Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 82)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 29 Jumada Thani 1443 Selasa bersamaan 01/02/2022 Masehi
Allah tinggi walaupun dekat dengan kita.
ليس كمثله شيء وهو السميع البصير
Setiap orang yang mendatangkan dalil tidak semestinya dia tahu istidlal (mendatangkan pendalilan).
Pemahaman Jahmiyah yang keliru.
Pentingnya mempelajari lughoh.
Kita masuk ke buka surat delapan puluh dua masih dari akikah yang dinukilkan oleh Imam Raziah ini. Allah telah meliputi segala sesuatu dengan ilmunya. Di kita baca gerakan kakinya. ahlusunah waljamaah beriman, yang beriman mereka mengimani bahwasanya Allah yaitu walaupun zatnya, istiwa di atas arsy-nya, dan dia itu. di atas seluruh makhluknya sebagaimana yang dia kabarkan pada kita, bukan karena kita buat-buat atau sekedar ikut Imam Wahabi atau apa kata mereka, ta, Allah yang mengabarkan. sekalipun demikian tiada sedikit pun dari makhluknya yang lolos dari pengetahuan Allah subhanahu wa taala. yang hilang dari pengetahuan Allah, semuanya Allah tahu.
Toyib. Sebagaimana kata, kata para ulama yaitu apa? Alim. Yaitu dia itu tinggi, walaupun dia itu dekat. kita. Kemudian apa? Dia dekat di dalam ketinggiannya yaitu zatnya tinggi di sana, tetapi ilmunya dekat dengan kita.. Di dalam bab ini kita tidak memerlukan ucapan lebih banyak dari ini, yaitu dalilnya sangat jelas. Tak perlu banyak dengan. tahu-tahu malah salah. Yaitu kita mengimaninya dan kita meniadakan penggambaran jarinya. Jelas ka. ada tapi kita tidak perlu menggambarkan kita menghindar dari keraguan di dalamnya. Kenapa ragu yang memberitakan Allah? Kenapa kita masih ragu?. eh ini anu berarti sallallahu alaihi wasallam dan kita meyakini bahwasanya apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala dan ram. disabdakan oleh rasulnya sallallahu alaihi wasallam. Kira-kira jawab ananya apa ya mmm mungkin takdirnya adalah haqqul. dan kita tidak memikirkan tentang itu, memikirkan seperti cara berpikir orang-orang di masa salaf dulu, maksudnya Imam Yahya bin Ammar ini masih-masih di masa salaf, yaitu para Jahmiyah berpikir terlalu jauh akhirnya malah celaka. Seperti. juga di masa siapa itu? Eh Abdurrahman bin Abdurrahman dan Yahya bin Ya'mar yang mana Al Juhani yaitu terlampau dalam ketika menggali ilmu tanpa bimbingan salaf sehingga. Kita tidak menguasakan kepada pembahasan ini yaitu kesalah pahaman. Tak perlu kita letih-letih mencari pemahaman sendiri. Ikut dalil. pemikiran, sama pemikiran yaitu bisikan-bisikan engkau tahu secara. dan yakin bahwasanya segala sesuatu yang engkau gambarkan di dalam, di dalam pikiranmu dan persangkaanmu. berupa penggambaran atau tasbih atau penyerupaan ini wajib koma ya maka Allah subhana berbeza dengan itu dan Allah. itu. Ya karena tak mungkin kita mampu menggambarkan sesuatu kecuali itu makhluk. Berarti Allah di luar itu semua lebih mulia, lebih sempurna dari yang mampu kita gambarkan. Nah, kita ka. dia secara dzatnya itu di atas arsy dan ilmunya itu meliputi segala sesuatu ini sebagaimana dinukilkan di dalam karya. Imam Abdul Qasim Al-Asbahani. Abdul Qasim tahun lima ratusan wafatnya.
Tayib, kembali ke atas tiada sesuatu pun yang, yaitu benar-benar tiada sesuatu pun yang. semisal dengan dia dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kita baca catatan kakinya lafad di atas itu mengambil cahaya dari firman Allah taala. ya, ayatnya sama itu makna ayat ini apa sih? Tiap tiada sesuatu pun yang semisal dengan Allah taala Yang Mahatinggi. karena agungnya Dia dan sempurnanya sifat-sifat-Nya. Bukan karena dia tak punya sifat, seperti yang dikatakan. tak boleh sama dengan makhluk, berarti apa? Allah tak boleh punya sifat, ini salah, malah Allah yang dikalahkan. Tapi tak ada yang setara dengan dia karena apa? Sifat dia terlalu tinggi untuk disamai, apalagi dilampaui. Imam, Usman. Ucapan kita bahwasanya tiada sesuatu pun yang semisal dengan Allah berarti apa itu maksudnya?. adalah sesuatu yang paling agung. Bukan karena tak punya sifat agama, tapi keagungannya terlampau tinggi, sehingga takada yang mampu seagung dia. Dialah pencipta segala sesuatu. Sementara yang. lain makhluk, bukan pencipta. Dia adalah sesuatu yang paling indah. Dialah cahaya di langit dan di bumi, dalam qiraah Ibnu Mas'ud apa?. yang menyinari, yang memberikan cahaya kepada langit dan bumi. Adapun pendapat Jamiyah, makna ayat Mahisa, maknanya adalah. itu bukan sesuatu. Kenapa? Manusia kan syaikh. Sementara Allah takboleh sama dengan makhluk, berarti Allah tak boleh menjadi syait. Ah berarti Allah takadalah nauzubillah. Ini celaka, ini menunjukkan tidak setiap orang yang mendatangkan dalil di. tahu cara istidlal. Baik, tak boleh kita semata-mata, oh dia punya dalil, dia punya dalil. Lihat, betul tidak cara pendalilannya itu? Ya, seperti dulu, hmm. Berapa? Dua puluh tahun yang lalu kan tahun satu sembilan se. lima itu dua puluh tahun ke berapa itu yang dulu mengatakan oh tak boleh kita eh mencela Muhammad Surur dan lain-lain karena apa? Mereka juga punya dalil. Yang penting bukan sekedar punya dalil, betul tidak istidlalnya itu. Sebagaimana. Islam dalam orang itu membawakan dalil tetapi dia tak pandai di dalam mendatangkan pendalilan.
Baik, kata beliau. Karena pada asalnya memang mereka tidak menetapkan sesuatu apa pun untuk Allah. Maka bagaimana dikatakan ada yang semisal baik. minimalnya paling tidak apa? Allah itu syaik tetapi ya tidak sama dengan yang lain. Mereka mengatakan, tak bahkan Allah takboleh dikatakan karena makhluk itu syaikh. Nah, bagaimana akan membicarakan masalah missel. Ini menunjukkan memang. mereka lemah dan bahasa mereka itu lemah, tak paham bahasa. Tatkala Allah meniadakan, menunjukkan Allah adalah dan tatkala Allah mengatakan tiada sesuatu pun yang semisal dengan dia, menunjukkan dia. yang tertinggi dan paling sempurna. Itu baru pemahaman yang betul. Dia ada dan terlampau tinggi untuk disamai. Bukan, tidak boleh semisal berarti dia itu tidak ada, ya berarti engkau menyembah apa?. Kata Imam Ad-Darimi, demikian pula sifat-sifat Allah tiada sesuatu pun menurut mereka di antara sifat Allah itu, takada sifat, Allah tak boleh punya sifat, takboleh punya nama. Menurut. dakwaan mereka mmm dan yang menunjukkan tentang dakwaan mereka adalah khurafat-khurafat ini, khurafat. apa? Cerita-cerita dusta. Inilah makna sebagaimana disebutkan di dalam kitab-kitab Allah dalam Ihsanul Arab, juga di dalam kitab yang lebih tinggi dari lisanul Arab. Istilah khurafat itu diambil dari apa? Dari cerita yang dibuat oleh si. itu. Nah sehingga jadi istilah ini khurafat yaitu cerita khayalan. Sesuatu yang mustahil. Ya bagaimana alam semesta terbentuk sementara takada penciptanya. Ini sudah mustahil. nah kalau penciptanya alam semesta seindah ini bagaimana penciptanya bahkan takboleh punya sifatul khalaq, takboleh punya sifatul kudrah, sifatul irim, katanya takboleh punya sifat, lalu bagaimana terbentuk alam seindah ini? Otak ini asalnya memang. katanya. Bigbang sebabnya apa? Tak mungkin tahu-tahu meletup tanpa ada sebab baik. Ah penyebab pertama itulah sebenarnya dia penciptanya yang mengatur segalanya sehingga terbentuk hukum sebab akibat. Dan terkadang sebab akibat tidak berlaku. yang terjadi keajaiban, tak mungkin tanpa ada pencipta, alam semesta keluar dari kebiasaannya. Sebagaimana itu bahkan akidah, eh, faedah dari ahli kalam sendiri.
Bahwasanya, alam semesta ini yaitu yang dikatakan sebagai apa itu, ato. itu tidak akan keluar dari relnya kecuali dengan sebab yang sangat aneh. Kalau tanpa ada sebab yang sangat aneh dan sebagainya, pasti dia akan hubungannya terus menerus protection seperti itu berpusing. Ini menunjukkan apa? Memang ada yang. terkadang begini, terkadang dirubah. Menunjukkan penciptanya ada bukan bergerak sendiri, alam semesta itu. Berarti memang Allah taala ada, tatkala Allah ada dengan segala keindahan yang terbentuk berarti kalau Dianya Mahaindah, Mahail berilmu, Mahakuasa. seterusnya. Adapun yang kalian katakan Allah taala itu ah ini mustahil. Yang mana mereka berdalilkan dengan khurafat-khurafat dan. tadi untuk membatalkan sifat-sifat Allah. Mereka menjadikan firman Allah taala dan setan sebagai penipuan yaitu menyembunyikan a. kepada orang-orang yang jahil. Nah, orang jahil taktahu ludoh, oh betul juga ya, takada yang setara, takada yang semisal dengan Allah, berarti tak boleh. Allah taala itu di atas aras nanti sama seperti raja. Ah, itu orang jahil tak pahamullah.. ini pentingnya untuk memahami dan belajar kepada ahli sunah, bukan pada ahli kalam, nanti salah lagi. Untuk melariskan kepada mereka dengan ayat ta. ayat yang dipesongkan itu kesesatan, melariskan kesesatan. Kalimat kalimat hak, jelas ini ayat Quran, tetapi yang diinginkan darinya adalah kebatilan bahwasanya. tak punya sifat. Akhirnya apa? Awal ayat dibuat kontradiksi dengan akhir ayat. Padahal akhir ayat menunjukkan sifat. Maha Mendengar, Maha Melihat. Berarti Allah punya sifat.
Diisyaratkan disebutkan dari namanya itu.. Kalaupun kata beliau, kalaupun orang-orang yang sangat bodoh, mereka keliru dalam mazhab-mazhab mereka, namanya bodoh, selalu yang namanya itu adalah. orang jahil itu pasti akan menjadi mangsa, menjadi korban dari fitnah-fitnah selalu. Karena jahil tak punya senjata dia. Maka sesungguhnya para fuqoha. akan di atas keyakinan dari mereka ha para orang jahil boleh ditipu tapi para ulama kalian jangan coba-coba menipu ulama yang betul-betul ulama nah selesai dari ini, ini menunjukkan pentingnya. pentingnya untuk bertanya kepada para ulama dan seterusnya.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























