Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 80)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 27 Jumada Thani 1443 Ahad bersamaan 30/01/2022 Masehi
Aqidah Thohawiyah kitab aqidah tertua, tetapi ada kitab aqidah yang lebih tua Dari Thohawiyah.
Sifat Allah azaliyah, tidak ada batas awal.
Kata Imam Asy Syafi'i
AlMuzani pembela madzhab Ku. Dulu dia ahli kalam.
Tanpa ditanyakan bagaimana.
Apakah ilmu kalam ada ubat
Kita masuk ke muka surat delapan puluh yaitu ana buat pasal. semua sifat-sifat Allah taala, maka dia adalah sebagaimana yang Allah sifatkan untuk dirinya sendiri fikitabih di dalam kitabnya,. ini kurang lisan atau melalui lisan rasulnya sallallahu alaihi wasallam di dalam sunah. tanpa ada penyerupaan dengan para makhluk. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Imam As-Syafi'i di dalam kitab yang telah mmm disebarkan itu. sebagaimana ditegaskan oleh Abdul Hasan Al-Asy'ari di dalam kitab ibadah beliau dan pembelaan para ulama terhadap kitab beliau itu, sebagaimana insya Allah mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini sudah boleh disebar, bagus sekali kitab itu kaya. menegaskan inilah akidah yang benar. Kita menyifati Allah sesuai dengan yang Allah ceritakan. Dan dengan yang diberitakan oleh nabi tanpa menyerupakan dengan makhluk.. Kata sebagaimana yang Allah sifatkan untuk dirinya sendiri di dalam kitabnya.. Dan berdasarkan lisan rasul-Nya sallallahu alaihi wasallam.
Baik, kita baca catatan kakinya ahlu. Ahlusunah menetapkan apa yang Allah tetapkan untuk dirinya sendiri. Kita diwajibkan untuk ikut Allah bukan malah membuat aturan se. tentang Allah. Siapa kita mengatur Allah? Allah hanya boleh punya sifat ini, tak boleh punya sifat itu. Siapa kita? Mengatur sifat untuk diri sendiri saja, kita tak mampu. Kita lahir sudah ada bekal-bekal sifat-sifat tertentu. Kemudian diwajibkan. menambah sifat yang baik, mengurangi sifat yang buruk. Untuk Allah, gimana kita malah mengatur Allah, kita yang wajib ikut Allah. Ya, sesuai. dengan apa yang ditetapkan untuknya oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berupa nama-nama dan sifat-sifat tidak seperti ucapan muktazilah, Allah hanya boleh. boleh punya nama, takboleh punya sifat atau ucapan jahmiah, Allah takboleh punya nama, takboleh punya sifat, siapa engkau? Kok berani untuk mengatur Allah taala? Di antaranya adalah yang disebutkan dalam lafaz sebelumnya i. apa itu? Ketinggian zat Allah terhadap atau di atas para makhluknya. Sesuai dengan yang layak untuk. Allah. Tidak seperti yang di dalam bayangan makhluk. Lebih tinggi dan lebih suci dari apa yang mampu dibayangkan oleh makhluk.. Imam al-Muzani rahimahullah berkata di dalam Syahrus sunah beliau. sebagian eh menyangka bahwasanya bukan menyangka tapi apa? Kalimatnya tak terlampau salah mengatakan bahwa akidah tahawiyah ini termasuk kitab akidah tertua ahlusunah waljamaah ta, istilah walkotak. jauh lebih tua daripada akidah yang ditulis oleh misalkan siapa? Yaitu atau bahkan Ibnu Taimiyah yang lebih, lebih masanya lebih ke sini lagi. Tetapi sebenarnya banyak. kitab akidah yang lain yang jauh lebih tua dari seperti adalah ini. Pakcik dia. Dan yang lebih tua lagi adalah punya Imam Syafi'i yang lebih tua lagi adalah punya Imam Sufyan Assauri. Dan juga apa? Satu lembar kertas yang isinya adalah prinsip-prinsip akidah ahlusunah waljamaah, punya imam eh Abdullah Ibnul Mubarak. yang lebih tua, lebih tua dengan jarak yang sangat jauh itu banyak. Dengan kita jelas sangat tua sekali, tapi di atas masih banyak yang jauh lebih tua. Nasanya untuk kitab akidah,. kalimat-kalimat Allah kekuasaan dan kemampuan Allah karakter dia dan sifat-sifat dia semuanya itu bukan makhluk. yaitu kekal selama-lamanya dan azaliah tanpa ada batas awal. Tidak seperti ucapan dulu Allah takpunya sifat kemudian dia menciptakan sifat mmm. eh yaitu dia punya sifat. Kata sebagian mereka, yang lain mengatakan tak, tetap Allah tak boleh punya sifat agar Allah itu satu saja. Wah ini akidah sangat aneh. Baik. Intinya. Allah, kalaupun ada sifat itu makhluk, kata mereka. Karena apa? Sebelumnya tidak ada kemudian ada. Kita tanya, engkau jadi saksikah? Dulu Allah tak punya sifat, kemudian baru punya seakan-akan dia tahu, oh ya lahir saja baru kemarin. Sudah meng-cla. dulu begini, kemudian begitu. Tapi yang benar sifat Allah yaitu dia takada batas awal sebagaimana sifat dia juga tak ada batas awal. Kenapa? Kalau kita katakan sifat Allah ada batas awal berarti. suatu masa dulu-dulunya sebelum ada sifat, zat Allah itu tidak punya sifat, berarti apa? Tidak punya sifat di antaranya adalah sifat kesempurnaan. Kalau tak punya sifat kesempurnaan berarti apa? Allah disifati dengan kekurangan,. berarti Allah tidak, tidak sempurna. Sementara mereka walaupun kekufurannya sangat parah, paling tidak mereka meyakini zat Allah itu sempurna. Tatkala zat makhluk tak sempurna, wajib dan Allah itu sempurna.. eh dengan kaidah itu kita katakan kalau kalian mengatakan Allah pernah tidak punya sifat berarti tak sempurna itu. Tak punya ilmu, tak punya kehidupan, tak punya, tak punya, tak punya, berarti tidak sempurna. Dan itu akan terbatas. oleh ketentuan kalian yang tadi Allah wajib sempurna. Berarti agar sempurna dengan benar bagaimana? Memang sifat Allah itu tak ada batas awal sebagaimana zat Allah tidak ada batas awal..
Kemudian bukan sifat Allah itu sesuatu yang baru, yang kemudian dia akan musnah. Karena kalau. sesuatu itu memiliki batas awal, maka tidak aman untuk dia juga memiliki batas akhir. Karena setiap sesuatu yang baru, suatu saat dia akan terkena kerusakan. Itulah hukum asalnya. Kenapa beliau memakai metode seperti ini? Karena beliau adalah orang Mesir yang mana di sana banyak ahli kalam, bahkan Al-Muzani ini imam besar dari ahli kalam. Kemudian beliau bertobat tatkala Imam Sya. hijrah ke fustot ke Mesir itu. Bedak Oktober dialog dengan Imam Syafi'i kemudian beliau bertobat, lalu beliau mmm belajar. Dan sampai kemudian apa? Jadi pembela terbesar Imam Syafi'i. Dikatakan apa? Beliau adalah. zero mmm Syafii mengatakan adalah pembela mazhabku, bahkan Syafi'i mengatakan. kalau dia mendebat setan, beliau akan mengalahkan setan, memang beliau ahli debat, namanya ahli kalam kan? Jadi beliau tahu, setelah tahu airnya ahli kalam, airnya prinsip-prinsip kalamiah, beliau menggunakan prinsip itu untuk. menghantam mereka sendiri. Setelah beliau tahu ilmu yang benar. Bukanlah dulu Rabb kita ini kurang, barulah kemudian bertambah. Ini konsekuensi dari ucapan. ahli kalam dari muktazilah itu. Dulu Allah ada zatnya tanpa sifat apa pun berarti kurang, baru kemudian bertambah. Ah ini gambarannya seperti apa? Kalian menyerupakan Allah dengan bayi yang baru lahir semula serba kurang. punya apa-apa. Ah setelah sekian tahun baru dapat, dapat apa? Duit itu pun sudah gembira bukan main setelah besar, ah duit silir sudah tak cukup kok, terus bertambah. Allah ti, bukan seperti itu. Allah tidak ada ba. awal. Sifat Allah itu terlampau agung untuk ada penyerupaan dengan para. sekedar disetarai itu takmungkin apalagi sampai di Samari apa, apalagi sampai apa? Dilampaui. Disetarai itu pun terlalu agung untuk disetarai. Dan isi apa kita akan menyetarai sifat Allah, tangannya mampu memegang langit dan bu. kita memegang rumah sendiri saja takmampu, yaitu apa takmampu meliputi rumah sendiri, apalagi meliputi bumi Allah dan seterusnya. Jadi dari sisi mana dikatakan sifat Allah itu sama dengan sifat. atau yang menetapkan Allah punya sifat berarti menyamakan Allah dengan makhluk dari sisi mana? Ini adalah apa? Kejahilan ahli kalam, seandainya mereka merenungkan itu. Makanya Islam, tatkala sering berdialog dengan mereka, banyak ahli ka. bertaubat di masa Syaikhul Islam yang memang jujur mencari kebenaran. Kurang dari itu pandangan orang-orang yang menyifati. Lihat ke matahari saja takmampu, terlalu silau, tak mampu lihat dengan betul-betul. Bagaimana sampai mampu untuk melihat Allah di atas langit sana, kemudian menyifati sebagaimana haknya Allah. Terlalu apa? Pendek, tak mampu kita. melakukan itu. Berarti apa? Kewajiban kita menerima bukan malah menghakimi apa yang tidak kita ketahui. Selesai dari kayak Imam Al-Muzari. Kita tambah sikit. tambah sedikit. Kembali ke atas bila yaitu tanpa ditanyakan bagaimana ini dan bagaimana itu. Jelas kata para ulama, dijelaskan oleh Syaikhul Islam, setiap zat pasti punya. ideal. Cuma kita menetapkan untuk Allah dan sifat tanpa kita menanyakan kaifiatnya dan tanpa kita menetapkan kaifiatnya karena kita taktahu bagaimana kita akan menetapkan oh begini tangannya. itu begini, begini. Tanpa ada kabar dari Allah dan rasul-Nya. Ini makna bukan maksudnya tak ada kaifiatnya, bukan. Ada kaifiat cuma kita taktahu. Makanya Imam Malik mengatakan apa?. tidak diketahui, ada tetapi kitanya yang tidak tahu. Yakni. yaitu tanpa seseorang menanyakan bagaimana gambaran sifat Allah dan juga tanpa mendatangkan takyif yaitu penggambarannya, polanya begini-begini, tak perlu. Karena kita tak. Hanya saja Allah dan Allah taala dan rasul-Nya sallallahu alaihi wasallam memerintahkan kita untuk beriman. dan berserah diri yaitu memasrahkan itu kita tunduk saja, ikuti. Tidak menjadi kewajiban kita untuk menggamba. nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Sebagaimana bukan menjadi kewajiban kita untuk mentaqif yaitu menggambarkan. Para ulama bersepakat ya memang. ulama. Karena yang tadi itu hakikatnya bukan ulama. Kecuali kalau ditambahkan lafadz ulama Ubani Israil, ulama itu tambahan. Apa? Ada pengikat. pengikat, tapi ulama ini adalah karena dialah yang kenal Allah. Yang lain-lain hakikatnya banyak yang tak kenal Allah. Walaupun mengaku sampai makrifah.
Toyib, kata Abdul Hasan Al-Ashari. ulama bersepakat untuk menyifati Allah taala dengan seluruh apa yang dia sifatkan untuk dirinya sendiri, sallallahu alaihi wasallam dan apa yang disifatkan untuknya oleh nabinya. Tanpa ada penentangan tentangnya tanpa ada penggambaran untuknya dan semuanya. bersepakat bahwasanya mengimaninya adalah wajib dan meninggalkan takyif untuk sifat Allah. Allah tadi adalah lazim, sama ya artinya wajib. Harus. Menjadi kemestian. Selesai dari ini kitab yang bagus sekali.. banyak sekali. Dan ini termasuk salah satu dari tiga kitab terakhir Abdul Hasan. Maka Allah taala takada, yaitu. tidak ada yang menyerupai dia. Dalam sifat-sifat mereka, sebagaimana mereka tidak mampu menyerupai Allah. adalah zat-zat mereka. Ya ini kurang lebih. Yang dijuluki dengan apa? Yang menega. sunah yang terpuji adalah metode pertengahan sebagaimana kata Syekhul Islam dalam beliau yaitu akidah wasitiyah. Ahlusunah itu adalah pertengahan di antara dua ujung. Nah di antara salaf yang mengatakan itu ini imam kalau enggak salah tahun berapa waktu ya? Wafatnya itu lima ratus sekian. itu ya. Insyaallah dulu Iran penuh dengan ulama, di antara dua perkara, karena. pembicaraan tentang sifat itu adalah cabang dari pembicaraan di dalam zat yaitu sebagaimana zat Allah tidak menyerupai zat yang lain demikian pula sifat Allah dan seterusnya.
Sementara penetapan zat kalau kita, kita jelas menetapkan zat Allah ada, kalau tak berarti apa? Kita mengingkari keberadaan Allah. Penetapan zat itu hanyalah penetapan wujud, yaitu kita katakan memang. itu ada. Bukan penetapan kaifiat, karena kita memang taktahu kaifiat Allah walaupun ada kaifiat, cuma kita tak mampu menetapkan kaitiadatnya itu begini, begini. Maka. pula penetapan sifat kita ini hanyalah menetapkannya karena dalil datang membawa itu. Seandainya dalil tidak mengatakan bahwasanya Allah. istiwa di atas mares, gimana kita tahu? Jelas fitrah kita hanya menetapkan, Allah itu di tempat yang paling tinggi di atas seluruh ketinggian, tetapi dia istiwanya bagaimana, dan istiwa di atas apa, kita taktahu. ada dalil yang menunjukkan itu. Dan di atas inilah para salaf itu berjalan. Selesai dari wallahu alam.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























