Al Fatawa Al Hamawiyah (Firasat #2)
Al Fatawa Al Hamawiyah
Dibahaskan oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Indonesiy Al Jawiy.
⬇️⬇️⬇️⬇️
Muharram 15, 1442
Al Khamis (Thursday)
3 Sep, 2020.
Ms 310
Firasat benar adanya dgn prinsip2 yg telah disebutkan.
Firasat bersifat dzonniyah - hanya memperkirakan.
Firasat - suatu yg terbetik di dalam hati.
Perasaan tersbut menyeramg jiwa lalu Allah memberi cahaya.
1. Hindarilah firasat seorang mukmin. Menguat dgn kadar kejujuran dan ketaqwaan seseorang.
2. Firasat tipe pelatihan - sesuai dgn pekerjaan seseorang.
Semakin banyak pelatihan seoran dai semakin kuat firasat dia. Orang2 sufiyahndan ahli firasat - dibantu oleh syaitan. Melaparkan diri, menyedikitkan makanan, menyedikitkan tidur. Rojiman. Filakukan oleh org yg byk persangkaan dan doktor
Terkadang Hindu dan Budha tingii firasatnya kerana pelatihan.
3. Firasat dgn melihat fizikal seseorang.
Kecacatan fizikal, boleh jadi pendendam.
Mata sepet bodoh.
Mata besar pandai.
4. Firasat yg sifatnya adalah pelatihan, terkadang benar, terkadang tidak benar. Mencari petunjuk dari fizikal.
Mata yg beku, menunjukkan kpd kebodohan. Dada yg lapang, akhlak yg lapang.
Firasat keimanan.
Dalil firasat - hadith Ibnu Umar.
Sheikh Albani mengatakan dhoif, perlu di teliti lagi.
Sumber Channel Telegram: Al Fatawa Al Hamawiyah






























