Kajian Tafsir Quran (Pembahasan ayat 139)
Kuliah Tafsir Al Quran
Kuliyah Tafsir al Qur'an:
Tarikh : 9 Muharram, 1443 Hijriyah, Selasa, bersamaan 17/08/2021 Masehi
Allah berfirman di dalam ayat yang mulia ini, yaitu di akhir ayat 139,
Dan kami hanya memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, kepada Allah.
yaitu kami berlepas diri dari kalian sebagaimana kalian berlepas diri dari kami dan kami hanya mengikhlaskan kepada Allah semata, yaitu di dalam peribadatan dan penghadapan jiwa.
Jiwa kami hanya kami arahkan kepada Allah taala, kami hadapkan kepada Allah.
Kemudian Allah taala mengingkari mereka, mengingkari para ahli kitab di dalam dakwaan mereka bahwasanya Ibrahim, dan orang-orang yang disebutkan setelah beliau dari kalangan para nabi dan as. bahwasanya mereka itu ada di atas agama-agama ahli kitab. boleh jadi Yahudi atau boleh jadi adalah Nasraniah.
Lalu Allah berfirman katakan kepada mereka wahai Rasulullah apakah kalian yang lebih tahu atau. kah Allah? Yakni yaitu maknanya adalah bahkan Allah lebih tahu. Ini adalah apa? Soal takriri sebagaimana yang telah kita. maka jawabannya berupa takrir yaitu penetapan bahkan memang Allah-lah yang lebih tahu dan Allah telah mengkabarkan bahwa sa. mereka itu para nabi-nabi tadi bukan Yahudi dan bukan Nasoro sebagaimana firman Allah taala Nasrani. Ibrahim itu bukan Yahudi dan bukan pula Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus dan muslim, dan dia bukan termasuk dari kaum musyrikin.. Jelas dari sisi mereka adalah Bani Israil, tetapi dari sisi akidah, dari sisi agama mereka adalah. yaitu para nabi-nabi tadi dan mereka kalaupun dikatakan Yahudi maksudnya adalah Yahudi yang diinginkan oleh Nabi Musa, ketika Nabi Musa menga. katakan ah dari sinilah diambil istilah Yahudi. Jelas bukan Yahudi yang sekarang ya. Musyrikun yang rusak yang jahat itu. Tapi Yahudi yang diinginkan oleh Nabi Musa. yaitu rajin bertaubat kepada Allah dan mengikuti jalan Allah. Inilah makna yang kemudian Allah taala berfirman. yang dengan Taurat itulah para nabi yang Islam itu mereka menegakkan hukum di hadapan orang-orang Yahudi. Oh iya. Kemudian. disebutkan di sini selesaikan pembacaan ayat tersebut dan ayat yang setelahnya. Kemudian. dan firman Allah taala setelah itu dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan persaksian dari Allah di sisi dirinya. Al-Hasan al-Bashri mengatakan dulu mereka itu yaitu para ahli. membaca di dalam kitabullah yang Allah berikan kepada mereka sesungguhnya agama yang besar mmm agama yang benar di sisi Allah adalah Islam. Ini adalah salah cetak kurang. untuk yang cetakan ini.
Dan sesungguhnya Muhammad adalah utus. di dalam kitab suci yang lain ternyata sudah ada penetapan itu. Nasraniah dan juga dalam kitab suci yang terdahulu sudah ada kalimat sesungguhnya Ibrahim, Ismail Ishaq, Yaqub dan Asbato, mereka itu adalah or me mereka itu berlepas. diri dari agama Yahudiyah dan Nasraniah maka Allah bersaksi tentang itu sampai Allah abadikan dalam kitab suci terdahulu. mereka mengakui itu terhadap diri mereka sendiri karena Allah.. Kemudian mereka orang-orang yang membaca kitab suci tadi, mereka menyembunyikan persaksian Allah tadi di sisi mereka dari apa yang disebutkan dalam kitab suci tadi, ayatnya disembunyikan. Baik. adalah pengkhianatan. Bagaimana Al-Hasan al-Bashri tahu? Jelas tahu, beliau bukan orang Arab. Makanya sebagian ulama yang terpesongkan pada mmm yaitu apa tergelincir dalam masalah mmm. berontakan ketika dikasih nasihat oleh untuk jangan melakukan pemberontakan terhadap pemerintah, jangan, melakukan pembangkangan, maka beliau diejek. Wahai wahai orang yang non-Arab. memang bukan orang Arab, tapi apa? Makruh beliau dari Irak dan di Irak bukan mustahil banyak kitab-kitab suci terdahulu, ah beliau tahu itu. Ternyata memang. Ada persaksian tentang Nabi Muhammad dan bahwasanya semua Nabi adalah muslimun, bukan Yahudi, bukan Nasrani.. firman Allah taala dan sama sekali Allah tidak lalai dari apa yang kalian perbuat bukan tapi ini menunjukkan apa. banya adalah sebagai ini menunjukkan apa betul-betul menetap dengan apa? Pola jumlah ismiyah ini lebih kuat daripada jumlah fi'liyah. Maka mengandung. apa? Ayat ini mengandungi ancaman dan ugutan yang keras.. ayat ini adalah ilmu Allah meliputi kalian. Ini menunjukkan bahwasanya penafian dalam Quran itu bukan penafian mahad, bukan semata-mata peniadaan total, tetapi ada makna. kalau Allah tidak lalai dari amalan kalian berarti maknanya apa? Ilmu Allah meliputi amalan kalian dan tidak berhenti sampai di situ Allah juga ingin menetapkan konsekuensinya. dan Allah akan membalasi kalian berdasarkan ilmu Allah tentang amalan kalian tadi atau alay kembali ke yang terdekat yaitu amalan kalian. Allah akan membalasi kalian. Sesuai dengan amalan kalian yang dia ketahui itu.
Kemudian Allah taala berfirman mereka. itu adalah umat yang telah berlalu. Mereka itu siapa? Yaitu para nabi-nabi yang terdahulu. Mereka akan mendapatkan apa yang mereka usahakan. dan kalian akan mendapatkan apa yang kalian kerjakan, kalian ini siapa? Yaitu ahli kitab yang diajak bicara oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Air. yaitu mereka akan mendapatkan hasil amalan mereka dan kalian akan mendapatkan hasil dari perbuatan kalian. Dan kalian tidak akan ditanya. apa yang dulu mereka perbuat dan tidak bermanfaat bagi kalian, tidak berguna bagi kalian, penisbatan diri kalian. pada mereka sekedar nasab itu tidak akan membantu apa-apa di sisi Allah taala. Bahkan dalam Quran Allah berfirman nanti di hari kiamat hubungan-hubungan itu putus..
Maka yang bermanfaat adalah iman dan amalan masing-masing orang. Nah setelah itu Allah mengizinkan para pemberi syafaat untuk memberikan syafaat yang penting apa? Iman itu ada kalau kafir tak dapat syafaat. tanpa kalian mau mengikuti mereka. Sekedar menisbahkan diri tapi ikut agama para nabi takmau. Lalu apa manfaatnya, takada gunanya? Istri. Nabi saja ternyata masuk neraka tatkala istrinya tersebut tidak mau masuk Islam. Walaupun Nabi ternyata tak mampu melindungi istrinya. Tatkala istrinya tidak mau ikut eh si nabi tersebut. Hud, yaitu siapa? Nabi Nuh dan Nabi Luth. Jangan kalian terperdaya dengan semata-mata penisbatan, yaitu. ada hubungan nasab antara kalian dengan mereka sehingga kalian semisal dengan mereka yaitu mau masuk Islam, mau tunduk patuh pada Allah. kalian tunduk patuh kepada perintah-perintah Allah dan mengikuti para rasul-Nya yang mereka diutuskan. sebagai para pembawa kabar gembira dan pembawa peringatan karena sesungguhnya barang siapa mengingkari. Nabi berarti dia telah mengingkari seluruh rasul dan nabi-nabi yang lain semuanya.. terutama lagi secara khususnya adalah orang yang mengingkari pemimpin para nabi, maka ini parah sekali tentunya. Nauzubillah. Yang diingkari oleh Yahudi dan Nasrani siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi. tentunya ini betul-betul akan celaka kalian kalau seperti itu dan penutup para rasul ya. beliau ini juga adalah utusan kepada seluruh manusia dan jin dari semua orang-orang yang terbebani syariat bukan hanya satu kaum saja tapi betul-betul semuanya yang di seluruh dunia. ini. Semoga selawat dan salam Allah tercurah pada beliau. Dan kepada seluruh nabi Allah semuanya. Baik, selesai tafsir. Ibnu Katsir tentang rangkaian ayat ini walaupun dialognya ini adalah ditujukan kepada Yahudi yang ada di Madinah tapi juga berlaku kepada orang-orang Nasoro yang di Najhon dan juga bahkan semuanya dan Allah. ketika nasihat ini Anda dapat kaum muslimin juga mengambil pelajaran semata-mata menisbahkan diri kepada nabi oh kami keturunan nabi, kami adalah habib, itu tidak ada gunanya atau kami adalah keturunan nabi, kami adalah. para itu tidak ada gunanya kalau prakteknya tidak mau ikut ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
Powered by Todorant
Sumber Channel Telegram: tafsirquran_abufairuz






























