Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 83)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 08 Rejab 1443 Selasa bersamaan 08/02/2022 Masehi
Tahun 500 an, Jahmiyah menyusup kedalam barisan Asy'ariyah.
Kita masih di muka surat 83. Masih terkait dengan apakah? Yaitu apa?
ليس كمثله وهو السميع البصير
Berjaya Imam Ibnul Qaiyim رحمه الله, zat yang ini, yang disifati dengan sifat-sifat ini, dengan karakter-karakter ini dan amalan perbuatan-perbuatan in,i ketinggian, keagungan, pemeliharaan, yaitu apa? Allah yang memelihara segalanya dan mengawasi segalanya karena hebat memiliki beberapa makna, keperkasaan yaitu meletakkan segalanya secara tepat kekuasaan pujian, pengampunan, kasih sayang. kehendak, lihat betapa banyaknya sifat-sifat yang Allah sebutkan tapi kenapa dibatasi hanya 7, tak boleh punya sifat lain, ini lancang sekali. Kita suka, sesembahan kita punya sifat bagus-bagus, banyak-banyak. Kena kita dengki kalau Tuhan kita punya sifat banyak. Padahal sifat bagus. Ini aneh cara berpikir ahli kalam memang. Yaitu sifat mampu menghidupkan orang yang mati. Marbu dan memang akan melaksanakan itu,. dan kemampuan yang lengkap, yang menyeluruh dan menghukumi di antara para hambanya. Ini masuk di mana kalau sifat yang tujuh ini hukum tak ada kan ya. tak ada. Rububiyah pun tak ada. Rahmat pun tak ada. Ini aneh. Maghfirah juga tak ada. Semuanya ditakwil ke atau apa. Tak boleh punya sifat lebih-lebih. Nauzubillah.. dan keadaan Dia sebagai pencipta, seluruh langit dan bumi dan Dia Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.
فهذا هو الذي ليس كمثله شيء
Maka zat inilah yang tiada sesuatu pun yang semisal dengan dia, yaitu walaupun punya sifat sebanyak ini tetapi tidak ada yang semisal dengan dia. Maka tidak ada penetapan yang seperti ini dikatakan sebagai tasybih.
Bagus kemarin ada pertanyaan dari saudara kita yang di Cambodia itu tentang syubhat sebagian orang, tak boleh kita menerjemahkan sifat-sifat Allah karena kalau menerjemahkan, berarti ini menyerupakan Allah dengan makhluk.
Ini kalam jahil yang seperti itu.
Jadi tak boleh kita mengatakan yadun adalah tangan, rahmat adalah kasih sayang, karena nanti sama dengan yang ada pada makhluk. Oh iya, kita katakan kita terjemahkan itu Karena Allah taala ingin memperkenalkan dirinya.
Apa gunanya Allah menyebutkan itu sementara banyak orang tak tahu apa makna ini. Jelas? Kita wajib untuk memberitahukan kepada orang-orang bahwasanya Allah Maha Pengampun, Allah Maha Penyayang dan seterusnya, atau yang seperti itu.
Untuk apa dijelaskan nama-nama tadi kalau maknanya tidak diketahui dan tidak boleh dijelaskan sampai dinukilkan kalam yang sanadnya dhoif yaitu apa,
Menanyakan makna adalah bidah. Menjawabnya adalah kekufuran. Ini nauzubillah, ucapan seperti itu.
Jelas Alquran diturunkan agar orang tahu isinya. Agar orang menjadi kenal Allah. Kalau orang taktahu maknanya, lalu berarti apa? Ini bagaikan. huruf-huruf nanti. Tak ada bedanya dengan itu. Tetapi dengan kita menjelaskan kepada umat, alangkah banyaknya sifat Allah dan sifatnya bagus-bagus, diterjemahkan dengan diyakini bahwasanya itu tidak. dengan yang ada pada makhluk, maka dengan ini orang akan tahu betapa agungnya Allah, betapa hebatnya, betapa indahnya sehingga kita semakin cinta pada dia. Kalau tidak diketahui, makna-maknanya, orang tak akan tahu sifat Allah itu apa saja, ka. setiap kali disebut nanti dikatakan oh ini tasbih. Ini akan salah besar kalau demikian. Sama saja walaupun tidak diterjemahkan bahkan Anda akan mengatakan Allah punya yadun atau tidak. Oh iya Allah punya yadun. Ah kan makhluk juga punya yadun. Samalah berarti Anda menyerupakan. dengan makhluk. Kalau sekedar keserupaan nama mewajibkan keserupaan hakikat. Ini jahilnya mereka. Sampai melarang penerjemahan. Nauzubillah. Lalu dengan apa kita menjelaskan ada surga, ada neraka? Tak boleh bilang neraka, nar. Orang awam mungkin. apa itu nar. Dan seterusnya. Kemudian dikatakan di sini oleh Imam Ibnu Qayim. tidak ada yang semisal dengan dia karena banyaknya karakter dia. Kalau cuma tujuh bahkan apa? Banyak manusia yang sifat keindahannya lebih dari tujuh. Nauzubillah. Kalau sifat Allah hanya tujuh misalkan. Bahkan. ada yang setara dengan dia karena saking banyaknya karakter keindahan dia itu.
Dan saking banyaknya sifat-sifat dia tak ada yang mampu setara dengan dia. Saking banyaknya nama-nama dia. Makanya tak boleh dibatasi. Allah tidak membatasi. Tapi kita tetapkan sesuai dengan yang Allah dan rasul-Nya tetapkan. Tanpa menyerupakan, selesai. Tak perlu pening. Agama ini senang. Karena banyaknya perbuatan. buatan dia. Dan karena pastinya sifat-sifat ini semua, sifat, nama, dan afal untuk Allah dalam pola. sempurna. Tapi walaupun makhluk punya si, sifat-sifat, tetapi polanya adalah pola yang tidak sempurna. Maka memang tidak sama, tak perlu khawatir, oh nanti serupa dengan makhluk. Tak perlu khawatir. Karena memang sejak awal sendiri memang sudah tidak sama. Zatnya. tidak sama, bagaimana sifatnya menjadi sama. Yang mana tiada sesuatu pun yang semisal dengan Allah di dalam perkara-perkara tadi.. maka orang yang menetapkan seluruh sifat-sifat tadi dan juga secara khususnya adalah ketinggian kalam dan seluruh perbuatan menyelisih ahli kalam yang mengatakan Allah tak boleh punya karena ini hada. dalam, dalam nahu kan adalah hadas yaitu sesuatu yang terbaharui. Kita katakan selesai. Allah memang punya feel yang banyak terserah dia, tidak seperti fiilnya makhluk. Nah kita tetapkan Allah. bahkan banyak dan menetapkan hakikat-hakikat dari nama-nama tadi. Masing-masing mungkin namanya ada yang sama, ada yang misalkan apa? Malik, tapi tidak sama Malik yang ini dengan. jelas tidak sama. Ada yang namanya Aziz, itu juga Aziz. Tapi tak sama Aziz yang ini dengan Aziz yang itu dan seterusnya. Tapi untuk Allah, betul-betul namanya itu sesuai dengan hakikatnya.. yang mana Allah mensifati dirinya mmm sebentar dua atau ini kembali ke musfid yang mana dia mensifati Allah yang Maha Suci bahwasanya Allah itu. sesuatu pun yang semisal dengan dia. Tidak seperti ucapan ahli kalam, kamilah yang menerapkan ayat ini tak, kalian tidak menerapkan ayat ini. Bahkan kalian telah menyerupakan Allah dengan sesuatu. Tatkala kalian mengatakan Allah tak punya sifat. apa? Kalian menyerupakan Allah dengan apa itu? Sesuatu yang tidak ada. Karena apa? Sesuatu yang tidak ada, itulah yang tak punya sifat. Selama masih ada sifat berarti, dia itu maujud. Maka kamilah ahlusunah waljamaah. yang menerapkan ayat ini. Saking banyaknya sifat dan nama dan af'al dan sempurna sehingga tak ada sesuatu pun yang semisal dengan dia. Bahkan nama, ada orang yang namanya bagus tahu-tahu dia bagikan setan, siapa itu?. nama bagus sekali kan ya. Tahu-tahu dia menghina nabi. Nauzubillah. Maka manusia mungkin namanya indah tapi kebanyakannya hakikatnya itu tidak sesuai. Maka tidak ada tasbih dalam penetapan nama. sifat sebagaimana penetapan zat. Kita masuk kepada fasal baru ana sebutkan ana ana tambahkan eh tajuknya di sini. Kaum mukminin akan melihat Rabb mereka pada hari kiamat. Dan Allah memiliki ucapan yang didengar. Dan nanti di hari kiamat Allah betul-betul akan berbicara dengan para. tidak seperti keyakinan dan yang lainnya.
Dan keyakinan seluruh ulama ansar, ulama berbagai negeri kata Imam Roziah. adalah bahwasanya Allah akan dilihat pada hari kiamat penduduk surga akan melihatnya dengan mata kepala mereka tidak seperti kata yaitu apa dengan basirah. dengan mata hati, yaitu kembali ke pengetahuan, kembali ke ilmu. Dikatakan oleh para ulama, kalau kembali ke ilmu, bahkan di dunia, orang-orang sudah mengilmui Allah. Kalau melihat maksudnya adalah yaitu mengilmui. Mereka menakwilkan kembali ke ilmu. baik, takwil mereka justru menunjukkan jahilnya mereka. Karena Allah membatasi hanya dilihat di hari kiamat. Berarti di dunia tidak dilihat. Kalau penglihatannya maksudnya adalah ilmu, bahkan di dunia, Allah itu diilmuin. Oh iya. kembali eh masuk ke catatan kaki di dalam bantahan beliau terhadap syubhat jamiah dan rata-rata generasi mutaakhirin itu adalah jahmiyah. bahkan apa di tahun tujuh ratusan eh tahun lima ratusan kebanyakan mereka adalah jahmiah yang menyusut ke dalam barisan menyelisihi para menyelisihi imam baik hati dan lain-lain. sebagaimana itu mmm insya Allah akan disebutkan dalam kitab yang baru itu kitabnya Imam Ibrahim Al Misri. Orang-orang Jamiyyah itu ya sampai sekarang apa mengklaim mereka sebagai pengikut Abu Hasan padahal mereka memesongkan ajaran Abu Hasan. Para sahabat radhiyallahu anhu sepeninggal nabi telah menafsirkan kepada kami. Dan yang setelah mereka dari kalangan tabiin. Kenapa yang disebutkan adalah sahabat dan tabiin? Karena memang mereka yang ditangsis oleh Allah dan rasul-Nya sebagai orang-orang yang agamanya lurus dan diridai dan dijamin masuk surga. Yang lain tak dijamin.. tidak ikut dengan baik tak dijamin.
Baik, kalau dijamin masuk surga berarti apa? Agamanya betul, ilmunya betul. Baik, ini tangsisnya. Tafsir dari apa?. ada wajah-wajah yang pada hari itu bersinar, nadirah bersinar cerah. Melihat kepada Rabb-nya nadiratun Ila, nazorro ila ini adalah dengan mata, mata kepala. maksudnya adalah basirah mata hati, niscaya apa? Tahu-tahu apa? Tetap ahlusunah lebih pandai nahu daripada orang-orang yang assairah. Walaupun mereka mengklaim sudah hafal alfiyah Ibnu Malik. Semata-mata. tak cukup kalau ternyata apa? Tidak memahami isinya. Para sahabat dan tabiin telah menafsirkan ayat ini maksudnya. adalah yaitu melihat kepada wajah Allah ini adalah pandangan mata, melihat kepada wajah, mmm. dah akhirnya gitu ya, yaitu beliau mengajak bicara sebagian mereka terhadap tafsir Quran dan terhadap tafsir dalil yang engkau pakai sebagai hujah,. Dari firman Allah azza wajal Allah tidak diliputi oleh pandangan mata dan dialah yang meliputi seluruh pandangan mata. mereka lebih tahu daripada engkau wahai Jahmi, apa makna ayat ini? Dan lebih lurus jalannya daripada engkau, ada itu lebih lurus, lebih terpi. ya mereka murid, murid siapa? Murid Nabi sallallahu alaihi wasallam, tabiin murid sahabat, engkau murid siapa? Murid Aristo, murid Aflato, murid Arkimidies, orang-orang yang tak kenal Allah. Toyib.. sallallahu alaihi wasallam dan nabi sallallahu alaihi wasallam telah menafsirkan kepada kami firman Allah azza wajal. orang-orang yang berbuat ihsan mereka akan mendapatkan pahala yang terbaik. Memang apa balasan sesuai dengan amalan, berbuat ihsan, mendapatkan. juga. Bahkan apa? Allah Mahabaik. Alhusna, pahala terbaik. Bukan sekedar hasan. Bahkan tambahan lagi ada tambahan pula. Apa tambahannya? Kita taktahu ini perkara kaidah Nabi yang mengajarkan pada kita.. tambahannya adalah melihat kepada wajah Allah azza wajalla sebagaimana di dalam Hadis Syuhai dan lain-lain itu. Ini nabi yang mengajarkan kalau nabi tak dipercaya. lagi yang akan Anda percaya.
Baik, lalu untuk apa sibuk-sibuk Maulid Nabi atau apa, tahu, tahu kalau Nabi tak Anda percaya juga. Nauzubillah. Ini kontradiksi karena memang tidak menetapkan Allah itu dilihat sebagaimana. disebutkan dalam dalil-dalil tapi apa? Ditakwil. Karena kalau dilihat berarti Allah di arah tertentu, berarti kalau di arah tertentu, Allah itu terbatasi. Berarti berarti tidak berarti dari mana Anda mendapatkan konsekuensi macam itu? Tak ada dalil, tapi ini adalah. dari ahli kalam saja. Terserah Allah, Allah memang di ketinggian. Itu terserah dia. Demikian pula. kalangan para sahabat nabi inilah makna dari ayat-ayat tadi. Maka para pemeluk, para pembela kebenaran, pembawa kebenaran merasa cukup dengan ini. ya kalau tak cukup dengan zahir ayat, dhohir Hadis dan kalam para kalam nabi dan para sahabat dan tabiin bahkan kalam Imam Syafi'i makruf tafsir Imam Syafi'i tentang apa? Mmm ayat apa itu?. beliau menafsirkan apa? Apabila eh musuh Allah itu ditutupi dari melihat Allah berarti wali Allah akan diizinkan melihat wajah Allah. Baik, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu. dan juga Ibnu Bathoh di dalam eh bahkan Imam Syafi'i menetapkan ini, katanya ikut Syafii, aneh kalian tuh. Eh. disertai dengan berita-berita yang sahih, yang mutawatir. Nih, syarat dari muktazilah pun sudah tercukupi, yaitu hadirnya mutawatir, masalah akidah, tak percaya juga.
Mereka yang kontradiksi, membuat kaidah lalu menyelisihi. kebiasaan ahlul bidah. Nabi sallallahu alaihi wasalam hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasalam. apa? Yaitu memang nanti akan melihat wajah Allah sampai-sampai Imam mengatakan hadis eh Ismail bin Abi Khalid bin Abi Hazim maka. maka dia jahmi. Hadis apa itu? Tentang apa? Dan seterusnya itu. Para ulama menerimanya. penerimaan yang terbaik. Inilah ulama, yaitu tunduk patuh pada dalil, bukan malah memesongkan dalil. Mereka lebih tahu. daripada engkau wahai Jahmi. Tentang takwil ayat yang engkau gunakan untuk menentang ahlul hak. Selesai dari As-Syariah. Tayib. Ini juga akidah para Imam Syafii. eh di masa harapan insyaallah
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























