Header Ads

Taisirul Alam (Kitab Kehakiman 13: Bahayanya Persaksian Palsu)

Kajian Kitab Taisirul Alam
(Pembahasan Masalah Fiqih)

Untuk download file PDF klik gambar

Dars 21 Rabiul Tsani, 1446 24/10/2024 Khamis

Bahayanya persaksian palsu. Nabi menumpukan perhatian, beliau bangkit dari posisinya, beliau lurus didalam posisi duduknya kerana besarnya masaalah ini,

"Ketahuilah dan juga ucapan palsu, persaksian palsu". Menunjukkan betapa bahayanya seperti ini tapi orang² yg tidak bertakwa, tidak wara' malah bermudah-mudah untuk bersaksi palsu, walaupun sudah mengaji lama, walaupun sudah level sangat tinggi tapi demi mengalahkan lawannya, mungkin masaalah ego pribadi, ucapan saya tidak ditaati, akhirnya pakai tuduhan² palsu.

Seperti yang diceritakan oleh teman ana di British. Di British sebahagian murid² tokoh² besar itu, murid²nya Abdul Hamid dan lain² menyebarkan tuduhan² dari sheikh² mereka. Abu Fairuz sudah mentabdi' Al Iryani. Ini gimana sepalsu itu.

Terus alhamdulillah teman British menterjemahkan ke Bahasa Inggeris, bayan ana, bayan ke para masyayikh sudah ada tebar berbulan-bulan yg lalu, bahawasanya ana tidak pernah mentabdi' Sheikh Iryani.

Tapi ye barangsiapa malah membela ahli batil dan sebagainya,  dia akan terkena kritikan tapi sejak kapan kita bermudah-mudah mentabdi' orang? Apalagi mentabdi' tokoh² yg selama ini ma'ruf sebagai ahlussunnah. Istilahnya kritikan ada, kita, tidak ada orang yg suci dari kritikan,  tapi tidaklah kemudian ketika dikritik, oh berarti ini adalah mentabdi' orang. Ini berarti siapa yang tergesa-gesa? Tergesa-gesa menuduh dan membuat tuduhan palsu. Katanya setelah bayan dengan Bahasa Inggeris disebar, tetap orang² itu, memang fanatiknya gila, selama Sheikh nya tidak mencabut tuduhan itu, yang dibawah pun tak akan mencabut. Naudzubillah,  ini segala cara, bukan lagi memakai hujjah, tetapi memakai kepalsuan. Menunjukkan kelemahan sebenarnya. Untuk menyalahkan anak kecil harus pakai tuduhan palsu, ini lemah sebenarnya. Ha nanti berita dipotong-potong, ha menuduh Sheikh lemah. Terserah... orang suka bersaksi palsu demi mengalahkan musuh, menunjukkan dia lemah, dan sekadar ikut hawa nafsu. Kalau kuat adu hujjah. Kenapa takut?

Makar yang buruk tidak menimpa kecuali pelakunya sendiri.
Hanyalah kezaliman kalian akan menimpa kalian sendiri.

Kita diharamkan demi mengalahkan musuh, memenangkan pendapat sendiri, kemudian sampai membuat tuduhan palsu dan sebagainya, haram, tidak boleh. Tapi tahu-tahu sekarang itulah yg dipakai sebagaimana golongan² terdahulu pun memakai cara itu, tuduhan² palsu.

Maka terus menerus Rasulullah mengulangnya, bahayanya ini dihadapan para sahabat. Menunjukkan orang sudah lama belajar bukan mustahil untuk tergelincir dan sebagainya maka nabi mengingatkan para sahabat. Para sahabat cepat untuk tersedar kalau ada satu perkara dan berhati-hati sementara kita mengaku ikut sahabat, mestinya kita menempuh adab² sahabat itu. Tidak menggunakan segala cara demi mengalahkan lawan.

Terus-menerus nabi mengulang-ulang itu dan memperingatkan dari persaksian palsu dan ucapan palsu tadi sehingga keadaan beliau menjadi keras, menjadi agak parah yaitu situasinya. Saking seriusnya beliau mengingatkan itu, dan tak mungkin peringatan beliau itu kosong. Beliau tahu apa yang akan terjadi dengan taufik dari Allah akan banyaknya fitnah sepeninggal beliau dan sebagainya dan seterusnya.

Dan para sahabat berangan-angan untuk nabi itu diam, bukan mendiamkan kebatilan tapi kasihan pada nabi. Beliau dapat wahyu dari Allah tentang peristiwa², mengingatkan tapi sungguh² nya sampai sahabat kasihan.kepada nabi.

Kisah Imam Bukhari di tahzir

Abu Amr At Tolamanki

🎙 Oleh Asy-Syaikh Abu Fairuz حفظه الله 

Sumber Channel Telegram: taisirul_alam
Diberdayakan oleh Blogger.