seperti orang yang terkena hu. yaitu hujan yaitu yang turun jari atas. di dalamnya ada kegelapan, kegelapan, ada kegoncangan, yaitu apa? Itu dan ada kilat maka disebabkan. adalah disebabkan oleh lemahnya mata hati mereka dan akal-akal mereka terasa berat bagi mereka hardikan-har. tegahan-tegahan dari Al-Qur'an, 

Inilah gambaran orang-orang yang memandang hujan itu dari sudut pandang yang merugikan. Memandang hujan ini menimbulkan kegelapan, hanya mendatangkan petir yang menakutkan.. mereka tidak melihat hikmah di balik itu bagaikan apa yaitu inilah gambaran para munafiqun mereka tidak memandang wahyu yang mana hakikatnya adalah air hujan yang menghidupkan hati mereka. memandang wahyu itu kecuali dari sisi yang merugikan. 

Kenapa sih Quran isinya larangan-larangan saja susahlah hidup kita macam ini mencari yang halal saja susah atau mencari yang haram apa saja susahlah apalagi yang halal kata mereka. Ini bu. sangka pada Allah dan ini ucapan orang yang sangat jahil tentang Allah ah ini adalah karakter para munafiqun yang di dalam hatinya ragu pada Allah taala dan janji Allah taala. ancaman Allah itu terasa berat bagi mereka demikian pula unggutan Allah terasa berat bagi mereka perintah-perintah-Nya dan larangan-Nya. larangannya, terasa berat bagi mereka. Maka apa? Kita membaca kitab-kitab seperti ini juga membaca Quran, kita diperintahkan untuk menilai diri sendiri. Kita termasuk yang mana sebenarnya. Apakah termasuk mukminin yang gembi. dengan wahyu ataukah ternyata di hati kita ada kemunafikan, benci dengan larangan-larangan yang ada dalam Quran, benci kepada perintah-perintah yang Allah tegakkan dalam Quran, ya ini adalah sebagai apa? Sebagai cara untuk. bersihkan diri sendiri, mencerminkan apa yang ada dari di dalam hati kita. Demikian pula pembicaraan Allah menyerupai Hali. Lintar Halilintar menyerupai petir setiap kali dibacakan Quran maka mereka itu benci, mereka itu memilih untuk lari seperti orang lari dari petir. Inilah gambarannya. Siapa berarti yang paling. dengan karakter munafikin ini setan. 

Ketika dibacakan Quran lari dia, ketika mendengar azan, lari dia, dia betul-betul menjadikan itu sebagai sesuatu yang menyakitkan. Nauzubillah. Setan dan iblis.. maka keadaan mereka seperti keadaan orang yang tertimpa air hujan di dalamnya ada kegelapan. guru dan ada petir mmm dan ada kilat. 

Disebabkan oleh lemahnya dia dan pengecutnya dia Khawarij itu penakut. dia menjadikan, dia meletakkan kedua jarinya di kedua telinganya. Ini juga apa? Eh akumulatif yaitu bukan masing-masing telinga ada dua jari tapi masing-masing telinga. eh diletakkan padanya satu jari dia menutup kedua matanya dia. khawatir petir itu menimpa dirinya bukan berarti orang yang ketika ada petir dia menutup telinga dan memejamkan mata ini berarti dia munafik bukan itu tapi apa jelas kita lemah kita siapa berhadapan dengan. petir tetapi apa? 

Dan ini wajar, cuma Allah mempermisalkan orang yang diberi wahyu Quran dibacakan padanya Quran justru berbuat seperti orang yang takut petir. Padahal Quran ini adalah untuk kebaikan. Harusnya apa? Kan? Para. ada sungguh kami dan orang-orang selain kami telah menyaksikan banyak orang dari ini yaitu apa kalau bahasa di sini kalau. Indonesia bilang apa itu bencong itu. Murid-murid dari Jahmiyah siapa murid-murid jamiah yang dikatakan mereka adalah muktazilah dan para muktadi antara. umum jika mereka mendengar sedikit saja dari ayat-ayat sifat dan hadis-hadis sifat. meniadakan bidah mereka, mengalahkan, menentang, menghancurkan bidah mereka mukridin. Engkau atau kami, atau saya ya. kembali ke saya melihat mereka berpaling dari ayat-ayat tadi bukan malah gembira oh ternyata inilah keputusan Allah bahwasanya Allah memang tinggi di atas bahkan mereka benci dengan ayat-ayat. hadis-hadis tadi mereka berpaling dari dalil itu. 

Kelanjutannya besok malam mmm waktu yang berikutnya insya Allah wallahu alam.

Powered by Todorant

Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 3 Majlis)

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Judul: 
التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Pengarang: 
Syeikh Abu Fairuz Abdul Rahman Al-Jawi
Mukasurat 29

أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِم مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ (19) يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُم مَّشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20) 

Atau (bandingannya) seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, bersama dengan gelap-gelita, dan guruh serta kilat; mereka menyumbat jarinya ke dalam telinga masing-masing dari mendengar suara petir, kerana mereka takut mati. (Masakan mereka boleh terlepas), sedang (pengetahuan dan kekuasaan) Allah meliputi orang-orang yang kafir itu.

Kilat itu pula hampir-hampir menyambar (menghilangkan) penglihatan mereka; tiap-tiap kali kilat itu menerangi mereka (dengan pancarannya), mereka berjalan dalam cahayanya. Dan apabila gelap menyelubungi mereka, berhentilah mereka (menunggu dengan bingungnya). Dan sekiranya Allah menghendaki, nescaya dihilangkanNya pendengaran dan penglihatan mereka; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Munafiqin - permisalan mereka seperti hujan yang lebat, ada kegelapan dan suara guruh.  Mereka meletakkan jari ke dalam telinga2 mereka kerana takut mati. Hampir2 kilat menyambar penglihatan mereka. Setiap kali petir menyinari mereka, mereka berjalan dgn cepat. Dan apabila kegelapan menyelimuti, mereka berdiri tegak.  Sekiranya Allah menghendaki, Allah akan menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa terhadap segalanya.

Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 2 Majlis)

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Judul: 
التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Pengarang: 
Syeikh Abu Fairuz Abdul Rahman Al-Jawi

Kita lanjutkan pembahasan Quran karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Kita masih di muka surah tiga belas dari pembukaan, pem. saya telah membuat catatan-catatan kaki terhadapnya terhadap asal risalah ini terhadap. risalah ini di sebagian barisnya dan saya telah Hadis-Hadis yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayy. 

Untuk melengkapi faedah. Ini kurang to ya harusnya saya. dan saya telah menjadikan untuk risalah ini satu petikan yang ringan minta jari biografi. imam ini, si penulisnya, Abu Bakar Ibnu Qayim rahimahullah. U, su, mmm aduh ada yang harus dihapus berarti.. kenapa ada min di sini? Dan saya bersyukur kepada Allah atas taufik-Nya dan luasnya rahmat. dan besarnya agungnya Kurnia Dia memberikan hidayah untuk mempelajari kitab ini dan melengkapinya sesuai kemampuan kemampuan kita.. dialah yang saya sembah. Saya tidak memiliki sesembahan selain Dia.. lalu saya bersyukur kepada. atas ijazah yang beliau berikan untuk meriwayatkan karya-karya dari Imam Ibnu Qayim rahimahullah saya mohon kepada Allah taala agar. memberikan kepada beliau pahala yang terbaik dan meninggikan derajat beliau di dunia dan di akhirat. Kemudian saya bersyukur. kepada atas pertolongan dan dukungan beliau. maka saya mohon kepada Allah agar memberikan kepada beliau pahala yang terbaik. dan memberikan keberkahan untuknya untuk istrinya dan juga untuk keturunannya dan agar meninggikan derajat mereka semua di dunia. 

Dan di akhirat ya melonggarkan jari mereka setiap kegundahan, setiap keresahan dan kesedihan. maka Allah lah yang memberikan taufik kepada jalan yang paling lurus. Untuk bab yang pertama tentang petikan biografi Imam Ibnul Qayim ini sudah pernah kita baca. dalam darah semalam ketika membahas kitab Ibnul Qayyim yang lain. Maka insyaallah ini boleh kita lewati. Langsung saja kita masuk ke buka surat berapa ya? Dua puluh tujuh.. 

Bagi yang kedua, menukilkan ucapan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam. yaitu apa? Sekarang masuk kepada inti kitabnya.. rahimahullah ada. yaitu ada atau terjadi di dalam Al-Qur'an permisalan-permisalan dan sesungguhnya permisalan di dalam. Alquran itu tidak dipahami kecuali oleh orang-orang yang alim. Kita baca catatan kaki. Alquran telah mencakupi empat puluh sekian permisalan yang mengaju. penyerupaan sesuatu dengan yang semisal dengannya. Yang semisal atau serupa. 

Dan penyamaan hukum di antara kedua perka. yang diserupakan dan yang menjadi tolak ukur penyerupaan di dalam hukumnya Allah taala berfirman. dan permisalan-permisalan itu kami buat untuk umat manusia namun tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang alim. Dengan apa?. maksudnya kita tahu ini dia masuk kepada perantaraan huruf ba. Tayib misalkan tayib. misalkan atau kalimat-kalimat yang seperti itu ada ba makanya di sini takdirnya apa? Yaitu orang yang, orang-orang yang alim ten. cara mengukur bukan maksudnya kias-kias para tapi apa? 

Yang memang Allah ajarkan di dalam Quran dan diajarkan oleh nabi di dalam Hadis-Hadis. Paham bagaimana cara mengqiyas sesuai dengan syarat-syaratnya. di dalam membuat permisalan-permisalan dan ini termasuk kekhususan sifat akal berarti semakin orang itu alim. Semakin bagus akal dia. Sehingga dia semakin mampu berlambang-berlambang mmm memahami perlambang-perlambang memahami simbol-simbol dan rumus-rumus yang Allah taala datangkan.. dan Allah telah menancapkan artinya menancapkan atau memusatkan di dalam fitrah-fitrah. manusia dan akal-akal mereka penyamaan di antara dua benda yang serupa. dan mengingkari perbezaan di antara keduanya pemisahan dari sisi hukum. 

Ini sudah makruf di kalangan umat manusia yaitu apa? Kalau kita lihat ada air yang. baunya busuk jelas kita hukumi air ini adalah air yang busuk atau kalau bahkan apa kita seperti tercium aroma-aroma amoniak yang makruf itu maka kita akan sangat mencurigai bahwasanya air. ini sudah tercampur oleh mungkin apa air kencing dan sebagainya. Kenapa? Karena kita mengetahui bagaimana sifat dari air kencing. Ini contoh nah ini berarti apa? Hukumnya itu akan disamakan.. makin mirip maka hukumnya akan semakin sama. 

Dan ini nanti akan disebutkan contoh-contoh di dalam Quran, pola yang seperti itu. Kalau sifatnya, sifat kedua benda itu sama, maka hukumnya pun jadi sama.. yaitu apa berarti. manusia akan mengingkari mmm sebentar berarti ini makruh ke mana ini? Dohirnya berarti ya. Berarti. apa? Allah telah menancapkan di dalam fitrah-fitrah manusia dan akal-akal manusia untuk membizakan di antara dua benda yang memang tidak sama. Kalau tidak sama maka hukumnya juga akan. dan pengingkaran terhadap sikap menyamakan di antara keduanya. Kalau memang dua-duanya tidak sama, bagaimana akan hukumnya disamakan? 

Jelas kita akan. mengingkari itu. Tahu-tahu ada polisi datang misalkan lalu menangkap orang yang sangat baik. Maka orang akan mengingkari. Kenapa? Orang ini ditangkap, polisi mungkin akan mengatakan oh dia, dia bajunya sama dengan orang. mencuri tadi malam, tapi orang-orang yang dekat dengan orang ini paham semata-mata kesamaan baju tidak menunjukkan berarti apa orangnya sama-sama pencuri. 

Kami tahu bahwasanya dia karakternya lain, karakter orang. ini jujur dan baik tidak seperti pencuri yang mmm yang men, yang berbuat semalam dan seterusnya. Maka orang-orang akan mengingkari penyamaan sesuatu yang jelas-jelas tidak sama. Penjara itu untuk orang jahat, bagaimana orang. justru dimasukkan juga berarti apa? Menyamakan antara orang baik dan orang buruk. Dan ini akan diingkari oleh orang yang akalnya sehat. Ini yang dimaksudkan oleh Imam di dalam Atwaul Bayan. 

Kembali ke atas. dan bahwasanya permisalan-permisalan itu apa sih? Menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain di. hukumnya dan mendekatkan sesuatu yang masuk akal kepada sesuatu yang boleh ditangkap oleh pancaindra seperti Allah. Taala mempermisalkan kalimat toyyibah, kalimat lailahaillallah dengan pokok yang akarnya kuat menda mmm masuk ke dalam bumi dan batangnya terus naik ke atas. Menghasilkan buah-buah yang indah. Nah ini. contoh bahwasanya kalimat tayibah kalau memang dibangun di atas akidah yang kuat, yang bersih maka buahnya pasti akan sangat indah. Kenapa? Allah mempermisalkan itu dengan tanaman yang sangat subur.. 

Ini contoh yang namanya permisalan adalah mendekatkan sesuatu yang masuk akal dengan sesuatu yang mungkin dilihat oleh indra kita. Atau mendekat. salah satu jari benda yang mungkin dilihat oleh indra, ditangkap oleh indra dengan benda yang lain yang sama-sama boleh ditangkap oleh Indra. Seperti Allah mempermisalkan orang Yahudi dengan, dengan apa? Keledai yang memikul kitab. dua-duanya boleh kita lihat ya tapi dari sisi mana disamakannya yaitu sebagaimana keledai itu walaupun memikul kitab-kitab besar namun dia tidak mampu mengambil manfaat dari kitab yang dia bawa demikian. adalah orang-orang Yahudi itu, sudah punya kitab suci, namun kitabnya tidak dimanfaatkan. 

Nah ini contoh, penyerupaan oleh dalam apa? Penyerupaan di dalam dua benda yang sama-sama boleh dilihat oleh mata. Tayib. Kemudian oh ini menilai. satunya dengan yang lain seperti ketika Allah mempermisalkan orang yang berbuat syirik kepada Allah dengan apa? Seorang hamba sahaya yang memiliki dua tuan yaitu letih dia. Menyembah yang ini juga menyembah yang itu, menye. untuk yang ini juga menyembelih untuk yang itu. Pikirannya tidak hanya difokuskan pada satu tuan saja. Nah ini namanya apa? 

Menilai satu pihak dengan pihak yang lain karena ada kesamaannya. Makanya orang musyrik itu letih. Allah berfirman dia bekerja sampai letih dan dia masuk ke dalam neraka yang sangat panas. Baik, ini contoh nah sekarang. masuk kepada satu permisalan pasal yang membahas tentang permisalan untuk orang munafikin.. Seperti firman Allah taala tentang para munafikin permisalan mereka para munafikin itu seperti. 

Orang yang menyalahkan api. Jangan diartikan menyalakan neraka, jelas kita tak mampu menyalakan neraka. Tapi apa? Orang yang menyalakan api. Tatkala. Api itu sudah menerangi apa saja yang ada di sekeliling orang tadi Allah menghilangkan cahaya mereka. Tayib. Kita disuruh seakan. membayangkan itu orang yang semula dalam kegelapan lalu menyalakan api. 

Tujuannya untuk menerangi namun tatkala api itu sudah mulai menerangi sekelilingnya ternyata cahayanya dihilangkan oleh Allah.. dan Allah membiarkan mereka berada di dalam kegelapan dalam keadaan mereka tidak melihat dan tidak mampu melihat gelap tak ada cahaya. mereka itu yaitu apa? Tuli. Berkebun yaitu mereka bisu. Yaitu mereka. buta maka mereka tidak akan kembali, kembali kepada keimanan, munafik sudah mengucapkan dua kalimat syahadat namun karena niatnya memang buruk, maka apa?. disesatkan oleh Allah taala dan tidak akan kembali. Kita baca sedikit di sini catatan kakinya kita ambil. Faedah dari saudara seperguruan Imam Ibnul Qayim yaitu Ibnu Katsir. Ini dari sisi apa?. syarafnya, masternya apa? 

Masternya adalah dan jamaknya apa? Permisalan-permisalan.. permisalan-permisalan itu kami buat untuk umat manusia namun tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang alim.. asal penetapan permisalan ini yaitu karena banyak kata-kata yang diringkas oleh Allah taala, berarti ini akan dijabarkan, penjabarannya bagaimana? An. bahwasanya Allah Yang Mahasuci menyerupakan mereka. Mereka ini siapa? Munafiqun? 

Di dalam per. mereka yang menukar kesesatan yaitu yang membeli kesesatan dengan hidayah. Mereka sudah punya hidayah, sudah mengucapkan lailahaillallah sudah dibimbing oleh nabi, namun. mereka rela membeli kesesatan, membeli berarti apa? Mengambil kesesatan itu apa? Dengan bayaran hidayah yaitu mereka membayar, membayar dengan hidayah.. duitnya berupa hidayah, mereka rela melepaskan hidayah demi memperoleh kesesatan. Mmm ini. Maktum kemarin itu berarti yaitu di. berubahnya yaitu berubahnya atau menjadinya, berubahnya mereka setelah memiliki mata hati yang tajam, setelah punya ilmu, menuju. Kepada kesesatan, gambarannya apa sih? Jelas Allah sudah menceritakan di awal-awal Al-Baqarah itu memang mereka menukar hidayah dengan apa? Dengan demi mendapatkan kesesatan. Gambarannya seperti. apa? 

Dengan orang yang menyalakan api. Hakekatnya apa? Orang kafir dia berada dalam kegelapan. Kemudian tatkala dia mengucapkan dua. syahadat berarti dia sudah menempuh jalan hidayah, berarti apa? Dia menyalakan api untuk menjadi penerangan. 

Makanya dia menyalakan api sekarang agar terang jalannya.. tatkala api itu sudah menerangi apa saja yang ada di sekeliling orang tadi dia mengambil manfaat dari api itu dan dia. dengan api itu mampu melihat apa saja yang ada di sebelah kanannya dan apa saja yang ada di sebelah kirinya dan dia. merasa tentram, merasa tenang, taat yaitu merasa tenteram. Ada temannya itu dengan api itu gembira karena apa? Namanya kita dalam kegelapan kita perlu tos lain, kita perlu. Eh kalau orang Indonesia bilang center atau apa. Atau kalau pakai api berarti obor. 

Maka ketika dia sedang dalam situasi seperti itu sudah punya cahaya. tiba-tiba saja apinya itu padam dan jadilah dia berada di dalam. kegelapan yang amat sangat gelap gulita, hitam pekat, hitam kelam. Dia tak mampu melihat dan tak mampu mendapatkan petunjuk, men. dapatkan bimbingan. Artinya hilang mmm cahayanya hilang apinya padam bersamaan dengan itu dia tuli, nah ini masalah, orang kalaupun. tidak melihat tapi kalau telinganya tajam telinganya peka, pegal kan atau peka itu ya. Intinya apa? Telinganya tajam, dia masih mungkin untuk mencari jalan, tapi sudahlah matanya tak mampu melihatkan. Nah, cuacanya gelap, ternyata dia juga tuli. Tidak mampu mendengar. 

Tak mampu bicara, kalau mampu bicara, paling tidak boleh minta bantuan ke orang-orang,. tarik tangan saya, saya takma tak nampak jalan atau apa. Tak mampu bicara masalahnya. Berarti apa? Betul-betul keadaannya sangat parah. Dan dia dalam keadaan buta.. kalaupun ada cahaya tetap saja dia tak mampu melihat, ini berarti musibah di atas musibah. Takada cahaya dan dia buta lagi. Ini sangat parah. 

Sementara kita walaupun tidak ada. tapi lama kelamaan mata kita memang apa? Rahmat Allah taala menjadikan mata kita boleh menyesuaikan diri, lama-lama mata kita boleh menangkap sisa-sisa cahaya yang ada di sekeliling walaupun gelap lalu boleh jalan lagi. ah orang ini sudah gelap buta lagi maka dari itu dia tak mampu kembali kepada situasi sebelum itu. Situasi apa? Mampu. mendapatkan penerangan dan mengetahui jalan. Ini keadaan yang paling parah, keadaan munafik pun paling parah. 

Maka seperti itulah orang-orang munafiqun tadi.. di dalam penukaran yang mereka lakukan menukar kesesatan dengan apa? Memberikan sebagai ga. dari hidayah, sudah punya hidayah malah ditukar dengan kesesatan. 

Dan mereka lebih menyukai. yaitu apa? Kesesatan, ini sama ini kesesatan atau penyimpangan, terpesongnya jalan daripada kelurusan, sudah diberi jalan yang lurus, memilih bengkok, sudah dipimpin oleh nabi, ternyata lebih suka. untuk berkumpul dengan orang-orang kufar dan musyrikun dan sebagainya. Namanya munafiqun. 

Dan di dalam permisalan ini ada petunjuk. bahwasanya mereka itu semula beriman lalu mereka kafir, semula dapat cahaya, tahu-tahu cahayanya padam, kembali ke kehidupan orang kafir, yaitu apa? Gelap tak ada cahaya.. taala sebagaimana Allah taala mengabarkan itu tentang mereka di tempat yang selain ini yaitu di ayat yang lain wallahu alam selesai dari tafsir Ibnu Katsir dan ada penjelasan yang. mendetail ini tafsir dan nanti tadabburnya dengan sangat mendalam akan disebutkan oleh Ibnul Qayyim insyaallah
Powered by Todorant

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muqaddimah Lanjutan)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Tarikh : 21 Safar, 1443 Hijriyah, Selasa bersamaan 28/09/2021 Masehi
Untuk download file PDF klik gambar 


Voicy:
Kita masih di mukadimah sebagai pengantar terhadap pembacaan kitab Aqidah Abu Zur'ah dan Abu Hatim Ar-Raziyah ini. Masih di muka surah tujuh.. 

Kemudian sesungguhnya kitab ini yang ada di hadapan pembaca yang mulia dia adalah risalah yang kecil, yang lembut saja. tentang akidah-akidah imam kaum muslimin generasi yang terdahulu. Iya betapa dimin mereka adalah. ditulis oleh Imam Muhadis yang besar ahli tafsir. Memang gelar-gelar beliau ini dari para ulama lautan ilmu ilal Hadis, Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Muhammad Ibnu Idris Ar-Rozi, rahimahullah yang dijuluki sebagai. menukilkan dari ayah beliau dan guru beliau, Abu Hatim Ar-Razi. Bangga kalau apa? Punya ayah sehebat ini, alhamdulillah. Abu Hatim Ar-Razi dan guru beliau yang satu lagi memang dua, mereka berdua adalah Qarin, selalu apa menjadi teman dekat, teman pengirim, Abu Zur'ah dan Abu Hatib.. mereka berdua menukilkan dari pemimpin-pemimpin kaum muslimin yang mereka berdua jumpai di negeri-negeri Islam. 

Akidah ini dibangun di atas apa? Asar yaitu mengikuti jejak, mengikuti jejak-jejak dalil-dalil dari umat-umat sebelumnya dari generasi-generasi sebelumnya. Jadi jangan kita tertipu dengan ucapan. yang mengejek mereka pernah menulis surat mengejek kamu tidak mendatangkan mmm sesuatu yang baru kamu cuma menukil-menukil bukankah memang agama kita ini adalah penukilan kalau kalian wajar kalian bangga. sesuatu yang baru kalian suka mendatangkan perkara baru tapi kami memang apa? Agama ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Muhammad Ibnu Abbas agama Nabi Muhammad memang asar kita mengikuti jejak-jejak. dari apa? Generasi yang sebelumnya. 

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar di dalam kitab beliau jamik dengan sanad yang sahih dari Muhammad bin Sirin.. mereka memandang yaitu mereka ini siapa? Para sahabat dan memandang mereka itu selalu di atas kebenaran selama mereka ada di atas asal. Memang agama ini dibangun di atas asal. Bukan pakai rasional sendiri, membawa ajaran baru. Tidak. Seperti ucapan sebagian apa? 

Orang-orang sombong di Indonesia yang mengatakan apa? Dengan kesombongannya nauzubillah mengatakan bahwasanya syarah-syarah ini enggak ada gunanya, syarah nawawi tak ada gunanya. Ini cuma nukil dari orang sebelumnya.. but adalah kalau hasil pemikiran kita sendiri saja bukan sebagai hafiz saja bukan tapi sombong bagaimana dia mendatangkan sesuatu yang baru agama yang benar adalah kita memilih asar-asar yang tepat untuk. Kemudian disatukan di dalam satu pembahasan, di dalam satu syarah yang sesuai dan seterusnya. 

Dengan bimbingan para ulama, bukan membuat-buat sendiri. Maka ini penting ana ingatkan di sini bahwasanya. Kedua imam ini bukan membuat ajaran sendiri tetapi mengikuti dan menukilkan dari ulama-ulama sebelumnya lagi. 

Dan meringkasnya. Kemudian yang berikutnya. risalah ini, risalah Imam Ibnu Abi Hatim, ini juga dipanggil sebagai kitab walaupun dia hanya beberapa muka surat. Kenapa?. Karena yang namanya kita tidak disyaratkan dia itu menjadi satu jilid. Satu jilid tebal mungkin atau apa. Atau dalam ukuran yang besar, tidak ada syarat macam itu.. atau di dalamnya ada lembaran-lembaran yang banyak, kertas-kertas yang banyak, tak ada syarat macam itu. 

Makanya karya-karya para ulama walaupun sebagiannya itu hanya beberapa muka surat ini juga, juga. Katakan sebagai kitab. Dalilnya apa? Ah kita akan baca penjelasan penting dalam catatan kaki. Alkitab asalnya ini. tetapi kitab di sini maknanya adalah ayat dan ini banyak bila dimakna mablud. banyak pola-pola macam itu. Tubuh kita lalu sesuatu yang. Tulis dinamakan sebagai kitab. Yang penting apa? Dia ditulis. Maka sudah boleh dikatakan sebagai kitab. Selesai dari artinya majmu.. kitab dikatakan kita karena terkumpul di dalamnya sesuatu. Seperti apa? Katiba yaitu kumpulan pasukan namanya katiba.. bukan orang tahun seribu seratus sekian bukan tapi tahun tiga ratus tujuh puluh jadi ini generasi keempat masih termasuk awal-awal umat Islam tapi generasi keempat. yang namanya kitab adalah sebuah nama untuk sesuatu yang ditulis secara terkumpul. Selesai dari. ah termasuk yang dikumpulkan di dalam kitab yang makruf itu apa? Huruf-huruf. 

Makanya walaupun dia hanya satu muka surat, dia boleh dikatakan sebagai kitab, karena terkumpul di dalamnya huruf-huruf. Tapi kalau blend kosong atau isinya satu. huruf saja ya tak layak dikatakan kitab isinya cuma satu huruf itu adalah apa? Engkau. kumpulkan di antara dua perkara. Di antara penggunaannya, penggunaannya dia menulis kitab, kenapa? Dia mengumpulkan huruf yang ini ke. yang itu selesai dari jangan baca dulu rahimahullah kitab adalah susu. yang ditulis di dalamnya dikatakan kitab itu adalah berupa lembaran dan dakwahnya yaitu apa? Tintanya. Selesai dari al-Muhkam Wal Muhitul A'zzam. kesimpulannya apa? Kita memiliki beberapa istilah, beberapa penggunaan murid dari Imam Ibnul Qayim rahimahullah kalau yang. terkenal dalam biografinya kitab adalah sesuatu yang ditulis di dalam benda itu juga kitab itu maknanya adalah mmm. demikian pula Taurat dan lembaran. Itu juga kitab. 

Seperti dalam Alquran yaitu apa? Allah menetapkan, Allah mewajibkan, Allah menakdirkan dan seterus. selesai cari yang namanya penulisan. adalah menggabungkan satu kulit ke kulit yang lain dengan cara menjahitnya terutama di masa lampau, buku ditulis bukan di atas kertas tapi di atas kulit. Dika. yaitu apa? Saya menggabungkan kulit ini ke kulit yang itu agar menjadi yaitu apa itu alat untuk minum itu, untuk menampung air.. yaitu peranakan dari apa ya goda dengan keledai itu. Maksudnya adalah saya gabungkan di antara kedua bibirnya. Dengan yaitu dengan eh suatu ring, suatu apa itu eh gelar untuk mengikat mulutnya. Selesai dari Quran.. 

Juga berkata di muka surat yang sama pada asalnya kitab ini tayib ini fa ya bukan pakai sa. pakai wajib. Salah cetak lalu yang tertulis di dalamnya dinamakan sebagai kitab.. pada asalnya kitab itu adalah sebuah nama, sebuah istilah untuk lembaran dan apa yang tertulis di dalamnya. Selesai dari mufrad. Intinya kitab tidak wajib dia itu tebal-tebal, tidak seperti yang di mmm ejekan. ditampilkan oleh sebagian orang pada orang yang lain macam apa ini menulis kitab tapi cuma beberapa muk beberapa belas muka surat nauzubillah mengejek. 

Tapi ketika ada orang lain membuat buku sampai beberapa puluh muka surat dia bilang. ini siapa yang mau membaca, intinya apa? Menghina orang. Pengennya orang ikut dia dan membuat orang yang lain. Padahal kalau kita kembali ke kalam para ulama, tahulah kita, kitab itu apa sebenarnya? Bukan untuk berbangga-bangga tetapi. kita ikut syariah terkadang menulis kitab cukup nipis-nipis saja terkadang perlu yang tebal, terkadang pertengahan sesuai keperluan bukan untuk berbangga-bangga. Kemudian. boleh sesuatu yang tertulis dalam satu lembaran itu juga dikatakan kitab, dalilnya sangat jelas. 

Sebagaimana firman Allah taala di dalam kisah nabinya Sulaiman alaihi salam pergilah engkau membawa. kitabku ini lalu lemparkan, balikkan kepada mereka kepada penguasa Sabat lalu berpalinglah engkau dari mereka lalu perhatikan apa yang. mereka ucapkan yaitu ucapan sebagai komentar. Apa komentar mereka? Lalu Ratu Sabak mengatakan. wahai para bangsawan sesungguhnya telah dilemparkan kepada saya sebuah kitab yang mulia padahal ini cuma satu muka surat saja tapi dikatakan kitab yang mulia. sesungguhnya dia ini dari Sulaiman dan sungguh dia itu tertulis bismillahirrahmanirrahim ya dari Sulaiman 

Bismillahirrahmanirrahim Sulaiman berkata. janganlah kalian sombong kepada saya dan datanglah kalian sebagai kaum muslimin. Inti suratnya pendek itu saja. Tapi dikatakan sebagai kitab. Kalau Imam Ibnu Katsir rahimahullah. kitab Nabi Sulaiman ini ada di puncak sastra dan puncak wijazah, wijazah yaitu apa? Yaitu ringkas, singkat saja.. di puncak kefasihan tak perlu bicara panjang lebar sana, sini, sana, sini, tapi apa? Cukup pada intinya saja, apalagi ini awal dakwah tab, tak perlu bicara panjang, seperti surat Nabi Muhammad kepada raja-raja di dunia waktu itu. Dengan apa? Bahasa yang pendek saja. Karena dia telah menghasilkan makna dengan ungkapan yang paling mudah dan paling bagus. dinamakan sebagai apa? Kitab, selesai dari tafsir Ibnu Katsir. Kita habiskan bekas surat ini insyaallah ini sangatnya sangat sahih. Abdurrazaq dari. tak perlu diragukan. 

Demikianlah para nabi dulu itu mereka tidak berpanjang-panjang. para nabi hanyalah menulis beberapa kumpulan kata saja. Iya, tidak apa? Tidak membuang-buang waktu untuk kesia-siaan. Menulis secukupnya lalu dikirimkan untuk dakwah. Selesai dari tafsir Ibnu mmm Abtas. Alquran karya Imam Abdurrazak As-San'ani sanadnya sahih. Muhammad Al Khazim rahimahullah demikian pula para nabi. mereka itu dulu menulis beberapa kumpulan kata tidak berpanjang-panjang dan tidak berbanyak-banyak. 

Dan itu sudah cukup dikatakan sebagai apa? Kitab. selesai dari lubang bukan berarti haram menulis yang panjang tetapi apa sesuai keperluan kalau kita sedang mensyarah namanya penjelasan maka sesuai keperluan perlu panjang ya panjang perlu menjelaskan rawi juga menjelaskan rawi perlu menjelaskan. penyakit hati juga dijelaskan penjelasan juga dijelaskan sesuai keperluan yang tidak diperlukan tak perlu, tak perlu ditulis selesai dari. kasih banyak bunga-bunga hiasan, ada gambar kereta apa, untuk anak-anak lain, namanya anak-anak kita sedang apa melunakkan hati mereka sesuai jiwa mereka
Powered by Todorant

Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" (Majlis 1)

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Dars 1 13/09/2021
 الأمثال في القرآن
Permisalan-permisalan yang ada di dalam al Quran karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu taala.
Untuk download file PDF klik gambar


Pertanyaan: Bagaimana cara mentadabburi ayat?

Melalui buku ini kita mempelajari, bimbingan para ulama dalam mentadabburi ayat.

Mukasurat 9 :  Muqaddimah Muaaliq

Allah menurunkan Al Quran utk di pelajari, di baca, di tadabbur dan diamalkan.
Kalau ingin hidup di berkahi, kena sering baca quran.
Yg mampu mengambil faedah adalah orang2 yg memiliki mata hati, yaitu para ulama' dan orang-orang yg dibimbing oleh para ulama untuk memahami ayat2 dsbnya.

Pentingnya diturunkan alquran.
Peribadahan kepada berhala merosak pemeluknya, dirosakkan oleh para mubtadi'ah. Allah menurunkan cahaya yamg mubin, yaitu alquran. Alquran menerangkan hakikat tauhid disertai membuat permisalan2 dan sedikit cerita untuk menyingkapkan aqidah dari kerancuan dan kesalahfahaman2 yg dicampur dgn kesyirikan.

"Kami telah memudahkan alquran untuk diingat dan untuk beri peringatan", bagi orang yg mahu mengambil pelajaran.

Kesadaran tidak dihasilkan kecuali setelah mempelajarinya.

Baca dan mempelajari.
Tadabbur - mempelajari makna2nya dan kedalaman kandungannya.

Allah memerintahkan alquran di pelajari dan dicari pemahamannya. Dan melarang kita berpaling dari quran. Sekiranya ia tidak dipelajari bagaimana mereka mengetahui hak dan batil.

Orang alim lebih faham dari orang yang jahil. Alquran membimbing mereka  kepada jalan yang benar.

Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية"

Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية

Judul:
 التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Untuk pemesanan klik gambar


Pengarang:
Syeikh Abu Fairuz Abdul Rahman Al-Jawi

Terbitan: Maktabah Fairuz Ad-Dailamy Publishing

Size: B5

Muka surat: 128

[BUKU INI MENGGUNAKAN BAHASA ARAB]
______________________________

Tentang Buku:

Sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah menurunkan Al-Quran ke atas para hamba-Nya untuk mereka membaca, mengambil pelajaran dan beramal dengannya sementara tidak mungkin seseorang itu dapat mengambil pelajaran daripada Al-Quran ini melainkan setelah dia menghayatinya (tadabbur). Termasuk di antara perkara yang wajib dihayati adalah perumpamaan-perumpamaan di dalam Al-Quran yang Allah letakkan untuk membezakan di antara orang yang berilmu dengan orang yang jahil sebagai isyarat kepada tingginya kedudukan para ulama.

Sungguh Imam Ibn al-Qayyim rahimahullah telah menyebutkan sejumlah perumpamaan yang diletakkan di dalam Al-Quran lalu beliau mentafsirkannya dan menerangkannya dengan sebaik-baik penerangan di dalam kitab beliau "I'lam al-Muwaqqi'in 'an Rabb al-'Alamin" kemudian diasingkan perbahasan ini secara khusus di dalam satu risalah oleh sebahagian murid beliau kemudian dicetak dengan judul: "Al-Amthal fi al-Qur'an" (Perumpamaan-Perumpamaan Di Dalam Al-Quran).

Kemudian, risalah ini diberikan tambahan perkhidmatan lagi oleh Syaikhuna Abu Fairuz Abdul Rahman al-Jawi hafizahullah dengan memberikan taklik kepada sebahagian perenggannya dan menyebutkan takhrij bagi hadith-hadithnya. Beliau juga menyebutkan perbahasan ringkas tentang biografi Imam Ibn al-Qayyim rahimahullah. Semoga orang ramai dapat mengambil faedah daripada kitab ini dan semoga Allah membalas dengan kebaikan kepada Imam Ibn al-Qayyim dan seluruh mereka yang berkhidmat kepada kitab ini.
______________________________

Isi Kandungan:

1) Takdim Syeikh Abu Abdillah Zayed al-Wusabi al-Yamani hafizahullah

2) Ijazah Periwayatan Karya-Karya Ibn al-Qayyim daripada Syeikh 'Adil bin Ahmad bin Ali Syaikh hafizahullah

3) Mukadimah Syeikh Abu Fairuz hafizahullah

4) Bab 1: Biografi Ringkas Imam Ibn al-Qayyim rahimahullah

5) Bab 2: Nukilan Kalam Ibn al-Qayyim Tentang Perumpamaan Di Dalam Al-Quran

-Perumpamaan Orang Munafik

-Perumpamaan Orang Mukmin

-Perumpamaan Kehidupan Dunia

-Perbandingan Di Antara Orang Kafir Dengan Mukmin

-Perumpamaan Orang Yang Bertawakkal Kepada Selain Allah

-Perumpamaan Amalan Orang-Orang Kafir

-Perumpamaan Keadaan Orang-Orang Kafir Di Dalam Kegelapan

-Perumpamaan Kebanyakan Manusia Seperti Binatang Ternakan

-Perumpamaan Buruknya Perbuatan Syirik Kepada Allah

-Qiyas al-Thard dan Qiyas al-'Aks

-Perumpamaan Sesembahan Yang Benar dengan Sesembahan-Sesembahan Yang Batil

-Pendapat Kedua Dalam Masalah Ini

-Perumpamaan Orang Yang Berpaling Daripada Kalam Allah Dan Daripada Menghayatinya

-Perumpamaan Orang Yang Mengetahui Kebenaran Namun Tidak Beramal Dengannya

-Perumpamaan Orang Alim Yang Menuruti Hawa Nafsu

-Perumpamaan Ghibbah Tanpa Hak

-Perumpamaan Lain Amalan Orang Kafir

-Kalimah Tauhid Dan Kesannya Di Dalam Jiwa Seorang Mukmin

-Hikmah Perumpamaan Mukmin Dengan Pokok

-Membuat Perumpamaan Untuk Orang Kafir

-Soalan Di Dalam Kubur

-Malangnya Keadaan Orang Musyrik

-Perumpamaan Lemahnya Berhala

-Perumpamaan Orang Kafir Yang Tidak Mengambil Manfaat Daripada Dakwah [Nabi]

-Perumpamaan Infak Di Jalan Allah

-Perkara Yang Membatalkan Amalan

-Perumpamaan Infak Orang Kafir Dan Kerugian Mereka

-Perumpamaan Musyrik Dengan Muwahhid

-Yang Dinilai Adalah Amalan Bukan Sekadar Hubungan Kekerabatan

-Perumpamaan Mukmin Dalam Wujud Atau Tidak Wujudnya Hubungan Kekerabatan

-Isi Kandungan
______________________________

Kitab ini akan dibacakan oleh Syaikhuna Abu Fairuz pada malam besok insyaAllah -secara atas talian- sebagai ganti daripada kitab Talkhis al-Hamawiyyah.

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muqaddimah)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Kitab TERBITNYA DUA BULAN PURNAMA
طلوع البحرين على معتقد تلإمامين تبي زرعة وابي حاتم الرازي

yang disampaikan oleh Abu Zur'ah dan Abu Hatim Ar Raziyyainiy 
رحمهما الله 
Download file pdf klik gambar


Tarikh : 20 Safar, 1443 Hijriyah, Isnin  , bersamaan 27/09/2021 Masehi

🔜 Bermula pembahasan kitab ini.

بارك الله فيكم

Biografi Imam-imam, zaman salaf, sahabat Imam Ahmad bin Hanbal.

Ms 6 Kata pengantar pemberi ta'liq.
Mengenal Allah, mengenal nabi dan agama Islam dengan wahyu, dengan pemahaman generasi pertama.
Kewajipan yang paling besar.

Prinsip agama
Mengenal Allah
Tauhid
Sifat-sifatnya
Para nabi

Tidak sah mewakili yang lain. Setiap orang wajib tahu.

Imam al Lalika'i.
Mengenal aqidah agama ini. Menegenal apa yg dibebankan ketas kita.
Mengenal sifat2 Allah.
Membenarkan para rasul.
Dan mencari hubungan kpd jalan2 tersebut. 
Mencari pendalilan dgn hujjah2 dan bukti2.
Ucapan yg palimg agung, ucapan ygbpaling jelas adalah Kitabulah kemudian sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 
Dan ucapan para sahabat.
Perkara yang disepakati assalafusoleh.

Dengan memohon pertolongan pada Allah kita akan memulai membaca kitab yang baru, kitab dari para salaf yaitu apa? Kitab, asal kitabnya adalah. yaitu prinsip sunah dan akidah dari agama ini. Karya Imam Ibnu Abi Hatim menukilkan dari dua gurunya yaitu Abu Zur'ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi. Namun ketatkala kita. sudah dan sebagainya maka perlu tajwid yang lain yaitu terbitnya dua bulan purnama terhadap akidah dua imam. dan untuk kita menambah pengetahuan dan keyakinan tentang quality kitab ini maka. kita akan membaca perlahan-lahan dari biografi dua imam ini agar kita tahu seberapa tinggi quality mereka. Ini bukan kitab zaman Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah, bukan pula zaman Imam Ibnu. Katsir ini zaman salaf betul-betul zaman salaf, zaman Imam Ahmad bin Hambal, mereka adalah sahabat Imam Ahmad bin Hambal. Sebelum masuk ke biografinya kita membaca mukadimahnya untuk yang syekh. boleh dibaca sendiri, kita langsung masuk ke buka surat yang keenam tentang kata pengantar dari si pemberi taklik, catatan ka. setelah menyebutkan kita baca yang agak bawah-bawah itu. kemudian sesungguhnya manusia itu tidak akan meraih kebahagiaan dan keberuntungan yang hakiki dan kebahagiaan yang abadi. kecuali dengan cara dia mengenal Rabb-nya, marifatullah dengan cara yang benar, bukan makrifah-makrifah ternyata tak paham siapa Allah. Dan mengenal nabi-Nya sallallahu alaihi wasallam. bukan pergi ke goa-goa untuk merenung tahu-tahu setelah itu mengklaim sayalah nabi, sayalah Imam Mahdi atau apa salah jalan mengenal agamanya yang benar, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad. dan diridai oleh Allah. Dari mana kita tahu itu semua? Dari wahyu yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman pendahulu umat. ini. Bukankah orang-orang banyak menyuruh kita untuk ikut nenek moyang? Ambil sekalian nenek moyang tertinggi yaitu generasi pertama umat ini. Dan mengenal ini semua. kewajiban yang paling besar. Adapun prinsip-prinsip. agama ini yang mana apa prinsip agama ini? Mengenal Allah Yang Mahasuci mengenal tauhid Allah mengenal sifat-sifat Allah. Mengenal kejujuran para rasul-Nya maka ini semua termasuk perkara yang wajib diketahui oleh setiap orang. Bukan malah sibuk belajar yang lain. sementara yang ini dia tak paham di hari kiamat dia akan celaka bukan hanya hari kiamat bahkan di alam kubur dan tidak sah un. sebagian muslimin mewakili yang lainnya dalam masalah ini. Oh sudah ada yang belajar, saya tak nak, Anda jadi Ustad, saya nak jadi apa misalkan pekerja ini dan itu, tak untuk perkara-perkara yang ini, setiap orang wajib tahu.. tentang Allah, tentang tauhidnya sifat-sifat Allah dan kebenaran para rasul. Dia wajib belajar gitu. Selesai dari kitab punya khatib Al Baghdadi rahimahullah. ini secara fikih mereka berdua adalah ulama Syafi'iyah dan ini adalah nasehat untuk apa orang-orang yang mengatakan saya Syafi'i nih imam besar kalian apa kata mereka tentang masalah ini? Yang benar adalah ini. ajaran syafiiah yang benar adalah yang di hadapan kita ini, tidak seperti yang dipesongkan oleh orang-orang Asy-Sya'irah dan Sufiyah. Kata Imam Al Malika. maka sesungguhnya perkara yang paling wajib dipikul oleh setiap orang dia mengenal akidah agama ini ibadah. mengetahui apa yang Allah bebankan kepada para hamba-Nya berupa pemahaman terhadap tauhidullah bukan malah mengklaim saya sudah makrifat tahu-tahu berbuat syirik terus.. tauhidnya? Ternyata tak paham-paham tentang tauhidullah. Dan mengenal sifat-sifat Allah dan membenarkan para rasul-Nya dengan. mengetahui dalil-dalilnya dan meyakini bukan setelah tahu dalil jadi masih ragu terus atau yakin tapi tidak tahu dalil ini keliru terkadang keyakinan dibangun di atas kesalahan seperti keyakinan orang nasoroh yakin. Tuhan itu ada tiga atau satu dari yang tiga, keyakinan yang tidak dibangun di atas dalil sehingga tersesat. Dan mencari jalan menuju eh mencari hubungan kepada ja. jalan-jalan tersebut. Kalau kita cuma diam saja, ilmu tak sampai. Tapi kita memang sungguh-sungguh belajar datang ke ahli ilmunya, membeli buku-buku semangat. Melebihi semangat kita untuk membeli barang-barang duniawi.. dan mencari pendalilan terhadap perkara-perkara tadi dengan hujjah-hujah dan bukti-bukti bukan sekedar mengekor ternyata yang diekor. kita, kita tak sedap, ini rugi. Kata Imam termasuk ucapan yang paling agung. Dan hujah serta. Perkara akal yang paling jelas adalah apa? Kitabullah yang benar, yang yang sangat jelas. Berarti inti ilmunya ada pada kitabullah. Rajin-rajin membaca Alquran. Dan juga mengikuti pelajaran tafsir-tafsirnya, dengan tafsir orang-orang yang benar tentunya bukan tafsir orang yang menyesatkan dari kitabullah. Lalu sabda. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam karena beliau yang mendapatkan wahyu dan beliau yang diberi taufik untuk menjelaskan itu semua. Makanya tafsir terbaik adalah tafsir yang dibangun setelah memahami kitabullah dibangun juga di atas. sunah-sunah rasul sallallahu alaihi wasallam dan ucapan para sahabat beliau orang-orang terbaik dan orang-orang bertakwa. Alhamdulillah kita menggabungkan itu. berusaha antara tafsir Alquran dengan apa? Membaca syarah-syarah Hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan penjelasan para sahabat Rasulullah dan murid-murid mereka.. kemudian perkara yang disepakati oleh para salafus saleh. Kenapa terkadang? Nah dulu ini jadi pertanyaan ana ketika ana masih di Indonesia belum, belum masuk ke pondok pesantren tapi sudah ngaji. sunah, kenapa terkadang istilahnya terkadang kenapa terkadang dan terkadang jemaah saleh ah setelah kita belajar nahwu dengan sungguh-sungguh kita baru akan mendapat. pemahaman salaf ini secara, secara lafaznya dia mufrad karena jamaknya maka kalau dari sudut pandang lafaznya dia mufrad makanya tapi secara makna. adalah jemaah yaitu kumpulan orang salaf ini kumpulan orang ikat generasi makanya boleh disimati dengan jamak dan ini menunjukkan para ulama, ulama. mereka sendiri ikut salaf, tidak seperti zaman sekarang, orang yang mengklaim sebagai Asy'ariyah atau Syafi'iyah tahu-tahu membenci para salafiyun, tidak mau ikut ajaran salaf. Malah ikut ajaran orang-orang yang datang setelah. itu. Kalau ikut Syafi'iyah, ikut sekalian Syafi'iyah yang benar ya. Betul-betul apa? Generasi-generasi pertamanya. Lalu berpegang teguh dengan kumpulan itu semua. Alquran As Sunnah dan pemahaman sahabat dan ijmak salaf. Jangan baca makam tapi karena ini yaitu kita setia di atasnya jangan setelah be. baik-baik tahu-tahu apa? Tahu-tahu kembali ke akidah yang rusak, bermain sihir, pergi ke bur, menyihir orang lain, padahal sudah belajar ilmu salaf, nauzubillah, melepaskan mutiara demi mendapatkan batu kerikil ini merugikan. sampai hari kiamat walaupun rezeki kita berkurang barangkali atau teman kita berkurang atau dunia berkurang tetap pegang teguh akidah ini sampai mati karena sesuatu yang. kurang dari urusan dunia itu senang saja untuk kembali karena Allah yang memberkahi. Tapi kalau kita dapat dunia namun memutuskan hubungan dengan Allah, dapat dari mana kita setelah itu?. menjauhi bidah-bidah. Ini nasihat bagus, bidah bukan malah didatangi, dipeluk, dibela, tapi jauhi bidah. Siapa yang menasihatkan ini? Para ulama Syafi'iyah sendiri, ulama generasi-generasi awal Syafi'iyah. Waris. menjauh dari mendengar bidah. Dari yang dibuat-buat oleh orang-orang yang menyesatkan. Menunjukkan tidak semua pengajar itu betul. Tidak semua ustad atau kiai. ulama itu betul tapi cari orang-orang yang setia dengan ajaran Allah dan rasul-Nya dan para salaf yang lain biasanya mereka akan mendatangkan kesesatan selesai darah dari syarah ushul iktikaf ahlusunah waljamaah. karya Imam
Powered by Todorant