Selepas nabi Adam, orang-orang terjerumus ke maksiat dan kekufuran, para Malaikat mengatakan kepada Allah perihal manusia. Malaikat mendoakan kecelakaan kepada manusia.
Kemudian disuruh pilih 2 malaikat (Harut dan Marut) untuk di cuba. Mereka diutus ke bumi. Di perintah taat dan menjauhi maksiat
Mereka tinggal di bumi suatu selang waktu.
Ada wanita yang cantik. Mereka mendatangi wanita itu dan menggoda untuk berzina. Wanita itu tidak mahu kecuali mengikuti agama wanita itu yg menyembah berhala.
Lalu mereka pergi dan mengasingkan diri, kemudian mendatangi wanita itu lagi.
Mereka berulangkali mendatangi wanita itu. Manakala wanita itu melihat keduanya tidak mahu menyembah patung. Lalu dia memberi syarat yg diantaranya yang paling ringan minum khomar. Lalu mereka menerimanya, minum khomar kemudian berzina, kemudian mereka membunuh saksi.
Setelah sedar, mereka ingin naik ke langit tapi tidak mampu.
Di singkapkan tabir, para malaikat melihat maksiat mereka. Mereka memohon ampunan untuk orang-orang di bumi.
Pilih lah kalian siksa dunia atau siksa akhirat.
Kisah yg tidak masuk akal.👆
Lalu mereka pilih siksa dunia. Mereka di Babil.
Wanita tersebut kecantikannya seperti bintang kejora.
Cerita kedua.....
Israiliyat memang beraneka ragam versi ceritanya.
Versi yang lebih baik sanadnya.
Harut dan Marut mencela penduduk bumi, lalu mereka di utus ke bumi.
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
و*ما* يعلمنا من
ما nafiyah
Orang Yahudi mengatakan Jibril dan Mikail mengajarkan ilmu sihir. Allah membantahnya.
Jumhur ulama mengatakan jama' menunjukkan dua.
Pembahasan tentang siapa syayaatin الشيٰطين di negeri Babil. Banyak kisah-kisah Isra'iliyyat, lain-lain versi.
Allah membebaskan Nabi Sulaiman dari aliran pemikiran yang mengatakan Nabi Sulaiman mengamalkan ilmu sihir.
Ibnu Jarir - Allah mengizinkan kedua malaikat untuk mengajar sihir sebagai cabaran. Harut dan Marut taat kepada Allah, melaksanakan apa yang diperintahkan.
Malaikat tidak durhaka.
Ibnu Hazm - Harut dan Marut nama dua kabilah dari jin.
Pembahasan tentang turun أنزل, berbagai tafsiran. Tak perlu ditakwil. Turun adalah turun.
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Minit ke 13: Kisah muhaddits Abbad bin Mansur al Rowajili (Rofidhoh yang buruk)
Orang Yahud mengikuti Sulaiman berdasarkan kekuasaan Sulaiman, mengikuti sihir yang diatas namakan Sulaiman.
Dikalangan Yahudi, tiada sanad yang terpelihara.
Minit ke 19.00 Didalam Al-Quran ada pola tadmin, menunjukkan kedalaman makna.
Menjadikan fi'il ada fi'il yang lain.
Para bangsawan dari Bani Israel, sepeninggal Musa
Jalut - Golliath
Peperangan Tholut dan Daud.
Kaum Soleh di daerah Syam, kuburan Petra, sebelum nabi Ibrahim.
Sihir bukan hanya terjadi pada zaman nabi Sulaiman, sebelum itu sudah ada sihir.
Mereka mengikuti apa yang di baca oleh para syaitan dan menisbahkan kepada Sulaiman
Para syaitan naik ke langit untuk mendengar berita lalu mereka dengar bicara malaikat. Kemudian memberitahu para bomoh.
Para bomoh menggunakan nya untuk memperdaya manusia.
Kemudian menambah 100 kedustaan.
Mereka menulisnya di kitab-kitab. Bani Israel mengambilnya. Hukuman kerana membelakang kan kitab Allah.
Sulaiman mengumpulkan kitab-kitab tersebut kemudian di masukkan dalam kotak, di simpan di bawah tempat duduknya - Isra'iliyyat.
Manakala Sulaiman meninggal dunia dan para ulama yg tahu hal itu pun meninggal dunia, syaitan datang ke generasi berikutnya, menipu mereka memberitakan kepada mereka tentang kitab-kitab tersebut.
Mereka menggalinya dan menjumpai kitab-kitab tersebut.
Tersebar di tengah manusia, yang Sulaiman mengamalkan sihir.
Yahudi mendebat nabi Muhammad dengan kitab tersebut.
Orang Yahudi berjumpa nabi di zaman Madinah ttg perkara yang ada di dalam Taurat.
Mereka menanyakan nabi tentang sihir.
Syaitan mengajarkan sihir kepada manusia.
Syaitan lah yang menanamkan kitab-kitab sihir di bawah tempat duduk Sulaiman, setelah Sulaiman wafat.
Syaitan tidak akan mampu membawa wahyu.
Ahli kitab tidak punya sanad.
Ahlul Hijaz dan ahlul Iraq, sama-sam menisbahkan kitab sihir kepada Sulaiman. Cerita 1001 malam.
Ibnu Barkhiya, teman dekat kepada Sulaiman bin Daud.
India dan Khurasan, sihir mereka lebih banyak dari Yahudi.
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Israiliyat
Ketika kerajaan Sulaiman itu hilang, sekelompok jin dan manusia murtad, mereka mengikut hawa nafsu.
Sulaiman menanam kitab2 sihir di bawah kerusinya. Dan dia meninggal dalam waktu yamg dekat setelah itu.
Orang membuat kepalsuan mengatakan kitab2 sihir itu dari Allah.
Mereka mempelajarinya dan menjadikannya agama.
Maazif - seruling dan segala sesuatu yg menghalang manusia mengingat Allah.
Asif - juru tulisnya Sulaiman.
Nama Allah yang paling agung الله
Masaalah Sulaiman mendapat kekuatan melalui ilmu sihir - Israiliyat.
Syaitan mengeluarkan kitab2 sihir itu, setelah Sulaiman wafat.
Orang yg bodoh mengkafirkan dan mencela Sulaiman, menisbahkan kitab2 itu kpdnya.
Cincin Sulaiman
Mukmin jarang sekali di samari oleh syaitan.
Syaitan tidak mungkin membentuk dirinya seorang nabi.
Mereka menuduh Sulaiman mampu memundukkan manusia dgn kitab-kitab. Dan mereka mengkafirkan Sulaiman.
Allah membela dan membersihkan nabi Sulaiman dari itu.
Kerajaan Sulaiman lebih besar dari Kerajaan Nabi Daud
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
نَبَذَ - melemparkan
Membatalkan kata Qotadah dan Hasan al Basri
Nabiz - perahan anggur.
Mereka mengadap kepada ilmu sihir dan mempelajari nya.
Sihir orang musyrik lebih kuat dari sihir orang Muslim, Nasoro dan Yahudi.
Kembali ke tauhid untuk melawan sihir.
Sumur.di Zi Arwan.
Yang menyihir nabi.
Pembesar Yahudi yang di Yaman - Labid Ibnul Aqsam - Tholut - Bayan bin Sam'an - Jaad bin Dirham - Jahm bin Safwan.
👉"Mengajar alquran adalah makhluk."
Rasulullah صلى الله عليه وسلم sakit 14 hari.
Jibril meruqyah dan muawwizatain.
Yahudi melawan nabi dengan kitab Taurat, ternyata isinya sepakat dgn al Qur'an. Lalu mereka mengambil kitab Asif (penyihir Yahudi).
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung) nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
Yahudi membuang kitab Allah ke belakang mereka. Ahli kitab tidak tersisa ditangan mereka sedikit pun, mereka kufur kepada Rasulullah, hakikatnya mereka kufur kpd kirab mereka sendiri dari arah yg mereka tidak sadari.
Dan termasuk tradisi takdir Allah تعالى, dan termasuk dari hikmah ilahiyah, menetapkan bahawasanya :
Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang bermenafaat bagi dia, padahal dia mampu mengambil menafaatnya, namun tidak mahu mengambil menafaatnya, maka dia akan di uji, dia akan di cabar terkena BALA, terkena MALAPETAKA berupa kesibukan dengan perkara yang membahayakan dirinya.
Maka barangsiapa meninggalkan peribadatan kpd Ar Rahman, dia akan terkena bala berupa peribadatan kepada berhala.
Barangsiapa meninggalkan kecintaan kepada Allah, rasa takut pada Allah, harapan pada Allah, maka dia akan terkena bala berupa mencintai yamg selain Allah, takut kepada selain Allah dan berharap.kpd selain Allah. Tentunya ini kerugian yamg tidak terbayangkan.
Dan barangsiapa tidak menginfakkan hartanya didalam ketaatan kpd Allah, dia akan menginfakkan hartanya di dalam.ketaatan kpd syaitan.
Barangsiapa meninggalkan sikap merendahkan diri u tuk RobbNya, maka dia akan terkena bala berupa dia akan merendagkan diri kepada sesama hamba.
Barangsiapa meninggalkan kebenaran, dia akan terkena bala berupa yaitu mengikuti kebatilan.
Manusia tidak pernah kosong sama sekali. Kalau tidak ikut kebenaran, pasti dia akan ikut kebatilan dan itu RUGI BESAR. Ini adalah BALA'.
Bani Israil membuang kitab suci. Mereka membaca apa yg dibuat oleh para syaitan merupakan sihir mengatas namakan Nabi Sulaiman.
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Orang2 Yahudi mengikuti sihir yg diturunkan kpd dua malaikat di megeri Babil, yg di datangkan sebagai ujian.
Dua malaikat tersebut tidaklah mengajarkan melain mereka sudah mengingatkan yg mereka ini adalah ujian (nasihat).
Tadlis - penyamaran
Orang2 Yahudi mengikuti sihir para syaitan dan dua malaikat tersebut.
Setiap orang akan condong kepada yang sesuai dengan jiwanya.
Sihir tersebut memisahkan antara suami dan isteri.
Sihir itu memiliki hakikat, mampu mendatangkan bahaya dgn seizin Allah. Bantahan kepada Muktazilah.
Izin ada 2 macam:
1. Izin qodari - terkait dgn kehndak Allah.
2. Izin syar'i.
Sebab2 walaupun mempunyai kesan tinggi, namun taqdir Allah lebih unggul. Taqdir Allah di atas segalanya. Tak perlu takut kepada syaitan.
Qodariyah - perbuatan hamba di cipta oleh hamba sendiri tanpa taqdir dari Allah.
Qodariyah Muktazilah menyelisihi saudara2 mereka syaitan, dan para penghuni neraka. Matan Syahrul sunnah Imam Tsauri.
Ilmu sihir bahaya. Tiada menafaat. Kerugiannya bersifat total, terlalu parah atau keburukan lebih besar dari kebaikannya.
Orang yang mencintai sihir, dia tidak memiliki satu bahagian pun di negeri akhirat.
Alangkah buruknya apa yang dibeli oleh mereka.
Oramg soleh Yahudi tidak mahu mempelajari sihir.
Faedah Imam Ibnu Katsir.
Ayat2 berupa rahsia2 orang Yahudi, yg disimpan, berita generasi pertama, aoa saja yg dikandungi di dalam.kitab mereka yg hanya diketahui oleh ahli ilmu mereka. Apa saja yang dipesong dan di tukar yg dulu ada dalam Taurat.
Allah menampakkkan itu semua di dalam kitabNya yg Dia turunkan kpd nabi Muhammad.
Orang yg dengki.
Fitrah orang yg sihat ada pembenaran berupa ayat2 yg jelas.
Didalam alquran ada isyarat nabi yg ummi nabi yg terakhir.
Orang Yahudi tahu nabi tidak pernah belajar ke orang lain terkait wahyu.
100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.
Membatalkan perjanjian kerana mereka tidak beriman.
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Barangsiapa yang meninggalkan kitab2 suci, mereka akan ikut kitab2 sihir.
Syaitan mengatasnamakan Nabi Sulaiman, menipu manusia mengatakan Nabi Sulaiman menggunakan sihir menguasai jin dan syaitan.
Yang mengajar sihir dan mempelajari sihir, dua2 nya KAFIR.
Jangan takut kepada tukang sihir.
Sihir seperti penyakit2 yang lain.
Sihir - keburukannya itu terlalu dominan.
Kafirnya orang2 yang berurusan dengan sihir. Orang yg mempelajari sihir menjual jiwanya kepada syaitan.
103. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.
Pembahasan orang2 yg menentang syariat dgn alasan Jibril lah yg membawa syariat tersebut.
Ibnu Abi Hatim - Khurasan
Ahmad bin Sinan - Wasith
Andurrahman bin Mahdi - Basrah
Para ulama zaman dahulu biasa berkeliling negeri2 utk mencari ilmu.
Ibnu Mahdi rajin belajar.
Beliau belajar ke Sufyan At Tsauri yang di Kufah, dan belajar ke
Sufyan bin Uyainah yang di Mekah.
A'masy - Kufah
Dua2 Sufyan sama2 tsiqoh dan sama2 belajar ke A'masy.
Ismail bin Roja' - Kufah, rakan A'masy.
Menyampaikan hadith kepada anak-anak kecil.
Jibril - Abdullah
Mikail - Ubaidullah
Nama Jibril kalangan malaikat, pelayan Allah.
Allah adalah musuh bagi orang2 kafir.
Barangsiapa memusuhi wali ku
Aku adalah yang membalas dendam bagi wali Ku di hari kiamat.
Lawan Allah di hari kiamat.
Sohih Bukhari 2227
1. Membaiat dgn nama Allah kmdn khianat.
2. Orang yg jual org merdeka kmdn makan dari hasil penjualannya.
3. Seseorang yg memperkerjakan seseorang dgn total, tidak memberi upah sesuai kesepakatan.
Soalan
Tentang pencuri hadith.
Sufyan bin Waki'.
Memiliki sekretari mencuri hadith, menghilangkan guru yang berjasa menjadi perantara dia. Kemudian dia meriwayatkan seolah2 dia belajar langsung ke guru dari orang itu, perantaranya dibuang
Kalau sahabat telah bersepakat, haram generasi.berikutnya menyelisihinya.
Kita masih di muka surah empat puluh empat dari catatan kaki dalam gerakan kaki. maka orang yang terbaik adalah orang yang kokoh di atas asar, yaitu di atas dalil-dalil di atas jejak rasul dan para sahabat. Ini sebagai apa? Mmm kesimpulan dari Hadis Abu Hurairah yang dibaca pada pertemuan yang lalu. Dan orang-orang, manusia akan terus berada di dalam kebaikan selama mereka berjalan di atas asar.. Basri termasuk tabiin yang terbaik. Dulu mereka yaitu para sahabat memandang bahwasanya seseorang. ada di atas jalan yang lurus selama mereka ada di atas asar, yaitu mengikuti jejak para salaf. Mengikuti dalil dengan pemahaman para salaf. Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dan Ibnu Bathol juga Ibn. dalam dengan sanad yang sahih. Telah pasti bahwasanya imam Abu Amr, Abdurrahman Ibnu Amr al-Auza'i rahi. mengatakan engkau wajib setia dengan orang yang terdahulu. Walaupun umat manusia menolakmu.. dan hindarkan, dihindari dirimu, hindarkan dirimu, dan hindarilah rasional-rasional para tokoh walaupun mereka menghiasi itu dengan ucapan. indah kepadamu. Sebagaimana dalam as syariat karya dan sanadnya sahih. Dalam riwayat al-harawi rahimahullah. wajib atasmu untuk setia kepada orang yang terdahulu. Dan hindarkan olehmu. Rasional-rasional para tokoh. walaupun mereka menghiasi rasional mereka, pendapat yang tidak didukung oleh dalil dengan hiasan-hiasan, dengan suatu perkataan yang indah, karena sesungguhnya urusan ini sudah. jelas. Hina yang jadi tatkala dia itu jelas, jelas dengan apa? Dalil. Dan engkau dari jalan yang perkara yang jelas itu engkau ada di atas jalan yang lurus. Maka takpe. kalau sudah tahu dalil dan jejak salah tentang masalah itu. Selesai dari bundar rahimahullah Al-Basri. agama Nabi Muhammad adalah asar-asasar yaitu dalil-dalil dan jejak yang ditinggalkan itu. Sebaik-baik. seorang pemuda adalah yaitu hadis-hadis.. sekali-kali engkau terpe terperdaya sehingga menjauh dari hadis dan ahli hadis. Karena sesungguhnya rokyub, rasional tanpa dalil, itu adalah bagaikan gelapnya malam, sementara Hadis adalah terangnya. Siang. Karena terkadang pemuda itu keliru dari jalan-jalan petunjuk, namanya masih muda, darah muda senang untuk. Salah. Tapi apa? Kita ikuti pendapat-pendapat para ahlul hadis, bimbingan para ahli hadis, agar kita tidak keliru jalan. Sementara matahari itu sudah terbit dan memiliki cahaya-cahaya. Makanya. Sebutkan di dalam eh Hanabilah, Imam Ahmad ditanya, oleh salah seorang muridnya, kepada siapa saya harus belajar, maka beliau mengatakan engkau harus. Setia belajar kepada ahli hadis karena mereka adalah para pengganti. Pengganti nabi, para ulama, dan para ulama maksudnya adalah para ahli hadis sebagaimana kata Ali Ibnul Madini, kata Ibnu, kata Imam al-Bukhari, di dalam kitab. Syarahf Ashabil Hadis punya khatib Al-Bardadi mereka adalah ulama wa ahlul Hadis. Ah kita ikuti jejak mereka, kita mengikuti nasihat-nasihat mereka. Dari. bukan malah kita berijtihad sendiri padahal kita belum selesai dari punya kalau yang tadi itu punya. adapun yang ana nukilkan sekarang adalah punya Ibnul Muqrib.. prinsip sunah menurut kami jadi istilah ushul dan itu sudah ada di zaman salaf takperlu kita mengatakan ini bidah, lalu kita tinggalkan, kita akan bilang apa dengan kitab Imam Ahmad macam ini, kitab ushulu sunah, juga kitab yang di hadapan ki. punya Ibnu Abi Hatim. Tapi yang bidah adalah pembagian usul dan menurut pola dari orang-orang muktazilah. Untuk ahlusunah, istilah usul dan sudah ada. Yaitu berpegang tegu. apa yang para sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ada di atasnya. Yaitu menempuh jalan mereka, jangan membuat jalan sendiri. Meneladani mereka. Tidak, ini harusnya. tanpa Hamzah Koto ini ya, alif tidak, bukan meninggalkan bidah-bidah setiap kebidahan maka dia adalah kesesatan, bukan lagi di atas. jalan yang lurus. Selesai dari ushul sunah karya Imam Ahmad. Sallallahu alaihi wasallam. Kalian wajib setia dengan asar-asaran nabi sallallahu alaihi. Karena sesungguhnya dia adalah termasuk amalan-amalan kelurusan yang paling utama untuk diikuti. Ya wajib ikut sunah nabi sallallahu. alaihi wasallam. Selesai dari jamik. Kemudian kita kembali ke atas berarti jawabannya yes. Maka Abu Hatim Ar-Razi dan Abu Zur'ahzi menjawab. Kami dapati para ulama di seluruh negeri, ini menunjukkan walaupun mereka sendiri adalah para ulama, tapi mereka tidak melepaskan diri dari para ulama. Kalau memang semuanya sepakat. itulah kebenaran. Kalau ada khilaf, ah lihat mana yang paling sesuai dengan dalil, kalau ada khilaf. Sebagaimana itu dijelaskan oleh Al-Khatib Al Baghdadi di dalam kitab beliau kalau para sahabat telah bersepakat maka haram bagi generasi berikutnya mendatang. pendapat kedua. Kalau para sahabat jadi dua, haram generasi berikutnya untuk mendatangkan pendapat ketiga. Karena kebenaran tak mungkin keluar dari, dari para sahabat. Kemudian kalau para tabiin bersepakat, maka haram bagi generasi. untuk mendatangkan pendapat kedua. Tapi apabila tabiin terbagi menjadi dua, maka haram generasi berikutnya mendatangkan pendapat ketiga. Karena pasti salah satunya sudah betul. Karena tak mungkin dalam satu masa, semuanya adalah keliru. tidak mungkin. Karena Rasulullah telah menetapkan di setiap masa ada. Nah kalau ulama semuanya sepakat pada suatu perkara maka kita haram untuk mendatangkan pendapat yang lain.. kalau khilaf mmm kita lihat siapa yang hujahnya terkuat. Jangan mengatakan syekh fulan, syekh fulan bilang haram, syekh fulan bilang mmm mubah, menurut saya ini wajiblah, enggak boleh kita bukan mujtahid untuk kemudian ikut-ikutan men. khilaf. Kita salah satu dengan dalil yang ada semampu kita kalau mereka khilaf. Karena salah satunya pasti benar. Itu kalau khilaf. Kalau semuanya sepakat berarti apa? Tak boleh kita malah menyelisihi ijma.. Nah di sini dua ulama besar tadi menukilkan kalam para ulama. Kami mendapati para ulama di seluruh negeri. Nah itu yang disebutkan berikutnya masuk ke tajuk. Tajuknya ana buat sendiri untuk diklasifikasikan pembahasannya. Pembahasan pertama masalah iman itu bertambah dan berkurang.. maka termasuk dari mazhab para ulama yang kami dapati adalah iman adalah mmm ucapan dan perbuatan bertambah dan. berarti tadi ada catatan kaki yang belum dibaca ya. Iya. Untuk nama-nama negeri itu, kita baca catatan kakinya di dalam kalimat tadi. isyarat yang halus tentang kesepakatan dalam bab ini. Para ulama telah sepakat dalam perkara yang akan kami sebutkan. Dalam masalah-masalah prinsip-prinsip sunah.. al-Imam al-Ghuzani rahimahullah telah memastikan itu. Memang ini adalah ijmak. Ini dan beliau termasuk murid Imam Syafii yang paling terkenal. Sampai-sampai. mengatakan adalah penolong mazhabku. Walaupun kenyataannya Al-Ghazali sendiri sering menyelisihi Syafi'i karena beliau juga mujtahid, mujtahid dari Mesir. Baik. menunjukkan tidak ada yang namanya fanatisme, kalau salah maka mmm imamnya sendiri sudah mengatakan beliau mengatakan dalam. itu, ini adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan, telah disepakati oleh generasi pertama yang telah berlalu. Dari. imam yang membawa hidayah. Dan dengan taufik Allah, taufik dari Allah, para generasi yang mengikutinya, berpegang teguh dengannya.. meneladani dan meridai. Dan mereka para tabiin, menjauhi, boleh jadi tabiin atau yang sebelumnya. Karena yang ijmak, ijmak.. jauhi sikap memberat-beratkan diri pada perkara yang generasi pertama itu menahan diri. Mereka tidak membahas masalah ilmu kalam, takperlu kita letih-letih membebani diri dengan ilmu kalam. Mana yang lebih utama?. maujud atau sendiri pembahasan macam itu. Ma'ruf dalil, dalil makruf sudah cukup, tak perlu pakai cara ilmu kalam. Baik.. Maka dengan itu mereka diluruskan dengan pertolongan Allah. Tatkala merasa cukup dengan ajaran salaf dan tidak membebani diri dengan perkara yang salah menahan diri dari membahasnya, maka mereka pun dengan pertolongan Allah menjadi lurus.. mereka mendapatkan taufik mereka tidak membenci mengikuti salaf yang kalau membenci ikut. maka menjadi yaitu menjadi kurang nanti agamanya. Dan mereka tidak melampaui ajaran salaf kemudian memberikan tambahan-tambahan. sehingga melampaui batasan. Sudah agama sudah lurus, tak perlu tambah, tak perlu kurang. Ikuti saja. Kami percaya kepada Allah, termasuk percaya pada Allah adalah yakin ajaran ini sudah benar.. Allah untuk salat juga sudah tepat. Ikuti saja. Tak perlu letih-letih. Tidak seperti yang sekarang sedang muncul itu tokoh munafik. Yang di surat kabar kata, kata sebagian ikhwah mengatakan agama Islam itu tidak sempurna.. tidak yakin dirinya sempurna, nauzubillah. Tapi dia mengatakan saya muslim. Muslim apa kamu? Islam kepada siapa sebenarnya? Muslim tapi enggak percaya Alquran. Dia sendiri mengatakan, saya orang Islam, tapi saya sendiri tak percaya syariat Islam. Berarti Islam A. macam itu. Nauzubillah agama rusak orang itu. Teliti. Kenapa? Ah iya. Harusnya masuk rumah sakit bahagia. Ada mentalnya rusak. Rusak.. Hanya kepada Allah lah kami bertawakal dan kepada Allah-lah kami mencintai, mengikuti. jejak-jejak mereka yaitu mencintai zahirnya ya. Fi. Selesai dari syarat sunah al-Muzani. Ngerti apa? Ini adalah kesepakatan para salaf. Wallahualam.
*Taqiratu Huffaz atau yang di situ banyak biografi para penghafal hadis, beliau sendiri mengomentari orang-orang seperti ini, di mana sekarang di zaman kita, *zaman Zahabi. Kita baca ini, kita akan mengatakan seakan-akan mimpi saja, ada orang-orang yang kualiti-kualiti seperti ini.*
*Yang ada sekarang cuma khayalan, Superman atau apa, enggak ada apa-apanya itu manusia superman khayalan. Tak hapal hadis, tak hafal sanad juga. Ah yang super yang betul ini yang para Muhaddisun itu.*
*Bagaimana orang mampu sampai seperti itu? Quality quality, ilmu, hafalan, dan amalan dan seterusnya. Kita mempelajari itu untuk menjadi pelajaran bagi kita.*
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
*Bismillah.*
Kita masih di muka surat 43 dari pembahasan apa ini? Asal sunah masih membahas masalah *istilah ushul,* yaitu dasar-dasar agama.
*Bagaimana kita tahu amalan ini termasuk dari dasar agama atau dari cabangnya?*
Abu Ishak Asy-Syatibi, perintah2 yg sampai diagungkan oleh syariat, maka itu bagian dari prinsip-prinsip agama. Menunjukkan apa? Perintah banyak, semuanya agung, tapi ada yang isyarat2 menunjukkan amalan yang ini betul2 sangat agung, seperti masalah salat, zakat, sampai jadi pondasi Islam.
Sementara yang lain2, walaupun semuanya penting, seperti apa? Menyingkirkan gangguan di jalan, atau memberikan minyak wangi kepada masjid, ini bagus, tetapi tidak sampai dalil-dalil yang ada sehebat itu untuk masalah salat dan zakat dan seterusnya itu.
*Nah yang, yang diberi tanda khusus bahwasanya ini memang menunjukkan syariat, mengagungkan dia, berarti ini bagian dari prinsip agama.*
Adapun perintah yang kualitinya atau derajatnya lebih rendah dari yang tadi walaupun semuanya baik. Maka ini bagian dari cabang agama dan penyempurna agama. Selesai dari al Muwafaqot.
Tayib, berarti intinya pada apa? Pada banyaknya dalil ya terkait dengan perkara itu, sehingga kita tahu ini memang perkara usul.
Seluruh dasar-dasar dari agama ini, dalil2 nya itu jelas dan terang. Yang menunjukkan pentingnya perkara2 tadi.
Imam As Son'ani rahimahullah mengatakan, "Setiap perkara yang termasuk dari prinsip2 agama ini maka dalil2 yg menunjukkan kepadanya itu jelas dan mencengangkan.
Bahirah asalnya mencengangkan, orang jadi yang zahir, tercengang. Seperti apa? Tentang masaalah Tauhidul Uluhiyah, dari awal sampai akhir Quran itu penuh dengan Tauhidul Uluhiyah tapi ini yang banyak disia-siakan oleh orang-orang.
Demikian pula kewajiban ikut sunah dan menjauhi bidah, dalilnya banyak sekali. Tapi banyak orang-orang tak kisah dengan ini.
Orang yang menyelisihi dalam masalah ini, yang dalilnya sudah sangat jelas tapi diselisihi, dia dikatakan Muanit yaitu penentang atau pembangkang. Mukabir, mukabir adalah orang yang menentang sesuatu yang sudah terlampau jelas, itu Mukabir.
Kalau Mutakabir, orang yang menyombongkan diri, tapi Mukabir, ini orang yang menentang perkara yang sudah sangat jelas.
Kenapa? Tentang yang. Bukan dianya yang nyata, tapi perkaranya. Hmm.
Perkaranya sudah sangat jelas tapi masih dibantah juga, seperti istilahnya apa?
_Itu matahari panas._
_Tak kut, ini lilin._
_Ahh itu melampau istilahnya. Itu Mukabir namanya._
_Atau dikatakan petir itu panas._
_Tak. Macam sejuk je._
_Cobalah._
_Nah itu dikatakan Mukabir, menentang sesuatu yang sudah terlampau jelas._
Yaitu pendapat untuk menghukumi sesatnya orang tadi wajib. Ya, sudah terlampau jelas maka orang yang menyelisihinya dikatakan orang yang sesat, tersesat. Dan berlepas diri dari orang seperti ini adalah bagian dari syariat.
Toyyib, jelas semua syariat penting, tetapi memang bertingkat-tingkat. Seperti sabda Rasulullah, "Senyumnya engkau di wajahmu untuk saudaramu, itu sedekah." Dan itu penting. Tetapi bukan orang yang ketika tak senyum, kemudian kita pulaukan dia, ya bukan. Kualiti-nya tidak sampai kualiti masalah perkara-perkara yang sifatnya usul, perkara prinsip. Selesai dari Qowatiul Adillah.
Berkata Sheikhul Islam, Ibnu Taimiyah rahimahullah setelah menyebutkan beberapa kalimat, kenapa seperti itu? Karena keadaan amalan-amalan tadi sebagai bagian dari dasar-dasar agama ini, mewajibkan untuk amalan tadi termasuk dari perkara agama yang paling penting.
Makanya Allah betul-betul menitikberatkan itu dgn banyaknya pembicaraan tentang itu dengan banyaknya dalil.
Di antaranya adalah Asma Wa Sifat. Betul-betul setiap ayat itu mengandungi asma atau sifat Allah taala atau af'alnya Allah. Dalilnya terlampau banyak. Tapi justru banyak orang yang mengatakan, "Tak, sifat Allah hanya tujuh atau dua puluh. Tak boleh Allah lebih-lebih tak boleh. Ini melampau orang kalimat macam itu.
*Makanya dia termasuk firqoh yang tersesat.*
Dan ini menunjukkan bahwasanya perkara-perkara yang prinsip tadi, perkara yang mendasar tadi adalah perkara yang memang diperlukan oleh agama ini.
Agama ini perlu tiang, agama ini perlu rukun, perlu asas. Yang lain-lain sebagai penyempurna. Selesai dari kitab Darul Taarud.
Kembali ke matannya.
Saya, yaitu bertanya kepada ayah saya dan Abu Zur'ah tentang mazhab-mazhab ahlussunah di dalam prinsip-prinsip agama, dan apa saja yang beliau berdua dapati, para ulama dari semua negeri itu ada di atasnya, berjalan di atasnya.
Perkara prinsip2 agama ini. Dan apa yang diyakini oleh beliau berdua tentang masalah ini. Bertanya tentang akidah.
Kita baca catatan kaki.
Ini menunjukkan bahwasanya masalah iman, masalah keyakinan, dan perkara-perkara agama yang lainnya itu. diambilnya dari para salaf. Makanya anaknya tadi tanya, apa yang Anda dapati dari para ulama semua negara berjalan di atasnya?
Tayib. Kita tidak menyusunnya, membuatnya dari sisi kita. Kita buat, bukan buat ajaran sendiri. Ajaran atau mungkin Wahabiyah atau Taimiyah, atau apa aja istilah sekarang Hajuriyah, Turobiyah takada, itu, ucapan orang-orang yang dengki. dan jahat saja.
Kalau memang itu diambil dari salaf, kita katakan ini dari salaf. Dan salaf mendapat tazkiyah dari Allah taala. Kita orang-orang khalaf, orang belakangan. Tak layak untuk membuat ajaran sendiri dengan pemikiran sendiri. *Kita perlu bimbingan dari orang yang lebih berilmu dan sudah dapat tazkiyah dari orang yang sebelum-sebelumnya lagi.*
*Maka agama nabi sallallahu alaihi wasallam adalah mengikuti jejak-jejak yang sahihah.*
Asal jejak atau dalil-dalil itu..
Allat taala berfirman kepada nabi-Nya, *"Mereka itu adalah orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah para-para nabi sebelumnya itu. Maka dengan hidayah mereka itulah hendaknya engkau meneladani.*
Nabi disuruh utk meneladani para nabi-nabi sebelumnya. Kecuali perkara-perkara yang Allah mansukhkan dan seterusnya dan nabi memang punya hak untuk ijtihad dengan bimbingan dari Allah.
Tapi hukum asalnya agama ini memang diwariskan dari para nabi yang sebelumnya lagi. Semua nabi dasarnya sama.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma yang mengatakan, nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, *Kalian akan mendengar, yaitu mendengar pelajaran dari saya. Dan akan didengar dari kalian. Oleh apa? Orang yang setelah kalian. Dan orang yang setelahnya lagi akan mendengar dari orang yang mendengar dari kalian. *Menunjukkan agama ini memang dengan sanad***, bukan tahu-tahu orang masuk ke gua, lalu dapat hadis dari hatinya dari Allah langsung, tak ada.
*Agama ini dengan sanad, turun-temurun dengan sanad yang jelas.*
Tidak seperti ajaran juga apa? *Orang-orang Kristian yang masing-masing, apa itu namanya? Injilnya lain-lain. Tahu-tahu itu buatan Paulus, ditulis sendiri, bahwa nya Tuhan bilang begini, Yesus bilang begini, ternyata di Injil yang berikutnya, Paulus adalah seorang nabi, tahu-tahu berubah pula naik pangkat.*
*Padahal Injilnya Injil yang satu, kenapa tahu-tahu Injil berubah jadi banyak, menunjukkan itu palsu, tidak ada sanadnya.*
*Adapun Quran sanadnya jelas.* Tayib,
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad Ibnu Hanbal dalam Musnad beliau dan juga Haris bin Abi Usamah, ini juga sezaman dengan Imam Ahmad, sebagaimana dalam Sawaid Musnadil Haris, demikian pula Al Hakim, Al Hakim An Naisaburi dalam Makrifat Ulumil Hadis, sanadnya sahih.
Tayib. *Jadi agama ini memang apa? Dengan sanad. Sanad yang jelas, bukan sanadnya putus tahu-tahu itu buatan sebagian orang, bukan.*
Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya beliau mengatakan *Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ditanya, "Siapakah orang yang terbaik.*
Jelas kita ingin jadi orang terbaik, bukan jadi orang yang jahat. Kalaupun bukan terbaik, kita ingin meneladani orang terbaik.
Agar ya, agak baik juga.
Maka kita harus tahu siapa orang yang terbaik, kita wajib tahu..
*Orang terbaik adalah saya. Dan orang-orang yang bersama saya.*
Ini tazkiyah Rasul untuk para murid beliau, untuk para sahabat.
*Lalu orang-orang yang berjalan di atas jejak yang sebelumnya, yaitu jejak para sahabat, yaitu tabiin. Lalu orang-orang yang di atas jejak berikutnya lagi, yaitu para atba ut tabiin.*
*Agama ini, jejaknya adalah kembali ke asal yang sama, jalannya itu juga Siratulmustaqim, bukan masing-masing boleh buat jalan sendiri, tarekat ini, tarekat itu.*
Kenapa tahu-tahu banyak turut? Ini aneh.
Seakan-akan Rasulullah menolak yang setelahnya. *Yang setelahnya kalau ingin benar, ikut jejak yang sudah ditinggalkan oleh generasi pertama.* Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad beliau dan ini Hadis yang hasan.
Kelanjutannya di masa yang akan datang insya Allah. Wallahu alam.
Sunnah - jalan yg ditempuh, mencakupi berpegang teguh kpd jalan yg ditempuh oleh Rasulullah dan Khulafa Ar rasyidin.
Bab yang ketujuh puluh tujuh. merasa marah apabila kehormatan-kehormatan syariat itu dilanggar, bab yang membahas tentang. membela agama Allah taala. Baik, bagus beliau menjadikan bab ini khusus setelah membahas masalah yaitu bersabar memikul gangguan dan sebelumnya adalah memaafkan. berpaling dari orang jahil. Ini mengisyaratkan bahwasanya kesabaran dan juga tidak membalas kejahatan itu tidak menghalangi kita untuk tetap membela agama Allah taala.. telah dibahas dari Hadis Aisyah dan yang lainnya itu. Allah taala berfirman dan barang siapa mengagungkan. hormatan, kehormatan Allah, maka yang demikian itu lebih baik untuk dia di sisi Rabb-nya. Tayib, awal ayatnya apa?. Kenapa awal ayat dimulai dengan yaitu menjelaskan lafaz-lafaz yang sebelumnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam At-Taubah yaitu apa yang. terangkan sebelumnya tentang tata cara untuk haji dan sebagainya itu masuk di dalamnya juga menunaikan nazar dan seterusnya maka ini kata Imam At-Taubari adalah. yang diwajibkan. Setelah sampai di sini, kemudian barang siapa mengagungkan kehormatan-kehormatan Allah. Berarti menjalankan kewajiban kewajiban dalam manasi. haji tadi, ini bagian dari mengagungkan kehormatan Allah, hormat ini jamak dari kurma, kurma sendiri apa? Dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala di dalam kitab beliau. kurma adalah segala sesuatu yang punya hak untuk dihormati. Nah, di antaranya adalah syariat haji, maka takboleh di dalam haji itu membiarkan ada kemungkaran. kita melakukan kemungkaran-kemungkaran dan sebagainya. Dan ini dibahas dengan sangat bagus oleh Imam asy-Sinqithi rahimahullah sampai beliau menyatakan termasuk dari pelaksanaan perintah Allah taala. dan sucikanlah rumahku untuk orang-orang yang tawaf, untuk orang yang iktikaf, orang-orang yang rukuk dan sujud kata Imam Syinqity menyucikan Baitullah adalah takboleh ada orang selfie di situ, kata beliau. Mengambil. karena di zaman Imam Syaqidin sudah ada kamera-kamera Imam Syafei di zaman Imam Ibnu Baz. Kata beliau ini termasuk kemungkaran besar, maka wajib disucikan Baitullah dari yang seperti itu. Jadi apa intinya adalah menjaga kehor. kehormatan yang ada di Baitullahi taala dari segala bentuk kemaksiatan. Makanya dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayim dalam kitab tadi dalam mengagungkan kehormatan Allah itu adalah. Melaksanakan perintah-perintah yang ada dan meninggalkan larangan-larangan yang ada. Karena kewajiban wajib diagungkan, dia punya kehormatan dengan cara dilaksanakan. Dan keharaman-keharaman juga wajib diagungkan. Dengan cara ditinggal. maksudnya syariat Allah ini semua. Perintah dijalankan, larangan ditinggalkan. Jawabannya mmm kemudian maka ini lebih baik untuk dia di sisi rohnya. Maksudnya apa? Pahalanya besar. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah, barang siapa menjalankan perintah, dia, dan jauhi larangan, maka dia akan mendapatkan pahala. Tentunya dengan syarat seperti yang dijelaskan oleh para usu. niatnya mencari pahala. Adapun kalau sekedar misalkan tidak berjudi, tapi dengan sebab apa? Karena ada duit, karena ada pahala, sekedar tak dosa saja, tapi tidak ada pahala. Tapi kalau dia menjauhi maksiat, niatnya memang mencari. pahala dari Allah, takut kepada murka Allah, ha dia dapat pahala. Kata Imam Ibnu Katsir, sebagaimana menjalankan perintah itu mendatangkan pahala, maka menjauhi larangan itu juga mendatangkan pahala. Dengan syarat tadi, niatnya memang beribadah. Di sisi Rabb-nya pahala adalah dari sisi Allah. Berarti maksudnya pahala di mana ini? Dijelaskan oleh Imam Al-Baghawi yaitu di akhirat. Jelas yang pahala yang paling, paling besarnya. nanti di akhirat sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala setiap jiwa pasti akan merasakan kematian dan hanyalah pahala. dicukupi dengan sempurna itu di hari kiamat. Jadi pahala yang sempurna memang di hari kiamat. Tetapi kita tahu, Allah dengan rahmat-Nya menjadikan sebagian pahala itu juga di kehidupan dunia. Sebagaimana firman Allah. Barang siapa mengerjakan amal saleh dari kalangan lelaki dan perempuan asalkan dia mukmin. pastilah kami akan berikan kepadanya penghidupan yang bagus, kehidupan yang bagus, yaitu di dunia kata Imam Ibnu Qayim dan semua mengatakan ini di dunia. Dan pastilah kami akan. kepada mereka, pahala mereka dengan yang lebih baik dari yang mereka amalkan, yaitu di akhirat. Di dunia dapat, di akhirat juga dapat. Dengan lebih sempurna lagi. Intinya, barang siapa mengagungkan kehormatan Allah, maka dia akan mendapat. pahala terbaik di sisi Allah, di dunia dan lebih baik lagi di akhirat. Masuk dalam menjalan mmm masuk di dalam mengagungkan kehormatan Allah taala di sini adalah yaitu kecemburuan. Cembu. untuk agama ini apabila melihat kemaksiatan tersebar maka dia marah, kemudian dia berusaha menyampaikan nasihat, mungkin lewat ceramah, lewat khotbah, atau lewat tulisan-tulisan, atau paling tidak menyebarkan, kalau Allah di, di WhatsApp. atau di Telegram atau menerjemahkan Hadis nabi, Hadis yang sesuai misalkan dalam peristiwa itu disebarkan dalam WhatsApp atau kalam ulama dan seterusnya. Ini bagian dari amar makruf nahi mungkar, bagian dari mengagungkan kehormatan Allah. eh yang tidak melakukan itu sama sekali dalam keadaan dia mampu maka dia tercela. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Muflih Al-Hanbali di dalam kitab beliau Al Adabu Syariah menukilkan dari Imam. beliau mengatakan mana kecemburuan orang yang dia itu ketika melihat kemaksiatan, wajahnya tidak memerah, hatinya tidak panas, dan hatinya dingin saja. Mana aroma keimanan yang dia miliki? Bukan ter. langsung kafir, tapi apa? Keimanannya ada, tapi sudah tidak ada aroma lagi, sudah terlampau lemah. Baik, sebagaimana dia tidak mengagungkan kehormatan Allah, maka kehormatan dia juga akan dihinakan. Sebagaimana kata para mufasi. banyak ketika menjelaskan ayat-ayat yang membahas sebab-sebab datangnya pertolongan, tatkala umat ini sudah tidak lagi ambil berat, ketika syariat dilanggar, ketika prinsip-prinsip itu diinjak, dia tidak ma, mereka tidak marah, maka sebentar lagi mereka. diinjak oleh musuh-musuh Islam dan itu seluruh dunia sudah mengalami itu. Tatkala kecemburuan sudah sangat melemah. Tayib
Zaman sekarang kaum Muslimin tidak mengenal ulamanya dan biografi mereka.
Abdal ulama' yg menggantikan ulama sebelumnya.
*Matan Kitab*
Para ulama menisbatkan.beliau kpd Imam Syafii.
Bahaya melepaskan diri dari bimbingan ulama'.
Baik, kita masih di biografi Imam Ibnu Abi Hatim Ar-Razi, pengarang kitab masih di muka surah tiga puluh-tujuh.. ucapan-ucapan Imam Ibnu Abi Hatim. Imam Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Abi Hatim. bagusnya duit dinar, duit emas, itu diketahui dengan dia ditimbang, ya dinilai, iya, dinilai atau diukur dengan yang lainnya, ya diperbandingkan dengan yang lain kita akan tahu quality hi. yang ini apabila dia tertinggal dari duit dinner yang lain dari sisi warna merah atau kejernihannya akan dike. bahwasanya dia itu duit dinar yang palsu. Ini bicara tentang apa? Yaitu bagaimana kita mengetahui hadis itu asli atau palsu dan seterusnya. Hadis itu sahih atau daif.. diajarkan dengan mengingat pelajaran yang lain. Jenis suatu permata itu diketahui dengan dia diukur. diperbandingkan dengan permata yang lain. Apabila dia menyelisihi permata yang lain dari sisi kadar airnya. karena jelas tak paham gimana pola-pola macam itu. Dan kadar kekerasannya akan diketahui bahwasanya dia itu adalah yaitu dia cuma kaca saja. Palsu, berarti. Kesahihan Hadis itu diukur dengan kelurusan agama para penukilnya.. dan dinilai dari sisi ucapan tersebut layak untuk menjadi suatu kalam yang untuk yaitu bagian dari kalam kenabian. Ini untuk orang yang sangat memperdalam hadis, dia jadi paham. Ini tak mungkin. masa nabi mengucapkan macam itu, yaitu bahwasanya ibadah begini, begini, begini, begini untuk mengobati ini mustahil, nabi itu orang fasih, di mana? Amar ini adalah apa?. sementara dalam fikih ini muannas, ini buatan orang, tak mungkin nabi bilang macam itu, reward hamrah mungkin. Baiklah dengan itu kita akan tahu ini tak mungkin yang seperti itu.. Demikian pula sakitnya suatu hadis dan mungkarnya suatu hadis itu diketahui dengan bersendiriannya. yang kelurusan agamanya saja tidak sah. Ketika meriwayatkan itu, maka orang ini tak layak untuk memikul Hadis yang seperti ini, quality-nya sangat buruk, berarti Hadis ini sakit memang. Bukan Hadis yang sahih, wallahu alam. Terus. jadi mukadimah cara buat takdir. Di antara sanjungan para ulama kepada Imam Ibnu Abi Hatim Hasan Ali Ibnu Ibrahim. beliau mengarang kitab biografi Ibnu Abi Hakim beliau rahimahullah telah. yaitu apa memberikan kisah yaitu melingkupi dengan cahaya dan kemegahan ya akan membuat gembira orang yang melihat kepadanya. ini berkah dari Allah seperti itu. Beliau juga berkata tentang Ibnu Abi Hati, beliau adalah lautan yang tidak dibuat keruh. Badi. Walaupun diambil airnya tetap tidak keruh. Berarti apa? Lautannya sangat dalam. Adapun kalau lautan, kalau apa namanya? Pantai mungkin diambil airnya akan keruh karena pasirnya akan ikut terkena itu. Jadi menunjukkan kedalaman. ilmu Ibnu Abi Hati. Ibadah. Abdurrahman bin Abi Hatim selalu memusatkan perhatian kepada ibadah. Sejak masih kecil. ini keberuntungan mendapatkan orang tua yang tepat dilatih oleh ayah dan ibunya sejak kecil untuk ibadah, untuk bersikap baik, beradab bagus, dan seterusnya. Dan begadang di malam hari, begadang. apa ibadah untuk menulis dan seterusnya dan sibuk dengan berzikir dan selalu tekun menyucikan diri sendiri.. maka dengan sebab itu Allah melingkupi dirinya dengan cahaya. Apa itu? Berarti sekarang min sababiah. Yaitu. seseorang itu akan gembira melihatnya. Disebabkan karena melihatnya. Seperti yang sebutkan kitab ini sangat penting Al-Irsyad Al Kholili. Kadang kita tidak mendapatkan. biografi seorang rawi kecuali di dalam kitab ini. Kesimpulannya apa? Orangnya ataukah sodu atau apa, ah kita lihat kitab ini, dan juga apa? Soalan Abu Abdurrahman As Sulami terhadap itu penting sekali. Sebelum kita mengutus memastikan. ini mmm takada yang bicara, ternyata ada tapi di kitab yang lain. Kata beliau adalah lautan di dalam ilmu. Dan. mengenal para rawi dan mengenal Hadis yang sahih dari Hadis yang berpenyakit. Beliau memiliki karya-karya tulis yang terlalu populer,. terkenal untuk disebutkan tentunya di zaman dulu ya zaman sekarang banyak muslimin tak kenal ulamanya sehingga apalagi tahu kitab-kitabnya kasihan. Di dalam fikih, di dalam kitab-kitab sejak. perselisihan para sahabat dan untuk kita tahu ini khilaf ataukah ini ijmak sebagaimana kata ato apa itu orang yang tidak tahu khi. para ulama, dia bukan fakih. Mungkin dia akan bermudah-mudah mengatakan ini khilaf, padahal ijmak. Atau dia mengatakan, ini sudah ijmak, padahal ada khilaf. Maka dia bukan orang fakih. Ini menunjukkan pentingnya kita mengetahui mana ijma dan mana yang bukan ijma. makanya dulu mengajarkan kepada kami dalam kitab dua jilid dari awal sampai akhir, oh penting sekali kitab itu dalam punya imam, Ibnu. Kemudian disebutkan di sini dan para ulama dari berbagai negeri. Beliau orang zuhud. Dinilai bandingkan yaitu tokoh utama pengganti tokoh utama sebelum. ini bukan sufi tentunya maksudnya ya. Tapi ini istilah kata Imam Ahmad yaitu ulama yang menggantikan ulama yang sebelumnya. Ini bukan tokoh yang untuk mengatur alam semesta pengganti Allah. Nauzubillah.. Dia termasuk pembesar pun orang mmm ahli dunia dari sisi ilmu dan kewarokan penduduk dunia entah berapa triliun tapi apa. Beliau tokoh utamanya dari sisi ilmu dan kewaroan. Imam, Abdul Walid Al-Baji, dari kalangan Malikiyah, Abdurrahman. dari Imam salah satu dari penghafal besar. Belajar pengarang kitab lalu memperbanyak faedahnya.. Imam anak dari imam. Hafiz anak dari hafiz. Tayib. Ini quality mereka. Ayah dan anak. Kalau dalam biografi Abdullah ini. pakar anak dari pakar. Ibnu Abi Hatim meninggal pada awal tahun berarti ya Muharam tiga. dua puluh tujuh di tanah airnya sendiri. Usia delapan puluh sekian tahun, masyaallah. Umur panjang, delapan puluh sekian tahun. Berkah untuk umat. Oh iya. daftar pustakanya di situ sendiri. Sekarang kita masuk kepada inti kitab ini isi dari kitab ini. Abu Muhammad Abdurrahman. Hei para ulama menisbatkan beliau kepada Syafi'i karena memang beliau punya kitab khusus mmm apa itu ada satu jilid tebal bagus sekali kitab itu. toyyib. Beliau mengatakan, saya bertanya, ah kita baca catatan kakinya. kita sering mendapatkan di dalam kitab-kitab sunah dan kitab akidah dan kitab yang lain kitab itu dibangun di atas. pertanyaan sebagian murid untuk gurunya. Seperti kitab Syaikhul Islam rata-rata ditulis dengan sebab permintaan sebagian atau penduduk suatu negeri.. lalu si guru menjawabnya sehingga menjadi sebuah kitab yang mendatangkan faedah. Ini memang termasuk tugas dari para. dan orang alimnya. Yang ini bertanya, yang itu menjawab. Orang yang belajar, si pelajar, bertanya kepada si alimnya, tentang apa yang tersamarkan bagi. sebagaimana firman Allah taala hendaknya kalian bertanya pada ahlul zikir yaitu ahlul Quran, apabila kalian tidak mengetahui ahlul Quran maksud. adalah karena Quran tidak dipahami dengan sempurna kecuali dengan ajaran nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan apabila mereka. apabila datang kepada mereka suatu urusan berupa keamanan atau ketakutan, mereka serta-merta menyebarluaskannya. Ayat ini turun tentang kaum munafikin, ya. Tidak merujuk kepada nabi, tidak merujuk kepada ulil amri.. seandainya mereka mau mengembalikan perkara itu kepada rasul dan kepada ulil amri dari mereka niscaya orang-orang. ingin mengambil pelajaran dari itu akan mengetahuinya. Baik, tapi ayat ini bersifat umum. Makanya apa? Para sahabat terkadang tanya ke rasul, terkadang tanya pada Abu Bakar, terkadang tanya kepada Ibnu Abbas, tidak. hanya pada rasul yang lain takboleh bicara. Selama para sahabat itu adalah yaitu makruf di zaman mereka adalah ulama, satu sama lain mereka saling bertanya, tayib, tidak mensyaratkan yang wajib ditanya hanya satu orang atau dua orang, yang penting memang enggak pa-pa. ulama. Walau lafadullah seandainya bukan karena kurnia Allah kepada kalian dan rahmat-Nya kepada kalian, pastilah kalian mengikuti setan.. kecuali sedikit jari kalian. Ini menunjukkan bahayanya kalau kita melepaskan diri dari para ulama lalu merasa sudah jadi ulama berfatwa sendiri. Menunjukkan sesuatu atau mengingkari sesuatu tanpa bimbingan ulama. Ini bahaya sekali. Berarti apa. mengikuti jejak syaitan nauzubillah. Nah si slim menjawab dan memberikan keterangan sebagaimana firman Allah yang Mahasuci. Dan ingatlah tatkala Allah mengambil perjanjian yang kukuh, yang teguh dari orang-orang yang telah diberi kitab suci. apa? Hendaknya kalian benar-benar menerangkan kepada umat manusia, menerangkan kitab tersebut, dan kalian tidak menyembunyikannya. Hendaknya ini biasanya tetapi yang di hadapan kita, ini adalah lamun tauhi. karena ini memang tapi bentuknya berita, tetapi maksudnya adalah perintah. Maka maknanya adalah maknanya adalah apa? Hendaknya. Berarti apa? ***Orang yang belum berilmu bertanya, nah orang yang berilmu menjawab. Kemudian sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan tidak tahu sesuatu apa pun, takada yang lahir langsung jadi orang pandai. Allah taala berfirman, dan Allah mengeluarkan kalian dari perut-perut ibu kalian, perut ibu-ibu kalian, hal yang setelahnya adalah dalam keadaan kalian tidak mengetahui sesuatu. Ah, inilah yang fitrah, yaitu apa? Lahir dari perut.
Tidak seperti akidah orang-orang Syiah Rafidhah yang mengatakan orang biasa, orang-orang Qobili itu memang dari perut, eh yaitu apa dari perut eh keluar dari kemaluan, tetapi kalau kami orang-orang, apa namanya? Para sayid itu dari perut keluarnya dari paha, enggak tahu gimana itu polanya. Tetap apa dari perut. Dan Allah menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan, dan hati. Agar kalian bersyukur.. sesungguhnya Allah mmm apa mmm dan Allah Yang Maha Suci berfirman sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh. Jadi sejak lahir memang asalnya kita seperti itu, kosong, tak ada apa-apa kecuali fitrah. lalu perlu belajar. Akan tetapi, orang yang berakal, dia akan berusaha dan mencurahkan kemampuannya, ke usahanya, kerja kerasnya. untuk menyelamatkan dirinya dari kejahilan, caranya apa? Dengan mencari ilmu. Dan meraih pengetahuan-pengetahuan dari ahli. dari pakarnya. Adapun kalau mencari ilmu dari orang jahil ya tentunya apa? Seperti pepatah Arab. Yang tidak punya sesuatu, takakan mampu memberikan. Kemudian. setelah menyebutkan ayat ini dan yang lainnya tentang karakter manusia, rahimahullah, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan. manusia dari sisi zatnya dia itu kosong dari segala kebaikan. yang berupa ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh. Sering kita akan dapat dari ulama Yaman maksudnya adalah yaitu punya ilmu dan punya amalan.. bukan maksudnya orang ini punya kebaikan. Apa beda dengan orang lain? Tiap orang pasti ada kebaikan. Tapi khair kata yang biasa dipakai para ulama Yaman maksudnya seperti yang biasa dipakai oleh Ibnul Qayyim memang yaitu ilmu yang bermanfaat dan. saleh. Namun hanyalah Allah Yang Maha Suci itulah yang menyempurnakan dia dengan itu.. kosong dari ilmu dan amal, lalu Allah menyempurnakan dia dengan ilmu dan amalan. Memberikan kepadanya ilmu dan amalan tadi. Kebaikan tadi.. Itu bukan milik dia dari dirinya sendiri. Bahkan dia tidak memiliki dari dirinya sendiri kecuali kejahilan. Yang bertentangan dengan ilmu. yo sekedar bicara memem saja belum mampu, perlu dilatih sikit-sikit, bicara ba, bicara perlu dilatih anak-anak. Dia hanya. kezaliman yang bertentangan dengan keadilan. Setiap ilmu, keadilan, dan kebaikan pada dirinya itu datangnya dari Rabb-nya. Maka. layak kita membanggakan diri, menyombongkan diri dan seterusnya. Ini dari Allah. Bukan dari dirinya sendiri. Tersibukkan diri dengan berbanyak-banyak dalam. urusan dunia ini karakter dia. Ya manusia memang seperti itu. Kebiasaan dia, ini hampir sama ya, tabiat dan sifat karakter yang mana inilah yang menjadi milik dia. dari dirinya sendiri, sibuk dengan dunia. Ini karakter manusia. Dia tidak akan mampu keluar dari situasi itu kecuali dengan penyucian dari Allah taala untuknya.. dengan cara Allah menjadikan dia menginginkan akhirat selesai dari