Tauhid
[Tauhid][bsummary]
Aqidah
[Aqidah][bigposts]
Manhaj
[Manhaj][twocolumns]
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 21: Syiah Rafidhoh Munafik)
Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين
Mukasurat 21
Syiah Rofidhah munafiq.
Kitab Tarikh Baghdad Khatib alBaghdadi.
Wafatnya Abi Zur'ah Ar Rozi - kena penyakit tho'un. Ketika sakoratul maut membaca sanad yang lengkap, hadis
لا إله إلا الله
Nama dan kelahiran beliau.
Imam jarh wat ta'dil.
Wajib tahu diri dan terus belajar.
Semangat Abu Hatim Ar Rozi untuk menuntut ilmu.
Kita masih di muka surah dua puluh-satu biografi iman Abu Hatim mmm Abu Zur'ah ar-Razi. Ini riwayat rekan, rekan belajar meriwayatkan dari rekan yang lainnya. Jelas Abu Hatim dan sama-sama apa? Teman. Abu Zur'ah menyampaikan hadis kepada saya, dan beliau tidak meninggalkan setelah beliau wafat, orang seperti. beliau. Memang Abu Zuah meninggal duluan. Dari sisi ilmu, dari sisi fikih, juga dari sisi pemahaman dan penjagaan diri, wasitekon dan kejujuran. Dan saya tidak mengetahui di wilayah timur dan barat. Orang yang memahami ilmu seperti. ilmu ini seperti beliau masalah Hadis dan penyakit-penyakitnya.. Dan apabila engkau melihat orang dari Roy, merendahkan Abu Zur'ah, maka ketahuilah bahwasanya dia adalah mutajib. Berarti Abu Zur'ah sebagai apa? Sebagai batu intihan, batu jam. kenapa orang dari Roy? Bagaimana orang yang lain? Nah, beliau memberikan uzur, orang dari Roy kalau tak mengenal beliau, kemudian mengejek dan menghina. Nah, kalau, bukan, jelas orang dari Roy kenal beliau. Kemudian mengejek, berarti memang orang ini muktad. tapi yang selain orang di sana mungkin dia taktahu. Jadi apa kalau dia merendahkan dibagi tahu dulu, siapa Abu Zual itu? Abdurrahman Ibnu Abi Hatim. dengar ayah saya berkata disebutkan kepada beliau tentang Abu Abdillah at-Taulani. Lebih memahami ilmu ini daripada zaman dulu daerah. dan sekarang penuh dengan Syiah dan pemain bola, nauzubillah. Diteheran di ibukotanya itu. Satu-satunya masjid yang dulunya masjid ahlusunah dipakai untuk main bola kata para dokter. pergi ke sana untuk lihat langsung Iran seperti apa. Nauzubillah. Sementara ada di sana beberapa piara orang Yahudi dibiarkan dengan indahnya. Nah seperti itu gimana kita katakan mereka saudara kita orang Syiah Rafidhah. seperti itu. Dan lebih tahu, lebih berilmu daripada Abu Abdillah at-Taqarani, walaupun semuanya ulama, semuanya bagus di sini, di zaman. tapi lebih bagus lagi dalam segala ilmu, ilmu fikih, ilmu hadis, dan yang lainnya.. Tentang dalam kitab beliau dan kitab ini penting sekali. Abu surah Ar-Razi adalah imam yang disepakati tanpa ada penolakan. Tidak ada seorang pun yang menghafalkan hadis yang berselisih tentang beliau.. keutamaan beliau terlalu banyak untuk dihitung-hitung, tapi apa? Kita tetap berusaha menyebutkannya agar umat kenal. Orang zaman sekarang banyak tidak kenal beliau. Tidak ada seorang. yang setara dengan beliau dalam masalah-masalah ini antar sesama apa ulama. Dalam tarikh bada dan ini kitab yang termasuk paling penting di. beliau. Sampai-sampai sebagian orang mengatakan seandainya saja khatibbak tadi menyebut saya dalam tarif Baghdad walaupun dengan celaan yang penting saya masih ini. Tentunya niat yang salah. Tapi menunjukkan betapa mulianya orang yang sampai disebut-sebut di dalam tarif bangga. Tentang beliau adalah imam rabani, hafalannya eh mantap, kuat, memang hafiz,. banyak hadisnya dan beliau adalah orang yang jujur. Sekarang wafatnya Abu Surah Ar-Razi rahimahullah kewafatannya pun tidak seperti wafatnya orang biasa. Oleh Abdurrahman Sami itu. saya mendengar ayah saya berkata Abu Surah meninggal dalam keadaan terkena tha'ul ya sakit perut. ketika sedang sakaratul maut, perlu beli mmm kening beliau mengeluarkan peluh. Lalu saya berkata pada Muhammad bin Wara, mmm Muhammad bin Muslim bin Wara. Apa yang Anda hafalkan tentang mentalkin orang yang mau mati. Ku dengan ucapan lailahaillallah ini orang yang akan mati dalam. pembahasan ini. Sebagaimana firman Allah taala sesungguhnya engkau wahai Rasulullah akan mati. Dan mereka juga akan mati. Bukan sungguhnya engkau wahai Rasulullah sudah mati, sebagian orang salah. memahami setelah mati ditaruh kita ada gunanya amalan sudah putus. Lidah dia tak mampu bicara sudah. Yang tersisa hanyalah apa? Hasil amalannya di alam kubur. Tapi ini tarqin adalah untuk orang. hendak mati, yang masih mampu untuk beramal, agar menutup amalannya dengan lailahaillallah. Kalau sepanjang umurnya justru berbuat syirik, setelah mati ditalkin, apa gunanya?. maka Muhammad bin Muharam mengatakan, ini diriwayatkan dari Muad bin Jabal, mmm apa ini?. seakan-akan ada, ada lafaz yang hilang. Tapi kalau dalam riwayat yang lain, itu mereka ingin cuma mereka malu karena jelas level. lebih tinggi dari mereka dan hafalannya lebih tinggi gimana menyuruh mengucapkan lailahaillallah mereka malu tapi memang Rasulullah telah apa menggalakkan untuk mentalkin maka mereka pakai cara yaitu mereka muroja. satu sama lain. Berdua dengan antara siapa? Muhammad bin Muslim bin Waroh dengan Abu Hakim Ar-Razi. Agar Abu Zur'ah dengar dan mudah-mudahan mau bicara. Itulah ceritanya yang lebih lengkap. Baik. di sini banyak ini ada pertanyaan, ada apa tanda tanya maka siapa? Yaitu Farman, siapa yang meriwayatkan dari Muan. Maka kemudian apa. sebelum mereka atau salah satu dari mereka melengkapi sanadnya Abu Zuah mengangkat kepalanya dalam keadaan beliau. Bayangkan orang sakaratul maut malah membaca sanad, sanad yang tepat lagi. Barang siapa akhir ucapannya lailahaillallah, maka dia akan masuk surga. Mana ada orang zaman sekarang yang bukan mau Hadis. malah mengucapkan sanad yang lengkap, kemudian apa? Ngucapkan lailahaillallah seperti ini. Kalau dia bukan muhadir. Kemudian jadilah rumahnya. itu menjadi guncang karena tangisan orang yang hadir. Dalam riwayat yang lain, setelah mengucapkan Hadis itu beliau meninggal dunia, maka orang peserta dan menangis semua. Menangis tapi tidak meratap-ratap tentunya. Hmm.. anak buah dari bercerita. saya mendengar Abu Zur'ah berkata di dalam sakitnya beliau ya beliau meninggal dengan sebab itu ya Allah sesungguhnya saya rindu untuk melihatmu. Lalu apabila Allah bertanya kepada saya dengan amalan apa engkau rindu kepadaku?. dengan rahmat-Mu wahai Rabb, ini orang yang kenal Allah, tahu Allah akan dilihat, orang muktadin, ya enggak tahu ini, muktadin yang meyakini Allah tak dilihat, di hari kiamat.. Beliau rahimahullah, meninggal dunia di Kota Roy. Hari terakhir dari bulan Zulhijah, bertema akhir tahun, betul yo.. tahun dua ratus enam puluh-empat Hijriah dan beliau tidak punya anak. Baik, tapi tak pa-pa, para muridnya banyak dan ilmunya sampai ke kita.. akan terus mengalir insyaallah. Adapun eh daftar pustakanya disebutkan di bawah sini. Kita masuk ke yang berikutnya. Nama beliau dan kelahiran beliau penghafal yang besar. Yang populer, yang famous. terkenal Bahrul Ilal, lautan ilmu ilal, Imamul Jarhi watakdil, Imam Jalawat Takdil, ah ini baru betul, Imam Jarobah takdir adalah orang-orang yang seperti ini, jangan orang macam kita mengklaim. takdir ini dan itu lalu menyombongkan diri, lalu merasa sudah hebat, tak perlu ulama, nauzubillah. Kita harus tahu diri. Tayib, demikian pula, mmm setiap kita wajib untuk apa tahu diri,. terus belajar. Beliau adalah. Imam Ahmad bin Hambal Assyaibani rahimahullah dan teman belajarnya.. beliau lahir di Roy. Tahun seratus sembilan puluh-lima Hijriah. Sekarang gambaran tentang semangat Abu Ha. untuk menuntut ilmu. Saya mendengar ayah saya bercerita, berkata, kata. saya menulis Hadis yaitu mulai apa belajar mencatat Hadis pada tahun dua ratus sembilan Hijriah dalam keadaan saya usia empat. tahun. Bagus sejak muda sudah mulai apa? Menulis sadis, menyalin, dan sebagainya. Paling tidak apa melatih tangannya menulis dan seterusnya. Pada tahun itu saya. sudah berbolak-balik ke para ahli hadis. Jangan diartikan berselisih pendapat. Tapi berbolak-balik ke sana, ke sini, dan seterusnya. Zaman dulu cari ulama lebih mudah, dalam satu kota, boleh kita mendapat. banyak ulama seperti yang dalam biografi Ibnu Abi Hatim anaknya itu. Nah zaman sekarang belum tentu dalam satu negara ada ulama tapi semampunya kita belajar bersama dua kata. Siyad Al Marwazi Sanatain, saya menulis Hadis dari pada tahun dua ratus sepuluh, berarti apa setahun berikutnya. Beliau tiba di negeri kami dari sendiri daerah juga. Daerah atau di dekat karena beliau ingin. lewat situ, ah kita kesempatan ada ulama datang, kita berusaha untuk datang ke beliau mencari hadis, mencari ilmu dan seterusnya itu. Di samping ilmu hati.. saya juga menulis hadis dari guru yang lain, Abdullah bin Ashim tahun sepuluh atau seperti itu dari kitab. Saya berusia lima belas tahun, dengan apa? Saya, saya tulis sendiri. Dan saya. faedah kepada orang-orang. Walaupun apa masih kecil, masih empat belas, lima belas tahun, tapi orang-orang mulai memerlukan beliau. Ini berkah dari Allah taala. Dari Abu Abdurrah. yaitu banyak orang minta Hadis Abu Abdurrahman Al-Mukri melalui saya. Nah saya yang menyampaikan kepada mereka demikian ketika itu saya masih belum lagi pergi buana. orang-orang sendiri sudah memerlukan beliau. Berkah yang besar. Lalu orang-orang pergi ke luar menemui langsung ke Abu Abdurrahman Al-Mukri. Orang-orang zaman itu. bersemangat mencari Hadis. Lalu mereka mendengar langsung dari Abu Abdurrahman mereka pulang lagi dalam keadaan saya ada di Roy.. saya juga menulis Hadis dari Yazid di tahun yang sama, dua ratus sepuluh. Jadi dalam satu tahun belajar ke ulama yang banyak, ini bagus, kesempatan emas. saya usianya lima belas tahun beliau ketika itu singgah di rumahnya Said bin Sairah. lalu mereka mencari Mustamli yaitu yang mengumandangkan imla. Karena waktu itu jelas belum ada loudspeaker, belum ada apa ini, alat-alat pengeras suara sementara yang hadir beribu-ribu atau. perlu ada orang yang menyampaikan suara dengan suara yang lantang. Untuk apa? Eh meminta eh imlak dari beliau lalu dia akan menyampaikan ke para murid. Ternyata si penyampai suara hari itu tidak hadir.. menyampaikan kepada mereka. Saya yang bro. Seru dengan suara lantang, menyampaikan suara dari si guru. Saya mendengar ayah saya berkata,. di tahun pertama saya keluar, keluar jadi Roy untuk mencari Hadis saya tinggal selama tujuh tahun. saya menghitung-hitung berapa jarak yang sudah saya tempuh dengan perjalanan kaki saya ini lebih dari seli seribu farsya. satu farsyad adalah tiga mil ha berarti apa? Boleh jadi lebih dari tiga ribu mil jalan kaki untuk cari hadis bayangkan itu kalau di Indonesia banyak orang-orang, orang-orang awam, mereka jalan kaki sambil ditulis. ini pejalan kaki mau dari Jawa Timur ke Jakarta untuk cari popularitas nanti masuk koran. Oh orang ini hebat. Jalan kaki dari ujung pulau Jawa ke ujung yang satunya lagi. Tapi bukan cari hadis cuma cari popularitas saja. Ndak ada guna. Nauzubillah. Tapi itu dimuliakan setiap kali dia pergi ke apa Balen Police nanti tulis kasih makan free mmm apa itu teh free tes tes uang enggak masalah polisi enggak jahat. Cuma rugi kalau. kita jalan kaki untuk, untuk keduniaan atau kesia-siaan atau ada gunanya.. terus menerus saya menghitung, sudah berapa jauh perjalanan saya ini, sehingga setelah melampaui seribu farsa, saya tinggalkan hitungan. Iya tak masalah.. Adapun perjalanan saya dari Kufah ke. maka saya tidak menghitungnya berapa farsya itu kemudian perjalanan dari Mekkah ke Madinah ini semua jalan kaki jelas waktu itu belum ada akangrek. dan beliau memang cerita sering jalan kaki karena duit terbatas sekali. Saya tidak tahu berapa kali saya berjalan Mekah, Madinah berbolak-balik.. Dan saya keluar dari negeri Bahrain, dari dekat kota Shola, Ila Mister, ke Mesir, Mansian, jalan kaki juga, masya Allah. Saman itu banyak u. masya Allah yang menarik ya perjalanan dengan segala suka dukanya dan romantikanya jelas tak sempat selfie, taksempat memang takakan untuk apa gitu. Baik. mungkin apa beberapa kali juga. Yang di, di mana itu? Di Turki. Sempadan ke Rusia eh ke Rusia, ke Romawi. Sumaraja atau. lalu saya kembali dari ke Syam. Masih tersisa tanggung jawab saya, beberapa hadis Abu Yaman, bagaimana. yaitu boleh jadi beliau mendapatkan sanad yang agak panjang untuk apa itu? Sampai ke Hadis maka apa? Saya perlu langsung menemui beliau ya. Hadisnya lengkap. Karena zaman dulu memang ingin mencari sanad yang tinggi. yang pendek saja. Walaupun sudah tahu hadisnya tapi ingin dapat secara langsung ke toko atau yang lebih atasnya lagi. Lalu saya mendengar. Dan itu jelas Abu Khatib Ar-Raziq. selevel dengan apa? Imam Bukhari, Imam, Imam Bukhari sendiri banyak meriwayatkan dari Abu Yaman, Al-Hasan bin Nafi, Al-Himsi, tayib. Lalu saya keluar dari Himmes ke Barisan,. saya eh naik kapal me melalui Sungai Efrat ke Bagdad. Dan saya keluar sebelum dan saya keluar sebelum keluarnya saya dari Syam dan menuju ke Syam dari. ke wilayah Nil. Ada teman kirim gambar ketika beliau sampai di, di, di mana itu? Mmm Sungai Nil yang pecah jadi dua itu. Menunjukkan gambar oh ini saya sudah sampai. Sungai Nil. Termasuk Sungai Tertua dan bersejarah di dunia. Yang banyak ulama di sana. Mmm ana lupa yang dulunya Abu Ammar gimana negara mana itu? Sudah yang ahli sudah, iya. Di situ ada pecahan Sungai Nil. ada pertemuan, ada apa itu terbelah jadi tiga jadinya. Iya. Berbelah dua tapi jadinya tiga kan itu ya berarti. Nah ditunjukkan gambarnya, oh seandainya kita mampu ya ke sana, ke sana. Masalah ke Paris, tak terpisah, saya tak, tak mau ke Paris, tak ada ulama. Hmm. Tapi ke Sudan, ke mana, ke mana yang tempat-tempat bersejarah, yang ada ulamanya masya Allah. Yang masih ada ulamanya tapi. kemudian semuanya dengan jalan kaki. Tak boleh tadi kan naik, naik kapal. Maksudnya ini keadaan terpaksa jelas tak mungkin. kaki di atas. Di atas sungai kecuali lewat kapal, kecuali orang yang berkhayal sebagai wali-wali itu. Heeh. Terbang. Heem.. well ini semua untuk safar saya yang pertama, yaitu pertama kali keluar dari Roy, ini pun sudah melakukan buana sampai situ. Baik, tak sampai gunung cerai. Enggak ada ulamanya.. saya usia dua puluh tahun saya sudah berkeliling yaitu pergi ke sana kemari selama tujuh tahun bukan sekitar campaign Pramuka kalau di Indonesia atau pengakap ini memang. hadis. Saya keluar dari Roid pada tahun dua ratus tiga belas.. kami tiba di Kufah pada bulan Ramadan pada tahun tiga belas maksudnya dua ratus tiga belas tentunya dalam keadaan apa arti rahman masih hidup di Mekkah. sampai kepada kami berita duka wafatnya beliau dalam keadaan kami masih ada di Kufah, padahal beliau ingin apa? Ingin belajar langsung ke sana.. dan saya pulang pada tahun dua ratus dua puluh-satu Hijriah. Masya Allah biografi ulama yang bagus sekali.
Powered by Borodutch Invest
Labels:
2 Purnama
Related Posts
Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 21: Syiah Rafidhoh Munafik)
Reviewed by Malik alFaruq
on
November 08, 2021
Rating: 5
Reviewed by Malik alFaruq
on
November 08, 2021
Rating: 5
Label
- 2 Purnama
- Ahkam Adhiyah
- Ahkamish Shiyam
- Ajaibnya Alam Semesta
- AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Al Fawakihul Janiyyah
- Al Hamawiyah
- Al Qowaaidul Hisan
- Al Ushul Min Ilmil Ushul
- Al Usul Tsalatsah
- Al Uyunul Jawariy
- Al Wasitiyah
- Aqidah
- Aqidah Qairawaniyyah
- Arbain Nawawiy
- Bab 1 RS
- Bab 1 SB Haid
- Bab 1 SB ILMU
- Bab 1 SB IMAN
- Bab 1 SB Mandi
- Bab 1 SB Shalat
- Bab 1 SB Tayamum
- Bab 1 SB WAHYU
- Bab 1 SB WUDHU
- Bab 10 RS
- Bab 10 Sb Aurat
- Bab 10 SB Haid
- Bab 10 SB ILMU
- Bab 10 SB IMAN
- Bab 10 SB Mandi
- Bab 10 SB WUDHU
- Bab 100 RS
- Bab 101 RS
- Bab 102 RS
- Bab 103 RS
- Bab 104 RS
- Bab 105 RS
- Bab 106 RS
- Bab 107 RS
- Bab 108 RS
- Bab 109 RS
- Bab 11 RS
- Bab 11 SB Haid
- Bab 11 SB ILMU
- Bab 11 SB IMAN
- Bab 11 SB Mandi
- Bab 11 SB Rida
- Bab 11 SB WUDHU
- Bab 110 RS
- Bab 111 RS
- Bab 112 RS
- Bab 113 RS
- Bab 114 RS
- Bab 115 RS
- Bab 116 RS
- Bab 117 RS
- Bab 118 RS
- Bab 119 RS
- Bab 12 RS
- Bab 12 SB Haid
- Bab 12 SB ILMU
- Bab 12 SB IMAN
- Bab 12 SB Mandi
- Bab 12 SB Paha
- Bab 12 SB WUDHU
- Bab 120 RS
- Bab 121 RS
- Bab 122 RS
- Bab 123 RS
- Bab 124 RS
- Bab 125 RS
- Bab 126 RS
- Bab 127 RS
- Bab 128 RS
- Bab 129 RS
- Bab 13 RS
- Bab 13 SB
- Bab 13 SB Haid
- Bab 13 SB ILMU
- Bab 13 SB IMAN
- Bab 13 SB Mandi
- Bab 13 SB WUDHU
- Bab 130 RS
- Bab 131 RS
- Bab 132 RS
- Bab 133 RS
- Bab 134 RS
- Bab 135 RS
- Bab 136 RS
- Bab 137 RS
- Bab 138 RS
- Bab 139 RS
- Bab 14 RS
- Bab 14 SB
- Bab 14 SB Haid
- Bab 14 SB ILMU
- Bab 14 SB IMAN
- Bab 14 SB WUDHU
- Bab 140 RS
- Bab 142 RS
- Bab 143 RS
- Bab 144 RS
- Bab 145 RS
- Bab 146 RS
- Bab 147 RS
- Bab 148 RS
- Bab 149 RS
- Bab 15 RS
- Bab 15 SB
- Bab 15 SB Haid
- Bab 15 SB ILMU
- Bab 15 SB IMAN
- Bab 15 SB WUDHU
- Bab 150 RS
- Bab 151 RS
- Bab 152 RS
- Bab 153 RS
- Bab 154 RS
- Bab 155 RS
- Bab 156 RS
- Bab 157 RS
- Bab 158 RS
- Bab 159 RS
- Bab 16 RS
- Bab 16 SB Haid
- Bab 16 SB ILMU
- Bab 16 SB IMAN
- Bab 16 SB Mandi
- Bab 16 SB Sutra
- Bab 16 SB WUDHU
- Bab 160 RS
- Bab 161 RS
- Bab 162 RS
- Bab 163 RS
- Bab 164 RS
- Bab 165 RS
- Bab 166 RS
- Bab 167 RS
- Bab 168 RS
- Bab 169 RS
- Bab 17 RS
- Bab 17 SB Haid
- Bab 17 SB ILMU
- Bab 17 SB IMAN
- Bab 17 SB Mandi
- Bab 17 SB Pakaian warna merah
- Bab 17 SB WUDHU
- Bab 170 RS
- Bab 171 RS
- Bab 172 RS
- Bab 173 RS
- Bab 174 RS
- Bab 175 RS
- Bab 176 RS
- Bab 177 RS
- Bab 178 RS
- Bab 179 RS
- Bab 18 RS
- Bab 18 SB Haid
- Bab 18 SB ILMU
- Bab 18 SB IMAN
- Bab 18 SB Mandi
- Bab 18 SB Shalat diatap
- Bab 18 SB WUDHU
- Bab 180 RS
- Bab 181 RS
- Bab 182 RS
- Bab 19 RS
- Bab 19 SB
- Bab 19 SB Haid
- Bab 19 SB ILMU
- Bab 19 SB IMAN
- Bab 19 SB Mandi
- Bab 19 SB WUDHU
- Bab 2 RS
- Bab 2 SB Haid
- Bab 2 SB ILMU
- Bab 2 SB IMAN
- Bab 2 SB Mandi
- Bab 2 SB Shalat
- Bab 2 SB Tayamum
- Bab 2 SB WAHYU
- Bab 2 SB WUDHU
- Bab 20 RS
- Bab 20 SB Haid
- Bab 20 SB ILMU
- Bab 20 SB IMAN
- Bab 20 SB Mandi
- Bab 20 SB Shalat diatas tikar
- Bab 20 SB WUDHU
- Bab 21 RS
- Bab 21 SB
- Bab 21 SB Haid
- Bab 21 SB ILMU
- Bab 21 SB IMAN
- Bab 21 SB Mandi
- Bab 21 SB WUDHU
- Bab 22 RS
- Bab 22 SB
- Bab 22 SB Haid
- Bab 22 SB ILMU
- Bab 22 SB IMAN
- Bab 22 SB Mandi
- Bab 22 SB WUDHU
- Bab 23 RS
- Bab 23 SB
- Bab 23 SB Haid
- Bab 23 SB ILMU
- Bab 23 SB IMAN
- Bab 23 SB WUDHU
- Bab 24 RS
- Bab 24 SB
- Bab 24 SB haid
- Bab 24 SB ILMU
- Bab 24 SB IMAN
- Bab 24 SB Mandi
- Bab 24 SB WUDHU
- Bab 25 RS
- Bab 25 SB
- Bab 25 SB Haid
- Bab 25 SB ILMU
- Bab 25 SB IMAN
- Bab 25 SB Mandi
- Bab 25 SB WUDHU
- Bab 26 RS
- Bab 26 SB
- Bab 26 SB Haid
- Bab 26 SB ILMU
- Bab 26 SB IMAN
- Bab 26 SB Mandi
- Bab 26 SB WUDHU
- Bab 27 RS
- Bab 27 SB
- Bab 27 SB Haid
- Bab 27 SB IMAN
- Bab 27 SB Mandi
- Bab 27 SB WUDHU
- Bab 28 RS
- Bab 28 SB
- Bab 28 SB haid
- Bab 28 SB ILMU
- Bab 28 SB IMAN
- Bab 28 SB Mandi
- Bab 28 SB WUDHU
- Bab 29 RS
- Bab 29 SB Haid
- Bab 29 SB ILMU
- Bab 29 SB IMAN
- Bab 29 SB Kiblat
- Bab 29 SB Mandi
- Bab 29 SB WUDHU
- Bab 3 RS
- Bab 3 SB Haid
- Bab 3 SB ILMU
- Bab 3 SB IMAN
- Bab 3 SB Mandi
- Bab 3 SB Shalat
- Bab 3 SB Tayamum
- Bab 3 SB WAHYU
- Bab 3 SB WUDHU
- Bab 30 RS
- Bab 30 SB Haid
- Bab 30 SB ILMU
- Bab 30 SB IMAN
- Bab 30 SB Maqam Ibrahim
- Bab 30 SB WUDHU
- Bab 31 RS
- Bab 31 SB ILMU
- Bab 31 SB IMAN
- Bab 31 SB Menghadap Kiblat
- Bab 31 SB WUDHU
- Bab 32 RS
- Bab 32 SB ILMU
- Bab 32 SB IMAN
- Bab 32 SB Perihal Kiblat
- Bab 32 SB WUDHU
- Bab 33 RS
- Bab 33 SB ILMU
- Bab 33 SB IMAN
- Bab 33 SB Mengerik Kahak
- Bab 33 SB WUDHU
- Bab 34 RS
- Bab 34 SB ILMU
- Bab 34 SB IMAN
- Bab 34 SB Mengerik Ingus
- Bab 34 SB WUDHU
- Bab 35 RS
- Bab 35 SB ILMU
- Bab 35 SB IMAN
- Bab 35 SB Meludah
- Bab 35 SB WUDHU
- Bab 36 RS
- Bab 36 SB ILMU
- Bab 36 SB IMAN
- Bab 36 SB Meludah ke sebelah kiri
- Bab 36 SB WUDHU
- Bab 37 RS
- Bab 37 SB ILMU
- Bab 37 SB IMAN
- Bab 37 SB Kafarat
- Bab 37 SB WUDHU
- Bab 38 RS
- Bab 38 SB ILMU
- Bab 38 SB IMAN
- Bab 38 SB Menanam kahak
- Bab 38 SB WUDHU
- Bab 39 RS
- Bab 39 SB Dorongan meludah
- Bab 39 SB ILMU
- Bab 39 SB IMAN
- Bab 39 SB WUDHU
- Bab 4 RS
- Bab 4 SB Haid
- Bab 4 SB ILMU
- Bab 4 SB IMAN
- Bab 4 SB Mandi
- Bab 4 SB Shalat
- Bab 4 SB Tayamum
- Bab 4 SB WAHYU
- Bab 4 SB WUDHU
- Bab 40 RS
- Bab 40 SB ILMU
- Bab 40 SB IMAN
- Bab 40 SB Nasihat Imam
- Bab 40 SB WUDHU
- Bab 41 RS
- Bab 41 SB
- Bab 41 SB ILMU
- Bab 41 SB IMAN
- Bab 41 SB WUDHU
- Bab 42 RS
- Bab 42 SB
- Bab 42 SB ILMU
- Bab 42 SB IMAN
- Bab 42 SB WUDHU
- Bab 43 RS
- Bab 43 SB ILMU
- Bab 43 SB Mengundang dan yang di undang
- Bab 43 SB WUDHU
- Bab 44 RS
- Bab 44 SB ILMU
- Bab 44 SB Memutuskan Perkara
- Bab 44 SB WUDHU
- Bab 45 RS
- Bab 45 SB
- Bab 45 SB ILMU
- Bab 45 SB WUDHU
- Bab 46 RS
- Bab 46 SB ILMU
- Bab 46 SB Membuat Masjid
- Bab 46 SB WUDHU
- Bab 47 RS
- Bab 47 SB ILMU
- Bab 47 SB Kaki Kanan
- Bab 47 SB WUDHU
- Bab 48 RS
- Bab 48 SB ILMU
- Bab 48 SB Membongkar Kuburan
- Bab 48 SB WUDHU
- Bab 49 RS
- Bab 49 SB
- Bab 49 SB ILMU
- Bab 49 SB WUDHU
- Bab 5 RS
- Bab 5 SB Haid
- Bab 5 SB ILMU
- Bab 5 SB IMAN
- Bab 5 SB Mandi
- Bab 5 Sb Shalat
- Bab 5 SB Tayamum
- Bab 5 SB WAHYU
- Bab 5 SB WUDHU
- Bab 50 RS
- Bab 50 SB
- Bab 50 SB ILMU
- Bab 50 SB WUDHU
- Bab 51 RS
- Bab 51 SB ILMU
- Bab 51 SB WUDHU
- Bab 51SB
- Bab 52 RS
- Bab 52 SB ILMU
- Bab 52 SB WUDHU
- Bab 53 RS
- Bab 53 SB
- Bab 53 SB ILMU
- Bab 53 SB WUDHU
- Bab 54 RS
- Bab 54 SB Shalat dalam gereja
- Bab 54 SB WUDHU
- Bab 55 SB
- Bab 55 SB WUDHU
- Bab 56 SB
- Bab 56 SB WUDHU
- Bab 57 RS
- Bab 57 SB
- Bab 57 SB WUDHU
- Bab 58 RS
- Bab 58 SB Tidur di Masjid
- Bab 58 SB WUDHU
- Bab 59 RS
- Bab 59 SB
- Bab 59 SB WUDHU
- Bab 6 RS
- Bab 6 SB Haid
- Bab 6 SB ILMU
- Bab 6 SB IMAN
- Bab 6 SB Mandi
- Bab 6 SB Shalat
- Bab 6 SB Tayamum
- Bab 6 SB WAHYU
- Bab 6 SB WUDHU
- Bab 60 RS
- Bab 60 SB
- Bab 60 SB WUDHU
- Bab 61 RS
- Bab 61 SB
- Bab 61 SB WUDHU
- Bab 62 RS
- Bab 62 SB Bangunan Masjid Nabawi
- Bab 62 SB WUDHU
- Bab 63 RS
- Bab 63 SB
- Bab 63 SB WUDHU
- Bab 64 RS
- Bab 64 SB Mimbar Masjid
- Bab 64 SB WUDHU
- Bab 65 RS
- Bab 65 SB Pahala Membangun Masjid
- Bab 65 SB WUDHU
- Bab 66 RS
- Bab 66 SB Anak Panah
- Bab 66 SB WUDHU
- Bab 67 RS
- Bab 67 SB Lewat Masjid
- Bab 67 SB WUDHU
- Bab 68 RS
- Bab 68 SB
- Bab 68 SB WUDHU
- Bab 69 RS
- Bab 69 SB Pemilik Tombak
- Bab 69 SB WUDHU
- Bab 7 RS
- Bab 7 SB Haid
- Bab 7 SB ILMU
- Bab 7 SB IMAN
- Bab 7 SB Mandi
- Bab 7 SB Tayamum
- Bab 7 SB WUDHU
- Bab 70 RS
- Bab 70 SB WUDHU
- Bab 71 RS
- Bab 71 SB Hutang Piutang
- Bab 71SB WUDHU
- Bab 72 RS
- Bab 72 SB
- Bab 72 SB WUDHU
- Bab 73 RS
- Bab 73 SB
- Bab 73 SB WUDHU
- Bab 74 RS
- Bab 74 SB
- Bab 74 SB WUDHU
- Bab 75 RS
- Bab 75 SB Tawanan
- Bab 75 SB WUDHU
- Bab 76 RS
- Bab 76 SB
- Bab 77 RS
- Bab 77 SB
- Bab 78 RS
- Bab 78 SB
- Bab 79 RS
- Bab 79 SB
- Bab 8 RS
- Bab 8 SB Haid
- Bab 8 SB ILMU
- Bab 8 SB IMAN
- Bab 8 SB Mandi
- Bab 8 SB Shalat
- Bab 8 SB Tayamum
- Bab 8 SB WUDHU
- Bab 80 RS
- Bab 80 SB Khaukhah
- Bab 81 RS
- Bab 81 SB
- Bab 82 RS
- Bab 82 SB
- Bab 83 RS
- Bab 83 SB
- Bab 84 RS
- Bab 84 SB Halaqah
- Bab 85 RS
- Bab 85 SB Terlentang
- Bab 86 RS
- Bab 86 SB
- Bab 87 RS
- Bab 87 SB
- Bab 88 RS
- Bab 88 SB
- Bab 89 RS
- Bab 89 SB
- Bab 9 RS
- Bab 9 SB Haid
- Bab 9 SB ILMU
- Bab 9 SB IMAN
- Bab 9 SB Mandi
- Bab 9 SB Shalat
- Bab 9 SB Tayamum
- Bab 9 SB WUDHU
- Bab 90 RS
- Bab 91 RS
- Bab 92 RS
- Bab 93 RS
- Bab 94 RS
- Bab 95 RS
- Bab 96 RS
- Bab 97 RS
- Bab 98 RS
- Bab 99 RS
- Bab15 SB Mandi
- Bab70 SB Jual Beli
- Bahasa Arab
- Bid'ah dan macam²nya
- blora
- brebes
- buku
- depok
- Faedah Dalam Kesulitan
- Faraid
- Fatwa
- Feature
- Fiqih
- Habibatul Mustofa
- Hadits
- Hilangnya Debu
- Hukum Satu Perkara
- Ilmu Sorof
- Ilmu Sorof Fathul Wadud
- Iqtisom
- jakarta
- Jami'ush Shahih
- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- jogja
- Karakteristik Dakwah
- Karomatul Khulafair Rasyidin
- Kasyfisy Syubuhat
- Katalog
- Keagungan Aqidah Ulama Syafi'iyah
- kedah
- kendari
- Kesesatan Sururiy
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Khutbah
- Khutbah 'ied
- Khutbah Jumat
- Kitab Adab
- Kitab Adab Berpakaian
- Kitab Adab tidur_berbaring_duduk_tempat duduk_teman duduk dan mimpi
- Kitab Etika Makan
- Kitab Etika Safar
- Kitab Fadhail
- Kitab Haid
- Kitab Ilmu
- Kitab Iman
- Kitab Keikhlasan
- Kitab Mandi
- Kitab Menjenguk Orang Sakit
- Kitab Permulaan wahyu
- Kitab Salam
- Kitab Shalat
- Kitab Tauhid
- Kitab Tayamum
- Kitab Waktu Shalat
- Kitab Wudhu'
- kuala lumpur
- kudus
- kuningan
- Lamiyyah
- Madatul Fiqih 2
- Madatul Fiqih 3
- Madatul Fiqih 4
- Madatul Fiqih 5
- Madatul Tafsir
- Maddatul Adab
- Maddatul Adab 2
- Maddatul Adab 3
- Maddatul Adab 4
- Maddatul Adab 5
- madiun
- makasar
- Manhaj
- Membantah Gerakan Pemberontakan
- muhadhoroh
- Mustolah Hadits
- Nahwu
- Nahwu 5
- Nahwu 6
- Nahwu 7
- Nailul Maram
- Nawaqidul Islam
- nganjuk
- Nikmat Islam
- padang
- pangkep
- pare-pare
- pekalongan
- pekanbaru
- Pengumuman
- Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah
- perlis
- Petikan Aqidah Al Imam Ibnu Abi Zamanin
- Petuah Ramadhan
- Raddul Mubthilil Mardzul Laisa Minal Fudhul
- Ramadhan
- Ringkasan Hamawiyah
- Risalah Tabukiyyah
- Riyadhus Shalihin
- selangor
- semarang
- Shahih Al Bukhari
- Shohih Bukhari Syaikh Abu Fairuz
- Sirah Nabawiyyah
- Sirah Nabawiyyah 10
- Sirah Nabawiyyah 2
- Sirah Nabawiyyah 3
- Sirah Nabawiyyah 4
- Sirah Nabawiyyah 5
- Sirah Nabawiyyah 6
- Sirah Nabawiyyah 7
- Sirah Nabawiyyah 8
- Sirah Nabawiyyah 9
- solo
- subang
- Syarah Ajurrumiyyah 1
- Syarah Ajurrumiyyah 2
- Syarah Aqidah Al Karmaniy
- Syarah Asma Al Husna
- Syarah Qawa'idil Arba'
- Syarhul Ushulis Sittah
- Ta'liq
- tafsir
- Tafsir Al Furqan
- Tafsir Ash Shaff
- Tafsir ibnu Katsir
- Taisirul Alam
- Takalar
- Tanda² Hari Kiamat
- tanya jawab
- Tathir Itiqod
- Taudhihul Ahkam
- Tauhid
- Tsulatsiyat Shahih Bukhari
- Ubat untuk penyakit
- Ushul Fiqih Imrithiy
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Ushul Tsalatsah
- Ushulud Da'watis Salafiyyah
- Usul Fiqih
- Usul Tafsir
- Video
- watang
- yaman
- الصرف للمبتدئين
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- خلاصة مصطلح الحديث
Kajian
- 2 Purnama
- AKHLAQUL MU'MININ WAL MU'MINAT
- Ahkam Adhiyah
- Ahkamish Shiyam
- Ajaibnya Alam Semesta
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Al Fawakihul Janiyyah
- Al Hamawiyah
- Al Qowaaidul Hisan
- Al Ushul Min Ilmil Ushul
- Al Usul Tsalatsah
- Al Uyunul Jawariy
- Al Wasitiyah
- Aqidah Qairawaniyyah
- Arbain Nawawiy
- Bid'ah dan macam²nya
- Faedah Dalam Kesulitan
- Habibatul Mustofa
- Hilangnya Debu
- Hukum Satu Perkara
- Ilmu Sorof
- Ilmu Sorof Fathul Wadud
- Iqtisom
- Jami'ush Shahih
- Karakteristik Dakwah
- Karomatul Khulafair Rasyidin
- Kasyfisy Syubuhat
- Keagungan Aqidah Ulama Syafi'iyah
- Kesesatan Sururiy
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Kitab Tauhid
- Lamiyyah
- Madatul Fiqih 2
- Madatul Fiqih 3
- Madatul Fiqih 4
- Madatul Fiqih 5
- Madatul Tafsir
- Maddatul Adab
- Maddatul Adab 2
- Maddatul Adab 3
- Maddatul Adab 4
- Maddatul Adab 5
- Membantah Gerakan Pemberontakan
- Mustolah Hadits
- Nahwu
- Nahwu 5
- Nahwu 6
- Nahwu 7
- Nailul Maram
- Nawaqidul Islam
- Nikmat Islam
- Penjelasan yang Indah Terhadap Nasihat Al-Imam Al-Wadi'iy dalam Mendamaikan AhlusSunnah
- Petikan Aqidah Al Imam Ibnu Abi Zamanin
- Petuah Ramadhan
- Raddul Mubthilil Mardzul Laisa Minal Fudhul
- Ringkasan Hamawiyah
- Risalah Tabukiyyah
- Riyadhus Shalihin
- Shahih Al Bukhari
- Sirah Nabawiyyah
- Sirah Nabawiyyah 10
- Sirah Nabawiyyah 2
- Sirah Nabawiyyah 3
- Sirah Nabawiyyah 4
- Sirah Nabawiyyah 5
- Sirah Nabawiyyah 6
- Sirah Nabawiyyah 7
- Sirah Nabawiyyah 8
- Sirah Nabawiyyah 9
- Syarah Ajurrumiyyah 1
- Syarah Ajurrumiyyah 2
- Syarah Aqidah Al Karmaniy
- Syarah Asma Al Husna
- Syarah Qawa'idil Arba'
- Syarhul Ushulis Sittah
- Ta'liq
- Tafsir Al Furqan
- Tafsir Ash Shaff
- Tafsir ibnu Katsir
- Taisirul Alam
- Tanda² Hari Kiamat
- Tathir Itiqod
- Taudhihul Ahkam
- Tsulatsiyat Shahih Bukhari
- Ubat untuk penyakit
- Ushul Fiqih Imrithiy
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Ushul Tsalatsah
- Ushulud Da'watis Salafiyyah
- Usul Fiqih
- Usul Tafsir
- muhadhoroh
- الصرف للمبتدئين
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- خلاصة مصطلح الحديث
Channel Telegram
- Fawaid Syaikh Abu Fairuz
- Syarah Kasyfisy Syubuhat Utsaimin
- Mustolah Hadis
- Syarah Qawaidul Arba
- Syarhul Ushulis Sittah Al_Fauzan
- Syarah Nawaqidhil Islam AlFauzan
- Tafsir Al Asma Ul Husna
- Dars Ajaibnya Alam Semesta
- Habibatul Mustofa
- Shiyam Taudhihul Ahkam
- Al Fawaiduts Tsunaiyyah
- Jamiush Shahih Alwadiiy
- Madatul Fiqih
- Madatul Tafsir
- Syarah Ajurrumiyyah
- Madatul al Adab
- Sirah Nabawiyyah
- Arbain Nawawiy
- Dakwah Perlis
- Usul Fiqih
- Nahwu 5
- الصرف للمبتدئين
- Iqtisom
- Dars Syaikh Abu Fairuz
- Syaroh AlUshuul Ats Tsalaatsah
- Usul Tafsir Syaikul Islam
- Soal Jawab Agama
- Kuliah Tafsir Quran
- Shahih Al Bukhari
- Riyadhus Shalihin
- Syarh Kitab Tauhid
- Aqidah Qairawaniyyah
- Aqidah Al Wasitiyyah
- Taisirul Alam
- Faedah-faedah dalam kesulitan
- At Ta'liq
- خلاصة مصطلح الحديث
- Ilmu Sorof
- Al Ushul Tsalatsah
- Ahkam Adhiyah
- Petuah-petuah Menyambut Ramadhan
- Nailul Maram
- Jalalatu Mu'taqodisy Safi'iyyah
- Dua Purnama
- Al Fatawa Al Hawawiyyah
- Keutamaan Al Quran
- Keutamaan Umat Islam
- Al Uyunul Jawariy Bukhariy
- Al Bidayah Wan Nihayah
- Ushul Sunnah Imam Ahmad
- Al Fawakihul Janiyyah
- Ilmu Nahwu
- Ringkasan Hamawiyah
- Hukum dari satu perkara adalah percabangan dari penggambarannya
- Kesesatan Sururiy
- المطايا الهنية تيسير فهم البيقونية
- Ilmu sorof fathul wadud
- Masjid Al Dailamiy
- Ulumil Quran
- Ubat untuk penyakit
Karya Ilmiyah
LIVE
Katalog
[socialcounter]
[facebook][#][230,000]
[twitter][#][230,000]
[youtube][#][230,000]
[rss][#][230,000]
[linkedin][#][230,000]
[instagram][#][230,000]

































