Header Ads

Al Fatawa Al Hamawiyah (Thoghut)

Al Fatawa Al Hamawiyah



Dibahaskan oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Indonesiy Al Jawiy.

D033: 26/09/2018


Bismillah. Dengan memohon pertolongan dari Allah.


Ringkasan:

Catatan kaki 65:

Berkata imam sadi rahimahullah: Allah taala menjadikan para hambaNya itu hairan kepada kaum munafiqin yang mereka menyatakan bahawasanya mereka itu adalah orang2 yang beriman kepada apa yang di datangkan oleh rasul dan yang sebelum rasul. setelah mereka mengaku beriman ternyata bersamaan dengan itu mereka ingin berhukum dengan toghut. segala sesuatu setiap orang yang berhukum dengan syariat selain Allah maka dia itu adalah toghut padahal kondisinya adalah mereka telah diperintahkan untuk mengingkari toghut maka bagaimana terkumpul antara kekufuran kepada toghut dengan iman kepada toghut kerana keimanan yang sebenar itu menuntut untuk kita patuh kepada syariat Allah, menuntut untuk kita berhukum kepada Allah di segala urusan. Maka barangsiapa menyatakan dirinya itu mukmin tapi dia memilih hukum toghut melebihi hukum Allah maka dia dusta di dalam keimanan tadi dan ini termasuk penyesatan syaitan kepada mereka oleh kerana itulah Allah berfirman: dan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh dari kebenaran maka bagaimana nanti kondisi orang2 yang sesat nanti, jika mereka tertimpa suatu musibah mereka tertimpa musibah kerana perbuatan tangan mereka sendiri berupa kedurhakaan2 dan di antara maksiat itu berhukum kepada kepada toghut. Lalu mereka datang kepada mu (wahai Rasulullah) mengemukakan uzur atas apa yang muncul dari mereka atas perbuatan tadi, mereka mengatakan kami tidak menginginkan kecuali kebaikan dan taufik iaitu kami tidak menginginkan dari perbuatan itu kami hanya inginkan kebaikan dan sebagai taufiq menyatukan di antara mereka. mereka dusta di dalam penyataan mereka itu. Kerana ihsan yang sebenar adalah berhukum kepada Allah dan rasul Nya dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah untuk orang yang menyakini. Selesai dari taisir.

Sumber Channel Telegram: Al Fatawa Al Hamawiyah

Diberdayakan oleh Blogger.