Aqidah
[aqidah][bsummary]
vehicles
[fiqih][bigposts]
business
[faraid][twocolumns]
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 60)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 3 Jumada Awwal 1443 Selasa bersamaan 07/12/2021 Masehi
Kita masih di muka surat enam puluh. Masih terkait dengan penulisan takdir. Rahimahullah wa aqi. dan para ulama bersepakat bahawasanya Allah Taala telah menakdirkan seluruh perbuatan para makhluk menyelisihi. orang-orang muktazilah. Tahir. Muktazilah banyak ulamanya. Tapi kenapa di sini Abu Hasan mengatakan ijmak? Jangan lupa bahawasanya telah menyatakan mereka bukan dari ulama. Maka. mereka tak terpandang. Apa penjelisian mereka tidak terpandang. Dalam masalah akidah ini. Dan menafir err berjemaah ajal ini. Meratakan seluruh ajal-jal mereka. Ini juga untuk. yang punya akidah ajal itu mungkin dibatalkan. Allah menakhirkan Allah tahu bahawasanya si polan akan mati tahun dua ribu dua puluh lima tahu-tahu dua ribu sembilan belas kena covid mati. itu dikatakan katanya. Dan ini akidah yang sesat. Jelas Allah tahu orang ini akan mati dengan apa dan tak mungkin. Tahu-tahu peristiwanya tidak seperti yang Allah tahu. Itu mustahil, jelas. Yang Allah tahu itu pasti. sarang.
Dan seluruh rezeki-rezeki mereka. Sebelum Allah menciptakan itu untuk mereka. Allah sudah tahu apa saja yang terjadi dan Allah sudah. itu dan Allah menetapkan seluruh apa yang akan terjadi dari mereka. sampai pada hari mereka dibangkitkan. Di antaranya adalah yang kita solat, kita duduk di majlis ilmu. Itu sudah ditulis. Maka kita bersyukur, Allah menulis kita duduk di majlis ilmu, duduk di enggak ada Fati. solat di masjid dan seterusnya. Ditakdirkan yang baik-baik. Allah telah menunjukkan tentang itu dengan firmannya. segala sesuatu yang mereka berbuat itu sudah ada di dalam zuhur iaitu dalam catatan-catatan segala yang kecil dan yang besar. itu sudah tertulis. Iaitu tertulis. Digariskan.. menggambarkan bahawasanya dia mengerja dia orang yang menentang para penentang dengan itu di dalam neraka jahanam ye. mereka akan diajak bicara oleh Allah dengan bukan perbicaraan pada hari di mana mereka diheret. neraka di atas wajah-wajah mereka. Nauzubillah. Dikatakan kepada mereka, seksa err rasakanlah sentuhan neraka yang apinya memang menyala-nyala gitu. Padahal termasuk orang saraf yang paling. sensitif itu, itu adalah di wajah dan di hujung-hujung jari. Ternyata mereka diheret di atas muka mereka. Tatkala mereka sombong, maka wajah mereka pun jadi kehinaan. rasa. Rasakanlah sentuhan neraka sabar sesungguhnya kami segala sesuatu kami ciptakan dia dengan takdir ini takdir tapi kenapa mereka kita. demikian. Ada sebabnya Allah tahu jiwa mereka memang memilih condong untuk menentang Allah. Maka sekalian dibantu dibantu untuk maksiat, ditolak kurma sarung limau ditolak setiap orang. kepada apa yang untuk itulah dia diciptakan.
Maka kita bersyukur kita kalau berbuat maksiat, banyak halangannya, kalau perbuat taat, selalu dimudahkan, kita bersyukur. Kalau yang terjadi sebaliknya, mata kita hendaknya khawatir. Dan mohon agar. diberi taufik dan taubat. Salah satu dari punya Abu Hassan Al-Ashari. Kitanya perlu sekali dicetak cantik dan ini isinya banyak sekali bantahan terhadap dan ini termasuk kitab yang beliau tulis setelah. ataupun tingkatan yang ketiga dalam masalah tingkatan iman pada takdir adalah tentang kehendak Allah. Ini juga bantahan terhadap. tingkatan yang ketiga ini telah ditunjukkan oleh kesepakatan para rasul. dari rasul pertama sampai yang terakhir dan telah ditunjukkan oleh seluruh kitab-kitab yang diturunkan. di sisi Allah. Ini dalil kedua, dalil pertama ijmak. Bukan ijmak ulama semata. Ijmak para rasul. Dan yang kedua adalah seluruh kitab suci demikian menyebutkan semuanya ada kehendak Allah. Dan yang ketiga. dan ketika adalah fitrah yang mana Allah menciptakan para makhluknya di atas fitrah tadi. Yakin semuanya di bawah kehendak Allah. Maka kita bilang insya-Allah dan seterusnya itu. dan dalil yang keempat adalah dalil-dalil akal menunjukkan itu. Segalanya itu sudah ada kehendak Allah, alangkah seringnya kita menghendaki sesuatu, tahu-tahu tak berlaku ternyata kehendak Allah lah yang berlaku. dan pandangan mata sering kita melihat situasi melihat suatu perkara orangnya sudah pandai sudah era di dalam apa yang memandu tahu-tahu accident juga menunjukkan. bahawasanya keinginan kita itu terbatasi oleh keinginan zat yang Maha Perkasa. Tidak ada di alam semesta ini. yang mewajibkan dan menuntut kecuali kehendak Allah semata. Yang lain-lain walaupun punya kehendak sering kali tidak terjadi. Ternyata yang selalu terjadi adalah kehendak Allah.. maka apa pun yang dia kehendaki itulah yang terjadi. Dan apa yang dia, yang tidak dia kehendaki, tidak terjadi. Lagi inilah keungguman. yang mana tauhid tidak tegak kecuali dengan ini. Kerana ini bahagian dari tauhid. Sebagai apa? Pengaturan dari Allah Taala. Apa yang Allah kendalikan itu bererti di bawah kehendakian. dan kaum Muslimin dari yang pertama sampai yang terakhir bersepakat bahawasanya. yang Allah kehendaki pasti terjadi. Dan apa pun yang tidak dia kehendaki tidak akan terjadi. Apakala kita meyakini itu, tawakal kita adalah pada Allah. Makanya tauhid rububiyah, itu mewajibkan kita untuk. masuk ke tauhid uluhiyah. Tawakal ni hanya pada Allah kerana kehendak di tangan dia semua. Istilahnya ya. Kehendak ada pada Allah Taala. Kata Imam Ibnu Qayyim. yang menyelisihi mereka adalah orang yang tidak termasuk dari mereka. Isyarak ini sudah bukan Muslim lelaki.
Di dalam pembahasan ini walaupun beliau tentunya tidak terang-terangan mengkafirkan muktazilah. cuma dalam bahagian ini orang itu bukan termasuk dari kaum muslimin. Cara berfikirnya dan keyakinannya walaupun dia masih termasuk Muslimin di tempat yang lain selama masih mengucapkan. semacam itu tidak sampai melakukan pembatal keislaman maka masih termasuk muslimin. Tapi dia sudah dengan yang bukan muslimin aa. maka mereka memperbolehkan, meyakini boleh terjadi bahawasanya di alam semesta ini ada yang terjadi yang tidak Allah kehendaki dan ini sebenarnya menghina rubu yang. dan mereka mengatakan mungkin saja Allah menghendaki sesuatu tapi sesuatu itu tidak terjadi. Ini juga menghina Rupiyah Allah. Allah ingin. itu ternyata ada makhluk yang mampu untuk memberontak kehendak Allah. Ini kehendak yang dalam erti yang err kehendak tauni yang dia tolong syariah, Allah cuma memerintahkan dan menginginkan tetapi tidak sampai memaksa. Adapun. takdir memang itu polanya adalah tak mungkin kita menghindar dari takdir. Tapi untuk keyakinan muktazilah ada orang-orang yang mampu untuk melepaskan diri dari takdir Allah dan ini menghina rubuyah Allah sebenarnya. yang benar semuanya dibawakan dari Allah bahkan nafas kita itu di bawah kendali Allah kemudian disebutkan di sini. malaikat dan orang ini menyelisih para rasul seluruhnya kamu siapa? Aa inilah yang menjadi masalah telah disebutkan di dalam biografi aa itu. yang muktaziri itu. Ketika dia berceramah. Bau-bau biras atau dia ini kahwin dengan saudarinya si Ammar bin Ubair. mengatakan saya tidak yakin kalau pun sekarang masih ada nabi, ada yang lebih fasih dari engkau ini melampau sekali. Dia banyak Wasi bin Atuk engkau anggap sebagai nabi tapi ini muktazilah memang seperti itu. dari mereka seluruh para nabi dan seluruh pengikut nabi titik dua dengan iaitu meniajakan kehendak. secara total. Dia tidak menetapkan untuk Allah subhanahu wa taala kehendakkan pilihan. yang dengan kehendak itulah Allah menciptakan para makhluk. Jadi mereka memperbolehkan Allah mencipta tapi tak boleh punya kehendak. Ini kau kena teksi tentunya. Di mana mencetak tanpa punya kehendak memangnya engkau. mampu memperlakukan sesuatu tapi tidak punya keinginan nauzubillah.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Labels:
2 Purnama
Related Posts
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 60)
Reviewed by Malik alFaruq
on
Oktober 10, 2022
Rating: 5
Reviewed by Malik alFaruq
on
Oktober 10, 2022
Rating: 5
Katalog
[socialcounter]
[facebook][#][230,000]
[twitter][#][230,000]
[youtube][#][230,000]
[rss][#][230,000]
[linkedin][#][230,000]
[instagram][#][230,000]



