Header Ads

KITA WAJIB MENCURAHKAN KERJA KERAS UNTUK MENGETAHUI SUATU HUKUM DENGAN HUJJAH DAN PENDALILAN, TANPA MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN

KITA WAJIB MENCURAHKAN KERJA KERAS UNTUK MENGETAHUI SUATU HUKUM DENGAN HUJJAH DAN PENDALILAN, TANPA MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN

hujjah

Pertanyaan :

Bismillaah,.. apakah ini shohih ya Syaikh ?

Kalau kita menganggap mengerjakan suatu amalan ini lebih baik kita kerjakan dari orang lain atau meninggalkan yang kita anggap bid'ah itu lebih baik dari orang itu,..

apakah kita tetap wajib berpikiran tetep orang lain yg lebih baik dari kita ,..? Atau bagaimana ini yg benar ?mohon berbagi ilmunya y Syaikh?

Contoh lain misal,..tntm itu kita anggap bid'ah ,...terus kita tidak suka dan tidak ikut mendukung nya dan tidak mau belajar dengan da'i orang yang maksiat atau da'i bid'ah itu,..dan dari sisi lain memang kenyataannya dia lebih pintar agama nya/ sisi ilmunya/senior kita,... apakah kita tetep tidak boleh menganggap diri kita lebih baik dari orang orang itu,.. karena dari sisi lain kita tidak boleh menganggap paling benar dan lebih suci dari orang lain,.. mohon penjelasannya ustadz? Baarokalloohufiik,..

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Senin 7 Dzulqa'dah  1446 / 5-5-2025

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Diberdayakan oleh Blogger.