Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 96)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 07 Syaaban 1443 Khamis bersamaan 10/03/2022 Masehi
Sirot yang terbentang di atas Jahannam adalah Hak.
Di tetapkannya timbangan adalah hakiki.
Muktazilah dan Khawarij menganggapnya tidak ada, maknawi sahaja.
Kita di akhir-akhir buka surat sembilan puluh enam. Dari apa? Akidah ar-Raziah.. Jalan eh sirat, ya dia jalan kan, sirat tapi tentunya maksudnya jembatan ini, yang terbentang. atas jahanam itu adalah sesuatu yang benar, benar adanya. Berbeza dengan pendapat muktazilah dan khawarij yang menyatakan bahwasanya ini perkara maknawi saja, bukan. ada jalan di atas jahanam. Itu sok tahunya mereka. Kemudian kita masuk ke pembahasan yang berikutnya ditetapkannya adanya timbang. yang hakiki secara hakiki pada hari kiamat. Dan seluruh ulama negeri-negeri yang kami jumpai mengatakan bahwasanya timbangan itu benar adanya. Di mana di hari kiamat la. memiliki dua ada jin, dua daun timbangan itu ya, di dalamnya ditimbanglah amalan-amalan para hamba, husnuha wa sayyi. yang baiknya dan yang buruknya dari amalan para hamba dan itu semua adalah benar adanya, bukan sekedar khayalan seperti kata ahli kalam. Mengatakan peristiwa hari kiamat ini khayalan para nabi agar orang jadi baik saja.. Sesungguhnya timbangan itu adalah benar, eh timbangan itu memiliki dua ada jin dan dia adalah benar adanya khila. Berbeda, berbeda dengan pendapat muktazilah dan khawarij sama seperti kiss sebelumnya, yang mana mereka menyatakan bahwasanya ini perkara maknawi. Intinya. keadilan. Tapi tak betul-betul ada timbangan. Kenapa? Allah Mahatahu, Allah tahu kadar amalan hamba untuk apa Allah menimbang. Betul, tapi terserah Allah-lah membuat timbangan gay. Sebagaimana Allah tahu siapa yang layak masuk surga, layak. neraka. Tapi tetap saja Allah taala menjadikan para hamba itu bekerja di dunia untuk disaksikan oleh para malaikat, disaksikan oleh para saksi, dan seterusnya. Allah tahu siapa yang layak masuk, tapi ada sebab-sebabnya. sebab itu sengaja Allah tampilkan kepada para hamba agar mereka tahu betul-betul Allah Mahaadil.
Toyyib. Makanya walaupun Allah tahu amalan hamba dan Allah menghitung tahu bilangan tapi tetap Allah mengadakan yang namanya timbangan agar nanti orang memang menyaksi. betul-betul orang ini masuk surga karena kebaikannya lebih banyak daripada keburukannya, sudah ditimbang. Nanti orang mengatakan tak perlulah adanya timbangan, toh kita tahu Allah maha adil. Hmm. Engkau sendiri sering buruk sangka. Allah juga sehari-harinya. Nah maka apa? Betul-betul Allah dengan berbagai mmm jalan itu menutup, menutup mulut orang-orang yang buruk sangka kepadanya dengan adanya saksi dari kalangan malaikat, saksi dari kalangan manu. bahkan saksi dari tangan dan kaki orang itu sendiri. Padahal saksi Allah saja cukup tapi tetap saja Allah itu mendatangkan dari berbagai sisi untuk menunjukkan memang dia maha adil dan dia tidak menzalimi para. sama sekali. Masalah tak perlu, Allah memang tak perlu itu semua. Tapi dengan hikmahnya dia mendatangkan ini dan menyelenggarakan ini. Allah taala berfirman. Dan kami akan meletakkan timbangan-timbangan keadilan pada hari kiamat. Maka tidak. satu jiwa pun yang dizalimi sedikit pun apabila dia itu adalah seberat biji. Sawit, kami akan mendatangkannya. Sekarang kalau ada satu butir beras, kita mungkin ah tak bisalah. Allah taala walaupun seukuran sawi, bahkan seukuran zarah nanti akan didatangkan.. dan cukuplah kami yang memeriksa. Sekarang apa saja yang ditimbang? Yang pertama yang disebutkan di dalam dalil dan di dalam mmm kitabnya tadi, amalan-amalan ditimbang,. Nabi sallallahu alaihi wasallam ada dua kalimat yang ringan bagi lisan. namun dia berat di dalam timbangan dan dicintai oleh Ar-Rahman ya ini hadis terakhir ya dalam sahih Bukhari itu hadis. isyarat bahwasanya Imam Bukhari menutup kitab yang setebal itu amalan lima belas tahun itu dengan apa? Dengan zikir pada Allah taala. Kata Al Hafidz Ibnu Hajar,. demikian pula catatan amalan juga ditimbang ini Allah taala memang Mahabaik membantu para hamba agar, agar kebaikannya itu lebih menang, dibantu dengan apa?
Bahkan bukunya pun di. timbang. Makanya rugi kalau apa? Kita hanya punya satu buku nipis saja, buku kebaikan pun nipis. Wah, tentunya rugi. Ini, ini istilah, istilah duniawinya saja ya. Jelas apa? Kita berusaha memperbanyak catatan, bahkan misal. misalkan catatan habis kita terus beramal jelas Allah akan memberikan pada malaikat lembaran yang berikutnya, lembaran yang berikutnya dan seterusnya. Ada orang yang memiliki sembilan puluh-sembilan lembaran semuanya keburukan. Kenapa kita tidak mau memperbanyak lembaran lem. kebaikan, perbanyak itu. Karena bukan hanya amalan yang ditimbang, lembaran-lembarannya juga ditimbang. Buku catatannya juga ditimbang. Perbanyak itu. Ya baik-baik. Rabi ibn Asra. sesungguhnya Allah akan membebaskan yaitu menyendirikan. Seorang lelaki dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Semua yang akan menyaksikan. Lalu Allah akan menebarkan. padanya sembilan puluh-sembilan lembaran setiap lembarannya itu bagaikan mmm pandangan mata, pandangan mata kita mencapai berapa ya jaraknya itu ya,. dua kilometer kan kalau dalam ilmu ketentaraan dua kilometer, lebih dari dua kilometer itu sudah sangat susah, tapi misalkan di mana itu satu lembaran dua kilometer panjangnya, sementara ini sembilan puluh sembilan.. lalu dia mengatakan, eh lalu Allah bertanya apakah engkau mengingkari dari ini sedikit saja? Dari catatan-catatan yang ada, apakah. penulisku, para pengawas tersebut mereka menzalimi engkau, tidak mencatat yang baik-baik, tapi yang buruk malah dicatat bahkan yang tidak ditulis, yang tidak diamalkan pun ditulis, ditulis. padahal tak pernah korupsi. Apakah ada macam itu? Tidak wahai Rabb. Betul-betul mereka menulis apa adanya. Fayakul, maka apakah engkau memiliki uzur, mengamalkan yang seperti itu. itu dan seterusnya tidak ada pembanding yang lain yang mengatakan tidak wahai Rab Allah menjawab bahkan engkau memiliki uzur. sungguh engkau memiliki satu kebaikan di sisi kami. Maka sesungguhnya engkau tidak akan tertimpa kezaliman pada hari ini, tidak dianiaya.
Baik, walaupun tidak. apa-apanya di mata dia tapi tetap ditimbang. Maka dikeluarkanlah satu namanya. namanya kartu. Di situ tertulis, tertulis sama dua kalimat syahadat. Ini menunjukkan apa pentingnya tauhid. Ah, orang yang menghalangi dakwah tauhid, dia sangat zalim, dan sangat merugikan umat manusia itu.. walaupun banyak tahlil tapi masih syirik terus oh ini dusta berarti. Maka apa? Kalimat ini betul-betul kalimat yang terpelihara tidak dirusak oleh amalan yang syirik-syirik. Dan amalan bidah-bidah karena Muhammadurrasul. ini persaksian yang menuntut kita taat pada beliau dan ikut sunah beliau, bukan malah membuat bidah. Fayakul, gitu ya. Hadirkan timbanganmu. Adalah. dia mengatakan dia mengatakan wahai Rab apalah nilai dari ini dibandingkan dengan lembaran-lem. sebanyak itu jumlahnya saja lain, bahkan ukurannya pun lain. Tak ada apa-apanya. Allah menjawab sesungguhnya engkau tidak dizalimi. Walaupun sedikit akan ditimbang, engkau akan lihat quality-nya nanti.. bukan sekedar sedikit, hanya satu, satu cut saja lalu lembaran-lembaran tadi diletakkan di satu cacing, berarti apa? Memang isinya penuh dengan keburukan. tapi keburukan itu yang tidak sampai merusak tauhid dia. Dan tadi diletakkan dalam satu daun, dalam satu daging, maka lembaran-lembaran tadi beterbangan.. toilet. Tadi itu berat sekali, itu menjadi sangat berat. Maka tidak ada yang berat tatkala. bandingkan dengan nama Allah sedikit pun. Iya semuanya ringan, nama Allah lah yang lebih berat. Ah rugi orang yang mengatakan Allah tak punya nama, tak punya sifat. Ah, kafir dia. Allah punya nama, dan bahkan ini menjadi modal kita untuk selamat. Kalau. kita punya dosa-dosa. Yang penting kapan jaga tauhidnya. Tauhid uluhiyah dan asma wa sifat. Jangan dikurangi. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lain-lain dan disahihkan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah.
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























