The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan

HEWAN SESEMBELIHAN YANG HAMPIR MATI

 Fatawa Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله

HEWAN SESEMBELIHAN YANG HAMPIR MATI


So
al :
Ass
alamu'alaykum Syaikh.
Ana mau nanya terkait bab di Shahih Muslim, Kitab Haji. باب ما يفعل بالهدي اذا عطب في الطريق
Yang ana mau tanyakan maksud kata عطب ini apa ya syaikh. Dan bagaimana penjelasan dari para ulama mengenai hadits dari bab ini. Mohon Faidah nya syaikh.
----------------------

Jawab :

وع
ليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

Maknanya adalah hewan hadyu tadi hampir mati, padahal belum mencapai Mina. Maka hendaknya segera disembelih, lalu dibiarkan untuk diambil oleh orang lain, dan jangan sampai si pemiliknya dan orang² yang satu rombongan dengannya mengambilnya. Jika dia atau rombongannya turut memakannya maka yang turut memakannya harus menggantinya. Biarkan orang yang selain merekalah yang memakan dan memanfaatkan daging tadi. Maka hadyu tadi sudah sah walaupun belum mencapai Mina. Demikianlah yang dijelaskan oleh Al Imam At Tirmidziy, menukilkan ucapan para ulama yang lain.
والله أعلم بالصواب.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
MASJID DARUL HADITS
2 Dzulhijjah 1441 / 23-07-2020
https://telegram.me/masjid_darulhadits
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

(Di Jawab oleh Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله)

Re
post :
Rabu 17 Dzul Hijjah 1444 / 5-07-2023

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy

HUKUM MENCIUM TANGAN

HUKUM MENCIUM TANGAN

Fatawa Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله

Soal :
Bismillah. Wahai Syaikh Abu Fairuz, apa hukum mencium tangan. Apakah Salaf dahulu pernah melakukannya ? Seperti mencium tangan orangtuanya, bahkan tangan gurunya. Itu saja Syaikh. Baarakallahu fiykum.
--------------------

Jawab :"
Telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih oleh Ibnu Abi Syaibah, Al Hakim, Al Baihaqiy, Ak Khathib Al Baghdadiy, Ibnu Asakir dan yang lainnya bahwasanya Zaid Bin Tsabit رضي الله عنه mencium tangan Ibnu Abbas رضي عنهما dan beliau berkata:*" "Demikianlah kami diperintahkan untuk memuliakan Ahli Bait Nabi صلى الله عليه وسلم.

Dan diriwayatkan dengan sanad yang hasan oleh Ibnu Abi Syaibah, Al Baihaqiy dll dari Tamim Bin Salamah, dari kalangan tabi'iy, setelah menyebutkan penciuman tangan antara Umar dan Abu Ubaidah, beliau berkata: "Dan itu adalah sunnah".

Dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Muqri dan lain dengan sanad yang boleh dishahihkan bahwasanya Sufyan Ats Tsauriy رحمه الله berkata:" Termasuk dari sunnah adalah mencium tangan waliyyul amr yang adil".

Al Imam Ibnul Qayyim رحمه الله dalam "Badai'ul Fawaid" juga menyebutkan disyariatkannya mencium tangan umara.

Al Imam Ibnu Muflih Al Maqdasiy رحمه الله di dalam "Al Adabusy Syar'iyyah" dan juga Al Imam Ibnu Utsaimin رحمه الله dalam "Syarhu Riyadhish Shalihin" menyebutkan bolehnya mencium tangan ayah dan ibu.

Al Imam Ibnu Muflih Al Maqdasiy رحمه الله di dalam "Al Adabusy Syar'iyyah" menukilkan riwayat-riwayat dari Al Imam Ahmad رحمه الله dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله bahwasanya mencium tangan tadi tidak sering-sering dilakukan.

Demikian juga Al Imam Ibnu Utsaimin رحمه الله dalam "Syarhu Riyadhish Shalihin" menyebutkan bahwasanya hal itu jangan sering dilakukan, demi menggabungkan antara pembolehan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan larangan beliau untuk mencium dan membungkukkan badan setiap kali berjumpa.

Dan Fadhilatusy Syaikh Zaid Al Madkhaliy رحمه الله dalam "Aunu Ahadish Shamad" menyebutkan bolehnya mencium tangan tadi adalah jika bukan dalam bentuk sikap ghuluw.

والله تعالى أعلم بالصواب.
والحمد لله رب العالمين.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sumber :
MAS
JID DARUL HADITS
https://telegram.me/masjid_darulhadits
16 Ramadhan 1441 / 9-5-2020
----------------------------

(Di Jawab oleh Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله)

Repost:
"
Selasa 3 Dzulqaidah 1444 / 23-05-2023

Sumber Channel Telegram: 

Masalah fatwa Syaikhul Islam رحمه الله mengenai menyuruh jin melakukan sesuatu

Masalah fatwa Syaikhul Islam رحمه الله mengenai menyuruh jin melakukan sesuatu.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )

Kamis 28 Syawwal 1444 / 18-05-2023

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy

SIAPAKAH ABDUL AZIZ ATH THARIFIY ?

 Fatwa² Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله

SIAPAKAH ABDUL AZIZ ATH THARIFIY ?

Pertanyaan :
Assalamu'alaykum Syaikh. Afwan mau nanya, apakah Syaikh tahu siapa Abdul Aziz Ath Tharifiy itu sebenarnya ?

Jawab :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.
Abdul Aziz Ath Tharifiy adalah ikhwaniy quthbiy. Dari kalangan mubtadi'ah.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sumber:
Masjid Darul Hadits
1 Rabi'ul Awwal 1442 | 18 Oktober 2020

https://telegram.me/masjid_darulhadits
----------------------------

(Di Jawab oleh Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله)

Repost :
Rabu 20 Syawwal 1444 / 10-05-2023

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy

ANAK KECIL DARI ORANGTUA KAFIR YANG MENINGGAL, DI SURGA ATAU NERAKA ?

Fatawa Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله


ANAK KECIL DARI ORANGTUA KAFIR YANG MENINGGAL, DI SURGA ATAU NERAKA ?

Soal :
Bismillah. Afwan Syaikh, ana mau nanya terkait anak dari orangtua kafir yang mati, apakah ia di surga atau di neraka. Mohon faidahnya ya Syaikhona. Baarakallahu fiykum

Jawab :
Di sorga insya Allah jika dia masih di atas Fitrahnya, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Samurah رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Al Bukhariy.
Kalaupun dia diuji di Padang mahsyar maka dia akan diberi taufik untuk menjawab dengan benar. Itu dalam rangka menggabungkan dalil² yang ada.

والله أعلم بالصواب.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
MASJID DARUL HADITS
18 Ramadhan 1441 / 11-05-2020
https://telegram.me/masjid_darulhadits
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )

Repost:
Ahad 25 Ramadhan 1444 / 16-04-2023

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy

WANITA YANG BERI'TIKAF DI MASJID, BOLEHKAH ?

Fatawa Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله


WANITA YANG BERI'TIKAF DI MASJID, BOLEHKAH ?

Soal :
Bismillah. Assalamu'alaykum Syaikh Abu Fairuz. Afwan, ana mau nanya. Bolehkah perempuan i'tikaf di masjid ?

Jawab :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

Wanita boleh I'tikaf di masjid, sebagaimana dulu para istri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم I'tikaf di masjid, selama tidak menimbulkan fitnah. Demikian pula ada seorang wanita yang rajin I'tikaf di Masjid Nabawiy sebagaimana dalam hadits Aisyah.
Itu semua diriwayatkan oleh Al Bukhariy dan Muslim.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sumber :
MASJID DARUL HADITS
https://telegram.me/masjid_darulhadits
Post :
22 Ramadhan 1441 / 15-05-2020
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )

Repost :
Ahad 25 Ramadhan 1444 / 16-04-2023

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy

HUKUM MENCIUM TANGAN

Fatawa Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy حفظه الله


HUKUM MENCIUM TANGAN

Soal :
Bismillah. Wahai Syaikh Abu Fairuz, apa hukum mencium tangan. Apakah Salaf dahulu pernah melakukannya ? Seperti mencium tangan orangtuanya, bahkan tangan gurunya. Itu saja Syaikh. Baarakallahu fiykum.

Jawab :
Telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih oleh Ibnu Abi Syaibah, Al Hakim, Al Baihaqiy, Ak Khathib Al Baghdadiy, Ibnu Asakir dan yang lainnya bahwasanya Zaid Bin Tsabit رضي الله عنه mencium tangan Ibnu Abbas رضي عنهما dan beliau berkata: "Demikianlah kami diperintahkan untuk memuliakan Ahli Bait Nabi صلى الله عليه وسلم.
Dan diriwayatkan dengan sanad yang hasan oleh Ibnu Abi Syaibah, Al Baihaqiy dll dari Tamim Bin Salamah, dari kalangan tabi'iy, setelah menyebutkan penciuman tangan antara Umar dan Abu Ubaidah, beliau berkata: "Dan itu adalah sunnah".
Dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Muqri dan lain dengan sanad yang boleh dishahihkan bahwasanya Sufyan Ats Tsauriy رحمه الله berkata:" Termasuk dari sunnah adalah mencium tangan waliyyul amr yang adil".
Al Imam Ibnul Qayyim رحمه الله dalam "Badai'ul Fawaid" juga menyebutkan disyariatkannya mencium tangan umara.
Al Imam Ibnu Muflih Al Maqdasiy رحمه الله di dalam "Al Adabusy Syar'iyyah" dan juga Al Imam Ibnu Utsaimin رحمه الله dalam "Syarhu Riyadhish Shalihin" menyebutkan bolehnya mencium tangan ayah dan ibu.
Al Imam Ibnu Muflih Al Maqdasiy رحمه الله di dalam "Al Adabusy Syar'iyyah" menukilkan riwayat-riwayat dari Al Imam Ahmad رحمه الله dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله bahwasanya mencium tangan tadi tidak sering-sering dilakukan.
Demikian juga Al Imam Ibnu Utsaimin رحمه الله dalam "Syarhu Riyadhish Shalihin" menyebutkan bahwasanya hal itu jangan sering dilakukan, demi menggabungkan antara pembolehan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan larangan beliau untuk mencium dan membungkukkan badan setiap kali berjumpa.

Dan Fadhilatusy Syaikh Zaid Al Madkhaliy رحمه الله dalam "Aunu Ahadish Shamad" menyebutkan bolehnya mencium tangan tadi adalah jika bukan dalam bentuk sikap ghuluw.

والله تعالى أعلم بالصواب.
والحمد لله رب العالمين.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
SSumber Channel Telegram: soaljawab_sheikhabufairuz

MASJID DARUL HADITS