Header Ads

FITNAH MUBTADI' ITU LEBIH KERAS DARIPADA FITNAH DAJJAL

FITNAH MUBTADI' ITU LEBIH KERAS DARIPADA FITNAH DAJJAL

Bismillaah...afwan ustadz, apakah benar ucapan antum yang ana dengar di rekaman telegram sekitar tahun 2022 lalu ini antum baca di kitab al fatawa al hamawiyyah karyanya syaikhul islam ibnu taimiyyah?

Krn ada ikhwah td yang nanyak ke ana

--------------------------

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :

Ana sudah lupa rincian peristiwa itu, namun In sya Allah itu benar, sesuai dengan hadits Nabi صَلَّى الله عليه وسلم dengan pemahaman sebagian aimmah.

Dari Imran bin Hushain رضي الله عنهما yang berkata: Rasulullah صلى الله وعليه وسلم bersabda:

«مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ، فَوَاللهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتْبَعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ».

“Barangsiapa mendengar datangnya dajjal maka hendaknya dia menjauh darinya. Karena demi Allah, sesungguhnya ada orang yang mendatangi dajjal dalam keadaan dia mengira dirinya itu mukmin, lalu dia mengikuti dajjal itu dikarenakan syubhat-syubhat yang dibangkitkan oleh dajjal.” (HR. Abu Dawud (4311) dan dishahihkan oleh Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله dalam “Ash Shahihul Musnad” (1019)).

Setelah menyebutkan hadits ini Al Imam Ibnu Baththah رحمه الله berkata: “Ini adalah sabda Rasul ? dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan. Maka demi Allah wahai kaum Muslimin, jangan sampai baik sangka salah seorang dari kalian terhadap dirinya sendiri dan terhadap keshahihan madzhabnya yang diketahuinya membawa dirinya untuk melakukan taruhan dengan agamanya, dengan duduk-duduk dengan para pengekor hawa nafsu, lalu berkata: “Aku akan masuk kepadanya untuk melakukan diskusi dengannya, atau akan kukeluarkan darinya madzhabnya.” Karena sesungguhnya ahli hawa itu lebih besar fitnahnya daripada dajjal. Ucapan mereka lebih lengket daripada kurap, dan lebih membakar hati daripada gejolak api. Sungguh aku telah melihat sekelompok orang yang dulunya melaknati ahli hawa, mencaci mereka. Lalu mereka duduk-duduk dengan mereka untuk mengingkari mereka dan membantah mereka. Terus-menerus berlangsung ramah-tamah di antara mereka, makar tersembunyi, dan halusnya kekufuran tersamarkan hingga akhirnya orang-orang tadi masuk ke madzhab ahli hawa tadi.” (“Al Ibanatul Kubra”/di bawah no. 480).

والله أعلم الصواب.

--------------------------------

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Sabtu, 14 Muharram 1446 / 20-7-2024

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Diberdayakan oleh Blogger.