Header Ads

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 95)

Kajian Kitab 
Terbitnya Dua Bulan Purnama 

طلوع البدرين:

Tarikh: 05 Syaaban 1443 Selasa bersamaan 08/03/2022 Masehi

Keluar dari sungai kehidupan.
Tanaman mencari cahaya matahari.

Kam'ah mengubati mata.

Ridho Allah tidak sebanding dengan harta.

Imam Bukhari akidahnya Salafiyah.

Kisah Imam Al Mizzi membaca kitab Bukhari ttg tauhid.

Amanah dan kekerabatan akan di lepaskan, ditolong untuk tegak di atas Sirot.

Keadaan Sirot, ada cakar

Kita masih di buka surat sembilan puluh lima dari akidah Imam Roziahin dan masih kelanjutan dari hadis Abi Saidinul Khudri.. sallallahu alaihi wasalam lalu mereka keluar dari sungai kehidupan itu sebagaimana keluarnya biji tapi bukan biji. tapi apa itu atau yang semacam itu di tempat aliran banjir bah apakah kalian tidak melihatnya bahwa. sebagian dari benih-benih tadi itu menempel ke bebatuan setelah dibawa oleh air bah tadi. Sebagian juga menempel ke pepohonan yang dia. itu kemudian mencari cahaya matahari. Dan ada yang warnanya kuning kecil, ada yang warnanya hijau kecil. Dulu di sekolah ada percobaan macam itu ya, yaitu membuat eh menumbuhkan biji. itu. Dan diberi apa istilahnya itu, diberi beberapa kamar dan diberi lubang. Maka memang tahu-tahu dia akan mmm bergerak ke arah cahaya. Dan dia akan bengkok seperti bengkoknya pintu-pintu yang ada.. ini memang fitrah yang Allah takdirkan untuk tanaman, dia mencari cahaya matahari, cuma yang tak terkena cahaya hama, cahaya matahari, dia cenderung kuning atau putih, seperti dalam riwayat yang lain, yang jumpa matahari, hadiah hijau,. dalam sekolah itu ya, masalah klorofil itu ya. Sementara yang dia itu terus-menerus di dalam naungan, yaitu dibayang-bayang, tak terkena matahari, maka dia jadi putih. 

Toyib. maka apa? Kurang subur. Ya Rasulullah wahai Rasulullah seakan-akan Anda dulu menggembala di perkampungan pedalaman. Imam Hadis ini. menyebabkan apa? Seakan-akan kita lihat langsung situasi setelah banjir, situasi tumbuhnya mmm biji-biji yang kecil tadi itu benih-benih dan seterusnya. Dan Rasulullah memang apa? Seperti para rasul yang lain, para nabi semuanya menggembalakan. B. Pernah melihat yang seperti itu. Apalagi kalau di gurun-kurun di Yaman itu nampak setelah banjir begini sebelum banjir itu jalan, jalannya memang lebih rendah dari yang lain. Ketika ada banjir ya jalan. jadi sungai. Ah setelah itu di tepi-tepinya tumbuh benih-benih kecil-kecil dan seterusnya. Setelah dua, tiga hari ya kita keluar cari apa namanya kam ah untuk, untuk mengobati mata yang Rasulullah menyebutkan dalam ha. Muslim dia termasuk dari MAN, termasuk dari kurnia Allah yang turun dari langit. Dan airnya itu obat untuk mata. Ya itu biasanya tumbuh. harian setelah, setelah eh hujan di, di gurun pasir atau di apa namanya itu, oase-oase itu oase. Mereka keluar. dari sungai tadi seperti mutiara-muti ya seperti mutiara. Di leher mereka ada cok, ada suatu apa tanda. yang dikenal oleh penduduk surga, seperti dalam riwayat yang lain tertulis apa? Jahanam yang semula adalah di dalam neraka Jahanam lalu dibebaskan mereka adalah orang-orang yang Allah. yang mana mereka Allah masukkan ke dalam surga tanpa amalan yang mereka amalkan. Iya kalau dengan amalan bahkan kita pun tak mampu masuk surga.. tetapi dengan rahmat Allah amalan kita yang sedikit itu dihargai dan diizinkan masuk surga. Yang ini hanya memiliki sisa tauhid saja. Tanpa amalan yang mereka amalkan tanpa kebaikan yang. ajukan, mereka kerjakan lalu Allah berfirman, masuklah kalian ke dalam surga, apa pun yang kalian lihat, maka itu menjadi mi. kalian. Nah, siapa di dunia yang memberikan seperti itu? Takada, kita masuk ke apa itu? Mungkin mmm pameran-pameran, cuma boleh lihat kalau nak beli ya, beli, tapi takada yang apa pun yang Anda lihat, ambil saja free. ini hebat sekali. Tapi Allah Mahadermawan. Mereka mengatakan, padahal mereka adalah yang paling akhir masuk surga. wahai Rabb kami, Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan pada seorang pun di alam semesta. Mereka taktahu yang lebih dulu, karena yang lebih dulu derajat atas itu bagaikan apa? Bagaikan kita melihat bintang, yang di atas jelas lebih indah. lebih hebat lagi. Sementara yang paling bawah itu seperti sepuluh kali raja di dunia. Ya jelas merasa, oh takada yang lebih hebat dari saya. Raja Brunei pun kalahlah. Kemudian fayaku. Allah berfirman, kalian akan mendapatkan dari sisi-Ku yang lebih utama dari ini. Mereka bertanya, wahai Rabb kami, apa yang lebih utama. ini. Yaitu keridaanku, jelas rida Allah lebih utama daripada seluruh harta benda. Kita tak mengatakan harta benda duniawi ini sudah akhirat sudah, itu pun harta benda ukhrawi pun. sebanding dengan rida Allah taala. Kalau Allah sudah rida, apa pun akan diberikan yang bahkan yang kita taktahu pun akan diberi tahu sebagaimana dalam hadis yang lain, Allah yang memberi tahu, mengingatkan, minta ini jugalah, minta ini juga, sebagaimana dalam riwayat Bukhari. terkadang kita tak tahu minta apa lagi, macam sudah semua, ternyata masih banyak yang kita belum pernah lihat kenikmatan itu. Allah yang beri tahu, minta ini juga, minta ini juga. Maka aku ti. akan marah kepada kalian setelah ini selama-lamanya. 

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Kalau Bukhari dalam kitab tauhid, dalam bab ini menunjukkan Imam Bukhari memang akidahnya. yaitu meyakini Allah taala dilihat dan yang lain-lain. Kitabut tauhid memang itu membahas sifat banyak sekali. Ah tatkala tatkala Imam al-Mizi beliau lebih tua dari Imam Ibnu Taimiyah tapi. memilih mengikuti Ibnu Taimiyah. Beliau bertawasul untuk biar turun hujan denger apa membaca sahih Bukhari di bagian kitabut tauhid tau-tau yang marah siapa? Orang-orang As Sairah mengatakan eh dia menyindir kita. padahal apa? Membacakan sahih Bukhari. Yang salah berarti kalian kalau menyelisihi Nabi, kenapa marah-marah? Akhirnya Imam Al-Mizi masuk penjara. Padahal sekedar membacakan sahih Bukhari bagian kitabut tauhid, agar Allah menurunkan hujan. Ah, begitu mendengar. itu Ibnu Taimiyah langsung marah, langsung beliau masuk ke penjara membebaskan Imam Al-Misi dengan tangan beliau, sementara penjaga penjara hormat sama Syaikhul Islam. Memang aneh orang-orang ahlul bidah aneh-aneh, ah kalau imam muslim. riwayatkan dalam bab mengetahui eh jalan untuk melihat Allah dalam kitabul iman. Walaupun apa kitabul iman ini dari Imam Mus. yang menyusun Imam eh an-Nawawi sesuai dengan hadis-hadis yang di situ.. amanah dan kekerabatan akan dilepaskan lalu mereka berdua, dua sifat ini yaitu amanah dan. berdiri di kedua tepi sirat kanan dan kiri. Yaitu apa? Orang yang dia betul-betul menjaga amanah terkait amanah harta atau amanah rahasia atau amanah yang lain-lain demikian pula menjaga kekerabatan. akan ditolong untuk tegak di atas sirat. Di dalam perjalanannya itu tidak jatuh ke sana ke mari. Maka yang pertama kali dari kalian akan berlalu, akan melintas bagaikan. kilat. Amalan sesuai eh apa ini? Perjalanan sesuai dengan jenis amalannya. Takdirnya apa? Kata Syaikhula Ahmad Assyami. Jadi bukan bersumpah demi. ayah dan ibu tetapi ayah dan ibu saya menjadi tebusan untuk Anda wahai Rasulullah. Benda apa yang bergerak seperti petir, seperti kilat, laju sekali kecepatan cahaya,. Apakah kalian tidak melihat kepada kilat itu? Bagaimana dia mampu melintas dan kembali lagi seperti kedipan mata. kemudian seperti lintasan angin kemudian seperti lintasan burung, kalau riwayat ini seperti lelaki yang kuat. ketika berlari. 

Dalam riwayat Yaman apa? Rihal yaitu kendaraan. Amalan merekalah yang memperjalankan mereka. Jadi jangan dibayangkan, oh kalau gitu kita berlatih untuk melintasi tali macam mmm orang si. itu. Oh, tak ada itu. Di hari kiamat yang berlaku amalannya bukan, bukan latihan fisikal di dunia. Orang kafir pun tak mampu melintas. Dalam keadaan nabi kalian berdiri. wahai Rabb-ku selamatkanlah, selamatkanlah yang pertama menafsirkan yaitu nabi sendiri berdoa minta keselamatan, yang lain mengatakan tak tapi maksudnya di si. nabi memberikan syafaat kepada umat yang tengah melintas, yaitu selamatkanlah mereka, selamatkanlah mereka. Sehingga amalan ha, para hamba itu melemah, yang quality. tinggi-tinggi sudah lewat, tinggal yang lemah-lemah yang lembek-lembek yang jalannya itu sangat lambat. Ini makna takjil di sini. Jelas para hamba yang terdahulu sudah selesai, sudah di depan pintu surga, tapi ini para hamba yang berikutnya amalannya sudah semakin buruk.. tayib. Karena apa? Mungkin lambat untuk memenuhi seruan dan seterusnya. Sehingga datang seseorang di sini rajin boleh jadi laki-laki. tayib. Maka dia tak mampu melintas kecuali dengan merangkak. Merangkak itu ternyata bahasanya sama kan? Hisafa yaitu apa? Dengan dada. Padahal dia merangkak di atas apa? Eh merayap ya. Me. ya. Dengan dada, dengan perut, padahal talinya itu kalau dikatakan tali, dia lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Gimana melintas di atas tali yang seperti itu? Jembatan yang seperti itu. Jelas berdarah-darah itu, nauzubillah.. tapi kalau ingin selamat memang harus lewat sampai ke tepian sirat di mulut neraka yang sebelah sana nauzubillah. Entah berapa tahun untuk melintas itu. ini masih ada cabaran yang lain lagi. Dan di kedua tepi sirat kanan kiri itu ada ada cakar-cakar yang melengkung, muala. dia tergantung-gantung diperintahkan untuk mengambil orang yang mana Jakarta diperintahkan untuk menyambarnya.. Ada yang tercakar namun dia selamat. Luka-luka tapi masih mampu tegak di atas sirat. Ada juga yang tertelungkup di dalam neraka. Allahu. demi Zat yang mana Abu jiwa Abu Hurairah ada di tangan-Nya sesungguhnya jurang neraka Jahanam itu adalah. puluh tahun perjalanan jatuhnya. Kita kalau jatuh dari atas bumbung ke tanah paling tak sampai semenit ya. Semenit. Mungkin apa? Sesaat saja sudah sampai. Itu pun kaki sudah sakit-sakit sudah. Ya ini yang tujuh puluh tahun sampai ke sana jadi apa.. itu pun sepanjang perjalanannya banyak letupan-letupan api, mau jadi apa setelah sampai di bawah? Nauzubillah. Tayib, ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.. para ulama bersepakat bahwasanya sirah itu adalah jembatan yang terbentang di atas jahanam, menyelisihi pendapat orang-orang, orang-orang apa mmm. Mu'tazilah dan Khawarij yang mengatakan jembatan ini maknawi saja, bukan betul-betul ada. Tak, bahkan ulama telah sepakat sesuai dengan dalil, betul-betul dia adalah jiser, jembatan yang hakiki, yang terbentang di atas neraka jahanam. Melampaui. Berlalu, berlalu di atasnya para hamba sesuai dengan kadar amalan mereka.. balasan sesuai dengan jenis amalannya. 

Dan para ulama bersepakat bahwasanya para hamba mereka bertingkat-tingkat, berbisa-bisa. dalam masalah kelajuan dan kelambatannya, sesuai dengan kadar amalannya itu, amalan di dunia. Selesai dari amal, maka balasan itu sesuai. jenis amalan, bahwasanya berlalunya manusia di atas sirat yang hisi, yaitu yang bersifat fisikal di akhirat nanti. Itu berarti di antara permukaan mmm jahanam di akhirat itu. itu sesuai dengan lintasan, perlintasan mereka di atas sirat yang maknawi, jalan yang lurus yang di hadapan kita di dunia ini.. di antara lautan ujian di dunia. Ini sirat. Ada yang ikut sirat, ada yang menyimpang ke kanan dan ke kiri.. sesungguhnya perjalanan mereka di atas sirat dari sisi kelajuan dan kelambatannya kurang min sepertinya ya.. dalilnya kan? Sesuai dengan kelajuan dan kelambatan mereka di atas jalan Allah yang lurus di dunia, faasro. maka orang yang paling cepat perlintasannya di sini dia menjadi paling cepat di sana orang yang paling lambat. maka dia akan paling lambat juga nanti di sana. Sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam kitab berdirinya para hamba di hari kiamat itu seperti berdirinya para hamba di hadapan Allah ketika salat. Yang malas salat. ah nanti lihat sendiri bagaimana dia berdiri di hari kiamat. Mungkin lebih lama dan bahkan mungkin terbalik kepalanya di bawah dan seterusnya. Nauzubillah. Balasan sesuai amalan. tayib. Orang yang paling kukuh di atas Siratalmustakim di sini, dia adalah orang yang paling kukuh di sana. tidak malah ke kanan, ke kiri. Bahkan apa? Terlempar karena sambaran cakar-cakar besi tadi. Nauzubillah. Wamin, waman khatafathu ka. Orang yang disambar oleh cakar-cakar besi syubhat dan syahwat dan bidah-bidah yang menyesatkan di sini. dia akan disambar oleh cakar-cakar besi ya, dia itu bagaikan duri sak dan di sana.. jadilah pengaruh atau kesan, cakar-cakar syubhat dan syahwat, juga bidah-bidah di atas sirat di sini, apa itu? Yaitu seperti itu, zahirnya gitu ya, fana. ada yang dia itu selamat dan diselamatkan. Ada juga yang tercatat tapi tetap diselamatkan. Dan ada yang terjatuh. Baik. yaitu dia terpotong-potong oleh cakar-cakar tadi jatuh bertumpuk-tumpuk di dalam neraka, muka itu bertumpuk-tumpuk,. sebagaimana cakar-cakar tadi berkesan pada mereka di dunia sebagai balasan yang sesuai. dan rohmu itu sama sekali tidak menzalimi para hamba-Nya. Selesai dari ijtimak

Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين
Diberdayakan oleh Blogger.