Aqidah
[aqidah][bsummary]
vehicles
[vehicles][bigposts]
business
[business][twocolumns]
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 68)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 01 Jumada Thani 1443 Selasa bersamaan 04/01/2022 Masehi
Mukasurat 68.
Sufiyah - Firaun keimanan paling tinggi. Kaedah kalamiyah yang rosak.
Ibnu Jinni ahli lughoh dekat dengan kaum kalamiyah.
Soalan
Ahli Kalam masuk.ke dalam liberal.
Oh ini masih kita masuk di buka surat enam puluh delapan. Dalam catatan kaki baik yang terakhir kita dapatkan apa sih. yaitu pembahasan pendalaman tafsir dari apa? Manya di si pendapat pertama dan itu yang paling mudah adalah mamas jariah menunjukkan Allah menciptakan kalian dan menciptakan amalan. kalian. Adapun yang lebih sesuai dengan pola kalimatnya, bantahan Nabi Ibrahim kepada, kepada orang-orang Babilonia waktu itu, yang waktu itu jelas mereka tidak terkena. secara zahirnya tidak terkena akidah, muktazilah sampai berpikir sulit-sulit macam itu bahwasanya perbuatan hamba ini ciptaan hamba atau ciptaan Tuhan tak akan mikir seandai-aneh itu tak penting. Maka zahirnya. karena yang dibahas adalah berhala patung-patung itu maka yang adalah ma, mas mmm ma mausulah yaitu Allah yang menciptakan kalian dan menciptakan apa saja yang kalian buat itu. Baik, yang kalian. kerjakan. Dan kedua makna ini tidak saling bertentangan. Sebagaimana itu juga dijelaskan oleh sama saja ini mama ataukah mausulah nanti dua-duanya tetap boleh. dan sesuai digunakan untuk membantah orang-orang yang mengatakan perbuatan makhluk itu bukan makhluknya Allah. Tetap ini ayat ini sesuai untuk membantah orang-orang muktazilah. Kemudian kata Imam Ibn. Ibnu Qayim rahimahullahu taala di sini maka Nabi Ibrahim mengabarkan bahwasanya Allah menciptakan apa yang diperbuat oleh mereka semuanya ciptaan. maka kenapa tidak menyembah Allah saja? Eh perbuatan. sama ya amal dan yaitu perbuatan, perbuatan dan pekerjaan mereka sampai kepada makmur tadi walaupun mereka yang mengerjakan praktiknya mereka yang mubazir yang mmm melaku. langsung memegang benda itu dan melaksanakannya, tapi semuanya adalah ciptaan Allah. Terus kemudian beliau mengatakan tak boleh dikatakan yang. di sini adalah bahannya. Sebagaimana kata Muktazilah, memang tatkala kaidah yang mereka buat itu rusak, maka ayat-ayat bukan ditaati, tetapi ayat akan dipesongkan. Allah yang menciptakan. dan menciptakan apa yang kalian perbuat, kata Muktazilah maksudnya Allah yang menciptakan bahan-bahan itu, kayunya Allah yang mencipta, tetapi patung itu bukan ciptaan Allah, ini salah, ini hasil dari apa? Kaidah kalamiah yang. mereka peluk. Nah, kalau kita tidak tahu kaidah di dalam masalah ludoh dan kaidah di dalam memahami tafsir, kita akan susah untuk membantah mereka dan tak mampu membantu teman ketika ingin tahu gimana cara memba. yang seperti ini. Kemudian kata beliau karena bahannya memang bukan hasil dari perbuatan mereka.. saja bahan tadi menjadi hasil perbuatan mereka setelah mereka berbuat. Baik, asal agama senang, tapi tatkala muhtadiah melakukan pemisongan dan membuat kaidah memang. apa? Sulit. Jadi susah. Mereka yang membuat susah. Baik, tapi para ulama tidak akan kalah, insyaallah dengan mereka. Para ulama akan menjelaskan, mereka mengajak sulit, ah kami tetap akan mampu menguraikan apa yang kalian buat rumit terhadap umat. insyaallah. Yang menunjukkan adanya keterkaitan kata istilah ini. isyaratkan ini perkara yang baru tapi masih terkait dengan perkara yang sebelumnya. Allah Yang Maha Suci telah menghabarkan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan para pemimpin kebajikan itu. mengajak kepada hidayah yaitu apa? Menunjukkan adanya siapa yang menjadikan itu? Allah yang menjadikan itu dan Allah pula yang menjadikan. pemimpin keburukan, kejahatan, mengajak kepada neraka. Kepemimpinan demikian pula dakwah, seruan, ajakan, bijak leh, terbentuknya adalah dengan. dari Allah, menjadian, pembuatan yang Allah lakukan.
Maka imamah, dan dakwah itu adalah hasil ciptaan, hasil pembuat. dari Allah taala. Allah yang membuat mereka melakukan ini dan itu. Tapi itu perbuatan mereka. Mereka yang melakukan itu dengan keinginan mereka sendiri. Firaun. Allah taala pun. tentang Firaun dan bala tentaranya Firaun kata Al-Qurtubi yaitu Firaun dan para pengikutnya dan kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak ke. dan neraka. Nauzubillah. Nah, orang-orang sufiah dengan sebab kaidah yang rusak, segala perbuatan adalah perbuatan Allah dan makhluk itu hakekatnya bersatu dengan Allah, maka Firaun ini keimanannya keimanan paling tinggi. Nauzubillah. padahal Allah yang mengatakan mereka mengajak pada neraka. Ini hasil dari kaidah yang rusak, maka ayat-ayat pun dipesongkan. Kata mereka, neraka yang menurut penghuni surga itu neraka, hakikatnya dia itu adalah, adalah lautan. katanya. Jadi pada pulang kau tahu jumpa neraka saja tak. Ini hasil dari apa kaidah yang rusak menyebabkan menakwilkan wahyu. Allah berfirman tentang para pemimpin hidayah. Dan kami jadikan mereka sebagai para pemimpin yang membimbingnya dihapus, membimbing umat dengan perintah kami. Dengan syariat kami.. maka Allah mengabarkan bahwasanya ini dan yang itu terbentuknya adalah dengan pembuatan yang datang dari Allah. Allah membuat mereka menjadi demikian.. bersamaan dengan amalan tadi itu adalah perbuatan dan usaha, usaha dan perbuatan dari para imam tersebut. Yang seperti itu juga adalah. Nabi Ibrahim juga, Nabi Ibrahim lagi wahai Rabb kami, dan jadikanlah kami kenapa tahu-tahu adadan, menunjukkan sebelumnya ada doa juga.. doanya ini. Dan juga jadikanlah kami dua orang yang berserah diri kepada-Mu. Muslimah ini, ini menunjukkan apa? Mengisyaratkan kepada fiil. Ternyata fiil itu terbentuk dengan apa? Dengan. jaal dari Allah jadikan kami. Jadi fiil ini bukan karena kehebatan kami, tapi ini adalah pertolongan dari Allah. Ini semua patahan dari muktazilah, kita dipilih ulama untuk mengetahui apa saja da. yang sesuai untuk membantah mereka. Maka si kekasih mengabarkan mmm, mmm si keka. ini yaitu Nabi Ibrahim mengabarkan bahwasanya Allah Yang Mahasuci itulah yang menjadikan muslim itu sebagai muslim. Jelas beliau berdoa bukan untuk ria bukan untuk dipamerkan di surat kabar tapi beliau berdoa karena Allah, tahu-tahu Allah abadikan. sampai berita itu ke kita dan sampai hari kiamat. Doa Nabi Ibrahim tadi dan menjadi pelajaran bahkan untuk membantah Mu'tazilah sebelum Muktazilah lahir. Oh ini kalam yang diberkahi.
Baik. sementara untuk Kadariah bagi Kadariah, Kadariah Muktazilah, berikut dari manusia. itulah yang menjadikan dirinya sebagai seorang muslim. Bukan Allah yang menjadikan dia sebagai muslim. Mussallim yaitu menjadikan sebagai muslim. Sebagaimana apa? Eh menjadikan dia sebagai. berarti isi apa ya? Kemudian kalau, kalau Yahudi apa berarti? Karena apa? Berarti isimnya apa ya? Jangan, memang kita dengar, pola macam itu.. Muhawid dari menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Muhawid dalilnya. Yang paling sulit yang setelahnya, yaitu apa? Hatinya. menjadikan dia sebagai apa susah dia. Cari apa? Majusi, mau majus kan? Cuma ini jarang kita dengar, fiilnya didengar. dalam hati sementara didengar. Ah yang ini Musallim menjadikan sebagai muslim. Bukan Allah yang menjadikan Ibrahim sebagai imam, tapi apa? Ibrahim yang, yang. kita akan bilang Ibrahim yang memposisikan diri sebagai imam kan? Ini bantahan kepada akidah yang rusak dari Kadariah itu. Jelas semuanya adalah dari Allah taala. Imam yang membimbing dengan. Allah bukan pula Allah yang menjadikan pihak yang lain sebagai imam yang mengajak kepada neraka secara hakiki nah. merekalah yang menjadikan diri mereka secara hakiki itu mereka yang menjadikan itu. Hah maunya hilang ya, zahirnya maunya takada,. menisbahkan pembuatan ini kepada Allah itu cuma nah itu hasil dari kaidah kalamiah semua yang tak sesuai dikatakan oh ini majas saja seperti juga ahli luhur yang. terpesona dalam masalah ini Ibnu Jini rahimahullah karena dekat-dekat akhirnya apa? Beliau celaka dalam masalah ini. Mengatakan itu juga majas, Allah mencipta langit dan bumi itu majas, sebetulnya bukan Allah yang menci. ini kadang-kadang bahaya sekali itu hasil dari apa? Mempelajari kaidah yang keliru dan tidak tahu kaidah yang benar. Atau tahu tapi apa? Kalah dengan. jadi menurut eh menurut Allah menjadikan ini dan itu bukan betul-betul menjadikan tapi maknanya adalah menamakan, Allah menamakan Ibrahim sebagai imam, ini sekedar menang. bukan Allah yang menjadikan. Nauzubillah. Itu sekedar makna dari apa? Ya Allah namakanlah kami dua orang muslim ke. sekitar minta dikasih nama. Ini orang yang berakal, paham. Tak mungkin. Nabi sekitar minta diberi titel atau gelaran. Bukan. Tapi nabi adalah orang mukmin yang paling tinggi. Yakin bahwasanya semuanya hanya terlaksana dengan takdir. Allah. Allah hanya menjadikan kami demikian dan demikian. Makanya doa dari nabi mmm doa dari Nabi Muhammad dan para muhajirin dan ansar ketika membangun masjid Nabawi apa itu?. Kemudian apa? Wafat menunjukkan semuanya itu dinisbahkan, disandarkan pada Allah karena tauhid di tangan dia. Bukan sekedar nama..
Dan demikianlah kami jadikan mereka sebagai pemimpin. Menurut mereka kami menamakan mereka sebagai pemimpin sekedar nama. ah ini tidak akan mendatangkan syukur yang sebagaimana mestinya sekedar nama saja, tapi untuk orang ahli tauhid, tatkala dia tahu Allah-lah yang menjadikan fulan sebagai imam, maka dia akan mendatangkan syukur bagi si imam tadi. Karena tanpa hidayah dari Allah takmu. saya mencapai posisi yang seperti ini. Nah kalau kita tahu, yang membuat seseorang menjadi imam itu Allah, bukan rakyat, bukan umat, bukan ikhwah, dan sebagainya, maka orang taklu. tatkala tatkala dicela atau di, dipuji oleh orang-orang. Tak seperti dulu tatkala sebagian saudara mereka dapat taskiah dari ulama, langsung semuanya memuji, oh dialah imam kita, dia akan jadi imam, tatkala ketahuan yang ini. eh tidak mendukung mereka dalam perkara yang ulama menyuruh untuk tidak membicarakan itu, tau-tau direndah-rendahkan. Tak ndak salah imam itu di tangan Allah taala, bukan di tangan eh umat, apalagi sekedar ikhwan dan. Allah yang menjadikan, bukan orang. Demikan pula mereka meyakini apa?
Bahwasanya manusia itulah yang menjadikan diri mereka sebagai. imam di dalam masalah petunjuk dan juga di dalam masalah kesesatan ah ini akibatnya ini konsekuensinya yaitu yang datang dari makhluk ini hakiki tapi yang datang. Allah selalu makanya kalau kita berbuat ini hakiki, kalau kita yang berbuat, tapi untuk kalau Allah berbuat itu semuanya adalah majas, hakikatnya Allah tidak berbuat. Ini hasil dari ilmu kalam. Kenapa? Allah sementara per. itu hadis, tak mungkin zat yang khatib itu ada pada dirinya hadis. Ini kaidah yang merusak. Memang kita wajib tahu bagaimana membantah kaidah mereka itu. Bagaimananya semuanya majas, ujung akhirnya kita. masuk kepada kaidah yang paling parah dari mereka adanya Allah sendiri majas. Berarti Allah ada atau takada? Nah itulah kami sendiri bingung katanya. Ujung akhirnya ilmu kalam bingung. Untuk apa? Lalu kita dipaksakan belajar kalau seperti itu kepada mereka.. yang datang dari Allah hanya sekedar ungkapan saja bukan sesuatu yang hakiki. Padahal Allah-lah yang hak, yaitu apa? Hatikoh. Kita. Ini yang justru mungkin sehingga boleh jadi yang ada pada kita. boleh jadi bukan wajas. Itu kalau apa? Kalau dipaksa. Salah satu wajib hakiki yang lain majas. Kita lebih layak untuk terkena majas bukan Allah taala. Walaupun yang betul semuanya adalah hakiki, perbuatan kita hakiki.. selesai yang diinginkan dari
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Labels:
2 Purnama
Related Posts
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 68)
Reviewed by Malik alFaruq
on
Oktober 10, 2022
Rating: 5
Reviewed by Malik alFaruq
on
Oktober 10, 2022
Rating: 5
Katalog
[socialcounter]
[facebook][#][230,000]
[twitter][#][230,000]
[youtube][#][230,000]
[rss][#][230,000]
[linkedin][#][230,000]
[instagram][#][230,000]
Subscribe Us
Popular Posts
blog tags
- 2 Purnama
- Ahkam Adhiyah
- Ahkamish Shiyam
- Ajaibnya Alam Semesta
- AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Al Fawakihul Janiyyah
- Al Hamawiyah
- Al Qowaaidul Hisan
- Al Ushul Min Ilmil Ushul
- Al Usul Tsalatsah
- Al Uyunul Jawariy
- Al Wasitiyah
- Aqidah
- Aqidah Qairawaniyyah
- Arbain Nawawiy
- Bab 1 RS
- Bab 1 SB Haid
- Bab 1 SB ILMU
- Bab 1 SB IMAN
- Bab 1 SB Mandi
- Bab 1 SB Shalat
- Bab 1 SB Tayamum
- Bab 1 SB WAHYU
- Bab 1 SB WUDHU
- Bab 10 RS
- Bab 10 Sb Aurat
- Bab 10 SB Haid
- Bab 10 SB ILMU
- Bab 10 SB IMAN
- Bab 10 SB Mandi
- Bab 10 SB WUDHU
- Bab 100 RS
- Bab 101 RS
- Bab 102 RS
- Bab 103 RS
- Bab 104 RS
- Bab 105 RS
- Bab 106 RS
- Bab 107 RS
- Bab 108 RS
- Bab 109 RS
- Bab 11 RS
- Bab 11 SB Haid
- Bab 11 SB ILMU
- Bab 11 SB IMAN
- Bab 11 SB Mandi
- Bab 11 SB Rida
- Bab 11 SB WUDHU
- Bab 110 RS
- Bab 111 RS
- Bab 112 RS
- Bab 113 RS
- Bab 114 RS
- Bab 115 RS
- Bab 116 RS
- Bab 117 RS
- Bab 118 RS
- Bab 119 RS
- Bab 12 RS
- Bab 12 SB Haid
- Bab 12 SB ILMU
- Bab 12 SB IMAN
- Bab 12 SB Mandi
- Bab 12 SB Paha
- Bab 12 SB WUDHU
- Bab 120 RS
- Bab 121 RS
- Bab 122 RS
- Bab 123 RS
- Bab 124 RS
- Bab 125 RS
- Bab 126 RS
- Bab 127 RS
- Bab 128 RS
- Bab 129 RS
- Bab 13 RS
- Bab 13 SB
- Bab 13 SB Haid
- Bab 13 SB ILMU
- Bab 13 SB IMAN
- Bab 13 SB Mandi
- Bab 13 SB WUDHU
- Bab 130 RS
- Bab 131 RS
- Bab 132 RS
- Bab 133 RS
- Bab 134 RS
- Bab 135 RS
- Bab 136 RS
- Bab 137 RS
- Bab 138 RS
- Bab 139 RS
- Bab 14 RS
- Bab 14 SB
- Bab 14 SB Haid
- Bab 14 SB ILMU
- Bab 14 SB IMAN
- Bab 14 SB WUDHU
- Bab 140 RS
- Bab 142 RS
- Bab 143 RS
- Bab 144 RS
- Bab 145 RS
- Bab 146 RS
- Bab 147 RS
- Bab 148 RS
- Bab 149 RS
- Bab 15 RS
- Bab 15 SB
- Bab 15 SB Haid
- Bab 15 SB ILMU
- Bab 15 SB IMAN
- Bab 15 SB WUDHU
- Bab 150 RS
- Bab 151 RS
- Bab 152 RS
- Bab 153 RS
- Bab 154 RS
- Bab 155 RS
- Bab 156 RS
- Bab 157 RS
- Bab 158 RS
- Bab 159 RS
- Bab 16 RS
- Bab 16 SB Haid
- Bab 16 SB ILMU
- Bab 16 SB IMAN
- Bab 16 SB Mandi
- Bab 16 SB Sutra
- Bab 16 SB WUDHU
- Bab 160 RS
- Bab 161 RS
- Bab 162 RS
- Bab 163 RS
- Bab 164 RS
- Bab 165 RS
- Bab 166 RS
- Bab 167 RS
- Bab 168 RS
- Bab 169 RS
- Bab 17 RS
- Bab 17 SB Haid
- Bab 17 SB ILMU
- Bab 17 SB IMAN
- Bab 17 SB Mandi
- Bab 17 SB Pakaian warna merah
- Bab 17 SB WUDHU
- Bab 170 RS
- Bab 171 RS
- Bab 172 RS
- Bab 173 RS
- Bab 174 RS
- Bab 175 RS
- Bab 176 RS
- Bab 177 RS
- Bab 178 RS
- Bab 179 RS
- Bab 18 RS
- Bab 18 SB Haid
- Bab 18 SB ILMU
- Bab 18 SB IMAN
- Bab 18 SB Mandi
- Bab 18 SB Shalat diatap
- Bab 18 SB WUDHU
- Bab 180 RS
- Bab 181 RS
- Bab 182 RS
- Bab 19 RS
- Bab 19 SB
- Bab 19 SB Haid
- Bab 19 SB ILMU
- Bab 19 SB IMAN
- Bab 19 SB Mandi
- Bab 19 SB WUDHU
- Bab 2 RS
- Bab 2 SB Haid
- Bab 2 SB ILMU
- Bab 2 SB IMAN
- Bab 2 SB Mandi
- Bab 2 SB Shalat
- Bab 2 SB Tayamum
- Bab 2 SB WAHYU
- Bab 2 SB WUDHU
- Bab 20 RS
- Bab 20 SB Haid
- Bab 20 SB ILMU
- Bab 20 SB IMAN
- Bab 20 SB Mandi
- Bab 20 SB Shalat diatas tikar
- Bab 20 SB WUDHU
- Bab 21 RS
- Bab 21 SB
- Bab 21 SB Haid
- Bab 21 SB ILMU
- Bab 21 SB IMAN
- Bab 21 SB Mandi
- Bab 21 SB WUDHU
- Bab 22 RS
- Bab 22 SB
- Bab 22 SB Haid
- Bab 22 SB ILMU
- Bab 22 SB IMAN
- Bab 22 SB Mandi
- Bab 22 SB WUDHU
- Bab 23 RS
- Bab 23 SB
- Bab 23 SB Haid
- Bab 23 SB ILMU
- Bab 23 SB IMAN
- Bab 23 SB WUDHU
- Bab 24 RS
- Bab 24 SB
- Bab 24 SB haid
- Bab 24 SB ILMU
- Bab 24 SB IMAN
- Bab 24 SB Mandi
- Bab 24 SB WUDHU
- Bab 25 RS
- Bab 25 SB
- Bab 25 SB Haid
- Bab 25 SB ILMU
- Bab 25 SB IMAN
- Bab 25 SB Mandi
- Bab 25 SB WUDHU
- Bab 26 RS
- Bab 26 SB
- Bab 26 SB Haid
- Bab 26 SB ILMU
- Bab 26 SB IMAN
- Bab 26 SB Mandi
- Bab 26 SB WUDHU
- Bab 27 RS
- Bab 27 SB
- Bab 27 SB Haid
- Bab 27 SB IMAN
- Bab 27 SB Mandi
- Bab 27 SB WUDHU
- Bab 28 RS
- Bab 28 SB
- Bab 28 SB haid
- Bab 28 SB ILMU
- Bab 28 SB IMAN
- Bab 28 SB Mandi
- Bab 28 SB WUDHU
- Bab 29 RS
- Bab 29 SB Haid
- Bab 29 SB ILMU
- Bab 29 SB IMAN
- Bab 29 SB Kiblat
- Bab 29 SB Mandi
- Bab 29 SB WUDHU
- Bab 3 RS
- Bab 3 SB Haid
- Bab 3 SB ILMU
- Bab 3 SB IMAN
- Bab 3 SB Mandi
- Bab 3 SB Shalat
- Bab 3 SB Tayamum
- Bab 3 SB WAHYU
- Bab 3 SB WUDHU
- Bab 30 RS
- Bab 30 SB Haid
- Bab 30 SB ILMU
- Bab 30 SB IMAN
- Bab 30 SB Maqam Ibrahim
- Bab 30 SB WUDHU
- Bab 31 RS
- Bab 31 SB ILMU
- Bab 31 SB IMAN
- Bab 31 SB Menghadap Kiblat
- Bab 31 SB WUDHU
- Bab 32 RS
- Bab 32 SB ILMU
- Bab 32 SB IMAN
- Bab 32 SB Perihal Kiblat
- Bab 32 SB WUDHU
- Bab 33 RS
- Bab 33 SB ILMU
- Bab 33 SB IMAN
- Bab 33 SB Mengerik Kahak
- Bab 33 SB WUDHU
- Bab 34 RS
- Bab 34 SB ILMU
- Bab 34 SB IMAN
- Bab 34 SB Mengerik Ingus
- Bab 34 SB WUDHU
- Bab 35 RS
- Bab 35 SB ILMU
- Bab 35 SB IMAN
- Bab 35 SB Meludah
- Bab 35 SB WUDHU
- Bab 36 RS
- Bab 36 SB ILMU
- Bab 36 SB IMAN
- Bab 36 SB Meludah ke sebelah kiri
- Bab 36 SB WUDHU
- Bab 37 RS
- Bab 37 SB ILMU
- Bab 37 SB IMAN
- Bab 37 SB Kafarat
- Bab 37 SB WUDHU
- Bab 38 RS
- Bab 38 SB ILMU
- Bab 38 SB IMAN
- Bab 38 SB Menanam kahak
- Bab 38 SB WUDHU
- Bab 39 RS
- Bab 39 SB Dorongan meludah
- Bab 39 SB ILMU
- Bab 39 SB IMAN
- Bab 39 SB WUDHU
- Bab 4 RS
- Bab 4 SB Haid
- Bab 4 SB ILMU
- Bab 4 SB IMAN
- Bab 4 SB Mandi
- Bab 4 SB Shalat
- Bab 4 SB Tayamum
- Bab 4 SB WAHYU
- Bab 4 SB WUDHU
- Bab 40 RS
- Bab 40 SB ILMU
- Bab 40 SB IMAN
- Bab 40 SB Nasihat Imam
- Bab 40 SB WUDHU
- Bab 41 RS
- Bab 41 SB
- Bab 41 SB ILMU
- Bab 41 SB IMAN
- Bab 41 SB WUDHU
- Bab 42 RS
- Bab 42 SB
- Bab 42 SB ILMU
- Bab 42 SB IMAN
- Bab 42 SB WUDHU
- Bab 43 RS
- Bab 43 SB ILMU
- Bab 43 SB Mengundang dan yang di undang
- Bab 43 SB WUDHU
- Bab 44 RS
- Bab 44 SB ILMU
- Bab 44 SB Memutuskan Perkara
- Bab 44 SB WUDHU
- Bab 45 RS
- Bab 45 SB
- Bab 45 SB ILMU
- Bab 45 SB WUDHU
- Bab 46 RS
- Bab 46 SB ILMU
- Bab 46 SB Membuat Masjid
- Bab 46 SB WUDHU
- Bab 47 RS
- Bab 47 SB ILMU
- Bab 47 SB Kaki Kanan
- Bab 47 SB WUDHU
- Bab 48 RS
- Bab 48 SB ILMU
- Bab 48 SB Membongkar Kuburan
- Bab 48 SB WUDHU
- Bab 49 RS
- Bab 49 SB
- Bab 49 SB ILMU
- Bab 49 SB WUDHU
- Bab 5 RS
- Bab 5 SB Haid
- Bab 5 SB ILMU
- Bab 5 SB IMAN
- Bab 5 SB Mandi
- Bab 5 Sb Shalat
- Bab 5 SB Tayamum
- Bab 5 SB WAHYU
- Bab 5 SB WUDHU
- Bab 50 RS
- Bab 50 SB
- Bab 50 SB ILMU
- Bab 50 SB WUDHU
- Bab 51 RS
- Bab 51 SB ILMU
- Bab 51 SB WUDHU
- Bab 51SB
- Bab 52 RS
- Bab 52 SB ILMU
- Bab 52 SB WUDHU
- Bab 53 RS
- Bab 53 SB
- Bab 53 SB ILMU
- Bab 53 SB WUDHU
- Bab 54 RS
- Bab 54 SB Shalat dalam gereja
- Bab 54 SB WUDHU
- Bab 55 SB
- Bab 55 SB WUDHU
- Bab 56 SB
- Bab 56 SB WUDHU
- Bab 57 RS
- Bab 57 SB
- Bab 57 SB WUDHU
- Bab 58 RS
- Bab 58 SB Tidur di Masjid
- Bab 58 SB WUDHU
- Bab 59 RS
- Bab 59 SB
- Bab 59 SB WUDHU
- Bab 6 RS
- Bab 6 SB Haid
- Bab 6 SB ILMU
- Bab 6 SB IMAN
- Bab 6 SB Mandi
- Bab 6 SB Shalat
- Bab 6 SB Tayamum
- Bab 6 SB WAHYU
- Bab 6 SB WUDHU
- Bab 60 RS
- Bab 60 SB
- Bab 60 SB WUDHU
- Bab 61 RS
- Bab 61 SB
- Bab 61 SB WUDHU
- Bab 62 RS
- Bab 62 SB Bangunan Masjid Nabawi
- Bab 62 SB WUDHU
- Bab 63 RS
- Bab 63 SB
- Bab 63 SB WUDHU
- Bab 64 RS
- Bab 64 SB Mimbar Masjid
- Bab 64 SB WUDHU
- Bab 65 RS
- Bab 65 SB Pahala Membangun Masjid
- Bab 65 SB WUDHU
- Bab 66 RS
- Bab 66 SB Anak Panah
- Bab 66 SB WUDHU
- Bab 67 RS
- Bab 67 SB Lewat Masjid
- Bab 67 SB WUDHU
- Bab 68 RS
- Bab 68 SB
- Bab 68 SB WUDHU
- Bab 69 RS
- Bab 69 SB Pemilik Tombak
- Bab 69 SB WUDHU
- Bab 7 RS
- Bab 7 SB Haid
- Bab 7 SB ILMU
- Bab 7 SB IMAN
- Bab 7 SB Mandi
- Bab 7 SB Tayamum
- Bab 7 SB WUDHU
- Bab 70 RS
- Bab 70 SB WUDHU
- Bab 71 RS
- Bab 71 SB Hutang Piutang
- Bab 71SB WUDHU
- Bab 72 RS
- Bab 72 SB
- Bab 72 SB WUDHU
- Bab 73 RS
- Bab 73 SB
- Bab 73 SB WUDHU
- Bab 74 RS
- Bab 74 SB
- Bab 74 SB WUDHU
- Bab 75 RS
- Bab 75 SB Tawanan
- Bab 75 SB WUDHU
- Bab 76 RS
- Bab 76 SB
- Bab 77 RS
- Bab 77 SB
- Bab 78 RS
- Bab 78 SB
- Bab 79 RS
- Bab 79 SB
- Bab 8 RS
- Bab 8 SB Haid
- Bab 8 SB ILMU
- Bab 8 SB IMAN
- Bab 8 SB Mandi
- Bab 8 SB Shalat
- Bab 8 SB Tayamum
- Bab 8 SB WUDHU
- Bab 80 RS
- Bab 80 SB Khaukhah
- Bab 81 RS
- Bab 81 SB
- Bab 82 RS
- Bab 82 SB
- Bab 83 RS
- Bab 83 SB
- Bab 84 RS
- Bab 84 SB Halaqah
- Bab 85 RS
- Bab 85 SB Terlentang
- Bab 86 RS
- Bab 86 SB
- Bab 87 RS
- Bab 87 SB
- Bab 88 RS
- Bab 88 SB
- Bab 89 RS
- Bab 89 SB
- Bab 9 RS
- Bab 9 SB Haid
- Bab 9 SB ILMU
- Bab 9 SB IMAN
- Bab 9 SB Mandi
- Bab 9 SB Shalat
- Bab 9 SB Tayamum
- Bab 9 SB WUDHU
- Bab 90 RS
- Bab 91 RS
- Bab 92 RS
- Bab 93 RS
- Bab 94 RS
- Bab 95 RS
- Bab 96 RS
- Bab 97 RS
- Bab 98 RS
- Bab 99 RS
- Bab15 SB Mandi
- Bab70 SB Jual Beli
- Bahasa Arab
- Bid'ah dan macam²nya
- blora
- brebes
- buku
- depok
- Faedah Dalam Kesulitan
- Faraid
- Fatwa
- Feature
- Fiqih
- Habibatul Mustofa
- Hadits
- Hilangnya Debu
- Hukum Satu Perkara
- Ilmu Sorof
- Ilmu Sorof Fathul Wadud
- Iqtisom
- jakarta
- Jami'ush Shahih
- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- jogja
- Karakteristik Dakwah
- Karomatul Khulafair Rasyidin
- Kasyfisy Syubuhat
- Katalog
- Keagungan Aqidah Ulama Syafi'iyah
- kedah
- kendari
- Kesesatan Sururiy
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Khutbah
- Khutbah 'ied
- Khutbah Jumat
- Kitab Adab
- Kitab Adab Berpakaian
- Kitab Adab tidur_berbaring_duduk_tempat duduk_teman duduk dan mimpi
- Kitab Etika Makan
- Kitab Etika Safar
- Kitab Fadhail
- Kitab Haid
- Kitab Ilmu
- Kitab Iman
- Kitab Keikhlasan
- Kitab Mandi
- Kitab Menjenguk Orang Sakit
- Kitab Permulaan wahyu
- Kitab Salam
- Kitab Shalat
- Kitab Tauhid
- Kitab Tayamum
- Kitab Waktu Shalat
- Kitab Wudhu'
- kuala lumpur
- kudus
- kuningan
- Lamiyyah
- Madatul Fiqih 2
- Madatul Fiqih 3
- Madatul Fiqih 4
- Madatul Fiqih 5
- Madatul Tafsir
- Maddatul Adab
- Maddatul Adab 2
- Maddatul Adab 3
- Maddatul Adab 4
- Maddatul Adab 5
- madiun
- makasar
- Manhaj
- Membantah Gerakan Pemberontakan
- muhadhoroh
- Mustolah Hadits
- Nahwu
- Nahwu 5
- Nahwu 6
- Nahwu 7
- Nailul Maram
- Nawaqidul Islam
- nganjuk
- Nikmat Islam
- padang
- pangkep
- pare-pare
- pekalongan
- pekanbaru
- Pengumuman
- Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah
- perlis
- Petikan Aqidah Al Imam Ibnu Abi Zamanin
- Petuah Ramadhan
- Raddul Mubthilil Mardzul Laisa Minal Fudhul
- Ramadhan
- Ringkasan Hamawiyah
- Risalah Tabukiyyah
- Riyadhus Shalihin
- selangor
- semarang
- Shahih Al Bukhari
- Shohih Bukhari Syaikh Abu Fairuz
- Sirah Nabawiyyah
- Sirah Nabawiyyah 10
- Sirah Nabawiyyah 2
- Sirah Nabawiyyah 3
- Sirah Nabawiyyah 4
- Sirah Nabawiyyah 5
- Sirah Nabawiyyah 6
- Sirah Nabawiyyah 7
- Sirah Nabawiyyah 8
- Sirah Nabawiyyah 9
- solo
- subang
- Syarah Ajurrumiyyah 1
- Syarah Ajurrumiyyah 2
- Syarah Aqidah Al Karmaniy
- Syarah Asma Al Husna
- Syarah Qawa'idil Arba'
- Syarhul Ushulis Sittah
- Ta'liq
- tafsir
- Tafsir Al Furqan
- Tafsir Ash Shaff
- Tafsir ibnu Katsir
- Taisirul Alam
- Takalar
- Tanda² Hari Kiamat
- tanya jawab
- Tathir Itiqod
- Taudhihul Ahkam
- Tauhid
- Tsulatsiyat Shahih Bukhari
- Ubat untuk penyakit
- Ushul Fiqih Imrithiy
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Ushul Tsalatsah
- Ushulud Da'watis Salafiyyah
- Usul Fiqih
- Usul Tafsir
- Video
- watang
- yaman
- الصرف للمبتدئين
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- خلاصة مصطلح الحديث



