Header Ads

HUKUM MENABUR BUNGA SAAT ZIARAH KUBUR

HUKUM MENABUR BUNGA SAAT ZIARAH KUBUR

ZIARAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Menabur bunga di makam ketika berziarah sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Penaburan bunga di makam bukan sekedar formalitas ataupun hanya menghias makam. Rasulullah SAW juga melakukan hal tersebut, sehingga meletakkan bunga atau tanaman segar di makam adalah sunah nabi yang memiliki banyak keutamaan didalamnya.   

والدليل ما ورد في الحديث الصحيح من وضعه عليه الصلاة والسلام الجريدة الخضراء، بعد شقها نصفين على القبرين اللذين يعذبان، وتعليله بالتخفيف عنهما ما لم ييبسا أي يخفف عنهما ببركة تسبيحهما؛ إذ هو أكمل من تسبيح اليابس، لما في الأخضر من نوع حياة

Artinya, “Dalilnya adalah riwayat dalam hadis sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW meletakkan dahan hijau yang segar setelah membelahnya menjadi dua bagian di atas dua makam yang ahli kuburnya sedang disiksa. Tujuan peletakan dahan basah ini adalah peringanan siksa keduanya selagi kedua dahan itu belum kering, yaitu diringankan keduanya dengan berkah tasbih kedua dahan tersebut. Pasalnya, tasbih dahan basah lebih sempurna daripada tasbih dahan kering karena hijau segar mengandung daya hidup,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu. 

Afwan Syaikh bagaimana cara membantah mengenai perihal diatas

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah )

Ahad 8 Syawal 1446 / 6-4-2025

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Diberdayakan oleh Blogger.