Header Ads

Kajian Tafsir Quran (4 kelompok besar)

Kuliah Tafsir Al Quran
🎙Asy-Syaikh Abu Fairuz bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy


Kuliyah Tafsir al Qur'an:
Tarikh :
28 Zulkaedah, 1442 Hijriyah, Khamis, bersamaan 08/07/2021 Masehi

Abul Aliyah dan Qotadah, ayat ini turun tentang Yahudi yang buat-buat yang bukan dari Allah dan menyelisihi ajaran Nabi Ibrahim.

Yang dekat dengan Ibrahim adalah nabi Muhammad  dan orang yang mengikutinya dengn baik.

4 kelompok besar yang mengaku ikut Ibrahim pada masa itu :
Yahudi
Nasrani 
Musyrikin
Pengikut nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. 
Nabi Muhammad betul-betul sama dengan Nabi Ibrahim.
Wajah nabi sama dengan wajah Ibrahim.

Ibrahim di kasi kegemberiaan yaitu Ishaq dan Ya'kub menjadi nabi.

Ya'kub sudah ada di masa Ibrahim. Dia membangun Baitul Maqdis.

Jarak antara Sulaiman, membangun Baitul Maqdis, dengan Yaqub sangat jauh sekali.

Berkenaan kiblat, Semua kiblat menghala ke Kaabah.

Tarikh :
01 Zulhijjah, 1442 Hijriyah, Ahad, bersamaan 11/07/2021 Masehi

Ringkasan
Berbuat baiklah didalam masa kehidupan ini. Kerana kita tak tahu, bila kita mati agar Allah memberikan kematian kebaikan dia. Seseorang akan di matikankan sesuai dengan kebiasaan dia.

Menjadikan kebiasaannya terus berlangsung.  Barangsiapa menghendaki kebaikan, Allah akan memberikan taufik untuk mengerjakan kebaikan tadi dan dia akan dimudahkan.

Sesungguhnya seseorang beramal dengan amalam syurga, lalu dia didahului oleh catatan taqdirnya, dia beramal.dengan amalan penduduk neraka, kemudian dia masuk neraka.

Sesungguhnya seseorang beramal dengan amalam neraka, lalu dia didahului oleh catatan taqdirnya, dia beramal.dengan amalan penduduk syurga, kemudian dia masuk syurga.

Zahirnya amalan syurga, tetapi Allah tahu isi hatinya, begitu juga sebaliknya.
Sesuai bagi yang nampak.oleh orang-orang.

Orang-orang tidak tahu amalan yang baik itu apa.

Kembalinya kepada kesungguhan usaha dan tekadnya didalam hati.

 فاما من وسيجن بها الذي

Kita dilarang bersandar kepada akhir hayat.

Transkrip

بسم الله الرحمن الرحيم 
Kita lanjutkan pembacaan tafsir Ibnu Katsir rahimahullahu taala tentang wasiat Nabi Ibrahim dan juga setelah itu wasiat Nabi Yakub عليه الصلاة والسلام . 

Dan firman Allah taala, menukilkan ucapan Ya'kub, "Wahai anak-anakku, Sesungguhnya Allah telah memilihkan untuk kalian agama ini, yaitu yang sudah disepakati di dalam pikiran mereka yang selama ini sudah mereka peluk, dipeluk oleh nabi dan orang-orang yang mengikuti beliau. 

Kalau di masa itu Nabi Yakub dan yang mengikuti beliau, agama ini. 

Maka jangan sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan kalian adalah kaum muslimin. 

Berarti inilah agama yang terpandang.. maknanya adalah احسن yaitu berbuat baiklah di dalam masa kehidupan ini. Sepanjang kalian masih hidup teruslah berbuat ihsan, berbuat kebajikan. 

Dan tekunlah, tekunilah kebaikan ini tadi terus menerus melakukan. Itu karena kita tak tahu bila kita mati. Agar Allah memberikan kalian kematian di atas kebaikan tadi.

Tentunya bukan maksudnya agar Allah memberikan kepada kalian kematian tapi apa? Kematian yang diikat, yaitu kematian di atas kebaikan tadi. 

Karena sesungguhnya seseorang itu biasanya akan mati di atas kebiasaan dia, di atas tradisi dia. Dan dia akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan matinya dia. 

Seperti yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. di dalam al Jawabul Kaafi, ada seseorang yang sepanjang hidupnya, dia sibuk mengemis, meminta-minta. Ketika menjelang kematian Ibnul Qayyim diminta untuk datang membantu talqin, lalu beliau memerintahkan orang itu untuk mengucapkan lailahaillallah, ternyata orang itu mengatakan filais, fulais, yaitu apa? Uang kecil, uang kecil karena sepanjang hidupnya, pikirannya ke situ, Akibatnya matinya pun di atas ucapan yang seperti itu. 

Kemudian disebutkan di sini, dan beberapa contoh disebutkan, juga yang lain di situ. 

Dan Allah yang Maha Mulia, Mahadermawan, ada beberapa makna كريم telah memperjalankan tradisinya, menjadikan kebiasaannya terus berlangsung, apa kebiasaan Allah taala? Barang siapa menginginkan. kebaikan dia akan diberi taufik menjalankan kebaikan tadi. 
Ini menunjukkan pentingnya selalu memperbaiki keinginan hati, memperbaiki niat. Tidak semua amalan kita mampu melakukannya, tapi terus menerus memiliki niat yang baik, semoga Allah memberikan taufik untuk menjalankan kebaikan tadi, mencapai kebaikan itu. 

Dan dia akan dimudahkan, يسر ييسر , berarti ini kalau ya'nya bukan ya' mudaro'ah dia asli yaitu apa? Foil madhi yang mughayyarus sighoh, berarti يسر, berarti yussaru alaih

Barang siapa meniatkan amal saleh. dia akan dikukuhkan di atasnya. 

Dan ini tidak bertentangan dengan riwayat yang datang di dalam Hadis sahih, 
((Sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar mengamalkan amalan penduduk surga, sehingga tidak ada jarak antara dia dengan surga kecuali sedepa atau sehasta. Lalu dia di dahului atau di kalahkan oleh catatan amalan dia.))

Boleh jadi kitab catatan amalan atau mungkin saja adalah catatan takdir dan amalan bagian dari takdir.

(( lalu dia mengerjakan amalan penduduk neraka selanjutnya dia masuk ke dalam neraka.))

ternyata akhir hayatnya di atas perkara tadi nauzubillah. 

((dan sesungguhnya ada seseorang yang mengerjakan amalan penduduk neraka sehingga tidak ada jarak antara dia dengan neraka kecuali sedepa atau sehasta. Lalu dia didahului atau dikalahkan oleh catatan amalannya atau catatan takdirnya. Kemudian dia mengamalkan amalan penduduk surga, selanjutnya dia masuk ke dalam surga))

Baik hadis ini tidaklah bertentangan dengan penjelasan yang di atas yang diambil dari dalil-dalil yang lain  karena telah datang di sebagian riwayat hadis ini, dia mengerjakan amalan penduduk surga setakat sebatas apa yang nampak bagi orang-orang. 

Jadi satu hadis dijelaskan oleh hadis yang lain, keumuman suatu hadis dikhususkan dengan hadis yang lain,. Bukan betul-betul dia melakukan amalan penduduk surga yang diridhai oleh Allah, tapi ternyata zahirnya saja amalan penduduk surga, zahirnya saleh, tapi ternyata Allah tahu isi hatinya buruk, Allah tahu disebalik itu dia suka berkhianat, naudzubillah.

Thayyib, yang lain dia mengerjakan amalan penduduk neraka sebatas setakat apa yang nampak bagi orang-orang. 

Orang-orang melihat zahirnya dia mengerjakan amalan penduduk neraka, padahal Allah tahu niat dia bukan itu, atau Allah tahu niat dia, dia ingin baik cuma dia belum tahu jalannya. 

Tapi kenapa mengerjakan amal. penduduk neraka. Karena apa? Sudah terlanjur, terbiasa. Mungkin melihat di televisi atau melihat di masyarakat seperti itu. Jelas masyarakat walaupun mereka suka judi, mereka sendiri tahu judi itu buruk, judi itu amalan penduduk neraka. Ya ketika lingkungan seperti itu, boleh jadi ada anak yang tumbuh di atas amalan itu, padahal anak itu suka kebenaran cuma dia tak tahu bagaimana cara mencari kebenaran. 

Dan ini bukan dalil untuk mendukung orang-orang yang sengaja berbuat maksiat, yang penting niatnya baik, tak ada macam itu. Allah tahu siapa yang sudah terlanjur berjalan di atas jalan yang, orang-orang lihat itu jalan keliru tapi Allah tahu isi hatinya, dia ingin cari kebaikan cuma belum tahu saja.

Terutama di masa-masa sekarang, yang mana ilmu sudah semakin berkurang,bulama semakin  semakin berkurang. Masyarakat sudah banyak yang tidak  tahu jalan yang benar, sehingga dimaklumi kalau yang orang-orang jadi tidak tahu jalan yang benar itu seperti apa.

Baik, tetapi niat yang baik dan keinginan yang tulus dan serta usaha yang sungguh mencari kebenaran,  itu akan sangat berpengaruh untuk Allah taala membantu dia memberikan taufik kepada dia. Menjelang kematian dirubah. Jadi bukan sampai mati zahir amalannya buruk tapi niatnya baik bukan itu. Menjelang kematian, dia diberi taufik untuk tahu kebenaran lalu merubah itu. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadis itu. Hadis apa? Yang menjelaskan ini adalah, eh disebutkan enggak di dalam catatan kakinya di sini. Tak disebutkan ya. Dia di sahih Bukhari dan Muslim cuma ana terlupakan hadisnya siapa tentang ini. Sesuai dengan yang nampak bagi orang-orang. 

Cuma apa? Menjelang kematian dia mendapatkan taufik untuk melakukan apa yang, yang betul. 

Atau sebaliknya zahirnya baik. Tapi apa niatnya buruk. Ah menjelang kematian. dinampakkan keburukan tadi dan betul-betul dia menampakkan amalan buruk di hadapan orang-orang akhirnya masuk neraka. 

Intinya apa? Kata Imam Ibnu Katsir kembalinya kepada kesungguhan usaha dan tekad yang bagus di dalam hati. Tekad yang bagus dan dia berusaha mencari yang betul atau sebaliknya, zahir nampak amalannya baik tapi niatnya buruk, maksudnya buruk, akhirnya keburukan itu betul-betul muncul pada zohir dia sebelum mati. 

Kemudian kata beliau di sini, Allah taala telah berfirman 

Adapun orang yang memberi, dan ini adalah amalan zohir memberi, memberi sedekah ini, memberi bantuan itu, memberi kebaikan ini dan itu, dan dia bertakwa. 

Ketakwaan, itu gabungan dari amalan dan batin. Hatinya bertakwa, fisikalnya juga bertakwa. 

Dan dia membenarkan pahala terbaik. Ini amalan hati. Ah, ketika sudah ada kesesuaian antara zahir dan batin di dalam kebaikan, maka,

Kami akan memudahkan dia kepada jalan yang mudah.

Mudah untuk masuk surga karena di surga segalanya serba mudah, serba senang. Tak perlu kerja, dapat rezeki, duduk-duduk, tahu-tahu makanan datang dilayan oleh malaikat ataupun pelayan-pelayan yang lain. 

Inilah yusro, kata para mufassirin. 

Sebaliknya, adapun orang yang bakhil, yang dia yaitu kedekut, pelit dari mengamalkan kebaikan-kebaikan  dari memberikan kebajikan-kebajikan, ini amalan zahir. 

Dan dia merasa tidak perlu pada Allah. Ini amalan batin. Walaupun إستغن terkadang juga akan nampak dari zahirnya. 

Dan dia mendustakan pahala terbaik yaitu surga. Ini amalan batin, biasanya. Walaupun tetap akan nampak dari zahirnya nanti. Ah ketika sudah ada kesesuaian antara zahir dan batin di dalam keburukan, hasilnya 

Kami akan mudahkan dia untuk masuk ke kehidupan yang sulit, yang susah yaitu neraka, karena kehidupan di neraka serba susah. Makanannya buruk, minumannya buruk, udaranya juga buruk. Penuh dengan asap. Fan juga apa? Yempat tidurnya juga buruk. Segalanya serba buruk bahkan perjalanannya perjalanannya juga buruk.

Aku akan paksa dia untuk selalu mendaki di dalam neraka itu. Nauzubillah gimana mendaki gunung api. Serba susah kehidupan neraka.

Ini adalah gambaran menjelang kematian, yaitu ketika sudah hati dan zohirnya sesuai dalam kebaikan dia akan masuk syurga. Kalau zahir dan batinnya sudah saling sesuai di dalam kebatilan maka dia masuk neraka.

Jadi semua hadis ini tidak bertentangan, bahkan sudah saling sesuai. 

Intinya menjelang kematian harus dibaiki. Bagaimana agar menjelang. yang itu dia baik? Berarti usahakan sepanjang hidupnya dia baik. Cuma ada orang-orang tertentu dan ini terkadang, kata Ibnu Katsir tadi  terkadang ada orang yang sepanjang hidupnya nampak buruk cuma Allah tahu isi hatinya, dia ingin mencari kebenaran cuma belum tahu saja. 

Ah nanti menjelang kematian dia diberi taufik untuk mengetahui mana yang benar mungkin apa dia terus belajar baru baru kemudian tahu seperti sebagian ahli kalam yang menjelang kematian baru dia tahu yang benar, kemudian menampakkan kejujurannya, dia bertaubat. Bukan sombong di atas, di atas ilmunya selama ini, tapi dia bertobat, mengumumkan tobatnya atau menulis buku menjelang kematian dan dia, ah di situlah sesuai antara zahir dan batinnya. Batinnya ingin mencari kebenaran dan sudah berusaha cari kebenaran, menjelang kematian kemudian dia betul-betul menjalankan kebenaran itu, akhirnya dia dapat taufik, mati di atas kebenaran itu. Tapi ini jarang.

Adapun yang sering terjadi seperti yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir di sini, yaitu yang dominan adalah kalau dia biasa melakukan suatu amalan, nanti menjelang kematian memang amalan itulah yang mendominasi dia  lalu mati di atas itu

Makanya kita dilarang untuk bersandar kepada akhir hayat karena kita tak tahu akhir hayat kita seperti apa. 

Berarti apa yang wajib dijalankan? Seperti yang dijelaskan dalam tafsir ini, yaitu sepanjang hidupnya terus-menerus menjalankan amal kebajikan, amal-amal saleh yang makruf dalam Islam, sehingga mati di. atas keislaman tadi

Sumber Channel Telegram: tafsirquran_abufairuz
Diberdayakan oleh Blogger.