-->
BREAKING NEWS
  • Memuat berita terbaru...

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Quran itu ilmu dari Allah ta'ala)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 16 Rabiul Thani 1443 Ahad bersamaan 21/11/2021 Masehi

Al Ajurri murid Jafar al Firyabi anak murid Sufyan ats Tsauri.

Quran itu ilmu dari Allah taala.

Mubahalah, tidak boleh bermudah-mudah.

Ilmu bagian dari sifat Allah.

Kita masih di jalan kaki di muka surah lima puluh dua. Dari masih terkait dengan bahwasanya Alquran. bukan makhluk. Kalau. Ketahuilah semoga Allah merahmati kami dan kalian. Baik, bahkan doa rahmat seperti ini pun Syekh Muhammad. gak sendirian, beliau mengambil dari salaf. Tidak membawa ajaran baru, bahkan dalam kalimat-kalimat seperti ini. bahwasanya perkataan kaum muslimin yang mana hati-hati mereka tidak memesong, tidak menyimpang dari kebenaran,. mendapatkan taufik untuk berada di atas kelurusan di masa lampau dan di masa sekarang, yaitu ini isyarat kepada ijma kata para ulama, sering imam. menggunakan kalimat seperti ini sebagai isyarat ijmak. Ijmak kaum muslimin dulu dan sekarang apa? Bahwasanya Alquran adalah firman Allah taala dan dia pun. makhluk. Baik, kalau bukan makhluk berarti dia terpelihara dari kesalahan wajib dimuliakan. Karena dia adalah bagian dari sifat Allah taala. Adapun orang syiah demikian mudah yang merusak Quran. injak-injak mencapek-capek nauzubillah. Setelah itu orang masih ragu mereka, kenapa ada peran saudara? Siapa saudara? Baik orang kafir seperti itu. Jibril pun dimusuhi. Gimana dikatakan saudara? Lima. Karena Alquran itu bagian dari ilmu Allah. Karena ilmu Allah itu bukan makhluk. Sebagaimana sifat Allah bukan makhluk. Karena ma. pasti punya batas awal. Kalau sifat Allah punya batas awal, berarti ada di suatu masa dulu-dulunya itu, Allah, mbaknya Allah ada tanpa sifat. 

Tayib. Berarti apa? Ada di suatu masa Allah. nauzubillah, disifati dengan jahil, disifati dengan buta, bisu, dan seterusnya. Setelah itu entah pada tahun berapa Allah menciptakan pembicaraan baru mampu berbicara, menciptakan ilmu, baru lepas dari kebodohan. Nauzubillah.. hasil dari akidah ilmu kalam. Efeknya sangat buruk, seandainya mereka paham kesudahan dari masalah mereka itu. Nah, para salaf mereka paham, para ulama paham, kesudahan dari masalah-masalah, sehingga mereka tahu kalau kali. ini dibuka, diizinkan, diucapkan, hasilnya akan sangat buruk. Sebagaimana itu dijelaskan oleh Imam eh Ibnu Khuzaimah di dalam kitabul tauhid, apa efeknya kalau kita mengatakan sifat Allah. makhluk. Di antara efeknya kita akan meyakini yang digambarkan seperti tadi. Mahatinggi Allah dari yang seperti itu. Dan efek yang lainnya adalah kalau Quran itu makhluk berarti mmm. itu mungkin untuk dihinakan, seperti yang dilakukan oleh Jambi bin Sofwan. Dia mengatakan macam apa gitu ya ketika membaca beberapa ayat mmm di dalam kalau tak salah dalam surat Thaha mengatakan alangkah panda. Muhammad itu membuat macam ini, itu hasilnya bukan meyakini itu wahyu dari Allah, tapi ini buatan Nabi Muhammad. Setelah itu dia baca-baca lagi, dia mengatakan macam apa ini? Cerita tentang Musa belum selesai, pindah ke surat lain, bicaralah kita, selesai. ini akhirnya karena Allah dihinakan. Lalu apa? Dibaleng mmm Quran itu dilemparkan. Akhirnya orang yang di sampingnya, dia cerita, saya selama ini masih sabar dengan kalam champion, tatkala sampai di situ, saya sudah taksa. lalu saya terkam dia. Ini hasilnya kalau meyakini Quran adalah makhluk, sehingga senang dihinakan, senang diremehkan, dan seterusnya. Mudah untuk dihinakan.. Ini yaitu Quran telah ditunjukkan oleh Alquran itu sendiri. Kalau tak percaya pada Quran engkau agar kamu apa? Tak yakin Quran kitab suci itu benar. 

Demikian. ditunjukkan oleh As-Sunnah. Kalau tak percaya nabi, berarti nabimu siapa? Untuk apa? Bersyahadat. Dan ini juga dikatakan oleh diambil dari ucapan para sahabat. Kalau sahabat. maulid nabi tak dipercaya, lalu dari mana Anda mendapatkan Quran dan sunah? Sementara Quran dan sunah didapatkan dengan syarat yang bersambung dan mutawatir. Ujungnya adalah dari para murid Rasulullah kepada Rasulullah. Kalau para murid Rasulullah. dipercaya, Anda dapat dari mana? Dan ini juga ditunjukkan oleh perkataan para imam kaum muslimin. Masing-masing kelompok punya pemimpin, kalau pemimpin muslim. dipercaya, berarti siapa yang akan kalian percaya wahai jamiah dan lain-lain itu. Tidak ada yang mengingkari ini kecuali jami yang. kafir. Sementara jami menurut para ulama adalah kafir. Tayib. Selesai dari As-Syariah karya Al-Ajuri.. termasuk dalil-dalil yang menunjukkan bahwasanya Alquran adalah ilmu Allah, firman Allah taala,. ini. Dan pastilah engkau pastilah engkau wahai Muhammad, apabila engkau mengikuti hawa nafsu mereka, setelah datangnya ilmu kepadamu. Min-nya boleh jadi ini adalah mentablet sebagian ilmu karena jelas ilmu yang Allah simpan masih banyak. Dan boleh jadi imannya adalah sebagai mineral jenis yaitu jenis ilmu. Karena Quran dari awal sampai akhir semuanya memang ilmu.. Engkau sama sekali tidak memiliki pelindung dan penolong dari Allah dari ketetapan Allah. Sudah dapat ilmu dari Allah tahu-tahu memilih. hawa nafsu dari orang-orang itu. Maka Allah tidak lagi melindungi dan menolongmu. Intinya apa? Quran itu ilmu dari Allah taala. Jika firman Allah taala,. Lalu barang siapa mendebat engkau tentang Isa setelah datangnya ilmu kepadamu maka katakan kepada mereka orang yang. mengatakan Isa, anak Tuhan dan sebagainya itu. Katakan kepada mereka, kemarilah kalian kita, eh kami memanggil anak-anak kami, eh saudara, yaitu kita, kita. memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, wanita ana, wanita agung, istri-istri kalian, dan istri is, mmm, istri kami dan istri-istri kalian. Jiwa kami, dan jiwa kalian. kemudian kita melakukan mubahalah itu apa? Ibnu itu meminta laknat yaitu kutukan. Maksudnya. semua kan? Bukan. 

Dijelaskan setelahnya. Lalu kita jadikan kutukan Allah menimpa orang-orang yang dusta, siapa yang dusta di antara kita? Nah ini di syariat. ketika sudah yang namanya mubahalah itu disyariatkan, tapi tidak bermudah-mudah demikian jiwa seorang muslim itu mahal. Maka kita tidak bermudah-mudahan untuk itu. Tapi memang boleh, untuk apa? Untuk, ketika perkara. adalah perkara yang prinsipil, perkaranya adalah perkara yang manhaj atau diboleh untuk yang seperti itu, bahkan terkadang juga boleh di dalam masalah fikih, seperti yang dilakukan oleh Ibnu Abbas dan yang lain-lain. Demi. juga di dalam masalah, masalah rijal, boleh seperti yang dilakukan antara lima dengan sebagian imam yang lain. Boleh untuk tatkala perkaranya sangat jelas, sudah tegak hujah, tetapi. tidak diterima boleh menuntut yang namanya mubahalah. Mari kalau Anda, kalau Anda tidak percaya mari kita mubahalah. Itu boleh. Tapi tidak boleh apa? Bermudah-mudahan untuk melakukan itu. Karena jiwa muslim itu mahal dan itu ber. jangan karena sekedar perkara seperti itu lalu kita mubahalah. Padahal kalau salah satu hancur yang rugi siapa? Dakwah rugi. Siapa yang akan mendakwahi umat, kekuatan jadi berkurang antar sesama kaum. atau tentara antara jadi asal mubahala boleh disyariatkan tetapi jangan bermudah-mudahan untuk perkara-perkara yang mana kalau tidak melakukan itu kemaslahatannya lebih besar begitu. gimana cara kita menimbang yang baik. Ilmu tiap orang mungkin sudah hafal, tetapi pelaksanaannya minta bimbingan ulama, itulah yang betul. Itu pun kalau semuanya sudah hafal.. 

Dan kaum muslimin telah bersepakat bahwasanya Alquran itu bagian dari ilmunya Allah. Ini ijma, ijma. Mutayaton karena dalilnya jelas dalam Quran wa sunah. Selesai dari kitab sementara ilmu itu bagian dari sifat Allah.. mereka yaitu para makhluk tidak mampu meliputi sedikit pun dari ilmunya Allah kecuali dengan apa yang Allah kehendaki. ada dua penafsiran tentang masalah ini, elim di sini betul-betul kembali ke Master, yaitu makna, tidak ada yang tahu ilmunya Allah sedikit pun kecuali dengan sekehendak Allah, dengan seizin Allah. Atau di sini maknanya adalah maklu. yaitu master di mana isim mas'ul, seperti apa? Rabdun, di mana mardud? Di mana makhrus. Nah itu, itu dua-duanya juga mungkin. Maknanya berarti apa? Kalau menurut tafsir kedua, para makhluk tidak mampu. meliputi sedikit pun dari apa yang Allah ketahui. Kecuali dengan seiring Allah. Dan dua-duanya betul, tidak masalah. Eling, betul-betul dia berupa sifat, ataukah eling, berupa maklum, yaitu hasil dari ilmu.. yang diilmui. Cuma yang diinginkan di sini adalah makna yang pertama yaitu dinisbahkan kepada Allah. Berarti memang Allah itu punya ilmu. Tidak seperti yang dikatakan. oleh ya. Tolong dikafirkan oleh Imam Syafi'i mengatakan kita takboleh mengatakan Allah punya ilmu. Gimana enggak boleh? Apakah Allah jahil? Tak juga. Lalu gimana? Kita bilang tentang Allah apa? Allah kata dia.. awal itu tidak bodoh. Berilmu atau tidak? Tak boleh bilang gitu katanya. Ayo siapa yang melarang? Allah sendiri sudah menceritakan dia punya ilmu, nabi sudah menyatakan Allah punya ilmu dalil banyak sekali. Siapa Anda sehingga berani melarang?. Membuat peraturan sendiri, Allah tidak bodoh. Padahal kalau kita bilang untuk antar kita saja, ini profesor sudah belajar bertahun-tahun dari, dari ujung dunia ke ujung bini yang lain, tahu-tahu kita katakan, saya tahu Anda tidak bodoh. Orang takakan. selama tidak diakui ilmu dia. Karena sekedar menafikan kejahilan tidak menunjukkan ilmu orang itu banyak. Ya mungkin istilahnya apa itu? Kosong. Mmm yaitu apa? Lima puluh empat ratus, lima puluh, empat ratus, bukan kosong.. bukan pujian. Maka yang namanya pujian adalah kita mengakui memang ilmu Allah itu sempurna, sebagaimana dalam dalil-dalil itu. Intinya apa? Allah punya ilmu, buktinya dikatakan. dari ilmunya Allah. Makhluk saja boleh disifati dia berilmu. Kenapa? Untuk Allah takboleh. Siapa yang memberikan ilmu. Allah yang memberikan. Bagaimana yang memberi dia sendiri tak punya? Yang keempat. Tak boleh tisu. Ketahuilah hanya milik Allah sajalah penciptaan dan pensyariatan. di sini bukan hanya perintah. Larangan masuk di situ. 

Demikian pula mmm segala bimbingan itu masuk di situ. Ammar di sini bukan hanya perintah. Makanya Ammar di sini adalah syariah. Tayib. Taba. Maha penuh berkah, Allah sebagai rabbul alamin. Apa sisi pendalilannya?. walau pada asalnya walau atof dia menunjukkan adanya perbezaan antara maktuf yaitu yang setelah dan yang sebelum yang digabungkan. dan yang digabungi. Jadi itu lain. Maaf, disertai dengan dua-duanya berkongsi, berserikat, di dalam hukum.. hukumnya? Bahwasanya dua perkara ini penciptaan dan pensyariatan adalah hak milik Allah taala semata. Bayangkan ini makruf dalam pelajaran. dua-duanya hukumnya sama yaitu majid yaitu datang, tapi Zaid dan Amar lain takkan kita mengatakan tak ada, pasti didatangkan untuk membiasakan. siapa saja yang datang mmm Zayed dan Amer menunjukkan orangnya lain memang. Tapi dua-duanya hukumnya sama, datang. Demikian pula ini pensyariatan dan penciptaan dipisahkan oleh Allah taala. Baik, penunjuk. bahwasanya syariat Allah itu bukan makhluk, dalam artian apa? Alquran itu bukan makhluk, karena Alquran isinya penuh dengan syariat.. sementara Quran itu salah satu dari urusan Allah, urusan yang bukan makhluk itu. Dalilnya apa? Allah taala berfirman. kemudian kami telah menjadikan engkau wahai Rasulullah ada di atas suatu syariat dari urusan ini. Padahal apa yang diberikan pada nabi? Yaitu wahyu berupa Alquran. Fatabiha. Maka ikutilah syariat tadi. 

Dan jangan engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Ini menunjukkan yang terpandang adalah ahli ilmu, bukan orang. tidak berilmu. Rahimahullah makanya adalah ikutilah apa yang diwahyu. kepadamu dari Rabb-mu. Selesai dari tafsir Ibnu Katsir. Maka kesimpulan dari poin yang keempat ini adalah Quran. bukan makhluk. Karena Allah sudah memisahkan antara dengan antara persyariatan dan penciptaan. Alquran adalah kalau. bukan makhluk. Berdasarkan firman Allah sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah. menciptakan seluruh langit dan bumi di dalam enam hari. Kaifian hari itu terserah Allah. Enggak perlu kita takwil jadi masa. Allah mampu bilang jahat. Tapi kenapa Allah bilang berarti memang dia hari. Adapun harinya seperti apa. hanya Allah yang tahu. Waktu Allah menciptakan itu semua, kita belum lahir, gimana kita mmm berani menghakimi Allah, oh maksud hari adalah ini dan itu. Jelas hari-hari, cuma boleh jadi Allah taala sudah mengatakan. satu hari di sisi Rabu adalah seperti seribu tahun yang kalian hitung. Tapi istilah hari-hari, cuma harinya Allah tidak boleh kita samakan dengan hari orang macan kita ini. Tapi takperlu ditakwil, hari menjadi masa. Lalu Allah beristiwa di atas arsy dia tinggi di atas Arsy. Tidak seperti cara meningginya makhluk. Allah meliputkan malam ke siang, setelah datang siang. diganti dengan gelapnya malam. Malam tadi mengejar siang dengan cepat. 

Dan Allah yang mengikutkan, yaitu yang mengatur langit mmm matahari, bulan, dan bintang-bintang. Semuanya ditundukkan dengan urusan Allah. Baik. maka di sini Allah menerangkan bahwasanya seluruh makhluk demikian pula mmm pengejaran makhluk tadi. pengejaran dengan cepat, demikian pula makhluk-makhluk yang ditundukkan itu, semuanya adalah dengan urusan Allah. Menunjukkan apa? Bahwasanya urusan Allah bukan makhluk. Karena makhluk disebut tadi. Semua makhluk diatur dengan. nya Allah, berarti bukan makhluk. Lalu Allah menerangkan, Allah berfirman, ketahuilah, hanya milik Allah-lah seluruh penciptaan dan seluruh. persyariatan, pengaturan, dan segalanya masuk di situ. Dan semua fikihnya Allah itu memang bukan makhluk. Cuman untuk al-Khalaq di sini telah diterangkan oleh Imam Ibnu, oleh Imam Al-Bukhari ini adalah. maknanya yaitu dan itu biasanya dalam kitab-kitab di mana makhluk. Jadi para makhluk dan persyariatan itu adalah milik. semata. Berarti syariat Allah itu bukan makhluk. Maha penuh berkah Allah alam semesta. Selesai dari kitab Allahu alam.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Lebih baru Lebih lama