🎙Oleh Shaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin sukoyo Al Indonesia Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله
11. Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Ada dua orang bersaudara pada zaman Nabi ﷺ salah seorang dari keduanya itu datang kepada Nabi ﷺ, yang lainnya lagi bekerja. Orang yang bekerja ini mengadu kepada Nabi ﷺ mengenai saudaranya -yang menganggur itu - lalu beliau ﷺ bersabda:
"Barangkali engkau diberi rezeki - oleh Allah - itu adalah dengan sebab adanya saudaramu - yang engkau beri pertolongan makan dan lain-lain itu."
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan isnad shahih atas syarat Muslim.
🎙Oleh Shaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin sukoyo Al Indonesia Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله
10. Dari Anas رضي الله عنه katanya Rosululloh ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang mengucapkan, yakni ketika keluar dari rumahnya: Bismillah, tawakkaltu 'alallah wala haula wala quwwata illabillaah - ertinya: Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah, maka kepada orang itu dikatakanlah: "Engkau telah diberi petunjuk, telah pula dicukupi keperluanmu, jika telah diberi penjagaan. Syaitanpun menyingkirlah dari orang tersebut."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa'i serta lain-lainnya. Tirmidzi mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan. Abu Dawud menambahkan lalu berkata: "Bahawa syaitan yang satu berkata kepada syaitan lainnya: "Bagaimana engkau dapat menggoda orang yang telah diberi petunjuk telah dicukupi dan telah pula diberi penjagaan."
🎙Oleh Shaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin sukoyo Al Indonesia Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله
9. Dari Ummul Mu'minin Ummu Salamah dan namanya sendiri adalah Hindun binti Abu Umayyahyaitu Hudzaifah al-Makhzumiyah radhiyallahu 'anha bahwasanya Nabi ﷺ itu apabila keluar dari rumahnya, bersabda - yang ertinya:
"Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah."
"Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu kalau-kalau saya sampai tersesat atau disesatkan, tergelincir - dari kebenaran - atau digelincirkan, menganiaya atau dianiaya, menjadi bodoh - tidak mengerti sesuatu - ataupun dianggap bodoh oleh orang lain atas diriku."
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi dan lain-lainnya dengan sanad-sanad yang shahih. Tirmidzi berkata bahawa ini adalah Hadis hasan shahih. Hadis di atas adalah menurut lafaznya Imam Abu Dawud.
Dari Al Barra bin 'Azib bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mewasiatkan kepada seseorang, beliau bersabda: 'Apabila kamu hendak tidur, maka ucapkanlah; 'ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSI ILAIKA WAFAWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJATU ZHAHRI ILAIKA RAHBATAN WA RAGHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A WALAA MANJAA MINKA ILLA ILAIKA AMANTU BIKITAABIKA ALLADZII ANZALTA WA BINABIYYIKA ALLADZII ARSALTA (Ya AIlah ya Tuhanku, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dalam keadaan harap dan cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus).' Apabila kamu meninggal (pada malam itu) maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah (suci). (Muttafaq Alaih)
Dari Abu Bakr radhiyallahu 'anhu berkata; "Aku berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat berada di gua; "Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kedua kakinya pasti dia melihat kita". Maka beliau berkata: "Tidakkah engkau beranggapan wahai Abu Bakr, bahwa jika ada dua orang, maka Allah yang ketiganya?".
🎙Oleh Shaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin sukoyo Al Indonesia Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله
5. Dari Jabir رضي الله عنه bahawasanya ia berperang bersama Nabi ﷺ di daerah dekat Najad - yakni perang Dzatur Riqa'. Setelah Rosululloh ﷺ kembali - dari perjalanannya – ia pun kembali pula beserta mereka, kemudian mereka sama memperolehi tidur siang dalam suatu lembah yang banyak pohon durinya. Rosululloh ﷺ turun dan orang-orang lain pun sama berteduh di bawah pohon. Rosululloh ﷺ itu turun di bawah pohon samurah kemudian menggantungkan pedangnya di situ.
Kita semua tidur, tiba-tiba Rosululloh ﷺ memanggil-manggil kita dan di sisinya ada seorang A'rab - orang Arab dari pergunungan, lalu beliau ﷺ bersabda: "Orang ini telah mengacungkan pedangku padaku, sedang saya tidur tadi, kemudian saya bangun, sedangkan pedang itu terhunus di tangannya, ia berkata: "Siapakah yang dapat menghalang-halangi engkau dari perbuatanku ini?" Saya menjawab: "Alloh" sampai tiga kali.
Tetapi beliau ﷺ tidak menghukum orang - yang akan membunuhnya - tadi dan beliau pun duduklah. (Muttafaq 'alaih)
Dalam sebuah riwayat lagi disebutkan:
Jabir berkata: "Kita semua bersama-sama Rosululloh ﷺ dalam peperangan Dzatur Riqa', kemudian datanglah kita pada pohon yang rendang - nyaman digunakan sebagai tempat berteduh - pohon itu kita biarkan untuk digunakan oleh Rosululloh ﷺ, kemudian datanglah seseorang lelaki dari golongan kaum musyrikin sedangkan pedang Rosululloh ﷺ digantungkan pada pohon tersebut. Orang itu menghunus pedangnya lalu berkata: "Adakah engkau takut padaku?" Rosululloh ﷺ menjawab: "Tidak." Orang itu berkata lagi: "Siapakah yang dapat menghalang-halangi engkau dari perbuatanku ini." Beliau ﷺ menjawab: "Alloh."
Disebutkan pula dalam riwayat lainnya lagi iaitu riwayat Abu Bakar al-lsma'ili dalam kitab shahihnya demikian:
Orang itu berkata: "Siapakah yang dapat menghalang-halangi engkau dari perbuatanku ini." Beliau ﷺ bersabda: "Alloh," kemudian jatuhlah pedang itu dari tangannya.
Selanjutnya pedang itu diambil oleh Rosululloh ﷺ, lalu bersabda: "Siapakah yang dapat menghalang-halangi engkau dari padaku ini?" Orang tadi berkata: "Jadilah engkau - hai Muhammad -sebaik-baiknya orang yang dimintai perlindungan." Rosululloh ﷺ bersabda pula: "Sukakah engkau menyaksikan bahawa tiada Robb melainkan Alloh dan bahawasanya saya ini utusan Alloh?" Ia menjawab: "Tidak suka aku demikian, tetapi saya berjanji padamu bahawa saya tidak akan memerangi lagi padamu dan tidak pula akan menyertai kaum yang memerangi engkau."
Oleh Rosululloh ﷺ orang tersebut dilepaskan jalannya -dibebaskan, kemudian ia mendatangi sahabat-sahabatnya lalu berkata: "Saya telah datang padamu sekalian ini dari sisi sebaik-baik manusia.
6. Dari Umar رضي الله عنه, katanya: "Saya mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:
"Andaikata engkau sekalian itu suka bertawakkal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya tawakal, niscayalah Dia akan memberikan rezeki padamu sekalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung. Pagi-pagi burung-burung berperut kosong dan sore-sore kembali dengan perut penuh berisi.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
🎙Oleh Shaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin sukoyo Al Indonesia Al Jawiy Al Qudsy حفظه الله
3. Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma pula, katanya: "Lafaz: Hasbunallah wa ni'mal wakil, ertinya: Cukuplah Allah itu sebagai penolong kita dan Dia adalah sebaik-baiknya yang diserahi, itu pernah diucapkan oleh Ibrahim Alaihissalam ketika beliau dilemparkan ke dalam api, Juga pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika orang-orang sama berkata: "Sesungguhnya orang-orang banyak telah berkumpul-bersatu-untuk memerangi engkau,maka takutilah mereka itu," tetapi ucapan sedemikian itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang beriman melainkan keimanan belaka dan mereka berkata: Hasbunallah wa ni'mal wakil. (Riwayat Bukhari)
Dalam riwayat Bukhari pula dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma disebutkan: Ucapan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang terakhir sekali ketika beliau dilemparkan ke dalam api iaitu: Hasbiallah wa ni'mal wakil artinya: "Cukuplah Allah itu sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baiknya yang diserahi."