KETENANGAN HATI BERSAMA MANHAJ YANG BENAR
Pertanyaan :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
بسم الله الرحمن الرحيم
Ya Syaikhana hafidzakumullah wa baarakallahu fiikum ada ikhwan yang bertanya tentang manhaj yang benar minta direkomendasikan untuk langsung bertanya kepada Syaikhana , bila waktunya Syaikhana dihubungi
Ikhwan ini sudah semenjak tahun... mengaji di...
tapi tidak mendapatkan ketenangan hati.
-------------------------
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.
Di dunia ini pasti ada kebenaran, sebagaimana Si Maha Pencipta itu pasti ada.
Si Maha Pencipta itulah Yang Maha Benar.
Dan Dia menciptakan manusia di atas fithrah mencintai kebenaran.
Maka kebenaran yang hakiki pasti akan mendatangkan ketenteraman, karena datang dari Yang Maha Benar. Dan jiwa manusia hanya akan tenteram dengan mengingat dan mendekati Dzat Yang Maha Benar.
Dan pengetahuan tentang Dia itu termasuk dari perkara ghaib. Seandainya akal dan perasaan mampu meraih kebenaran secara terperinci, niscaya tidak perlu untuk Dzat Yang Maha Benar itu menurunkan Kitab Suci dan mengutuskan para Nabi Dan Rasul.
Berarti kebenaran itu diketahui lewat kekuatan pendalilan, dengan bimbingan dari para makhluk terbaik yang mana pemahaman mereka dijamin menjadi tolok ukur kebenaran, bukannya semata-mata dengan rasional tokoh besar atau hasil pemikiran tokoh yang merasa besar dan suka merendahkan orang lain.
Tanpa menempuh metode tadi, In sya Allah seseorang akan selalu merasa kebingungan dengan banyaknya slogan, seruan, dakwaan dan iklan.
Dalil² tentang masalah tadi telah ana paparkan beserta pemahaman para imam Ahlussunnah Wal Jama'ah, di beberapa kitab.
Tafadhdhol menganjurkan beliau untuk membaca kitab² ulama Salaf dan imam Ahlussunnah Wal Jama'ah.
Boleh juga misalkan membaca penjelasan ana terhadap kitab "Al Ghuraba Minal Mukminin" karya Al Imam Al Ajurriy رحمه الله.
Atau boleh juga misalkan membaca buku "Kebenaran Teguh Dibela Walau Ujian Terus Melanda".
Kita semua masih terus berjuang dan belajar. Tidak layak mendakwakan diri sudah paling benar dan paling selamat.
Tapi kita wajib mengamalkan ilmu yang telah didapatkan, bukan sekedar mengekor tokoh besar tanpa tahu apa dalil mereka.
والله أعلم الصواب
---------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Senin 26 Jumadil Awwal 1447 / 17-11-2025
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
