KEBENARAN DIKETAHUI DENGAN KEKUATAN HUJJAH NYA, BUKAN DENGAN SENIORITAS, ATAU JUMLAH MAUPUN GELAR
KEBENARAN DIKETAHUI DENGAN KEKUATAN HUJJAH NYA, BUKAN DENGAN SENIORITAS, ATAU JUMLAH MAUPUN GELAR
Pertanyaan :
السلام عليكم ورحمة الله
وبركاته
Syaikh Aba Fairuz hafidzhokalloohu, mohon tanggapan antum terhadap perkataan di bawah ini.
Ini ada di group Ma’had kuningan, dan setipe dengannya, antum di definisi kan *ghuluw* di karenakan kalo di kritik oleh seorang ’alim, antum tidak mau kalah, seolah antum aja yang paham, yang lainnya tidak paham.
------------------------
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.
Diri ana terlalu hina untuk tidak mau kalah.
Kalah atau menang itu bukan perkara yang paling penting.
Diri dan kehormatan kita tidaklah seberapa di hadapan kebenaran.
Kebenaran diketahui dengan kekuatan hujjahnya, bukan dengan senioritas atau jumlah maupun gelar.
Kemarahan yang muncul tatkala melihat hujjah dibelakangi dan ditakwil, serta melihat saudara² yang membawa hujjah direndahkan; itu bukanlah sikap ekstrim. Itu adalah kecemburuan dan kemarahan karena Allah.
Al Imam Asy Syathibiy رحمه الله berkata: “Amalan orang alim telah menjadi hujjah menurut orang awwam, sebagaimana ucapan orang alim juga dijadikannya sebagai hujjah yang mutlak dan menyeluruh dalam fatwa. Maka berkumpullah pada orang awwam ini amalan yang disertai keyakinan akan bolehnya perbuatan itu dengan adanya syubhah (kekaburan) dalil. Dan ini benar-benar merupakan kebid’ahan itu sendiri.” (“Al I’tisham”/1/hal. 364).
Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله berkata : "Dengarkanlah, dengarkanlah! Fatwa orang yang paling besar di sisiku tapi menyelisihi dalil tak ada harganya. Dan fatwa orang yang paling kecil dari kalian dan ada dalil bersamanya maka dia itu terhormat dan ditaati, sampai kalian tidak menakuti-takuti aku dengan fatwa fulan ataupun fulan. Bahkan aku adalah lawan debat si fulan. Selama yang keluar adalah fatwa-fatwa yang menyimpang, maka aku adalah lawan debatnya." ("Gharatul Asyrithah"/Imam Al Wadi'i /hal. 46/cet. Maktabah Shan’a Al Atsariyyah).
Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله ta’ala juga berkata: “Jangan sampai engkau terpedaya dengan banyaknya pendukung kebatilan، ataupun gelar-gelar yang besar. Jadilah engkau bersama kebenaran di manapun kebenaran itu berada.” (“Al Makhroj Minal Fitnah”/cet. Kelima/hal. 70/cet. Darul Atsar).
حسبنا الله ونعم الوكيل.
--------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Ahad 8 Jumadil Awwal 1446 / 10-11-2024
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy






























