Header Ads

Kajian Tafsir Quran (Pembahasan ayat 140)

Kuliah Tafsir Al Quran
🎙Asy-Syaikh Abu Fairuz bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy


Kuliyah Tafsir al Qur'an:

Tarikh : 4 Muharram, 1443 Hijriyah, Khamis, bersamaan 12/08/2021 Masehi

Faedah dari Imam As Sa'di

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَادَةً عِندَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (140)
140. Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dakwaan yang lain ahli kitab, masaalah para rasul.

Ibrahim adalah Muslim, Ismail, Ishaq, Yaakub dan nabi2 setelahnya adalah Muslim.

Mereka merahsiakan kesaksian ini. Mereka membunuh para nabi mereka.

ini karena di dalam tafsir Imam Ibnu Katsir beliau langsung. menyatukan pembahasan ayat seratus tiga puluh sembilan sehingga seratus empat puluh satu. Jadi sebelum kita masuk ke pembahasan itu kita ambil faedah-faedah dari Imam Assa. Sekarang beliau masuk yang ke seratus tiga puluh-sembilan.. firman Allah subhanahu wa taala. katakan wahai Rasulullah kepada mereka, apakah kalian akan mendebat kami tentang Allah? Sementara dia adalah. Iya untuk ayatnya sudah dibaca ya sudah berarti langsung. ataukah kalian wahai ahli kitab mengatakan bahwasanya bahwa sesungguhnya Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub. yaitu para nabi dari kabilah-kabilah Bani Israil. Mereka itu dulunya adalah Yahudi atau Nasoro, ini tentunya soal ingkari, pengingkaran.. katakan kepada mereka wahai Rasulullah apakah kalian yang lebih tahu ataukah Allah yang lebih tahu?. dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan persaksian di sisi-Nya dari Allah. yaitu berusaha menyembunyikan persaksian dari Allah padahal Allah sudah mempersaksikan seluruh. Nabi adalah bukan Yahudi, bukan Nasrani. Nah mereka menyembunyikan itu. Tidak mau menceritakan kepada umat manusia. Dan Allah sama sekali tidak lalai dari apa yang kalian perbu. disebutkan oleh bahwasanya ini adalah dakwaan lain yang lain dari mereka dari ahli kitab dan perdebatan. tentang para utusan Allah. Kalau ayat seratus tiga puluh-sembilan itu perdebatan tentang Allah, siapa yang lebih layak untuk menjadi paling dekat dengan Allah. Nah sekarang masalah para. mereka menyatakan bahwasanya merekalah yang paling layak untuk berdekatan dengan para rasul yang disebutkan itu dibandingkan dengan kaum muslimin maka. Allah membantah mereka dengan firman-Nya apakah kalian yang lebih tahu ataukah Allah maka Allah berfirman. Karena Allah sudah berfirman Ibrahim itu bukan Yahudi ataupun nas. tetapi dia adalah seorang yang ya lurus agamanya dan condong dari kebatilan kepada kebenaran dari syirik kepada tauhid dan dia adalah. muslim dan dia sama sekali bukan termasuk dari kaum musyrikin. Ah kalau Ibrahim bukan Yahudi dan bukan Nasrani tapi malah beliau adalah muslim, berarti apa? Sementara para nabi yang setelahnya. perintahkan untuk ikut Ibrahim berarti Ismail, Ishaq, Yaqub, dan nabi-nabi yang setelahnya semuanya adalah muslim, bukan Yahudi, bukan Nasrani. 

Dan bukan termasuk dari kaum musyrikin.. Baik, berarti ini bertahan orang Yahudi dan orang Nasrani mereka tidak layak untuk mengklaim berdekatan dengan nabi-nabi tadi karena jalan yang mereka tempuh lain. Sementara mereka mengatakan. Bahkan Ibrahim itu dulu Yahudi atau Nasrani, masing-masing mengklaim demikian. Maka ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama boleh jadi mereka itu jujur dalam. Ucapannya tadi, ucapan mereka dan mereka tahu bahwasanya Ibrahim memang seperti itu. Atau kemungkinan kedua, Allah taala itulah yang jujur dan mengetahui tentang itu. Karena sekarang. diperbandingkan adalah Allah atau mereka. Kalian yang lebih tahu ataukah Allah yang lebih tahu. Ini kalau diperbandingkan ilmu. Kalau perbandingan kejujuran. siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan persaksian di sisi-Nya dari Allah, persaksian dari Allah disembunyikan di sisinya. tidak mau menceritakan kepada umat manusia. Karena ada yang lebih jujur daripada Allah, tak ada yang lebih tahu daripada Allah. Allah yang paling jujur dan paling tahu. Berarti kalau Allah yang. Benar maka Yahudi dan Nasrani itu dusta dan keliru. Kata beliau di sini salah satu dari dua kemungkinan tadi itu bersifat pasti dan takmu. dihindari dan bentuk jawabannya itu masih yaitu tidak diterangkan, tidak ditampilkan di dalam ayat tadi, tapi bagi orang yang berakal. dia paham apa jawabannya. 

Makanya beliau mengatakan walaupun di sini mubah HAM yaitu tidak disebutkan jawabannya namun dia ada di puncak kejelasan dan keterangan betul-betul. jelas dan sangat terang. Sampai-sampai yaitu saking jelasnya dia tidak perlu untuk dikatakan dalam ayat tadi bahkan Allah yang lebih. tahu dan dia itu lebih jujur jelas itu adalah perkara yang makruf baik dan yang jawaban yang seperti itu tidak sampai tidak perlu disebutkan dalam ayat tadi karena. Saking jelasnya dia bagi setiap orang. Sebagaimana apabila ditanyakan, malam itukah yang lebih bercahaya ataukah siang hari yang lebih bercahaya? Ini terlalu jelas. Untuk dijawab di dalam ayat tadi. Kemudian api itu lebih panas ataukah air yang lebih panas? Jawabannya terlalu jelas. Tak perlu sampai disebutkan di dalam. ayat tadi seandainya ada ayat yang seperti itu. Syirik itu lebih baik ataukah tauhid yang lebih baik? Ah seperti itu pula polanya. Tak perlu dijawab di dalam ayat tadi karena terlampau je. bagi orang-orang yang memang apa fitrahnya masih lurus dan akalnya masih sehat dan yang seperti itu perkara ini jawabannya diketahui oleh setiap orang yang memiliki akal. Sehat sedikit saja sehingga mereka sendiri mengetahui itu. 

Mereka tahu bahwasanya Ibrahim dan yang lain dari kalangan para nabi itu bukanlah mereka ini Yahudi, bukan pula mereka itu Nasran. namun mereka menyembunyikan ilmu ini. Mereka merahasiakan persaksian ini. Maka dari itu kezaliman mereka adalah kezaliman yang paling besar. Maka dari itu Allah taala berfirman dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan persaksian. yang datang dari Allah dia sembunyikan di sisinya tidak mau menceritakan ke umat manusia maka persaksian tadi persaksian bahwasanya para nabi itu adalah kaum. bukan Yahudi, bukan Nasrani. Ini ini diletakkan di sisi mereka, dititipkan, diamanahkan kepada mereka untuk mereka sampaikan kepada umat manusia dan itu datangnya. dari Allah. Persaksian itu bukan dari para makhluk, ini adalah dari Allah langsung. Allah yang memberikan rekomendasi dan ketetapan bahwasanya para nabi itu bukan Yahudi dan bukan Nasrani tapi dia muslim.. masyarakat Yahudi dan Nasrani taubatlah dan ikutilah ajaran yang benar yaitu ajaran Islam. Seakan-akan inilah pola amanah yang Allah tuntut dari Bani Israil untuk menyampaikan kepada. mereka Bani Israel yaitu para pemuka agamanya dan sebagainya. Para nabinya jelas sudah menyampaikan itu tapi mereka sengaja membunuh para nabi mereka.. disebutkan di sini maka apabila telah disebutkan bahwasanya persaksian ini datang dari Allah dan persaksian ini diamana. oleh Allah kepada mereka untuk diceritakan ini menuntut yaitu mengambil berat untuk melaksanakan amanah tersebut namun mereka merahasiakannya. Dan justru menampilkan kebalikannya, mengajarkan yang terbalik-balik. Maka mereka menggabungkan antara penyembunyian kebenaran dan tidak mengucapkan kebenaran. tadi serta menampilkan kebatilan dan justru mengajak orang kepada kebatilan tadi. Bukan hanya Dia, tapi apa? Dia dari kebenaran dan justru malah mengucapkan yang. bukankah ini adalah kezaliman yang paling besar? Jawabannya adalah tentu saja dan Allah mmm tentu saja demi Allah dan Allah akan menghukum mereka. disebabkan oleh kezaliman terbesar tadi dengan siksaan yang paling keras. 

Maka dari itu Allah berfirman ini pola ancaman dan Allah sama sekali. tidak lalai dengan pola apa? Bukan dengan apa pola tapi dan ini lebih kuat karena setiap pola isim dia itu menunjukkan istiqo. yaitu betul-betul menetap menunjukkan ini adalah ancaman yang sangat pasti Allah sama sekali tidak lalai dari apa yang kalian perbuat berarti jawabannya apa kalau Allah tidak. lalai konsekuensinya bahkan Allah telah menghitung membilang seluruh amalan-amalan mereka menghitungnya dan mempersiapkan untuk mereka balasannya. Namanya tidak lalai berarti sebaliknya.. Maka alangkah buruknya balasan tersebut sebagai balasan untuk mereka mmm yaitu apa? Seburuk-buruk balasan adalah balasan untuk mereka tadi. Dan seburuk-buruk. Dan neraka adalah tempat tinggal yang paling buruk bagi orang-orang yang zalim. Maka mereka takmampu keluar dari neraka. Bahkan setiap muslim akan mendapatkan tebusan. berupa orang Yahudi dan Nasrani untuk menduduki posisi di dalam neraka. Saking buruknya hukuman untuk mereka, untuk terutama para penderitanya dan para ulama yang menyembunyikan ilmu mereka itu.. dan ini adalah metode Al-Qur'an ketika menyebutkan ilmu dan kemampuan setelah menyebutkan ayat-ayat yang mengandungi amal. amalan setelah menyebutkan amalan-amalan tahu-tahu disebutkan Allah senantiasa mengetahui Allah itu mampu untuk menghukum atau mereka tidak mungkin luput dari Allah itu sering metode macam itu yang ma. yang maknanya apa? Allah akan membalas mereka berdasarkan pengetahuan Allah tadi dan kemampuan Allah yang sempurna untuk menghukum mereka. Maka pola. ini dalam Alquran memberikan faedah adanya janji dan ancaman. Kalau ancaman macam tadi, kalau janji seperti misalkan apa itu?. kebaikan apa pun yang kalian perbuat, maka Allah mengetahuinya. Ditutup dengan apa? Masalah ilmu, masalah Allah tahu. Berarti apa? Allah akan membalas amal saleh tadi berdasarkan ilmu dia. Walaupun mungkin orang sedunia taktahu kebaikan kita, tapi Allah yang akan membalasnya karena dia tahu dengan pengetahuan yang sempurna. Ini adalah pola janji dan ancaman. Juga ini merupakan pola buat. penyemangatan agar orang bersemangat untuk memperbaiki diri dan beramal saleh dan tauhid yaitu menakut-nakuti dan juga penyebutan asmaul husna setelah. mmm disebutkannya hukum-hukum ini juga apa memberikan faedah seperti yang tadi itu atau misalkan dan yang seperti itu ini memberikan. faedah bahwasanya urusan agama dan urusan pembalasan itu merupakan jejak dari jejak-jejak nama-nama Allah taala, nama Allah tidak kosong, nama Allah itu nanti ada jejaknya. kalau Allah tidak kalau Allah Mahakuasa berarti apa? Maka memang pembalasan itu akan ditegakkan. Kalau Allah Mahatahu itu menunjukkan bahwasanya hukuman dan pahala itu juga akan. Diberikan kepada orang yang layak mendapatkannya. Demikian pula urusan agama dan balasan-balasannya itu salah satu perkara yang diwajibkan oleh nama-nama Allah taala. nama Allah tidak kosong, nama Allah ada konsekuensinya. Dan nama-nama tadi memang menuntut adanya perkara-perkara syariat dan menuntut adanya balasan-balasan. Makanya seluruh perbuatan. manusia dan langkah-langkah mereka di dunia itu akan ada efeknya, akan ada hasilnya.

Powered by Todorant

Sumber Channel Telegram: tafsirquran_abufairuz
Diberdayakan oleh Blogger.