Header Ads

Kajian Tafsir Quran (perpindahan kiblat) #lanjutan

Kuliah Tafsir Al Quran
🎙Asy-Syaikh Abu Fairuz bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy


Kuliyah Tafsir al Qur'an:

Tarikh : 30 Muharram, 1443 Hijriyah, Selasa, bersamaan 07/09/2021 Masehi

Masih kisah perpindahan Kiblah.

Qiyas awlawi.

Tadabbur, ambil pelajaran

kita masih membahas tentang dan seterusnya itu. yaitu apa? Penukilan tentang masalah bahwasanya setiap kali turun syariat ada orang yang mmm. Itu tercabar ada yang beriman dan ada yang berpaling ke belakang.. menukilkan ayat Fushilat, ayat dalam Fushilat. Yaitu firman Allah taala, katakanlah wahai Rasulullah dia ini yaitu Alquran. akan menjadi hidayah dan obat bagi orang-orang yang beriman. Adapun orang-orang yang tidak beriman maka di telinga-telinga mereka itu ada penyumbatnya dan. Alquran menjadi kebutaan untuk mereka. Dengan turunnya Alquran, turunnya ayat-ayat, maka terpisahkan antara orang mukmin dan orang kafir. Orang yang mengambil faedah dan orang yang tidak mendapatkan ke. apa pun.. Dan kami turunkan Alquran itu yang mana dia ini minya kata Imam Ibnul Qayim eh yaitu apa? Yaitu jenis Alquran. Kami turunkan jenis Alquran yang. dia itu adalah obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Alquran tidak menambahi orang-orang yang zalim kecuali kerugian. Maka selama kita setiap kali membaca Quran. mengambil faedah darinya, mengambil hidayah, mengambil rahmat, mendapatkan obat, maka kita wajib bersyukur, ini taufik dari Allah. Karena banyak orang yang membaca Quran seakan-akan hasilnya tidak ada karena tidak menda. karena di hatinya ada kebutaan, ada penyimpangan dan sebagainya. Kemudian Ibnu Katsir mengatakan sallallahu alaihi wasallam. Maka dari itu, orang yang tetap kukuh di atas pembenaran kepada rasul sallallahu alaihi wasallam dan mengikuti beliau di dalam peristiwa itu ketika. ada perintah untuk pemindahan kiblat, pemindahan arah ibadah, arah kiblat dan dia menghala ke mana pun Allah memerintahkannya. menghadap ke mana pun sesuai perintah Allah tanpa ada keraguan dan tanpa ada kebimbangan maka dia itu termasuk dari pemimpin para. sahabat ini peristiwa di zaman rasul tayib ada yang nauzubillah mmm munafik yang mengejek mereka ada juga memang orang kafir, orang Yahudi yang marah-marah dan seterusnya yang setia. pada nabi mereka adalah para sahabat yang mulia.. sebagian ulama berpendapat bahwasanya ya lebih dulu dan pertama-tama masuk Islam dari kalangan muhajirin Ansor mereka adalah orang yang salat kedua kiblat. pernah mengalami masa salat ke Baitul Maqdis kemudian mengalami masa salat ke Ka'bah. Tapi tentunya ini bukan pendapat yang terkuat. Yang terkuat pemisahannya adalah pada waktu. Perjanjian Hudaibiyah yang sebelum itu dikatakan yang setelah Hudaibiyah seperti siapa? Amr Ibnul Ash dan Khalid, Ibnul Walid dan banyak sahabat yang lain, mereka tidak dikatakan. Al-Bukhari dalam tafsir ayat ini karena di dalam Sahih Bukhari ada Kitabul Tafsir nantinya banyak sekali. beliau menyebutkan riwayat-riwayat untuk ayat-ayat tertentu sana Yahya, Yahya bin Said. Al-Qatan, Yahya, walaupun beliau penelitiannya sangat tinggi, sangat hebat, beliau memuji muridnya, bahkan mengatakan seandainya kami tidak sibuk, kami akan mendatangi engkau, menyampaikan hadis di rumahmu. Walaupun. Asalnya murid itu datang tapi untuk memuliakan murid Yahya bin Said Al Qaththan sampai mengatakan seperti itu. Saya siap datang ke rumahmu untuk menyampaikan hadis, tahu quality muridnya yang ini. An Sufyan, Sufyan Ats Tsauri, Yaib bin Sa'id al-Fat. ini termasuk apa? Termasuk murid Ibnu Umar yang terbaik walaupun bukan secara mutlak tentunya.. Ali bin Umar radhiyallahu anhuma berarti apa sanadnya makruf seperti matahari. Tatkala orang-orang sedang salat di masjid. Berarti apa? Ini menunjukkan beritanya belum sampai ke mereka kecuali di waktu itu padahal telah kita lewati wahyu sudah turun di Masjid Nabawi pada waktu apa? Mmm ketika nabi sedang salat. di Masjid Nabawi ketika mereka waktu itu salat zuhur ternyata di Bani Amr bin Auf mereka agak lambat informasinya untuk sampai ke sana di masjid Quba. Tiba-tiba saja ketika itu datanglah seorang lelaki seraya mengatakan telah diturunkan kepada nabi sallallahu alaihi wasallam suatu. yaitu apa? Suatu ayat beliau telah diperintahkan untuk menghadap ke arah Kakbah. Maka hendaknya kalian. menghadap ke Kabah untuk riwayat amr yang lain riwayatnya adalah eh yaitu apa hendaknya kalian menghadap ke Kakbah untuk riwayat amr kalau riwayat bukan biru. maka mereka pun menghadap ke arah Kakbah. Berarti apa? Berbalik seratus dua eh seratus delapan puluh derajat. Karena memang posisinya seperti itu.. Imam Muslim meriwayatkan dari sanad yang lain, wajah artinya salat. Ali bin Umar ujungnya sampai ke Ibnu Umar juga. At-Tirmidzi. riwayatkan dari sanad ke Sufyan Ats Tsauri dan dalam riwayat Tirmidzi ada tambahan cerita mereka ketika itu sedang rukuk. lalu mereka berpusing, berputar sebagaimana keadaan mereka yaitu dalam keadaan tetap rukuk, berputar menghadap ke Ka'bah berarti apa? Yang laki-laki maju ke depan agar ada tempat di. mereka untuk para wanita. Yang wanita juga apa? Maju ke depan. Ini keadaan darurat tentunya perlu berjalan walaupun di dalam salat. Dalam keadaan mereka rukuk.. ya wanita ber, berputar ke belakang lalu apa? Berjalan ke depan tentunya. Demikianlah diriwayatkan oleh ib dan demikian diriwayatkan oleh Imam Muslim. dan beliau memang apa. dari Anas seperti itu juga. Berarti datang dari dua sahabat sekarang. Tadi Ibnu Umar sekarang Anas disebutkan dalam catatan kaki ini juga batal. diriwayatkan oleh Al-Bukhari teman-teman kalau di catatan kaki di sini iya riwayat Bukhari dan ini menunjukkan. Purnanya ketaatan mereka para sahabat. Kepada Allah dan rasul-Nya langsung tanpa ini tanpa itu langsung menjalankan apa yang diperintahkan.. patuhnya mereka kepada perintah-perintah Allah semoga Allah meridai mereka semua. Sementara orang munafik pun dan lain-lain, mereka marah-marah dan mengejek. Apa yang menyebabkan mereka berpaling dari kiblat mereka yang dulu ada di atasnya? Kemudian lafaz setelahnya. dan sama sekali Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian. Ini kabar gembira maksud. keimanan kalian di sini apa? Yaitu solat kalian ke Baitul Maqdis sebelum turunnya wahyu yang ini. Menunjukan amalan bagian dari iman. pahala salat tadi tidak akan hilang di sisi Allah. Kenapa? Karena mereka menjalankannya untuk taat kepada Allah tatkala perintah itu masih berlaku menghadap ke arah Baitul Maqdis.. dan dalam kitab sahih dari Hadis Abi Ishaq As-Safi'i sikoh beliau walaupun ada tajlis juga. ada sekelompok sahabat yang meninggal dunia sementara mereka dulu salat ke arah Baitulmaqdis yaitu belum sempat mengalami apa perpindahan ti. yaitu apa? Dalam Perang Uhud sebagaimana dalam riwayat yang lain dan ini menunjukkan pemindahan kiblat itu setelah, setelah apa? Peristiwa Uhud. Maka orang-orang bertanya. bagaimana keadaan mereka karena mereka salatnya ke arah kiblat yang tidak benar. Tidak benar dari sudut yang sekarang tapi tentunya benar karena waktu itu ikut perintah yang pertama. maka Allah taala menurunkan ayat dan sama sekali Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian. Ini menunjukkan besarnya perhatian Allah kepada. sahabat mereka menanyakan masalah itu lalu turun ayat memberikan kabar gembira Tirmidzi meriwayatkannya dari Ibnu Abbas dan beliau mensahihkan berarti. kita mendapatkan dua hadis untuk kabar gembira ini dari Al Bara bin Nazib Al Anshori dan Ibnu Abbas Al-kurasi disebutkan dalam catatan kaki untuk yang riwayat Tirmidzi ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari. Al-Bukhari dalam kitabsir, Tirmidzi juga dalam kitabut tafsir kemudian Ishaq Muhammad bin Ishaq Al Madani Haddasalni Muhammad Ibnu Abi Muhammad. dia adalah sama sekali Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian. Salat kalian ke kiblat yang pertama. Dan pembenaran kalian pada nabi kalian, kalian dulu membenarkan nabi untuk menghadap ke kiblat yang pertama. Tiga. disia-siakan dan juga kalian mengikuti nabi kepada kiblat yang lain, semuanya tidak disia-siakan. Yang penting apa? Ikut nabi.. yaitu Allah benar-benar akan Allah benar-benar akan memberikan kepada kalian pahala kedua. kalian itu semuanya salat ke arah kiblat pertama dan salat, salat yang berikutnya ke arah kiblat yang baru. Sesungguhnya Allah itu benar-benar. penuh belas kasihan dan sangat menyayangi umat manusia. Ini berarti apa? Bagian dari rahmat Allah, pahala tidak disia-siakan, Allah sangat baik. Manusia di sini siapa maksudnya? Yaitu orang-orang yang beriman. Tidak. marah-marah seperti yang disebutkan di dalam ayat sebelumnya. 

Makanya para ulama mengatakan mmm Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan manusia yang sebenarnya adalah kaum muslimin, orang kafir, Allah memper. mereka dengan hewan. Makanya tidak mendapatkan bagian yang disebutkan dalam ayat ini, manusia di sini adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Tentang ayat ini. yaitu Allah tidak. kan menyia-nyiakan Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan berpalingnya kalian bersama beliau, ke mana pun beliau berpaling. Jadi apa? Pelakunya tidak disia-siakan, ibadahnya juga tidak disiap. Siakan. Sesungguhnya Allah itu benar-benar penuh belas kasihan dan menyayangi umat manusia. Dalam kitab sahih. bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melihat, pernah melihat ada seorang wanita dari tawanan. Tayib sekarang pindah kepada keumuman ayat, tadi pembicara. tentang sebab turunnya ayat terkait dengan kiblat. Tatkala akhir ayat itu bersifat umum bahwasanya Allah memang sangat menyayangi dengan dalam syariat apa pun, syariat kiblat ataukah syariat yang lain-lain yang penting syariat Allah. Maka ini dibahas betul-betul Allah memang sangat penyayang. Di sini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melihat ada seorang wanita dari kalangan tawanan di cetakan ini. kalau cerita kalian ada tasbih enggak ya ataukah boleh jadi perlu tasbih di tempat ana tak ada tafsir Rasulullah. telah memisahkan di antara wanita ini dengan anaknya, tapi ini tentunya ada kejanggalan karena dalam riwayat, dalam Hadis-Hadis yang lain Rasulullah melarang memisahkan ibu dengan anaknya walaupun hamba sahaya, kalau dijual, jual sama-sama kalau. di kalau ditahan, tahan sama-sama boleh jadi yaitu apa? Ada sebagian sahabat yang memisahkan antara ibu dan anaknya. Itu lebih tepat daripada telah dipisahkan. ibu tadi dengan anaknya maka mulailah wanita ini setiap kali mendapatkan seorang bayi di antara tawaran-tawaran itu. dia mengambilnya lalu dia menempelkan anak itu ke dadanya dalam keadaan dia berkeli. berpusing-pusing mencari anaknya. Ya kalau kita lihat ayam saja, ayam yang jenis penyayang kalau anaknya hilang, anaknya diambil, dia akan sangat resah. Demikian pula titik pertahanan lihat dulu di masa kecil. kami dulu juga piara itik. Jelas dia resah ketika anaknya hilang, hewan-hewan punya gelas kasihan ke anaknya. Bagaimana dengan apa? Manusia yang belas kasihannya lebih sempurna. Jelas dia akan sedih hati. Tayib. Makanya Rasulullah melarang. antara ibu dengan anaknya walaupun itu adalah hamba sahaya boleh dijual tapi jual sama-sama atau ditahan sama-sama tatkala dia mendapatkan bayinya kembali. dia memeluk anak itu ke dalam dirinya yaitu memeluk. 

Lalu memasukkan puting susunya ke mulut anak ini untuk disusukan.. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam paras Rasulullah bertanya kepada para sahabat, apakah kalian memandang wanita ini akan melemparkan anaknya ke. padahal wanita ini mampu untuk tidak melemparkan anaknya ke dalam api bukan darurat, darurat mungkin pembahasannya lain misalkan tapi secara umum apakah kalian menyangka. wanita ini akan rela melemparkan anaknya ke dalam api para sahabat menyatakan tidak wahai Rasulullah. maka demi Allah, benar-benar Allah itu lebih menyayangi para hamba-Nya daripada wanita ini kepada anaknya. Ini qiyas kalau wanita saja seperti itu, apalagi Allah. dia lebih penyayang lagi daripada seorang wanita kepada anaknya. Dan hadis datang dari beberapa riwayat. Kalau ini dalam catatan kaki dibahas enggak iya dari hadis Umar Ibnul Khattab riwayat Bukhari dan. dan ini termasuk surat Imam Ahmad di dalam surat Imam Ahmad disebutkan hadis ini dan ini menunjukkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajari kita untuk tadabbur untuk mempelajari dan merenungkan keadaan sehari-hari. jangan cuma oh ini pemandangan biasa atau apa tah ambil pelajaran di balik itu dengan ini kita mengenal betapa besarnya rahmat Allah kepada para hamba-Nya

Powered by Todorant

Sumber Channel Telegram: tafsirquran_abufairuz
Diberdayakan oleh Blogger.