Senin, 10 Oktober 2022

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Beriman kepada Qadr)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:
🌷
Tarikh: 03 Jumada Thani 1443 Khamis bersamaan 06/01/2022 Masehi

Beriman kepada Qadr.

Manhajiyah Aqidah.

Ibnu Hizam dihukumi sebagai penderhaka oleh para ulama'.

Apa sebab Ibnu Hizam lembek dalam manhaj sedangkan dia kuat di dalam Fathul Majid?

Tentang bagaimana maukif ahlusunah, tentang kekhilafan ulama. Telah disebutkan di dalam buku-buku bahwasanya kesilapan itu ada banyak macamnya. Ada kesilapan yang fatal, ada kesilapan yang tidak fatal. kalau yang fatal itu adalah yang menyelisihi yaitu menyelisihi perkara yang sudah sangat pasti diketahui dalam agama. Dan ini orangnya dihukumi kafir, walaupun. dia keluarga kita walaupun dia orang yang paling kita cintai, kalau dia mencapai taraf itu kita tak rindu sama dia. Baik, yang kedua, tidak sampai pada level itu tetapi menyelisihi dalil yang dalil yang pasti. Maka tidak ada alasan. untuk ijtihad di situ. Sebagaimana itu tolong dijelaskan oleh Abu Ishaq As-Syairozi di dalam fikih juga dijelaskan oleh Azzar kasidah yang lain-lain yaitu walaupun dia mengatakan ini adalah ijtihad saya atau. saya didahului oleh Syekh Fulan atau ini adalah keputusan yang ditetapkan oleh tetapi kalau menyelisihi dalil yang maka fatwa tadi wajib ditolak dan orangnya dihukumi fase kalau dia tidak bertobat. Baik. yang ketiga adalah perkara yang memang dalilnya tidak jelas, kaidahnya tidak jelas, hadiah salah di situ, ah yang seperti ini diberi, dimaafkan. Karena ini perkara dalilnya belum jelas, ulama boleh ijtihad di situ. Tapi untuk. prinsip ahlusunah yang telah disepakati oleh para salaf, digariskan oleh salaf, para salaf di bukunya, maka ini bukan lagi perkara ijtihad, ah di antara prinsip ahlusunah telah dinukilkan ijma oleh Imam. di dalam dalam dan juga di dalam dan juga dinukilkan ijmak sebelum mereka semua. itu Imam Abuzali di dalam satu sunah telah terbentuk ijma untuk, untuk kita tidak mendengar dan tidak mengambil ilmu dan memang kita wajib untuk menjauh dari orang-orang pengekor hawa nafsu. Nah ini ijmak. dalilnya makruf. Allah taala berfirman maka berpalinglah engkau dari orang yang berpaling dari peringatan kami dan dia tidak menginginkan kecuali kehidupan dunia. Dan. kita tahu dia berpaling. Dari mana kita tahu dia pengekor hawa nafsu, dilihat apakah dia itu ketika ditunjukkan kesalahannya, dia bertobat, dia rujuk, ataukah dia tidak rujuk. Kalau dia bertobat dan rujuk, tahu. kita, dia cuma tergelincir sebagaimana manusia biasa tergelincir. Tapi kalau dia tidak rujuk, setelah ditunjukkan, sisi kesalahannya, tahulah kita berarti dia ikut hawa nafsu, bukan mengikuti hidayah dari Allah taala. Baik. nah yang menunjukkan bahwasanya Ibnu Hizam akhirnya kita ke situ lagi. Dia bukan sekedar tergelincir atau silat. Ini kelembekan. Setelah ditegakkannya hujah, setelah disebutkannya, penjelasan banyak, kita sekedar. itu kesilapan, itu berarti kelembekan manhaj di dalam pikiran kita. Bagaimana dia mengklaim di buku-buku dia dan juga di ceramah dia, kita ikut, kita ikut, adalah. yang besar. Tetapi tatkala Syekh Muqbil mmm siapa itu yang kemarin sering ana sebutkan itu si Muhammad siapa? Lupa namanya. Dia. mmm seorang tokoh besar mmm Hizbiyyun memang pengikut partai dan sebagainya. Muhammad Mahdi bahkan dia untuk mendapatkan gelar doktor, dia menghantam Syekh Muhdin lalu bagaimana untuk orang seperti ini masih. masih ada hubungan loyalitas dengan Muhammad Mahdi. Oh iya. Dari sisi mana kita katakan kesalafian dia kalau gitu. Kalau dikatakan ikut saya mobil ah mana Anda katakan ikut Syekh Muqbil. Syekh Mukbil betul-betul sudah bermusuhan dengan. ini. Buku sudah banyak tentang Muhammad Mahdi, Muhammad Mahdi, ini jauh sebelum, sebelum fitnahnya si siapa? Abdul Hasan, Muhammad Mahdi di zamannya memang dia musuh besar. Tahu-tahu Abdurrahman, eh Abdurrahman, tahu-tahu si Muhammad bin Hisa. pengikutnya masih setia dengan orang itu sering dapat dana dari orang itu, sering cium kepala orang itu dan seterusnya. Lalu mana bukti kesetiaan dia kepada manhaj salaf atau paling tidak jujurnya dia mengaku katanya itu Syekh Muqbil. Ja. tahu isi hati orang dan kita tidak diwajibkan untuk melihat isi hati dia tapi dia menunjukkan isi hati dia, dia tak rela untuk Muhammad Mahdi itu dihajar karena memang dia duitnya banyak dia orang jamiah kalau masalah manhaj sudah dipatah ulama banyak sekali. bahkan hizbul jadi dulu pun membaca Muhammad Martin. Tahu-tahu orang ini melombikan dari me-reset dari awal lagi, Muhammad Mahdi masih layak untuk kita kumpul-kumpul dengan dia dan seterusnya. Ini bahaya yang seperti itu. Belum lagi masjid-masjid yang dia rampas. untuk apa dia menulis ceramah itu dia ceramah kemudian ditulis, disebar tentang bahwasanya dan pengikutnya adalah tahu-tahu setelah itu dia kumpul lagi dengan mereka padahal yang dirampas oleh. pihaknya itu mereka merampas orang Hizbul Jatim merampas lebih dari tujuh masjid. Tahu-tahu dia sekarang ikut pola itu, merampas masjid-masjidnya, bahkan masjid yang diamanahi, untuk dia. itu adalah atas nama tahu-tahu dia kemudian keluar duit berjuta-juta untuk ke apa istilahnya badan wakaf untuk menukar nama itu. Bukankah akidahnya sama, bukankah mandatnya sama? Ke. gak tau dia berusaha menukar, jauh sebelum fitnah dia terbongkar. Nah, para saksi mengatakan sudah lama dia berusaha untuk mengambil masjid-masjid tadi itu. Bahkan masjid yang bukan di bawah kepemimpinan dia, tapi itu masih dikit, dia dan. si siapa itu? Zahir Sihani juga berusaha untuk merebut masjid itu, pergi ke badan-badan wakaf untuk mengambil yang semula atas nama syekhnya ditukar untuk jadi atas nama dia. Apa ini? Bukankah dia saya mengatakan dakwah kami dengan dakwah satu, ana baca. ucapan dia. Ketika orang-orang mulai merasa heran ini, masih diam. Dia mengatakan, tak, kata, takada apa-apa, dakwah kami sama. Kalau saya mau, untuk apa? Rebutan untuk apa direbut seperti itu? Dan seterusnya. Baik,. ceramah-ceramah dia di fatwa dia yang akan kalau kita laksanakan betul-betul tak boleh kita bermusuhan bahkan dengan tak boleh kita bermusuhan demikian pula tak boleh kita bermusuhan dengan eh orang-orang yang. Selama ini kita anggap mmm dia telah memusuhi kita lembek pada kita nasional enggak boleh. Mereka masih muslim, mereka berhak untuk dapat haknya, semuanya, dan seterusnya. 

Dan juga tak boleh hajar kalau kemaslahatannya tidak jelas kalau orangnya takmau. padahal Imam Ahmad menghajar orangnya sampai orangnya mati dan orangnya tak mau tobat. Baik menunjukkan masalahnya bukan sekedar itu untuk mengobati tapi untuk menyelamatkan anak kita, murid kita dan kita sendiri. terserah orangnya tobat atau enggak tobat dengan orangnya ahli hawa. Kalau dia orangnya masih baik tak boleh kita hajar, kita nasihati baik-baik, orangnya senang kembali, untuk apa dihajar pula. Dan seterusnya, banyak prinsip-prinsip dia ya. yang tak paham karena tak tahu bahasa Arab, yang tahu bahasa Arab itu tak paham juga, ini ajaib. Padahal ini membahayakan. Kalau tidak, untuk apa kita selama ini juga mmm apa istilahnya itu, membuat cap dengan mazhab. Kenapa kita buat. siapa ulama yang sekarang sebagian ulama oh pak kita tunggu Syekh Yahya itu pun kalau Syekh Yahya ada hujah baru kita, kita tengok dulu kenapa untuk massa kita tak membuat syarat itu kenapa. yang dia itu di taskiyah oleh kita juga enggak tunggu dan syekh mana pun. Kenapa? Untuk kita siap buang. Padahal baru berapa masjid yang dia rebut. Orang ini sudah syubhatnya banyak dan kejahatannya banyak. tahu-tahu oh kita tunggu ulama dulu, oh tunggu kenapa kita tidak adil dalam menerapkan kaidah, baik kalau kita mampu membuang dia, walaupun menyelisihi semua. kenapa untuk Ibnu Mizam yang semua ulama yang banyak ulama bermakna kita takterima? Apakah agama kita ini berdasarkan perasaan ataukah berdasarkan manhaj atau apa? Kalau memang sejak awal kita tak terima dengan harusnya sejak awal kita. mengatur saja. Tar, saya tidak ikut link-nya Syekh. Sehingga ikhwan tidak tertipu untuk kemudian pergi ke markes-markis kita. Daripada nanti ikhwah tertipu, tahu-tahu hati kita tidak dengan syariah atau tidak dengan manhaj salaf dan sebagainya. Itu lebih baik.. daripada nanti apa sebagian ikhwah kita letih diserang di Indonesia oh kok kumpul dengan markis yang lembek, markis yang gini, gini, gini. Kita yang susah payah membela tahu-tahu oh ternyata betul kita ditusuk dari belakang. Susah kita seperti ini.. kalau ternyata memang hasilnya seperti itu, hasilnya adalah akidah yang lembek, berarti selama ini kita belajar apa? Lalu kita mengklaim sebagai salafi, dari mana ajaran yang seperti ini? Nah itu masalahnya, kalau syekhnya sudah. sudah ada isyarat-isyarat bagi orang yang paham. Baik, walaupun Syekh tidak langsung mengatakan dia muttaqin karena syekhnya tahu orang-orang menunggu. Kalau syekhnya sampai mengatakan ini, orang akan gembira, oh memang tidak ada seorang pun yang naik kecuali akan dibuang oleh dia. karena dia dengki pada orang ini. Saya sengaja diam, tapi saya tidak membantah ketika para masyeh yang lain menampilkan hujah kebatilan si ibu Ihzam tadi. Nah, orang yang memang mengklaim salafi lihat hujah bukan mmm itu. kecil kok, oh saya tak kenal ulama itu, saya tunggu katanya kita manhaj salaf, kenapa demikian? Gimana kalau sekarang saya wafat? Hmm apakah berarti manhaj salaf tak jelas sampai mati dan siapa pun yang tersesat, oh tak boleh, karena. akan dikembalikan ke masalah amanlah. Kenapa tahu-tahu kita siap untuk menghantam Ahmad tapi terus akhirnya tidak menyuruh untuk menghantam Ahmad juga. Nah ini menunjukkan kita takambil dalam melaksanakan kaidah yang kita buat sendiri. Baik. lihat hujah, bukan lihat orangnya. Walaupun Suhedi yang misalkan, tapi para yang lain juga telah memberikan penjelasan, memberikan keterangan dan seterusnya. Tinggal apa? Kitanya yang mau membaca atau tidak mendengar atau tidak mencari a. tidak. Agama ini tidak disarankan dengan perasaan. Kalau pakai perasaan sejak awal memang kita tidak mengikuti Allah dan rasul-Nya. Kalau ini adalah dengan perasaan. Imam Ahmad mengatakan agama ini tidak dengan. hati. Makanya walaupun dia ayahnya sendiri mmm Ibnu Madini mengatakan ayah saya dhaif demikian pula mmm Zaid bin Unaisah mengatakan karena agama tidak berdasarkan per. tapi berdasarkan apa? Ini amanah dari Allah taala, walaupun ini keluarga sendiri. Baik. Wallahu alam. 

Jadi masalah kerugian jangan, jangan ikhwah membayangkan. ini rugilah kita. Ikhwah insya Allah tidak seberapa rugi dibanding kerugian anak. Anak yang dekat dengan Ibnu Hizam yang sering kumpul, sering tukar-menukar mmm apa istilahnya masalah hilal-mala ini, anak yang paling rugi sebenarnya. sebelum para ikhwah itu. Ikhwah mungkin sudah pernah jumpa, ya tak pernah jumpa lebih layak lagi untuk tidak menya, nanyakan masalah masalah kita rugi, kerugian ikhwan tidak seberapa dengan anak, yang pernah jumpa, jumpa berapa tahun? Karena sudah sebelas. lebih jumpa dengan beliau dengan manhaj, dengan bahkan masalah mbangun rumah, masalah makan sama-sama, dan seterusnya. Kemudian, juga masalah apa lagi? Masalah, masalah ijazah, demikian pula masalah, masalah taktib,. Siapa ikhwah yang mencapai kerugiannya seperti kerugian ana kalau bicara masalah perasaan. Juga masalah apalagi masalah apalagi ya. Banyak masalah-masalah itu. Juga masalah terjemahan siapa irwah yang sudah menerjemahkan buku-bukunya dan sebagai. apa yang rugi bertahun-tahun mengurus itu. Tapi agama bukan masalah ke perasaan, kita jelas sakit hati, kita jelas sedih, tapi dianya yang rela untuk melepaskan diri setelah dinasihati baik-baik, setelah secara ber, selama bertahun-tahun dinasihati rahasia, tahu-tahu dia membongkar di ma. seperti yang dilakukan Ahmad, kan kata ikhwan, dinasihati rahasia, tahu-tahu dia membongkar di majelis, oh si fulan gini-gini, ya. Orang ini sama seperti itu. Hmm. Si Ibnu, Ibnu Ihsan polanya seperti itu, walaupun di hadapan kita nampak lembut, tapi prakteknya seperti itu.. orang yang menasihati dia dengan rahasia nanti akan dibongkar oleh dia gitu. Jadi masalah kerugian dan sakit hati ya, insya Allah walaupun ikhwan sakit hati, ana lebih sakit hati, lebih sedih, lebih rugi, lebih apa. Tapi agama le. kita cintai. Kalau dia memang mau melepaskan diri apakah sudahlah saya ikut Anda hidup dan mati. Saya nak kawin dengan anak Anda kok. Apakah sampai itu? Sehingga kita, kita bela habis-habisan mati-matian. Bukan itu agama kita, bukan taat. ya.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين

Label: