PERMASALAHAN KERAGUAN TERHADAP ADZAN SUBUH MASJID AWWAM
PERMASALAHAN KERAGUAN TERHADAP ADZAN SUBUH MASJID AWWAM
﷽السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Afwān syaikh, ingin bertanya
Di lingkungan tempat tinggal kami terdapat beberapa masjid.
Sebut saja Masjid A.
Ialah masjid yang baru berdiri beberapa tahun belakangan ini.
- Waktu sholatnya tidak konsisten (kadang mendahului masjid2 lain beberapa menit, kadang juga telat)
- Tidak ada imam yang jelas, siapapun yang dianggap bisa dan mau jadi imam boleh maju
- Pengelolaan masjid dipegang oleh orang2 awam tanpa ada yang memiliki latar belakang pendidikan agama (ponpes dan semisalnya).
- Mayoritas jamaah adalah orang awam yang hanya mengikuti apa yang sesuai dengan perasaan mereka, akal2an mereka dan kebiasaan2 orangtua mereka dulu
Masjid yang sudah puluhan tahun berdiri.
- Masjid dibawah naungan Muhammadiyyah
- Lebih mendekati Sunnah dalam kepengurusannya, termasuk pelaksanaan sholat dan selainnya
- Waktu sholatnya dimundurkan beberapa menit dari ketetapan pemerintah karna diyakini waktu tersebut telalu cepat dan belum masuk waktu (sesuai keputusan Muhammadiyyah Pusat)
- Dan di masjid inilah kami biasa ikut sholat berjamaah
Ketika ana sahur, ana mendengar adzan dari masjid A. Namun, karena waktu adzannya yang tidak konsisten (kadang cepat, kadang telat) dan kami biasanya ikut berjamaah di masjid B yang waktu adzannya lebih lambat maka kami lanjut sahur untuk sekedar untuk minum beberapa gelas air.
Tetapi setelah didengarkan lagi, maka terdengarlah adzan dari masjid nan jauh yang mengiringi adzan masjid A tadi. Lalu karenanya seketika itu kami menjadi ragu atas minum kami yang terakhir tadi, apakah itu benar atau salah dan kami bingung apakah harus lanjut berpuasa atau tidak karena keragu2an yang muncul hingga saat ini.
Dengan keadaan seperti ini yā syaikh, manakah yang benar bagi kami? Apakah kami lanjut berpuasa atau tidak?
Ingin lanjut berpuasa namun hati bimbang.* Namun jika tidak berpuasa maka ditakutkan akan mengecewakan yang sudah bangun lebih awal untuk masak sahur buat kami.
Mohon penjelasannya yā syaikh
Jazākallōh khoiron
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )
Senin 27 Syawal 1445 / 6-5-2024
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy






























