Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 83)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
Sesi 1:
Sesi 2:
طلوع البدرين:
Tarikh: 06 Rejab 1443 Selasa bersamaan 06/02/2022 Masehi
Ilmu kalam filsafat - hujung2nya menyelisihi zohir.
Diwasiyatkan dengan sanad yang bersambung.
Kita masih di Mekah Surah delapan puluh-tiga terkait dengan bahwasanya Allah taala ini ya. Inilah dia mazhab salaf, semoga Allah merahmati mereka di dalam nama-nama dan sifat-sifat Allah yaitu ditetapkan sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah dan rasul-Nya tanpa. melakukan penyerupaan dengan makhluk dan seterusnya. Mazhab salaf semoga rahmat Allah ter. pada mereka mengimani sifat-sifat Allah taala dan nama-nama-Nya yang Allah sifatkan untuknya di. eh yang Allah sifatkan dengan sifat-sifat tadi untuk dirinya sendiri yaitu di dalam ayat-ayat Allah dan di dalam Alquran, tanzil ini, sebagai penyanggatan, artinya munazal wahyu yang diturunkan. Atau melalui li. rasul-Nya sallallahu alaihi wasallam. Iya, bukankah kita mengakui, percaya pada Allah dan rasul-Nya? Tayib. Kenapa kita hanya percaya masalah wudu, masalah tayamum, debat panjang, sampai terbentuk mazhab-mazhab, tapi ketika Asma wa sifat banyak yang tak percaya. Ini. padahal semuanya datang dari Allah dan rasul-Nya. Tanpa membuat tambahan-tambahan tanpa mengurangi dari. Tanpa melampauinya. Tanpa menafsirkan tafsir yang di zaman Imam Ibnu Qudamah yaitu banyak orang-orang eh. yang menyebutkan ini tafsirnya, ini tafsirnya, padahal ternyata itu adalah dan tanpa melakukan takwil yang itu tadi, yaitu mereka mena, mena, menamakan sebagian takwil dan tafsir, padahal. itu adalah merusak. Bukan menjelaskan malah ujung-ujungnya adalah mengingkari.
Dengan penafsiran dan permisongan yang menyelisihi zahirnya.. juga tanpa melakukan penyerupaan dengan sifat-sifat para makhluk. Dan tidak menyerupakan dengan karakter para makhluk sesuatu yang baru. Amar Ruha dari apa? Amarrah melewati eh adalah atau. amir ruhah jahitnya mimnya tidak dikasih ya, tapi ro-nya yang ditaksir. Bahkan mereka memperjalankan dalil-dalil tadi sebagaimana datangnya, tidak kemudian. dan selamat jelas sahihnya maka apa? Wajib untuk diikuti. Mereka. ilmunya kepada yang mengucapkannya. Jelas? Nama-nama dan sifat tadi maknanya makruf dalam bahasa Arab karena Allah menggunakan bahasa Arab, Allah memperkenalkan dirinya agar dikenal bukan agar tetap tak dikenal, berarti. SARA. Makna, maknanya jelas. Tidak seperti kemutlakan yang disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah sehingga sebagian ulama menuduh beliau terkena tafwin. Baik, tapi apa? Jelas. dan maknanya atau maknanya kita tetapkan sesuai dengan bahasa Arab-nya. Adapun dari si kaifiatnya atau ilmu kaifiat nah kita serahkan kepada yang mengucapkannya karena dia mengajak. kepada kita berita tadi dan tidak memberitakan kepada kita tentang sifat eh tentang apa? Hakekat dan, dan jadi maknanya ditetapkan sementara diserahkan pada. karena kita memang tak diberi tahu kaifiatnya. Kecuali sepakat yang Allah beritahukan. Seperti tatkala Musa itu menunjukkan diri pada gunung. Ah Rasulullah menyebutkan sedikit kain. yang di dalam sahih Bukhari ya dalam Musnad Imam Ahmad itu yang disahihkan oleh Syekh Muqbil yaitu Rasulullah menunjukkan ujung jari kelingking cukup demikian dan gunung langsung hancur jadi tidak sampai Allah memperlihatkan seluruh zatnya. atau wajahnya, cukup ujung kelingking saja, gunung langsung hancur. Mungkin kalau wajah bukan hanya gunung, tapi yang di bawah gunung pun hancur, seluruh dunia akan hancur. Nah ini contoh kaifiat tapi sedikit. kita hanya menetapkan apa yang datang karena ini perkara gaib. Tidak ketahui kecuali melalui wahyu. Sebagian ulama mengatakan rahmatullahi itu diriwayatkan dari Syafi'i. saya beriman kepada apa saja yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang Allah inginkan, asal dari sesuai dengan zahirnya.
Tayib, sebagai. dijelaskan oleh Ibnul Qayyim di dalam kitab beliau jelas manusia itu diketahui dari atau adapun relung hati kita taktahu oh iya. kalau orang mengatakan kepada penjual mmm jelas hukum zahirnya memang dia ini nasi lemak jangan kita bayangkan oh kita gembiralah dia nak beli tanah kita takboleh seperti itu hukum zahir dilihat dari apa dilihat dari lafad dia. pak. Kita tak diperintahkan untuk melihat isi hati dia. Baik, makanya sesuai dengan yang Allah inginkan yaitu dari zahir lafaz yang ada. Karena Allah ingin memberikan hidayah kepada kita, bukan memberikan ta'miah yaitu. kita tetap tak tahu setelah baca Quran tetap taktahu, kenapa? Allah mengatakan tangan boleh. Jadi maksudnya bukan tangan. Ah, daripada engkau tahu bahwasanya boleh jadi itulah yang betul. Jelas hukum zahir yang, yang berlaku, yaitu zahir tangan adalah tangan, walaupun. seperti tangan makhluk, selesai. Dan saya beriman kepada apa yang datang dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Sesuai dengan apa yang diinginkan oleh rasul. dan keinginan nabi diketahui dari lisan beliau atau dari raut muka beliau atau dari perbuatan beliau. Ini hukum zahir. Tak boleh kita mencari takwil jauh-jauh padahal tidak ada dalil yang menunjukkan itu. Rasulullah. katakan saya utusan Allah. Memang zahirnya utusan, tapi boleh jadi maksudnya beliau adalah anak Allah. Kan beliau lebih utama dari Nabi Isa. Oh tak boleh kita takwil sampai seperti itu. Hukum zahir utusan-utusan, selesai. Tak perlu pening-pening.. Dan mereka mengetahui bahwasanya yang mengucapkan itu adalah zat yang jujur kalau Allah, ya Allah, kalau nabi ya nabi, yaitu apa? Ucapannya itu. tidak mengandungi kedustaan, tidak seperti ucapan para ahli filsafat, boleh memfilsafat setiap kata, nauzubillah. Jadi seperti yang diceritakan oleh sebagian ada di mungkin pernah ana sebutkan itu ya. yaitu apa? Ada mmm seorang bapak dari magrib dari Maroko didatangi anaknya, anaknya pulang ah bapaknya tanya gimana study-mu? Oh saya sudah, sudah, selesai dapat gelar doktor di dalam ilmu agama. dalam ilmu apa? Oh dalam filsafat katanya. Makanya tanya, macam apa sih filsafat itu? Nah, dia bilang kepandian filsafat, eh filsafat itu menyebabkan kita pandai untuk menggambarkan sesuatu tidak seperti hakikat. jadi pak ini seperti ayam ini, kalau saya dengan ilmu filsafat saya, saya mampu membayangkan bahwasanya menjadikan Anda membayangkan ini bukan A yang jadi batu, itu kepandaian filsafat, akhirnya apa? Ya sudah waktunya makan,. ayahnya makan ayam semuanya. Anaknya tanya, kenapa saya tak dibagi makanan ayam? Akhirnya bilang, bayangkan engkau punya ayat sendiri engkau makan, Bu. Ah, itulah filsafat, anaknya diam aja. Itu hasilnya. Bayangkan ayat. yang satu jadi dua, yang selesai. Enggak ada gunanya filsafat. Itu men, itulah ilmu kalam, tidak seperti zahir kalam yang sebenarnya. Ah, Allah taala dan rasul-Nya adalah jujur. Kalamnya tidak mengandungi kedu. jelas tadi filsafat, filsilat, ke mana, bersilat lidah ke mana pun, ujung-ujungnya itu dusta, menyelisihi yaitu tidak ada keraguan di dalam kejujurannya. maka mereka membenarkannya, membenarkan Allah dalam Quran, membenarkan nabi di dalam sunah beliau. Mereka tak tahu hakikat maknanya, jelas maknanya tahu tapi hakikatnya kita tidak tahu. makna tangan. Tapi hakikat tangan Allah kita taktahu tangan yang mampu menggenggam seluruh langit, menggenggam seluruh bumi, kita taktahu. Mereka diam dari apa yang. mereka ketahui. Bukan membicarakan yang tidak diketahui seperti ahli kalam. Sibuk bicara masalah ruh, sampai terbentuk berapa itu? Seribu lima ratus pendapat. Padahal tak tahu, ruh itu macam mana? Lihat saja belum pernah, kecuali orang yang mati..
Generasi yang belakangan dan generasi pertama mengambil itu sebagian yang mewasiatkan itu ke. sebagian yang lain, iya ilmu ini diwasiatkan dengan sanad yang bersambung, dengan pelajaran yang terus menerus. Baik, yang tidak jumpa ah melalui, menge, mengetahui lewat buku-buku dan seterusnya.. atau akhirnya tanpa hamzah kotor ya. Dengan apa? Pengikutan yang baik. Mengikuti dengan baik, bukan mengikuti dengan cara yang buruk.. dengan cara berhenti di mana generasi pertama itu berhenti. Baik, kewajiban untuk ikut sunah dan salaf. Kata Imam Al-Auza. berhentilah di mana mereka berhenti ucapkan apa yang mereka ucapkan dan tahan dirimu dari apa yang mereka tahan. Doh ini yang tadi apa? Yang lebih sesuai tapi menaskahnya gini. Atau generasi pertama memperingatkan generasi setelahnya jangan sampai melampaui batas. kalau tanpa tasydid berarti apa? Mereka menghindar, mereka menghindar dari sikap melampaui batasan, dan mereka menghindar dari meishong dari jalan para sa. dan mereka menerangkan kepada mereka, jalan mereka, para salaf telah menerangkan kepada generasi berikutnya jalan mereka, jalan yang dijamin selamat oleh Allah dan rasul-Nya. Tak boleh membuat. perkara baru dan kaidah-kaidah baru. Dan mazhab mereka, mazhab maknanya adalah artinya adalah kalau dalam masalah batin, bukan masalah fisikal ya.. Dan kita berharap agar Allah taala menjadikan kita termasuk dari orang yang meneladani para salaf tadi. menjelaskan, di dalam menjelaskan apa yang mereka jelaskan, dan menempuh jalan yang mereka tempuh. Iya, tidak membuat jalan-jalan baru. Selesai dari kitabwil kata eh karya Imam Al-Maddasi.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























