-->

Header Ads

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 68)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:
Baik, kita masih di akhir-akhir buka surat enam puluh-delapan.. barang siapa tidak beriman kepada takdir maka dia bukan mukmin dan dia tidak masuk ke dalam surga. Ini adalah. terjadi sedikit di dalam jiwa saya suatu keraguan yaitu kerumitan tentang masalah takdir lalu. mendatangi Said bin Tsabit. Lalu saya mendatangi beliau. Saya mengatakan mmm maka beliau mengatakan saya mendengar Rasulullah. bersabda seandainya Allah menyiksa seluruh penduduk langitnya dan seluruh penduduk buminya pastilah dia. mereka dalam keadaan dia tidak menzalimi mereka seandainya dia merahmati mereka niscaya rahmatnya kepada mereka itu lebih. baik daripada amalan mereka. Baik, dijelaskan oleh Ibnu Qayim rahimahullah, ini menunjukkan sehebat apa pun ibadah kita tetap belum memenuhi haknya Allah taala. Makanya kalau Allah menyiksa kita, Allah tidak zalim sama sekali, karena ki. yang belum memenuhi kewajiban bersyukur, memenuhi kewajiban untuk memelihara Allah sebagai sesembahan kita. Tetapi kalau Allah merahmati kita, rahmat-Nya lebih baik daripada amalan kita, amalan kita tak seberapa, sama sekali. Rahmat Allah lebih luas. itu. Langkah sebagai apabila dan seandainya engkau memiliki Gunung Uhu. atau seperti Gunung Uhud. Ini sebagai itu emas, engkau menginfakkannya di jalan Allah, Allah tidak menerima itu dan. sehingga engkau beriman kepada takdir. Dan engkau mengetahui bahwasanya apa pun yang menimpamu itu tidak akan luput darimu.. Dan apa yang menimpamu, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu. Dalam Quran yang lain tak masalah kalau engkau mati bukan di. ini engkau akan masuk ke dalam neraka. Karena apa? Karena ini dosa besar atau karena ini perkara atau seperti sebagian ulama yang tidak beriman pada takdir memang hukumnya adalah kafir. ini rukun iman. Baik, makanya amalnya tidak diterima walaupun sebesar Gunung Uhud emas. Baik, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dihasankan oleh Al-Imam Al-Watih rahimahullah. Nah, ini menunjukkan apa? Kalau ada kesulitan, ada syubhat memang. tanya kepada para ulamanya dan juga intinya adalah setia pada manhaj salaf. Ah ini dia tanya ketika menghadapi dari pihak Kadariah barangkali dan sebagainya. Nah, beliau tanya kepada salaf, salaf yang. tinggi dari beliau. Ini Abi Hasyim Salamah bin Dinar. Eh iya ya Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda seseorang tidak beriman sehingga dia beriman pada takdir yang baik. yang buruknya. Semoga Allah mengutuk suatu agama yang aku lebih besar dari dia. Kebenaran khodim kata Umar bin Khattab. Ah berarti ajaran yang baru ini. bukan kebenaran. Dia datang setelah sahabat. Setelah zamannya sahabat. Yakni agama yang baru itu apa? Yaitu mendustakan takdir. Diriwayatkan. oleh Imam Ahmad dan syaratnya hasan. Dan hadis ini dengan sanad-sanadnya dan penguatnya disahihkan oleh al-Imam al-Albani di dalam as-Shahihah. Radhiyallahu anhu amin nabi sallallahu alaihi wa. Tidak akan masuk surga pendurhaka. 

Demikian pula tidak masuk surga orang yang beriman eh orang. beriman kepada sihir. Yaitu mempercayai ucapan penyihir dan sebagainya. Demikian pula orang yang mmm yaitu apa? Mmm penagih, penagih di sini bu ya, yaitu. dia selalu minum khamar. Sudah ketagihan. Demikian pula orang yang mendustakan takdir. Tidak masuk surga. Ancamannya itu.. Eh yang disebutkan oleh para ulama masuk ini juga yaitu apa? Ibnu Hizam dihukumi sebagai A sebagai pendur harta. Di zaman dia belum siapa-siapa baru dua tahun. Belum dikenal, belum. Justru memberikan eh dan memberikan apa dan ketika pergi beliau mengatakan nanti eh yang menjadi pengganti saya selama saya keluar. seterusnya. Tahu-tahu setelah itu setiap kali ceramah enggak disebut tapi kemudian dulu kita di zaman Syekh Mubil, kita ikut syekh mobil, kita ikut ulama besar, oh ini qariah, engkau durhaka. Pada orang yang membimbingmu pagi, petang, siang, malam,. selama belasan tahun, bukan hanya dua tahun. Ini durhaka, tahu-tahu masjid-masjid sahiyah pun direbut, padahal kata para ikhwah yang orang dekatnya syekh Ibnu Mizam yang tobat mengatakan dulu ketika Syekh. orang belum kenal dia sebagai ulama, tapi ada tasbiyah dari maka di, di orang jadi percaya dan masjid ini tetap di bawah apa di bawah nadirnya Syekh Yahya ini dipercaya di situ atau mmm. seperti itu. Tapi malah gabung dengan para dan membuang nama di di kepemilikan eh kepengurusan masjid dan seterusnya. Sebelum fitnah itu membesar. Dia yang melakukan itu.. Apa penyebab lembek dalam manhaj sedangkan dia. diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud dan lain-lain dari Abi Darda dan juga datang dari Zaid bin. hadis mutawatir yang mana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda terkadang ada orang yang membawa fikih tapi dia bukan fakih dan ada. yang membawa fikih kepada orang yang lebih, lebih fatih dari dia. Yaitu bukan mustahil orang yang dia menulis, orang yang dia men-share, orang yang dia meriwayatkan ternyata dia sendiri menyelisihi isi dari buku itu. Kalau kita baik sangka, dia tak. isinya. Kalau dia sudah dijelaskan, dia paham, bahkan dia membantah dan ini dan itu, tahulah kita, dia bukan tidak tahu, tetapi masalahnya adalah ikut hawa nafsu, yaitu dia demi membela hawa nafsunya, dia rela mendatangkan. dan seterusnya. Intinya adalah ketidaksabaran. Tidak sabar dengan manhaj eh Rasulullah yang kemudian dibawa oleh para salaf, dibawa oleh para ulama sampai sekarang. Kalau kita betul ikut mandatnya Syekh Muqbil. wajib siap, siap untuk miskin, bukan berarti wajib miskin, tapi siap. Karena memang apa harapan dana bukan mengalir ke kita. Tahu bahwasanya kita tidak minta, kalau tidak minta jarang diberi memang. 

Demikian pula yang banyak orang tak puas. bahkan gurunya Ahmad saja yang di sana itu dia sendiri cerita tapi bukan lewat anak kan waktu itu dia dekatnya mmm orang lupa siapa namanya yang meninggal rahimahullah itu siapa? Faisal. Faisal ah dia ceritanya adalah kepada. ikhwan Malaysia yang meninggal bisa nih ya. Bisa. Mengatakan Ahmad bilang takboleh hidup di sini kayak gini. Makanya bukan sebulan kurang dari sebulan dia didapat itu. Tapi hebat di sini boleh jadi syekh atau apa. Banyak orang. Sabar. Demikian pula kata ikhwah yang dengar kalamnya si khidir yang di sana itu, khidrir yang di mana itu? Di Kuala Lumpur itu. Ketika orang mau, mau belajar ke damar, dia bilang untuk apa di sana, sana makannya tak sedap. Eh, malah saja.. intinya tak sabar dengan kehidupan sederhana yang dicontohkan oleh para ulama yang setia dengan salaf. Padahal apa? Tetap tidak sedang tidak sedang macam apa sih? Sedap saja ada ayam, ada apa, cuma dibandingkan dengan makanan yang dimiliki. di spion, memang kita enggak ada apa-apanya. Banyak orang yang tak kuat itu. Jadi intinya adalah ketidaksabaran. Dan yang kedua adalah kesombongan. Ini disebutkan oleh Syekh Adnan Anna tak sempat saja untuk nerje. beliau sebab-sebab menyimpangnya disebutkan satu, dua, tiga, empat di antaranya adalah kesombongan, dia sudah merasa hebat. Memang dia sendiri sudah mengatakan waktu, waktu dia ceramah membela diri ketika dikritik oleh sebagian masyaikh, diperbaiki. tak mau akhirnya dikritiklah. Dia mengatakan saya sejak kecil, saya itu sudah di in oleh Ikhwanul Muslimin karena mereka melihat kehebatan saya dan sebagainya. Kalau dia orang yang tawaduk, enggak perlu cerita macam itu, seakan-akan memang saya sudah hebat sejak. makanya orang-orang mencari saya bahkan mencari saya. Tak perlu cerita macam itu. Intinya adalah kesombongan. Selain kesabaran masalah hidup yang seadanya. Yang te. adalah kesombongan itu. Kuncinya dua, kata para yang lain-lain ada tambahan yaitu meremehkan orang lain dan juga apa? Memang, memang dia itu sudah begini, sudah begini disebutkan, seandainya umur panjang kita akan sebutkan kalau ulama. mmm sebab-sebab masalah ini. Kita bicara ini bukan karena kita suka hati atau, atau kita dendam, tak ada dendam, kita bicara ini dalam keadaan kita menyayangkan, tapi kalau dia memang melepaskan diri, apakah kita wajib ikut jatuh ke dalam jurang? Tak boleh.. harus selamat. Dia sendiri yang ingin jatuh sudah. Nah, cuma itu jadi pelajaran, apa yang menyebabkan? Intinya adalah tidak sabar untuk setia dengan manhaj salaf. 

Dan yang kedua adalah dia sombong, dinasihati tak mau. Cuma sering kali, karena dulu ana baca. kedua belah pihak agar, agar Anda tahu karena dua-duanya istilahnya adalah guru kita dan teman dekat kita, maka kedua-duanya ana baca tanpa buruk sangka pada kedua, ada salah satunya. Karena baca setiap kali dia kalah su. baik ketika melawan yang di Aljazair ataupun melawan yang di dia akan diam lama kemudian dia ceramah yaitu apa? Memang dulu saya pernah begini tetapi sekarang saya berijtihad setelah saya teliti pendapat yang terbaru. adalah ini tanpa dia bersyukur pada orang yang memperbaiki dia tanpa dia mengatakan ya dulu saya salah, cuma apa? Saya dulu ijtihad begini, sekarang saya ijtihad begini. Hmm. Ketika ditanya oleh para ikhwah, syekh, kan terbukti berarti kemarin Anda salah, kena. tak bilang saja. Ya saya salah. Dan saya ingatkan kalian untuk jangan mengikuti pendapat yang dulu. Saya keliru. Karena memang itu akan mendukung minhajnya Ikhwanul Muslimin gini-gini. Kenapa Anda tak mau gitu? Dia bilang seorang alim kalau dia itu menga. salah di depan umum nanti namanya akan jatuh. Orang tambah bisinglah. Kenapa? Pakai kalimat macam ini. Akhirnya sampai sampai eh dua ulama menulis buku risalah menjelaskan orang alim kalau dia keliru dan dia menga. dan apa kesalahan dia yang lama justru namanya akan mulia, menunjukkan dia memang orang yang jujur kalau salah mengaku salah dan bersyukur pada orang yang memperbaiki, tak kemudian menonjol-nonjolkan mmm dia adalah orang alim. jatuh. Ini malah jadi buruk seperti itu. Setelah diberi mahzamah itu, tak juga kemudian tobat, malah memburu-burukan, mengatakan mmm Abu Bakar Hamadi ini siapalah dia itu, gini-gini, diremehkan lagi orang-orang itu. Ah, itulah pola. dia seperti itu.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Diberdayakan oleh Blogger.