-->

Header Ads

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka 369)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 06 Jumada Thani 1443 Ahad bersamaan 09/01/2022 Masehi

Mukasurat 69
Orang yg tidak.beriman kepada taqdir tidak masuk syurga.

Masaalah dua niat dalam satu ibadah.

Manasik dan thullabul ilm.

Belajar tanpa bimbingan ulama'.

Ammar bin Ubaid
Ma'bad al Juhaini

Qodariyah.

Ilmu adalah pemberian Allah.

Kita masih dibuka surat enam puluh sembilan tentang bahwasanya orang yang tidak beriman pada takdir maka dia tidak masuk surga bahkan apa? Bahkan dia kafir. Kalau sama. tidak beriman pada takdir. Dalilnya yang lain baca Yahya bin Yamur rahimahullah yang pertama kali mengingka. berkata tentang takdir maksudnya adalah yaitu mengumandangkan akidah Kadariah yang mengingkari takdir. Di Basrah adalah Ma'bat Al Juhani dan dia sebagaimana diriwayatkan oleh para ulama dia mendapatkan akidah. dari sisa wife. Ini orang Nasrani yang pura-pura masuk Islam. Ah menyusulkan ajaran yang batil. Lalu berangkatlah saya. bin Abdurrahman Al-Himya untuk berhaji atau untuk umrah mungkin beliau lupa ini sudah sangat lama saya lupa waktu itu niat saya apa niat kami berdua takmasalah. kalau riwayat yang lain seandainya ada salah seorang dari sahabat Rasulullah sallallahu alaihi. jumpa dengan kita akan menanyakan kepadanya tentang apa yang dikatakan oleh orang-orang tadi itu terkait dengan takdir. Ini menunjukkan apa? Mereka melakukan rihlah. antara niatnya adalah untuk ini menunjukkan kalau tidak saling bertentangan dua niat itu boleh dilakukan di dalam satu amalan. Sebagaimana Allah memperbolehkan untuk orang yang haji sambil apa? Berniaga. boleh. Masalah bolehnya boleh. Bayar. Adapun masalah kelengkapan pahalanya tentunya ibadah bertingkat-tingkat. Ada yang dapat sepuluh kali lipat, ada yang seratus, ada yang tujuh ratus. Tapi masalah boleh, masih boleh. Apalagi ini. niaga, bukan semata-mata halal. Ini termasuk ibadah tertinggi, yaitu apalagi niatnya adalah untuk membantah. Ini jihad yang terbaik. Maka lebih layak lagi untuk, untuk apa? Tidak masalah, dua niat dalam. Satu ibadah seperti ini. Ah bagus kalau apa? Ikhwah kita yang umrah atau haji ke sana bukan sekedar untuk menjalankan ibadah itu tapi juga untuk belajar ke para ulama yang di sana, lihat majelis-majelis ilmu di sana, itu bagus sekali. tapi bukan sekedar untuk shopping, shopping tak masalah, tapi niat intinya di samping manasik adalah itu bagus toyib kemudian beliau mengatakan di sini. Abdullah Ibnu Umar ibn Khattab lalu diberi taufik untuk kami Abdullah bin Umar ibnu Khattab Allah memberikan taufik yaitu tempat berjumpa dalam keadaan. di dalam masjid. Mungkin adalah apa masjid yang di Makkah. Masjidil Haram. Lalu saya dan sahabat saya tadi Umay bin Abdurrahman. mengapit dia yaitu apa itu mengapit itu adalah kanan kiri itu ya ini sebagai penjelasan dari yang sa. kanan, yang satu di kiri. Saya menyangka teman saya akan menyerahkan pembicaraan kepada saya. Memang disebutkan dalam biografinya, Yahya bin Ya'mar ini fasih. Ini. boleh dua-duanya bicara, boleh mewakilkan ke salah satu yang dinilai lebih baik. Saya mengatakan wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya. telah muncul di daerah kami, tibalah di daerah kami sana, sekelompok orang yang Quran, mereka membaca Alquran, ini bagus. Mereka menggali ilmu,. tapi masalahnya mereka tidak dibimbing ulama. Dan beliau menyebutkan tentang eh bagaimana keadaan-keadaan mereka itu ah tatkala ada sahabat mereka tidak belajar ke sahabat maka mereka akhirnya terse. berdalam-dalam tanpa bimbingan. Mereka menyatakan bahwasanya takdir itu tidak ada. 

Dan bahwasanya perkara ini baru. Maksudnya adalah Allah baru tahu setelah peristiwa. tu terjadi dan ini aneh. Heeh. Bagaimana itu. Tapi niat mereka baik, niatnya adalah untuk mengagungkan syariat, yaitu bagaimana orang, Allah memerintahkan untuk yang baik-baik, melarang dari yang haram-haram. Justru kebanyakan orang malah. maksiat. Tayib. Takan Allah apa malah menakdirkan orang berbuat maksiat. Nah ini niatnya adalah untuk menyucikan Allah dari kezaliman karena mereka meyakini bahwasanya kalau Allah menakdirkan orang berbuat jahat lalu Allah. yang menghukum orang itu dalam neraka ini zalim. Ah ini akal yang pendek karena tidak dibimbing oleh para ulama. Padahal waktu itu ulamanya adalah ulama tertinggi yaitu para sahabat. Akhirnya apa? Mereka memenangkan satu. dan membuang dalil yang lain. Dalil takdir dibuang. Tidak menjamakkan di antara dalil-dalil. Kemudian maka apabila. engkau menjumpai mereka maka kabarkan kepada mereka bahwasanya aku berlepas diri dari mereka dan bahwasanya mereka berlepas diri dari-Ku. Ini menunjukkan disyariatkan. berlepas diri dari ahli batin. Dalilnya banyak sekali, dalilnya demi zat yang Abdullah bin Umar bersumpah dengannya. Ini yaitu apa? Bersumpah li tak. menguatkan pembicaraan seandainya salah seorang dari mereka memiliki seperti Gunung Uhud emas lalu dia menginfakkannya. infak sebesar Gunung Uhud emas pahalanya seperti apa itu? Kalau seandainya diterima. Allah tidak menerima dari dia ya karena dia bukan orang yang mukmin. Sehingga dia. beriman kepada takdir. Kemudian beliau menyebutkan Hadis Jibril alaihi salam. 

Toyib,. ini semua dalil ini dan dalil-dalil yang sebelumnya itu adalah bantahan kepada kelompok Qodariyah yang meniadakan takdir mereka adalah muktazilah yang dipimpin oleh Wasil bin Atha al-Mughazali dan Amr. eh Anda pilih siapa dia itu? Amr bin Ubay, Al, Albasri. Nah mereka berdua memang pemimpin tertingginya Muktazilah di masa para sahabat itu. Itu yang di situ kok. yang kemudian muncul pula makbat al Jumani. Termasuk dalam kandungan Hadis-Hadis ini juga dan dalil-dalil ini. ada bantahan terhadap japriah yang mengingkari adanya amalan hamba yang mengingkari adanya eh bahwasanya hamba itu beramal dengan keinginan mereka dan kekuatan mereka. Baik, mereka mengingkari adanya dan. dari para hamba dan kudrat. Yang betul, semuanya ada karena Allah menetapkan dua-duanya, menetapkan takdir dan menetapkan hamba itu juga punya keinginan dan kemampuan. Imam Sufyan. ya Syuaibah bin Haram wahai Syuaib bin Haram tidak bermanfaat untukmu apa yang aku tulis untukmu tidak bermanfaat bagimu. yang aku tulis untukmu. Ini menunjukkan itu juga boleh dinisbahkan penulisannya kepada, kepada yang memerintahkan. Karena ini mmm ini tidak menulis, tapi beliau ditanya oleh. Syuaib bin Harob kemudian beliau mengimlahkan, tulis begini, tulis begini. Ah, boleh mengatakan sehingga engkau beriman kepada takdir yang baik. dan yang buruknya, yang manisnya dan pahitnya, semua adalah takdir Allah. Semuanya datang dari sisi Allah azza wajalla. wahai Suaib bin Haram, demi Allah kelompok Kadariah itu tidak mengatakan apa yang Allah firmankan, jadi ajaran mereka bukan dari Allah walaupun menyebutkan dalil.. tidak pula mereka mengatakan apa yang dikatakan oleh malaikat tidak pula yang disabdakan oleh para nabi tidak pula yang dikatakan oleh penduduk jannah. tidak pula yang dikatakan oleh penduduk neraka. Dan tidak pula mereka mengatakan apa yang dikatakan oleh saudara mereka yaitu iblis laknatullah. Berarti apa? Kau dari. ikut siapa berarti? Ikut hawa nafsu mereka sendiri. Ini hakikatnya walaupun jelas semua bisikan kebatilan, iblis ada itunya juga tetap ada andilnya juga. Ada saham di situ. Tapi pada kata mengikuti da. sama sekali hakekatnya. Nah lalu beliau menyebutkan mana buktinya? Allah azza wajalla berfirman, maka bagaimana. ini di antara makna tentang orang yang menjadikan sesembahan dia adalah hawa nafsunya itu dan Allah menyesatkan dia di atas ilmu. Walaupun apa? Ada dua tafsi. ala Ilmi, kembalinya ke ilmunya Allah, apakah ilmunya mereka? Kalau tafsir pertama anak ini, yaitu Allah menakdirkan mereka sesat berdasarkan ilmunya Allah bahwasanya memang mereka tak layak mendapatkan hidayah. Allah tahu isi hati mereka memang tak. menerima hidayah, maka sekalian Allah tidak memberi mereka. Makna yang kedua, ini dihapus yaitu mereka telah punya ilmu, tetapi mereka memang menjauh dari ilmu ta. maka Allah sesatkan mereka. Intinya apa? Semuanya memang sudah dalam takdir, Allah yang menetapkan mereka tersesat. Dan Allah telah menutup. dia dan hati dia dan Allah jadikan di hadapan pandangan mata dia itu ada langsir, ada penutup, ada sel selaput. Berarti apa? Memang ada takdir di. sehingga dia tidak mendapatkan hidayah. Maka siapakah yang membimbing dia setelah Allah meninggalkan dia? Maka kenapa kalian tidak menyadari itu? Ah ini sebenarnya. pertanyaan ini layak untuk ditujukan ke Kadariah. Baik, karena mereka sadar, mereka tahu semuanya di tangan Allah, maka mereka wajib untuk memohon hidayah pada Allah. 

Dan mengikuti hidayah yang telah, pernah Allah sampaikan. Berarti. Allah menetapkan adanya takdir. Di situ oh di sini. Allah taala berfirman tidaklah mere tidaklah kalian menginginkan kecuali sesuai dengan yang Allah inginkan. Bukan ber. keinginan kita, itu jiwa kita betul-betul di, dikendalikan seperti robot, takada keinginan sama sekali, bukan. Tapi maksudnya sesuai dengan izin Allah taala. Kalau Allah mengizinkan, terjadi, kalau Allah tak mengizinkan, walaupun kita sudah berusaha, tak terjadi juga.. jadi terlaksananya itu sesuai dengan kehendak Allah. Ya, ayat dua ayat ini, eh ayat ini mengandungi bahkan kepada dua kelompok sekaligus sekarang, malaikat sendiri mengimani. Mahasuci Engkau ya Allah, kami tidak memiliki ilmu kecuali apa yang engkau ajarkan kepada kami sesungguhnya Engkau Maha Mengetahu. lagi maha penuh hikmah. Ternyata ilmu itu pun bukan semata-mata usaha kita, tapi itu juga pemberian Allah, ditakdirkan kita, mendapatkan ilmu.. Musa alaihi salam. Nah, para nabi juga mengimani adanya takdir. Yaitu tidaklah ini yaitu peristiwa tersesatnya Bani Israil. apa itu? Patung anak dibuat oleh si Samiri itu, tidaklah ini kecuali jabaran darimu dengan jabaran tadi engkau menyesatkan orang yang engkau kehendaki dan Engkau memberi hidayah kepada orang yang. kau inginkan. 

Jadi semuanya ada takdir Allah di situ. Nabi Nuh alaihi salam juga mengatakan. tidak bermanfaat untuk kalian nasehatku apabila saya ingin memberikan nasihat kepada kalian untuk kalian jika Allah ingin untuk menyesatkan. kalian. Baik, ini ada apa? Ada syaratnya bertingkat. Jika saya ingin memberikan nasihat pada kalian, jika Allah ingin menyesatkan kalian. Ini di. oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau pada ini masuk dalam apa? Kekayaan bahasa Arab, syarat ditambahi dengan syarat lagi. Dialah Rabb kalian dan hanya kepada-Nyalah. itu dikembalikan. Ini menunjukkan adanya takdir Allah taala.. eh sorry memberikan yang mana? Eh adakah sebab eh mereka. apa kalau ayatnya tidak bicara masalah masalah sebab tetapi berbicara masalah takdir menunjukkan apa? Mmm. hit, kesesatan, demikian pula hidayah itu bagian dari takdir Allah. Allah yang menyesatkan, tidak seperti ucapan yang mengatakan semua kesesatan itu adalah dari hamba sendiri, sebagaimana hidayah itu juga hasil usaha hamba sendiri.. Makanya tadi bilang apa? Sisi pendalilannya padahal adapun masalah orang itu disesatkan dengan sebab dia sengaja memilih itu, ah ini dari ayat yang lain.

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Diberdayakan oleh Blogger.