Tauhid
[Tauhid][bsummary]
Aqidah
[Aqidah][bigposts]
Manhaj
[Manhaj][twocolumns]
Fiqih
[Fiqih][twocolumns]
Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 8 Majlis)
Sumber Channel Telegram: التعاليق السنية
Judul:
التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية
Pengarang:
Ms 34 Catatan kaki Permisalan kehidupan dunia.
Alhamdulillahirabbil alamin kita masih di muka surah tiga puluh-empat pembacaan catatan kaki dari tafsir Imam Ibnu Katsir tentang permisalan kehidupan dunia. kalau Imam Ibnu Katsir rahimahullah seakan-akan belum diberi kenikmatan padahal sudah. sudah tanaman-tanamannya dan perkebunannya sudah diolah selama berbulan-bulan sudah nampak indah bentuknya, nampak cantik warnanya, tinggal dituai.
Tapi ternyata tahu-tahu hancur terkena bencana alam. demikianlah urusan-urusan ini setelah dia hilang perkara-perkara duniawi tatkala dia sudah sirna seakan-akan selama ini dia tidak ada. maka dari itu datang di dalam Hadis didatangkan penduduk dunia yang paling banyak. mendapatkan kesenangan, kenikmatan.
Dalam riwayat yang langka dari kalangan penduduk neraka tentunya. Lalu dia dibenamkan ke dalam neraka satu kali. benaman sekali saja lalu ditanyakan pada dia apakah engkau melihat kebaikan sedikit saja apakah engkau pernah dilewati. Kenikmatan sedikit saja yang jawab tidak. Kelengkapan hadisnya. tidak demi Allah wahai Rabb belum pernah saya melihat kebaikan sedikit pun dan belum pernah saya dilewati oleh kenikmatan sedikit pun padahal boleh jadi dia sudah berpuluh-puluh tahun hidup senang di dunia hidup sejak-sejak. Tahu-tahu begitu masuk neraka satu kali seakan-akan yang di dunia ini lenyap. Tidak pernah dirasakan yang namanya kenikmatan itu.
Dalam riwayat yang lain yang lebih sesuai tentunya. karena ada beberapa riwayat yaitu didatangkan orang yang paling sengsara hidupnya di dunia tapi dari kalangan penduduk. surga lalu dia dicelupkan sekali celupan ke dalam kenikmatan surga lalu ditanyakan pada dia apakah engkau pernah beli. kesengsaraan sedikit saja kelengkapan riwayatnya apakah engkau pernah dilewati keburukan sedikit saja dia mengatakan tidak dalam riwayat yang lebih lengkap. tidak demi Allah wahai Rabb belum pernah saya melihat kesengsaraan sedikit pun dan belum pernah saya dilewati kesusahan sedikit pun padahal mungkin sudah berpuluh-puluh tahun. di dunia.
Tapi begitu masuk surga sekali saja semua kesengsaraan di dunia sudah dilupakan. Inilah hakikat kehidupan dunia sekedar apa mata kesenangan yang menipu sedikit sekali habis. jangan baca Allah taala berfirman mengabarkan tentang orang-orang yang dibinasakan. maka jadilah mereka itu tidak wajib masuk di waktu pagi tapi jadilah mereka itu di rumah-rumah mereka bergelimpangan. seakan-akan mereka belum pernah tinggal di situ, padahal mungkin sudah berpuluh-puluh tahun atau beratus-ratus tahun dengan kemewahannya dan dengan istana yang begitu besar, umat-umat terdahulu itu.
Begitu binasa, sa. tak pernah mereka tinggal di situ. Lalu Allah taala berfirman demikianlah kami memperinci. ayat-ayat yaitu kami menerangkan hujah-hujah dan dalil-dalil untuk kaum yang memikirkan, memang ayat-ayat akan mendatangkan hidayah dan ilmu bagi orang yang memikirkan. baca Quran sambil memikirkan maknanya, memikirkan kandungannya, dan seterusnya.
Lalu mereka mengambil pelajaran dengan permisalan ini tadi,. tentang hilangnya dunia dan penduduknya secara cepat secara maju kehidupan dunia ini lama-lama begitu cepat baru kemarin hari Jumat ternyata besok. besok sudah Jumat lagi, baru kemarin kita lihat dia masih anak-anak sekarang sudah punya anak dan seterusnya. Baru kemarin rambutnya cantik, tahu-tahu sekarang sudah, sudah apa misalkan ya mmm putih beruban ke umur di dunia ini memang. pendek. Disertai dengan terperdayanya penduduk dunia dengan kesenangan dunia..
Padahal mereka sudah menguasai seluruh janji-janji dunia. Dunia menjanjikan apa sih? Kemewahan, kekayaan, kesenangan, popularitas barangkali mereka sudah mampu meraih itu semua misalkan yang berjaya itu pun dengan. payah dan dunia kemudian lepas dan luput dari mereka seperti yang terkadang apa kita baca di surat kabar mmm beberapa belas tahun yang lalu. apa itu? Penyanyi di Indonesia semula hebat, populer, tahu-tahu suatu ketika popularitasnya hilang, orang-orang lari dari dia ke penyanyi yang lain, akhirnya dia stres, akhirnya dia mmm apa itu mmm. makan narkotik, makan ganja, makan eh benda-benda yang semacam itu candu, akhirnya rusak. Ya dadah betul-betul dunia ini cepat sekali untuk pergi meninggalkan.
Orang yang mengejarnya. Karena termasuk dari tabiat dunia, kebiasaan dunia itu dia lari dari orang yang mengejarnya. Ini seandainya. orang yang awam itu paham ini, misalnya mereka tidak akan heran, orang ini cuma kerja empat jam, lima jam, tapi kenapa boleh beli kereta cantik, boleh beli rumah sedap-sedap, hidupnya bahagia, kita kerja dua puluh empat jam, tapi hidup kita sengsara. terus. Karena apa? Kalian mengejar asbak sementara ahlul iman mereka mengejar musababnya yaitu berusaha mendekat kepada Allah. Kalau dekat dengan Allah segalanya senang saja diberi oleh Allah. Dunia kalau dikejar. kan lari. Tapi kalau kita tidak mau dunia, justru dunia yang akan mengejar kita dengan apa? Kalau kita disertai keimanan.
Termasuk kebiasaan dunia kata Imam Ibnu Katsi. dia mengejar orang yang lari dari dirinya sungguh Allah telah membuat permisalan dunia, permisalan kehidupan dunia itu. tanaman di bumi lebih dari satu ayat di dalam kitabnya yang agung, banyak sekali ayat mengingatkan ini agar kita tidak tertipu oleh dunia.. Allah berfirman dalam surat al-Kahf yang kita disunahkan sering-sering membacanya itu bukan hanya hari Jumat dan buatlah permisalan untuk mereka. kehidupan dunia dia itu bagaikan air yang turun dari awan lalu tanaman-tanaman di bumi bercampur baur dengan sebab air hujan tadi tumbuh berbagai je. tanaman lalu jadilah dia itu kering dan cokelat dihamburkan oleh angin. dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu termasuk di dalamnya Dia kuasa untuk menjadikan para pengejar dunia itu tidak mendapatkan apa-apa justru dunia malah lari dari mereka dan. orang yang zuhud dari dunia dan hanya mencari akhirat. Allah Mahakuasa, kita takperlu pening masalah dunia. Kita diciptakan dalam keadaan sudah diatur rezekinya, usaha semampunya, tapi jiwa kita dan pikiran. kita, kita pusatkan kepada Allah, kepada menuntut ilmu dan beribadah.
Maka Allah akan memenuhi janji-Nya, janji Allah tidak akan diselisihi. Demikian pula dalam surah. al zumar juga surat Al-Hadid dalam surat-surat tadi Allah membuat permisalan tentang kehidupan dunia bagaikan air selesai dari tafsir Ibnu Katsir. Kita akan. ke atas Allah yang Mahasuci menyerupakan kehi. bahwasanya dia itu berhias, memperindah diri, mempercantik diri di mata orang yang melihatnya. Lalu mata orang yang. akan memperhatikannya dengan seksama disebabkan oleh eh perhiasannya. Eh sebentar adalah apa? Eh kembali ke kehidupan dunia. Lalu kehidupan dunia. memukau dirinya Yahudi di sini jelas ya kehidupan dunia ini memukau orang yang melihatnya dengan sebab perhiasan dia itu menyebabkan dia merasakan. dengan kehidupan dunia lalu orang yang melihatnya akan condong kepada dunia tadi dan menginginkannya disebabkan oleh dia terpe. oleh kehidupan dunia. Sehingga apabila dia menyangka dia sudah menguasai dunia itu dia benar-benar menguasa. hampir sama ya Malik dan itu mampu untuk melakukan apa pun yang diinginkan menyangka segalanya di tangan saya. Allah merampasnya dengan tiba-tiba. dalam situasi di mana dia paling memerlukan dunia sedang sangat perlu dunia untuk pengobatan karena apa makin kaya biasanya malah makin banyak penyakit di badannya atau faktor yang lain hutang banyak. sekali tahu-tahu hartanya habis dihalangi antara dirinya dengan dunia maka Allah menyerupa. kehidupan dunia itu bagaikan sebidang tanah yang mana hujan lebat turun kepadanya, turun menimpanya. Tuhan.
Lalu bercabang-cabanglah dan menjadi baguslah tanamannya dengan siraman air hujan itu. Pemandangannya membuat terpuka. bagi orang yang melihatnya lalu dia terpedaya dengan pemandangan tadi dia menyangka dirinya telah berkuasa terhadap dunia. mampu melakukan apa pun dengan yang di tangannya.
Dia menguasai dunia itu lalu dunia tadi atau tanaman-tanaman di perkebunan itu di. urusan Allah berbagai musibah, berbagai bencana alam kemudian tanamannya itu terkena penyakit dengan serta merta. jadilah dia seakan-akan sebelum ini tidak pernah ada. Lalu persangkaan dia pun menjadi rugi sia-sia, tak dapat apa-apa.. akhirnya tangan dia menjadi kosong dari kesenangan dunia tadi hilang.
Seperti itulah keadaan. Juniah dan keadaan orang yang mempercayai dunia sama persis. Kita habiskan permisalan ini, pembahasan dari ini termasuk penye. rupaan dan kias yang paling kuat betul-betul sangat mirip antara kehidupan dunia dengan air hujan itu dan seterusnya itu.
Tatkala dunia ini. selalu menjadi sasaran terkena penyakit-penyakit tadi begitu cepat untuk hilang sementara surga itu selamat dari penyakit-penyakit yang ada kol. Allah berfirman setelah itu dan Allah mengajak umat manusia menuju ke negeri keselamatan.
As-Salam di sini yaitu keselamatan. sempurna tak ada ulat di dalam buah-buahannya itu tak ada bibit penyakit bahkan tak ada yang namanya orang tua semuanya mudah itulah dunia itulah negeri akhirat yaitu negeri surga dan takada yang mati. Tak ada yang sakit, tak ada yang menderita, semuanya bahagia.
Bahkan kesenangannya terus bertambah. Kelengkapan ayatnya, dan Allah membimbing orang yang dia kehendaki kepada jalan yang lurus. inilah sisi kesesuaian antara awal ayat dengan akhir ayat.
Setelah menyebutkan betapa menderitanya kehidupan dunia maka Allah mengajak kita untuk mengejar negeri akhirat yang seharinya itu seribu tahun di. Dunia bukan sehari sama dengan sehari atau sehari sama dengan seribu hari, sehari sama dengan seribu tahun tak ada apa-apanya dunia ini. Kita sabar sikit, sebentar lagi selesai insya Allah.. maka di sini Allah menamakan surga itu sebagai negeri keselamatan karena dia selamat dari penyakit-penyakit tadi. Allah sebutkan di dunia, sebutkan tentang dunia. Lalu Allah mengumumkan yaitu membuat seruannya ini umum, semua manusia diajak. Makanya. dihapus menunjukkan ini umum, semua orang diajak untuk menuju ke surga. Namun apa? Diam. Kalau main di belakang sono. Kalau bising belakang. kanan. Dan Allah mengkhususkan dengan hidayah orang yang Dia kehendaki maka yang itu adalah keadilan Allah semuanya diajak ke surga.
Tapi yang ini kurnia dari Allah yaitu tidak semua orang kenyataannya mau masuk surga. Ada yang dapat hidayah, ada yang tidak memperolehi hidayah karena lebih condong dengan dunia tidak percaya dengan janji Allah.. ini salah dia sendiri
Powered by Todorant
Related Posts
Kajian Kitab "التعاليق السنية على الأمثال في القرآن لابن قيم الجوزية" 8 Majlis)
Reviewed by Malik alFaruq
on
September 22, 2022
Rating: 5
Reviewed by Malik alFaruq
on
September 22, 2022
Rating: 5
Label
- 2 Purnama
- Ahkam Adhiyah
- Ahkamish Shiyam
- Ajaibnya Alam Semesta
- AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Al Fawakihul Janiyyah
- Al Hamawiyah
- Al Qowaaidul Hisan
- Al Ushul Min Ilmil Ushul
- Al Usul Tsalatsah
- Al Uyunul Jawariy
- Al Wasitiyah
- Aqidah
- Aqidah Qairawaniyyah
- Arbain Nawawiy
- Bab 1 RS
- Bab 1 SB Haid
- Bab 1 SB ILMU
- Bab 1 SB IMAN
- Bab 1 SB Mandi
- Bab 1 SB Shalat
- Bab 1 SB Tayamum
- Bab 1 SB WAHYU
- Bab 1 SB WUDHU
- Bab 10 RS
- Bab 10 Sb Aurat
- Bab 10 SB Haid
- Bab 10 SB ILMU
- Bab 10 SB IMAN
- Bab 10 SB Mandi
- Bab 10 SB WUDHU
- Bab 100 RS
- Bab 101 RS
- Bab 102 RS
- Bab 103 RS
- Bab 104 RS
- Bab 105 RS
- Bab 106 RS
- Bab 107 RS
- Bab 108 RS
- Bab 109 RS
- Bab 11 RS
- Bab 11 SB Haid
- Bab 11 SB ILMU
- Bab 11 SB IMAN
- Bab 11 SB Mandi
- Bab 11 SB Rida
- Bab 11 SB WUDHU
- Bab 110 RS
- Bab 111 RS
- Bab 112 RS
- Bab 113 RS
- Bab 114 RS
- Bab 115 RS
- Bab 116 RS
- Bab 117 RS
- Bab 118 RS
- Bab 119 RS
- Bab 12 RS
- Bab 12 SB Haid
- Bab 12 SB ILMU
- Bab 12 SB IMAN
- Bab 12 SB Mandi
- Bab 12 SB Paha
- Bab 12 SB WUDHU
- Bab 120 RS
- Bab 121 RS
- Bab 122 RS
- Bab 123 RS
- Bab 124 RS
- Bab 125 RS
- Bab 126 RS
- Bab 127 RS
- Bab 128 RS
- Bab 129 RS
- Bab 13 RS
- Bab 13 SB
- Bab 13 SB Haid
- Bab 13 SB ILMU
- Bab 13 SB IMAN
- Bab 13 SB Mandi
- Bab 13 SB WUDHU
- Bab 130 RS
- Bab 131 RS
- Bab 132 RS
- Bab 133 RS
- Bab 134 RS
- Bab 135 RS
- Bab 136 RS
- Bab 137 RS
- Bab 138 RS
- Bab 139 RS
- Bab 14 RS
- Bab 14 SB
- Bab 14 SB Haid
- Bab 14 SB ILMU
- Bab 14 SB IMAN
- Bab 14 SB WUDHU
- Bab 140 RS
- Bab 142 RS
- Bab 143 RS
- Bab 144 RS
- Bab 145 RS
- Bab 146 RS
- Bab 147 RS
- Bab 148 RS
- Bab 149 RS
- Bab 15 RS
- Bab 15 SB
- Bab 15 SB Haid
- Bab 15 SB ILMU
- Bab 15 SB IMAN
- Bab 15 SB WUDHU
- Bab 150 RS
- Bab 151 RS
- Bab 152 RS
- Bab 153 RS
- Bab 154 RS
- Bab 155 RS
- Bab 156 RS
- Bab 157 RS
- Bab 158 RS
- Bab 159 RS
- Bab 16 RS
- Bab 16 SB Haid
- Bab 16 SB ILMU
- Bab 16 SB IMAN
- Bab 16 SB Mandi
- Bab 16 SB Sutra
- Bab 16 SB WUDHU
- Bab 160 RS
- Bab 161 RS
- Bab 162 RS
- Bab 163 RS
- Bab 164 RS
- Bab 165 RS
- Bab 166 RS
- Bab 167 RS
- Bab 168 RS
- Bab 169 RS
- Bab 17 RS
- Bab 17 SB Haid
- Bab 17 SB ILMU
- Bab 17 SB IMAN
- Bab 17 SB Mandi
- Bab 17 SB Pakaian warna merah
- Bab 17 SB WUDHU
- Bab 170 RS
- Bab 171 RS
- Bab 172 RS
- Bab 173 RS
- Bab 174 RS
- Bab 175 RS
- Bab 176 RS
- Bab 177 RS
- Bab 178 RS
- Bab 179 RS
- Bab 18 RS
- Bab 18 SB Haid
- Bab 18 SB ILMU
- Bab 18 SB IMAN
- Bab 18 SB Mandi
- Bab 18 SB Shalat diatap
- Bab 18 SB WUDHU
- Bab 180 RS
- Bab 181 RS
- Bab 182 RS
- Bab 19 RS
- Bab 19 SB
- Bab 19 SB Haid
- Bab 19 SB ILMU
- Bab 19 SB IMAN
- Bab 19 SB Mandi
- Bab 19 SB WUDHU
- Bab 2 RS
- Bab 2 SB Haid
- Bab 2 SB ILMU
- Bab 2 SB IMAN
- Bab 2 SB Mandi
- Bab 2 SB Shalat
- Bab 2 SB Tayamum
- Bab 2 SB WAHYU
- Bab 2 SB WUDHU
- Bab 20 RS
- Bab 20 SB Haid
- Bab 20 SB ILMU
- Bab 20 SB IMAN
- Bab 20 SB Mandi
- Bab 20 SB Shalat diatas tikar
- Bab 20 SB WUDHU
- Bab 21 RS
- Bab 21 SB
- Bab 21 SB Haid
- Bab 21 SB ILMU
- Bab 21 SB IMAN
- Bab 21 SB Mandi
- Bab 21 SB WUDHU
- Bab 22 RS
- Bab 22 SB
- Bab 22 SB Haid
- Bab 22 SB ILMU
- Bab 22 SB IMAN
- Bab 22 SB Mandi
- Bab 22 SB WUDHU
- Bab 23 RS
- Bab 23 SB
- Bab 23 SB Haid
- Bab 23 SB ILMU
- Bab 23 SB IMAN
- Bab 23 SB WUDHU
- Bab 24 RS
- Bab 24 SB
- Bab 24 SB haid
- Bab 24 SB ILMU
- Bab 24 SB IMAN
- Bab 24 SB Mandi
- Bab 24 SB WUDHU
- Bab 25 RS
- Bab 25 SB
- Bab 25 SB Haid
- Bab 25 SB ILMU
- Bab 25 SB IMAN
- Bab 25 SB Mandi
- Bab 25 SB WUDHU
- Bab 26 RS
- Bab 26 SB
- Bab 26 SB Haid
- Bab 26 SB ILMU
- Bab 26 SB IMAN
- Bab 26 SB Mandi
- Bab 26 SB WUDHU
- Bab 27 RS
- Bab 27 SB
- Bab 27 SB Haid
- Bab 27 SB IMAN
- Bab 27 SB Mandi
- Bab 27 SB WUDHU
- Bab 28 RS
- Bab 28 SB
- Bab 28 SB haid
- Bab 28 SB ILMU
- Bab 28 SB IMAN
- Bab 28 SB Mandi
- Bab 28 SB WUDHU
- Bab 29 RS
- Bab 29 SB Haid
- Bab 29 SB ILMU
- Bab 29 SB IMAN
- Bab 29 SB Kiblat
- Bab 29 SB Mandi
- Bab 29 SB WUDHU
- Bab 3 RS
- Bab 3 SB Haid
- Bab 3 SB ILMU
- Bab 3 SB IMAN
- Bab 3 SB Mandi
- Bab 3 SB Shalat
- Bab 3 SB Tayamum
- Bab 3 SB WAHYU
- Bab 3 SB WUDHU
- Bab 30 RS
- Bab 30 SB Haid
- Bab 30 SB ILMU
- Bab 30 SB IMAN
- Bab 30 SB Maqam Ibrahim
- Bab 30 SB WUDHU
- Bab 31 RS
- Bab 31 SB ILMU
- Bab 31 SB IMAN
- Bab 31 SB Menghadap Kiblat
- Bab 31 SB WUDHU
- Bab 32 RS
- Bab 32 SB ILMU
- Bab 32 SB IMAN
- Bab 32 SB Perihal Kiblat
- Bab 32 SB WUDHU
- Bab 33 RS
- Bab 33 SB ILMU
- Bab 33 SB IMAN
- Bab 33 SB Mengerik Kahak
- Bab 33 SB WUDHU
- Bab 34 RS
- Bab 34 SB ILMU
- Bab 34 SB IMAN
- Bab 34 SB Mengerik Ingus
- Bab 34 SB WUDHU
- Bab 35 RS
- Bab 35 SB ILMU
- Bab 35 SB IMAN
- Bab 35 SB Meludah
- Bab 35 SB WUDHU
- Bab 36 RS
- Bab 36 SB ILMU
- Bab 36 SB IMAN
- Bab 36 SB Meludah ke sebelah kiri
- Bab 36 SB WUDHU
- Bab 37 RS
- Bab 37 SB ILMU
- Bab 37 SB IMAN
- Bab 37 SB Kafarat
- Bab 37 SB WUDHU
- Bab 38 RS
- Bab 38 SB ILMU
- Bab 38 SB IMAN
- Bab 38 SB Menanam kahak
- Bab 38 SB WUDHU
- Bab 39 RS
- Bab 39 SB Dorongan meludah
- Bab 39 SB ILMU
- Bab 39 SB IMAN
- Bab 39 SB WUDHU
- Bab 4 RS
- Bab 4 SB Haid
- Bab 4 SB ILMU
- Bab 4 SB IMAN
- Bab 4 SB Mandi
- Bab 4 SB Shalat
- Bab 4 SB Tayamum
- Bab 4 SB WAHYU
- Bab 4 SB WUDHU
- Bab 40 RS
- Bab 40 SB ILMU
- Bab 40 SB IMAN
- Bab 40 SB Nasihat Imam
- Bab 40 SB WUDHU
- Bab 41 RS
- Bab 41 SB
- Bab 41 SB ILMU
- Bab 41 SB IMAN
- Bab 41 SB WUDHU
- Bab 42 RS
- Bab 42 SB
- Bab 42 SB ILMU
- Bab 42 SB IMAN
- Bab 42 SB WUDHU
- Bab 43 RS
- Bab 43 SB ILMU
- Bab 43 SB Mengundang dan yang di undang
- Bab 43 SB WUDHU
- Bab 44 RS
- Bab 44 SB ILMU
- Bab 44 SB Memutuskan Perkara
- Bab 44 SB WUDHU
- Bab 45 RS
- Bab 45 SB
- Bab 45 SB ILMU
- Bab 45 SB WUDHU
- Bab 46 RS
- Bab 46 SB ILMU
- Bab 46 SB Membuat Masjid
- Bab 46 SB WUDHU
- Bab 47 RS
- Bab 47 SB ILMU
- Bab 47 SB Kaki Kanan
- Bab 47 SB WUDHU
- Bab 48 RS
- Bab 48 SB ILMU
- Bab 48 SB Membongkar Kuburan
- Bab 48 SB WUDHU
- Bab 49 RS
- Bab 49 SB
- Bab 49 SB ILMU
- Bab 49 SB WUDHU
- Bab 5 RS
- Bab 5 SB Haid
- Bab 5 SB ILMU
- Bab 5 SB IMAN
- Bab 5 SB Mandi
- Bab 5 Sb Shalat
- Bab 5 SB Tayamum
- Bab 5 SB WAHYU
- Bab 5 SB WUDHU
- Bab 50 RS
- Bab 50 SB
- Bab 50 SB ILMU
- Bab 50 SB WUDHU
- Bab 51 RS
- Bab 51 SB ILMU
- Bab 51 SB WUDHU
- Bab 51SB
- Bab 52 RS
- Bab 52 SB ILMU
- Bab 52 SB WUDHU
- Bab 53 RS
- Bab 53 SB
- Bab 53 SB ILMU
- Bab 53 SB WUDHU
- Bab 54 RS
- Bab 54 SB Shalat dalam gereja
- Bab 54 SB WUDHU
- Bab 55 SB
- Bab 55 SB WUDHU
- Bab 56 SB
- Bab 56 SB WUDHU
- Bab 57 RS
- Bab 57 SB
- Bab 57 SB WUDHU
- Bab 58 RS
- Bab 58 SB Tidur di Masjid
- Bab 58 SB WUDHU
- Bab 59 RS
- Bab 59 SB
- Bab 59 SB WUDHU
- Bab 6 RS
- Bab 6 SB Haid
- Bab 6 SB ILMU
- Bab 6 SB IMAN
- Bab 6 SB Mandi
- Bab 6 SB Shalat
- Bab 6 SB Tayamum
- Bab 6 SB WAHYU
- Bab 6 SB WUDHU
- Bab 60 RS
- Bab 60 SB
- Bab 60 SB WUDHU
- Bab 61 RS
- Bab 61 SB
- Bab 61 SB WUDHU
- Bab 62 RS
- Bab 62 SB Bangunan Masjid Nabawi
- Bab 62 SB WUDHU
- Bab 63 RS
- Bab 63 SB
- Bab 63 SB WUDHU
- Bab 64 RS
- Bab 64 SB Mimbar Masjid
- Bab 64 SB WUDHU
- Bab 65 RS
- Bab 65 SB Pahala Membangun Masjid
- Bab 65 SB WUDHU
- Bab 66 RS
- Bab 66 SB Anak Panah
- Bab 66 SB WUDHU
- Bab 67 RS
- Bab 67 SB Lewat Masjid
- Bab 67 SB WUDHU
- Bab 68 RS
- Bab 68 SB
- Bab 68 SB WUDHU
- Bab 69 RS
- Bab 69 SB Pemilik Tombak
- Bab 69 SB WUDHU
- Bab 7 RS
- Bab 7 SB Haid
- Bab 7 SB ILMU
- Bab 7 SB IMAN
- Bab 7 SB Mandi
- Bab 7 SB Tayamum
- Bab 7 SB WUDHU
- Bab 70 RS
- Bab 70 SB WUDHU
- Bab 71 RS
- Bab 71 SB Hutang Piutang
- Bab 71SB WUDHU
- Bab 72 RS
- Bab 72 SB
- Bab 72 SB WUDHU
- Bab 73 RS
- Bab 73 SB
- Bab 73 SB WUDHU
- Bab 74 RS
- Bab 74 SB
- Bab 74 SB WUDHU
- Bab 75 RS
- Bab 75 SB Tawanan
- Bab 75 SB WUDHU
- Bab 76 RS
- Bab 76 SB
- Bab 77 RS
- Bab 77 SB
- Bab 78 RS
- Bab 78 SB
- Bab 79 RS
- Bab 79 SB
- Bab 8 RS
- Bab 8 SB Haid
- Bab 8 SB ILMU
- Bab 8 SB IMAN
- Bab 8 SB Mandi
- Bab 8 SB Shalat
- Bab 8 SB Tayamum
- Bab 8 SB WUDHU
- Bab 80 RS
- Bab 80 SB Khaukhah
- Bab 81 RS
- Bab 81 SB
- Bab 82 RS
- Bab 82 SB
- Bab 83 RS
- Bab 83 SB
- Bab 84 RS
- Bab 84 SB Halaqah
- Bab 85 RS
- Bab 85 SB Terlentang
- Bab 86 RS
- Bab 86 SB
- Bab 87 RS
- Bab 87 SB
- Bab 88 RS
- Bab 88 SB
- Bab 89 RS
- Bab 89 SB
- Bab 9 RS
- Bab 9 SB Haid
- Bab 9 SB ILMU
- Bab 9 SB IMAN
- Bab 9 SB Mandi
- Bab 9 SB Shalat
- Bab 9 SB Tayamum
- Bab 9 SB WUDHU
- Bab 90 RS
- Bab 91 RS
- Bab 92 RS
- Bab 93 RS
- Bab 94 RS
- Bab 95 RS
- Bab 96 RS
- Bab 97 RS
- Bab 98 RS
- Bab 99 RS
- Bab15 SB Mandi
- Bab70 SB Jual Beli
- Bahasa Arab
- Bid'ah dan macam²nya
- blora
- brebes
- buku
- depok
- Faedah Dalam Kesulitan
- Faraid
- Fatwa
- Feature
- Fiqih
- Habibatul Mustofa
- Hadits
- Hilangnya Debu
- Hukum Satu Perkara
- Ilmu Sorof
- Ilmu Sorof Fathul Wadud
- Iqtisom
- jakarta
- Jami'ush Shahih
- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- jogja
- Karakteristik Dakwah
- Karomatul Khulafair Rasyidin
- Kasyfisy Syubuhat
- Katalog
- Keagungan Aqidah Ulama Syafi'iyah
- kedah
- kendari
- Kesesatan Sururiy
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Khutbah
- Khutbah 'ied
- Khutbah Jumat
- Kitab Adab
- Kitab Adab Berpakaian
- Kitab Adab tidur_berbaring_duduk_tempat duduk_teman duduk dan mimpi
- Kitab Etika Makan
- Kitab Etika Safar
- Kitab Fadhail
- Kitab Haid
- Kitab Ilmu
- Kitab Iman
- Kitab Keikhlasan
- Kitab Mandi
- Kitab Menjenguk Orang Sakit
- Kitab Permulaan wahyu
- Kitab Salam
- Kitab Shalat
- Kitab Tauhid
- Kitab Tayamum
- Kitab Waktu Shalat
- Kitab Wudhu'
- kuala lumpur
- kudus
- kuningan
- Lamiyyah
- Madatul Fiqih 2
- Madatul Fiqih 3
- Madatul Fiqih 4
- Madatul Fiqih 5
- Madatul Tafsir
- Maddatul Adab
- Maddatul Adab 2
- Maddatul Adab 3
- Maddatul Adab 4
- Maddatul Adab 5
- madiun
- makasar
- Manhaj
- Membantah Gerakan Pemberontakan
- muhadhoroh
- Mustolah Hadits
- Nahwu
- Nahwu 5
- Nahwu 6
- Nahwu 7
- Nailul Maram
- Nawaqidul Islam
- nganjuk
- Nikmat Islam
- padang
- pangkep
- pare-pare
- pekalongan
- pekanbaru
- Pengumuman
- Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah
- perlis
- Petikan Aqidah Al Imam Ibnu Abi Zamanin
- Petuah Ramadhan
- Raddul Mubthilil Mardzul Laisa Minal Fudhul
- Ramadhan
- Ringkasan Hamawiyah
- Risalah Tabukiyyah
- Riyadhus Shalihin
- selangor
- semarang
- Shahih Al Bukhari
- Shohih Bukhari Syaikh Abu Fairuz
- Sirah Nabawiyyah
- Sirah Nabawiyyah 10
- Sirah Nabawiyyah 2
- Sirah Nabawiyyah 3
- Sirah Nabawiyyah 4
- Sirah Nabawiyyah 5
- Sirah Nabawiyyah 6
- Sirah Nabawiyyah 7
- Sirah Nabawiyyah 8
- Sirah Nabawiyyah 9
- solo
- subang
- Syarah Ajurrumiyyah 1
- Syarah Ajurrumiyyah 2
- Syarah Aqidah Al Karmaniy
- Syarah Asma Al Husna
- Syarah Qawa'idil Arba'
- Syarhul Ushulis Sittah
- Ta'liq
- tafsir
- Tafsir Al Furqan
- Tafsir Ash Shaff
- Tafsir ibnu Katsir
- Taisirul Alam
- Takalar
- Tanda² Hari Kiamat
- tanya jawab
- Tathir Itiqod
- Taudhihul Ahkam
- Tauhid
- Tsulatsiyat Shahih Bukhari
- Ubat untuk penyakit
- Ushul Fiqih Imrithiy
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Ushul Tsalatsah
- Ushulud Da'watis Salafiyyah
- Usul Fiqih
- Usul Tafsir
- Video
- watang
- yaman
- الصرف للمبتدئين
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- خلاصة مصطلح الحديث
Kajian
- 2 Purnama
- AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT
- Ahkam Adhiyah
- Ahkamish Shiyam
- Ajaibnya Alam Semesta
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Al Fawakihul Janiyyah
- Al Hamawiyah
- Al Qowaaidul Hisan
- Al Ushul Min Ilmil Ushul
- Al Usul Tsalatsah
- Al Uyunul Jawariy
- Al Wasitiyah
- Aqidah Qairawaniyyah
- Arbain Nawawiy
- Bid'ah dan macam²nya
- Faedah Dalam Kesulitan
- Habibatul Mustofa
- Hilangnya Debu
- Hukum Satu Perkara
- Ilmu Sorof
- Ilmu Sorof Fathul Wadud
- Iqtisom
- Jami'ush Shahih
- Karakteristik Dakwah
- Karomatul Khulafair Rasyidin
- Kasyfisy Syubuhat
- Keagungan Aqidah Ulama Syafi'iyah
- Kesesatan Sururiy
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Kitab Tauhid
- Lamiyyah
- Madatul Fiqih 2
- Madatul Fiqih 3
- Madatul Fiqih 4
- Madatul Fiqih 5
- Madatul Tafsir
- Maddatul Adab
- Maddatul Adab 2
- Maddatul Adab 3
- Maddatul Adab 4
- Maddatul Adab 5
- Membantah Gerakan Pemberontakan
- Mustolah Hadits
- Nahwu
- Nahwu 5
- Nahwu 6
- Nahwu 7
- Nailul Maram
- Nawaqidul Islam
- Nikmat Islam
- Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah
- Petikan Aqidah Al Imam Ibnu Abi Zamanin
- Petuah Ramadhan
- Raddul Mubthilil Mardzul Laisa Minal Fudhul
- Ringkasan Hamawiyah
- Risalah Tabukiyyah
- Riyadhus Shalihin
- Shahih Al Bukhari
- Sirah Nabawiyyah
- Sirah Nabawiyyah 10
- Sirah Nabawiyyah 2
- Sirah Nabawiyyah 3
- Sirah Nabawiyyah 4
- Sirah Nabawiyyah 5
- Sirah Nabawiyyah 6
- Sirah Nabawiyyah 7
- Sirah Nabawiyyah 8
- Sirah Nabawiyyah 9
- Syarah Ajurrumiyyah 1
- Syarah Ajurrumiyyah 2
- Syarah Aqidah Al Karmaniy
- Syarah Asma Al Husna
- Syarah Qawa'idil Arba'
- Syarhul Ushulis Sittah
- Ta'liq
- Tafsir Al Furqan
- Tafsir Ash Shaff
- Tafsir ibnu Katsir
- Taisirul Alam
- Tanda² Hari Kiamat
- Tathir Itiqod
- Taudhihul Ahkam
- Tsulatsiyat Shahih Bukhari
- Ubat untuk penyakit
- Ushul Fiqih Imrithiy
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Ushul Tsalatsah
- Ushulud Da'watis Salafiyyah
- Usul Fiqih
- Usul Tafsir
- muhadhoroh
- الصرف للمبتدئين
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- خلاصة مصطلح الحديث
Channel Telegram
- Fawaid Syaikh Abu Fairuz
- Syarah Kasyfisy Syubuhat Utsaimin
- Mustolah Hadis
- Syarah Qawaidul Arba
- Syarhul Ushulis Sittah Al_Fauzan
- Syarah Nawaqidhil Islam AlFauzan
- Tafsir Al Asma Ul Husna
- Dars Ajaibnya Alam Semesta
- Habibatul Mustofa
- Shiyam Taudhihul Ahkam
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Jamiush Shahih Alwadiiy
- Madatul Fiqih
- Madatul Tafsir
- Syarah Ajurrumiyyah
- Madatul al Adab
- Sirah Nabawiyyah
- Arbain Nawawiy
- Dakwah Perlis
- Usul Fiqih
- Nahwu 5
- الصرف للمبتدئين
- Iqtisom
- Dars Syaikh Abu Fairuz
- Syaroh AlUshuul Ats Tsalaatsah
- Usul Tafsir Syaikul Islam
- Soal Jawab Agama
- Kuliah Tafsir Quran
- Shahih Al Bukhari
- Riyadhus Shalihin
- Syarh Kitab Tauhid
- Aqidah Qairawaniyyah
- Aqidah Al Wasitiyyah
- Taisirul Alam
- Faedah-faedah dalam kesulitan
- At Ta'liq
- خلاصة مصطلح الحديث
- Ilmu Sorof
- Al Ushul Tsalatsah
- Ahkam Adhiyah
- Petuah-petuah Menyambut Ramadhan
- Nailul Maram
- Jalalatu Mu'taqodisy Safi'iyyah
- Dua Purnama
- Al Fatawa Al Hawawiyyah
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Al Uyunul Jawariy Bukhariy
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Al Fawakihul Janiyyah
- Ilmu Nahwu
- Ringkasan Hamawiyah
- Hukum dari satu perkara adalah percabangan dari penggambarannya
- Kesesatan Sururiy
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- Ilmu sorof fathul wadud
- Masjid Al Dailamiy
- Ulumil Quran
- Ubat untuk penyakit
Karya Ilmiyah
LIVE
Katalog
[socialcounter]
[facebook][#][230,000]
[twitter][#][230,000]
[youtube][#][230,000]
[rss][#][230,000]
[linkedin][#][230,000]
[instagram][#][230,000]
































