HUKUM MEMAKAI KAOS DAN CELANA CINGKRANG YANG KETAT
afwan ya syaikh.. ada pertanyaan. apakah seorg ikhwah yg berpakaian kaos ketat aja,celana cingkrang yg ketat. apakah dia berdosa..? dia memakainya di setiap hari bahkan dlm keadaan sholat. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Abu Ashim meriwayatkan kepada kami dari Malik, dari Abuz Zinad, dari Abdurrahman al-Araj, dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian shalat dengan menggunakan satu kain, hingga tidak selembar pun kain yang menutupi kedua pundaknya."
Abu Nu'aim meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Syaiban meriwayatkan kepada kami dari Yahya bin Abi Katsir, dari Ikrimah, dia berkata, "Aku pernah mendengar, atau aku pernah bertanya kepadanya, ia berkata, "Abu Hurairah berkata, "Aku bersumpah bahwa aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Barang siapa shalat dengan menggunakan satu kain, maka hendaklah ia serempangkan pada kedua pundaknya."
๐ฃOleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy ุญูุธู ุงููู
BAB 140 : DISUNNAHKAN BAGI ORANG YANG MEMINTA IZIN, JIKA DITANYAKAN KEPADANYA, "SIAPA KAMU" UNTUK MENJAWAB "FULAN" YAITU NAMA ATAU GELAR YANG SUDAH DIKENAL DAN MAKRUH MENJAWAB "SAYA" DAN LAINNYA
Dari Ummu Hani' Radhiyallahu Anha, dia berkata, "Aku pergi menemui Rasulullah ๏ทบ yang saat itu sedang mandi sementara Fatimah menutupinya beliau. Beliau bertanya: "Siapa ini?" Aku menjawab, "Saya Ummu Hani'." (Muttafaq Alaih)
Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Aku menemui Nabi ๏ทบ, lalu aku mengetuk pintu rumah beliau. Beliau bertanya, Siapakah itu? Aku menjawab, Saya. Beliau bersabda: "Saya, saya!" Seolah-olah beliau membencinya." (Muttafaq Alaih )
PERTANYAAN TENTANG KESOMBONGAN SEBAGIAN PENGIKUT ARIFIN BADRI, HADAHUMULLAH
Pertanyaan terkait dengan ucapan sebagian pengikut Arifin Badri yang mensyaratkan bahwasanya orang yang membantah Arifin haruslah dari kalangan Doktor, atau Syaikh atau orang yang mencapai suatu level ilmu tertentu dan sebagainya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Abdullah bin Yusuf meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin al-Musayyab, dari Abu Hurairah bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah ๏ทบ tentang salat menggunakan satu baju. Maka Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Apakah setiap orang dari kalian memiliki dua baju?"
Bismillaah. Afwan Syekh mengganggu istirahat Antum ini Bibi ana rencana mau Umroh tapi tidak dengan Mahromnya yakni beliau ditemani saudara menantu nya. Bagaimana hukumnya umroh Bibi ana Syekh?. Jazaakalloohu Khoiron wa barokAlloohufiikum.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )
Assalaamualaikum ya syeikh...afwan mohon faidahnya..
Solat berjamaah Apakah wajib dikerjakan di masjid masjid Allooh atau boleh diselain masjid ?Dan jika dilakukan juga apakah mendapat fadilat yang sama seperti solat jamaah di masjid?
Jazakallah khair ya syeikh ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )
Allah ada sebelum adanya tempat, dan sekarang Allah tetap seperti sedia kala, tanpa tempat
Dalam paham Aqidah Ahlussunnah wal jamaah, yang tertuang dalam sifat wajib Allah yang ke-5 (Qiyamuhu binafsihi), Allah tidak butuh pada apapun bahkan tempat untuk ditempati, betapa buruk bagi orang-orang yang menyifati Allah dengan bertempat, sedangkan Allah adalah al-Ghani, Dzat yang maha kaya dan tidak butuh pada selainnya, apalagi hanya sekedar tempat yang hanya sekedar makhluk dan ciptaan Allah
Dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang jika dimaknai secara dzahir maka akan mengindikasikan bahwa Allah mempunyai tempat. Seperti dala ayat:
Artinya: dan Ibrahim berkata aku pergi kepada tuhanku Ia akan memberiku petunjuk
Ayat-ayat di atas jika diartikan secara dzahir, akan memberikan pengertian bahwa Allah ada di mana-mana. Dan tidak bisa dipaham bahwa Allah berada di langit dan bersemayam diatas ‘Arasy, karana akan bertentangannya ayat yang satu dengan yang lain
Sedangkan kita tahu bahwa ayat-ayat al-Qur’an yang satu dengan yang lain akan saling menguatkan dan tidak mungkin tumpang tindih sehingga yang satu lebih kuat dari yang lain. Allah berfirman dalam al-Qur’an:
Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya
Maka dari itu tidak boleh bagi kita untuk sembrono mengartikan al-Qur’an sekenanya,apalagi ayat yang menjelaskan tentang Dzat Allah, tanpa ada rambu-rambu dan arahan dari Ulama yang sudah pakar tentang ilmu-ilmu yang berkenaan untuk memahami al-Qur’an, dan pemahaman mereka sudah bisa kita temukan dalam kitab-kitab tafsir.?
Menurut Ulama perlu melakukan penta’wilan dalam memahami ayat-ayat yang berkenaan dengan Dzat Allah, agar tidak terjerumus pada kesesatan
Para ulama pun memberikan dua opsi dalam memahami ayat-ayat tersebut, yaitu Takwil dan Tafwidh, Karna keduanya yang telah diajarkan oleh para shahabat, Tabiin dan para ulama salaf dan khalaf
juga, jika kita menetapkan bahwa Allah bertempat, maka kita telah menisbatkan sifat yang tidak pantas kepada Allah, karna sebagaimana perkataan Sayyidina Ali RA di atas, Bahwa Sebelumnya Allah memang tidak butuh tempat, begitupun setelah Allah menciptakan tempat
Jika sudah jelas dalil-dalil nash seperti keterangan di atas, apakah masih hendak mengatakan bahwa Allah di langit? Dan bersemayam di atas Arasy?
Kitab Shahih Al-Bukhari karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah disyarah oleh Syeikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy hafidzohulloh
Muhammad bin al-Mutsanna meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Yahya meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Hisyam meriwayatkan kepada kami, dia berkata: "Ayahku meriwayatkan kepadaku dari Umar bin Abu Salamah bahwa dia melihat Nabi ๏ทบ salat di rumah Ummu Salamah dengan mengenakan satu kain yang kedua sisinya digantungkan pada kedua pundaknya."
Ubaid bin Ismail meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Abu Usamah meriwayatkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, bahwasanya Umar bin Abu Salamah mengabarkan kepadanya, ia berkata, "Aku melihat Rasulullah ๏ทบ salat di rumah Ummu Salamah dengan mengenakan satu kain yang menutupi seluruh badannya yang diletakkan pada kedua pundaknya."
Isma'il bin Abi Uwais meriwayatkan kepada kami, dia berkata; Malik bin Anas meriwayatkan padaku dari Abu Nadhr yaitu maula (mantan budak) Umar bin Ubaidillah, bahwa Abu Murrah yaitu maula Ummu Hani binti Abi Thalib mengabarkannya, bahwasanya ia mendengar Ummu Hani' binti Abu Thalib berkata, "Aku berkunjung kepada Rasulullah ๏ทบ pada hari pembebasan Makkah, aku dapati beliau mandi sementara Fatimah, putri beliau menutupinya dengan tabir." Ummu Hani' binti Abu Thalib berkata, "Aku lantas memberi salam kepada beliau, lalu beliau bertanya, "Siapakah ini?" Aku menjawab, "Aku Ummu Hani' binti Abu Thalib." Lalu beliau bertanya, "Selamat datang wahai Ummu Hani.'" Setelah selesai mandi beliau salat delapan rakaat dengan berselimut pada satu baju. Setelah selesai salat aku berkata, "Wahai Rasulullah, anak ibuku mengatakan dia telah membunuh seseorang dan aku telah memberi ganti rugi kepada seseorang yakni Abu Hubairah." Maka Rasulullah ๏ทบ, "Kami telah setuju apa yang engkau berikan wahai Ummu Hani'!" Ummu Hani' berkata, "Saat itu adalah waktu Duha."
Dari Anas dalam hadist yang masyhur tentang Isra Mi'raj dia berkata, Rasulullah ๏ทบ bersabda: "Kemudian Jibril membawaku naik ke langit dunia dan meminta dibukakan, maka dikatakan kepadanya: "Siapa?" Dia menjawab: "Jibril." Dikatakan lagi: "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab: "Muhammad." Kemudian dia naik ke langit kedua, ketiga, keempat, dan semua tingkatan langit, dan pada setiap pintu langit dikatakan: "Siapa ini?" Dia menjawab: "Jibril." (Muttafaq Alaih)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu, dia berkata: "Pada suatu malam aku keluar, ternyata Rasulullah ๏ทบ berjalan seorang diri, maka aku sengaja berjalan di bawah cahaya bulan lalu beliau menoleh dan melihatku, kemudian beliau bertanya: "Siapa ini?" Aku menjawab: "Abu Dzar." (Muttafaq Alaih)
Afwan, ada titipan pertanyaan. Apa bisa d tanyakn ke Syekh Abu Fairuz
Bismillaah,
Bgmn menggabungkan dalil ttg bolehnya wanita keluar tanpa mahrom (bukan jarak safar) dgn keluarx mrk berkendara (motor atau mobil) sendiri dgn alasan bukan jarak safar untuk menuntut ilmu?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )