Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 85)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 10 Rejab 1443 Khamis bersamaan 10/02/2022 Masehi
Para aimmah Syafiiyah aqidah mereka adalah aqidah Salafiyah.
Para Mukminin akan melihat Allah Di Hari Kiamat.
Kita masih dibuka surat delapan puluh lima. Iya sekarang masuk ke bukti bahwasanya para akidahnya adalah akidah salafiyah.. Dan beliau wafat tahun lima ratus lima puluh-delapan ini tua sekali. yang menjelaskan akidah para ahli hadis yang mana saya menyembah Allah dengan itu, menyebutkan sekian poin yang makruf di dalam akidah ahlusunah lalu mengatakan. Dan bahwasanya kaum mukminin akan melihat Allah taala pada hari kiamat dengan mata-mata kepala mereka, bukan mata hati, tapi mata kepala. orang-orang kafir tidak melihatnya. Tayib, ini sama dengan akidah Imam Syafii dan yang sebelum Imam Syafi'i. Selesai dari kitab al-intishar bagus sekali dan ana punya kitabnya. cuma tak terbawa aja. Bahkan ini adalah akidah para pemimpin kaum muslimin yang terpandang.
Dan para ulama berse. bahwasanya kaum mukminin akan melihat Allah pada hari kiamat dengan mata-mata yang di wajah mereka. Ini bukan mata hati, mata yang ada di wajah, mata kepala.. pilih mmm sesuai dengan yang dikabarkan oleh Allah taala di dalam firman Allah taala pada hari. itu ada wajah-wajah yang cemerlang melihat kepada Rabb-nya. Sallallahu alaihi wa alaihi wasallam. Nabi sallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan maknanya itu di dalam. hadis-hadis mutawatir. Misalkan orang mengatakan eh juga disebut. Juga membahas itu. Ibadah bukan milik walaupun terbukti milik Al Hasan. Dia buktikan oleh Imam. dan lain-lain. Ah ini bukan saya mengambil bukan dari ibadah, ngambil dari bahkan Abdul Hasan menunjangkan ijmak, takkan kalian mengatakan, oh ini salah juga, berapa banyak buku yang kalian salahkan? Kalian yang taktahu kok. Sekarang kita eh ini sekitar contoh yang lain-lain ana nukilkan di kitab yang lain sebagai pemerataan nah ke kembali ke atas. dan mereka yaitu apa? Kaum mukminin akan, bahkan apa? Orang kafir juga akan mendengar kalamullah ketika pemeriksaan. Tapi dengan pola. lain. Kalau kaum mukminin, kalam Allah, kalam yang mengandungi rahmat. Mereka mendengar kalamullah sesuai dengan yang Allah kehendaki. Baik, kita ikut kehendak Allah, dalam beragama pun ikut kehendak Allah, bukan kehendak ahli kalam atau hawa nafsu sendiri.. eh sebagaimana yang Allah kehendaki. Dan dalil-dalil makruf, bahkan apa? Dalam surat Yasin yang sering dibaca orang-orang dan dibaca semua muslimin. Gimana tahu-tahu dikatakan. Oh Allah takboleh bicara kecuali. Ini aneh sekali. Jelas kalam adalah kalam. Betul-betul Allah itu berbicara. Kita baca catatan kakinya. sesungguhnya Allah taala sudah berbicara dan akan berbicara. Senantiasa memiliki sifat kalam, tidak seperti dulu tak mampu bicara, lalu menciptakan sifat bicara, baru bicara. Ini menghina Allah sebenarnya.. dengan suara dan huruf yang sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah tidak seperti suara kita, tidak seperti huruf kita. tapi pasti dengan suara dan huruf.
Dalil-dalil dari Alquran dan dalil-dalil dari sunah nabi yang sahiha itu telah dikenal. tentang apa? Allah itu berbicara, ayat terlampau banyak untuk disebutkan lillahi di dalam penetapan sifatul kalam untuk Allah,. Manusia akan mendengar kalamullah. Sesuai dengan yang Allah inginkan dan Allah kehendaki. Bukan kehendak kita, tapi Allah yang menghendaki. Dan itu terserah dia. Bukankah kalian menetap. Allah punya gimana tahu-tahu kalian membatasi? Terserah Allah-lah, berbicara sekehendak dia. Bawa. Kenapa tidak disebutkan number-nya? Karena memang apa Hadis-nya ini mualaf, tapi akan disambung di dalam kitab yang lain. Jadi sebelum number tujuh, empat, delapan, satu.. disebutkan dari Jabir Jabir sahabat meriwayatkan dari sahabat rihlah dari mana? Rihlah dari Madinah ke ke Mesir untuk mendengar Hadis. ini semangat dalam mencari ilmu. Saya mendengar nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda Allah akan mengumpulkan para hamba,. Dan Allah akan memanggil mereka dengan suara. Yang akan didengar oleh orang yang jauh sebagaimana didengar oleh orang yang dekat. Ini memang. suara tidak seperti suara makhluk. Semuanya mendengar, seba, dengan apa? Level yang sama. Anak almalik, anak akulah raja, akulah yang menegakkan pembalasan.. Dan juga apa? Diriwayatkan. Enggak tahu. Oh iya di bawah nanti akan ana sebutkan juga. Dari Imam Bukhari juga dalam. penyakitnya di sini Abdullah bin Muhammad tapi nanti dia di, dikuatkan, diapain kalau Imam Ahmad malah menghu. apa dia sodut kalau, kalau bukan tapi kesimpulannya sebenarnya dia tidak sampai suatu Jabir bercerita. sampai berita kepada saya suatu hadis dari seorang lelaki yang mana dia mendengarnya dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. lalu saya beli seekor unta, uh demi mengejar hadis itu beliau sampai apa? Beli kendaraan.
Toyib, berarti apa? Ini masuk bagian dari syariat membeli kendaraan dengan niat yang soleh, bukan niatnya untuk mempermudah. ke Las Vegas tapi untuk mendukung ibadah kemudian saya kuatkan pelana kendaraan saya di atas kendaraan yang saya beli itu unta itu. fasirtu ilahi sahra lalu saya berjalan mengadakan perjalanan ke tempat orang itu selama sebulan, masya Allah, perjalanan sebulan, pengalaman banyak, nah untuk yang sanad ini. Tapi kita tahu apa? Nanti ada penguat dia adalah mesin. Sehingga saya tiba di tempat orang itu di Syam. Ternyata beliau adalah Abdullah bin Unays radhiyallahu. saya berkata kepada penjaga pintu katakan kepadanya Jabir ada di depan pintu, Allah di depan bukan di atas pintu, gimana itu? Tamu di atas pintu. Toyyib. Allah di sini maksudnya adalah apa? Di hadapan. Lalu apa? Beliau bertanya apakah Jabir bin Abdullah. lalu dia keluar dalam keadaan menginjak pakaiannya, maksudnya adalah tergesa-gesa. Belum memakai pakaian dengan baik, karena menyambut sahabat yang datang dari sangat jauh itu perjalanan sebulan. Sampai apa? Kainnya itu terheran dan. lalu dia memelukku. Eh yaitu apa? Eh apa sentuhan pipi itu ya biasanya. Saya juga melakukan yang sama.. maka saya langsung mengatakan yang saya inginkan adalah satu hadis yang sampai kepada saya beritanya dari Anda bahwa. Anda mendengar dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tentang, tentang pembalasan. Saya khawatir, engkau mati, atau saya mati, sebelum saya mendengar Hadis itu, semangat macam. itu. Padahal sudah dapat ilmu banyak dari nabi, tapi beliau ingin dapat tambahan lagi. Maka Abdullah bin Unais mengatakan. belum itu dulu yo, yang lain-lain mmm rehat-rehat dululah. Pak, ini orangnya sudah khawatir ada yang mati duluan, sudah kita kasih Hadis dulu. Sebelum kita simpan-simpan yang lain. Baik, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda. nanti pada hari kiamat, umat manusia atau mungkin nabi bersabda, para hamba akan dikumpulkan yaitu tak. pakaian, tidak berkhitan, yaitu tidak membawa harta apa pun. Kami bertanya, kata jeb, kata siapa tadi Abdul bin Quraisy, apa itu burma?. tidak membawa apa pun. Tentunya Hadis ini dijelaskan dengan Hadis-Hadis yang lain yaitu apa? Ada yang membawa kezaliman, ada yang membawa hasil koruption, dan lain-lain. Tapi secara umum orang ti. membawa harta benda seperti kekayaan dia di dunia. Lalu Allah menyuruh mereka dengan suara didengar oleh orang yang jauh sebagaimana didengar. orang yang dekat. Akulah raja, akulah penegak pembalasan. Sebagian menakwilkan, tak ini yang menyeru adalah utusan Allah, mungkin malaikat atau siapa. Tak mungkin utusan mengatakan saya raja, saya penegak pembalasan. ini jelas Allah, otak takdirnya yaitu Allah berfirman pada kalian begini, ah ini menyelisihi hukum di dalam kita wajib tahu kaidah-kaidah dalam hukum asalnya takdir itu tidak ada, kecuali. Corina menunjukkan memang ada yang hilang.
Sementara sekarang tak ada jelas yang mengumpulkan adalah Allah. Maka yang menyeru juga Allah kalau tidak ada yang memalingkan itu. Sebagaimana yang mengatakan saya raja, saya penegak pembalasan. siapa lagi? Jelas Allah. Karena Allah. Yang menguasai hari Din, yaitu pembalasan. Makanya nama Allah tidak layak bagi seorang. dari penduduk neraka untuk masuk ke dalam neraka dalam keadaan dia masih memiliki satu hak yang dipikul oleh satu orang dari penduduk surga. Nauzubillah. Jadi kalau urut. belum selesai walaupun dia ahli jannah tak boleh masuk surga. Walaupun yang punya hak adalah penduduk neraka, masalah neraka itu dosa dia. Tapi masalah engkau pernah memukul dia secara zalim, selesaikan dulu. Nauzubillah, memang urusannya berat. Allah Maha Menegakkan Kaat. sehingga aku menegakkan qishash jarinya walaupun ini penduduk neraka tapi Allah tetap apa bersikap adil orang itu punya hak ya saya selesaikan hak untukmu. Ini diulang ya, untuk menegaskan lagi. Sama kan dengan yang. kalimatnya, tidak layak bagi seorang pun dari penduduk surga untuk masuk ke dalam surga, dalam keadaan waunya wahaliyah, salah seorang dari penduduk neraka punya hak terhadap dirinya,. aku meng-qissas darinya. Sampai bahkan tamparan tamparan ya pukulan di pipi itu ya. Baik.. bagaimana cara penegakan sementara kita mendatangi Allah azza wajalla dalam keadaan tak pakai pakaian, tak berkhitan, dan tak membawa apa-apa takkan nanti Allah menang. habis kita semuanya hancur kalau sampai Allah yang menampar tetapi pembalasannya adalah dengan apa? Eh membayarkan khazanah atau memikul sayi. memikul keburukan dari pihak yang lain. Nauzubillah. Nah, kalau dalam sehari dia menampar banyak orang, suka mem-bully anak-anak sekolah mungkin, atau adik-adik di, di, apa itu, di pondok, karena kadang di pondok-pondok pun gitu, ada, ada junior-senior. yang senior, mem-bully junior itu sering. Bagi pondok-pondok yang orang-orang yang tidak dididik dengan baik. Ah ini jadi masalah.. Kenapa tak dikumpulkan sekalian di atas? Karena sanadnya agak lain. Memang boleh jadi penguap.. Eh kelanjutannya besok eh di masa harapan insyaallah apa? Yang tadi. Iya ya. Cuma eh tidak terulang betul tetapi intinya sama ya walaupun yang berutang adalah penduduk surga yang punya hak adalah penduduk neraka cuma. tidak diolah dari sisi apa? Penduduk neraka tak boleh masuk. Ah yang kedua, penduduk surga takboleh masuk, gitu ya. Memang betul. Yang pertama walaupun dia berhak masuk. tak boleh masuk neraka selama dia masih punya hak. Yang kedua, tak boleh penduduk surga itu masuk ke dalam surga, selama dia masih punya beban kewajiban terhadap penduduk neraka, ikhwan.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























