Bab Dua: Biografi Singkat Tentang Abdullah Al Jarbu’ Dan Sebagian Pemikirannya, Serta Bantahannya
Namanya:
Dia adalah Abdullah Bin Abdirrahman Al Manshur Al Jarbu’ -Semoga Allah memberinya hidayah-.
Sebagian Tahapan Belajarnya dan Pekerjaannya:
Dia dahulunya adalah pemimpin suatu bank si Kerajaan Saudi, lalu dia pindah ke Madinah Nabawiyyah untuk menuntut ilmu, kemudian dia menetap di sana, dan dia menjadi imam di masjid “Syuhada” di Madinah.
Dia menjadi anggota Panitia pengajaran di Jami’ah Islamiyyah di Madinah Nabawiyyah, selanjutnya dia menjadi kepala bagian Akidah di sana. Sekarang sudah pensiun.
Sebagian dari tulisannya:
Abdullah Al Jarbu’ punya beberapa buku, di antaranya adalah:
“Atsarul Iman Fi Tahshinil Ummatil Islamiyyah Dhiddal Afkaril Haddamah.”
“Manhaju Aimmatid Da’wah Fil Aqidah.”
“Al Kalimatun Nayyirat Fil Bida’ Wal Muhdatsat.”
“Al Amtsalul Qur’aniyyatil Qiyasiyyatil Madhrubah Lil Imani Billah.”
“Al Mukhtaru Fi Hukmil Intihari Khaufa Ifsyail Asrar.”
“Al ‘Amaliyyatul Intihariyyatit Tafjiriyyah A Jihadun Hiya Am Fasad.”
Dan yang lainnya.
Perkataan Batil Darinya:
Abdullah Al Jarbu’ memiliki ucapan-ucapan yang batil yang buruk, di antaranya adalah:
Sanjungannya pada Falih Al Harbiy Al Haddadiy. Dia berkata: “Haddadiyyah sekarang telah menjadi pujian. Jika orang-orang Murjiah tadi menyatakan bahwasanya si Fulan itu termasuk dari Haddadiyyah, tahulah kita bahwasanya dia itu ada di atas jalan Asy Syaikh Ibnu Baz. Ini akan engkau pahami secara langsung. Orang yang mengetahui apa yang diucapkan oleh mereka tadi, mereka itu menyatakan bahwasanya orang yang menyelisihi mereka adalah Haddadiyyah. Asy Syaikh Falih keadaannya telah diketahui. Beliau dahulunya adalah pengajar di Ma’had Tsanawiy. Beliau memiliki kerja keras dalam dakwah. Allah memberikan manfaat dengan dakwah beliau. Sikap beliau adalah sikap yang baik, terhadap orang yang menyatakan bahwasanya iman seseorang itu sah tanpa amalan. Beliau disakiti karena sikap beliau tadi. Namun ...” -kalimat yang tidak jelas-, “Kami memohon pada Allah عز وجل agar Dia memberikan khusnul khatimah untuk beliau dan untuk seluruh Muslim. Dan tiada keraguan bahwasanya beliau adalah seorang tokoh yang berada di atas jalan para ulama. Dan bantahan-bantahan beliau terhadap Murjiah, ... ” -kalimat yang tidak jelas-. (Selesai yang diinginkan dari transkrip rekaman suara).
Komentar -dengan memohon pertolongan pada Allah-:
Sesungguhnya Haddadiyyah adalah sekte yang batil, yang ekstrim di dalam menghukumi orang lain itu kafir atau mubtadi’. Sekte tadi punya kedustaan-kedustaan atas nama sebagian imam dalam agama ini, dan cercaan terhadap imam yang lain.
Bantahan Ahlussunnah terhadap mereka telah sempurna, dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang jelas dan terang. Rujuklah juga -jika Anda menghendaki- kitab saya: “Shifatul Haddadiyyah Fi Munaqasyatin Ilmiyyah.”
Demikian pula Falih Al Harbiy هداه الله punya kedustaan-kedustaan atas nama sebagian imam dalam agama ini, dan cercaan terhadap imam yang lain. Bantahan Ahlussunnah terhadap Falih Al Harbiy telah sempurna, dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang jelas dan terang. Namun orang tadi membangkang dan mengingkari perkara yang sangat terang.
Maka sanjungan Abdullah Al Jarbu’ terhadap Falih Al Harbiy adalah sanjungan yang batil, dan terpandang sebagai penipuan terhadap orang-orang, dan menghasung mereka untuk berbaik sangka padanya, dan untuk meneladaninya.
Begitu pula efek dari sanjungan Abdullah pada Haddadiyyah. Maka ucapan Abdullah Al Jarbu’: “Haddadiyyah sekarang telah menjadi pujian” itu jelas kebatilannya.
(Bersambung)
_____
(“Ikramul Kahl Bi Ibrazit Tafashil Fi Masalatil ‘Udzr Bil Jahl” | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy حفظه الله)
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Tags
tanya jawab
