BEBERAPA URAIAN KAIDAH² TENTANG BID'AH DAN VONIS
BEBERAPA URAIAN KAIDAH² TENTANG BID'AH DAN VONIS
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum warohamtullohi wabarokatuh
Bid'ah?
Beberapa hal yang perlu difahami dari vonis bid'ah yang diterapkan disisi Ahlussunnah:
- Ingat sumber pendalilan Ahlussunnah: Al-Qur'an was-Sunnah, Ijma, dan Qiyas yang shohih
- Ahlussunnah bukan yang penting ada dalilnya. Tapi wajib ada dalil + adanya salafus sholih yang memahami pendalilan tadi seperti itu
- Walau dalil ada, tapi ga ada salaf yang memahami dalil itu seperti yang orang sekarang fahami (terhadap dalil itu) pada hari ini. Itulah bid'ah
- Artinya dia punya dalil, tapi dalil itu tidak difahami dengan pemahaman salaf. Itulah bid'ah. Contoh: bom bunuh diri, dalilnya ada tapi tidak ada salaf yang memahami dalil tersebut sebagai pembolehan bunuh diri
- Perlu diketahui, termasuk dari salaf adalah para sahabat, tabi'in, tabi'ut-tabi'in, dan ulama setelahnya yang mengikuti jalan mereka Tetapi, setiap perkara yang telah final dibahas oleh para sahabat dan mereka ijma diatasnya. Maka pendapat setelahnya yang menyelisihi ijma tadi tetap tidak dianggap
- Segala perkara yang tidak ada sunnahnya, maka itu bid'ah. (Bukan yang tidak ada dalilnya) = Artinya fahami dulu apa saja yang termasuk dalam sunnah
- Bid'ah hanya membahas perkara agama, kalau perkara duniawi seperti hukum pesawat, motor, gadget, dll itu dilihat pemakaiannya untuk apa. Tapi hukum asalnya adalah boleh
- Segala amalan yang sengaja ditinggalkan salaf padahal mereka mampu mengerjakannya, dan faktor penuntut untuk dilakukannya amalan itu (di zaman itu) juga ada. Namun justru mereka tidak melakukannya. Ini juga bid'ah
- Apabila pembahasannya baru muncul di masa belakang, seperti pesawat, televisi, rokok, motor, dll maka perlu melihat fatwa ulama yang hidup sejak zaman kemunculan media baru tersebut. Dan tetap diantara fatwa-fatwa tadi yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan isyarat-isyarat dalil yang telah difahami oleh para salaf
- Contoh: Kenapa perayaan maulid bid'ah? Bukan maulid yang bid'ah, tapi perayaannya. Kalau sekedar memperingati sebagaimana Rosululloh memperingatinya dengan puasa tiap hari senin, berarti itu ada salafnya. Itu bukan bid'ah. Tapi kalau sudah masuk ke acara baru, maka jadi bid'ah. Sebab: ¹membuat Id baru yang berulang terus setiap tahun di tanggal yang sama, maka ini menyelisihi Id yang telah dibatasi Alloh dan Rosul-Nya, ²merayakan maulid nabi = tasyabbuh dengan maulid Yesus (natal) dalam agama sebelah, ³menyelisihi jalan para sahabat yang mereka lebih kenal dan lebih cinta kepada Rosululloh tapi mereka ga pernah rayakan maulid
- Tidak seerta-merta orang yang terjatuh dalam kebid'ahan lantas tersemat padanya vonis mubtadi' atau ahlul bid'ah
- Kalau divonis ahlul bid'ah bukan artinya memvonis pasti masuk neraka. Tapi itu hanyalah upaya memberikan peringatan terhadap saudara muslimin bahwa Alloh mengancam bid'ah itu dengan neraka.
Afwan syaikh, apakah uraian di atas sudah tepat?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Jum'at 3 Rajab 1446 / 3-1-2025
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy






























