TEROR HIZBIYYUN TERHADAP SALAFIYYUN
Pertanyaan:
Apa pandangan Antum tentang peristiwa teror yang dilakukan oleh sebagian orang terhadap pondok Ustadz Shiddiq di Toraut ataupun di Takalar?
"PELAKU MAKAR
SEMALAM DI MARKIZ TAKALAR
DI KOMPLEKS PAS DARS MAGHRIB RUMAH ABU YA'QUB DI LEMPAR,JAM DUA MALAM AYAM ABU ABDILLAH MAHMUD DI PASIMBUNG ,
ATAP RUMAH ABU YUSUF JA'FAR 3 KALI KENA LEMPAR JAM 12 MALAM,PUKUL 02 MALAM RUMAH DARS UMMAHAT BELAKANG MASJID KENA LEMPAR JUGA
KITA BERLINDUNG KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA DARI FITNAH FITNAH, BAIK DARI FITNAH YANG NAMPAK MAUPUN FITNAH YANG TERSEMBUNYI
حسبنا الله و نعم الوكيل
JAM 12 MALAM KETIKA TETTA DENGAR BELIAU KELUAR MEMANTAU TAPI TIDAK ADA ORANG,BISA JADI DIA MELEMPAR DARI JAUH...
BISA JADI
MEREKA MEMPERHATIKAN SEBAGIAN IKHWAH TIDAK ADA DI KOMPLEKS
Semoga Alloh membalas makar² mereka, baik yg di Toraut maupun yg di Takalar."
----------------------
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :
إنا لله وإنا إليه راجعون اللهم أجرنا في مصيبتنا واخلف لنا خيرا منها.
Mereka adalah para hizbiyyun.
Bisa jadi pelakunya adalah awam. Tapi orang-orang awam banyak yang masih punya Adab. Adapun orang awam yang melakukan teror terhadap para pendakwah Salafiyyah, kenapa sampai melakukan teror? Seringkali itu terjadi setelah dipanasi² oleh para hizbiyyin ataupun mubtadi'ah yang bertopengkan Sunnah dan kelembutan, sehingga si awam menjadi sangat fanatik dan emosional. Maka pelakunya adalah muta'ashshibun hizbiyyun, dan provokatornya juga hizbiyyun.
Orang yang ridha dengan perbuatan teror tadi juga hizbiyyun. Yang tahu teman dia berbuat teror tadi dan tidak melarangnya dan tidak pula mengingkarinya maka dia adalah hizbiyyun. Para setan bisu tatkala kemungkaran dilakukan oleh temannya.
Dalil² dan atsar² yang membahas penyakit tadi telah ana sebutkan dalam kitab "At Taudhihatul Jaliyyah".
Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberkahi dan menolong Akhunal Ustadz As Salafiy Abu Abdirrahman Shiddiq, juga para pendakwah Salafiyyah serta para ikhwah Salafiyyin yang bersama mereka semua حفظهم الله.
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه yang berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ الرَّجُلَ لَيَكُوْنُ لَهُ عِنْدَ اللهِ اْلمَنْزِلَةٌ، فَمَا يَبْلُغُهَا بِعَمَلٍ، فَمَا يَزَالُ اللهُ يَبْتَلِيْهِ بِمَا يَكْرَهُ، حَتَّى يُبَلِّغَهُ إِيَّاهَا».
“Sesungguhnya ada seseorang yang dia itu punya kedudukan di sisi Allah tapi dia tidak mencapainya dengan amalannya, maka Allah terus-menerus mengujinya dengan apa yang dibencinya hingga Dia menyampaikannya ke kedudukan tadi.” (HR. Abu Ya’la (no. 6095)/Darul Ma’mun Lit turats dan yang lainnya. Sanadnya hasan).
Syaikhul Islam رحمه الله berkata: “Dan jika ujian itu membesar, maka yang demikian itu bagi seorang mukmin yang shalih merupakan sebab untuk mencapai ketinggian derajat dan agungnya pahala…” (“Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 152-153/cet. Maktabah Ibni Taimiyyah/ Sebagaimana saya nukilkan dalam kitab “Amalan Kaum Mukminin”/hal. 96).
والله أعلم الصواب
---------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Kamis 8 Jumadil Awwal 1447 / 30-10-2025
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Tags
tanya jawab
