KELAKUAN SI HIZBI ASNUR KENDARI, YANG MENCOBA MENGGAMBARKAN TN MARKIZ SYAIKH HUSAIN AL HATHIBI DI YAMAN
KELAKUAN SI HIZBI ASNUR KENDARI, YANG MENCOBA MENGGAMBARKAN TN MARKIZ SYAIKH HUSAIN AL HATHIBI DI YAMAN
BENAR² THORIQOH HIZBI, MENCARI KALAM ATAU PERBUATAN MAKHLUK YANG TIDAK MA'SHUM (DEMI MELEGALKAN BID'AH TN-NYA, DARIPADA MENCARI PERKATAAN ALLAH DAN RASUL YANG MA'SHUM YANG DI PRAKTIKKAN OLEH SALAF KITA
Pertanyaan :
Apakah benar markiz syaikh Husain ada TN ala Abu Hazim ?
----------------------------
Jawab :
Entah bagaimana hakikat kenyataan di sana.
Tapi si Abu Hazim dengan gerombolannya sudah terbukti sering berdusta.
Peristiwa berita tadi adalah ujian, dan suatu saat akan tersingkapkan tabir kedustaan, sama saja yang bohong itu ulama, ataukah asatidzah, maupun thullab.
Allah ta'ala berfirman :
سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ.
"Besok mereka akan mengetahui siapakah pendusta yang sombong".
Penyesalan akan menimpa orang yang berdusta, dan tidak berani bersikap jujur menyatakan kebenaran, dan justru menjauh dan menyelisihi metode Salaf setelah tegak hujjah, dan justru sombong, menolak kebenaran dan meremehkan orang lain dengan alasan orang lain itu lebih muda atau lebih sedikit ilmunya dibandingkan dengan tokoh² yang dia kultuskan.
Allah ta'ala berfirman :
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي.
"Dan (ingatkanlah) perihal hari orang-orang yang zhalim menggigit kedua-dua tangannya (karena marah pada dirinya sendiri) sambil berkata: "Alangkah baiknya kalau aku (di dunia dahulu) mengambil jalan yang benar bersama-sama Rasul?
Wahai celakanya aku, alangkah baiknya kalau aku tidak mengambil si dia itu menjadi sahabat karib!
Sesungguhnya dia telah menyesatkan daku dari jalan peringatan (Al-Quran) setelah ia disampaikan kepadaku."
Al Imam Abu Nashr As Sijziy رحمه الله (w 444 H) berkata: “Maka orang yang mengikuti atsar wajib untuk diutamakan dan dimuliakan, sekalipun usianya muda dan nasabnya tidak mulia. Sedangkan orang yang menyelisihi atsar itu wajib untuk dijauhi sekalipun usianya tua dan nasabnya mulia.” (“Risalatun Ila Ahli Zabid Fir Raddi ‘Ala Man Ankaral Harf Wash Shaut”/As Sijziy/hal. 220/ cet. Al Majlisul Ilmi Fil Jami’atil Islamiyyah Bil Madinah).
Al Imam Abu Nashr As Sijziy رحمه الله berkata: “Maka setiap orang yang menyatakan diri sebagai Ahlussunnah; dia wajib dituntut mendatangkan penukilan yang shahih terhadap apa yang dia katakan. Jika dia telah mendatangkannya maka diketahuilah kejujurannya, dan diterimalah ucapannya. Namun jika dia tidak mampu menukilkan dari Salaf yang mendukung apa yang diucapkannya; diketahuilah bahwa dia itu muhdits (ahli ihdats) yang menyimpang, dan tidak layak ucapannya didengarkan ataupun diajak berdebat.” (“Risalatun Ila Ahli Zabid”/hal. 100/ cet. Al Majlisul Ilmi).
والله تعالى أعلم بالصواب.
-----------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Senin 4 Rabi'ul Akhir 1446 / 7-10-2024
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy






























