BREAK
  • Memuat berita terbaru...

TRAVEL HAJI UMRAH AWWAM DAN MUBTADI'AH, MANA YANG LEBIH BERBAHAYA?

TRAVEL HAJI UMRAH AWWAM DAN MUBTADI'AH, MANA YANG LEBIH BERBAHAYA?

haji

Pertanyaan:

Yang manakah yang lebih ringan bahayanya untuk menjalankan manasik:

Memakai travel awam ataukah travel mubtadi'ah?

---------------------------

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

Tentu saja jika kita dimudahkan menemukan travel awam yang tidak memaksakan kita ikut cara Manasik mereka, maka In sya Allah kita lebih selamat memakai travel awam tadi daripada memakai travel mubtadi'ah.

Yang ana maksudkan dengan awam adalah yang belum tegak hujjah padanya atas kebatilannya ya. 

Adapun jika yang ada adalah yang sudah tegak hujjah padanya atas kebatilannya, tapi dia tetap ikut bid'ah setelah mengetahui hujjah yang benar yang membantah kebid’ahan, maka kebid’ahan itu bertingkat². 

Tentu saja kebatilan Shufiyyah ataupun Syi'ah jauh lebih parah daripada kebatilan Sururiyyin ataupun Luqmaniyyin maupun Hazimiyyin dan semacamnya.

Itu karena kebatilan Shufiyyah dan Syi'ah jauh lebih jelas daripada kebatilan sekte² yang mirip Salafiyyin, sehingga para Salafiyyin lebih mudah mewaspadai syubuhat mereka dan lebih mudah untuk menjaga jarak dengan mereka. 

Akan tetapi sekte² yang mirip Salafiyyin; tidak semua Salafiyyin mampu memahami kebatilan mereka ataupun menjaga jarak dengan mereka sehingga syubuhat² dari pihak tadi jauh lebih mudah merasuki jiwa sebagian Salafiyyin dan merancukan kekokohan mereka, apalagi jika si "Mirip Salafiyyin" tadi mendatangkan fatwa para tokoh besar (yang tentunya tidak ma'shum tapi sangat dihormati oleh para Salafiyyin), di sela² basa-basi atau transaksi mereka. Maka bahayanya lebih besar, karena kebatilannya lebih samar².

Maka travel awam dengan kriteria yang ana sebutkan di awal; itu masih lebih ringan bahayanya daripada travel mubtadi'ah yang mirip Salafiyyin.

فالله الموفق إلى أقوم الطريق.

وحسبنا الله ونعم الوكيل.

والله أعلم الصواب.

---------------------------

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Ahad 18 Muharram 1447 / 13-7-2025

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Lebih baru Lebih lama