Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abdan berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Aisyah berkata,: "Adalah Nabi Rasulullah ﷺ. jika mandi janabat, mencuci tangannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu membasuh seluruh badannya." Aisyah berkata,: "Aku pernah mandi bersama Rasulullah ﷺ. dari satu bejana dimana kami saling mengambil (menciduk) air bersamaan".
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Za'idah dari Abi Hashin dari Abu Abdurrahman dari Ali berkata, "Dulu aku adalah seorang yang sering mengeluarkan madzi. Maka aku minta seseorang untuk bertanya kepada Nabi ﷺ. karena kedudukan putri beliau ﷺ. Maka orang itu bertanya, lalu Jawab Nabi ﷺ, "Berwudhulah dan cuci kemaluanmu."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepada saya bapakku dari Qatadah berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik Radhiallahu Anhu berkata,: "Adalah Nabi ﷺ. mendatangi istrinya pada waktu yang sama di malam hari atau siang hari, saat itu jumlah istri-istri beliau sebelas orang." Aku bertanya kepada Anas bin Malik Radhiallahu Anhu, "Apakah beliau mampu?" Jawabnya, "Beliau diberikan kekuatan setara tiga puluh lelaki." Berkata, Sa'id dari Qatadah bahwa Anas Radhiyallahu Anhu menerangkan kepada mereka bahwa jumlah istri-istri beliau ﷺ saat itu sembilan orang."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Ady dan Yahya bin Sa'id dari Syu'bah dari Ibrahim bin Muhammad bin Al Muntasyir dari bapaknya berkata,: "Aku menceritakan tentang (perkataan Ibnu 'Abbas) kepada 'Aisyah, maka jawabnya, "Semoga Allah merahmati Abu 'Abdurrahman. Sungguh aku pernah memakaikan wewangian kepada Rasulullah ﷺ kemudian beliau mendatangi istri-istrinya. Dan pada pagi harinya beliau mengenakan pakain ihram dalam keadaan wangi semerbak".
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'di dari Kuraib mantan budak sahaya Ibnu Abbas dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma dari Maimunah binti Al Harits Radhiyallahu Anhu berkata,: "Aku menyediakan air untuk Rasulullah ﷺ untuk mandi, dan aku menutupinya. Maka beliau menuangkan air pada tangannya lalu mencucinya sekali atau dua kali. Sulaiman A'masy berkata, Aku tak mengerti apakah disebutkan ketigakalinya ataukah tidak! Kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke atas tangan kirinya kemudian mencuci kemaluannya lalu menyentuhkan tangannya ke tanah. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian membasuh mukanya dan kedua tangannya dan membasuh kepalanya tiga kali kemudian mengguyurkan air keseluruh badannya. Kemudian di akhirnya beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian aku memberikan kepada beliau sehelai kain (untuk mengeringkan tubuhnya), namun beliau memberi isyarat dengan tangannya dan beliau menolaknya.
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdullah bin Abdillah bin Jabr berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Nabi ﷺ dan salah seorang dari istrinya pernah mandi bersama dari satu bejana." Muslim dan Wahb bin Jarir dari Syu'bah menambahkan, "Karena junub."
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mahbub berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Kuraib mantan budak Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas berkata, Maimunah berkata, "Aku menyediakan air mandi untuk Rasulullah ﷺ, beliau lalu menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya, setelah itu menyentuhkan tangannya ke tanah. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian membasuh muka dan kedua tangannya, lalu membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Hisyam dari Bapaknya dari Aisyah berkata, "Jika Nabi ﷺ mandi janabat beliau membasuh tangannya."
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Bakar bin Hafsh dari Urwah dari Aisyah berkata, "Aku pernah mandi junub bersama Nabi ﷺ dari satu bejana." Dan dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Bapaknya dari Aisyah seperti itu."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
🎙 Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله
➖〰➖〰➖〰➖〰➖〰➖
Bab 9 : Apakah orang yang junub boleh memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum mencucinya jika tidak ada kotoran selain junub di tangannya
وأدخل ابن عمر والبراء بن عازب يده في الطهور ولم يغسلها ثم توضأ. ولم ير ابن عمر وابن عباس بأسا بما ينتضح من غسل الجنابة.
Ibnu Umar dan Barra 'bin Azib memasukkan tangannya ke dalam air untuk bersuci dan tidak mencuci keduanya, kemudian berwudhu. Ibnu Umar dan Ibnu Abbas menganggap tidak masalah dengan bekas-bekas (percikan) mandi junub.
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah, telah mengabarkan kepada kami Aflah bin Humaid dari Al Qasim dari Aisyah berkata, "Aku pernah mandi bersama Nabi ﷺ dari satu bejana, dan tangan kami saling bergantian (mengambil air dari bejana tersebut)."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Az Zubair Al Humaidi berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Kuraib dari Ibnu Abbas dari Maimunah, bahwa Nabi ﷺ mandi janabat, beliau lalu mencuci kemaluannya dengan tangan, lalu beliau menyentuhkan tangannya ke dinding, lalu mencucinya dengan air. Kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, selesai mandi beliau mencuci kedua kakinya."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh bin Ghiyats berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku, telah menceritakan kepada kami Al A'masy berkata, telah menceritakan kepadaku Salim dari Kuraib dari Ibnu Abbas berkata, telah menceritakan kepada kami Maimunah berkata, "Aku menuangkan air untuk mandi Nabi ﷺ, lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada tangan kirinya lalu membasuh keduanya. Kemudian mencuci kemaluannya, lalu menyentuhkan tangannya ke bumi dan mengusapnya dengan tanah, lalu mencucinya dengan air. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh muka dan menyiramkan air ke atas kepalanya. Kemudian beliau bergeser untuk mencuci kedua telapak kakinya. Setelah itu beliau diberi handuk, tapi beliau tidak mengeringkan badannya dengan handuk tersebut."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari Hanzhalah dari Al Qasim dari Aisyah berkata, "Jika Nabi ﷺ mandi janabat, beliau minta diambilkan hilab (bejana) sebesar bejana yang digunakan untuk memerah susu. Beliau lalu mengambil air dengan telapak tangannya dan mengguyurkannya dimulai dari sisi sebelah kanan lalu sebelah kiri. Kemudian menuangkan dengan keduanya pada bagian tengah kepala."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Kuraib dari Ibnu Abbas berkata, Maimunah berkata, "Aku menyiapkan air mandi untuk Nabi ﷺ, beliau mencuci kedua telapak tangannya dua atau tiga kali. Kemudian beliau menuangkan air ke telapak tangan kirinya dan membasuh kemaluannya, kemudian beliau usapkan tangannya ke tanah, kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung, lalu membasuh wajah dan kedua tangannya. kemudian beliau mengguyur seluruh tubuhnya. Setelah itu beliau bergeser dari tempatnya semula, lalu mencuci kedua kakinya."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar berkata, telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mikhwal bin Rasyid dari Muhammad bin Ali dari Jabir bin Abdullah berkata, "Nabi ﷺ menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali."
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami Ma'mar bin Yahya bin Sam, telah menceritakan kepadaku Abu Ja'far berkata, Jabir bin Abdullah berkata kepadaku, "Anak pamanmu telah datang kepadaku -mengisahkan Hasan bin Muhammad bin Al Hanafiah-, ia bertanya, "Bagaimana cara mandi janabat? Aku menjawab, "Nabi ﷺ mengambil air dengan tiga ciduk telapak tangannya lalu menyiramkannya ke atas kepalanya, kemudian menyiramkan ke seluruh tubuh." Al Hasan lalu berkata kepadaku, "Aku adalah seorang laki-laki yang rambutnya lebat!" Aku lalu menjawab, "Nabi ﷺ rambutnya lebih lebat dari rambutmu."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Shurad berkata, telah menceritakan kepadaku Jubair bin Muth'im berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku menyiram kepalaku sebanyak tiga kali." Beliau memberi isyarat dengan kedua telapak tangannya.
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyainah dari Amru dari Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi ﷺ dan Maimunah mandi bersama dari satu bejana." Abu Abdullah berkata, "Terakhir Ibnu Uyainah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Maimunah, padahal yang benar adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far bahwasanya ia berada di sisi Jabir bin Abdillah -dia dan ayahnya (Ali bin Al Hasan) -, dan di dekat Jabir juga ada sekelompok orang yang bertanya kepadanya tentang cara mandi. Jabir bin Abdillah lalu menjawab, "Cukup bagimu dengan satu sha' air." Tiba-tiba ada seorang yang berkata, "Bagiku tidak cukup!" Maka Jabir pun berkata, "Seukuran itu cukup buat orang yang lebih lebat rambutnya darimu, dan yang lebih baik darimu." Kemudian beliau (Jabir) mengimami kami dengan memakai satu pakaian saja. Kemudian beliau (Jabir) mengimami kami dengan memakai satu pakaian saja. Kemudian beliau (Jabir) mengimami kami dengan memakai satu pakaian saja.
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepadaku Abdush Shamad berkata, telah menceritakan kepadaku Syu'bah berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Hafsh berkata, aku mendengar Abu Salamah berkata, "Aku dan saudara Aisyah menemui Aisyah, lalu saudaranya bertanya kepadanya tentang cara Nabi ﷺ mandi (dari janabat). Aisyah lalu minta diambilkan satu bejana air setara dengan ukuran satu sha.' Kemudian mandi dan menuangkan air ke atas kepalanya, sementara antara kami dengannya terhalang oleh hijab." Abu Abdullah berkata, Yazid bin Harun dan Bahz dan Al Juddi menyebutkan dari Syu'bah, "Sekadar satu sha'."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'b dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata, "Aku pernah mandi bersama Nabi ﷺ dari satu ember terbuat dari tembikar yang disebut Al Faraq."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Kuraib dari Ibnu Abbas dari Maimunah istri Nabi ﷺ, ia berkata, "Nabi ﷺ berwudhu sebagaimana wudhunya untuk salat, kecuali kedua kakinya. Beliau lalu mencuci kemaluan dan apa yang terkena kotoran (mani), kemudian menyiramkan air ke atasnya, kemudian mengakhirinya dengan menyela dan mencuci kedua kakinya. Itulah cara beliau mandi dari janabat."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah istri Nabi ﷺ, bahwa jika Nabi ﷺ mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
"Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (Al Maaidah: 6)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (An-Nisa: 43)
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Sa'ad bin Ubaidah dari Al Bara' bin Azib berkata, "Nabi ﷺ bersabda, "Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: (Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus).' Jika kamu meninggal pada malammu itu, maka kamu dalam keadaan fitrah dan jadikanlah doa ini sebagai akhir kalimat yang kamu ucapkan." Al Bara' bin Azib berkata, "Maka aku ulang-ulang doa tersebut di hadapan Nabi ﷺ hingga sampai pada kalimat: ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA (Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan), aku ucapkan: WA RASUULIKA (dan rasul-Mu), beliau bersabda, "Jangan, tetapi WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus)."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
🎙 Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله
➖〰➖〰➖〰➖〰➖〰➖
Bab 74 : Memberikan siwak kepada orang yang lebih tua
💢 Hadits 246
وقال عفان: حدثنا صخر بن جويرية عن نافع عن ابن عمر أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أراني أتسوك بسواك، فجاءني رجلان أحدهما أكبر من الآخر، فناولت السواك الأصغر منهما ، فقيل لي: كبر. فدفعته إلى الأكبر منهما. قال أبو عبد الله: اختصره نعيم عن ابن المبارك عن أسامة عن نافع عن ابن عمر.
Affan berkata: Shakhr bin Juwairiyah meriwayatkan kepada kami, dari Nafi', dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Suatu saat aku bermimpi sedang menggosok gigiku dengan siwak, tiba-tiba datang dua orang laki-laki, yang seorang lebih tua daripada yang lain. Kemudian aku memberikan siwak tersebut kepada laki-laki yang lebih muda dari mereka. Tiba-tiba dikatakan kepadaku: 'Dahulukanlah orang yang lebih tua!' Maka aku pun memberikan siwak tersebut kepada yang lebih tua dari mereka." Abu Abdillah berkata: "Nu'aim meriwayatkan hadits ini secara ringkas dari Ibnul Mubarak, dari Usamah, dari Nafi', dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma."
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Abu Wa'il, dari Hudzaifah, ia berkata: "Apabila Nabi ﷺ bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak."